BAB IV KONDISI UMUM LOKASI

dokumen-dokumen yang mirip
BAB V PERENCANAAN LANSKAP ANCOL ECOPARK

BAB I PENDAHULUAN. Saat ini kehidupan masyarakat semakin disibukkan dengan berbagai. yang mampu mengembalikan produktivitas.

IV. KONDISI UMUM 4.1 Letak Geografis dan Aksesibilitas

PUBLIC EXPOSE. PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk

KONDISI UMUM. Tabel 13 Letak geografis Jakarta Pusat

3.2 Alat. 3.3 Batasan Studi

ANALISIS DAN SINTESIS

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

IV KONDISI UMUM TAPAK

Data Iklim Rata-Rata Bulanan di Wilayah Penelitian Bulan Curah Hujan (mm)*) Suhu ( C)*)

BAB IV ANALISA TAPAK

KONDISI UMUM WILAYAH. Administrasi dan Teknis

Tabel 7. Luas wilayah tiap-tiap kabupaten di Provinsi Jawa Barat. IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

I. PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat luas dan kaya akan potensi sumber daya

IV. KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN

TINJAUAN PUSTAKA. secara alami. Pengertian alami disini bukan berarti hutan tumbuh menjadi hutan. besar atau rimba melainkan tidak terlalu diatur.

BAB I PENDAHULUAN. Bab I Pendahuluan

BAB II GAMBARAN UMUM WILAYAH PERENCANAAN

BAB III: DATA DAN ANALISA

BAB II LANGKAH PERTAMA KE NIAS

PENGELOLAAN LANSKAP KAWASAN BERTEMA (THEME PARK) DI DUNIA FANTASI TAMAN IMPIAN JAYA ANCOL JAKARTA UTARA DKI JAKARTA. Oleh: PUTERA RAMADHON A

I. PENDAHULUAN. beragam adat istiadat, bahasa, agama serta memiliki kekayaan alam, baik yang ada di

III. BAHAN DAN METODE

IV. GAMBARAN UMUM. Gebernur Provinsi DKI Jakarta Nomor: 202 tahun Hutan Kota

VI. PERENCANAAN LANSKAP PEDESTRIAN SHOPPING STREET

TPL 106 GEOLOGI PEMUKIMAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan,

IV. KONDISI UMUM 4.1 Kondisi Fisik Wilayah Administrasi

BAB I PENDAHULUAN. PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA), berdiri sejak tahun 1966, adalah UKDW

BAB III: DATA DAN ANALISA

PETA SUNGAI PADA DAS BEKASI HULU

BAB IV KONDISI UMUM LOKASI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB IV KONDISI UMUM DAERAH PENELITIAN

BAB 2 DATA DAN ANALISA. berasal dari buku dan sebagian lagi diambil dari website-website. c. Survey lapangan yang dilakukan di Dunia Fantasi

Gambar 2 Peta lokasi studi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Lanskap Perkotaan (Urban Landscape) HUTAN KOTA. Dr. Ir. Ahmad Sarwadi, MEng. Ir. Siti Nurul Rofiqo Irwan, MAgr, PhD.

I. PENDAHULUAN. Pariwisata secara luas adalah kegiatan rekreasi di luar domisili untuk

METODE PENELITIAN. Tempat dan Waktu

I. PENDAHULUAN. untuk memotivasi berkembangnya pembangunan daerah. Pemerintah daerah harus berupaya

RINGKASAN. mendukung keberadaan Taman Laut Banda dengan mempertimbangkan aspek

IV. KONDISI UMUM PENELITIAN

BAB IV KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB 2 LANDASAN PERANCANGAN

V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Secara geografis Kota Bekasi berada posisi 106º55 BT dan 6º7-6º15

BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN Uraian Umum

2015 STRATEGI PENGEMBANGKAN FASILITAS DIJATILUHUR WATER WORLD(JWW) KAB.PURWAKARTA

IV. ANALISIS SITUASIONAL DAERAH PENELITIAN

SLHD Provinsi DKI Jakarta Tahun 2015

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Kampung BatuMalakasari merupakan objek wisata alam dan pendidikan

