BAB II DESKRIPSI PROSES

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENGANTAR A. Latar Belakang B. Tinjauan Pustaka

BAB II DESKRIPSI PROSES. sodium klorat dilakukan dengan 2 cara, yaitu: Larutan NaCl jenuh dielektrolisa menjadi NaClO 3 sesuai reaksi:

BAB II DESKRIPSI PROSES. adalah sistem reaksi serta sistem pemisahan dan pemurnian.

BAB II URAIAN PROSES. Benzil alkohol dikenal pula sebagai alpha hidroxytoluen, phenyl methanol,

II. DESKRIPSI PROSES. Precipitated Calcium Carbonate (PCC) dapat dihasilkan melalui beberapa

BAB II PEMILIHAN PROSES DAN URAIAN PROSES. Potassium karbonat memiliki beberapa nama lain yaitu : kalium karbonat, carbonate

II. DESKRIPSI PROSES. Precipitated Calcium Carbonate (PCC) dapat dihasilkan melalui beberapa proses

BAB II URAIAN PROSES. Benzil alkohol dikenal pula sebagai alpha hidroxytoluen, phenyl methanol,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PEMILIHAN DAN URAIAN PROSES

BAB II. DESKRIPSI PROSES

PABRIK KALIUM HIDROKSIDA DARI KALIUM KLORIDA DENGAN PROSES ELEKTROLISA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

II. PEMILIHAN DAN URAIAN PROSES

LAMPIRAN 1 DATA PENGAMATAN. mol NaCl

DESKRIPSI PROSES. pereaksian sesuai dengan permintaan pasar sehingga layak dijual.

II. PEMILIHAN DAN URAIAN PROSES

II. PEMILIHAN DAN URAIAN PROSES. dalam alkohol (Faith and Keyes,1957).

BAHAN BAKAR KIMIA. Ramadoni Syahputra

BAB 5 KONSEP LARUTAN 1. KOMPOSISI LARUTAN 2. SIFAT-SIFAT ZAT TERLARUT 3. KESETIMBANGAN LARUTAN 4. SIFAT KOLIGATIF LARUTAN

Elektrokimia. Sel Volta

Hand Out HUKUM FARADAY. PPG (Pendidikan Profesi Guru) yang dibina oleh Pak I Wayan Dasna. Oleh: LAURENSIUS E. SERAN.

II. PEMILIHAN DAN URAIAN PROSES

LATIHAN-1 SEL ELEKTROLISIS

30 Soal Pilihan Berganda Olimpiade Kimia Tingkat Kabupaten/Kota 2011 Alternatif jawaban berwarna merah adalah kunci jawabannya.

II. DESKRIPSI PROSES. Pada proses pembuatan asam salisilat dapat digunakan berbagai proses seperti:

Hubungan koefisien dalam persamaan reaksi dengan hitungan

BAB II DESKRIPSI PROSES

II. DESKRIPSI PROSES. Pembuatan kalsium klorida dihidrat dapat dilakukan dengan beberapa macam proses:

LAMPIRAN II PERHITUNGAN

BAB I PENDAHULUAN. Natrium Hidroksida atau NaOH, atau terkadang disebut soda api. merupakan senyawa kimia dengan alkali tinggi.

D. 4,50 x 10-8 E. 1,35 x 10-8

LEMBAR AKTIVITAS SISWA ( LAS )_ 1

II. DESKRIPSI PROSES

Prarancangan Pabrik Nitrogliserin dari Gliserin dan Asam Nitrat dengan Proses Biazzi Kapasitas Ton/ Tahun BAB II DESKRIPSI PROSES

II. DESKRIPSI PROSES. Tahap-tahap reaksi formaldehid Du-Pont untuk memproduksi MEG sebagai

1. Tragedi Minamata di Jepang disebabkan pencemaran logam berat... A. Hg B. Ag C. Pb Kunci : A. D. Cu E. Zn

PEMILIHAN DAN URAIAN PROSES. teknologi proses. Secara garis besar, sistem proses utama dari sebuah pabrik kimia

LAMPIRAN B PERHITUNGAN. = 27 cm x 13 cm x 17 cm = 5967 cm 3

LEMBARAN SOAL 4. Mata Pelajaran : KIMIA Sat. Pendidikan : SMA Kelas / Program : XI IPA ( SEBELAS IPA )

