dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN. Bagan 4.1 Kerangka Berpikir Konsep

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

Konsep BAB V KONSEP. 5.1 Kerangka Konsep. 5.2 Konsep Young Dynamic

BAB IV SINTESA PEMBAHASAN. yang diusung dalam sebuah konsep desain Hotel Mulia adalah luxurious

BAB V KONSEP PERANCANGAN. Taman

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERANCANGAN DAN HASIL DESAIN

BAB III KONSEP PERANCANGAN


KONSEP DESAIN. WARNA Warna yang digunakan adalah warna khas budaya Toraja yang terdapat pada elemen arsitektural dan motif ornamen.

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

KONSEP TUGAS AKHIR REDESAIN RESTORAN ITALIA PRONTO DENGAN KONSEP ITALIA KONTEMPORER

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN

BAB V KONSEP PERANCANGAN DAN HASIL DESAIN

Penjelasan Skema : Konsep Citra yang diangkat merupakan representasi dari filosofi kehidupan suku Asmat yang berpusat pada 3 hal yaitu : Asmat sebagai

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP DESAIN. Konsep utama dari pool dan lounge yang akan dibuat adalah FUN atau menyenangkan

BAB III KAJIAN LAPANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern

BAB V KONSEP PERANCANGAN. Gaya dari perancangan interior Museum permainan tradisional Jakarta ini mengarah pada gaya

BAB III STUDI LAPANGAN

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB V PENUTUP. Gambar V.1 Aplikasi Ide (Sumber : Penulis) commit to user

Bab 4 KONSEP PERANCANGAN INTERIOR

BAB IV. KONSEP PERANCANGAN

Gambar V.1 Aplikasi Ide (Sumber : Penulis)

Desain Interior Restoran pada Rest Area di Kabupaten Probolinggo Berkonsep Jawa Rustik dengan Sentuhan Ikon Khas Probolinggo

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB IV TINJAUAN KHUSUS

BAB III STUDI LAPANGAN. Syariah Hotel Lor In Solo adalah sebuah Hotel syariah berbintang 4

BAB III PERMASALAHAN & DATA SURVEY PEMBANDING

Gambar 5. 1 Citra ruang 1 Gambar 5. 2 Citra ruang 2 2. Lounge Lounge merupakan salah satu area dimana pengunjung dapat bersantai dan bersosialisasi de

BAB V KONSEP PERANCANGAN

Konsep Lantai. Studio Balet. Area Lobby. Perpustakaan. Tugas Akhir. Perancangan Interior Sekolah Balet di Surabaya dengan Nuansa Fairy

hunian lama, BERNYAWA BARU Fotografer Lindung Soemarhadi

Putih Abu Hitam Coklat


BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

KLINIK ULTRAMODERN Penulis : Imelda Anwar Fotografer : M. Ifran Nurdin

KONSEP MAKRO & KONSEP MIKRO

Desain Interior Kate s Home Sebagai Ritel dan Sarana Komunitas dengan Tema Victorian

BAB IV ANALISA PROYEK. Peranan Praktikan dalam mengerjakan proyek ini adalah sebagai junior designer 2

Desain Interior Restoran Seafood Layar Bukit Mas dengan Konsep Modern Country di Surabaya

PERANCANGAN RUANG DALAM

BAB IV KONSEP PERENCANAAN DESAIN

BAB V KONSEP PERANCANGAN. Kebutuhan : Kekinian, penataannya simetris, dapat diartikan bercampur dengan gaya lain sebelumnya

DAFTAR GAMBAR Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar A Gambar Gambar Gambar 2.18.

ELEMEN ESTETIS. Topeng Cepot pada Dinding. Ukiran pada partisi

KONSEP PERANCANGAN INTERIOR RUANG TIDUR UTAMA

PENERAPAN SENI TRADISIONAL JAWA PADA LOBI HOTEL

BAB 4. Analisis dan Bahasan

BAB IV KONSEP STYLE DESAIN INTERIOR

Desain Interior Restoran 1914 Surabaya dengan konsep Kolonial Luxury

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Bab IV. Konsep Perancangan

Studi Antropometri TEMPAT DUDUK HAIR TREATMENT

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

Eksotisme & GALLERY. Vol. 13 No. 05 Mei 2012

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. sebagai denah khusus dengan tujuan pendalaman lebih pada kedua bidang

Dramatic Lighting. Pencahayaan menjadi kekuatan desain pada apartemen yang terinspirasi dari gaya Jepang ini.

