CHAPTER REPORT (CHAPTER ONE) WHAT PERSONALITY IS? (Personality Development, Elizabeth B. Hurlock)

dokumen-dokumen yang mirip
CHAPTER REPORT (CHAPTER TWO) The Personality Pattern (Personality Development, Elizabeth B. Hurlock)

CHAPTER REPORT (THREE) Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian. Dari Bapak Dr. H. A. Juntika Nurihsan, M. Pd.

CHAPTER EIGHT Emotional Determinants. (Personality Development, Elizabeth B. Hurlock)

(Personality Development, Elizabeth B. Hurlock) Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian

CHAPTER SIX Physical Determinats Personality Development. (Personality Development, Elizabeth B. Hurlock)

(Personality Development, Elizabeth B. Hurlock) Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian

(Personality Development, Elizabeth B. Hurlock) Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian

CHAPTER 15 Healthy Personalities Personality Development Elizabeth B. Hurlock

KEBAHAGIAAN KELUARGA DILIHAT DARI SUDUT KECERDASAN EMOSI, SOSIAL BAGI ANAK REMAJA. Nurmayani

BAB I PENDAHULUAN. berhubungan dengan orang lain, atau dengan kata lain manusia mempunyai

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia per 31 Desember 2010 (KPK, 2010). Sumber lain menyebutkan jika

BAB I PENDAHULUAN. Komputer merupakan salah satu bagian penting dalam perkembangan

Modul ke: Pedologi. Gangguan Kepribadian. Fakultas PSIKOLOGI. Maria Ulfah, M.Psi., Psikolog. Program Studi Psikologi.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pada hakikatnya manusia pasti mengalami proses perkembangan baik dari

KARYA TULIS ILMIAH PENERAPAN PENDIDIKAN EMOSI SEJAK DINI PADA ANAK DALAM MEMBENTUK KARAKTER POSITIF DISUSUN GUNA MEMENUHI TUGAS AKHIR SEMESTER

TUGAS MATA KULIAH AL QUR AN AL-QURAN SEBAGAI PEDOMAN HIDUP. Dosen pengampu : Masyhudi Riaman, S.Pd. Disusun Oleh : Sahri Ramadani

BAB I PENDAHULUAN. mengalami perkembangan baik fisik dan psikis dari waktu ke waktu, sebab

KEPRIBADIAN TIPE A DAN B

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan uraian dari bab demi bab yang telah peneliti kemukakan diatas, maka peneliti bisa mengambil beberapa

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. masalah, tujuan penelitian, dan kegunaan penelitian.

BAB I PENDAHULUAN. kepekaan dan kepedulian mereka terhadap masalah sosial. Rendahnya

ARIS RAHMAD F

BAB I PENDAHULUAN. Sebagai mahluk sosial, manusia senantiasa hidup bersama dalam sebuah

JURNAL HUBUNGAN KEPRIBADIAN INTROVERT DENGAN KOMUNIKASI VERBAL SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 KADEMANGAN BLITAR TAHUN PELAJARAN 2016/2017

BAB I PENDAHULUAN. awal yaitu berkisar antara tahun. Santrock (2005) (dalam

BAB II LANDASAN TEORI. Secara etimologis psikologi berasal dari bahasa Yunani Psyche dan logos.

BAB V PENUTUP. diperoleh mengenai pola asuh orangtua dengan sikap birrul walidain remaja di

BAB II KONSEP KETERAMPILAN SOSIAL ANAK USIA DINI DAN TEKNIK COLLECTIVE PAINTING

BAB I PENDAHULUAN. membacanya ibadah dan tidak ditolak kebenarannya (Al-hafidz, 2005: 1).

NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA MATERI AJAR CERDAS BERBAHASA INDONESIA UNTUK SMA/MA KELAS XI KARANGAN ENGKOS KOSASIH TERBITAN :

BAB I PENDAHULUAN. kecerdasan emosional dalam prestasi didunia kerja. emosi, mengelola emosi, memotivasi diri, empati dan kecakapan dalam

BAB I PENDAHULUAN. Memasuki ambang millennium ketiga, masyarakat Indonesia mengalami

BAB V PENUTUP. A. Simpulan

BAB I PENDAHULUAN. minat, sikap, perilaku, maupun dalam hal emosi. Tingkat perubahan dalam sikap

PENDAHULUAN (MATERI) Pengertian Psikologi Pendakatan dalam Psikologi: Sub disiplin Psikologi Bidang terapan Psikologi

ARTIKEL ILMIAH HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 10 KOTA JAMBI. Oleh: HENNI MANIK NIM:ERA1D009123

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia memiliki banyak suku, etnis dan budaya. Salah satunya adalah suku

BAB I PENDAHULUAN. membangun bangsa ke arah yang lebih baik. Mahasiswa, adalah seseorang

BAB I PENDAHULUAN. keberanian merupakan unsur fitrah. Fitrah atau potensi keberanian tersebut

IMPROVING PERSONAL, INTERPERSONAL, & ORGANIZATIONAL COMMUNICATIONS

EMOSI DAN SUASANA HATI

Psikologi Kepribadian I

BAB I PENDAHULUAN. suatu unit terkecil dalam masyarakat yaitu keluarga. Dalam keluarga, manusia akan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. telah membina keluarga. Menurut Muzfikri (2008), anak adalah sebuah anugrah

BAB I PENDAHULUAN. oleh orang tuanya tentang moral-moral dalam kehidupan diri anak misalnya

BAB I PENDAHULUAN. Perhatian dunia pendidikan terhadap remaja semakin besar dan. meningkat.banyak ahli maupun praktisi yang memberikan perhatian besar

BAB I PENDAHULUAN. pelayanan yang ada di gereja, yang bermula dari panggilan Allah melalui Kristus

IPTEK DAN SENI DALAM ISLAM

BAB II LANDASAN TEORI. A. Tipe Kepribadian Tangguh (Hardiness) Istilah kepribadian ( personality) berasal dari bahasa Yunani kuno, persone

BAB I PENDAHULUAN. jauh lebih banyak dan lebih komplek dibandingkan pada masa-masa sebelumnya.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi tidak

HUBUNGAN ANTARA PERCAYA DIRI DENGAN INTENSI MENYONTEK

EMOTIONAL INTELLIGENCE MENGENALI DAN MENGELOLA EMOSI DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN Hogan Assessment Systems Inc.

Bab 2. Landasan Teori. dalam cerita, dan bagaimana penempatannya dalam sebuah cerita sehingga sanggup

PENGARUH KEDISIPLINAN GURU PAI DAN PIMPINAN SEKOLAH TERHADAP HASIL BELAJAR PAI PADA SMP DI KABUPATEN JEPARA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. pengajaran di perguruan tinggi maupun akademi. Tidak hanya sekedar gelar,

BAB I PENDAHULUAN. Masa remaja adalah masa transisi dari masa anak menuju masa dewasa, dan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB II LANDASAN TEORI. yang luar biasa, yang tidak lazim memadukan informasi yang nampaknya tidak

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan suatu proses pertumbuhan dan perkembangan

BAB I PENDAHULUAN. Sastra secara nyata memang berbeda dengan psikologi. Psikologi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB II LANDASAN TEORI. yang terbentuk melalui pengalaman-pengalaman yang diperoleh dari interaksi

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. tugas-tugas perkembangannya dengan baik agar dapat tumbuh menjadi individu

BAB 1 PENDAHULUAN. Asep Saputra, 2014 Universitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan Nasional, anak usia dini adalah anak usia 0 (Sejak Lahir) sampai usia

LAPORAN PENELITIAN PERILAKU BERHUTANG DENGAN PERASAAN SENANG PADA MAHASISWA

BAB I PENDAHULUAN. Mahasiswa adalah status yang disandang oleh seseorang karena

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

BAB I PENDAHULUAN. hlm, Elizabeth B. Hurlock, Perkembangan Anak Jilid II, Erlangga, Jakarta, 1998, hlm. 7

