PERTEMUAN 2: CAKUPAN AUDIT

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Perhatian utama masyarakat pada sektor publik atau pemerintahan adalah

PERTEMUAN 1: AUDIT DAN STANDAR AUDIT

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Undang-Undang No. 17 Tahun 2003 pasal 32 ayat 1 dan 2 tentang keuangan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Indonesia mulai menerapkan otonomi daerah setelah berlakunya Undang-

BAB I PENDAHULUAN. Dalam sebuah organisasi baik swasta maupun pemerintah dapat didukung

BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS. Menurut Coso dalam Hartadi (1999: 92) pengendalian intern

PT LIPPO KARAWACI Tbk Piagam Audit Internal

BAB II LANDASAN TEORI

Standar Audit SA 450. Pengevaluasian atas Kesalahan Penyajian yang Diidentifikasi Selama Audit

Ch.8. Mempertimbangkan Pengendalian Internal

BAB I PENDAHULUAN. dan dilaksanakan oleh seorang auditor yang sifatnya sebagai jasa pelayanan.

BAB I PENDAHULUAN. diantara pelaku bisnis semakin meningkat. Para pelaku bisnis melakukan berbagai

MATERIALITAS DAN RISIKO AUDIT

Standar Audit SA 610. Penggunaan Pekerjaan Auditor Internal

BAB 1 PENDAHULUAN. mandiriurusan pemerintahannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

BAB I PENDAHULUAN. Undang-undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa. Keuangan pasal 6 ayat (1) menyebutkan bahwa Badan Pemeriksa Keuangan

PIAGAM (CHARTER) AUDIT SATUAN PENGAWASAN INTERN PT VIRAMA KARYA (Persero)

MAKALAH TENTANG INTERNAL CONTROL

CHAPTER VI. Nyoman Darmayasa, Ak., CPMA., CPHR., BKP., CA., CPA. Politeknik Negeri Bali 2014

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS

BAB I PENDAHULUAN. Dalam pengelolaan keuangan, pemerintah melakukan reformasi dengan

BAB I PENDAHULUAN. Prinsip Otonomi Daerah menggunakan prinsip otonomi seluasluasnya. dalam arti daerah diberikan kewenangan mengurus dan mengatur

PT LIPPO KARAWACI Tbk Piagam Audit Internal

PIAGAM KOMITE AUDIT 2015

BAB II LANDASAN TEORI. Alvin A. Arens, at all (2011:4) menjelaskan bahwa: orang yang kompeten dan independen.

PIAGAM AUDIT INTERNAL PT SILOAM INTERNATIONAL HOSPITALS TBK.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menyatakan bahwa Auditing is the accumulation and evaluation of evidence about

BAB I PENDAHULUAN. Reformasi yang terjadi dalam bidang pengelolaan keuangan daerah. membuat pemerintah daerah dituntut membawa perubahan dalam

SURAT KEPUTUSAN BERSAMA DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI NO.SKB.003/SKB/I/2013

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Ghia Giovani, 2015

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Dewasa ini masyarakat Indonesia semakin menuntut pemerintahan untuk

Makalah. Tugas E-Learning Administrasi Bisnis Tentang. Internal Control Yang Meliputi :

BAB I PENDAHULUAN. kinerjanya agar dapat menghasilkan produk audit yang dapat diandalkan bagi pihak

INTERNAL AUDIT CHARTER 2016 PT ELNUSA TBK

PENGENDALIAN INTERN 1

INTERNATIONAL STANDARD ON AUDITING 610 PENGGUNAAN PEKERJAAN AUDITOR INTERNAL

PERBEDAAN ANTARA AUDITING DAN AKUNTANSI

PREVIEW AUDIT LAPORAN KEUANGAN (GENERAL AUDIT)

BAB II LANDASAN TEORI. Menurut American Accounting Association (AAA) Siti Kurnia Rahayu

