FLUID CIRCUIT FRICTION EXPERIMENTAL APPARATUS BAB II

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III PERALATAN DAN PROSEDUR PENGUJIAN

BAB III PEMBUATAN ALAT UJI DAN METODE PENGAMBILAN DATA

BAB IV PENGOLAHAN DATA DAN ANALISA DATA

Gambar 3-15 Selang output Gambar 3-16 Skema penelitian dengan sudut pipa masuk Gambar 3-17 Skema penelitian dengan sudut pipa masuk

Losses in Bends and Fittings (Kerugian energi pada belokan dan sambungan)

I. TUJUAN PRINSIP DASAR

ANALISIS DEBIT FLUIDA PADA PIPA ELBOW 90 DENGAN VARIASI DIAMETER PIPA

BAB III PEMBUATAN ALAT UJI DAN METODE PENGAMBILAN DATA

BAB IV PENGUKURAN KEHILANGAN ENERGI AKIBAT BELOKAN DAN KATUP (MINOR LOSSES)

BAB IV PENGOLAHAN DATA DAN ANALISA DATA

BAB IV PERHITUNGAN INSTALASI POMPA HYDRANT. Massa jenis cairan : 1 kg/liter. Kapasitas : liter/menit = (1250 gpm) Kondisi kerja : Tidak kontinyu

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

LABORATORIUM TEKNIK KIMIA SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2015

Panduan Praktikum 2012

BAB III ANALISA DAN PERHITUNGAN

Gambar 3.1 Skema alat uji Head Loss Mayor

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

SKRIPSI. Skripsi Yang Diajukan Untuk Melengkapi. Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik BINSAR T. PARDEDE NIM DEPARTEMEN TEKNIK MESIN

BAB III ANALISA DATA

WATER TO WATER HEAT EXCHANGER BENCH BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Tujuan Pengujian

PERANCANGAN SISTEM DISTRIBUSI AIR BERSIH DINGIN DARI TANGKI ATAS MENUJU HOTEL PADA THE ARYA DUTA HOTEL MEDAN

PENGARUH DEBIT ALIRAN TERHADAP HEAD LOSSES PADA VARIASI JENIS BELOKAN PIPA

BUKU PETUNJUK PRAKTIKUM MESIN-MESIN FLUIDA

RANCANG BANGUN PERANGKAT UJI RUGI-RUGI HEAD DENGAN FLUIDA KERJA AIR (H 2 O) DAN ANALISISNYA. Oleh : Tris Sugiarto ABSTAK

Jurnal FEMA, Volume 1, Nomor 1, Januari 2013 PERANCANGAN ALAT UJI GESEKAN ALIRAN DI DALAM SALURAN

BAB IV PERHITUNGAN DAN ANALISA DATA

MODUL PRAKTIKUM LABORATORIUM INSTRUKSIONAL TEKNIK KIMIA ALIRAN FLUIDA (ALF)

Analisa Pengaruh Variasi Volume Tabung Udara Dan Variasi Beban Katup Limbah Terhadap Performa Pompa Hidram

BAB II PRINSIP-PRINSIP DASAR HIDRAULIK

MODUL PRAKTIKUM LABORATORIUM INSTRUKSIONAL TEKNIK KIMIA ALIRAN FLUIDA (ALF) Koordinator LabTK Dr. Pramujo Widiatmoko

MODUL PRAKTIKUM MEKANIKA FLUIDA

PENGUJIAN PENGARUH VARIASI HEAD SUPPLY DAN PANJANG LANGKAH KATUP LIMBAH TERHADAP UNJUK KERJA POMPA HIDRAM

BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Indonesia. Analisa aliran berkembang..., Iwan Yudi Karyono, FT UI, 2008

Analisa Pengaruh Variasi Volume Tabung Udara Dan Variasi Beban Katup Limbah Terhadap Performa Pompa Hidram

MODUL IV ALIRAN MELALUI VENTURIMETER

BAB IV ANALISA SISTEM PEMIPAAN DAN PEMILIHAN POMPA

BAB I CENTRIFUGAL FAN TESTING APPARATUS

2 yang mempunyai posisi vertikal sama akan mempunyai tekanan yang sama. Laju Aliran Volume Laju aliran volume disebut juga debit aliran (Q) yaitu juml