PEMILIHAN DAN URAIAN PROSES

Rekristalisasi Garam Rakyat Untuk Meningkatkan Kualitas

BAB IV TERMOKIMIA A. PENGERTIAN KALOR REAKSI

Hubungan entalpi dengan energi yang dipindahkan sebagai kalor pada tekanan tetap kepada sistem yang tidak dapat melakukan kerja lain

LAMPIRAN II PERHITUNGAN

kimia KTSP & K-13 TERMOKIMIA I K e l a s A. HUKUM KEKEKALAN ENERGI TUJUAN PEMBELAJARAN

PEMBUATAN GAS KLORIN (Cl 2 ) DAN NATRIUM HIDROKSIDA (Naoh) DARI HASIL PEMURNIAN GARAM JANGKA ACEH: Artikel Review. Ridwan *), Halim Zaini *) ABSTRAK

HASIL ANALISIS KEBENARAN KONSEP PADA OBJEK PENELITIAN. Penjelasan Konsep

Kelarutan (s) dan Hasil Kali Kelarutan (Ksp)

BAB II DISKRIPSI PROSES. 2.1 Spesifikasi Bahan Baku, Bahan Pendukung dan Produk. Isobutanol 0,1% mol

Prarancangan Pabrik Metil Salisilat dari Asam Salisilat dan Metanol dengan Kapasitas Ton/Tahun BAB I PENGANTAR

BAB II PEMILIHAN DAN DESKRIPSI PROSES. Paraldehida merupakan senyawa polimer siklik asetaldehida yang

BAB II DESKRIPSI PROSES. Titik didih (1 atm) : 64,6 o C Spesifik gravity : 0,792 Kemurnian : 99,85% Titik didih (1 atm) : -24,9 o C Kemurnian : 99,5 %

3. ELEKTROKIMIA. Contoh elektrolisis: a. Elektrolisis larutan HCl dengan elektroda Pt, reaksinya: 2HCl (aq)

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

LATIHAN ULANGAN TENGAH SEMESTER 2

Dalam 1 golongan dari atas ke bawah energi ionisasi bertambah kecil ionisasi K < ionisasi Na.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. sehingga dapat menghasilkan data yang akurat.

SIFAT KOLIGATIF LARUTAN

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Pendirian Pabrik

Review I. 1. Berikut ini adalah data titik didih beberapa larutan:

Prarancangan Pabrik Kalsium Klorida dari Kalsium Karbonat dan Asam Klorida Kapasitas Ton/Tahun BAB I PENDAHULUAN

Redoks dan Elektrokimia Tim Kimia FTP

Mengubah energi kimia menjadi energi listrik Mengubah energi listrik menjadi energi kimia Katoda sebagi kutub positif, anoda sebagai kutub negatif

SIFAT KOLIGATIF LARUTAN

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Prarancangan Pabrik Magnesium Oksid dari Bittern dan Batu Kapur dengan Kapasitas 40.

Gambar 3.1 Diagram alir penelitian

LOGO. Stoikiometri. Tim Dosen Pengampu MK. Kimia Dasar

II. DESKRIPSI PROSES

II. DESKRIPSI PROSES. (2007), metode pembuatan VCM dengan mereaksikan acetylene dengan. memproduksi vinyl chloride monomer (VCM). Metode ini dilakukan

Prarancangan Pabrik Sodium Silikat Dari Natrium Hidroksida Dan Pasir Silika Kapasitas Ton/Tahun BAB I PENDAHULUAN

PERCOBAAN VII PEMBUATAN KALIUM NITRAT

DESKRIPSI PROSES. Untuk pembuatan gipsum terdiri dari tiga jenis proses, yaitu: Penghancuran batu-batuan ini dengan menggunakan alat primary crusher

LEMBAR AKTIVITAS SISWA

PENENTUAN KADAR KARBONAT DAN HIDROGEN KARBONAT MELALUI TITRASI ASAM BASA

KUMPULAN SOAL-SOAL KIMIA LAJU REAKSI

Sulistyani, M.Si.

kimia Kelas X LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT K-13 A. Pengertian Larutan dan Daya Hantar Listrik

BAB II PEMILIHAN DAN URAIAN PROSES

Kegiatan Belajar 3: Sel Elektrolisis. 1. Mengamati reaksi yang terjadi di anoda dan katoda pada reaksi elektrolisis

K13 Revisi Antiremed Kelas 11 Kimia

KUMPULAN SOAL-SOAL KIMIA LAJU REAKSI

BAB II LANDASAN TEORI. Gas HHO merupakan hasil dari pemecahan air murni ( H 2 O (l) ) dengan proses