BAB I PENDAHULUAN. keuangan negara yang diatur dalam UU No. 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan

Standar Audit SA 800. Pertimbangan Khusus Audit atas Laporan Keuangan yang Disusun Sesuai dengan Kerangka Bertujuan Khusus

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Orang yang melaksanakan fungsi auditing dinamakan pemeriksa atau auditor. Pada mulanya

BAB I PENDAHULUAN. daerah (Mahmudi, 2011). Laporan keuangan dalam lingkungan sektor publik

BAB I PENDAHULUAN. Secara umum auditing adalah suatu proses sistemik untuk memperoleh dan

BULETIN TEKNIS NOMOR 01 PELAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH

Prinsip-prinsip Laporan Hasil Audit Pengkomunikasian Laporan Hasil Audit Tindak Lanjut Audit. tedi last 11/16

RERANGKA KERJA AUDIT SEKTOR PUBLIK

BAB I PENDAHULUAN. Pemerintah mengeluarkan Undang Undang No.32 tahun 2004 tentang Pemerintah

BERITA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

BAB II LANDASAN TEORI

Tutut Dewi Astuti, SE, M.Si, Ak, CA

BAB I PENDAHULUAN. setidak-tidaknya meliputi Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Arus Kas,

KOMUNIKASI ANTARA AUDITOR PENDAHULU DENGAN AUDITOR PENGGANTI

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. Pada bagian kajian pustaka dan hipotesis penelitian akan diuraikan teoriteori

- 1 - LAMPIRAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 7 /SEOJK.03/2016 TENTANG STANDAR PELAKSANAAN FUNGSI AUDIT INTERN BANK PERKREDITAN RAKYAT

PERATURAN DEPARTEMEN AUDIT INTERNAL

BAB II KAJIAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS. yang dapat dijadikan milik Negara (UU no 17 pasal1 ayat1). Undang undang

BAB I PENDAHULUAN. Good Government Governance di Indonesia semakin meningkat.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. internal, intuisi, pemahaman terhadap SAP dan pengetahuan tentang pengelolaan

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 62 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM AKUNTANSI BADAN LAYANAN UMUM DAERAH RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI BALI

BAB 1 PENDAHULUAN. dalam pengelolaan keuangan dengan mengeluarkan Undang-Undang Nomor 17

BAB I PENDAHULUAN. atau memproduksi barang-barang publik. Organisasi sektor publik di Indonesia

BAB. I PENDAHULUAN. Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, bahwa: Pengelolaan Barang Milik Daerah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pencapaian tiga golongan tujuan berikut ini: a. Keandalan pelaporan keuangan

BAB II LANDASAN TEORI

RISIKO AUDIT DAN MATERIALITAS DALAM PELAKSANAAN AUDIT

BAB I PENDAHULUAN. pemerintahan yang baik (good government governance), telah mendorong

BAB II LANDASAN TEORI. karena akuntan publik sebagai pihak yang ahli dan independen pada akhir

Perencanaan audit meliputi pengembangan strategi menyeluruh pelaksanaan dan lingkup audit yang

BAB I PENDAHULUAN. Sejak diberlakukannya Otonomi Daerah di Indonesia, Pemerintah Daerah

1. Keandalan laporan keuangan 2. Kepatuhan terhadap hukum & peraturan yang ada. 3. Efektifitas & efisiensi operasi

BAB 1 PENDAHULUAN. yang dapat diraih melalui adanya otonomi daerah.indonesia memasuki era otonomi

PEMAHAMAN STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN

I. PENDAHULUAN. Perubahan paradigma pengelolaan keuangan baik pemerintah pusat maupun

PERATURAN DEPARTEMEN AUDIT INTERNAL. Bab I KETENTUAN UMUM. Pasal 1 Tujuan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Keduanya tidak dapat dipisah-pisahkan

SA Seksi 801 AUDIT KEPATUHAN YANG DITERAPKAN ATAS ENTITAS PEMERINTAHAN DAN PENERIMA LAIN BANTUAN KEUANGAN PEMERINTAH. Sumber: PSA No.

