BAB 3 METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 3 METODE FUZZY TIME SERIES DENGAN FAKTOR PENDUKUNG UNTUK MERAMALKAN DATA SAHAM

BAB 3 METODE FUZZY TIME SERIES BERDASARKAN SELISIH DATA HISTORIS PADA METODE CHEN DENGAN PENENTUAN INTERVAL BERBASIS RATA-RATA

BAB III METODE TIME-INVARIANT FUZZY TIME SERIES BERDASARKAN SELISIH DATA HISTORIS

PERAMALAN JUMLAH PENDAFTAR CALON MAHASISWA STMIK DUTA BANGSA MENGGUNAKAN METODE TIME INVARIANT FUZZY TIME SERIES

ANALISIS METODE FIRST ORDER AND TIME INVARIANT MODEL UNTUK PERAMALAN HARGA SAHAM

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Oleh : Rahanimi Pembimbing : Dr. M Isa Irawan, M.T

LEMBAR PENGESAHAN PERNYATAAN ABSTRAK...

PERAMALAN INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN MENGGUNAKAN RUNTUN WAKTU FUZZY DENGAN PARTISI INTERVAL BERDASARKAN FREKUENSI DENSITAS

BAB 2 LANDASAN TEORI

PENGGUNAAN METODE FUZZY TIME SERIES UNTUK MERAMALKAN HASIL PRODUKSI PADI KABUPATEN MAJALENGKA

Peramalan Time Invariant Fuzzy Time Series Mahasiswa FT dan FKIP UMP

PEDEKATAN MODEL FUZZY TIME SERIES DENGAN ANALYTIC HIERARCHY PROCESS UNTUK PERAMALAN MAHASISWA BERPRESTASI

Kata Kunci: Peramalan; metode Automatic Clustering And Fuzzy Logic Relationship Markov Chain;MAPE. 1. PENDAHULUAN

PERAMALAN INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN MENGGUNAKAN FUZZY TIME SERIES TERBOBOT. 1. Pendahuluan

PERBANDINGAN METODE PEMULUSAN EKSPONENSIAL TUNGGAL DAN FUZZY TIME SERIES UNTUK MEMPREDIKSI INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN

PERBANDINGAN METODE RUNTUN WAKTU FUZZY-CHEN DAN DI INDONESIA

Bab II LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI. Himpunan fuzzy adalah bentuk umum himpunan biasa yang memiliki tingkat

PERAMALAN CADANGAN DEVISA INDONESIA MENGGUNAKAN METODE GRUP VARIASI FUZZY

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

Peramalan Menggunakan Metode Fuzzy Time Series Cheng. Forecasting Using Fuzzy Time Series Cheng Method

BAB II LANDASAN TEORI. papernya yang monumental Fuzzy Set (Nasution, 2012). Dengan

JARINGAN FUNGSI BASIS RADIAL UNTUK MENENTUKAN RELASI FUZZY PADA PERAMALAN RUNTUN WAKTU FUZZY ORDE TINGGI

Model Peramalan Jumlah Pernikahan Menggunakan Metode Fuzzy Time Series dengan Algoritma Average Based Length pada KUA

JURNAL TEKNIK DINTEK, Vol. 10 No. 02, September 2017 : 21-31

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Data

ABSTRAK. Kata kunci: IHSG, runtun waktu fuzzy, partisi interval berdasarkan frekuensi densitas. iii

BAB 2 LANDASAN TEORI

PERAMALAN PERSENTASE PERUBAHAN DATA INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG) DENGAN FUZZY TIME SERIES

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

DAFTAR ISI. ABSTRAK...ii. KATA PENGANTAR...iv. DAFTAR TABEL...xi. DAFTAR GAMBAR...xiii BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang...

BAB 1 PENDAHULUAN. Sebagai pembuka dari penulisan skripsi, pada bab ini berisikan hal-hal yang

Peramalan Beban Listrik Jangka Pendek pada Sistem Kelistrikan Jawa Timur dan Bali Menggunakan Fuzzy Time Series

BAB 2 LANDASAN TEORI

PENENTUAN TINGKAT PELUNASAN PEMBAYARAN KREDIT PEMILIKAN MOBIL DI PT AUTO 2000 MENGGUNAKAN FUZZY MAMDANI

METODOLOGI PENELITIAN

Model Hibrida ARIMA dan Fuzzy Time Series Markov Chain

PENERAPAN METODE AUTOMATIC CLUSTERING DAN HIGH ORDER FUZZY TIME SERIES PADA PERAMALAN CURAH HUJAN. Muhammad Irsyad 1, Sonya Metarice 2