KARAKTERISTIK KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL CINTA 2 KODI KARYA ASMA NADIA

BAB I PENDAHULUAN. Dengan adanya perkembangan dunia yang semakin maju dan persaingan

Pendidikan Agama Islam

BAB I PENDAHULUAN. dengan baik di lingkungan tempat mereka berada. Demikian halnya ketika

BAB I PENDAHULUAN. lainnya khususnya di lingkungannya sendiri. Manusia dalam beraktivitas selalu

SM, 2015 PROFIL PENERIMAAN DIRI PADA REMAJA YANG TINGGAL DENGAN ORANG TUA TUNGGAL BESERTA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHINYA

HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN KEMAMPUAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. jangka waktunya berbeda bagi setiap orang tergantung faktor sosial dan budaya.

BAB II KAJIAN TEORI. Menurut Syaiful Bahri Djamarah, 2010:105. Pengertian hasil belajar adalah suatu proses

BAB I PENDAHULUAN. mereka mempunyai pandangan tersendiri terhadap dunia luar.

PELATIHAN BASIC HYPNOPARENTING BAGI AWAM

Pertemuan 1 MENGENAL DIRI SENDIRI

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Manusia adalah mahluk sosial yang memiliki kemampuan untuk menyesuaikan tingkah

BAB IV ANALISIS. 2002), hlm.22

BAB I PENDAHULUAN. mengakibatkan kinerja karyawan menurun. Penurunan kinerja karyawan akan

GAMBARAN PROFIL KEPRIBADIAN PADA REMAJA YANG KECANDUAN GAME ONLINE

BAB I PENDAHULUAN. Masa remaja merupakan saat yang penting dalam mempersiapkan

BAB 1 PENDAHULUAN. tetapi pendidikan bukan sesuatu yang ada dengan sendirinya, pendidikan harus di

BAB I PENDAHULUAN. Fakultas Psikologi merupakan salah satu fakultas unggulan di Universitas

CHAPTER II REVIEW OF RELATED LITERATURE. pada penulisan skripsi ini. Teori yang ada pada bab ini adalah teori teori yang

BAB I. Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau KDRT diartikan setiap perbuatan. terhadap seseorang terutama perempuan yang berakibat timbulnya kesengsaraan

BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang Masalah Jelia Karlina Rachmawati, 2014

PROFIL KEPRIBADIAN REMAJA YANG PUTUS SEKOLAH DI KELURAHAN BUNGO PASANG TABING PADANG Oleh:

Transkripsi:

CHAPTER REPORT (CHAPTER ONE) WHAT PERSONALITY IS? (Personality Development, Elizabeth B. Hurlock) Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Dari Bapak Dr. H. A. Juntika Nurihsan, M. Pd. Oleh Nunung Nursyamsiah NIM: 0808693 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN UMUM S-3 SEKOLAH PASCA SARJANA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BANDUNG 2009

KATA PENGANTAR Syukur alhamdulillah memang sepantasnya kita panjatkan selalu ke hadirat Allah Swt yang senantiasa memberikan rahmat dan inayah-nya kepada kita semua. Amin. Alhamdulillah saya berbahagia sekali dapat tugas melaporkan hasil kajian saya dari buku Personality Development karangan Elizabeth B. Hurlock. Terus terang saya sampaikan kepada pembimbing mata kuliah Pengembangan Kepribadian bapak Dr. H. A. Juntika Nurihsan, M. Pd. bahwa dalam chapter report ini yang sudah bisa saya janjikan kepada diri saya sendiri baru terbatas melaporkan dari summary saja ditambah hasil bacaan yang saya dapatkan dari buku lain. Namun tidak menutup kemungkinan pada kesempatan lain saya akan berusaha untuk membaca dan melaporkan lebih banyak lagi. Untuk itu saya sangat berterima kasih kepada pembimbing mata kuliah Pengembangan Kepribadian Bapak Dr. H. A. Nurihsan M. Pd. yang telah membimbing kami, mudah-mudahan semua yang bapak berikan kepada kami dicatat oleh Allah Swt sebagai amalan shalihan teriring doa jazakumullahu khairan katsiran. Atas segala kekurangan dalam chapter report ini, saya mohon maaf dan mohon kritik ataupun saran demi perbaikan selanjutnya. Akhirnya saya hanya berharap semoga apapun yang kita lakukan senantiasa ada dalam ridla dan bimbingan Allah Swt. Amin. Penulis,

DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI ii BAB I PENDAHULUAN 1 BAB II ISI POKOK CHAPTER 2 BAB III PEMBAHASAN 3 BAB IV KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN Buku Personality Development karangan Elizabeth B. Hurlock diterbitkan pertama tahun 1974 oleh McGraw-Hill Publishing Company Ltd New Delhi. Kemudian mengalami cetak ulang pada tahun 1986. Buku ini terdiri dari 3 bagian dan ada 15 bab dengan rincian sebagai berikut: Part One (The Meaning of Personality) terdiri dari 5 bab. Bab 1 What Personality Is? Bab 2 The Personality Pattern Bab 3 Symbols of Self Bab 4 Molding the Personality Pattern Bab 5 Persistence and Change Part Two (Personality Determinants) terdiri dari 8 bab. Bab 6 Physical Determinants Bab 7 Intellectual Determinants Bab 8 Emotional Determinants Bab 9 Social Determinants Bab 10 Aspirations and Achievements Bab 11 Sex Determinants Bab 12 Educational Determinants Bab 13 Family Determinants Part Three (Evaluation of Personality) terdiri dari 2 bab. Bab 14 Sick Personalities Bab 15 Healthy Personalities

Rasulullah menyarankan umatnya untuk mencari ilmu sepanjang hayat dikandung badan. Ini berarti bahwa manusia tidak boleh merasa dirinya sudah pandai sehingga berhenti belajar. Allah di dalam alquran berfirman bahwa kita harus senantiasa memikirkan apa yang telah Allah ciptakan. Manusia diberi akal pikiran agar terus menggunakan akal pikirannya dan belajar dari apa atau siapapun, bukan hanya dari makhluk hidup atau sesama manusia tetapi dari benda matipun banyak hal yang harus manusia pelajari. Semakin manusia memiliki ilmu, semakin berkembang kepribadiannya mestinya dia semakin bijak, karena bijak adalah merupakan puncak dari segala ilmu. Sebaik-baik manusia adalah yang bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Mmanusia yang baik adalah manusia yang memiliki kepribadian produktif dan efektif. Untuk lebih jelasnya bagaimana caranya supaya menjadi manusia yang bermanfaat dan memiliki kepribadian produktif serta efektif, akan dibahas panjang lebar dalam buku ini. Pada makalah ini hanya disajikan laporan hasil kajian dari bab 1 saja.

BAB II ISI CHAPTER ONE Recognizing the Social Value of Personality Kesadaran akan kepribadian dalam budaya Amerika dewasa ini berasal dari keyakinan bahwa kepribadian yang baik merupakan kunci untuk meraih kesuksesan dan kebahagiaan. Kepribadian memiliki pengaruh yang sangat berarti dalam kehidupan masyarakat yang kompleks. What is Personality? The Meaning of Personality Pada awalnya konsep kepribadian menekankan pada manipestasi aspek-aspek kepribadian yang mungkin bisa diobservasi oleh pihak lain. Konsep awal ini berasal dari bahasa Yunani persona yang berarti sebuah topeng yang digunakan aktor drama untuk menghilangkan identitas pribadinya yang asli selama berada di panggung. Makna ini mirip dengan beberapa hal yang populer dan merupakan konsep yang tidak ilmiah tentang kepribadian yang banyak dipahami oleh masyarakat saat ini. Sekarang ini konsep kepribadian yang bersifat ilmiah lebih menekankan pada motivasi dan aspek perilaku kepribadian. Hal tersebut terutama berkenaan bukan hanya bagaimana seseorang berpenampilan bagi yang lain melainkan juga berkenaan dengan bagaimana sebenarnya diri seseorang serta mengapa dia sebagai pribadi seperti itu. Kebanyakan definisi ilmiah tentang kepribadian mencakup poin-poin utama yang seperti diungkapkan Allport yang menyatakan bahwa kepribadian merupakan organisasai yang bersifat dinamis yang ada pada diri seseorang secara psikologis menentukan karakteristikkarakteristik perilaku serta berpikirnya.