DAFTAR ISI CHARTER KOMITE AUDIT PT INDOFARMA (Persero) Tbk

STANDAR AUDITING. SA Seksi 200 : Standar Umum. SA Seksi 300 : Standar Pekerjaan Lapangan. SA Seksi 400 : Standar Pelaporan Pertama, Kedua, & Ketiga

PIAGAM AUDIT INTERNAL

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Perkembangan dunia bisnis yang semakin pesat memunculkan adanya

Kompetensi Dasar 5.1 Mendeskripsikan akuntansi sebagai sistem informasi

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. Negara mengelola dana yang sangat besar dalam penyelenggaraan pemerintahannya.

AKUNTABILITAS PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN INSTANSI PEMERINTAH

BAB I PENDAHULUAN. Dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa

BAB I PENDAHULUAN. Pada sistem pemerintahan yang ada di Indonesia, setiap pemerintah daerah

PIAGAM KOMITE AUDIT. (Audit Committee Charter) PENDAHULUAN

BAB I PENGANTAR. 1.1 Latar Belakang. kebijakan yang telah ditetapkan, dan ketentuan. Selain itu, pengawasan intern atas

BAB I PENDAHULUAN. korupsi baik di level pusat maupun daerah menjadi penyebab utama hilangnya

PENGAWASAN DAN PEMERIKSAAN PENGELOLAAN KEUANGAN OLEH : SURACHMIN, SH., MH

Transkripsi:

PERTEMUAN 2: CAKUPAN AUDIT A. TUJUAN PEMBELAJARAN Pada bab ini akan dijelaskan mengenai cakupan atau jenis-jenis audit termasuk didalamnya adalah audit khusus atau investigasi. Melalui pembelajaran ini, diharapkanmahasiswaakan mampu: 2.1 Memahami, menjelaskan dan membedakan jenis audit berdasarkan tujuannya dilakukan audit tersebut B. URAIAN MATERI Tujuan Pembelajaran 2.1: Menjelaskan jenis-jenis Audit Dalam bab sebelumnya telah dijelaskan pengertian audit dan siapa saja pelaku audit, apa ukuran mutu atau standar audit yang harus dipenuhi oleh auditor. Setelah Anda memahami perbedaan dasar auditing dan akuntansi maka selanjutnya akan dijelaskan tentang klasifikasi jenis audit dan perbedaan dari masing-masing klasifikasi tersebut. Secara ruang lingkup audit dibagi dua (2) yaitu audit umum dan audit khusus.audit umum (general audit) meliputi audit atas laporan keuangan, audit operasional (manajemen audit), dan audit kepatuhan (compliance test). a. Audit manajemen berorientasi pada hubungan dengan Kinerja operasional pada masa yang akan datang. Audit manajemen menekankan pada pemeriksaan terhadap efisiensi, efektifitas dan ekonomis aktivitas organisasi. Laporan hasil audit manajemen meliputi kesimpulan dan rekomedasi. Pendistribusian laporan terbatas hanya untuk manajemen saja. Audit manajemen sering disebut juga sebagai audit kinerja pada sektor publik (organisasi nirlaba). Tujuan audit kinerja adalah meningkatkan tingkat akuntabilitas pemerintah dalam proses 7