BAB I PENDAHULUAN. Pendirian pabrik metanol merupakan hal yang sangat menjanjikan dengan alasan:

BAB VI KINETIKA REAKSI KIMIA

UPAYA KEMANDIRIAN AMMONIUM PERKHLORAT DALAM RANGKA MENUNJANG ROKET PELUNCUR SATELIT

Soal-Soal. Bab 7. Latihan Larutan Penyangga, Hidrolisis Garam, serta Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan. Larutan Penyangga

TERMOKIMIA. Hukum Hess Perubahan entalpi reaksi tetap sama, baik berlangsung dalam satu tahap maupun beberapa tahap.

Stoikiometri. Berasal dari kata Stoicheion (partikel) dan metron (pengukuran). Cara perhitungan dan pengukuran zat serta campuran kimia.

SOAL LAJU REAKSI. Mol CaCO 3 = = 0.25 mol = 25. m Mr

12/3/2015 PENGOLAHAN AIR PENGOLAHAN AIR PENGOLAHAN AIR. Ca Mg

Prarancangan Pabrik Disodium Phosphate Heptahydrate Dari Sodium Carbonate dan Phosphoric Acid Kapasitas Ton/ Tahun BAB I PENDAHULUAN

II. DESKRIPSI PROSES. Proses produksi Metil Akrilat dapat dibuat melalui beberapa cara, antara

UH : ELEKTROLISIS & KOROSI KODE SOAL : A

REDOKS dan ELEKTROKIMIA

BAB II DESKRIPSI PROSES. Kalsium hidroksida adalah senyawa kimia dengan rumus kimia Ca(OH)2. Dalam

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II DESKRIPSI PROSES

BAB 8. Jika Anda memasukkan satu sendok gula ke dalam segelas air, kemudian Anda. Kelarutan Garam Sukar Larut. Kata Kunci.

LEMBAR AKTIVITAS SISWA ( LAS )

Transkripsi:

10 BAB II DESKRIPSI PROSES A. Macam-macam Proses Pembuatan kalium hidroksida ini dapat dilakukan dengan dua macam proses, yaitu; pembuatan kalium hidroksida dengan proses boiling dan pembuatan kalium hidroksida dengan proses elektrolisis. Dengan bahan baku yang digunakan berbeda-beda untuk kedua proses diatas. A.1 Pembuatan Kalium Hidroksida Proses Boiling Pada proses boiling, bahan baku yang digunakan adalah kalsium hidroksida (Ca(OH) 2 ) dan kalium karbonat (K 2 CO 3 ), dimana kedua bahan baku merupakan larutan jenuh. Proses ini dilakukan dengan menguapkan air yang terdapat pada campuran larutan kalsium hidroksida dan larutan kalium karbonat sehingga menghasilkan endapan kalsium karbonat (CaCO 3 ) dan larutan kalium hidroksida (KOH). Reaksi yang terjadi : Ca(OH) 2(aq) + K 2 CO 3(aq) CaCO 3(s) + 2 KOH (aq) Konversi dari reaksi diatas sebesar = 45% - 50%

11 Gambar 2.1. Proses pembuatan kalium hidroksida dengan proses boiling Campuran produk kemudian dipisahkan menjadi dua lapisan pada precipitator untuk kemudian difiltrasi pada filter untuk memisahkan endapan kalsium karbonat dengan larutan kalium hidroksida. Larutan kalium hidroksida kemudian diuapkan untuk mengurangi kadar air sampai didapat padatan kalium hidroksida. Metode boiling ini merupakan metode pertama kali digunakan untuk pembuatan kalium hidroksida, dan pada akhir abad ke-19, metode ini sudah tidak digunakan karena alasan ekonomis, dikarenakan bahan baku yang dipergunakan relatif banyak dan tidak efisien. A.2 Pembuatan Kalium Hidroksida Proses Elektrolisis Membran Pada pembuatan kalium hidroksida dengan proses elektrolisis, sebenarnya serupa dengan pembuatan natrium hidroksida dengan proses elektrolisis, sehingga aliran prosesnya dapat diaplikasikan dengan catatan bahan baku utama adalah larutan kalium klorida, karena apabila bahan baku diambil dari brine (leburan garam) kadar kalium klorida pada brine

