MODUL 5 BANDUL MATEMATIS DAN FISIS

dokumen-dokumen yang mirip
TUJUAN PERCOBAAN II. DASAR TEORI

I. MAKSUD DAN TUJUAN 1. Mengenal sifat bandul fisis 2. Menentukan percepatan gravitasi

LAPORAN PRAKTIKUM EKSPERIMEN FISIKA II ANALISIS BANDUL FISIS

LAPORAN HASIL PRAKTIKUM FISIKA DASAR I

Olimpiade Sains Nasional Eksperimen Fisika Tingkat Sekolah Menengah Atas Agustus 2008 Waktu: 4 jam

Dinamika Rotasi 1. Dua bola bermassa m 1 = 2 kg dan m 2 = 3 kg dihubungkan dengan batang ringan tak bermassa seperti pada gambar.

Referensi : Hirose, A Introduction to Wave Phenomena. John Wiley and Sons

Hukum gravitasi yang ada di jagad raya ini dijelaskan oleh Newton dengan persamaan sebagai berikut :

DASAR PENGUKURAN MEKANIKA

SASARAN PEMBELAJARAN

menganalisis suatu gerak periodik tertentu

PRAKTIKUM FISIKA DASAR I

FISIKA I. OSILASI Bagian-2 MODUL PERKULIAHAN. Modul ini menjelaskan osilasi pada partikel yang bergerak secara harmonik sederhana

Nama Percoba an : LENSA Tanggal Percobaan : 12 Desember 2009 Kelompok : II. Nama Mahasiswa : RIZKI NIM :

Materi Pendalaman 01:

Osilasi Harmonis Sederhana: Beban Massa pada Pegas

JURNAL PRAKTIKUM GERAK OSILASI DAN JATUH BEBAS

PHYSICS SUMMIT 2 nd 2014

BANDUL SEDERHANA BANDUL SEDERHANA

v adalah kecepatan bola A: v = ωr. Dengan menggunakan I = 2 5 mr2, dan menyelesaikan persamaanpersamaan di atas, kita akan peroleh: ω =

Catatan Kuliah FI1101 Fisika Dasar IA Pekan #8: Osilasi

Tujuan. Pengolahan Data MOMEN INERSIA

Jawaban Soal OSK FISIKA 2014

PESAWAT ATWOOD. Kegiatan Belajar 1 A. LANDASAN TEORI

Karakteristik Gerak Harmonik Sederhana

KARAKTERISTIK GERAK HARMONIK SEDERHANA

Dinamika Rotasi, Statika dan Titik Berat 1 MOMEN GAYA DAN MOMEN INERSIA

K 1. h = 0,75 H. y x. O d K 2

Mata Kuliah GELOMBANG OPTIK TOPIK I OSILASI. andhysetiawan

DINAS PENDIDIKAN KOTA PADANG SMA NEGERI 10 PADANG GETARAN

SILABUS MATA KULIAH FISIKA DASAR

Gerak Harmonis. Sederhana SUB- BAB. A. Gaya Pemulih

FIsika DINAMIKA ROTASI

SOAL UJIAN SELEKSI CALON PESERTA OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2015 TINGKAT PROVINSI

GERAK OSILASI. Penuntun Praktikum Fisika Dasar : Perc.3

Contoh Soal dan Pembahasan Dinamika Rotasi, Materi Fisika kelas 2 SMA. Pembahasan. a) percepatan gerak turunnya benda m.

MODUL PRATIKUM FISIKA

LEMBAR KERJA SISWA PERCOBAAN VIRTUAL BANDUL FISIS

SELEKSI OLIMPIADE NASIONAL MIPA PERGURUAN TINGGI (ONMIPA-PT) 2014 TINGKAT UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA BIDANG FISIKA

Makalah Fisika Bandul (Gerak Harmonik Sederhana)

bermassa M = 300 kg disisi kanan papan sejauh mungkin tanpa papan terguling.. Jarak beban di letakkan di kanan penumpu adalah a m c m e.

PETUNJUK UMUM Pengerjaan Soal Tahap 1 Diponegoro Physics Competititon Tingkat SMA

FISIKA XI SMA 3

BAB DINAMIKA ROTASI DAN KESEIMBANGAN BENDA TEGAR

1. (25 poin) Sebuah bola kecil bermassa m ditembakkan dari atas sebuah tembok dengan ketinggian H (jari-jari bola R jauh lebih kecil dibandingkan

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR MODUL 5 MOMEN INERSIA

Bab 6 Momentum Sudut dan Rotasi Benda Tegar

Uji Kompetensi Semester 1

SOAL SELEKSI OLIMPIADE SAINS TINGKAT KABUPATEN/KOTA 2014 CALON TIM OLIMPIADE FISIKA INDONESIA 2015

SOAL SELEKSI OLIMPIADE SAINS TINGKAT KABUPATEN/KOTA 2017 CALON TIM OLIMPIADE FISIKA INDONESIA 2018

LAPORAN Pratikum Percepatan Gravitasi Bumi

dibutuhkan untuk melakukan satu getaran adalah Selang waktu yang dibutuhkan untuk melakukan satu getaran adalah periode. Dengan demikian, secara