Personality versus Character Karakter dan pribadi sebenarnya merupakan dua hal yang berbeda. Karakter lebih berkaitan dengan aspek moral dari pribadi atau perilaku seseorang yang dikendalikan oleh kesadarannya, Personality versus Individuality Kepribadian berkaitan dengan keunikan personal dengan keunikan yang membuat setiap orang tidak pernah mengulangi fenomena yang sama. Hal ini dapat kita lihat misalnya pada kemunculan pola perilaku bayi yang baru lahir yang selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Kepribadian lebih dipengaruhi oleh perbedaan-perbedaan kuantitatif baik dilihat dari segi sifat kepribadian (personality traits) ataupun dalam kombinasi sikap. Hal ini terjadi karena sebagian besar diakibatkan karena perbedaan keturunan (hereditary differences) sebagai akibat dari perbedaan yang terjadi karena kombinasi genetik, dan ssebagian lagi diakibatkan oleh faktor linhkungan yang memberikan pengaruh berbeda terhadap keunikan potensi bawaan. How Personality Consciousness Shows Itself Kepribadian seseorang bisa ditunjukkan atau dilihat dari dua hal. Pertama bisa dilihat dari seseorang dalam menciptakan kesan positif di hadapan orang lain dan kedua bagaimana dia mencoba untuk memberikan penilaian terhadap orang lain secara akurat. Kesan pertama yang bisa disimpulkan dari kepribadian seseorang adalah bagaimana dia saat tampil di depan umum baik dilihat dari gaya bicara, perilaku, atau faktor lain sehingga orang tersebut bisa dikategorikan kepada kepribadian tertentu dikarenakan tentang apa yang bisa dibaca dari tampilan tersebut. Tipe orang seperti ini bisa menghasilkan reputasi untuk memberikan perkiraan kepribadian dirinya yang sesungguhnya karena dari tampilannya tersebut sulit untuk

dipungkiri kalau dia memiliki kepribadian lain selain dari apa yang dilihat orang. Dari kenyataan seperti ini, banyak orang yang selalu memberikan kesan terbaik pada penampilannya terlebih pada penampilan pertama. Kemampuan seseorang dalam menilai orang lain dengan tepat merupakan sebuah modal penting dalam usaha menciptakan kehidupan sosial yang lebih baik serta suatu modal yang baik pula untuk memperoleh penilaian yang menguntungkan dari orang lain. Perhatian generasi tua dalam menilai orang lain secara tepat memiliki peranan penting dalam ilmu pengetahuan dan merupakan metoda yang semi ilmiah (pseudoscientific) dalam menilai kepribadian seseorang. Ada tiga metode semi ilmiah yang paling populer adalah physiognomy yaitu menilai kepribadian orang lain dari struktur wajahnya; phrenology yaitu menilai kepribadian seseorang dengan melihat ukuran dari kepala; dan yang terakhir adalah graphology yaitu menilai kepribadian seseorang dengan melihat hasil tulisan tangannya. Kemampuan untuk menilai kepribadian atau hal apa saja dari orang lain terhalang oleh dua faktor utama yaitu: Rintangan pertama, kesulitan untuk membedakan antara kepribadian yang sesungguhnya dan dari segi tampilannya ketika dia menampilkan perilaku yang bisa dilihat orang sedangkan perilaku tersebut menutupi kepribadian yang sesungguhnya. Rintangan kedua dalam menilai kepribadian seseorang dengan cermat adalah penerimaan dari suatu budaya yang sudah dipercaya kebenarannya bisa mempengaruhi kesan pertama yang dibuat seseorang terhadap orang lain baik pendapat atau perlakuannya, serta bagaimana pendapat orang lain tentang dirinya. Cultural stereotypes atau budaya yang sudah dipercaya kebenarannya diperoleh dari pembelajaran di lingkungan keluarga, sekolah, tetangga, dari masyarakat yang lebih luas, ataupun dari media massa. Semua lingkungan tersebut telah menutupi macam-macam perbedaan orang dalam memerankan kehidupannya. Terdapat stereotype

