DAFTAR ISI BAB II TINJAUAN PUSTAKA

dokumen-dokumen yang mirip
BAB VI PENUTUP 6.1 Kesimpulan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB VIII KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

LEMBAR PENGESAHAN KAJIAN TENTANG HUBUNGAN MANAJEMEN KUALITAS DENGAN KEGAGALAN KONSTRUKSI

ANALISIS JARINGAN JALAN DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM EMME/2 DAN ENIF (Studi Kasus : Simpang Jalan Tol Jalan Setia Budi, Jatingaleh Semarang)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN TUGAS AKHIR

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i LEMBAR PENGESAHAN... ii KATA PENGANTAR... iii DAFTAR ISI... v DAFTAR GAMBAR... x DAFTAR TABEL...

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN TUGAS AKHIR ANALISA NERACA AIR DAERAH PENGALIRAN SUNGAI LOGUNG. Disusun Oleh : Ir. Bambang Pudjianto, MT NIP.

BAB VI ANALISIS DEBIT BANJIR RENCANA DAN DIMENSI SALURAN DRAINASE

BAB I PENDAHULUAN. Kota Semarang yang merupakan Ibukota Jawa Tengah adalah salah satu

BAB II KAJIAN TEORI PELAYANAN TERMINAL ANGKUTAN UMUM

3.1. METODOLOGI PENDEKATAN MASALAH

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG BERTINGKAT MENGGUNAKAN SAP2000

MODEL BANGKITAN PERJALANAN YANG DITIMBULKAN PERUMAHAN PURI DINAR MAS DI KELURAHAN METESEH KOTA SEMARANG TUGAS AKHIR

TUGAS AKHIR KAJIAN FEEDER BRT KORIDOR II (SISEMUT - TERBOYO) WILAYAH TEMBALANG DAN SEKARAN

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR. UCAPAN TERIMA KASIH... iii. DAFTAR ISI... v. DAFTAR GAMBAR... x BAB I PENDAHULUAN... 1

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i. HALAMAN PENGESAHAN... ii. MOTTO DAN PERSEMBAHAN... iii. KATA PENGANTAR... iv. ABSTRAKSI... v. DAFTAR ISI...

BAB III METODOLOGI MULAI. Permasalahan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN I - 1

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PERENCANAAN PENGOPERASIAN ANGKUTAN UMUM SEMARANG DEMAK

BAB III. DESKRIPSI WILAYAH PENELITIAN Kondisi Provinsi DKI Jakarta Kondisi Geografis Jakarta Kondisi Demografis

BAB II KONDISI WILAYAH STUDI

ANALISIS TUNDAAN PADA RUAS JALAN MAJAPAHIT KOTA SEMARANG DAN PENGARUHNYA TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) TUGAS AKHIR

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

EVALUASI TARIF ANGKUTAN UMUM YANG MELAYANI TRAYEK PINGGIRAN-PUSAT KOTA DI KOTA SEMARANG TUGAS AKHIR

EKSISTENSI ANGKUTAN PLAT HITAM PADA KORIDOR PASAR JATINGALEH GEREJA RANDUSARI TUGAS AKHIR

BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN. Peta Wilayah Study. Jakarta adalah ibukota Indonesia berpenduduk lebih dari 9 juta jiwa dengan

BAB III METODOLOGI 3.1 ALUR PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 TINJAUAN UMUM

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Rekomendasi Keterbatasan Studi DAFTAR PUSTAKA... xv

Kebijakan Perencanaan Tata Ruang dan Transportasi

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...

1.1 Latar Belakang Masalah

TUGAS AKHIR ANALISIS DAMPAK LALU LINTAS AKIBAT PEMBANGUNAN HOTEL IBIS YOGYAKARTA DENGAN PENDEKATAN FOUR STEP MODEL

PEMILIHAN MODA ANGKUTAN UMUM PENUMPANG (AUP) UNTUK KAWASAN URBAN SPRAWL KOTA SEMARANG (Studi Kasus : Koridor Setiabudi dan Majapahit) TUGAS AKHIR

BAB III TINJAUAN KOTA SEMARANG DAN TINJAUAN SEKOLAH LUAR BIASA DI SEMARANG

BAB I PENDAHULUAN. kesejahteraan masyarakat, di samping berbagai indikator sosial ekonomi lainnya.