PERAMALAN DATA PRODUK DOMESTIK BRUTO DENGAN FUZZY TIME SERIES MARKOV CHAIN

Kajian model Automatic Clustering-Fuzzy Time Series-Markov Chain dalam memprediksi data historis jumlah kecelakaan lalu lintas di kota Malang

PERAMALAN MENGUNAKAN FUZZY TIME SERIES CHEN (STUDI KASUS: CURAH HUJAN KOTA SAMARINDA)

BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN PROSES

Pengantar Kecerdasan Buatan (AK045218) Logika Fuzzy

Himpunan Tegas (Crisp)

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

Praktikum sistem Pakar Fuzzy Expert System

JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 4, No.2, (2015) ( X Print) A-31

BAB III METODE FUZZY MAMDANI

Peramalan Jumlah Kunjungan Wisatawan Kota Batu Menggunakan Metode Time Invariant Fuzzy Time Series

PERBANDINGAN METODE RUNTUN WAKTU FUZZY-CHEN DAN FUZZY- MARKOV CHAIN UNTUK MERAMALKAN DATA INFLASI DI INDONESIA

BAB III PEMBAHASAN. harga minyak mentah di Indonesia dari bulan Januari 2007 sampai Juni 2017.

BAB 2 LANDASAN TEORI

SPK PENENTUAN TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN PADA RESTORAN XYZ

EVALUASI KINERJA GURU DENGAN MENGGUNAKAN FUZZY INFERENCE SYSTEM (FIS) MAMDANI

Kata Kunci : Fuzzy Time Series, Dasboard Analysis, SAP, Forecasting

PERAMALAN NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP DOLAR AMERIKA MENGGUNAKAN MODEL RUNTUN WAKTU FUZZY -RANTAI MARKOV

JURNAL TEKNIK ITS Vol. 1, (Sept, 2012) ISSN: A-403

ANALISIS & DESAIN SISTEM FUZZY. Menggunakan TOOLBOX MATLAB

BAB III PEMBAHASAN. FRBFNN, Arsitektur FRBFNN, aplikasi FRBFNN untuk meramalkan kebutuhan

BAB 2 LANDASAN TEORI

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PERAMALAN PENJUALAN DI PT. TRIMITRA BUANA ENGINEERING MENGGUNAKAN METODE FUZZY TIME SERIES

BAB III PERANCANGAN Sistem Kontrol Robot. Gambar 3.1. Blok Diagram Sistem

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Jurnal String Vol. 1 No. 1 Tahun 2016 ISSN:

PERBANDINGAN METODE FUZZY TIME SERIES DAN HOLT DOUBLE EXPONENTIAL SMOOTHING PADA PERAMALAN JUMLAH MAHASISWA BARU INSTITUT PERTANIAN BOGOR STEVEN

DENIA FADILA RUSMAN

Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

FITTING MODEL PADA DATA JUMLAH MAHASISWA BARU INSTITUT PERTANIAN BOGOR MENGGUNAKAN METODE FUZZY TIME SERIES CHEN DAN HSU DIAN PERMANA

LOGIKA FUZZY. Kelompok Rhio Bagus P Ishak Yusuf Martinus N Cendra Rossa Rahmat Adhi Chipty Zaimima

Bab 2 LANDASAN TEORI

BAB IV PEMBAHASAN. BAB IV berisi pembahasan tahapan penelitian, yaitu klasifikasi logika. A. Identifikasi Data Cadangan Hidrokarbon

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

ABSTRACT. Keywords : rainfall, forecasting, fuzzy time series seasonal method

Peramalan Permintaan Daging Sapi Nasional Menggunakan Metode Multifactors High Order Fuzzy Time Series Model

Prediksi Jumlah Kunjungan Pasien Poli Bedah di Rumah Sakit Onkologi Surabaya Menggunakan Fuzzy Time Series

Saintia Matematika ISSN: Vol. 2, No. 2 (2014), pp

PERBANDINGAN TINGKAT AKURASI METODE AUTOMATIC CLUSTERING, AVERAGE BASED, DAN MARKOV CHAIN FUZZY TIME SERIES PADA NILAI TUKAR (KURS) RUPIAH