anggota keluarga, perbedaan pekerjaan, agama, ras, bangsa, kelompok, bahkan usia. Stereotypes yang tidak benar mengenai penilaian terhadap kepribadian seseorang pada umumnya sudah mengakar dan menjadi tradisi yang sulit untuk dikoreksi. Pengaruh dari hal tersebut akan dapat menilai kepribadian seseorang (personality judgment) baik menilai pengaruh perlakuan seseorang terhadap orang lain ataupun perilaku seseorang terhadap dirinya sendiri. Kepribadian memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan semua orang. Banyak para psikolog ataupun orang awam yang ingin mengetahui lebih jauh lagi tentang kepribadian seseorang dan bagaimana cara mengendalikannya. Untuk itu maka muncullah cabang ilmu baru dari psikologi yaitu yang disebut personology. Penelitian yang dilakukan dalam personology meliputi seluruh aspek kepribadian yang didukung oleh informasi dari kajian bidang lain seperti psikologi, ilmu sosial, dan ilmu kedokteran. Personology Karena begitu pentingnya kepribadian dalam setiap kehidupan seseorang, maka para ilmuwan ingin mengetahui lebih banyak hal tersebut dan bagaimana mengontrol perkembangannya. Ketertarikan ini sebenarnya bukanlah hal yang baru. Berdasarkan sejarah yang ada menunjukkan bahwa penelitian tentang kepribadian telah terjadi sejak abad Yunani. Keinginan untuk memahami penyebab perbedaan mengenai kepribadian telah menjadi pendorong untuk dilakukannya penelitian mulai dari hal yang bersifat spekulasi sampai pada upaya-upaya eksperimen yang melibatkan teknik pengukuran yang lebih terkontrol dengan baik. Sejak perang dunia pertama, para ilmuwan mulai tertarik untuk melakukan pengukuran tentang kepribadian yakni mencoba membuat peringkat individu dalam hubungannya dengan standar norma tertentu sehingga mampu meningkatkan

pengetahuan kita serta memunculkan motivasi untuk melakukan studi dalam bidang-bidang lain yang berbeda. Para ilmuwan telah mencoba untuk mengungkapkan makna dari kepribadian, apa yang menjadi hal-hal penentu dari kepribadian, bagaimana kepribadian berkembang, mengapa terjadi perbedaan-perbedaan individual, serta apa yang membangun atau yang menyebabkan kepribadian bersifat normal atau abnormal. Karena kepribadian sangatlah komplek dan terdiri atas banyak komponen, sebagian di antaranya bersifat objektif, bisa diobservasi, dan bisa diukur (sebagai contoh fisik, bakat, dan kebiasaan) sementara yang lainnya bersifat subyektif. Dengan demikian lebih sulit untuk dipelajari dan diukur (Misalnya motivasi, sikap, dan aspirasi), metoda-metoda untuk meneliti kepribadian tidak terbatas pada pengukuran karakteristik perilaku individu atau derajat kemampuan penyesuaian diri seseorang terhadap situasi yang berbeda. Studi tentang kepribadian sebenarnya lebih berkaitan dengan penelitian mengenai perkembangan kepribadian serta ha-hal yang menjadi penentu dari perkembangan tersebut. Studi sistematik tentang kepribadian dalam hubungannya dengan aspek-aspek tersebut dikenal dengan istilah personology. Hal ini tidak hanya merupakan satu cabang baru dari penelitian psikologi melainkan juga merupakan salah satu cabang yang paling aktif dan produktif dalam melakukan penelitiannya. Selain itu, personology juga berkaitan dengan penelitian ilmiah dalam bidang lain yang sangat bermanfaat untuk menjadi informasi tambahan bagi upaya pemahaman mengenai kepribadian secara lebih baik.