pengambilan keputusan oleh pimpinan/ manajemen yang bertanggungjawab akan mendorong pengawasan kemudian tindakan koreksi. Audit kinerja mencakup audit tentang ekonomi, efisien dan efektivitas kegiatan pelaksanaan tugas dan fungsi dalam organisasi tersebut. Kriteria dalam penilaian audit kinerja meliputi : Entitas telah memperoleh, melindungi dan menggunakan sumber dayanya secara hemat dan efisien Penyebab timbulnya ketidakhematan dan efisien Entitas tersebut telah memenuhi undang-undang yang berkaitan dengan kehematan dan efisien b. Audit atas laporan keuangan (finalcial audit) dilaksanakan untuk menntukan apakah seluruh informasi keuangan telah disajikan secara wajar sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan yaitu Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP). Audit laporan keuangan berorientasi pada masa lampau terbatas pada kewajaran laporan keuangan dan didistribusikan kepada banyak pemakai laporan keuangan seperti pemegang saham, bankir, pemerintah. Laporan hasil audit atas laporan keuangan menghasilkan kesimpulan, rekomendasi dan opini. Tujuan pemeriksaan laporan keuangan adalah suatu opini secara jujur tentang kewajaran posisi keuangan, hasil operasi dan aliran kas yang disesuaikan dengan prinsip akuntansi berterima umum. Opini audit merupakan pernyataan pendapat auditor atas kewajaran terhadap hasil pemeriksaan laporan keuangan. Beberapa pertimbangan kriteria penilaian auditor dalam menyatakan pendapatnya antara lain : Opini WTP memenuhi kriteria : Apakah informasi keuangan telah disajikan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan Apakah seluruh informasi sudah diungkapkan secara wajar Apakah pelaksanaan entitas telah mematuhi peraturan perundangan 8

Apakah sistem pengendalian internal berjalan dengan baik dalam entitas tersebut Opini WDP kriteria meliputi : Bukti audit tidak lengkap Terdapat pembatasan lingkup audit SPI belum sepenuhnya berjalan dengan baik Terdapat perbedaan pendapat auditor dan auditee yang tidak dapat diselesaikan hingga waktu pemeriksaan berakhir Opini Disclaimer antara lain : SPI entitas buruk Auditor bekerja tidak independen Auditor tidak dapat meyakini bukti audit yang diperoleh Opini Adverse meliputi : Banyak akun yang tidak wajar Keempat kriteria WTP tidak terpenuhi Audit laporan keuangan merupakan Suatu pemeriksaan yang dilakukan secara kritis dan sistematis, oleh pihak yang independen, terhadap laporan keuangan yang telah disusun oleh manajemen, beserta catatan-catatan pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya, dengan tujuan untuk dapat memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut Profesi audit merupakan profesi yang menuntut objektivitas tinggi. Sehingga, dalam pelaksanaan profesi harus direncanakan dengan seksama, mulai dari mempertimbangkan apakah auditor harus menerima atau menolak perikatan audit dari calon klien (auditee). Hal ini penting untuk dipertimbangkan berkaitan dengan kelancaran proses audit dan harapan akan hasil audit yang bermanfaat bagi calon klien tersebut. Tugas auditor dalam melaksanakan audit laporan keuangan adalah meyakinkan dan membuktikan bahwa : a. Semua aset, kewajiban dan modal yang tercantum dalam laporan keuangan betul-betul ada pada tanggal pelaporan b. Semua aset, kewajiban dan modal disajikan sesuai standar akuntansi yang berlaku umum 9