ANALISIS KINERJA JARINGAN JALAN SEBELUM DAN SESUDAH PEMBANGUNAN JALAN MARGONDA CINERE, DEPOK

STUDI KELAYAKAN SIMPANG JATINGALEH SEMARANG

KATA HANTAR. Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 TINJAUAN UMUM

PENGEMBANGAN PROTOTIPE SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PENYEBARAN RUTE ANGKUTAN UMUM KOTA SEMARANG

ANALISA TARIKAN PERGERAKAN LALU LINTAS KAMPUS UNIVERSITAS DIPONEGORO TEMBALANG SEMARANG

BAB I PENDAHULUAN. penting, mengingat bahwa fasilitas ruang parkir merupakan bagian dari sistem

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Permasalahan transportasi di daerah Yogyakarta terjadi sebagai salah satu

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III METODOLOGI 3.1 PENDEKATAN MASALAH

Bab 1 PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

TUGAS AKHIR KARAKTERISTIK MAHASISWA PENGHUNI HUNIAN SEWA BERDASARKAN FAKTOR BERMUKIM DI SEKITAR KAMPUS KENTINGAN UNS

BIAYA OPERASI KENDARAAN DAN PENDAPATAN ANGKUTAN PUBLIK BANDUNG LEMBANG ABSTRAK

BAB I TINJAUAN PUSTAKA BAB I PENDAHULUAN

TUGAS AKHIR PERENCANAAN STRUKTUR JEMBATAN RANGKA BAJA KALI KRASAK II

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Transportasi mempunyai peranan penting dalam kehidupan masyarakat.

A. Indicator Pelayanan Angkutan Umum 18 B. Waktu Antara {Headway) 18 C. Faktor Muat (Loadfactor) 19

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. proses mengangkut dan mengalihkan dengan menggunakan alat pendukung untuk

PEMILIHAN LOKASI PERUMAHAN ASOSIASINYA TERHADAP PENGGUNAAN KENDARAAN PRIBADI DI KAWASAN PINGGIRAN KOTA SEMARANG TUGAS AKHIR

BAB I PENDAHULUAN. pergerakan ini merupakan pergerakan yang umum terjadi pada suatu kota. memberikan suatu transportasi yang aman, cepat, dan mudah.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. satu tempat ke tempat lain untuk berbagai aktivitasnya, dan semua manusia

LEMBAR PENGESAHAN REVISI

BAB III METODOLOGI. 3.1 Persiapan

LEMBAR PENGESAHAN TUGAS AKHIR

BAB I PENDAHULUAN 1.1. TINJAUAN UMUM

BAB III LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. dengan mengidentifikasi beberapa pertanyaan yang terdiri dari segi keamanan,

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN TUGAS AKHIR STUDI KEBUTUHAN RUANG PARKIR RUMAH SAKIT PENDIDIKAN UNIVERSITAS DIPONEGORO

BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah

IDENTIFIKASI KINERJA BEBERAPA RUAS JALAN RAYA UTAMA MENUJU PUSAT KOTA DEPOK TAHUN 2007 SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pengamatan Lapangan. Operasional Bus Damri Trayek Perumnas Banyumanik - Johar. Pengumpulan Data

Gambaran umum Surabaya Barat

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN

TUGAS AKHIR ANALISA TINGKAT PELAYANAN TRANSPORTASI BUS TINGKAT CITY TOUR JAKARTA TERHADAP PENGGUNA RUTE HALTE BUNDARAN (HI) - BALAI KOTA

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Bab I Pendahuluan I-1 BAB I PENDAHULUAN I.1 TINJAUAN UMUM