BAB III METODE PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN PERHITUNGAN SERTA ANALISA

PENGUJIAN PENGARUH VARIASI HEAD SUPPLY DAN PANJANG LANGKAH KATUP LIMBAH TERHADAP UNJUK KERJA POMPA HIDRAM

PENGARUH REYNOLD NUMBER ( RE ) TERHADAP HEAD LOSSES PADA VARIASI JENIS BELOKAN PIPA ( BERJARI JARI DAN PATAH )

LAPORAN PRAKTIKUM UOP I SIRKUIT FLUIDA

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISA DAN PERHITUNGAN

BAB IV PERHITUNGAN SISTEM HIDRAULIK

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

LABORATORIUM SATUAN OPERASI

Journal of Mechanical Engineering Learning

STUDI EKSPERIMENTAL DAN NUMERIK ALIRAN DUA FASE (AIR-UDARA) MELEWATI ELBOW 60 o DARI PIPA VERTIKAL MENUJU PIPA DENGAN SUDUT KEMIRINGAN 30 o

BAB IV PERANCANGAN SISTEM PERPIPAAN AIR UNTUK PENYIRAMAN TANAMAN KEBUN VERTIKAL

BAB I PENGUJIAN TURBIN AIR FRANCIS

Karakteristik Perpindahan Panas dan Pressure Drop pada Alat Penukar Kalor tipe Pipa Ganda dengan aliran searah

FISIKA STATIKA FLUIDA SMK PERGURUAN CIKINI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III RANCANG BANGUNG MBG

BAB IV PENGOLAHAN DATA

KAJI EKSPERIMENTAL RUGI TEKAN (HEAD LOSS) DAN FAKTOR GESEKAN YANG TERJADI PADA PIPA LURUS DAN BELOKAN PIPA (BEND)

JUDUL TUGAS AKHIR ANALISA KOEFISIEN GESEK PIPA ACRYLIC DIAMETER 0,5 INCHI, 1 INCHI, 1,5 INCHI

Pengaruh Diameter Gelembung Hidrogen Terhadap Penurunan Tekanan (Pressure Drop) Pada Saluran Tertutup Segi-Empat

III. METODOLOGI PENELITIAN. terbuka, dengan penjelasannya sebagai berikut: Test section dirancang dengan ukuran penampang 400 mm x 400 mm, dengan

STUDI DISTRIBUSI TEKANAN ALIRAN MELALUI PENGECILAN SALURAN SECARA MENDADAK DENGAN BELOKAN PADA PENAMPANG SEGI EMPAT

STUDI EKSPERIMENTAL PENGUKURAN HEAD LOSSES MAYOR (PIPA PVC DIAMETER ¾ ) DAN HEAD LOSSES MINOR (BELOKAN KNEE 90 DIAMETER ¾ ) PADA SISTEM INSTALASI PIPA

PENURUNAN TEKANAN DALAM PIPA ALIRAN FLUIDA II

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV PENGOLAHAN DATA DAN ANALISA DATA

LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM TEKNIK KIMIA ALIRAN FLUIDA

BAB IV ANALISA DAN PERHITUNGAN

KAJIAN EKSPERIMEN COOLING WATER DENGAN SISTEM FAN

PENGARUH KECEPATAN UDARA PENDINGIN KONDENSOR TERHADAP KOEFISIEN PRESTASI AIR CONDITIONING

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENGARUH VARIASI VOLUME TABUNG TEKAN TERHADAP EFISIENSI PADA POMPA HIDRAM

ANALISA ALIRAN FLUIDA PENGARUH ELBOW, FITTING, VALVE DAN PERUBAHAN LUAS PERMUKAAN DALAM SISTEM PERPIPAAN

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN PROSES PEMBUATAN ALAT PENYANGGA TENGAH OTOMATIS PADA SEPEDA MOTOR YANG MENGGUNAKAN SISTEM HIDROLIK

BAB II LANDASAN TEORI

FLUID MACHINES LABORATORY MECHANICAL ENGINEERING BRAWIJAYA UNIVERSITY JL. MAYJEN HARYONO 167 MALANG TELP/FAX :

BAB FLUIDA A. 150 N.

