Produksi Iklan Multimedia dan Interaktif

dokumen-dokumen yang mirip
SIKAP, MOTIVASI DAN KEBUTUHAN KONSUMEN

Motif Ekstrinsik. Motif yang timbul dari rangsangan luar. Contoh : pemberian hadiah jika seseorang dapat menyelesaikan tugas dengan baik.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

III. KERANGKA PEMIKIRAN

PSIKOLOGI SDM MOTIVASI INDIVIDU. Drs. Agung Sigit Santoso, M.Si., Psi. FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MERCU BUANA.

BAB II LANDASAN TEORI

Produksi Iklan Multimedia dan Interaktif

Konsep Konsep Motivasi BAHAN AJAR 7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Presented by : M Anang Firmansyah PERILAKU KONSUMEN

II. TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS. kritis dan komparatif terhadap teori dan hasil penelitian yang relevan, dalam

berdasarkan buku: Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran penulis: Prof. Dr. Ujang Sumarwan, Ph.D.

BAB I PENDAHULUAN. jenjang pendidikan, di dalam suatu pembelajaran harus ada motivasi belajar, agar

BAB II TEORI MOTIVASI DAN PERILAKU KONSUMEN. Motivasi dalam Bahasa Inggris disebut motivation yang berasal dari Bahasa

II. TINJAUAN PUSTAKA. kegiatan konsumsi terhadap suatu ataupun beragam barang atau jasa. Konsumen

TINJAUAN PUSTAKA. mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu

Belajar Investasi Masa Depan * Kata Kunci : Motivasi, Belajar, Masa depan.

BAB II LANDASAN TEORI

Minggu-12. Product Knowledge and Price Concepts. Perilaku Konsumen Yang Mempengaruhi Keputusan Produk Dan Penetapan Harga (1)

Bisma, Vol 1, No. 7, Nopember 2016 FAKTOR-FAKTOR MOTIVASI KERJA PADA PD JAYA HARDWARE DI PONTIANAK

Consumer Behavior, Eighth Edition. Bab 4. Konsumen Sebagai Individu 4-1

BAB 1 Perilaku Konsumen

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB V KESIMPULAN, DISKUSI, DAN SARAN

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS. Menurut Terry (2006), manajemen adalah sebuah proses yang melibatkan

Perilaku Konsumen. Pengantar. Hikmah Ubaidillah, M.IKom. Modul ke: Fakultas Ilmu Komunikasi. Program Studi Marketing Communication

BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR

TEORI HIRARKI KEBUTUHAN

Produksi Iklan Multimedia dan Interaktif

Modul ke: Psikologi Sosial I DASAR-DASAR PERILAKU SOSIAL. Fakultas Psikologi. Intan Savitri,S.P., M.Si. Program Studi Psikologi

MOTIVASI : PENGERTIAN, PROSES DAN ARTI PENTING DALAM ORGANISASI

MOTIVASI, PENGELOLAAN INDIVIDU DAN KELOMPOK DALAM ORGANISASI BISNIS. Minggu ke tujuh

Motivasi dan Dinamika Perilaku Konsumen

Konsep Dasar Motivasi. (Perilaku Keorganisasian, Dr. M.M. Nilam Widyarini)

GEJALA KONASI--MOTIVASI. PERTEMUAN KE 10

PENGANTAR KEBUTUHAN DASAR MANUSIA MASLOW. 02/02/2016

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Hana_kyu MOTIF DAN MOTIVASI

BAB II KAJIAN TEORI DAN KERANGKA BERPIKIR. pendidikan. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar

II. LANDASAN TEORI. Pemasaran adalah suatu fungsi organisasi dan serangkaian proses untuk

adalah proses diterimanya rangsang (objek, kualitas, hubungan antar gejala, maupun

MOTIVASI. Kemampuan manajer dalam memotivasi, mempengaruhi, mengarahkan dan berkomunikasi dengan bawahan sangat menentukan efektifitas manajer.