STUDI KELAYAKAN PEMBANGUNAN JALUR KERETA API ANTARA YOGYAKARTA BOROBUDUR

BAB III METODOLOGI DAN PELAKSANAAN PENELITIAN

DESAIN TERMINAL ANGKUTAN ( Studi Kasus Terminal Ponorogo, Jawa Timur ) TUGAS AKHIR SARJANA STRATA SATU. Oleh :

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kota Semarang merupakan ibu kota propinsi Jawa Tengah. Kota

BAB I PENDAHULUAN 1.1 TINJAUAN UMUM

STUDI WAKTU PERJALANAN, TUNDAAN DAN FAKTOR MUAT BUS NON-AC TRAYEK BANDUNG-GARUT

Transkripsi:

ABSTRAKSI Aksesibilitas adalah alat untuk mengukur potensial dalam melakukan perjalanan selain untuk menghitung jumlah perjalanan itu sendiri. Ukuran ini menggabungkan sebaran geografis tata guna lahan dengan kualitas sistem jaringan transportasi yang menghubungkannya. Tingkat aksesibilitas di Kota Semarang tidak sama antara wilayah satu dengan wilayah lainnya. Dalam kajian per kecamatan, tingkat aksesibilitas suatu kecamatan dapat dipengaruhi beberapa hal diantaranya faktor jarak terhadap pusat kota (Central Business District/CBD), tingkat kenyamanan yang dipengaruhi topografi, dan pengaruh dari sistem transportasinya, yaitu ketersediaan sarana dan prasarana transportasi. Tingkat aksesibilitas akan mempengaruhi nilai lahan suatu wilayah. Dengan tingkat aksesibilitas yang tinggi, maka nilai lahannya akan cenderung naik. Perubahan nilai lahan ini akan merubah pola sistem kegiatannya. Sistem kegiatan yang dipengaruhi tingkat aksesibilitas tersebut akan mempengaruhi pola pergerakan dari penduduk Kota Semarang yang jumlahnya hampir 14 juta jiwa ini. Dengan menggolongkan penduduknya menjadi 3 kelas ekonomi penduduk, yaitu kelas menengah kebawah, kelas menengah, dan menengah keatas, pola pergerakan penduduk dapat diidentifikasi dan dianalisa. Melalui home interview, identifikasi pola pergerakan penduduk ini dilakukan berdasarkan tingkat pendapatan, tujuan perjalanan utama, jarak tempuh perjalanan, jenis pekerjaan, penggunaan moda, kepemilikan kendaraan roda dua, dan kepemilikan kendaraan roda empat. Dengan melihat tingkat aksesibilitas sebagai hal yang mempengaruhi pola pergerakan transportasi penduduk Kota Semarang, maka perlu dilakukan peningkatan sarana dan prasarana transportasi, dimana dalam hal ini angkutan umum dan penataan jaringan jalan harus lebih diperhatikan. owner(s) also agree that UNDIP IR may keep more than one copy of this submission for purpose of security, back up and preservation:

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i LEMBAR PENGESAHAN... ii KATA PENGANTAR... iii ABSTRAK... iv ABSTRACT... v DAFTAR ISI... vi DAFTAR GAMBAR... vii DAFTAR TABEL... viii DAFTAR LAMPIRAN... ix BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang... I-1 1.2. Pokok Permasalahan... I-2 1.3. Maksud dan Tujuan... I-3 1.4. Pembatasan Masalah... I-4 1.5. Hipotesis... I-4 1.6. Lokasi Studi... I-5 1.7. Sistematika Penulisan... I-7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Sistem Transportasi... II-1 2.2. Sistem Transportasi-Tata Guna Lahan ( Sistem Kegiatan)... II-1 2.2.1. Intensitas Guna Lahan... II-3 2.3. Aksesibilitas... II-4 2.3.1. Pengukuran Aksesibilitas... II-7 2.4. Mobilitas... II-8 2.5. Konsep dan Ruang Lingkup owner(s) also agree that UNDIP IR may keep more than one copy of this submission for purpose of security, back up and vi preservation:

Perencanaan Transportasi... II-8 2.5.1. Bangkitan dan Tarikan Pergerakan... II-9 2.5.2. Sebaran Pergerakan... II-11 2.5.3. Pilihan Moda Transportasi... II-12 2.5.4. Pilihan Rute... II-12 2.6. Peubah Penentu Bangkitan Lalu Lintas... II-12 2.6.1. Maksud Perjalanan... II-13 2.6.2. Penghasilan Keluarga... II-13 2.6.3. Pemilikan Kendaraan... II-13 2.6.4. Guna Lahan di Tempat Asal... II-13 2.6.5. Jarak Dari Pusat Kegiatan Kota... II-13 2.6.6. Jauh Perjalanan... II-14 2.6.7. Modal Perjalanan... II-14 2.6.8. Penggunaan Perjalanan... II-14 2.6.9. Guna Lahan di Tempat Tujuan... II-14 2.6.10 Saat... II-14 2.7. Jaringan Transportasi... II-15 2.8. Nilai Lahan... II-17 2.9. Perkembangan Kota... II-19 2.10. Metode Analisis... II-20 2.10.1. Metode Analisis Statistik Deskriptif... II-20 2.10.2. Metode Analisis Statistik Inferensi... II-20 2.11. Metode Sampel... II-21 2.12. Metode Survei... II-22 2.12.1. Metode Survei Wawancara Rumah Tangga( Home Interview /HI)... II-23 2.12.2. Metode Survei Asal-Tujuan (Origin-Destination Survey) /SAT (O-D Survey)... II-23 owner(s) also agree that UNDIP IR may keep more than one copy of this submission for purpose of security, back up and vii preservation:

BAB III METODOLOGI 3.1 Pendekatan Penelitian... III-1 3.2 Uraian Langkah-Langkah Pengerjaan Penelitian... III-2 3.2.1. Latar Belakang Penelitian... III-2 3.2.2. Teknik Survey... III-2 3.2.3. Pengumpulan Data... III-3 3.2.4. Rekapitulasi Data... III-4 3.2.5. Analisa Data... III-4 3.2.6. Kesimpulan dan Saran... III-5 3.3 Hasil Analisa... III-5 BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1 Tinjauan Umum... IV-1 4.2 Identifikasi Sistem Jaringan Jalan... IV-3 4.3 Identifikasi Kepadatan Penduduk Kota Semarang... IV-3 4.4 Identifikasi Sistem Kegiatan Kota Semarang... IV-4 4.5 Identifikasi Karakteristik Antara CBD-Kecamatan Tugu... IV-5 4.5.1. Karakteristik Harga Lahan Antara CBD-Kecamatan Tugu... IV-7 4.5.2. Pola Hubungan Harga Lahan dengan Jarak Antara CBD-Kecamatan Tugu... IV-8 4.6 Identifikasi karakteristik Antara CBD-Kecamatan Mijen... IV-8 4.6.1. Karakteristik Harga Lahan Antara CBD-Kecamatan Mijen... IV-8 4.6.2. Pola Hubungan Harga Lahan dengan Jarak Antara CBD Kecamatan Mijen... IV-10 4.7 Identifikasi Karakteristik Antara CBD-Kecamatan Gunung Pati... IV-10 owner(s) also agree that UNDIP IR may keep more than one copy of this submission for purpose of security, back up viii and preservation:

4.7.1. Karakteristik Harga Lahan Antara CBD-Kecamatan Gunung Pati... IV-11 4.7.2. Pola Hubungan Harga Lahan dengan Jarak Antara CBD-Kecamatan Gunung Pati... IV-12 4.8 Identifikasi Karakteristik Antara CBD-Kecamatan Banyumanik... IV-12 4.8.1. Karakteristik Harga Lahan Antara CBD-Kecamatan Banyumanik... IV-12 4.8.2. Pola Hubungan Harga Lahan dengan Jarak Antara CBD-Kecamatan Banyumanik... IV-13 4.9 Identifikasi Karakteristik Antara CBD-Kecamatan Tembalang... IV-14 4.9.1. Karakteristik Harga Lahan Antara CBD-Kecamatan Tembalang... IV-14 4.9.2. Pola Hubungan Harga Lahan dengan Jarak Antara CBD-Kecamatan Tembalang... IV-15 4.10 Identifikasi Karakteristik Antara CBD-Kecamatan Pedurungan... IV-16 4.10.1. Karakteristik Harga Lahan Antara CBD-Kecamatan Pedurungan... IV-16 4.10.2. Pola Hubungan Harga Lahan dengan Jarak Antara CBD-Kecamatan Pedurungan... IV-17 4.11 Identifikasi Karakteristik Antara CBD-Kecamatan Genuk... IV-18 4.11.1. Karakteristik Harga Lahan Antara CBD-Kecamatan Genuk... IV-18 4.11.2. Pola Hubungan Harga Lahan dengan Jarak Antara CBD-Kecamatan Genuk... IV-19 4.12 Identifikasi Karakteristik Antara CBD-Kecamatan Semarang Utara... IV-20 4.12.1. Karakteristik Harga Lahan Antara owner(s) also agree that UNDIP IR may keep more than one copy of this submission for purpose of security, back up and ix preservation:

CBD-Kecamatan Semarang Utara... IV-20 14.12.2. Pola Hubungan Harga Lahan dengan Jarak Antara CBD-Kecamatan Semarang Utara... IV-21 4.13 Identifikasi Karakteristik Penduduk Kota Semarang... IV-22 4.13.1 Tingkat Pendapatan dalam Rumah Tangga... IV-22 4.13.2 Tujuan Perjalanan Utama... IV-23 4.13.3 Jenis Pekerjaan Anggota Keluarga... IV-23 4.13.4 Jarak dari Rumah ke Lokasi Tujuan Perjalanan Utama... IV-24 4.13.5 Moda yang Digunakan dalam Perjalanan... IV-25 4.13.6 Tingkat Kepemilikan... IV-26 4.13.7 Tingkat Kepemilikan Kendaraan Roda Empat... IV-27 4.14 Identifikasi Pergerakan dan Sebaran... IV-28 4.14.1 Identifikasi Pergerakan dan Persebaran Penduduk Kelas Menengah Kebawah... IV-28 4.14.2 Identifikasi Pergerakan dan Persebaran Penduduk Kelas Menengah... IV-32 4.14.3 Identifikasi Pergerakan dan Persebaran Penduduk Kelas Menengah Keatas... IV-35 4.15 Tingkat Aksesibilitas Kota Semarang... IV-37 4.15.1 Intensitas Guna Lahan (L dj )... IV-37 4.15.2 Faktor Jarak (t ij ) Daerah Asal(i) ke Tujuan(j)... IV-38 4.15.3. Besaran Tingkat Aksesibilitas (H i ) di Kota Semarang... IV-38 owner(s) also agree that UNDIP IR may keep more than one copy of this submission for purpose of security, back up and x preservation:

BAB V ANALISA DAN PEMBAHASAN 5.1 Pola Nilai Lahan Kota Semarang... V-1 5.2 Pengaruh Aksesibilitas Terhadap Pola Nilai Lahan Kota Semarang... V-7 5.3 Pola Nilai Lahan dan Sistem Kegiatan Kota Semarang... V-9 5.3.1 Pola Nilai Lahan dan Sistem Kegiatan CBD-Kecamatan Tugu... V-9 5.3.2 Pola Nilai Lahan dan Sistem Kegiatan CBD-Kecamatan Mijen... V-13 5.3.3 Pola Nilai Lahan dan Sistem Kegiatan CBD-Kecamatan Banyumanik... V-18 5.3.4 Pola Nilai Lahan dan Sistem Kegiatan CBD-Kecamatan Tembalang... V-22 5.3.5 Pola Nilai Lahan dan Sistem Kegiatan CBD-Kecamatan Pedurungan... V-25 5.3.6 Pola Nilai Lahan dan Sistem Kegiatan CBD-Kecamatan Genuk... V-28 5.3.7 Pola Nilai Lahan dan Sistem Kegiatan CBD-Kecamatan Semarang Utara... V-31 5.3.8 Pola Nilai Lahan dan Sistem Kegiatan CBD-Kecamatan Gunung Pati... V-31 5.4 Pengaruh Tingkat Aksesibilitas terhadap Nilai Lahan dan Sistem Kegiatn di Kota Semarang... V-37 5.5 Pola Pergerakan Penduduk Kota Semarang... V-39 5.5.1 Pola Pergerakan Transportasi Penduduk Kelas Menegah Kebawah Kota Semarang... V-40 5.5.2 Pola Pergerakan Transportasi Penduduk Kelas Menegah Kota Semarang... V-44 5.5.3 Pola Pergerakan Transportasi Penduduk Kelas Menegah Keatas Kota Semarang... V-47 owner(s) also agree that UNDIP IR may keep more than one copy of this submission for purpose of security, back up and xi preservation:

BAB VI PENUTUP 6.1 Kesimpulan... VI-1 6.2 Saran... VI-4 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN owner(s) also agree that UNDIP IR may keep more than one copy of this submission for purpose of security, back up and xii preservation:

DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Sistem Transportasi Makro... II-1 Gambar 2.2 Sistem Perangkutan... II-3 Gambar 2.3 Konsep Aksesibilitas... II-5 Gambar 2.4 Bagan Alir Model/Konsep Perencanaan Transportasi 4 Tahap... II-9 Gambar 2.5 Bangkitan dan Tarikan Pergerakan... II-10 Gambar 2.6 Hubungan antara Land Value dengan Jarak ke Pusat Kota... II-18 Gambar 4.1 Peta Jaringan Jalan... IV-2 Gambar 4.2 Tata Guna Lahan Kota semarang... IV-6 Gambar 4.3 Grafik Pola Hubungan Harga Lahan dengan Antara CBD Kecamatan Tugu... IV-8 Gambar 4.4 Grafik Pola Hubungan Harga Lahan dengan Antara CBD Kecamatan Mijen... IV-10 Gambar 4.5 Grafik Pola Hubungan Harga Lahan dengan Antara CBD Kecamatan Gunung Pati... IV-12 Gambar 4.6 Grafik Pola Hubungan Harga Lahan dengan Antara CBD Kecamatan Banyumanik... IV- 14 Gambar 4.7 Grafik Pola Hubungan Harga Lahan dengan Antara CBD Kecamatan Tembalang... IV-16 Gambar 4.8 Grafik Pola Hubungan Harga Lahan dengan Antara CBD Kecamatan Pedurungan... IV-18 Gambar 4.9 Grafik Pola Hubungan Harga Lahan dengan Antara CBD Kecamatan Genuk... IV-20 Gambar 4.10 Grafik Pola Hubungan Harga Lahan dengan Antara CBD Kecamatan Semarang Utara... IV-21 Gambar 4.11 Pola Pergerakan Penduduk Kelas Menengah Kebawah Kota Semarang... IV-40 owner(s) also agree that UNDIP IR may keep more than one copy of this submission for purpose of security, back up xiii and preservation:

Gambar 4.12 Pola Pergerakan Penduduk Kelas Menengah Kota Semarang... IV-41 Gambar 4.13 Pola Pergerakan Penduduk Kelas Menengah Keatas Kota Semarang... IV-42 Gambar 4.14 Faktor Jarak Daerah Asal (i) ke Daerah Tujuan (j)... IV-45 Gambar 5.1 Grafik Hubungan Nilai Lahan dengan Jarak terhadap CBD di Kota Semarang... V-1 Gambar 5.2 Peta Kesamaan Nilai Lahan... V-2 owner(s) also agree that UNDIP IR may keep more than one copy of this submission for purpose of security, back up xiv and preservation: