BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. menyediakan kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari-hari. Alfamart juga dapat

BAB I PENDAHULUAN. peritel tetap agresif melakukan ekspansi yang memperbaiki distribusi dan juga

BAB II DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN

I. PENDAHULUAN. Dewasa ini perkembangan dunia bisnis semakin pesat, ditandai dengan makin

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Seiring dengan perkembangan bisnis ritel, pada saat ini bisnis ritel tidak

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. analisis data Structural Equation Modelling maka dapat disimpulkan sebagai

BAB II DESKRIPSI PT.MIDI UTAMA INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN Sejarah PT Carrefour di Indonesia

1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. modern semakin meningkat. "Perkembangan itu sejalan dengan tumbuhnya Mall

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN UKDW. banyak bermunculan perusahaan dagang yang bergerak dibidang

BAB I PENDAHULUAN. mereka memanfaatkan peluang-peluang bisnis yang ada dan berusaha untuk

I. PENDAHULUAN. Sejalan dengan perkembangan perekonomian dan semakin banyaknya

BAB I PENDAHULUAN. Pada saat kita berbelanja di supermarket, hypermarket maupun minimarket,

BAB I PENDAHULUAN. dengan banyaknya produk yang ditawarkan oleh pihak pemasar kepada

BAB I PENDAHULUAN. Perdagangan bisnis retail (perdagangan eceran) di Indonesia pada akhirakhir

BAB 1 PENDAHULUAN. semakin banyaknya bisnis ritel tradisional yang mulai membenahi diri menjadi bisnis ritel

BAB I PENDAHULUAN. membuat para pelaku bisnis harus mampu bersaing. Persaingan yang terjadi tidak

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan bisnis ritel di Indonesia pada saat ini semakin cepat salah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat seiring

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua variabel bebas

STUDI KASUS SIKLUS PENDAPATAN ALFAMART

ANALISIS PERSAINGAN INDOMARET DAN ALFAMART

BAB I PENDAHULUAN. berupa pusat-pusat pertokoan, plaza, minimarket baru bermunculan di berbagai

BAB I PENDAHULUAN. lainnya. Globalisasi menuntut kebutuhan akan arus informasi dan pengetahuan yang sangat

I. PENDAHULUAN. apa yang dibutuhkan oleh konsumen dan tidak mengetahui bagaimana cara

BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

BAB I PENDAHULUAN. henti-hentinya bagi perusahaan-perusahaan yang berperan di dalamnya. Banyaknya

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Objek Penelitian Profil Perusahaan PT Trans Retail Indonesia

Judul : Pengaruh Retail Marketing Mix

PUBLIC EXPOSE. PT Midi Utama Indonesia Tbk Tangerang, 27 Mei 2016

BAB 1 PENDAHULUAN 1-1

BAB I PENDAHULUAN. membuat sebagian besar rakyat Indonesia terjun ke bisnis ritel. Bisnis ritel

III. METODE PENELITIAN. Ada dua jenis data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu data sekunder dan

BAB 1 PENDAHULUAN. jenis seperti kios, pasar modern/tradisional, department store, butik dan lain-lainnya

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

PENGARUH KUALITAS LAYANAN, KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP MINAT BELI ULANG PADA ALFAMART BUDURAN SIDOARJO

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Perkembangan dunia bisnis jasa saat ini sudah banyak dijumpai di setiap kota

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 1 PENDAHULUAN. Perdagangan eceran atau sekarang kerap disebut perdagangan ritel, bahkan

BAB I PENDAHULUAN. tiap tahun naik sekitar 14%-15%, dalam rentang waktu tahun 2004 sampai dengan

2 Gambar 1.1 TOP 5 Teratas (Pembelian Produk/Jasa secara Online) Sumber : Nielsen Global Survey of E-Commerce, Q Konsumen digital Indonesia meni

BAB I PENDAHULUAN. persaingan pasar yang ketat ini sebuah bisnis atau perusahaan dituntut untuk

BAB I PENDAHULUAN. perkembangannya, namun perekonomian Indonesia mampu tumbuh dalam tingkat