12 sangat sedikit. Hal ini lebih menguntungkan, karena dengan bahan baku kalium klorida, maka tidak memerlukan pengolahan pendahuluan untuk menghilangkan impuritis. KCl Gas Gas klorin Tangki pengadukan Membran Cell (elektrolisis) Evaporator H 2 O H 2 O KOH 50% Gambar 2.2. Proses pembuatan kalium hidroksida dengan proses elektrolisis Sel membran menggunakan membran semi permeabel untuk memisahkan anoda dan katoda. Membran ini hanya mengizinkan ion K + untuk melewatinya. Pemakaian ini dimaksudkan intuk mencegah ion Cl - untuk ikut menyebrang ke katoda serta OH - ke dalam anoda. Dengan demikian, di katoda dihasilkan larutan KOH dengan kemurnian tinggi sedangkan ion klor keluar sebagai gas klor. Reaksi : KCl K + + Cl - H 2 O H + + OH - Anoda : 2Cl - Cl 2 + 2e - Katoda : 2H 2 O + 2e - H 2 + 2OH - K + + OH - KOH Membran terbuat dari bahan hydrolyzed copolymer seperti perfluoroolefin dan fluorosulfonated perfluorovinyl. Sel membran menghasilkan KOH yang lebih murni dan lebih tinggi konsentrasinya bila

13 dibandingkan dengan sel diaphragma, yaitu sebesar 430-460 g/liter. Konsentrasi KCl yang diizinkan adalah 260 320g/liter. Sel membran ini telah ditetapkan dalam industri secara komersil (US. paten 4.062.743). B. Pemilihan Proses Pemilihan suatu proses operasi dapat dipilih berdasarkan analisis baik secara ekoomi maupun secara teknis. Tabel 2.1. Daftar harga bahan baku dan produk Komponen BM (g/mol) Harga (U$)/kg Harga (Rp)/kg Ca(OH) 2 74,093 0,40-0,75 8.250 K 2 CO 3 138 0,14-0,58 6.380 CaCO 3 100,09 0.45 0,60 6.600 KCl 74,5 0.34-0.459 4.300 KOH 56 1-2 13.200 (Sumber : Alibaba.com, 2014) Tabel 2.2. Data Entalpi dan Energi Bebas Gibbs Bahan Baku dan Produk pada 298 K (joule/mol) Komponen Fase H f 298 G f 298 Ca(OH) 2 Padat -986.920-898.490 K 2 CO 3 Padat -280,90-264,04 CaCO 3 Padat -1.206.920-1.128.790 KCl Larutan -100,164-98,76

14 KOH Larutan -114,96 105 H 2 O Cair -285.830-237.129 (Sumber: Smith, 2001) B.1 Reaksi dengan proses boiling a. Ditinjau dari segi ekonomi : Keuntungan = Penjualan biaya bahan baku Reaksi : Ca(OH) 2(aq) + K 2 CO 3(aq) CaCO 3 + 2KOH (aq) Konversi reaksi : 40-50% Basis 1 kg KOH yang terbentuk Mol KOH = Mol KOH = Massa KOH terbentuk BM KOH 1 (kg KOH) 56( g x 1000 g KOH mol KOH) 1 kg KOH = 17,857 mol KOH Berdasarkan persamaan stokiometri maka Ca(OH) 2(aq) yang dibutuhkan untuk bereaksi adalah ½ dari 17,857 mol KOH, yaitu 8,928 mol Ca(OH) 2(aq). Ca(OH) 2(aq) + K 2 CO 3(aq) CaCO 3 + 2KOH (aq) Mula-mula : A A - - Reaksi : 8,928 8,928 8,928 17,857 Sisa : A-8,928 A-8,928 8,928 17,857 Konversi = 0,40

15 Maka mencari reaktan awal (A) Konversi = jumla h reaktan yang bereaksi jumla h zat reaktan mula mula 0,40 A = 8,928 A = 22,321 mol Jadi jumlah reaktan mula-mula : Ca(OH) 2 = 22,321 mol K 2 CO 3 = 22,321 mol Massa Ca(OH) 2 mula-mula = mol x BM = 22,321 mol x 74,093 g mol x 1 kg 1000 g = 1,654 kg Total cost Ca(OH) 2 = Rp. 4.400/kg x 1,654 kg Massa K 2 CO 3 mula-mula = mol x BM = Rp.7.277,6 /kg KOH yang diproduksi = 22,321 mol x 138 g x 1 kg mol 1000 g = 3,08 kg Total cost K 2 CO 3 = Rp. 1.540/kg x 3,08 kg = Rp. 4.743,2/kg KOH yang diproduksi Sehingga total biaya reaktan untuk produksi KOH/jam operasi : = (Rp.7.277,6+Rp.4.743) kg KOH yang diproduksi = Rp.30.355.525,2/jam x 2525,2525 kg KOH yang diproduksi jam