Olimpiade Sains Nasional F i s i k a

DINAMIKA ROTASI DAN KESETIMBANGAN BENDA TEGAR

D. 15 cm E. 10 cm. D. +5 dioptri E. +2 dioptri

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

LAPORAN GETARAN PEGAS DAN AYUNAN BANDUL

4 I :0 1 a :4 9 1 isik F I S A T O R A IK M A IN D

GERAK HARMONIK. Pembahasan Persamaan Gerak. untuk Osilator Harmonik Sederhana

KATA PENGANTAR. Semarang, 28 Mei Penyusun

SOAL SOAL FISIKA DINAMIKA ROTASI

MODUL MATA KULIAH PRAKTIKUM FISIKA (ESA 168)

BAB 3 DINAMIKA ROTASI DAN KESETIMBANGAN BENDA TEGAR

SOAL UJIAN SELEKSI CALON PESERTA OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2015 TINGKAT PROPINSI

DINAMIKA ROTASI DAN KESETIMBANGAN BENDA TEGAR

JAWABAN Fisika OSK 2013

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR MODUL 6 PIPA U

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA (PERCEPATAN GRAVITASI) Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas. Mata Kuliah : Fisika I OLEH : NAMA : SAIM HIDAYAT

momen inersia Energi kinetik dalam gerak rotasi momentum sudut (L)

C. Momen Inersia dan Tenaga Kinetik Rotasi

SOAL UJIAN PRAKTIK SMA NEGERI 78 JAKARTA

Mengukur Kebenaran Konsep Momen Inersia dengan Penggelindingan Silinder pada Bidang Miring

Smart Solution TAHUN PELAJARAN 2012/201 /2013. Pak Anang. Disusun Per Indikator Kisi-Kisi UN Disusun Oleh :

GERAK HARMONIK SEDERHANA

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR I MODUL A3 KETETAPAN GAYA PEGAS, GRAVITASI

PUSAT MASSA DAN TITIK BERAT

Dari gamabar diatas dapat dinyatakan hubungan sebagai berikut.

Olimpiade Sains Nasional 2012 Tingkat Propinsi. F i s i k a

PETUNJUK PRAKTIKUM FISIKA KELAS 1

1. Menentukan momen kelembaman benda dengan mengukur massa serta. 2. Menghitung momen kelembaman dengan mencari waktu getar ayunan torsi.

SOAL SELEKSI OLIMPIADE SAINS TINGKAT KABUPATEN/KOTA 2015 CALON TIM OLIMPIADE FISIKA INDONESIA 2016

SOAL MID SEMESTER GENAP TP. 2011/2012 : Fisika : Rabu/7 Maret 2012 : 90 menit

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR OSILASI

Antiremed Kelas 11 FISIKA

01. Panjang gelombang dari gambar di atas adalah. (A) 0,5 m (B) 1,0 m (C) 2,0 m (D) 4,0 m (E) 6,0 m 02.

SILABUS MATA PELAJARAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN FISIKA

Soal 2 : Osilasi dari tabung berisi air

JURNAL PRAKTIKUM GERAK OSILASI DAN JATUH BEBAS

Antiremed Kelas 11 FISIKA

BAB I BESARAN DAN SISTEM SATUAN

BAHAN AJAR FISIKA KELAS XI IPA SEMESTER GENAP MATERI : DINAMIKA ROTASI

BAB II PEMODELAN MATEMATIS SISTEM INVERTED PENDULUM

Momen inersia yaitu ukuran kelembapan suatu benda untuk berputar. Rumusannya yaitu sebagai berikut:

(translasi) (translasi) Karena katrol tidak slip, maka a = αr. Dari persamaan-persamaan di atas kita peroleh:

OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2012 BIDANG ILMU FISIKA

PESAWAT ATWOOD. Herayanti, Lisna, Arsyam Basri, Rafika Rahmatia PENDIDIKAN FISIKA 2014 Abstrak

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dapat

Antiremed Kelas 12 Fisika

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR MODUL 2 PESAWAT ATWOOD

PENGARUH PERBEDAAN PANJANG POROS SUATU BENDA TERHADAP KECEPATAN SUDUT PUTAR

Transkripsi:

MODUL 5 BANDUL MAEMAIS DAN FISIS I. BANDUL MAEMAIS UJUAN PRAKIKUM:. Dapat mengukur waktu ayun bandul sederhana dengan teliti.. Dapat menentukan nilai percepatan grafitasi. ALA-ALA YANG DIGUNAKAN:. Stopwatch.. Bandul matematis. 3. Mistar. 4. Anak timbangan. EORI PENUNJANG : Pada bandul sederhana massa terpusat di ujung benang, sedang benang dapat diabaikan massanya. Agar hubungan = (l/g) berlaku, amplituda ayunan haruslah kecil, hingga tan sin ( dinyatakan dalam radian ). PERCOBAAN :. imbang bandul ( m ) dan bandul ( m ).. Dengan panjang tali cm, berilah simpangan kecil pada bandul, biarkanlah berayun beberapa saat, lalu catatlah waktu yang diperlukan untuk ayunan. 3. Ulangi percobaan untuk bandul. 4. Ulangi percobaan dan 3 untuk panjang tali 3 cm. Gambar. Ayunan bandul