Desain Interior Kantor PT. Insastama dengan Konsep Industrial Modern

Tkeluarga dan non. Sakhir pekan bersama anak-anaknya. ST UDI ANALISA BAB 3. Keluarga. Konsumen. Non-Keluarga. Target Desain

BAB IV ANALISA DESAIN. dikawasan pusat keramaian dengan lokasi yang strategis.

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III PERANCANGAN RUMAH SAKIT ANAK DI BANDUNG

BAB.IV. KONSEP DESAIN. IV.1 Tema Perancangan Tema Perancangan Proyek medical spa ini adalah, Refreshing, Relaxing and Theurapetic,

BAB IV ANALISA PENGOLAHAN PERANCANGAN

BAB 5 KONSEP PERANCANGAN DESAIN

KISI-KISI PEDOMAN WAWANCARA

BAB III KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

A. IDE GAGASAN PERANCANGAN

STUDI PUSTAKA PSIKOLOGI WARNA

BAB V KONSEP PERENCANAAN. 5.1 Konsep Desain

KONSEP DESAIN Konsep Organisasi Ruang Organisasi Ruang BAB III

Desain Interior Hotel Alila dengan Langgam Modern Luxury Nuansa Budaya Jawa

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB V. PENGOLAHAN INTERIOR DENAH KHUSUS

Desain Interior Restoran Dengan Perpaduan Karakter Oriental dan Nuansa Modern

BAB V KONSEP PERANCANGAN

SANGGAR DANSA Dl YOGYAKARTA

Alamat : Jl. Boulevard Bukit Gading Raya, Jakarta, Kota Jakarta Utara.

Architecture. White Simplicity in. Neoclassic. Home 80 #006 / Diary

BAB IV: KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

Tugas Akhir. PERANCANGAN INTERIOR DAN FURNITURE JAKARTA PET CENTER Jln. Pluit Putri Raya No.1 A-C JAKARTA UTARA


BAB VI HASIL PERANCANGAN. Hasil Perancangan Galeri Seni Dwi Matra di Batu merupakan aplikasi dari

BAB IV ANALISA PROYEK. 4.1 Peranan Praktekan dalam Proyek PT. CITRA LAND

PERANCANGAN INTERIOR QUEEN GRAPHIC HOUSE PADANG PANJANG SUMATERA BARAT. Amry Diza jade. Abstrak

JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 5, No.2, (2016) ( X Print) F-330

BAB IV KONSEP PERANCANGAN Gaya dan Tema Perancangan Hotel Santika di Rest Area Semarang

MAKASSAR merupakan salah satu kota yang mengalami perkembangan pesat dalam berbagai bidang. meningkatkan jumlah pengunjung/wisatawan

BAB IV KONSEP PERANCANGAN INTERIOR

Modern Understated HOME IDEAS SHOPPING FOOD TRAVEL 56 PAGES SLEEK AND COSY INTERIOR INSPIRATIONS FEBRUARI

Natural Friendly Neoclassical Style. Architecture

Kuesioner Penelitian

Transkripsi:

BAB IV KONSEP PERENCANAAN INTERIOR 4.1 Konsep Perancangan HEPOL BUILDING HANNINE RESTO Suasana khas Korea Budaya Korea Hanok Nyaman Tenang Gedung Perkantoran Bangunan dengan konsep modern Restoran Korea Specialities restautant Rumah tradisional Korea The Convenience of Hanok Modern Korean Cuisine Korean EKLEKTIK Modern Bentuk Bangunan Bentuk Furniture Material Korean Warna Ornamen Elmen Dekoratif Bagan 4.1 Konsep Perancangan Sumber: analisa penulis 186