16 b. Ditinjau dari segi termodinamika Biasanya kelayakan teknik terhadap suatu reaksi kimia yang ditinjau adalah energi bebas gibbs ( G). Energi bebas gibbs suatu reaksi dapat dihitung berdasarkan G o f setiap reaktan dan setiap produk yang diketahui. Reaksi Ca(OH) 2(aq) +K 2 CO 3(aq) CaCO 3 + 2KOH (aq) Hreaksi = (2 x H o fkoh + H o fcaco3) ( H o fca(oh)2 + H o fk2co3) = ((2 x-114,96) + (-1.206.920)) ((-986.090)+(-280,90)) = -220779,02 Greaksi = (2 x H o gkoh + H o gcaco3) ( H o gca(oh)2 + H o gk2co3) = ((2 x -105) + (-1.128.790)) ((-898.490) + (-264,04)) = -230.245,96 Karena G reaksi bernilai negatif maka biaya proses dianggap tidak ada (diabaikan) = nol Harga jual produk KOH = Rp. 13.200/kg Penjualan KOH/jam operasi : = Rp.13.200 kg KOH yang diproduksi x 2525,25 kg KOH yang diproduksi jam = Rp. 33.333.300/jam Sehingga keuntungan yang diperoleh dari proses ini : Keuntungan = Penjualan biaya bahan baku = Rp. 33.333.300/jam Rp. 30.355.525,2/jam

17 = Rp. 2.977.774,8/jam B.2 Reaksi dengan menggunakan proses elektrolisis a. Ditinjau dari segi ekonomi Reaksi : 2KCl (Aq) + 2H 2 O (l) 2KOH (Aq) + H 2(g) +Cl 2(g) Konversi : 95-97% Basis 1 kg KOH yang terbentuk Mol KOH = Mol KOH = Massa KOH terbentuk BM KOH 1 (kg KOH) 56( g x 1000 g KOH mol KOH) 1 kg KOH = 17,857 mol KOH Berdasarkan persamaan stokiometri maka KCl yang dibutuhkan untuk bereaksi adalah 17,857 mol KCl. 2KCl (aq) + 2H 2 O (l) 2KOH (aq) + H 2(g) +Cl 2(g) Mula-mula : A A - - - Reaksi : 17,857 17,857 17,857 8,928 8,928 Sisa : A-17,857 A-17,857 17,857 8,928 8,928 Konversi = 0,97 Maka mencari reaktan awal (A) Konversi = jumla h reaktan yang bereaksi jumla h zat reaktan mula mula 0,97 = 17,857 A 0,97 A = 17,857 A = 18,409 mol

18 Jadi jumlah reaktan mula-mula : KCl = 18,409 mol H 2 O = 18,409 mol Massa KCl mula-mula = mol x BM = 18,409 mol x 74,5 g mol x 1 kg 1000 g = 1,371 kg Total cost KCl = Rp. 4300/kg x 1,371 kg = Rp. 5.895,3/kg KOH yang diproduksi Total cost H 2 O = Rp. 0 (karena H 2 O yang digunakan diambil dari pabrik sendiri). Sehingga total biaya reaktan untuk produksi KOH/jam operasi : = Rp.5.895,3 kg KOH yang diproduksi x 2525,2525 kg KOH yang diproduksi jam = Rp. 14.887.121,891/jam b. Ditinjau dari segi termodinamika Reaksi : 2KCl (aq) + 2H 2 O (l) 2KOH (aq) + H 2(g) +Cl 2(g) Hreaksi = (2 x H o fkoh + H o fh2 + H o fcl2) (2 x H o fkcl + 2 x H o fh2o) = ((2 x -144,96) + 0 + 0 ) ((2 x -100,164) + (2 x -285.830)) = + 571.570,408 joule/mol (reaksi endotermis) Greaksi = (2 x H o fkoh + H o fh2 + H o fcl2) (2 x H o fkcl + 2 x H o fh2o)