Sifat-sifat Fungsi Keanggotaan, Fuzzifikasi, Defuzzifikasi. Logika Fuzzy

PERBANDINGAN MODEL CHEN DAN MODEL CHENG PADA ALGORITMA FUZZY TIME SERIES UNTUK PREDIKSI HARGA BAHAN POKOK

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

1.1. Latar Belakang Masalah

BAB II. KAJIAN PUSTAKA. A. Kinerja Pegawai di Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Siska Ernida Wati, Djakaria Sebayang, Rachmad Sitepu

ARTIFICIAL INTELLIGENCE MENENTUKAN KUALITAS KEHAMILAN PADA WANITA PEKERJA

Penerapan Metode Fuzzy Mamdani Pada Rem Otomatis Mobil Cerdas

FUZZY LOGIC CONTROL 1. LOGIKA FUZZY

Menentukan Jumlah Produksi Berdasarkan Permintaan dan Persediaan Dengan Logika Fuzzy Menggunakan Metode Mamdani

BAB II LANDASAN TEORI. 2.1 Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK) diselenggarakan oleh suatu perguruan tinggi secara mandiri.

Analisis dan Peramalan Kepadatan Jalan Raya Kodya Malang dengan FTS Average Based

Model Average Based FTS Markov Chain untuk Peramalan Penggunaan Bandwidth Jaringan Komputer

Proses Defuzzifikasi pada Metode Mamdani dalam Memprediksi Jumlah Produksi Menggunakan Metode Mean Of Maximum

BAB III METODOLOGI 3.1. PENDAHULUAN

FUZZY MULTI-CRITERIA DECISION MAKING

LOGIKA FUZZY. Dr. Ade Gafar Abdullah JPTE-UPI

BAB IV PEMBAHASAN. A. Aplikasi Fuzzy Logic untuk Menilai Kolektibilitas Anggota Sebagai. Pertimbangan Pengambilan Keputusan Pemberian Kredit

PERAMALAN INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN MENGGUNAKAN RUNTUN WAKTU FUZZY DENGAN PARTISI INTERVAL BERDASARKAN FREKUENSI DENSITAS

PREDIKSI INDEKS HARGA SAHAM MENGGUNAKAN KOMBINASI ALGORITMA PARTICLE SWARM OPTIMIZATION (PSO) DAN TIME VARIANT FUZZY TIME SERIES (TVFTS)

Transkripsi:

10 BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Metode Fuzzy Time Series yang dikembangkan oleh Song dan Chissom Song dan Chissom merupakan orang yang pertama kali memperkenalkan teori fuzzy time series yaitu dalam peramalan banyak pendaftar pada Universitas Alabama. Metode yang digunakan adalah model time-invariant. Berikut adalah algoritma dari metode yang dikembangkan oleh Song dan Chissom: 1. Definisikan himpunan semesta 2. Partisikan himpunan semesta menjadi beberapa interval dengan panjang yang sama. Definisikan himpunan fuzzy dari himpunan semesta berdasarkan interval partisi yang dibuat, dengan aturan: = sangat sangat rendah, =sangat rendah, =rendah, dan seterusnya sehingga himpunan fuzzy didefinikan sebagai berikut Dimana dan. Nilai dari menunjukan derajat keanggotaan dari dalam himpunan fuzzy Penentuan derajat untuk masing-masing yaitu jika keanggotaan maksimum dari suatu data didalam maka nilai fuzzifikasinya dikatakan sebagai. Karena untuk mendapatkan nilai keanggotaan dalam metode ini menggunakan pendekatan fungsi keanggotaan segitiga maka diperoleh Himpunan Fuzzy sebagai berikut:

11 3. Fuzifikasikan data historis dimana jika data maka diubah menjadi himpunan fuzzy dimana memiliki nilai keanggotaan maksimum. 4. Bentuklah relasi fuzzy dari hasil fuzifikasi dimana, dan untuk setiap relasi, dimana adalah operator minimum. 5. Ramalkan output dalam bentuk himpunan fuzzy dan defuzzifikasi output peramalan. 6. Menentukan grup relasi logika fuzzy yang akan digukan untuk peramalan berdasarkan pada tahun sebelumnya yang diketahui dengan persamaan. Jika maka dengan menggunakan definisi dari model peramalan komposit Dimana adalah selisih yang akan diramalkan pada tahun ke dalam artian himpunan fuzzy. Setelah output peramalan dalam bentuk himpunan fuzzy akan dilakukan defuzifikasi untuk memperoleh nilai selisih peramalan, langkah-langkah defuzzifikasi adalah sebagai berikut: a. Jika nilai keanggotaan outputnya adalah 0, maka z = 0 b. Jika nilai keanggotaan outputnya memiliki 1 maximum, maka titik tengah interval dimana nilai ini dicapai adalah z. c. Jika nilai keanggotaan dari outputnya memiliki lebih dari 2 maximum yang berurutan, maka titik tengah interval dimana nilai ini dicapai adalah z. d. Jika outputnya selain dari hal tersebut maka digunakan Metode Centroid Defuzifikasi hasil peramalan.

12 3.2 Metode Fuzzy Time Series yang dikembangkan oleh Chen Metode Song dan Chisom memiliki perhitungan yang rumit pada langkah 4 dan 5 dimana dalam perhitungannya menggunakan operasi matriks yang kompleks walupun pada akhirnya defuzzifikasinya sama. Sehingga Chen mengembangkan metode yang lebih sederhana dari pada metode sebelumnya, perhitungan langkah 4 dan 5 di metode Song dan Chissom, tidak dipergunakan melainkan setalah membentuk grup relasi fuzzy langsung dilakukan fuzzifikasi dengan menggunakan operasi aritmatika sederhana, dengan tahap sebagai berikut: 1. Partisikan himpunan semesta menjadi beberapa interval dengan panjang yang sama. 2. Definisikan himpunan fuzzy. 3. Fuzzifikasi data historis. 4. Bentuk fuzzy relasinya dan menetapkan grup relasi fuzzy. 5. Defuzzifikasi hasil peramalan, dengan aturan sebagai berikut : Misalkan adalah data yang akan diramalkan dimana, maka: 1) Jika hanya terdapat satu relasi grup fuzzy dari yaitu, maka dimana defuzifikasinya adalah nilai tengah dari interval dimana memiliki nilai keanggotaan maksimum pada. 2) Jika tidak memiliki relasi maka defuzifikasi diperoleh dari nilai tengah interval yang memiliki nilai keanggotaan maksimum pada. 3) Jika terdapat lebih dari satu relasi grup fuzzy dari yaitu maka defuzifikasi diperoleh dari rata-rata nilai tengah dari masing-masing interval yang memiliki nilai keanggotaan maksimum pada masing-masing. 3.3 Metode Fuzzy Time Series Berdasarkan Selisih Data Historis pada Metode Chen Dalam melakukan Defuzzifikasi hasil peramalan, Shyi-Ming Chen dan Chia-Ching Hsu telah mengembangkan metode baru yang ditulis dalam

13 jurnalnya A New Method to Forecast Enrollments Using Fuzzy time series pada tahun 2004, dengan aturan sebagai berikut: Proses yang dilakukan sebelum peramalan pada dasarnya serupa dengan metode-metode yang sudah ada. Berikut adalah tahap-tahap dalam peramalan pada metode yang diajukan pada skripsi ini. 1. Fuzifikasi data historis Proses yang dlakukan pada tahap ini sama seperti metode-metode yang sudah ada pada metode fuzzy time series, yaitu: - Mendefinisikan interval himpunan semesta yang memuat semua data historis. - Membagi menjadi beberapa bagian interval dengan panjang yang sama berdasarkan pertimbangan penulis atas dasar kemudahan. - Mendefinisikan himpunan fuzzy pada yang nilai linguistiknya didasarkan pada interval partisi, yaitu merupakan himpunan fuzzy untuk nilai linguistik pada sehingga dapat dituliskan ( ) Dimana ( ) untuk, ( ) untuk dan ( ) untuk lainnya. - Fuzifikasi data historis berdasarkan interval data historis tersebut berada, yang memiliki nilai fungsi keanggotaan 1, yaitu dapat difuzifikasi menjadi jika, dimana pada. Dalam hal ini fuzzy untuk dituliskan sebagai. 2. Membentuk grup relasi logika fuzzy Tujuan dari pembentukan grup relasi ini adalah melihat tren dari relasi yang terhubung pada masing-masing himpunan fuzzy dari data historis. Berikut adalah prosesnya.