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Sejarah Singkat Perusahaan

BAB I PENDAHULUAN. Pertumbuhan jasa pelayanan perbankan dari tahun ke tahun selalu

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Bab 2 GAMBARAN UMUM OBJEK

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Kotler (2009 ; 215) : Eceran (retailing)

BAB I PENDAHULUAN. Dengan jumlah penduduk yang lebih dari 250 juta jiwa pada tahun 2014,

BAB I PENDAHULUAN. Bisnis Ritel di Indonesia secara umum dapat diklasifikasikan menjadi dua

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian (Buchari Alma, 2005:130

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan bisnis eceran (retailer business) yang ada di Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. mencapai lebih dari 240 juta pelanggan pada akhir tahun 2011 lalu. naik 60 juta

BAB III PERSAINGAN USAHA WARALABA INDOMARET DAN ALFAMART DI TENGAH MASYARAKAT PEDAGANG KELONTONG

BAB 1 PENDAHULUAN. hal itu, Ghanimata (2012) mengatakan para pemasar harus menerapkan. ujung tombak keberhasilan pemasaran.

BAB I PENDAHULUAN. kepada perorangan untuk keperluan diri sendiri, keluarga, atau rumah tangga.

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia menjadi kokoh, sejak Undang-Undang Dasar Republik Indonesia

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian

BAB 1 PENDAHULUAN. Dewasa ini permintaan dan kebutuhan konsumen mengalami perubahan dari waktu

BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini perhatian terhadap kepuasan pelanggan atau ketidakpuasan UKDW

BAB 1 PENDAHULUAN. Perubahan dan perkembangan kondisi pasar juga menuntut peritel untuk

BAB I PENDAHULUAN. Industri ritel merupakan salah satu industri yang strategis di Indonesia.

BAB I PENDAHULUAN. memberikan keuntungan dan menghidupi banyak orang. Pada saat krisis UKDW

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB 1 PENDAHULUAN. dalam sektor industri manufaktur maupun jasa. Perusahaan harus

BAB I PENDAHULUAN UKDW. menjadi pasar yang sangat berpotensial bagi perusahaan-perusahaan untuk

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. lebih cenderung berbelanja ditempat ritel modern. Semua ini tidak lepas dari pengaruh

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. hari yang dimiliki oleh PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk. Pada tahun 1989

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

AGEN PULSA ALFAMART & DO

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Loyalitas pelanggan merupakan bagian penting bagi suatu perusahaan

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan yang lain, melainkan antara satu supply chain dengan supply

BAB 1 PENDAHULUAN. Dunia bisnis ritel di Indonesia telah berkembang demikian pesat sesuai dengan

BAB I PENDAHULUAN. menunjukkan peningkatan yang signifikan pada periode pasca krisis moneter

BAB I PENDAHULUAN. Bisnis eceran ( Retail Businesses ) atau yang juga populer dengan sebutan

satu yang bisa disebut sukses adalah Hero Supermarket. Dengan jumlah cabang

BAB I PENDAHULUAN. Pada masa pembangunan yang semakin berkembang seperti sekarang. ini, pertumbuhan ekonomi dan industri di Indonesia telah banyak

BAB IV ANALISIS DATA

BAB I PENDAHULUAN. mengalami perubahan dari profit orientied kepada satisfied oriented agar mampu

(Diferentiated Marketing)

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB II KERANGKA TEORI. atau jasa secara langsung kepada konsumen akhir untuk penggunaan pribadi

BAB I PENDAHULUAN UKDW. alat pemasaran yang disebut dengan bauran pemasaran(marketing mix). Marketing

BAB I PENDAHULUAN. menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk dan jasa yang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan

BAB I PENDAHULUAN. dilihat dari bertumbuhnya bisnis-bisnis ritel modern yang bergerak dipusat-pusat

BAB I PENDAHULUAN. sektor yang memiliki prospektif peluang besar dimasa sekarang maupun

Transkripsi:

BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Perusahaan Alfamart merupakan merek jaringan minimarket yang dioperasikan oleh badan usaha yang bernama PT Sumber Alfaria Trijaya (PT SAT). Data per 31 Maret 2013, komposisi kepemilikan saham terdiri dari PT Sigmantara Alfindo (54,02%), Arisaig Asia Consumer Ltd. (5.94%) dan Masyarakat (40,04%). Pada tanggal 15 Januari 2013 PT Sumber Alfaria Trijaya mengakuisisi PT Midimart Utama yang mempunyai merek dagang ritel Alfamidi, sebesar 54.57%, sehingga sejak saat itu Alfamidi resmi menjadi anak perusahaan Alfamart, dan per 22 Desember 2014 PT. Sumber Alfaria Trijaya menambah jumlah kepemilikan menjadi 86,72%. Toko pertama beroperasi di Jl Beringin-Tangerang pada 18 Oktober 1999 dengan brand Alfa minimart baru pada 1 Januari 2003 berubah nama menjadi Alfamart. Alfamart berkembang sangat pesat, sampai dengan Desember 2014 ini total toko telah mencapai jumlah toko sebesar 9.861 toko. Sejalan dengan visinya yaitu untuk menjadi jaringan distribusi yang dimiliki oleh masyarakat luas, dari total tersebut, dimana kurang lebih sebanyak 30%-nya dioperasikan dengan sistem franchise. Tercantum di dalam visinya bahwa Alfamart akan mampu bersaing secara global, dan hal itu di wujudkan oleh manajemen Alfamart dengan membuka cabang di Philipina yang toko pertamanya di buka pada tanggal 27 Juni 2014 di 17

18 Manila, Philipina. Sampai dengan Desember 2014, Alfamart sudah memiliki 22 toko di Philipina. Sasaran pasar berikutnya adalah negara Vietnam dan Malaysia. Visi : Menjadi jaringan distribusi retail terkemuka yang dimiliki masyarakat luas, berorientasi kepada pemberdayaan pengusaha kecil, pemenuhan kebutuhan dan harapan konsumen, serta mampu bersaing secara global. Misi : Memuaskan kebutuhan pelanggan/konsumen dengan memfokuskan diri pada produk dan pelayanan yang berkualitas tinggi Mengimplementasikan etika bisnis dalam usahanya untuk memberikan yang terbaik dalam setiap tindakan Berpartisipasi dalam pengembangan semangat wiraswasta dalam masyarakat Mengembangkan suatu organisasi global yang terpercaya, sehat, dan selalu berkembang, yang dapat memberikan keuntungan pada konsumen, suplier, karyawan, pemilik saham, dan masyarakat pada umumnya Budaya - Integritas yang tinggi - Inovasi untuk kemajuan yang lebih baik - Kualitas dan Produktifitas yang tertinggi - Kerjasama tim - Kepuasan pelanggan melalui standart pelayanan yang terbaik

19 2.2 Lingkup dan Bidang Usaha Alfamart telah dikenal sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan eceran yang menyediakan keperluan sehari-hari masyarakat Indonesia. Usaha perdagangan eceran memerlukan keandalan, keterkaitan, harga yang terbaik dan keramahan, kepedulian akan layanan dan itulah hal-hal yang utama dirasakan oleh mereka yang berlanggan pada jaringan usaha Alfamart. PT Sumber Alfaria Trijaya TBK kini mengoperasikan dua jenis toko yaitu toko reguler dan toko franchise. Toko reguler 100% permodalan dikeluarkan oleh PT. Sumber Alfaria Trijaya sebagai pemilik, dan untuk toko Franchise, permodalan ditanggung oleh franchisee 100%, modal tersebut digunakan untuk pembelanjaan peralatan toko, sewa gedung, dan untuk membayar renovasi sehinggai tampilan toko sesuai standar perusahaan. Dalam memenuhi kebutuhan konsumen saat ini Alfamart juga menyediakan tempat pembayaran cicilan seperti cicilan sepeda motor, pembayaran PLN, pemesanan tiket pesawat, dan sekarang sedang dikembangkan sistem pengiriman barang atau pengiriman paket. Alfamart juga melayani permintaan para pedagang kecil seperti warung rokok di pinggir jalan atau warung rumahan, keuntungan yang diambil sangatlah kecil sehingga harganya bisa masuk sebagai harga pedagang, sehingga bisa dijual kembali oleh para pemilik warung. Untuk menarik lebih banyak pelanggan datang berbelanja, Alfamart melakukan renovasi toko agar terlihat lebih menarik dan juga menjadi lebih efisien dalam pengaturan area penjualan, sehingga produktifitas penjualan dapat