19 Watt = Joule/detik 1 mol KOH = massa KOH/BM = ((2 x 105) + 0 + 0 ) ((2 x -98,76) + (2 x -237.129)) = 474.665,52 joule/mol (reaksi tidak spontan) Massa KOH = 1 mol x 56 gr mol x 1 kg 1000 gr = 0,056 kg G reaksi = 474.665,52 joule/mol = 474.665,52 watt.detik mol x 1 jam x 1 mol 3600 detik 0,056 kg = 2.354,492 watt.jam /kg = 2.354,492 watt.jam kg x 1 kwatt 1000 watt = 2,354 kwh/kg Produksi KOH/jam operasi = 2.525,25 kg/jam Harga 1 kwh listrik untuk industri = Rp.1.350,00 Maka biaya operasi = 2,354 kw h kg = Rp. 8.024.991,97/jam kg x 2.525,25 x Rp.1.350 jam kw h Penjualan KOH/jam operasi = Rp. 33.333.300/jam Maka, keuntungan menggunakan KCl Keuntungan = Penjualan biaya bahan baku = Rp.33.333.300/jam Rp. 14.887.121,891/jam = Rp. 18.446.178,11/jam

20 Berdasarkan uraian macam proses diatas, maka dapat ditabelkan perbandingan masing-masing proses sebagai berikut : Tabel 2.3. Perbandingan antara proses produksi KOH dengan boiling dan proses elektrolisis KCl Parameter Boiling Macam Proses Elektrolisis Bahan Baku Utama K 2 CO 3 KCl Proses Bahan Baku Pembantu Pelarutan dan pengendapan Ca(OH) 2, H 2 O Pemisahan dan elektrolisis H 2 O Produk Samping CaCO 3 H 2, Cl 2 Suhu Operasi 105 C (1 atm) 80 C - 90 C (1 atm) Aliran Proses sederhana Komplek Kadar Produk 45-50% minimum 90% Keuntungan Rp. 2.977.774,8/jam Rp. 18.446.178,11/jam Dari tinjauan proses pembuatan kalium hidroksida diatas, maka proses yang dipilih adalah proses pembuatan kalium hidroksida dengan proses elektrolisis dengan beberapa faktor pendukung : a. Bahan baku mudah didapat dan ekonomis. b. Suhu operasi yang rendah. c. Kadar produk yang dihasilkan memenuhi pasar. d. Ketergantungan akan bahan baku hanya pada KCl.

21 C. URAIAN PROSES : Pada prarencana pabrik kalium hidroksida ini, dapat dibagi menjadi 3 Unit pabrik, dengan pembagian : 1. Unit Penyedia Bahan Baku 2. Unit Proses 3. Unit Pemurnian Produk Adapun uraian proses pembuatan kalium hidroksida ini adalah sebagai berikut : Aliran prosesnya adalah sebagai berikut : pertama-tama kalium klorida dalam bentuk padatan dengan kadar 99,80% dilarutkan dalam air dengan suhu 60 C sehingga membentuk larutan kalium klorida. Larutan KCl kemudian diumpankan pada sel elektrolisis pada bagian katoda. Pada sel elektrolisis terjadi proses elektrolisis larutan KCl menjadi larutan KOH dengan produk samping berupa gas Cl 2 dan gas H 2. Larutan kalium klorida pertama-tama masuk pada bagian katoda (+), dimana terjadi proses penguraian KCl menjadi ion kalium (K + ) dan ion klor (Cl - ). Ion klor terakumulasi menjadi gas klorin (Cl 2 ) untuk kemudian dikeluarkan sebagai produk samping, sedangkan ion kalium (K + ) diumpankan menuju bagian anoda (-). Pada bagian anoda (-), kalium (K + ) bereaksi dengan senyawa air (H 2 O) membentuk kalium hidroksida (KOH) dengan melepas gas hydrogen (H 2 ) sebagai produk samping. Reaksi yang terjadi : 2 KCl (aq) + 2 H2O (l) 2 KOH (aq) + H 2(g) + Cl 2(g)

22 Konversi dari reaksi tersebut sebesar 95% - 97% dengan kadar KOH sebesar 28 32%, kemudian diumpankan pada evaporator (EV-301) untuk proses pemekatan sampai dengan kadar 50%. Larutan KOH 50% kemudian diumpankan ke cooler (CO-401) untuk pedinginan produk KOH kemudian disimpan dalam tangki penyimpanan (ST-103) untuk dipasarkan.