BAB III PEMBAHASAN Kepribadian menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah sifat hakiki yang tercermin pada sikap seseorang atau suatu bangsa yang membedakannya dari orang atau bangsa lain. Sedangkan kepribadian menurut beberapa para ahli adalah: a. Hall & Lindzey mengemukakan bahwa secara populer, kepribadian dapat diartikan sebagai: (1) keterampilan atau kecakapan sosial (social skill), dan (2) kesan yang paling menonjol, yang ditunjukkan seseorang terhadap orang lain (seperti seseorang yang dikesankan sebagai orang yang agresif atau pendiam). b. Woodworth mengemukakan bahwa kepribadian merupakan kualitas tingkah laku total individu. Allport mengemukakan bahwa kepribadian merupakan organisasi yang dinamis dalam diri individu tentang sistem psikofisik yang menentukan penyesuaiannya yang unik terhadap lingkungannya. (Yusuf, 2008:4). Dari definisi di atas dapat diartikan bahwa kepribadian itu bisa mencerminkan siapa dirinya, atau merupakan gambaran apakah seseorang itu penyabar atau temperamental, dsb. Kepribadian yang temperamental atau yang penyabar bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor. Misalnya faktor fisik seseorang, apakah dia sedang dalam keadaan sehat atau sakit; lingkungan sosial; dan faktor internal. Berikut contoh yang mempengaruhi seseorang bersifat temperamental dan penyabar. Seseorang ketika marah yang tak terkendali biasanya didominasi oleh amarah yang membuatnya keluar dari sifat rasional dan aturan agama. Terjadinya kondisi semacam ini bisa diakibatkan karena faktor pembawaan dan juga kebiasaan. Faktor lain yang diakibatkan

karena lingkungan bisa terjadi karena orang beranggapan bahwa kemarahan sebagai simbol keberanian dan kejantanan. Adapun marah yang terkendali seperti halnya firman Allah dalam al quran surat Al-Fath:29 sebagai berikut: Artinya: Muhammad itu adalah utusan Allah. Orang-orang yang bersamanya adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang kepada sesama mereka. (QS Al Fath: 29). Kondisi ini menunjukkan adanya dorongan kuat yang ditimbulkan oleh rangsangan dari faktor rasional dan agama. Seperti ketika terpancing marah yang mengharuskan seseorang melakukan pembelaan atau pembalasan. Respon terhadap suatu perilaku yang ditampilkan seseorang bisa dilihat dari berbagai segi di antaranya: dari segi pisik, psikis, kecerdasan, kemasyarakatan, dan religiusitas. Betapa agungnya orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah, takut, kaget, dan ketika memiliki hasrat birahi. Emosi dapat mengacaukan pikiran yang normal dan menurunkan kemampuan seseorang untuk melihat segala sesuatu dengan pandangan yang sehat. Seseorang pastilah akan melakukan kesalahan jika dia membuat keputusan pada saat sedang marah. Oleh karena itu sudah seharusnya kita tidak membuat keputusan yang penting di kala sedang emosi. Resiko dan efek buruk yang mungkin saja ditimbulkan oleh keputusan itu pun bisa kita hindarkan. Hal yang sama juga harus kita lakukan saat menghindari sikap-sikap yang dapat memicu emosi. Ada cara lain yang bisa mengatasi emosi, yaitu menangis. Oleh karena itu tidak seharusnya seseorang menahan air mata kemarahan, biarkanlah tangisan itu meledak. Tangisan adalah

suatu cara untuk mengembalikan ketenangan dan bisa merileksasikan syaraf-syaraf yang tegang. Dengan kepribadian yang temperamental akan mampu menghancurkan segalanya. Jabatan, kedudukan, harga diri seseorang akan hancur gara-gara tidak mampu menahan amarah. Untuk itu maka belajarlah untuk menahan emosi dan hindarilah dari perbuatan-perbuatan yang akan menimbulkan emosi.

DAFTAR PUSTAKA Shehab, Magni. (2008). Ensiklopedia Mukjizat Alquran dan Hadits. Indonesia: Sapta Sentosa. Yusuf LN, S dan Nurihsan, A. J. (2008). Teori Kepribadian. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.