Pengukuran Kelelahan

dokumen-dokumen yang mirip
LAMPIRAN 1 KUESIONER PENELITIAN

Peneliti, Pratiwi Andiningsari

Kuesioner Penelitian. Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja. Pada Pegawai Negeri Sipil Kantor Inspektorat

BAB 1 : PENDAHULUAN. dinyatakan di dalam Undang-undang Keselamatan Kerja No. 1 Tahun 1970 pasal 3.

KUESIONER PENELITIAN

KUESIONER PENELITIAN PENGARUH FAKTOR PERSONAL DAN MANAJEMEN K3 TERHADAP TINDAKAN TIDAK AMAN (UNSAFE ACTION) PADA PEKERJA

Hubungan Faktor Internal Dan Eksternal Terhadap Kelelahan Kerja Melalui Subjective Self Rating Test

BAB I PENDAHULUAN. bertahap. Kelelahan dapat disebabkan secara fisik atau mental. Salah satu

LAMPIRAN 1 KUISIONER

LAMPIRAN 1. Surat Persetujuan SURAT PERSETUJUAN. Yang bertanda tangan dibawah ini, Nama :... Umur :... Tahun Jenis Kelamin : L/P Pekerjaan :...

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

RANCANGAN JADWAL PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Desain pada penelitian ini adalah penelitian korelasi yang menunjukkan

Surat Persetujuan. Lampiran 1.1. Saya yang bertanda tangan dibawah ini, yaitu : Nama : Umur :. tahun. Alamat :..

BAB 6 HASIL PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENGARUH KELELAHAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. BANK MANDIRI (Persero) Tbk CABANG MEDAN IMAM BONJOL

LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN

BAB II TINJAUAN TEORITIS. atau ancaman atau fenomena yang sangat tidak menyenangkan serta ada

Prosedur Pengukuran Tekanan Darah

LAMPIRAN. Universitas Indonesia

Petunjuk Pelaksanaan Tes Kesegaran Jasmani Indonesia. 1) lintasan lurus, datar, tidak licin, berjarak 30 meter, dan mempunyai

PENGUKURAN KELELAHAN KERJA PENGEMUDI BIS DENGAN ASPEK FISIOLOGIS KERJA DAN METODE INDUSTRIAL FATIQUE RESEARCH COMMITTEE (IFRC)

LEMBAR PERMOHONAN MENJADI RESPONDEN. Yth. Bapak/Ibu Calon Responden Penelitian Di Wilayah kerja Puskesmas Pengasih II, Kabupaten Kulon Progo

FISIOLOGI MANUSIA. Laporan Praktikum Daya Tahan Tubuh. Muhammad Reza Jaelani

BAB III METODE PENELITIAN

BAB II LANDASAN TEORI

INSTRUMEN PENJARINGAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH SE-PROPINSI BANTEN. Nama Lengkap

BAB III METODE PENELITIAN. adalah pendekatan cross sectional, dimana variabel independen dan dependen

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Shift kerja mempunyai berbagai defenisi tetapi biasanya shift kerja disamakan

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pelaksanaan pendidikan jasmani di sekolah merupakan suatu bentuk

LAMPIRAN A SKALA PENELITIAN A-1 KECEMASAN SOSIAL FACEBOOKER A-2 HARGA DIRI

PETUNJUK OPERASIONAL PENGGUNAAN ALAT TENSIMETER. RAKSA (Sphigmomanometer Raksa)

Sehat &Bugar. Sehat. Sakit

LEMBAR PERSTUJUAN MENJADI PESERTA PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. berupa pembengkakan yang disertai nyeri pada bagian-bagian tubuh seperti lutut, jari

TES KESEGARAN JASMANI INDONESIA (TKJI)

JURNAL HUBUNGAN DAYA TAHAN DENGAN LARI SPRINT 80 METER SISWA KELAS V SD NEGERI PANAGUAN 03 PROPPO KABUPATEN PAMEKASAN 2015/2016

Re-Desain Alat Pemasang Jepit Sandal Dengan Pendekatan Ergonomi Untuk Menurunkan Kelelahan dan Gangguan Otot Serta Peningkatan Produktivitas ABSTRAK

LAMPIRAN I INSTRUMEN PENELITIAN

PETUNJUK OPERASIONAL PENGGUNAAN ALAT TENSI METER DIGITAL

KUESIONER PENELITIAN HUBUNGAN ANTARA KEMUNDURAN FISIOLOGIS DENGAN STRES PADA LANJUT USIA DI POLI LANSIAPUSKESMAS KECAMATAN KALIDERES TAHUN 2014

BAB II LANDASAN TEORI

tenaga kerja yang sesuai dengan jenis pekerjaannya (Suma mur, 2014). organisasi atau pemegang jabatan dalam jangka waktu tertentu.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pelayanan terhadap pasien (Praptiningsih, 2006).

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik noneksperimental

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

TES KESEGARAN JASMANI INDONESIA (TKJI)

DIREKTORAT BINA GIZI - DIREKTORAT JENDERAL BINA GIZI DAN KIA

INFORMED CONCENT (SURAT PERSETUJUAN)

PADA PENGEMUDI BUS MALAM JARAK JAUH PO. RESTU MULYA

BAB I PENDAHULUAN. Desain stasiun kerja akan berpengaruh pada sikap kerja yang dilakukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Tahun 2014

Seminar Nasional IENACO 2016 ISSN: ANALISIS KONDISI SEBELUM DAN SESUDAH KERJA PADA OPERATOR OFFSHORE DI PT. X DENGAN METODE PSIKOFISIOLOGI

DOKUMEN INSTRUMEN PENILAIAN UJIAN KETERAMPILAN

LEMBAR PENJELASAN KEPADA SUBJEK PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

: Wilhelmina Olivia Tempat/Tanggal Lahir : Jakarta/ 28 Oktober 1989

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Kata lelah (fatigue) menunjukan keadaan tubuh fisik dan mental yang

PROSEDUR PENGUKURAN LINGKAR PINGGANG

Lampiran 1 Lembar Persetujuan menjadi Responden Penelitian. Medan. Saat ini saya sedang melakukan penelitian tentang Tingkat Kecemasan

Identifikasi Faktor Internal Yang Mempengaruhi Motivasi Belajar Mahasiswa IKIP PGRI Jember

BAB IV METODE PENELITIAN

ANALISIS POSTUR KERJA DAN KELUHAN PEKERJA PADA AKTIVITAS PEMOTONGAN BAHAN BAKU PEMBUATAN KERIPIK

BAB III METODE PENELITIAN

nyeri yang dialami. Kemudian Bapak/ Ibu akan diwawancarai kembali dengan menggunakan kuesioner tetntang ada/tidaknya gangguan pada

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Terdapat beberapa defenisi produktivitas kerja, antara lain : adanya peningkatan keterampilan dari tenaga kerjanya.


INSTRUMEN OBSERVASI PENILAIAN FUNGSI KESEIMBANGAN (SKALA KESEIMBANGAN BERG) Deskripsi Tes Skor (0-4) 1. Berdiri dari posisi duduk

Lampiran 1. Surat Ijin Penelitian

EVALUASI PENGARUH POLA KERJA TERHADAP FATIQUE UNTUK MENGURANGI JUMLAH KECELAKAAN

BAB IV METODE PENELITIAN. Randomized Pre and Post Test Group design (Pocock, 2008). Rancangan ini

DAMPAK MEJA KURSI SEKOLAH YANG TIDAK ERGONOMIS TERHADAP KESEHATAN ANAK SEKOLAH DASAR Oleh: Suhardiono, SKM, M.Kes

Lampiran 1. KUESIONER PENILAIAN STRES KERJA PADA PERAWAT ICU RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) RANTAUPRAPAT

TES KESEGARAN JASMANI INDONESIA (TKJI)

LAMPIRAN. Hasil penghitungan nilai amplitudo akomodasi dengan menggunakan SPSS.

LEMBAR PERMOHONAN MENJADI RESPONDEN

LAMPIRAN II. Kuisioner Prevalensi Low Back Pain

Pengendalian Emosi. Rerata Empirik (RE) : 124,95. Rerata Hipotetik (RH) : 107,5. Tergolong Tinggi

BAB I PENDAHULUAN. mempertahankan kualitas hidup seseorang, akan tetapi nilai kebugaran jasmani

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI PENGUKURAN TEKANAN DARAH

BAB III METODE PENELITIAN

PLAN OF ACTION (Oktober 2016-Juli2017) Mengetahui, Malang, 2 Oktober 2016

BAB V HASIL PENELITIAN. perlakuan yaitu melakukan pekerjaan midang dengan alat pemidangan

BAB II TINJUAN PUSTAKA

L-1. PENGUMPULAN DATA SAMPLING PEKERJAAN Data Mentah Hari ke-1 Objek Penelitian 1 Shift Pagi L-1

59

HUBUNGAN TINGKAT ERGONOMI KURSI DENGAN TINGKAT KONSENTRASI BELAJAR SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 LENDAH KABUPATEN KULON PROGO YOGYAKARTA

METODE. Desain, Waktu dan Tempat

Lampiran 3. Petunjuk Pelaksanaan TKJI untuk Anak Usia Tahun. Tes ini bertujuan untuk mengukur kecepatan.

Transkripsi:

Kegiatan Belajar -7.2 Modul 4: Pengukuran Kelelahan Ir. MUH. ARIF LATAR, MSc Modul-4, data M Arief Latar 1

PENGUKURAN KELELAHAN SECARA SUBYEKTIF (subyective feeting of fatigue) Pengukuran kelelahan mengunakan Kuesioner Kelelahan 30 item/daftar pertanyaan (Industrial Fatique Research Committee/IFRC ; dari Jepang ). Ada dua metode penilaian, yaitu ; I. Menggunakan 2 jawaban sederhana, yaitu Ya = ada kelelahan, dan Tidak = tidak ada kelelahan II. Desain penilaian dengan skoring (mis, 4 skala likert) setiap skor mempunyai defenisi operasional yang jelas dan mudah dipahami Modul-4, data M Arief Latar 2

PEMERIKSAAN KELELAHAN SECARA SUBYEKTIF Penilaian secara subyektif, Form ; 01/kllhn NAMA PERUSAHAAN ALAMAT Nama Tenaga Kerja Tanggal Tes Bagian Jenis kelamin L/P Masa Kerja tahun Umur tahun Petugas K3 Paraf Kuesioner Kelelahan 30 item/daftar pertanyaan (Industrial Fatique Research Committee/IFRC ; dari Jepang ) Cara Penilaian : Ya = ada kelelahan Tidak = tidak ada kelelahan Modul-4, data M Arief Latar 3

I. PELEMAHAM KEGIATAN N0 10- Pertanyaan Tentang Pelemahan Kegiatan Jawab 1. Perasaan berat di kepala ya/tdk 2. Menjadi lelah seluruh tubuh ya/tdk 3. Kaki merasa berat ya/tdk 4. Menguap ya/tdk 5. Merasa kacau pikiran ya/tdk 6. Menjadi mengantuk ya/tdk 7. Merasakan beban pada mata ya/tdk 8. Kaku dan canggung dalam gerakan ya/tdk 9. Tidak seimbang dalam berdiri ya/tdk 10. Mau berbaring ya/tdk Modul-4, data M Arief Latar 4

II. PELEMAHAN MOTIVASI N0 10 - Pertanyaan Tentang Pelemahan Motivasi Jawab 1. Merasa susah berfikir ya/tdk 2. Lelah bicara ya/tdk 3. Menjadi gugup ya/tdk 4. Tidak dapat berkonsentrasi ya/tdk 5. Sulit memusatkan perhatian ya/tdk 6. Cenderung untuk lupa ya/tdk 7. Kurang kepercayaan diri ya/tdk 8. Cemas terhadap sesuatu ya/tdk 9. Tidak dapat mengontrol sikap ya/tdk 10. Tidak tekun dalam kerja ya/tdk Modul-4, data M Arief Latar 5

III. GAMBARAN PELEMAHAN FISIK N0 10 - Pertanyaan Tentang Gambaran Pelemahan Fisik Jawab 21. Tidak dapat tekun dalam pekerjaan ya/tdk 22. Sakit kepala ya/tdk 23. Kekakuan di bahu ya/tdk 24. Merasa nyeri di punggung ya/tdk 25. Merasa pernafasan tertekan ya/tdk 26. Haus ya/tdk 27. Suara serak ya/tdk 28. Merasa pening ya/tdk 29. Tremor pada anggota badan ya/tdk 30. Merasa kurang sehat ya/tdk Modul-4, data M Arief Latar 6

PEMERIKSAAN KELELAHAN SECARA SUBYEKTIF Penilaian secara subyektif, Form ; 02/kllhn 1. Kuesioner Kelelahan 30 item/daftar pertanyaan (Industrial Fatique Research Committee/IFRC ; dari Jepang ) 2. Pertanyaan : No,urut 1 s/d 10 = Pertanyaan Tentang Pelemahan Kegiatan, No,urut 11 s/d 20 = Pertanyaan Tentang Pelemahan Motivasi, No,urut 21 s/d 30 = Pertanyaan Tentang Pelemahan Fisik Modul-4, data M Arief Latar 7

3. Klasifikasi tingkat kelelahan suyektif berdasarkan total skor individu Tingkat Total skor Klasifikasi Tindakan perbaikan Kelelahan individu Kelelahan 1 30-52 Rendah Belum diperlukan adanya tindakan perbaikan 2 53 75 Sedang Mungkin diperlukan tidakan kemudian hari 3 67 98 Tingggi Diperlukan tindakan segera 4 99-120 Sangat tinggi Diperlukan tindakan menyeluruh sesegera mungkin Tabel diatas merupakan pedoman sederhana untuk menentukan klasifikasi kelelahan subyektif Modul-4, data M Arief Latar 8

4. Cara Pengisin desain penilaian kelelahan subyektif dengan 4 skala likert, dimana ; Skor 1 = tidak pernah merasakan Skor 2 = kadang-kadang merasakan Skor 3 = sering merasakan Skor 4 = sering sekali mersakan Modul-4, data M Arief Latar 9

Nama Tenaga Kerja Tanggal Tes Jenis kelamin L/P Bagian Umur tahun Petugas /Paraf Masa Kerja tahun Apakah saudara N0 Pertanyaan Tentang Pelemahan Kegiatan, Motivasi, dan Fisik 1 Perasaan berat di kepala 2 Menjadi lelah seluruh tubuh 3 Kaki merasa berat 4 Menguap 5 Merasa kacau pikiran 6 Menjadi mengantuk 7 Merasakan beban pada mata 8 Kaku dan canggung dalam gerakan 9 Tidak seimbang dalam berdiri 10 Mau berbaring 11 Merasa susah berfikir 12 Lelah bicara 13 Menjadi gugup 14 Tidak dapat berkonsentrasi 15 Sulit memusatkan perhatian Skoring 1 2 3 4 10

N0 Pertanyaan Tentang Pelemahan Kegiatan, Motivasi, dan Fisik 15 Sulit memusatkan perhatian 16 Cenderung untuk lupa 17 Kurang kepercayaan diri 18 Cemas terhadap sesuatu 19 Tidak dapat mengontrol sikap 20 Tidak tekun dalam kerja 21 Tidak dapat tekun dalam pekerjaan 22 Sakit kepala 23 Kekakuan di bahu 24 Merasa nyeri di punggung 25 Merasa pernafasan tertekan 26 Haus 27 Suara serak 28 Merasa pening 29 Tremor pada anggota badan 30 Merasa kurang sehat Jumlah Skor pada kolom 1,2,3, dan 4 Total Skor Stress Individu Skoring 1 2 3 4 Modul-4, data M Arief Latar 11

Selanjutnya langkah berikutnya adalah menghitung jumlah skor pada masing-masing kolom (1, 2, 3, dan 4), dari 30 pernyataan diatas. Dari desain penilaian akan diperoleh nilai terendah dan tertinggi, dimana dari desain penilaian ini terendah adalah sebesar 30 dan skor tertinggi adalah 120 Kerjakan untuk tugas desain beriutnya Modul-4, data M Arief Latar 12

TES KELELAHAN FISIK TENAGA KERJA NAMA PERUSAHAAN Nama Tenaga Kerja Bagian Tugas kerja Tipe kerja Tgl test Petugas/Hiperkes & KK Kerja berdiri, duduk, membengkok, berjalan, kerja seluruh badan kerja jari jari sampai pergelengan tangan, kerja dua lengan, kerja seluruh badan Modul-4, data M Arief Latar 13

HASIL TEST KELELAHAN FISIK No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Waktu pengukuran Rata- rata Penilaian : Reaction Time (mill detik) Cahaya Suara Normal = 150 240 Ringan = 24 1-410 Sedang = 411-580 Berat = > 580 Modul-4, data M Arief Latar 14

HASIL TEST KESEGARAN JASMANI LAMA TEST ISTIRAHAT PULSA NADI 5 menit (300 detik) 1 menit P1 = pulse 1 menit P2 = pulse 1 menit P3 = pulse Jumlah Pulse Nadi pulse PENILAIAN ; p Indeks Kesegaran Jasmani = lama tes x 100 = 30.000 = Jml pulse nadi Keterangan : > 89 = sangat baik 80-89 = baik 65-79 = cukup 55-64 = sedang < 55 = kurang Modul-4, data M Arief Latar 15

Denyut nadi Besaran Satuan Diastolik mm Hg Sistolik mm Hg Sistolik diastolik Penilaian 120 80 Optima 130 85 Normal 140 90 Normal alta 150 100 Gradio 1. hipertension (leve) 160 110 Hipertension (moderate) Modul-4, data M Arief Latar 16

Keterangan : Prinsip : waktu kerja denyut nadi meningkat kemudian mengalami pemulihan setelah selesai kegiatan Alat yg digunakan : bangku setinggi : o 47 Cm (laki) dan o 40 Cm (perempuan), metronom dan stopwatch Naik turun bangku dengan kecepatan. 120 langkah/menit, lamanya sampai merasa lelah kurang lebih 5 menit. Denyut nadi dihitung selama 30 detik dan dimulai berturutturut tiap 1 menit setelah kegiatan dihentikan, sehingga didapat, p1, p2, dan p3 Modul-4, data M Arief Latar 17

contoh CONTOH ; TEST KESEGARAN JASMANI LAMA TEST ISTIRAHAT PULSA NADI 5 menit (300 detik) 1 menit 110 pulsa 1 menit 96 pulsa 1 menit 93 pulsa Jumlah Pulsa Nadi 299 pulsa PENILAIAN ; Indeks Kesegaran Jasmani = lama tes x 100 = 30.000 = 100,3 Jml pulsa nadi 299 Keterangan : > 89 = sangat baik 80-89 = baik 65-79 = cukup 55-64 = sedang < 55 = kurang Modul-4, data M Arief Latar 18

Denyut nadi, Sistolik :...120...mm Hg Diastolik ;......80... mm Hg Sistolik diastolik Penilaian 120 80 Optima 130 85 Normal 140 90 Normal alta 150 100 Gradio 1. hipertension (leve) 160 110 Hipertension (moderate) Modul-4, data M Arief Latar 19