BAB VIII MANAJEMEN KAS DAN SURAT BERHARGA

dokumen-dokumen yang mirip
Manajemen dan Kebijakan Modal Kerja 1 BAB 5 MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN MODAL KERJA

Motif Penahanan Kas John Maynard Keynes

Oleh. Erfin Winda Sari

Manajemen Keuangan. Modal Kerja dan Pengelolaan Kas. Basharat Ahmad, SE, MM. Modul ke: Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Program Studi Manajemen

MANAJEMEN KAS DAN SURAT BERHARGA JANGKA PENDEK ANDRI HELMI M, SE., MM

MANAJEMEN KAS. Minggu 7 1

BAB I PENDAHULUAN UKDW. yang menjadi acuan bagi perusahaan untuk dapat mempertahankan dirinya (going

STRUKTUR MODAL Jawaban: Kebutuhan Modal Kerja Rp

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian Semakin majunya dunia teknologi pada masa kini, maka jenis-jenis

Safety cash balance (persediaan kas minimal)

CHAPTER 5 MANAJEMEN KAS, MANAJEMEN PIUTANG, MANAJEMEN PERSEDIAAN DALAM KOPERASI

ANALISIS KEUANGAN. o o

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian ini mengacu pada penelitian yang dilakukan oleh Sari pada

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Modal Kerja. dan biaya-biaya lainnya, setiap perusahaan perlu menyediakan modal

Proudly present. Manajemen Kas. Budi W. Mahardhika Dosen Pengampu MK.

Pertemuan 5 MANAJEMEN KAS

Kas merupakan salah satu bagian dari aktiva yang memiliki sifat paling lancar (likuid) dan paling mudah berpindah tangan dalam suatu transaksi.

BAB I PENDAHULUAN. Pertumbuhan merupakan hal penting bagi sebuah perusahaan. Pertumbuhan dibutuhkan untuk merangsang dan menyalurkan bakat manajerial

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Manajemen Kas dan surat surat berharga

CHAPTER 5 MANAJEMEN KAS, MANAJEMEN PIUTANG, MANAJEMEN PERSEDIAAN DALAM KOPERASI

ANALISIS KEUANGAN. 1) faktor kritis dalam analisis rasio keuangan, 2) mempelajari bagaimana analisis rasio keuangan tersebut dipergunakan dan

BAB I PENDAHULUAN. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sering kali dihubungkan

ANALISIS LAPORAN ARUS KAS PADA PT. NIPPON INDOSARI CORPINDO Tbk

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dapat pula dimaksudkan sebagai dana yang tersedia untuk membiayai kegiatan

ANALISIS RASIO LIKUIDITAS, SOLVABILITAS, DAN PROFITABILITAS PADA LAPORAN KEUANGAN PT. SIANTAR TOP (PERSERO) TBK. : Sovia Yohana Lumban : 1A214419

BAB MANAJEMEN KAS A. Kas dan Aliran Kas

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. defenisi dari modal kerja, kas, piutang dan persediaan.

Working Capital Management

PERTEMUAN 6 ANALISIS LAPORAN KEUANGAN ANDRI HELMI M, SE., MM.

lokal. Perusahaan dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi, dalam hubungannya dengan leverage, sebaiknya menggunakan ekuitas sebagai

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan dalam membayar hutang-hutangnya yang telah jatuh tempo. Dalam

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dilakukan oleh Santi Kumalasari (2008) yang berjudul Analisi Modal Kerja

pendekatan rasional, yang pembuktiannya mudah dilakukan, sedangkan pertimbangan kualitatif

BAB I PENDAHULUAN. keputusan (corporate action) dengan membagikan dividen atau menahan laba.

ANALISIS DANA DAN ARUS KAS

BAB I PENDAHULUAN. untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkannya. Adapun tujuan akhir yang ingin

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. tampak dari bertambahnya jumlah perusahaan-perusahaan baik pemerintah dan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Pada umumnya perusahaan memiliki persediaan yang dimiliki dan digunakan atau

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Koperasi Resimen IndukV/Brawijaya Malang tahun Tujuan

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan yang bergerak dalam bidang otomotif sepeda motor roda dua.

BAB 1 PENDAHULUAN. Dividen merupakan bentuk pengembalian (return) diluar capital gain yang

RASIO LAPORAN KEUANGAN

ANALISIS RASIO KEUANGAN

BAB I PENDAHULUAN. suatu perusahaan yang relatif sulit dipecahkan. Dipandang dari sisi kreditur,

B. MASALAH YANG DIHADAPI DALAM PENENTUAN RASIO STANDAR

BAB II LANDASAN TEORI. Kebijakan dividen (dividend policy) adalah keputusan apakah laba yang diperoleh

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Untuk membelanjai operasi perusahaan dari hari ke hari, misalnya untuk

BAB 4 Analisis Ratio

Bab 5 Manajemen Kas dan Surat Berharga Jangka Pendek

BAB I PENDAHULUAN. persaingan antar perusahaan dalam melakukan kegiatan ekonomi menjadi sangat

BAB I PENDAHULUAN. untuk kegiatan operasional, termasuk perusahaan manufaktur.hal ini

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

MANAJEMEN MODAL KERJA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. modal sendiri dalam perusahaan. Keputusan struktur modal berkaitan dengan pemilihan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. studi kasus pada Koperasi Unit Desa Sumber Makmur Ngantang. Adapun hasil penelitian yang diperoleh menunjukan bahwa

proses akuntansi yang dimaksudkan sebagai sarana mengkomunikasikan informasi keuangan terutama kepada pihak eksternal. Menurut Soemarsono

BAB I PENDAHULUAN. Dalam perekonomian, laporan keuangan merupakan suatu media penting

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kebijakan dividen adalah keputusan apakah laba yang. atau akan ditahan dalam bentuk laba ditahan guna pembiayaan investasi

Magister Manajemen Univ. Muhammadiyah Yogyakarta

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. bab sebelumnya, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah Laporan keuangan merupakan salah satu sumber informasi mengenai

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dikarenakan perkembangan teknologi yang semakin pesat dan makin

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS

Manajemen Modal Kerja Bagian 1. Sumber : Syafarudin Alwi Bambang Riyanto

BAB 1 PENDAHULUAN. Indonesia telah memaksa perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk sebisa

I. PENDAHULUAN. Setiap perusahaan memiliki tujuan untuk mencari profitabilitas. Profitabilitas

BAB 2 LANDASAN TEORI

I. PENDAHULUAN. Setiap perusahaan memiliki tujuan untuk mencari profitabilitas. Profitabilitas

BAB II LANDASAN TEORI. Manajemen keuangan adalah aktivitas pemilik dan manajemen perusahaan untuk

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. membayar upah buruh dan gaji pegawai serta biaya-biaya lainnya.

MANAJEMEN KEUANGAN 1 (Manajemen Modal Kerja)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kaitannya dengan operasional perusahaan sehari-hari. Modal kerja yang

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada laporan keuangan PT.

BAB II LANDASAN TEORI. secara global. Salah satu jenis investasi adalah investasi saham. Investasi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. seorang penganalisis untuk mengevaluasi tingkat earning dalam hubungannya

BAB 1 PENDAHULUAN. pengambilan sebuah keputusan investasi. Karena hal ini mempunyai dampak

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Penelitian yang dilakukan oleh Sri Yuliati (2010) tentang Pengujian

BAB II LANDASAN TEORITIS. dalamnya kas, sekuritas, piutang, persedian, dan dan dalam beberapa

Bab 9 Teori Rasio Keuangan

Bab II. Tinjauan Pustaka

BAB II LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Pengertian, Tujuan dan Komponen Laporan Keuangan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pajak. Menurut Bastian dan Suhardjono (2006), net profit margin adalah

ANALISIS LAPORAN ARUS KAS PADA PT. MALINDO FEEDMILL, Tbk. : Wulandari NPM : Dosen Pembimbing : Anne Dahliawati, SE, MM

BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan yang melakukan go public harus memerhatikan kesehatan

BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. merupakan suatu ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. akan meningkatkan daya saing antar perusahaan. Perusahaan yang

Transkripsi:

BAB VIII MANAJEMEN KAS DAN SURAT BERHARGA 1.1. Manajemen Kas Manajemen kas adalah suatu sistem pengelolaan perusahaan yang mengatur arus kas (cash flow) untuk mempertahankan likuiditas perusahaan serta memanfaatkan idle cash dan perencanaan cash. Manajer keuangan harus mampu mengelola uang yang masuk ke perusahaan dan uang yang dikeluarkan. Dalam praktiknya selama perusahaan beroperasi terdapat dua macam aliran kas. Pertama aliran kas masuk (cash in flow) dan aliran kas keluar (cash out flow). Aliran kas masuk merupakan uang kas yang masuk ke perusahaan (penerimaan uang), misalnya perolehan pendapatan baik berupa hasil penjualan atau laba perusahaan. Uang kas masuk dapat pula diperoleh dari bunga yang diperoleh dari hasil investasi atau pendapatan diluar usaha serta dapat diperoleh dari pinjaman pihak lain( bank) ataupun dana hibah. Adapun aliran kas keluar merupakan uang yang dikeluarkan perusahaan untuk membiayai operasi perusahaan seperti untuk membeli bahan baku, membayar gaji, upah, pajak, atau biaya operasional lainnya. Uang keluar dapat berupa sejumlah uang yang digunakan untuk melakukan investasi baik yang berkaitan dengan bidang usaha maupun tidak. Dikarenakan aliran kas masuk dan aliran kas keluar ini akan terus menerus terjadi sepanjang perusahaan beroperasi, maka pihak manajemen perlu mengaturnya. Hal-hal yang perlu diatur misalnya agar jumlah yang masuk selalu lebih besar daripada uang keluar. Dengan demikian, keseimbangan cash flow perusahaan dapat terjamin. Uang kas janganlah terlalu kecil ataupun terlalu besar daripada pengeluaran kas yang dibutuhkan. Apabila jumlah kas terlalu kecil akan berbahaya bagi perusahaan, karena akan mengakibatkan hambatan bagi pengeluaran untuk berbagai pembayaran perusahaan. DAmpak kekurangan kas ini cukup besar, misalnya menyangkut kepercayaan pelanggan kepada kita, apabila perusahaan tidak mampu membayar kewajibannya. Kemudian dampak lain kemungkinan biaya-biaya yang sudah menjadi beban perusahaan. Kekurangan kas Manajemen Keuangan Page 1

dapat juga menghambat operasi perusahaan karena tidak mampu mmbeli bahan baku atau membayar gaji pegawai. Sebaliknya apabila uang kas terlalu besar, daripada pengeluaran kas yang dibutuhkan juga kurang baik. Artinya, kemungkinan ada uang menganggur alias tidak memberikan penghasilan kepada perusahaan. Jadi, arus kas perlu diatur atau dikelola sedemikian rupa agar uang kas jangan terlalu kecil dan jangan pula terlalu berlebihan. Sementara itu pengertian idle cash atau uang menganggur adalah sejumlah dana yang tidak atau belum dimanfaatkan. Tentunya manajer perusahaan harus mampu untuk memanfaatkan dana yang menganggur untuk diinvestasikan ke berbagai investasi yang dianggap menguntungkan. Kebutuhan kas perlu direncanakan sebaik mungkin, baik kas keluar dan kas masuk. Kebutuhan kas ini perlu dibuatkan secara detail dalam anggaran kas. Hal-hal yang menjadi pokok perhatian di dalam penyusunan anggaran kas, adalah harus memuat unsur-unsur sebagai berikut: 1. Penerimaan kas 2. Pengeluaran kas 3. Perubahan kas bersih dalam periode bersangkutan 4. Kebutuhan kas baru Tingkat kas yang tepat akan dapat memberikan beberapa manfaat seperti : 1. Jumlah kas yang cukup dapat memberikan kemungkinan potongan penjualan. Jika perusahan menawarkan adanya potongan kas untuk pembayaran yang lebih awal, termasuk di dalamnya adalah adanya biaya bila potongan tersebut tidak dimanfaatkan. Jadi misal perusahan menawarkan persyaratan pembayaran atau term 2/15, net 40, maka biaya atas tidak dimanfaatkannya potongan tersebut adalah : = 2 (100 2) 365 (40 15) = 29,8% Manajemen Keuangan Page 2

Tingkat bunga tahunan efektif (The Efektive Annual Percentage Rate = APR = re) : APR = re = 1 + r q q 1 APR = re = 1 + 28,80% 365 (40 15) 14,6 1 re = 34,30% 2. Tingkat kas yang tepat juga akan mempengaruhi current ratio dan acid test ratio yangmerupakan kunci untuk menilai posisi kredit perusahaan. 1.2. Surat Berharga Terdapat dua alasan penting perusahaan memiliki portfolio surat berharga yaitu : a. sebagai substitusi kas yang dimaksudkan untuk penyangga pada saat perusahaan mengalami kesulitan uang kas, namun demikian beberapa perusahaan lebih suka untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan utang dan b. investasi sementara yang dimaksudkan untuk meningkatkan profitabilitas perusahaan. Kriteria yang dipergunakan untuk memilih portfolio surat berharga. 1. Financial risk (risk finansiil) yang ditunjukkan oleh fluktuasi harga dan return surat berharga, dengan menghindari fluktuasi yang ekstrim. 2. Interest rate risk (risiko tingkat bunga) yang ditunjukkan dengan perubahan harga surat berharga yang disebabkan oleh perubahan tingkat bunga secara umum. 3. Purchasing power risk (risiko kemampuan pembelian) yang ditunjukkan oleh kemungkinan inflasi yang menurunkan kemampuan pengadaan kembali investasi surat berharga. 4. Marketability risk yang ditunjukkan oleh dapat tidaknya surat berharga tersebut diperjualbelikan yang akan mempengaruhi harga pasar surat berharga. 5. Pertimbangan pajak karena perlakuan pajak yang berbeda untuk : dividen, pendapatan bunga, serta capital gains. Manajemen Keuangan Page 3

1.3. Model-Model Mengelola Kas Perusahaan Model manajemen kas. Manajemen kas dan surat berharga pada prinsipnya sama dengan manajemen persediaan. Basic stock diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara arus kas masuk dan arus kas keluar. Safety stock dimaksudkan untuk menghadapi kebutuhan yang tidak terduga sedangkan anticipation stock diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan masa datang. a. Economical Order Quantity (EOQ) adalah pengadaan yang paling optimal secara periodik, dengan biaya yang paling rendah. b. Penerapan EOQ di dalam manajemen kas. Biaya atas dipertahankannya kas dalam jumlah yang terlalu tinggi adalah sebesar opportunity cost atas dana tersebut karena kas merupakan non-earning asset. c. Sedangkan biaya atas dipertahankannya kas dalam jumlah yang terlalu kecil adalah berupa biaya pengadaan kas dalam jangka pendek termasuk ketidakmampuan untuk memanfaatkan potongan tunai, biaya transaksi meminjam dana dan merubah surat berharga menjadi kas. 1. Model manajemen kas oleh Baumol menghitung tingkat kas yang optimal dan transfer yang optimal dari surat berharga menjadi kas yang akan meminimumkan biaya total manajemen kas. C = 2 b T i Dimana : C* = tingkat transfer kas yang optimal T = penggunaan kas total untuk satu periode b = biaya atas setiap transaksi atau menjual surat berharga i = tingkat bunga yang dipergunakan atas surat berharga a. Rata-rata kas untuk satu periode adalah sebesar C*/2. Dengan demikian maka total biaya setiap periode untuk mempertahankan kas adalah sebesar = b(t/c + i(c/2). Manajemen Keuangan Page 4

b. Asumsi yang dipergunakan oleh baumol adalah bahwa (a) pengeluaran terjadi secara terus menerus, (b) penerimaan atau aliran kas masuk terjadi dalam jumlah bulat (lump sums) untuk interval yang sama. 2. Model manajemen kas oleh Miller-Orr, dengan asumsi bahwa perubahan kas perusahaan bersifat random. Saldo kas dibiarkan menyimpang sampai mencapai tingkat setinggi h, atau tingkat terendah r. a. Saldo kas kemudian dikembalikan pada tingkat z, dengan menginvestasikan kelebihan kas pada surat berharga atau dengan menjual surat berharga untuk memperoleh kas.formula untuk menghitung biaya yang meminimumkan z dan h adalah : b. Formula untuk menghitung biaya yang meminimumkan z dan h adalah : Z = 3br2 4i 1 3 h = 3Z Dimana: z* = optimal return point b = biaya transfer (transaksi) surat berharga r2 = varians aliran kas masuk bersih harian i = bunga harian untuk investasi pada surta berharga 3. Tampak bahwa model Miller-Orr ini lebih fleksibel dan mudah untuk diterapkan. LATIHAN 1. Manajemen keuangan PT Diandra yang bergerak dibidang manufaktur memperkirakan bahwa selama tahun 2003 kebutuhan akan uang tunai mencapai Rp 250.000.000,00. Untuk keperluan tersebut perusahaan merencanakan memenuhi kebutuhan uang kasnya dengan cara menjual suratsurat berharga yang dimiliki secara berkala. Biaya setiap kali melakukan transaksi adalah Rp 30.000,00 dan suku bunga yang berlaku diperkirakan 15%. Manajemen Keuangan Page 5

Pertanyaan: a) Tentukan besarnya transaksi yang optimal dalam menjual surat-surat berharga menjadi uang kas yang menggunakan model baumol. b) Berap saldo rata-rata kas PT Selado tahun 2004 c) Berapa kali perusahaan dalam satu tahunn harus melakukan transaksi penjualan surat berharga? d) Jika suatu saat ternyata transaksi turun menjadi Rp 28.000,00, perusahaan akan segera menetapkan sekali transfer sebesar Rp 20.000.000,00. Menurut Anda, apakah keputusan tersebut menguntungkan perusahaan? 2. Manakah persyaratan kredit dibawah ini yang menghasilkan biaya paling tinggi apabiloa potongan tidak dimanfaatkan a. 2/10 net 45 b. 1/10 net 30 Manajemen Keuangan Page 6