Sejarah dan Aliran-Aliran Psikologi

BAB II URAIAN TEORITIS. Rianawati (2005) judul Analisis Pengaruh Faktor Dari Perilaku Konsumen

PERILAKU KONSUMEN BUYER BEHAVIOR

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN HIPOTESIS. penjualan dan periklanan. Tjiptono (2007 : 37) memberikan definisi pemasaran

Modul ke: MOTIVASI SUKSES. 12Fakultas EKONOMI DAN BISNIS. Aldizar, LSQ, MA. Program Studi Akuntansi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Robert K Merton menulis beberapa pernyataan penting tentang

PERSPEKTIF TEORI MOTIF DAN MOTIVASI

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. tersebut harus bekerja. Kerja dan bekerja merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari

BAB II LANDASAN TEORI. 1. Pengertian Keputusan Pembelian Konsumen. Menurut Setiadi (2008:415) berpendapat bahwa pengambilan keputusan

Psikologi Konseling Pendekatan Terapi Realitas (Reality Therapy)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KELOMPOK 3. Mia Resmiati Novi Febriyanti

BAB I PENDAHULUAN. Di era informasi dan teknologi dewasa ini, kompetisi di berbagai sektor

MOTIVASI. MOTIVASI keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatankegiatan tertentu untuk mencapai tujuan

Motif Technopreneur Sukses by: AGB

BAB I PENDAHULUAN. sebagai alat pendemokrasian ekonomi nasional. Atas dasar. pembangunan dan pertumbuhan sosial ekonomi.

HAKEKAT MOTIVASI KERJA WIDYAISWARA

BAB 1 PENDAHULUAN. Setiap makhluk hidup memiliki kebutuhan, tidak terkecuali manusia. Menurut

MOTIVASI KERJA SEBAGAI DORONGAN INTERNAL DAN EKSTERNAL PADA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Consumer Behavior. Pengetahuan Konsumen. Sengguruh Nilowardono

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB II KAJIAN TEORITIS. Motivasi berasal dari kata motif yang diartikan sebagai daya yang penggerak dari dalam

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. adanya dorongan dalam diri manusia sebagai usaha untuk memenuhi

PERILAKU KONSUMEN Kepribadian Dan Gaya Hidup

DEFINISI MOTIVASI. Proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan usaha seorang. Komponen Motivasi : Intensitas, arah dan ketekunan

Produksi Iklan Multimedia dan Interaktif

MOTIVASI KONTEN TEORI/ TEORI KEPUASAN

Psikologi Kepribadian I Teori Personologi Henry Murray

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA. Teori-Teori Motivasi

Komunikasi Organisasi

Kebutuhan Dasar Manusia Menurut Abraham Maslow Abraham Maslow membagi kebutuhan dasar manusia ke dalam lima tingkat berikut: 1. Kebutuhan fisiologis

TEORI MASLOW. presented by : M Anang Firmansyah

KERANGKA PEMIKIRAN Kerangka Pemikiran Teoritis

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

NEEDS DRIVES INCENTIVES

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kemasyarakatan. Tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar dan

Produksi Iklan Multimedia dan Interaktif

BAB II LANDASAN TEORI

Riset Per iila il k O u rgan isas

BAB I PENGANTAR. A. latar Belakang Masalah. dan teknologi yang sangat terasa adalah terjadinya perubahan yang sangat cepat di

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

PERILAKU KONSUMEN : Pengetahuan Produk dan Keterlibatan Konsumen

MOTIVASI DALAM BELAJAR. Saifuddin Azwar

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. karyawannya untuk melakukan jenis-jenis perilaku tertentu. Perilaku seseorang

Nilai Merek. Kewirausahaan II (B51431EL) Destria Ray Natalia S. MSc. Advertising & Marketing Communications. Modul ke: Fakultas ILMU KOMUNIKASI

LANDASAN TEORI. Menurut Rivai (2004:455) motivasi adalah serangkaian sikap dan nilai-nilai yang

PERILAKU KONSUMEN. Manajemen Pemasaran 2 Dadang Syafarudin, SE., MM

Pokok Bahasan : Motivasi Sub Pokok Bahasan : Pengertian, Teori Motivasi,Bentuk Motivasi, Jenis Motivasi, Tantangan dan Alat2 Motivasi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Transkripsi:

Modul ke: Produksi Iklan Multimedia dan Interaktif Arti Motivasi Teori Kebiutuhan Motivasi dan Strategi Pemasaran Fakultas ILMU KOMUNIKASI Dudi Hartono, S. Komp, M. Ikom Program Studi MARCOMM & ADVERTISING www.mercubuana.ac.id

Pendahuluan: Motivasi? KAMUS BAHASA INDONESIA: mo ti va si n 1 dorongan yg timbul pd diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dng tujuan tertentu; 2 Psi usaha yg dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu krn ingin mencapai tujuan yg dikehendakinya atau mendapat kepuasan dng perbuatan

Motivasi Menurut Para Ahli: Menurut Sardiman (2006:73), Pengertian Motivasi merupakan perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya felling dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Menurut Mulyasa (2003:112), Pengertian Motivasi merupakan tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke arah suatu tujuan tertentu. Peserta didik akan bersungguh-sungguh karena memiliki motivasi yang tinggi. Menurut Victor H. Vroom, motivasi ialah sebuah akibat dari suatu hasil yang ingin diraih atau dicapai oleh seseorang dan sebuah perkiraan bahwa apa yang dilakukannya akan mengarah pada hasil yang diinginkannya.