20 ditingkatkan. Selain itu untuk menanggapi kompetisi yang ketat di industri eceran belakangan ini, Alfamart dalam memasarkan produknya melakukan beberapa program yang akan menarik konsumen seperti Kejutan awal tahun, Semarak Ulang Tahun Alfamart dan Senyum Keluarga Indonesia. 2.3 Sumber Daya Struktur organisasi Struktur organisasi yang dianut oleh PT SAT adalah struktur organisasi fungsional. Tiap bagian fungsional memiliki tugas dan tanggung jawab masingmasing dan saling berkoordinasi untuk mencapai sasaran perusahaan. Koordinasi yang dilakukan bersifat top down dan bottom up. Sampai dengan tahun 2014, PT SAT memiliki 28 cabang dimana masing-masing cabang memiliki distribution centre dan kegiatan operasional tersendiri. Seluruh cabang bertanggung jawab kepada kantor pusat.

21 MANAGING DIRECTOR OPERATION DIRECTOR GM REGION I GM REGION II GM REGION III GM REGION IV GM REGION V BRANCH BRANCH BRANCH LOCATION MARKETING AREA WH MD FRANCHISE MARKETING Gambar II.1 Struktur Organisasi PT. Sumber Alfaria Trijaya Sumber : PT. Sumber Alfaria Trijaya, 2015 PT SAT men-deliver Alfamart sehingga bisa dikenal oleh masyarakat luas antara lain berkat dukungan semua bagian terkait di internal PT SAT, yaitu : Divisi Location, yang mencari titik-titik lokasi yang strategis sehingga Alfamart mudah di jangkau Divisi Merchandising, dengan support negosiasi dengan pihak principals/suppliers sehingga ketersediaan produk jual di Alfamart terorganisir dengan sedemikian baiknya

22 Divisi Franchise, dengan upaya-upaya pendekatan kepada masyarakat luas dalam hal sosialisasi franchise sehingga Alfamart dikenal sebagai mitra bisnis yang menguntungkan di mata para franchise. Upaya sosialisasi franchise Alfamart antara lain dengan melakukan presentasi di tiap kantor cabang setiap pada hari & jam yang ditentukan, mengikuti berbagai pameran franchise, dan team franchise juga aktif mendatangi koperasi, pesantren, UKM serta berbagai instansi pemerintah dalam hal penawaran franchise. Divisi Marketing dengan strategi pemasarannya yang market oriented berupaya agar Alfamart dikenal lebih dekat oleh masyarakat luas. Divisi IT, dengan support mekanisme program-program promosi serta kekuatan CRM sehingga bisa memberikan value added kepada konsumen sehingga program-program consumer promo di toko Alfamart dapat memudahkan transaksi konsumen. Dvisi Human Capital, yang senantiasa memberikan pelatihan intensif kepada para front liners (kasir serta personil toko lainnya yang berhubungan langsung dengan konsumen) berupa konsep melayani yang terstandar menjadikan Alfamart dikenal masyarakat sebagai modern outlet yang memiliki kualitas layanan yang tinggi. Corporate Communication Dept, dengan komitmen yang tinggi untuk menjalankan community development atau kegiatan-kegiatan CSR sehingga Alfamart tidak saja dikenal sebagai minimarket yang melayani konsumen