14 - Membentuk relasi logika fuzzy, yaitu menghubungkan himpunan fuzzy untuk setiap atau dengan kata lain jika merupakan fuzzy dan merupakan fuzzy, maka. - Membentuk grup relasi logika fuzzy, yaitu jika kemudian pada historis lain, lalu, atau seterusnya jika ada, maka grup relasi fuzzy untuk dapat dituliskan sebagai 3. Meramalkan Untuk melakukan peramalan pada waktu ke-, maka diperlukan tren relasi himpunan fuzzy dari waktu ke-( ), yaitu jika pada waktu ke- himpunan fuzzy dari data historis adalah, kemudian tren relasinya (grup relasi logika fuzzy) adalah, maka data historis untuk tahun ke- merupakan hasil defuzzifikasi dari salah satu aturan berikut: 1) Jika nilai mutlak selisih data tahun (t-1) dan (t-2) lebih besar dari panjang interval partisi, maka data peramalan tahun ke-t adalah ratarata dari setiap titik ¾ dari interval dan, misalkan titiktitik ¾ tersebut adalah dan, yaitu 2) Jika nilai mutlak selisih data tahun (t-1) dan (t-2) sama dengan panjang interval partisi, maka data peramalan tahun ke-t adalah ratarata dari setiap titik ½ dari interval dan, misalkan titiktitik ½ tersebut adalah dan, yaitu

15 3) Jika nilai mutlak selisih data tahun (t-1) dan (t-2) lebih kecil dari panjang interval partisi, maka data peramalan tahun ke-t adalah ratarata dari setiap titik ¼ dari interval dan, misalkan titiktitik ¼ tersebut adalah dan, yaitu 3.4 Algoritma Metode Fuzzy Time Series dengan Faktor Pendukung Metode fuzzy time series dengan faktor pendukung dikemukakan pertama kali oleh Chen C. D. dan Chen S. M. pada tahun 2009. Metode tersebut merupakan pengembangan dari metode yang telah dikemukakan oleh Song dan Chissom serta metode yang dikemukakan oleh Chen S. M. Perbedaan dari metode ini dengan metode sebelumnya adalah terletak pada keterlibatan faktor pendukung. Faktor pendukung yang digunakan tentunya harus memiliki hubungan yang cukup erat dengan faktor utama baik itu berbanding lurus ataupun berbanding terbalik. Hubungan yang dilihat adalah trend persentase kenaikan (variasi) nilai data historik faktor pendukung dengan trend persentase kenaikan nilai data historik faktor utama. Pada tahapannya, permalan dengan menggunakan metode ini membutuhkan enam tahap meliputi: (1) fuzzifikasi data historik utama ; (2) mengkonstruksi grup relasi logika fuzzy data utama; (3) fuzzifikasi variasi data historik utama dan pendukung ; (4) mengkonstruksi grup relasi logika fuzzy antara variasi pendukung dengan variasi utama; (5) menghitung bobot dari fuzy variasi faktor pendukung; (6) melakukan peramalan. 1. Fuzzifikasi Data Historik Utama Definisikan himpunan semesta U, dimana U=[Dmin-D 1,Dmax+D 2 ]. Dimana Dmin adalah data terkecil dan Dmax adalah data terebesar dari data historik faktor utama. Dan D1, D2 adalah dua bilangan real untuk mempermudah pembagian interval U. Bagi U menjadi beberapa interval

16 dengan panjang yang sama misalkan u 1, u 2, u 3,..., u n. Definisikan bentuk linguistik Ai yang direpresentasikan oleh himpunan fuzzy sebagai berikut : Fuzzifikasi setiap data historik dari faktor utama menjadi himpunan fuzzy yang telah didefinisikan sebelumnya. Jika data historik dari faktor utama anggota interval dan nilai keanggotaan max terjadi pada saat maka data tersebut difuzzifikasi oleh. 2. Bentuk Grup Relasi Logika Fuzzy Data Historik Utama Konstruksi relasi logika fuzzy dari data historik yang telah menjadi himpunan fuzzy. jika fuzzydari data ke adalah dan fuzzy dari data ke n adalah, maka relasi logika fuzzy nya adalah. Bentuk grup relasi logika fuzzy dimana jika maka grupnya adalah 3. Fuzzyfikasi Variasi Data Historik Utama dan Variasi Data Historik Faktor Pendukung Sebelum memastikan data historik faktor pendukung yang dipilih maka harus diuji korelasi antara faktor pendukung dengan data utama. Hal ini bertujuan untuk memastikan faktor pendukung memiliki pengaruh besar terhadap data historik utama. Untuk itu diperlukan uji regresi sederhana dengan variabel bebas adalah faktor pendukung dan variabel terikat adalah faktor utama, Bentuk variasi dari data historik faktor utama dengan rumusan dimana variasi pada hari adalah