Motivasi Menurut Para Ahli: Robbins dan Judge, motivasi ialah suatu proses yang menjelaskan intensitas, arah dan ketekunan individu agar dapat mencapai tujuannya. Mc. Donald, motivasi ialah sebuah perubahan energi yang ada dalam diri seseorang yang ditandakan dengan adanya rasa (feeling) dan didahului dengan respon adanya sebuah tujuan

Motivasi Dari penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa motivasi muncul karena adanya kebutuhan yang dirasakan seseorang (konsumen). Kebutuhan sendiri muncul karena seseorang (konsumen) merasakan ketidaknyamanan (state of tension) antara yang seharusnya dirasakan dan sesungguhnya dirasakan. Kebutuhan yang dirasakan tersebut mendorong seseorang melakukan tindakan untuk memenuhi kebutuahnnya tersebut. Inilah yang disebut MOTIVASI.

Model Motivasi MODEL MOTIVASI BELAJAR Kebutuhan dan Keinginan tak Terpenuhi Tekanan Dorongan Perilaku Proses Kognitif Tekanan Berkurang Tujuan Memenuhi Kebutuhan

Model Motivasi Dari model di atas bisa dilihat kalau stimulus atau rangsangan (misal rasa lapar) akan menyebabkan pengenalan kebutuhan (need recognation). Stimulus terjadi karena adanya gap antara apa yang dirasakan dan apa yang seharusnya rasakan. Gap inilah yang mengakibatkan rasa lapar sehingga seseorang merasakan adanya pengenalan kebutuhan akan makanan dan minuman. Pengenalan kebutuhan akan menyebabkan tekanan (tension) kepada konsumen sehingga adanya dorongan pada dirinya (drive state) untuk melakukan tindakan yang bertujuan (goal-directed behavior). Tindakan tersebut bisa bermacam-macam. Pertama, konsumen akan mencari informasi mengenai produk, merek dan toko (penuual). Kedua, konsumen mungkin akan berbicara kepada teman, peramban (browshing), atau mendatangi toko. Ketiga, konsumen akan membeli produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Kebutuhan: Kebutuhan yang dirasakan konsumen (felt need) bisa dimunculkan oleh faktor diri konsumen sendiri (fisiologis). Tapi kebutuhan juga bisa dimunculkan oleh faktor luar konsumen. 1. Kebutuhan fisiologis atau biologis (innate needs) misalnya kebutuhan akan makan dan minum, sering disebut kebutuhan primer

Kebutuhan Sekunder Kebutuhan Sekunder atau motif, atau kebutuhan yang diciptakan (acquired need) adalah kebutuhan yang muncul sebagai reaksi konsumen terhadap lingkungan dan budayanya. Kebutuhan seperti ini biasanya bersifat psikologi karena berasal dari sikap subjektif konsumen dan dari lingkungan konsumen. Kebutuhan ini meliputi selfesteem, prestige, affection dan power. Misalnya: rumah adalah kebutuhan primer, tapi sebagian konsumen membangun atau membeli rumah sangat mewah karena adanya kebutuhan ingin dipandang sebagai orang sukses misalnya

Kebutuhan Sekunder Kebutuhan yang dirasakan (felt needs) sering kali dibedakan berdasarkan kepada manfaat yang diharapkan dari pembelian atau penggunaan produk atau jasa. 1. Kebutuhan utilitarian (utilitarian needs), yang mendorong konsumen membeli produk berdasarkan manfaat fungsional dan karakteristik objektif dari produk tersebut. Contoh: obeng untuk membuka baut. 2. Kebutuhan ekspresif atau hedonik (expressive need atau hedonic needs), yaitu kebutuhan yang bersifat psikologi seperti rasa puas, gensi, emosi dan perasaan subjentik lainnya. Kebutuhan ini sering muncul untuk memenuhi tuntutan sosial atau estetika. Misalnya dalam pembelian pakaian atau dasi

Tujuan (Goal): Perilaku atau tindakan adalah berorientasi tujuan (goal oriented behavior). Ini artinya, untuk memenuhi kebutuhannya, seseorang harus memiliki tujuan akant indakannya. Tujuan adalah suatu cara untuk memenuhi kebutuhan, Tujuan ada karena adanya kebutuhan. Tujuan dibedakan ke dalam: 1. Tujuan Generik (generic goals), yaitu berkategorai umum dari tujuan yang dipandang sebagai cara untuk memenuhi kebutuhan. Contoh seseorang mengingkan sebuah handphone atau mobil.

Tujuan produk-khusus (product specific goals), yaitu produk atau jasa dengan merek tertenty yang dipilih oleh konsumen sebagai tujuan. Misalnya; apa merek hp atau mobil yang diinginkan

Teori Kebutuhan Maslow Membicarakan teori kebutuhan tidak bisa dilepaskand ari sosok Dr. Abraham Maslow, seorang ahli psikologi klinis yang mengenalkan teori Hierarki Kebutuhan. Maslow mengemukakanlima kebutuhan manusia berdasarkan tingkat kepentingannya mulai dari yang rendah, yaitu kebutuhan biologis atau fisiologis (physiological or biogenic needs) sampai paling tingg, yaitu kebutuhan psikogenik (psychogenic needs). Menurut teori Maslow, manusia berusaha memenuhi kebutuhan tingkat yang rendah terlebih dahulu sebelum memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi. Konsumen yang telah memenuhi kebutuhan dasanrya, maka kebutuhan lainnyayan tinggi bisa muncul. Dan seterusnya.

Hierarki Kebutuhan Maslow

Kebutuhan Fisiologis Ini adalah kebutuhan biologis. Kebutuhan manusia untuk memeprtahankan hidup. Kebutuhan tersebut meliputi makan, minum, udara, pakaian dan seks. Seorang ekonom bernama Engel membuat suatu teori yang terkenal yang mengatakan bahwa semakin sejahtera seseorang maka semakin kecil persentasi pendapatannya untuk membeli makanan.

Iklan Kebutuhan Fisiologi

Kebutuhan Rasa Aman Kebutuhan rasa aman adalah kebutuhan tingkat kedua setelah kebutuhan dasasr (fisiologi). Ini merupakan kebutuhan perlindungan bagi fisik manusia. Manusia membutuhkan rasa aman untuk dapat melakukan aktifitas dengan optimal. Keamanan fisik menyebabkan diperolehnay kenyamanan atau rasa aman secara psikis.

Iklan Kebutuhan Rasa Aman

Kebutuhan Sosial Setelah kebutuhan dasar dan rasa aman terpenuhi, manusia membutuhkan rasa cinta dari orang lain, rasa memiliki dan dimiliki, serta diterima oleh orang-orang sekelilingnya. Inilah kebutuhan sosial. Kebutuhant ersebut berdasarkan kepada perlunya manusia berhubungan satu dengan yang lainnya. Pernikahan dan keluarga adakah cermin kebutuhan sosial yang dipraktikan oleh manusia.

Iklan Kebutuhan Sosial

Kebutuhan Ego Kebutuhan ego atau esteem adalah kebutuhan tingkat keempat, yaitu kebutuahn untuk berprestasi sehungga mencapaid erajat yang lebih tinggi dari yang lainnya. Manusia memiliki ego yang kuat untuk bsia mencapai prestasi kerja dan karier yang lebih baik untuk dirinya dan lebih baik dari orang lainnya.

Contoh Iklan Kebutuhan Ego

Kebutuhan Aktualisasi Diri Derajat tertinggi atau kelima dari kebutuhan adalah keinginan dari seorang individu untuk menjadikan dirinya sebagai orang yang terbaik sesuai dengan potensid an kemampuan yang dimilikinya. Seorang individu perlu mengekspresikan dirinya bahwa ia mampu melakukan hal tersebut. Seorang olahragawan akan terdorong utukmeraih prestasi tertinggi dalam bidangnya untuk menjadi juara di event bergensi.