23 tetapi juga sahabat masyarakat di sekitarnya juga concern akan hubungan sosial dengan masyarakat sekitarnya. 2.4 Tantangan Bisnis Kecilnya diferensiasi mengakibatkan konsumen mudah beralih dan berimplikasi pada loyalitas konsumen yang rendah Membengkaknya tarif listrik, BBM, serta UMR mengakibatkan biaya operational semakin membengkak sehingga memaksa pemain ritel harus bisa bermain seefisien mungkin untuk tetap beroperasi dan meraih laba yang wajar. Semakin menantangnya pengaturan sumber daya manusia, dimana karyawan frontliner terdiri dari generasi Y yang sering mempertanyakan kebijakan dan mudah terbawa arus pemberitaan negatif di sosial media. Di sisi lain semakin sulitnya menerapkan budaya melayani di jajaran frontliner kepada konsumen Pemerintah yang semakin membatasi ruang gerak modern outlet Para peritel tradisional yang merasa semakin terdesak sementara value proposition yang ditawarkan cenderung kurang di appreciate oleh konsumen Daya tarik industri yang menarik cenderung dijadikan peluang oleh para pemain ritel raksasa untuk merambah pada bisnis minimarket, hal ini menjadi ancaman karena mereka sudah punya bargaining power yang baik dengan para prinsipal/suplier ditambah pengalaman yang cukup lama dibidang ini.

24 2.5 Proses Bisnis Penjabaran strategi Alfamart dituangkan dalam marketing plan yang dibuat dalam bentuk yearly plan pada bauran pemasaran 2.5.1 Product Dari kacamata konsumen, Alfamart dipersepsikan konsumen sebagai toko yang modern, trendi dengan pelayanan yang ramah. Dari value proposition yang ada, kami berupaya untuk terus menambahkan atribut-atribut lain yang membawa manfaat Berdasarkan hasil riset Nielsen yang menyebutkan konsumen membawa anak dan keluarga ketika berbelanja dan anak-anak ini sering kali menjadi influencer untuk orang tuanya, kami berupaya membuat kenyaman tambahan dengan menempatkan kiddy rides di hampir seluruh toko kami, tujuannya jelas. Selain itu kualitas layanan juga selalu ditingkatkan dan sebagai indikator untuk mengukur kepuasan konsumen, di layar komputer kasir dual screen kami, ada pilihan tanggapan pelayanan dari konsumen apakah puas atau tidak puas Dengan kekuatan IT, telah diluncurkan program membercardship, yaitu Kartu AKU dengan total member per Desember 2014, sebanyak 4 juta member. Menyadari bahwa Alfamart merupakan bagian dari masyarakat dan berupaya untuk peka dengan kondisi sekitar, Alfamart juga melakukan pengembangan untuk menggandeng UKM dengan memfasilitasi usaha kecil berjualan di Alfamart dengan gerobak UKM, memberikan kemudahaan supply barang kepada pedagang kecil melalui konsep Kartu AKU pedagang, dll

25 2.5.2 Pricing Kebijakan pricing di Alfamart berada di tangan merchandising dept, Umumnya, penentuan pricing dilakukan berdasarkan penetapan harga berdasarkan biaya (cost based pricing). Dengan perhitungan HPP produk ditambah dengan tingkat margin yang dipatok oleh perusahaan dan dasar pengenaan harga jual ini tentunya juga mempertimbangkan harga pasar dan batas tertentu yang ditoleransi oleh pemasok serta persepsi yang ditimbulkan oleh konsumen. Dalam upaya menguatkan image harga pas atau cenderung murah, secara rutin dilakukan discount policy yang dikomunikasikan melalui mailer serta beberapa media print ad (tabloid, surat kabar). Dari hasil riset Nielsen juga disebutkan ternyata konsumen modern outlet mengklaim suatu ritel mahal atau murah karena berdasarkan persepsi, persepsi ini terbentuk dari berbagai hal, mulai dari pengalaman sendiri, orang lain serta informasi-informasi lainnya. Untuk itu upaya-upaya menanamkan harga pas terus dilakukan oleh tim kami (akan dijabarkan dalam strategi komunikasi). 2.5.3 Place Karena faktor kemudahan lokasi merupakan salah satu KSF di bisnis ritel, lokasi toko-toko baru Alfamart selalu dicari ditempat-tempat yang strategis dan cenderung dekat dengan lingkungan perumahan, fasilitas publik, sekolah serta gedung perkantoran.