17 (3.5) Untuk nilai variasi dari faktor pendukung adalah : Berikutnya sama seperti data historis utama variasi-variasi tersebut dilakukan fuzzyfikasi sebagai berikut: a) Definisikan himpunan semesta V=[Varmin, Varmax] yang memuat semua variasi data historik utama. Nilai Varmin = - jika minimum variasi pendukung lebih kecil dan Varmax = jika maksimum variasi pendukung lebih besar b) Bagi V menjadi beberapa interval dengan panjang yang sama misalkan c) Definisikan Himpunan fuzzy dimana bernilai 1 jika anggota dan 0 jika bukan, yaitu d) Fuzzifikasi variasi data historik utama, yaitu jika anggota yang memiliki, begitupun untuk variasi pendukung. 4. Bentuk Grup Relasi Logika Fuzzy antara Variasi Data Historik Utama dan Faktor Pendukung a) Bentuk relasi logika fuzzy dimana fuzzy dari variasi pendukung dan Bj fuzzy dari variasi utama.

18 b) Bentuk grup relasi logika fuzzy dimana jika maka grupnya adalah. 5. Hitung beban dari fuzzy Variasi Data Historik Faktor Pendukung a) Jika grup relasi fuzzy variasi, hitung banyaknya indeks yang lebih kecil dari, yang sama dengan, dan yang lebih besar dari. b) Hitung beban dari, dengan perhitungan: = persentase banyak indeks yang lebih kecil, = persentase banyak indeks yang sama dengan, dan = persentase banyak indeks yang lebih besar. 6. Peramalan a) Untuk meramalkan waktu ke-t, perhatikan fuzzy data utama dan variasi pendukung waktu ke, berturut-turut misalkan dan. b) Jika grup relasi fuzzy dari adalah, misalkan batas bawah interval pada, kemudian titik tengah interval pada batas atas interval pada. Jadi, nilai peramalan untuk waktu ke-t adalah (3.6) 3.5 Metode Fuzzy Time Series Berdasarkan Selisih Data Historis pada Metode Chen dengan Faktor Pendukung Metode ini merupakan metode yang akan digunakan pada skripsi ini, yang merupakan penggabungan antara Chen pada tahun 2004 yaitu berdasarkan selisih data historis dan Chen pada tahun 2009 yaitu menggunakan faktor pendukung. Untuk itu prosesnya serupa dengan yang telah dijelaskan pada subbab sebelumnya. Sebagian besar proses yang

19 digunakan didasarkan pada metode Chen pada tahun 2009. Namun pada proses akhir peramalannya mengguabungkan antara metode Chen pada tahun 2004 dan metode Chen pada tahun 2009. Berikut adalah proses dari metode tersebut. 1. Fuzzifikasi data historik utama 2. Bentuk Grup Relasi Logika Fuzzy Data Historik Utama 3. Fuzzifikasi Variasi Data Historik Utama dan Variasi Data Historik Faktor Pendukung 4. Bentuk Grup Relasi Logika Fuzzy antara Variasi Data Historik Utama dan Faktor Pendukung 5. Hitung beban dari fuzzy Variasi Data Historik Faktor Pendukung 6. Peramalan a) Untuk meramalkan waktu ke-t, perhatikan fuzzy data utama dan variasi pendukung waktu ke, berturut-turut misalkan dan. Jadi, nilai peramalan untuk waktu ke-t adalah (3.7) Tidak seperti pada metode Chen pada tahun 2009, nilai,, dan didasarkan pada kriteria berikut : 1) Jika nilai mutlak selisih data tahun (t-1) dan (t-2) lebih besar dari panjang interval partisi, maka merupakan titik tengah dari interval pada himpunan Fuzzy, merupakan titik ¾ dari interval pada himpunan Fuzzy, dan merupakan batas atas dari interval pada himpunan Fuzzy. 2) Jika nilai mutlak selisih data tahun (t-1) dan (t-2) sama dengan dari panjang interval partisi, maka merupakan titik ¼ dari interval pada himpunan Fuzzy, merupakan titik ½ dari interval pada

20 himpunan Fuzzy, dan merupakan titik ¾ dari interval pada himpunan Fuzzy. 3) Jika nilai mutlak selisih data tahun (t-1) dan (t-2) lebih kecil dari panjang interval partisi, maka merupakan batas bawah dari interval pada himpunan Fuzzy, merupakan titik ¼ dari interval pada himpunan Fuzzy, dan merupakan titik ½ dari interval pada himpunan Fuzzy.