BAB V ANALISIS SINTESIS

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III ANALISA. Lokasi masjid

BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang

4 KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB 3 TINJAUAN WILAYAH

BAB I PENDAHULUAN. Adanya destinasi pariwisata merupakan salah satu bagian dari pembangunan

BAB I PENDAHULUAN. sudah selayaknya kawasan-kawasan yang berbatasan dengan laut lebih menekankan

IV. KONDISI DAN GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. administratif berada di wilayah Kelurahan Kedaung Kecamatan Kemiling Kota

KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Letak dan Luas. Komponen fisik

BAB 1 PENDAHULUAN RE-DESAIN STADION CANDRADIMUKA KEBUMEN

Bab I Pendahuluan I-1 BAB I PENDAHULUAN I.1 TINJAUAN UMUM

IV. KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Secara Geografis Pantai Sari Ringgung (PSR) terletak di posisi LS dan

3 KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. di Kabupaten Bangka melalui pendekatan sustainable placemaking, maka

4. KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN

HASIL DAN PEMBAHASAN. Identifikasi dan Analisis Kondisi Bantaran

IV. GAMBARAN UMUM WILAYAH

KONDISI UMUM. Sumber: Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Depok (2010) Gambar 12. Peta Adminstratif Kecamatan Beji, Kota Depok

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Berdasarkan olahan data penulis, dengan menggunakan check list maka

I. PENDAHULUAN. berkembangnya pembangunan daerah. Provinsi Lampung merupakan salah satu

TINJAUAN PULO CANGKIR

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 JUDUL Menganti Resort Hotel

PERANCANGAN LANSKAP KAWASAN REKREASI SITU RAWA BESAR, DEPOK. Oleh : YULIANANTO SUPRIYADI A

1 PENDAHULUAN. Latar Belakang

BAB IV GAMBARAN UMUM WILAYAH

BAB III METODOLOGI. 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian

PENGERTIAN GREEN CITY

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu sektor yang memiliki peranan yang cukup besar dalam. pembangunan perekonomian nasional adalah sektor pariwisata.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

alami maupun buatan. Perancangan wisata alam memerlukan ketelitian dalam memilih objek wisata yang akan dikembangkan.

BAB IV. GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN. Secara Geografis Kota Depok terletak di antara Lintang

BAB III KONDISI EKSISTING DKI JAKARTA

BAB III Data Lokasi 3.1. Tinjauan Umum DKI Jakarta Kondisi Geografis

Analisa Manfaat Biaya Proyek Pembangunan Taman Hutan Raya (Tahura) Bunder Daerah Istimewa Yogyakarta

BAB II TINJAUAN UMUM

III. BAHAN DAN METODE. perancangan. Inventarisasi dilaksanakan pada bulan Januari 2010 sampai bulan

BAB III METODOLOGI Tempat dan Waktu Penelitian

KEADAAN UMUM KABUPATEN SINTANG

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

Bab VI KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. kawasan stasiun Pasar Nguter, diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Transkripsi:

16 BAB IV KONDISI UMUM LOKASI 4.1 Deskripsi Umum Taman Impian Jaya Ancol PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk. merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha pembangunan dan jasa konsultasi bidang perencanaan dan pembangunan serta di bidang usaha kawasan pariwisata, perhotelan dan sarana olahraga melalui anak perusahaannya. Taman Impian Jaya Ancol mengelola area pariwisata terintegrasi seluas 552 Ha. Kawasan rekreasi ini dilengkapi dengan fasilitas rekreasi pantai, penginapan, olahraga dan seni, wisata belanja dan wisata pendidikan. PT. Pembangunan Jaya Ancol memilki visi untuk menjadi perusahaan pengembang kawasan wisata terpadu terbesar dan terbaik se-asia Tenggara yang memiliki jaringan sentra rekreasi terluas pada tahun 2015. Dengan misinya adalah sebagai komunitas pembaharuan kehidupan masyarakat yang menjadi kebanggaan bangsa dan senantiasa menciptakan lingkungan sosial yang lebih baik melalui sajian hiburan berkualitas yang berunsur seni, budaya, pengetahuan, dalam rangka mewujudkan komunitas Life Re-Creation yang menjadi kebanggaan bangsa. Sampai bulan Mei 2011 ini, Taman Impian Jaya Ancol telah memiliki fasilitas rekreasi berupa: a. Pantai dan Taman. Pantai dan Taman memiliki 5 pantai (Pantai Festival, Indah, Elok, Ria dan Carnival Beach Club) dan Danau Impian. b. Dunia Fantasi c. Ocean Dream d. Samudra Atlantis e. Sea World f. Putri Duyung Cottages g. Marina Beach h. Pasar Seni i. Hailai Executive Club j. Kereta Gantung (Gondola-sky lift) k. Wisata Kuliner l. Theater 4 dimensi