c. Semua aset, kewajiban dan modal diklasifikasikan secara tepat d. Catatan atas laporan keuangan sudah memadai Tujuan pemeriksaan laporan keuangan adalah menyatakan suatu opini secara jujur tentang kewajaran posisi keuangan, hasil operasi dan aliran kas yang disesuaikan dengan prinsip akuntansi berterima umum. Opini audit merupakan pernyataan pendapat auditor atas kewajaran terhadap hasil pemeriksaan laporan keuangan. Kriteria dalam penilaian audit atas laporan keuangan meliputi : Penyajian akun-akun dalam laporan keuangan sesuai dengan PSAK/SAP Seluruh informasi keuangan sudah diungkapan secara memadai Sistem Pengendalian Internal entitas sudah berjalan dengan baik Kepatuhan terhadap peraturan perundangan yang ditetapkan Selanjutnya akan dijelaskan ketiga kriteria yang menjadi pertimbangan auditor secara ringkas. a. Kesesuaian PSAK/ SAP Laporan keuangan terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan. Keempat laporan tersebut meyajikan akun-akun sesuai dalam pos laporan keuangan. Penilaian kesesuaian dilakukan dengan meyakini apakah keseluruhan angka-angka dalam akun tersebut telah sesuai dengan standar yang berlaku umum yaitu standar akuntansi keuangan dan standar akuntansi pemerintah, sehingga auditor dapat menyimpulkan sesuai dan tidak sesuai. Dalam hal ini tentunya dengan menganalisis sampai dengan bukti transaksi yang mendukung angka-angka. b. Penyajian informasi keuangan yang memadai Selain angka-angka yang disajikan dalam laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum auditor harus mampu meyakini bahwa informasi keuangan diungkapkan dan dijelaskan secara memadai. Memadai disini mempunyai arti diungkapkan secara menyeluruh sesuai fakta dan informasi keuangan tidak ada yang ditutup-tutupi. c. Sistem Pengendalian Internal 10

Merupakan proses yang dirancang oleh manajemen suatu entitas yang didesain untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian keandalan pelaporan keuangan, kepatuhan terhadap peraturan dan efektifitas, efisien, ekonomis kegiatan operasional organisasi. Dari definisi pengendalian tersebut terdapat beberapa konsep dasar berikut ini: 1) Pengendalian intern merupakan proses. Artinya suatu rangkaian tindak an yang menjadi bagian tidak terpisahkan, bukan hanya sebagai tambahan, dari infrastruktur entitas. 2) Pengendalian intern dijalankan oleh orang. Artinya bukan hanya terdiri dari pedoman kebijakan dan formulir, namun dijalankan oleh orang dari setiap jenjang organisasi, yang mencakup dewan komisaris, manajemen, dan personal lain. 3) Pengendalian intern diharapkan mampu memberikan keyakinan mema dai, bukan keyakinan mutlak, bagi manajemen dan dewan komisaris entitas. 4) Pengendalian Intern ditujukan untuk mencapai tujuan yang saling berkaitan ; pelaporan keuangan, kepatuhan dan operasi. Sistem pengendalian internal mencakup 5 (lima) komponen yang tidak terpisah, meliputi : a) Lingkungan pengendaian, merupakan dasar semua elemen pengendalian intern mencakup integritas, nilai etika dan komitmen b) Penaksiran risiko, membentuk suatu dasar untuk menentukan bagaimana risiko harus dikelola c) Pengendalian aktivitas, kebijakan/ prosedur yang menjamin arahan manajemen dilaksanakan d) Informasi dan komunikasi, bentuk pertukaran informasi untuk melaksanakan tugas tanggungjawab secara efektif e) Pemantauan/ monitoring memastikan kualitas kinerja dan pengendalian internal diterapkan sepanjang waktu Secara keseluruhan keterkaitan sistem pengendalian dengan audit dapat dijelaskan sebagai berikut : 11