Iklan Kebutuhan Aktualisasi Diri

Meta Kebutuhan Aktualisasi Diri Kebenaran Kebaikan Keindahan atau kecantikan Keseluruhan (kesatuan) Dikotomi-transedensi Berkehidupan Keunikan Kesempurnaan Keniscayaan Penyelesaian Keadilan Keteraturan Kesederhanaan Kekayaan Tanpa susah payah (santai, tidak tegang) Bermain (fun, rekreasi, humor) Mencukupi diri sendiri

Meta Patologi Jika berbagai meta kebutuhan tidak terpenuhi maka akan terjadi meta patologi seperti: Apatisme Kebosanan Putus asa Tidak punya rasa humor lagi Keterasingan Mementingkan diri sendiri Kehilangan selera dan sebagai

Teori Motivasi McClelland David McClelland mengembangkan suatu teori motivasi yang disebut sebagai McClelland s Theory of Learned Needs. Teori ini menyatakan bahwa ada tiga kebutuhan dasar yang memotivasi seorang individu untuk berperilaku, yaitu:

Kebutuhan untuk Sukses (Needs for Achievment) Kebutuhan sukses adalah keinginan manusia untuk mencapai prestasi, reputasi dan karier yagn baik. Seseorang yang memiliki kebutuhan sukses akan bekerja keras, tekun dantabah untuk mencapai cita-cita yang diinginkannya. Ia akam memiliki kepercayaan diri yang tinggi, mampu menghadapi segala tantangan dan masalah demi mewujudkan cita-citanya. Kebutuhan sukses memiliki kesamaan dengan kebutuhan ego dan aktualiasai diri Maslow.

Kebutuhan untuk Afiliasi (Needs for Afiliation) Kebutuhan afiliasi adalah keinginan manusia untuk membina hubungan dengan sesamanya, mencari teman yang bisa menerimanya, ingin dimiliki oleh orang-orang di sekelilingnya, dan ingin memiliki orang-orang yang bisa menerimanya. Seseorang yang memiliki kebutuhan afiliasi akan terlibat aktif dalam berbagai kegiatan sosial maupun kegiatan yang melibatkan banyak orang. Ia akan memilij produk dan jasa yang disenangi atau disetujui temand an kerabatanya. Kebutuhan afiliasi memiliki kesamaan dengan kebutuhan sosial Maslow.

Kebutuhan untuk Kekuasaan (Needs for Power) Kebutuhan kekuasaan adalah keinginan seseoran guntuk bsia mengontrol lingkungannya, termasuk memengaruhi orangorang di sekelilingnya. Tujuannya adalah agar ia bias memengaruhi, mengarahkan dan mengatur orang lain. Kebutuhan sukses memiliki kesamaan dengan kebutuhan aktualisasi diri Maslow.

Motivasi dan Strategi Pemasaran: Dua aplikasi penting dari teori motivasi adalah: 1. Segmentasi Para pemasar bisa menggungkan teori Hierarki Maslow sebagai dasar untuk melakukan atau menentukan segmentasi pasar. Produk atau jasa yagn dipasarkan bisa diarahkan untuk target pasar berdasarkan tingkat kebutuhan konsumen. Ini bisa dilakukan denganmembuat iklan yang berisi pesan mengenai kebutuhan konsumen yang dipenuhi oleh produk atau jasa yang dipasarkan.

Iklan mobil BMW, Merchedez, Lexus, Jaguar dan sebagainya diperuntukkan untuk konsumen yang memiliki kebutuhan ego dan aktulisasi diri, bukan untuk memenuhi kebutuhan dasar akann transportasi.

Atau sebuah iklan Anlene menyatakan sebagai susu buku dengan kandungan kalsium tinggi. Iklan tersebut berusaha berkomunikasi dengan konsumen dalam dua hal. Pertama, susu Anlene ditujukan bagi konsumen yang membutuhkan banyak kalsium (segmentasi), susu Anlene diposisikan sebagia susu yang mengandung zat kalsium tinggi. Kalsium merupakan salah satu zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Iklan tersebut mencoba menyentuk kebutuhan dasar manusia (zat gizi) yang diperlukan konsumen agar sehat.

2. Positioning Hierarki kebutuhan Maslow juga bisa dimanfaatkan untuk melakukan positioning produk atau jasa. Positioning adalah cita produk atau jasa yang ingin dilihat oleh konsumen. Kunci dari positioning adalah persepsi konsumen terhadap produk atau jasa. Produsen mungkin menginginkan produknya atau mereknya sebagaiproduk yang unik di benak konsumen, berbeda dari produk saingannya.

Sebuah iklan sedan Volvo mem-positioning-kan sebagai sedan eksklusif, yaitu kendaraan konsumen yang sukses, berkuasa dan orang penting dengan ungkapannya, Siapa pun yang di duduk di dalamnya, pasti orang penting.

Terima Kasih Dudi Hartono, S. Komp, M. Ikom