II. BANDUL FISIS UJUAN PRAKIKUM :. Memahami sifat-sifat dari bandul fisis. Memahami besaran-besaran penting yang berkaitan dengan bandul fisis dan syarat agar bandul fisis mengalami gha. 3. Dapat mengukur perioda bandul fisis yang mengalami gha. 4. Dapat menentukan percepatan gravitasi g dengan menggunakan bandul fisis. ALA-ALA YANG DIGUNAKAN :. Bandul fisis yang terdiri dari dua keping logam S berbentuk silinder yang dapat diletakkan pada batang logam yang berlubang. S A B C. Poros penggantung 3. Stopwatch 4. Mistar 5. imbangan dan anak timbangan EORI PENUNJANG : Suatu benda dapat mengalami gerak harmonik sederhana,jika pada benda bekerja gaya pulih F yang dinyatakan dengan F = - k x. Suatu benda yang diberi sumbu dapat mengalami gha jika pada benda bekerja momen gaya pulih : k.. ( ) dengan : k = tetapan momen gaya = simpangan sudut

Karena momen gaya pulih, benda dapat mengalami gerak rotasi bolak-balik pada sumbunya di sekitar kedudukan keseimbangan. Dengan menggunakan analog antara besaran-besaran gerak translasi dan besara-besaran gerak rotasi, perioda dari gha dapat dinyatakan sebagai : I K ( ) dengan : I = momen inersia benda terhadap sumbu ayun. Bandul matematis terdiri dari sebuah massa yang berukuran kecil, digantungkan pada tali yang tidak mulur dan massanya dapat diabaikan. Pusat massa bandul matematis dapat dipandang terkumpul di suatu titik pada ujung tali (Gambar ). Berbeda dengan bandul matematis, bandul fisis adalah bandul riil yang dapat berbentuk sembarang (Gambar 3). Bandul fisis yang berayun bolak-balik pada sumbunya di disekitar kedudukan keseimbangannya =, disebabkan karena gaya berat m g yang bekerja pada pusat massanya di C, gerak ayunannya merupakan gha hanya jika memenuhi syarat tertentu. l c mg L sin mg Gambar Gambar 3 = Dari Gambar 3 jelas bahwa momen gaya pulih, yaitu gaya yang selalu menyebabkan bandul dapat berayun kembali menuju kedudukan keseimbangannya adalah : mgl sin. ( 3 ) dengan : l = jarak sumbu di ke pusat massa C Karena sebanding dengan sin, gerak ayunan ini bukanlah gha. etapi jika simpangan sudut cukup kecil, maka sin dapat diganti dengan, sehingga ( 3 ) menjadi : mgl.. ( 4 )

Dalam hal ini mgl = K merupakan tetapan momen gaya. Jadi gerak ayunan bandul fisis merupakan gha, hanyalah jika simpangan sudut cukup kecil. Dari ( ) perioda gha bandul fisis selanjutnya dapat dirumuskan sebagai : I mgl ( 5 ) dengan : m = massa bandul fisis Jika momen inersia benda terhadap sumbu melalui pusat massanya diketahui, maka menurut dalil sumbu sejajar, momen inersia benda terhadap sumbu sembarang yang sejajar dengan sumbu melalui pusat massa dan bejarak l, dapat ditentukan menurut hubungan : I I ml ( 6 ) dengan : I = momen inersia benda terhadap sumbu melalui pusat massa I = momen inersia terhadap sumbu yang berjarak l terhadap pusat massa. Jika pada (5) I diganti dengan I + ml, maka : I ml mgl....( 7 ) Jika perioda dari bandul fisis yang ayunannya berjarak l, dan pusat massa disebut, maka : I ml mgl Jika jaraknya l dari pusat massa, maka periodanya : I ml mgl

Dengan cara mengeliminasi I dari dan, dapat diperoleh hubungan : Lab. Fisika dan Instrumentasi g = 4 l l l l...( 8 ) Dari rumus ( 8 ), g dapat ditentukan jika l l, l, dan, dapat diukur pada percobaan ini. PERCOBAAN : imbang batang dan keping bandul (mb & ms) Ukur panjang batang keseluruhan ( L ). Dengan A sebagai titik gantung, ayunkan bandul fisis dengan simpangan sudut yang kecil.. Catat waktu yang diperlukan untuk ayunan pertama ( ) 3. Setelah selesai biarkan bandul tetap berayun selama 3 detik, kemudian hitung kembali waktu yang diperlukan untuk ayunan berikutnya ( ). Cari telitinya ( A ) dengan menggunakan rumus yang sama pada percobaan matematis. 4. Ulangi percobaan,, 3 dengan B sebagai titik gantung. Cari telitinya ( B )