Lemahnya pengendalian internal organisasi menimbulkan risiko yang besar Besarnya dampak risiko terhadap efektifitas tujuan organisasi seberapa besar laporan keuangan organisasi dapat dipertanggungjawabkan Auditor dapat memperluas ruang lingkup pemeriksaan Auditor berkewajiban untuk memahami pengendalian intern yang ditujukan untuk memberikan keyakinan memadai bahwa laporan keuangan disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip akutansi berterima umum di Indonesia dan untuk menentukan apakah audit mungkin dilaksanakan terjadi salah saji material. c. Audit kepatuhan dilaksanakan untuk menentukan apakah entitas telah melaksanakan kebijakan, prosedur dan peraturan perundangan yang berlaku. Pada umumnya entitas swasta ataupun nirlaba mempunyai suatu kebijakan, prosedur dan mengikuti peraturan perundangan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas dan fungsi entitas tersebut baik itu peraturan internal maupun eksternal (yang belaku umum). Audit kepatuhan pada umumnya mendukung audit yang lainnya, hanya saja pelaksanaan audit kepatuhan lebih bersifat penilaian kesesuaian objek audit dengan peraturan secara umum. Laporan hasil audit kepatuhan menghasilkan kesimpulan dan rekomendasi. Hasil laparan audit kepathan disampaikan kepada manajemen. d. Audit Khusus atau disebut juga audit investigasi dilaksanakan untuk mengungkap kecurangan secara detail dan jelas. Audit khusus dapat disebut juga sebagai audit tujuan tertentu, audit investigasi dan forensik.tidak seperti audit sebelumnya, audit khusus hanya dapat dilakukan berdasarkan tiga (3) sumber informasi yaitu pengembangan dari hasil temuan audit sebelumnya, pengaduan dari masyarakat dan permintaan komisaris atau anggota dewan. Temuan audit sebelumnya 12

Audit khusus atau investigasi dapat dilakukan karena adanya pengembangan dari hasil audit sebelumnya, baik itu audit laporan keuangan, audit kepatuhan ataupun audit manajemen. Audit investigasi dilakukan sebagai akibat adanya indikasi kecurangan dalam temuan audit sebelumnya yang nilai kerugiannya melebihi batas materialitas bagi organisasi auditee sehingga memerlukan pembuktian lebih lanjut secara lengkap dan jelas sampai dengan penetapan status pelaku kecurangan secara pengadilan. Pengaduan masyarakat Pada umumnya tidak semua pengaduan masyarakat dapat dilaljutkan ke dalam audit investigasi. Sama seperti pengembangan temuan sebelumnya juga tidak semua temuan berindikasi kecurangan dapat dilanjutkan audit investigasi. Pengaduan masyarakat yang bisa dipertanggungjawabkan secara bukti yang diperoleh, nilai kerugian yang material, dan saksi pelapor yang jelasidentitas serta kewenangannnya bisa menjadi pertimbangan dilakukannya audit investigasi. Misal pengaduan masyarakat melalui LSM, wadah organisasi masyarakat. Permintaan komisaris atau anggota dewan Sumber informasi berikutnya dari permintaan komisaris ataupun anggota dewan. Komisaris selaku pemilik perusahaan mempunyai kewenangan untuk mengusut suatu temuan yang berindikasi kecurangan dengan meminta auditor untuk mengungkap kecurangan tersebut secara jelas. Begitu pula anggota dewan dalam hal ini DPR mempunyai kewenangan selaku penyetuju anggaran dari organisasi sektor publik untuk meminta BPK mengungkap secara jelas indikasi kecurangan yang besar nilai kerugiannya material dan harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat. Salah satu penegak hukum seperti KPK juga dapat meminta BPK untuk melakukan audit investigasi sebelum disampaikan kepada penegak hukum. 13

Laporan hasil audit khusus atau investigasi hanya berupa kesimpulan saja. Laporan hasil audit ini disampaikan kepada penegak hukum seperti KPK, POLRI ataupun kejaksaan untuk proses penetapan status pelaku kecurangan yang selanjutnya akan dilakukan pembuktian lebih lanjut di pengadilan. C. SOAL LATIHAN/TUGAS 1. Menurut saudara apa saja cakupan atau klasifikasi audit 2. Jelaskan perbedaan audit laporan keuangan dan audit manajemen 3. Mengapa SPI merupakan salah satu kriteria penilaian untuk auditor dalam memberikan opini audit? 4. Sebutkan macam opini audit dan uraikan secara lengkap kriteria pemberian masing-masing opini. 5. Apakah audit khusus/ investigasi dapat langsung dilakukan seperti jenis audit lainnya, berikan alasan saudara. 14