26 Sebelum pendirian Alfamart, tim location dept kami melakukan survey lapangan terlebih dahulu, potensi pasarnya dianalisis. 2.5.4 Promotion Aktivitas promosi tersebut antara lain : Strategi komunikasi ATL & BTL dan juga saat ini difokuskan juga media digital serta aktivitas di social media network. Program promosi Special Big Event seperti : Kejutan Awal Tahun (KAT), SKI (Senyum Keluarga Indonesia) & SUA (Semarak Ulangtahun Alfamart), dilaksanakan tiap tahun Program loyalitas konsumen seperti Big event khusus member Kartu AKU Potongan harga khusus member Kartu AKU Exclusive fair dan joint promo dengan principals dan supllier, seperti program Unilever Fair, Sara Lee Fair, Bendera Fair, dll Internal promotion, seperti private label fair, Men s Fair Special Event dan program-program off air seperti Ronda Sore/3D, Lomba Mewarnai, Fun bike, konser musik, dll Education Program seperti : demo masak kreasi pelanggan, Study tour, seminar kesehatan, beauty class (supported by principals) Development program seperti : o Menjaring lebih banyak merchant pendukung Kartu AKU o Low price perception campaign o Lomba Gapura dengan memberdayakan masyarakat sekitar

27 o Exclusive wall and desk calendar Promo-promo seasonal Biweekly Product Competition Dari marketing plan yang sudah disusun tersebut diatas, kemudian diorganisir pembagian tugasnya sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing bagian. Pada pelaksanaan setiap aktivitas promosi selalu dimonitor dan dievaluasi. Indikator yang digunakan untuk mengukur key performance dituangkan dalam KPI tiap-tiap person in charge, dan setiap bulan pencapaiannya dibicarakan dalam rapat kerja bulanan marketing dan selanjutnya dilaporkan ke pihak manajemen. 2.5.5 Upaya-upaya membangun Merek Brand Alfamart sempat mengalami metamorfosis sebelum menjadi seperti sekarang. Pertama kali di launch pada 18 Oktober 1999 nama yang diusung adalah Alfa Mini mart dengan tampilan sbb : Gambar II.2 Lambang Alfa Mini Mart Sumber : Internal Alfamart, 2002 Setelah perjalanan bisnis selama 3 tahun, ternyata ada kesan konsumen sepertinya masih belum bisa menbedakan antara Alfa supermarket/tgr dengan Alfa minimarket, jadi untuk brand Alfa dianggap konsumen sama saja baik untuk kelas mini market maupun hypermarket & supermarket. Hal ini

28 berakibat menimbulkan brand confusing dan sekaligus juga mempengaruhi brand recall, brand recognition, brand perception dan tentunya brand awareness Alfa mini mart itu sendiri. Per Januari 2003 nama Alfa Mini mart berganti menjadi Alfamart dengan tampilan yang lebih dinamis dan modern. Dengan nama dan logo yang baru, Alfamart cenderung lebih mudah dikenal dan diingat. Sumber :Internal Alfamart, 2003 Gambar II.3 Lambang Alfamart Upaya-upaya membangun brand pun semakin dikejar baik untuk tujuan jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk tujuan jangka pendek dilakukan dengan aktivitas-aktivitas iklan dan promosi yang sedangkan jangka panjang dengan aktivitas community development atau CSR. Sedangkan upaya meningkatkan kualitas layanan, kami lakukan baik untuk internal maupun eksternal. Setiap departemen fungsional di dalam perusahaan kami berusaha memberikan pelayanan yang terbaik untuk departemen lainnya, bahkan pelayanan ini untuk beberapa departemen dijadikan indikator sebagai penilaian performance Untuk peningkatan kualitas layanan di eksternal, terutama di toko telah ditetapkan standar pelayanan dan dengan hal ini Alfamart berhasil meraih sertifikasi ISO 9001 : 2000 untuk manajemen mutu. Dengan sertifikasi ISO

29 ini, kualitas layanan terus ditingkatkan dan mengacu pada standar yang ditetapkan. Sistem manajemen mutu yang terstandar dengan sendirinya berperan meningkatkan kualitas layanan dan sekaligus menekan cost serta mempercepat delivery layanan kepada pelanggan.