Perumusan Masalah Tahapan Penelitian Menentukan bidang penelitian (problem area) Menemukan permasalahan (problem finding) Berhasilnya perumusan masalah merupakan setengah pekerjaan penelitian Bidang ilmu yang hidup apabila bisa menghasilkan permasalahan (Mario Bunge dalam Buckley, 1976) 1
Dua tahapan Penemuan Permasalahan Perumusan Permasalahan Penemuan Permasalahan Akan menjadi Latar Belakang Permasalahan Sumber Buku Ilmu lama butuh waktu utk sebuah buku utk terbit Artikel dalam majalah ilmiah Lebih up to date Permasalahan: Kesenjangan antara fakta dengan harapan Kesenjangan antara tren perkembangan dan keinginan pengembangan Kesenjangan antara kenyataan dengan ide Ketiadaan, kelangkaan, ketimpangan, ketertinggalan, kejanggalan, ketidakserasian, kemerosotan, dll (Sutrisno Hadi, 1986) 2
Cara Menemukan Permasalahan Formal Prosedur menuruti metodologi tertentu Lebih berkualitas Informal Bersifat subyektif dan tidak rutin Kurang berkualitas 3
Cara cara formal Rekomendasi suatu riset: penelitian berdasarkan saran dari penelitian sebelumnya Analogi: mengambil pengetahuan dari suatu bidang ilmu dan menerapkannya ke bidang yang diteliti Renovasi: mengganti komponen yang tidak cocok lagi dari suatu teori Dialektik: tandingan atau sanggahan Ekstrapolasi: membuat tren suatu teori atau tren permasalahan yang dihadapi Morfologi: mengkaji kemungkinan kemungkinan kombinasi dari suatu permasalahan rumit Dekomposisi: penjabaran suatu permasalahan ke dalam komponen - komponennya Agregasi: kebalikan komposisi, mengambil hasil hasil peneliti atau teori dari bbrp bidang dan mengumpulkannya dalam suatu permasalah yang rumit 4
Cara cara Informal Konjektur (naluriah): permasalah ditemukan secara naluriah (naluri: fakta apresiasi individu thd lingkungannya) tanpa dasar dasar yang jelas Fenomenologi: permasalahan baru ditemukan berdasarkan fenomena (kejadian, perkembangan) yang dapat diamati Konsensus: konsensus (kesepakatan) bisa dijadikan sumber permasalahan Pengalaman Pengecekan hasil penemuan permasalahan Faedah: apakah berfaedah untuk ilmu pengetahuan (merevisi, memperluas, memperdalam pengetahuan yang ada atau menciptakan pengetahuan baru) Lingkup: seharusnya cukup sempit sehingga dapat diteliti secara mendalam Kedalaman: perlu adanya interpretasi data atau hasil yang ditemukan 5
Yang belum merupakan permasalahan (Leedy, 1997) Pengumpulan informasi untuk mengerti lebih banyak tentang topik Jawabannya hanya ya atau tidak Pembandingan dua set data tanpa interpretasi Pengukuran koefisien korelasi antara dua set data Perumusan Permasalahan Kesimpulan dari Latar Belakang Permasalahan (Casteter dan Heisler, 1984) Pernyataan sederhana dan langsung, tidak terbelit belit 6
Bentuk Rumusan Permasalahan Bentuk suatu pertanyaan (question) Bentuk suatu pertanyaan umum disusul oleh beberapa pertanyaan spesifik Bentuk suatu pernyataan (statement) disusul oleh beberapa pertanyaan (question) Bentuk hipotesis Bentuk pernyataan umum disusul beberapa hipotesis Karakterisitik Rincian Permasalahan (Leedy, 1997) Merupakan satuan yang dapat diteliti Terkait dengan interpretasi data Terintegrasi menjadi satu kesatuan permasalahan yang lebih besar (sistemik) Rincian yang penting saja yang diteliti Menghindari rincian permasalahan yang solusinya tidak realistis 7
Latihan Ubahlah statemen topik anda menjadi Saya ingin meneliti tentang...(topik) Karena saya ingin mengetahui bagaimana..(pertanyaan) Untuk memahami... (rasional) Sehingga kita bisa... (arti penting) Carilah 5 sumber yang relevan dengan topik anda Karya ilmiah: http: \\scholar.google.comatau portal garuda Buat ringkasannya (minimal 5 sumber) 8