17 Sejak tahun 2010 Taman Impian Jaya Ancol membuat sebuah wahana baru yang diberi nama Ancol Ecopark. Ancol Ecopark merupakan sebuah taman rekreasi yang berbasis ekologi yang menawarkan hiburan bertema pendidikan dan seni bagi pengunjung kawasan rekreasi Taman Impian Jaya Ancol. Untuk total luasan Ancol Ecopark sendiri berkisar 33,8 ha yang mengambil lahan bekas lapangan golf. Pengerjaan area ini sudah dimulai dari beberapa bulan yang lalu dan masih terus berjalan hingga saat ini dengan rencana pembukaan tahap pertama pada bulan Juni 2011. Pembuatan Ancol Ecopark ini merupakan pengaplikasian langsung tentang kampanye hijau yang sedang digalakkan oleh pihak Taman Impian Jaya Ancol. 4. 2 Sejarah Kawasan Taman Impian Jaya Ancol Berdasarkan data sejarah yang diperoleh dari pengelola dan website resmi Taman Impian Jaya Ancol, pada masa perjuangan dan awal kemerdekaan, Ancol merupakan sebuah kawasan rawa yang tidak terawat dan tempat bersarangnya nyamuk yang menyebabkan penyakit malaria. Oleh karena itu, Presiden pertama Republik Indonesia, Ir.Soekarno, menunjuk Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta dalam hal ini Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo sebagai gubernur DKI Jakarta saat itu untuk melaksanakan gagasannya, yaitu mengembangkan kawasan Ancol yang meliputi areal seluas 552 ha sebagai daerah wisata. Sejak awal berdirinya di tahun 1966, Ancol Taman Impian atau biasa disebut Ancol sudah ditujukan sebagai sebuah kawasan wisata terpadu oleh Pemerintah Propinsi DKI Jakarta. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Pemda DKI menunjuk PT Pembangunan Jaya sebagai Badan Pelaksana Pembangunan (BPP) Proyek Ancol yang dilakukan secara bertahap sesuai dengan peningkatan perekonomian nasional serta daya beli masyarakat. Sejalan dengan perkembangan perusahaan yang semakin meningkat di tahun 1992 status Badan Pelaksana Pembangunan (BPP) Proyek Ancol diubah menjadi PT Pembangunan Jaya Ancol sesuai dengan akta perubahan No. 33 tanggal 10 Juli 1992 sehingga terjadi perubahan kepemilikan dan prosentase kepemilikan saham, yakni 20% dimiliki oleh PT Pembangunan Jaya dan 80% dimiliki oleh Pemda DKI Jakarta.