187 4.1.1 Konsep Gaya Konsep gaya mengacu pada dua faktor, yaitu Hepol Building sebagai gedung (lokasi) restoran dan Hannine Resto sebagai proyek perancangan. Dimana Hepol building yang merupakan sebuah gedung perkantoran dengan desain modern dan Hannine Resto yang masuk ke dalam klasifikasi restoran specialities restaurant dengan sajian menu Korean cuisine. Berdasarkan tabel 3.1 disimpulkan bahwa gaya yang diterapkan merupakan kombinasi dari gaya modern dan tradisional (Korea), yaitu gaya eklektik. Desain eklektik merupakan percampuran beberapa gaya desain dari beberapa periode waktu dan tempat yang berbeda dan dipadukan menjadi satu 1. Dimana dalam hal ini perpaduan antara gaya modern dan tradisional Korea. Gaya modern yang diterapkan pada penggunaan bentuk bangunan dan furniture sedangkan gaya tradisional Korea diterapkan pada penggunaan material, warna serta ornamen pada furniture interiornya. Gaya eklektik ini juga ditampilkan melalui pernak-pernik interior, seperti: art work, lampu dan lainnya ditambah dengan konsep back to nature yang sesuai dengan konsep arsitektur tradisional Korea yang menampilkan taman pada setiap huniannya. Gambar 4.1 Ilustrasi Ruang Eklektik Sumber: www.google.com 1 Diakses dari www.edupaint.com/pojok-unik/pojok-unik-interior/4561-eklektik-lambang-kebebasanekspresi-dalam-desain-arsitektur.html pada tanggal 26 Maret 2015 pukul 22.15

188 4.1.2 Konsep Tema Berdasarkan latar belakang dan data pengunjung yang telah dianalisa pada bab sebelumnya dimana pada latar belakang dibahas mengenai Korean Wave yang merupakan peristiwa dimana budaya Korea menjadi sangat digemari oleh banyak orang serta data konsumen yang datang dengan tujuan yang sama, yakni ingin menikmati makanan dan menikmati suasana khas Korea maka terpilihlah tema Hanok (rumah tradisional masyarakat Korea). Melalui Hanok penulis mencoba mengaplikasikan ciri khas dari bangunan tersebut seperti bentuk atap, pintu dan jendela yang akan ditampilkan dengan menyesuaikan kondisi bangunan yang ada. 4.1.3 Transformasi Bentuk Kebudayaan Korea Berikut beberapa tradisi dari kebudayaan Korea baik ornamen maupun makanan tradisionalnya yang diaplikasikan pada Perancangan Interior dan Furniture Korean Restaurant Hannine Resto. Gambar 4.2 Hanok Sumber: www.google.com

189 a. Mugunghwa Bunga nasional Korea adalah Mugunghwa ( 무궁화 ) atau Bunga Mawar dari Sharon. Mugunghwa melambangkan Korea dan mempunyai arti bunga yang tidak pernah berhenti berkembang. Mugunghwa melambangkan keinginan bangsa Korea untuk berjaya selamanya. Bentuk Mugunghwa diaplikasikan pada partisi serta furniture untuk sandaran kursi area semi publik 3 dan VIP, merupakan bentuk ornamen utama yang digunakan pada setiap desain yang ada di restoran ini dengan makna dapat memberikan kejayaan dan terus berkembang bagi Hannine Resto. b. Mulhwak Mulhwak adalah salah satu ciri khas desain pada bangunan Korea yang berupa kolam batu yang dihiasi dengan bunga teratai. Mulhwak asli Korea biasanya dibuat dengan huruf L.

190 Bentuk Mulhwak diaplikasikan pada partisi serta furniture untuk sandaran kursi area semi publik 3 dan VIP, dengan makna desain berdasarkan bentuk dasar dari Mulhwak ini yaitu bentuk persegi yang memiliki filosofi keseimbangan. Hal ini sesuai dengan prinsip Geomansi Korea yang menekankan adanya keseimbangan baik itu antara manusia dengan alam maupun sebaliknya. c. Cheoma Cheoma merupakan bagian pinggir atap yang melengkung ke atas pada bangunan Hanok. Biasanya material yang digunakan untuk atap tradisional Korea ini terbagi 2, yaitu atap yang terbuat dari genting (Giwajip) dan jerami (Chogajip). Namun, untuk perancangan ini menggunakan kayu, hanya bentuknya saja yang diaplikasikan kedalam desain.

191 Bentuk Cheoma diaplikasikan sebagai elemen dekoratif pada beberapa bagian, yaitu: Pintu masuk, resepsionis, studio foto, area semi publik, Bar, serta atap pada bangunan di rooftop. Bentuk lengkung pada atap ini umumnya menentukan jumlah cahaya yang masuk kedalam ruangan. d. Pintu dan Jendela Untuk memperkuat kesan Hanok pada restoran, maka penulis menerapkan desain pintu dan jendela tradisional Korea. Yang diterapkan pada pintu masuk utama, area foto, serta VIP

192 (rooftop). Dengan menggunakan bentuk patra geometris Korea. 4.2 Citra Ruang Citra yang ditampilkan adalah kesan nyaman, tenang, hangat dan private. Konsep ini didasarkan pada faktor data konsumen yang datang ke restoran ini, dimana pengunjung yang pada umumnya merupaka remaja pecinta Korea (K-Lovers), namun tidak sedikit pula yang datang bersama keluarga ataupun rekan bisnis. Tujuan mereka sama, yakni ingin menikmati makanan dan menikmati suasana khas Korea yang tenang dan nyaman.

193 Berdasarkan hasil analisa tersebut, maka penulis mengaplikasikan konsep The Convenience of Hanok atau memunculkan kesan nyaman yang akan didapat saat pengunjung berada dan menikmati suasana restoran sekaligus tenang dan privat. 4.3 Konsep Warna Warna yang digunakan berdasarkan analisa yang telah dilakukan sebelumnya, yaitu warna berdasarkan karakteristik bangunan Korea sebagai warna utama dan warna berdasarkan hanbok (pakaian tradisional) yang merupakan salah budaya Korea sebagai warna dekoratif. - Warna utama Gambar 4.3 Ilustrasi Citra Ruang Sumber: www.google.com - Warna dekoratif Warna-warna di Korea memiliki simbolisme tradisional dan makna yang terkait. Warna-warna yang digunakan dalam lukisan di atap dan kolom

194 dari kuil Korea disebut sebagai Dancheong. Lima warna utama hitam, biru, kuning dan putih mengacu pada lima unsur filsafat Cina klasik. Warna kuning di Korea dikaitkan dengan bumi, hitam dengan air, putih dengan logam, hijau / biru dengan kayu dan merah dengan api. Warnawarna yang juga terkait dengan musim, yaitu: hijau untuk musim semi, merah untuk musim panas, kuning untuk akhir musim panas, putih untuk musim gugur dan musim dingin hitam, untuk dan bahkan waktu tertentu dalam sehari. Warna Dancheong juga mewakili arah: biru (timur), putih (barat), merah (selatan), hitam (utara) dan kuning (pusat). Gambar 4.4 Dancheong Sumber: www.buddhism.org 4.4 Konsep Material Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, material yang akan digunakan berdasarkan konsep tradisional Korea. Pemilihan material juga didasarkan atas dasar kemudahan perawatan. 4.4.1 Lantai No. Jenis Ruang Material Image 1. Entrance Keramik

195 2. Kasir Laminate 3. Bar Keramik 4. Dining Area 1 5. Dining Area 2 6. Dining Area 3 Vinyl 7. Perpustakaan 8. Studio Foto 9. Kasir Foto 10. Waiting Room 11. VIP Room 12. Meeting Room (pengunjung) Laminate 13. Ruang Manajer 14. Ruang Chef 15. Ruang Pegawai 16. Locker Room 17. Ruang Cetak Foto 18. Kamar Ganti Pengunjung 19. Kamar Ganti Pegawai 20. Dapur 21. Dr y& Cold Storage Keramik 22. Storage

196 23. Toilet Pegawai 24. Toilet Pengunjung Wanita Keramik 25. Toilet Pengunjung Pria 26. Musholla Karpet 4.4.2 Dinding Tabel 4.1 Konsep Material Lantai Sumber: analisa penulis No. Jenis Ruang Material 1. Entrance Panel Kayu 2. Kasir Kertas hanji 3. Bar Panel Kayu 4. Dining Area 1 Kertas hanji 5. Dining Area 2 Wallpaper 6. Dining Area 3 Cat 7. Perpustakaan 8. Studio Foto Wallpaper 9. Kasir Foto Panel kayu 10. Waiting Room Kertas hanji 11. VIP Room Panel Kayu 12. Meeting Room Kertas hanji 13. Ruang Manajer 14. Ruang Chef 15. Ruang Pegawai 16. Locker Room Cat dinding 17. Ruang Cetak Foto 18. Kamar Ganti Pengunjung 19. Kamar Ganti Pegawai 20. Dapur Keramik Cat dinding

197 21. Dry & Cold Storage 22. Storage 23. Toilet Pegawai 24. Toilet Pengunjung Wanita 25. Toilet Pengunjung Pria 26. Musholla Cat dinding Tabel 4.2 Konsep Material Dinding Sumber: analisa penulis 4.4.3 Plafond No. Jenis Ruang Material 1. Entrance 2. Kasir 3. Bar 4. Dining Area 1 5. Dining Area 2 6. Dining Area 3 Gypsum 7. Perpustakaan 8. Studio Foto 9. Kasir Foto 10. Waiting Room 11. VIP Room 12. Meeting Room Kayu 13. Ruang Manajer 14. Ruang Chef 15. Ruang Pegawai 16. Locker Room 17. Ruang Cetak Foto 18. Kamar Ganti Pengunjung Gypsum 19. Kamar Ganti Pegawai 20. Dapur 21. Dry & Cold Storage 22. Storage 23. Toilet Pegawai

198 24. Toilet Pengunjung Wanita 25. Toilet Pengunjung Pria 26. Musholla Tabel 4.3 Konsep Material Plafond Sumber: analisa penulis Tabel 4.5 Konsep Plafond Sumber: google.com 4.5 Konsep Furniture No. Jenis Ruang Konsep Furniture 1. Entrance 2. Kasir Built-in furniture system 3. Bar Built-in furniture system 4. Dining Area 1 5. Dining Area 2 Loose furniture system 6. Dining Area 3 7. Perpustakaan Built-in furniture system 8. Studio Foto Loose furniture system 9. Kasir Foto Built-in furniture system 10. Waiting Room Loose furniture system 11. VIP Room Loose furniture system 12. Meeting Room (pengunjung) Loose furniture system 13. Ruang Manajer 14. Ruang Chef 15. Ruang Pegawai 16. Locker Room 17. Ruang Cetak Foto Loose furniture system

199 18. Kamar Ganti Pengunjung 19. Kamar Ganti Pegawai 20. Dapur 21. Dry & Cold Storage 22. Storage 23. Toilet Pegawai Pria 24. Toilet Pengunjung Wanita 25. Toilet Pengunjung Pria 4.6 Konsep Pencahayaan Built-in furniture system 26. Musholla Loose furniture system Café atau restoran membutuhkan pencahayaan yang mendukung privasi saat menyantap makanan. Pencahayaan berperan penting dalam pembentukan mood dan atmosfer ruangan restoran. Pencahayaan yang tepat juga dapat mempengaruhi tampilan makanan sehingga makanan dapat lebih membangkitkan selera. Dibutuhkan tingkat pencahayaan makanan yang cukup untuk mengenali makanan dan membaca menu serta mencegah pelayan atau pengunjung agar tidak tersandung. 4.6.1 Pencahayaan Alami Cahaya alami masuk kedalam area restoran melalui jendela-jendela yang ada di depan, samping kiri dan kanan gedung, sedangkan pada lantai 6 cahaya alami dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk area sirkulasi karena konsep semi open restaurant. Dan khusus untuk VIP room menggunakan cahaya alami dan buatan. 4.6.2 Pencahayaan Buatan Tabel 4.4 Konsep Furniture Sumber: analisa penulis Sumber Teknik No. Jenis Ruang Cahaya Pencahayaan Buatan 1. Entrance Downlight LED Jenis Pencahayaan

200 2. Kasir Hidden Lamp Fluorescent (TL) Accent 3. Bar Downlight Fluorescent (TL) Accent 4. Dining Area 1 Downlight LED 5. Dining Area 2 Downlight LED 6. Dining Area 3 Downlight LED 7. Perpustakaan Downlight LED 8. Studio Foto Downlight LED 9. Kasir Foto Downlight LED Accent 10. Waiting Room Downlight LED 11. VIP Room Downlight LED Accent 12. Meeting Room Downlight Fluorescent (TL) 13. Ruang Manajer Downlight LED 14. Ruang Chef Downlight LED 15. Ruang Pegawai Downlight LED 16. Locker Room Downlight LED 17. Ruang Cetak Foto Downlight LED 18. Kamar Ganti Downlight LED Pengunjung 19. Kamar Ganti Downlight LED Pegawai

201 20. Dapur Downlight LED 21. Dry & Cold Storage Downlight LED 22. Storage Downlight LED 23. Toilet Pegawai Downlight LED 24. Toilet Pengunjung Wanita Downlight LED 25. Toilet Pengunjung Pria Downlight LED 26. Musholla Downlight LED Tabel 4.5 Konsep Pencahayaan Sumber: analisa penulis 4.7 Konsep Penghawaan Konsep penghawaan menggunakan penghawaan alami dan buatan sama seperti pada konsep pencahayaan. AC yang digunakan adalah AC central yang telah tersedia dan penambahan AC split untuk area tertentu. Gambar 4.6 Air Conditioner Sumber: (kiri) yonan.en.alibaba.com (kanan)www.thermospace.com 4.8 Konsep Akustika Ruang Seperti yang telah diuraikan sebelumnya, restoran ini memiliki area semi publik, privat dan servis. Pada area privat tentunya membutuhkan kondisi ruang yang lebih tenang, tidak mendapat gangguan (kebisingan) dari area lain maupun dari luar gedung. Oleh karea itu pemilihan material pada

202 lantai, dinding dan plafon harus diperhatikan. Pemilihan material yang tepat akan meredam suara agar tidak keluar ruang. Untuk itu pada beberapa ruang seperti ruang rapat menggunakan material yang dapat meredam suara seperti karpet sebagai penutup lantai. 4.9 Konsep Signage Pada signage, prinsip dasar desain yang digunakan yaitu menggunakan gabungan antara teks dan simbol. Karena dengan penggabungan ini dirasa lebih efektif karena dapat dibaca oleh seluruh kalangan. Dan untuk semakin memperjelas dan memudahkan pengunjung melihat signage, akan menggunakan bantuan pencahayaan pada signage. Gambar 4.7 Desain Signage Sumber: www.designersign.com 4.10 Image Ruang Image Ruang Image Furniture Spesifikasi Entrance Meja penerima tamu Meja penerima tamu menggunakan material kayu solid dengan desain yang simpel namun tetap dapat menunjukkan identitas restoran. (sumber: SamWon House) Kasir Cashier counter Cashier counter juga menggunakan material kayu yang dilengkapi juga dengan pencahayaan yang akan memberikan kesan warm

203 Bar Meja Bar Meja bar dengan bentuk persegi panjang yang dihiasi dengan ornamen khas Korea. Dining Area 1 Dining Area 2 Meja & kursi Meja dan kursi terbuat dari kayu dengan finishing yang lebih gelap dilengkapi dengan grill, sedangkan untuk lantai dan dinding menggunakan warna yang lebih cerah Sama dengan dining area 1 perbedaan hanya terdapat di jumlah kursi Dining Area 3 Kursi Meja Meja dan kursi terbuat dari kayu solid berwarna gelap. Kursi tanpa kaki (lesehan) namun tetap memiliki sandaran, untuk meja dilengkapi dengan grill. Lantai menggunakan parket berwarna lebih terang dibanding furniture nya. Perpustakaan Rak buku Masih dengan nuansa yang sama dengan dining area 1 & 2. untuk rak buku berupa kayu bulat sebagai strukturnya

204 Studio Foto, Kusi Cashier counter Ruang yang difungsikan untuk pengunjung yang menunggu antrian untuk berfoto. Masih dengan nuansa hanok. Kasir Foto, waiting room Kursi Suasana sama dengan kasir dibagian receptionist dengan bentuk keja kasir persegi panjang yang dihiasi dengan ornamen VIP Room, Meeting room Kursi Material kursi dan meja yaitu kayu solid dengan material lantai parket. Ruang Manajer, Chef Meja dan kursi kerja Suasana yang ingin ditampilkan yaitu suasana yang privat dan bersifat kekeluargaan. Suasana ruang masih sama hanya saja lebih simpel. Ruang Pegawai Suasana ruang sama dengan ruang manajer

205 Dapur Suasana dapur juga lebih simpel dibanding area makan Tolet Wastafel Toilet dengan material dominan kayu berwarna coklat muda Tabel 4.6 Image Ruang Sumber: analisa penulis Image: samwonhouse.com, google.com