18 Pada 2 Juli 2004 Ancol melakukan go public dan mengganti statusnya menjadi PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk., dengan kepemilikan saham 72% oleh Pemda DKI Jakarta dan 18% oleh PT Pembangunan Jaya dan 10% oleh masyarakat. Langkah go public ini dilakukan untuk lebih meningkatkan kinerja perusahaan, karena akan lebih terkontrol, terukur, efisien dan efektif dengan tingkat profesionalisme yang tinggi serta menciptakan sebuah Good & Clean Governance. Kinerja dan citra yang positif ini akan menjadikan perusahaan terus tumbuh dan berkembang secara sehat di masa depan. 4.3 Struktur Organisasi Perusahaan Ancol Ecopark merupakan salah satu kawasan rekreasi yang berada di kawasan rekreasi Taman Impian Jaya Ancol. PT. Taman Impian Jaya Ancol merupakan salah satu anak usaha dari PT. Pembangunan Jaya Ancol yang sekarang berstatus Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). PT. Pembangunan Jaya Ancol merupakan hasil kerjasama Pemda DKI Jakarta dengan PT. Pembangunan Jaya, dengan status kepemilikan 72% Pemda DKI Jakarta, 18% PT. Pembangunan Jaya dan 10% publik. Tingkatan pimpinan di Taman Impian Jaya Ancol ini adalah Direktur Utama, Direktur, Direktorat, Kepala Divisi, Kepala Departemen/General Manager (Lampiran 2). Hingga saat ini, Ancol Ecopark belum memiliki divisi manajemen khusus yang menanganinya. Pembentukan manajemen Ancol Ecopark masih dalam proses penyusunan lebih lanjut. Oleh karenanya, saat ini proses pembangunan Ancol Ecopark masih dipegang oleh pihak Taman Impian Jaya Ancol. Maka dari itu, mahasiswa melakukan magang di Departemen Perencanaan Rekreasi dan Resort, Taman Impian Jaya Ancol untuk mempelajari tentang proses pembangunan Ancol Ecopark. Pada Departemen Perencanaan Rekreasi dan Resort, tingkatan kepemimpinannya adalah Kepala Departemen, Kepala Bidang, Kepala Bagian, dan Kepala Seksi (Lampiran 3). Sementara pada proses magang ini, mahasiswa berada dibawah bimbingan Kepala Bagian Lanskap di Deapartemen Perencanaan Rekreasi dan Resort. Bagian Lanskap di Taman Impian Jaya Ancol lebih fokus pada perencanaan tanaman, sedangkan untuk elemen lainnya bekerjasama dengan bagian arsitektur, sipil dan desain.

19 4.4 Letak dan Luas Kawasan Ancol Ecopark Taman Impian Jaya Ancol merupakan kawasan rekreasi yang berada di Jakarta Utara dengan posisi yang berbatasan langsung dengan pantai utara Pulau Jawa. Posisi Ancol Ecopark tidak jauh dari pinggir pantai Festival. Alamatnya terletak di Jalan Lodan Timur, Jakarta Utara. Adapun batasan kawasan Ancol Ecopark adalah sebagi berikut : Utara : Hotel Mercure Selatan : Kali Ancol Barat : Dunia Fantasi dan Hailai Timur : Pasar Seni dan Atlantis Dilihat dari ekosistem lingkungannya yang terletak di dekat pantai, maka sedikit banyak karakteristik ekosistem pantai mempengaruhi lingkungan Ancol Ecopark, seperti kekuatan hembusan angin, kandungan garam pada tanah, serta vegetasi utama daerah pantai yaitu pohon kelapa. Pada konsepnya Green Mission Paintball merupakan bagian dari Ancol Ecopark, namun GM Paintball saat ini telah dibuka dan memiliki loket masuk yang berbeda dengan Ancol Ecopark. Kawasan Ancol Ecopark memiliki luas 33,8 ha (berdasarkan luasan siteplan) dengan sebuah kanal dengan panjang 2,5 km yang berfungsi sebagai tampungan air tadah hujan. Luas Ancol Ecopark memiliki uraian yang dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2 Uraian Luas Area Kawasan Ancol Ecopark No Uraian Luas Satuan 1 Kanal 37,645 m² 2 Danau 15,92 m² 3 Pedestrian 14,939 m² 4 Jalur Sepeda 5,254 m² 5 Learning Farm 2,813 m² 6 Aquascan 2,297 m² 7 Toilet Barat, Musholla dan Perkerasan 201 m² 8 Toilet Timur 101 m² 9 Power Plant 171 m² 10 Exhibition Hall 6,372 m² 11 Parkir (perkerasan) 26,095 m² 12 Paintball 11,101 m² 13 Area Hijau 215,381 m² Total 338,291 m² Sumber : Dept. Perencanaan Rekreasi dan Resort Taman Impian Jaya Ancol

20 4.5 Aksesibilitas Aksesibilitas dapat dikatakan berupa segala infrastruktur yang transportasi yang mengakomodir wisatawan dari, ke dan selama kegiatan rekreasi di dalam area wisata berlangsung. Taman Impian Jaya Ancol memiliki lokasi yang strategis karena berada dekat dengan pusat Kota Jakarta. Selain lokasinya yang strategis, Taman Impian Jaya Ancol juga dilengkapi kemudahan akses transportasi untuk beberapa jenis transportasi. Bagi pengunjung yang membawa kendaraan pribadi, kemudahan akses dapat melalui Jalan Tol Tanjung Priok dan keluar langsung di exit tol Ancol. Setelah itu saat ini pengunjung dapat masuk Taman Impian Jaya Ancol melalui 3 gerbang, yaitu gerbang carnaval, gerbang PMK dan gerbang Hailai (Ancol Barat). Sebenarnya Taman Impian Jaya Ancol memiliki satu gebang lagi yaitu gerbang Ancol Timur yang biasa menjadi gerbang utama, namun saat ini sedang dalam tahap renovasi, sehingga dialihkan ke gerbang PMK. Bagi pengunjung yang menggunakan kendaraan umum, kemudahan akses dapat dirasakan dengan beroperasinya Transjakarta Busway koridor V jurusan PGC-Ancol dan koridor VII dengan jurusan Kampung Melayu-Ancol. Pemberhentian kedua jalur tersebut berada pada shelter di depan Dunia Fantasi Ancol (DUFAN). Selain itu, ada pula kemudahan transportasi umum yang dapat digunakan pengunjung, yaitu dengan adanya kereta wisata. Pihak PT. Taman Impian Jaya Ancol melakukan kerjasama dengan PT.KAI untuk menyediakan kereta wisata dengan jurusan Bogor-Ancol yang langsung masuk kedalam kawasan Taman Impian Jaya Ancol. Namun kereta wisata ini hanya tersedia pada hari Sabtu, Minggu dan Libur. 4.6 Tanah dan Topografi Tanah yang berada di Kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta pada awalnya berupa tanah rawa. Tanah asli kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta memiliki sifat massa tanah yang mudah terpisah karena memiliki tekstur pasir yang dominan dan miskin terhadap unsur hara. Untuk menunjang pelaksanaan pembangunan proyek TIJA, Jakarta Baycity, kawasan ini mengalami

21 reklamasi dengan menggunakan pasir dari laut Ancol sebanyak 100,7 juta m3 dengan ketebalan mencapai 2,5 m. Proses ini memerlukan waktu hingga 5 tahun, selanjutnya ditimbun kembali dengan tanah urugan dan tanah latosol yang berasal dari Bekasi dan Tengerang. Pada kawasan Ancol Ecopark khususnya, membutuhkan tanah yang lebih stabil yang sesuai untuk habitat tumbuhan. Oleh karenanya, hampir secara keseluruhan tanah rawa eksisting di Kawasan Ancol Ecopark ini ditimbun menggunakan tanah merah super. Tanah merah super sendiri merupakan jenis dari tingkatan kualitas tanah itu sendiri. Topografi di Kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Baycity relatif datar dengan ketinggian 0-5 mdpl. Di beberapa area TIJA seperti pada kawasan Ancol Ecopark, topografinya di desain berbukit-bukit guna kepentingan estetika dan fungsional. 4.7 Hidrologi Kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta mengalami pencampuran air laut sehingga daerah tepi pantai memiliki kandungan garam yang tinggi. Oleh karena itu, air tanah dan air laut yang berada di Kawasan Taman Impian Jaya Ancol bersifat payau. Kawasan Ancol memiliki dua sistem saluran DAS, yaitu Kali Ancol dan Kali Bintang Mas. Kali Bintang Mas merupakan saluran penting di Kawasan Ancol karena berfungsi sebagai badan penerima air buangan limbah rumah tangga dan banjir kanal dari kawasan Gunung Sahari dan Sungai Ciliwung. Drainase yang terdapat di Kawasan Taman Impian Jaya Ancol menggunakan sistem drainase terbuka. Pembuangan dari drainase ini menuju ke Kali Martadinata. Untuk kawasan Ancol Ecopark sendiri, drainase berupa kanal dengan air yang berasal dari tadahan air hujan. Namun, karena lokasinya yang berbatasan langsung dengan laut sehingga air yang tertampung pun bersifat payau. Air kanal tersebut biasa digunakan untuk penyiraman beberapa tanaman di Ancol Ecopark. Tetapi beberapa tanaman yang baru di tanam masih membutuhkan adaptasi dengan air payau. Sehingga ada beberapa tanaman di Ancol Ecopark yang harus disiram dengan air yang berasal dari truk air taman yang sumber airnya berasal

22 dari PT. PAM. Hal ini terutama dilakukan pada tanaman-tanaman yang letaknya jauh dari kanal. Selain itu pada Ancol Ecopark, terdapat saluran pompa drainase besar yang berfungsi untuk membuang air kanal yang berlebih ke laut. Hal ini terutama terjadi ketika curah hujan tinggi di Kawasan Taman Impian Jaya Ancol. Pompa drainase besar tersebut secara otomatis mengalirkan air kanal ke laut ketika jumlah air yang tertampung telah melebihi ambang batas. Pada rencana kedepannya, pola penyiraman tanaman di Ancol Ecopark akan dibantu dengan adanya sprinkler. Dengan adanya sprinkler, penyiraman tanaman akan lebih mudah bagi pemelihara, karena dengan begitu, pemelihara hanya perlu mengaktifkan satu kontrol pusat untuk melakukan penyiraman di seluruh Kawasan Ancol Ecopark. 4.8 Iklim Kondisi iklim Jakarta Utara - Tanjung Priok berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Meteorologi dan Geofisika, Kemayoran yang terletak pada posisi 6,10º LS dan 106,83º BT dengan ketinggian stasiun pada 2 mdpl menunjukkan Kawasan Ancol memiliki curah hujan rata-rata bulanan selama tahun 2009 sebagai berikut : (Sumber: Badan Meteorologi dan Geofisika Kemayoran, Jakarta, 2011) Gambar 2 Data Curah Hujan Rata-Rata Bulanan Kawasan Ancol 2005-2009

23 Terlihat bahwa curah hujan tertinggi rata-rata terjadi pada bulan Februari sebesar 498,52 mm dan terendah pada bulan Juli sebesar 18,42 mm. Sementara itu untuk suhu udara rata-rata bulanan di kawasan Ancol ini memiliki data sebagai berikut : (Sumber: Badan Meteorologi dan Geofisika Kemayoran, Jakarta, 2011) Gambar 3 Data Suhu Udara Rata-Rata Bulanan Kawasan Ancol 2005-2009 Dari data tersebut terlihat bahwa suhu udara rata-rata bulanan tertinggi di kawasan Ancol terjadi pada bulan September dengan suhu 29,5 ºC dan suhu terendah pada bulan Februari dengan suhu sebesar 27,3ºC. Kemudian untuk data kelembaban rata-rata bulanan pada Kawasan Ancol didapatkan data sebagai berikut : (Sumber: Badan Meteorologi dan Geofisika Kemayoran, Jakarta, 2011) Gambar 4 Data Kelembaban Rata-Rata Bulanan Kawasan Ancol 2005-2009

24 Dari data tersebut terlihat bahwa kelembaban rata-rata bulanan tertinggi di Kawasan Ancol terjadi pada bulan Februari dengan kelembaban 82%dan terendah terjadi pada bulan Agustus dan Oktober yaitu sebesar 70%. 4. 9 Vegetasi dan Satwa Ancol Ecopark memiliki berbagai koleksi vegetasi yang dapat dikatakan sangat beragam spesiesnya. Secara umum vegetasi yang ada dalam taman ini terdiri dari vegetasi rumput, penutup tanah (ground cover), semak, perdu, tanaman merambat (climber), tanaman air (aquatic), dan pohon. Spesies vegetasinya pun masih terus dikembangkan oleh pihak perencanaannya. Karena Ancol Ecopark ini merupakan lahan bekas lapangan golf, maka vegetasi eksistingnya didominasi oleh pohon kelapa (Cocos nucifera). Ancol Ecopark bertujuan utama sebagai taman ekologi dengan elemen utamanya adalah vegetasi yang bervariasi. Sehingga pada proses perencanaannya banyak sekali ditanam vegetasi baru yang menyesuaikan 4 pilar konsep area pada Ancol Ecopark yaitu Eco Art, Eco Nature, Eco Energy, dan Eco Care. Untuk tanaman yang kurang sesuai dengan konsep, pihak perencanaan melakukan pemindahan tanaman tersebut. Namun ada juga beberapa tanaman yang harus ditiadakan, yaitu tanaman yang tidak sesuai konsep dan kondisinya pun sudah buruk. Untuk daftar nama tanaman yang terdapat di Ancol Ecopark dapat dilihat di Lampiran 4. Sementara, untuk jenis satwa yang sudah ada di Ancol Ecopark saat ini adalah rusa pada deer island, angsa putih, beberapa spesies burung dan monyet liar, ikan-ikan seperti ikan nila, ikan mujair, ikan lele, burung pelikan. Untuk kedepannya masih akan ada lagi satwa-satwa yang dipelihara di Ancol Ecopark yang akan menambah variasi atraksi wisata bagi pengunjung. 4. 10 View Pemandangan di dalam kawasan Ancol Ecopark didominasi oleh vegetasi. Bad view dari luar kawasan Ancol Ecopark yang berupa gedung-gedung dan pemukiman pun berusaha ditutupi oleh screen berupa pohon-pohon tinggi yang mengelilingi seluruh kawasan Ancol Ecopark. Kebisingan yang timbul dari Jalan Tol Tanjung Priok pun berusaha diredam dengar deretan pohon-pohon tinggi, dan

25 ditutupi oleh Exhibition Hall yang nantinya akan dilapisi vertical garden pada dindingnya. Kondisi hijau seperti itu jelas jarang sekali kita jumpai di tengah padatnya Kota Jakarta ini, sehingga semua pemandangan hijau yang terdapat di Ancol Ecopark bisa dikatakan sebagai Good view yang akan menarik minat wisatawan untuk mengunjunginya. 4. 11 Sosial dan Ekonomi Kondisi saat ini memperlihatkan bahwa kawasan di sekitar lokasi Taman Impian Jaya Ancol telah berkembang menjadi sebuah kawasan yang lebih maju dan padat. Kepadatan ini dapat dilihat dari jumlah pemukiman, pusat perbelanjaan dan kawasan perdagangan yang semakin berkembang di sekitar kawasan Taman Impian Jaya Ancol. Sebagian besar tenaga kerja di Taman Impian Jaya Ancol merupakan penduduk sekitar lokasi yang merupakan warga Kelurahan Ancol. Terserapnya tenaga kerja lokal yang berasal dari penduduk sekitar lokasi kegiatan kawasan Taman Impian Jaya Ancol merupakan tujuan dan tuntutan diawal pembangunan kawasan ini. Setidaknya 20% dari tenaga kerja di Kawasan Taman Impian Jaya Ancol merupakan penduduk lokal yang tinggal di sekitar kawasan tersebut. Hal ini bertujuan untuk memberikan manfaat dari keberadaan Taman Impian Jaya Ancol bagi warga sekitarnya. Keberadaan Taman Impian Jaya Ancol ditujukan untuk segala lapisan masyarakat dengan berbagai tingkatan umur. Berbagai area yang ada di Taman Impian Jaya Ancol ditujukan untuk dapat mengakomodir segala tujuan wisata bagi setiap pengunjung. Berdasarkan data bulan Mei 2011, harga tiket masuk Taman Impian Jaya Ancol adalah Rp. 15.000 per orang, Rp. 15.000 per mobil serta Rp. 10.000 untuk motor. Ancol Ecopark nantinya pun ditujukan untuk berbagai lapisan masyarakat yang ingin lebih mengenal lingkungan alam. Pihak Pembangunan Jaya Ancol menargetkan bahwa pengunjung yang akan datang ke Ancol Ecopark dapat mencapai 15 juta orang pada tahun pertama pembukaannya, dengan puncak kunjungan pada musim liburan sekolah.