BAB 3 PERALATAN DAN PROSEDUR PENELITIAN

BAB II LANDASAN TEORI. dapat dilakukan berdasarkan persamaan kontinuitas yang mana prinsif dasarnya

HAMBATAN GESEK ALIRAN LUMPUR DALAM PIPA 1/2 DAN PIPA SPIRAL P/Di = 4,3

TUGAS AKHIR ANALISA INSTALASI PEMIPAAN DAN PENGGUNAAN POMPA PADA GEDUNG ASRAMA HAJI DKI JAKARTA

BAB III SET-UP ALAT UJI

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... i. ABSTRAK... iii. DAFTAR ISI iv. DAFTAR GAMBAR... ix. DAFTAR TABEL... xii. DAFTAR NOTASI... xiii

II. TINJAUAN PUSTAKA

PERANCANGAN ALAT PRAKTIKUM PENGUJIAN HEADLOSS ALIRAN FLUIDA TAK TERMAMPATKAN. Dwi Ermadi 1*,Darmanto 1

BAB 3 METODE PENELITIAN

Karakteristik Perpindahan Panas pada Double Pipe Heat Exchanger, perbandingan aliran parallel dan counter flow

BAB III ANALISA IMPELER POMPA SCALE WELL

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Waktu penelitian dilakukan setelah di setujui sejak tanggal pengesahan

KEHILANGAN HEAD ALIRAN AKIBAT PERUBAHAN PENAMPANG PIPA PVC DIAMETER 12,7 MM (0,5 INCHI) DAN 19,05 MM (0,75 INCHI).

ANALISIS FAKTOR GESEKAN PADA PIPA HALUS ABSTRAK

LAPORAN PRAKTIKUM MEKANIKA FLUIDA UJI WIND TUNNEL. Disusun oleh : Kelompok 4

Antiremed Kelas 11 Fisika

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III DESKRIPSI ALAT DAN PROSEDUR PENGUJIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Gedung ini direncanakan untuk tempat penginapan

KOEFISIEN GESEK PADA RANGKAIAN PIPA DENGAN VARIASI DIAMETER DAN KEKASARAN PIPA

Transkripsi:

BAB II FLUID CIRCUIT FRICTION EXPERIMENTAL APPARATUS 2.1 Tujuan Pengujian 1. Mengetahui pengaruh factor gesekan aliran dalam berbagai bagian pipa pada bilangan reynold tertentu. 2. Mengetahui pengaruh koefisien head dalam, glove valve, gate valve dan cock pada bilangan reynold tertentu. 3. Mengetahui koefisien aliran untuk orifice, nozzle dan pipa venturi. 2.2 Lingkup Experimen Kerugian head aliran pada : 1. Pipa lurus (beberapa bagian). 2. Katup gerbang, katup bola, dan kran. 2.3 Spesifikasi Alat MODEL Pompa air Laju aliran x head Motor Penggerak Daya : FLEA-2000AL : 73 liter/menit x 15 m : 0,75 kw

Tangki penyimpanan air Kapasitas : 50 100 liter Pengaturan kerugian gesek Jaringan pipa, nominal (in) : ½ B, ¾ B, 1 B, 1 1/4 B, Perubahan penampang : Pembesaran dan pengecilan langsung, pembesaran dan pengecilan secara berangsurangsur. Peralatan pipa : Katup pintu air (gerbang), katup bola, dan kran. Belokan : 90 0 radius kecil dengan penghubung ulir (sekrup) dan radius besar yang disambung dengan las. Peralatan Flow meter : Orifice meter, nozzle, venturimeter, rota meter. Manometer pipa U (air raksa) : 550 mm (air raksa tidak disuplai) Manometer pipa U terbalik (air) : 550 mm Penunjuk tekanan : 32 point Kebutuhan Pendukung 1. Listrik 3 fase 220/380 v, 50/60 Hz 2. Suplai air dingin pada tekanan utama (mains ) dan kering. Dimensi dan Berat Panjang : 3200 mm Lebar : 700 mm Tinggi : 1700 mm Volume : 8 m 3 Berat : 800 kg

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2015/2016

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2015/2016

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2015/2016

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2015/2016

I. EKSPERIMEN UNTUK MENGUKUR KERUGIAN GESEK PADA PIPA (1) TUJUAN Untuk mengetauhi kebiasaan atau prilaku fluida incompressible pada jaringan saluran (piping), khususnya kerugian gesekan fluida. Tekanan diferensial pada Δh 25-26, Δh 23-24, Δh 21-22, Δh 19-20 yang berhubungan dengan laju aliran (Q), pada berbagai atau diameter pipa ( 1 /2B, 3 /4B, 1B, 1 1 /4B) diukur dan dihitung untuk mendapatkan factor gesekan (λ25-26, λ23-24, λ21-22, λ19-20) yang berhubungan dengan gesekan pada bilangan Reynold (2) PERALATAN EKSPERIMEN Gambar terlampir (gambar 4-1) (3) PELAKSANAAN PERCOBAAN 1. PERSIAPAN 1. Tutup semua katup ventilasi udara, katup pressure tapping selection dan katup pembuangan (kontrol aliran). 2. Buka semua katup pengatur aliran, katup bola, katup gerbang (gate valve), drank ram (cock) agar air dapat mengalir. 3. Tekan switch motor penggerak pada posisi ON agar pompa dapat bekerja mensirkulasi air. 4. Buka katup ventilasi udara (katup VA-1 dan VA-2) untuk mengeluarkan udara dari jaringan pipa. 2. PENGUKURAN 1. Putar katup kontrol aliran (VF-1) untuk mengubah debit aliran yang diinginkan, debit aliran dapat dilihat pada Rotameter. 2. Buka katup water inverse U-TUBE manometer (L dan R). 3. Buka katup ventilasi manometer air. 4. Buka katup pada pressure tapping selection untuk mengetahui perbedaan tekanan antara dua titik (hanya dua katup yang terbuka); apabila ingin mengetahui perbedaan tekanan dititik yang lain, tutup katup dan buka pada katup yang diinginkan dan seterusnya. 5. Amati perbedaan tekanan yang terjadi pada manometer air. 6. Akhir dari pengujian, tutup semua katup dan matikan power switch (OFF).

(4) PENGUKURAN DAN PERHITUNGAN 1. HASIL PENGUKURAN 1. Tekanan diferensial - Δh 25-26, Δh 23-24, Δh 21-22, Δh 19-20 2. Laju aliran aktual perjam - Q (m 3 /jam) 2. PERHITUNGAN DAN PERSAMAAN a. Laju aliran perdetik Q 1 (m 3 /detik) Q Q x10 3 1 3,6 dengan Q didapat dari Rotameter b. Konversi satuan tekanan mmhg Δh (mmh2o)= 13.6 x Δh (mmhg) c. Kecepatan air dalam pipa V (m/s) V Q / d 2 1 4 dengan d adalah diameter dalam pipa, yaitu: d 1 /2B = 0,0161 m d 3 /4B = 0,0216 m d 1B = 0,0276 m d 1 1 /4B = 0,0357 m d 2B = 0,0529 m. d. Faktor gesekan untuk air dalam pipa λ 2 g.h.d V 2.l dengan h adalah tekanan diferensial yaitu Δh 25-26, Δh 23-24, Δh 21-22, Δh 19-20 (mh2o), dan l adalah panjang pipa = 2m e. Bilangan Reynold untuk aliran air dalam pipa Re d d.v dimana v adalah viskositas kinematik air pada temperature T 0 C (m 2 /s)

(5) HASIL AKHIR 1. CATATAN HASIL Catatan hasil harga pengukuran dan perhitungan dimasukan pada tabel 2. GRAFIK Dari hasil perhitungan kurva (mulus) hubungan antara kerugian gesek pada pipa dan bilangan Reynold λ Red

II. EKSPERIMEN UNTUK MENGUKUR KERUGIAN HEAD PADA PERALATAN PIPA (1) TUJUAN Untuk mengetahui kebiasaan atau perilaku fluida incompressible pada jaringan pipa, khususnya kerugian head fluida pada peralatan pipa. Tekanan diferensial, yang berhubungan dengan laju aliran pada peralatan pipa, yaitu glove valve, gate valve dan cock valve. diukur dan dihitung untuk mendapatkan koefisien kerugian head yang berhubungan dengan kerugian gesekan pada bilangan reynold. (2) PERALATAN EKSPERIMEN Gambar terlampir (Gambar 4-1) (3) PELAKSANAAN PENGUJIAN 1. PERSIAPAN 1. Tutup semua katup ventilasi udara, katup pressure tapping selection dan katup pembuangan (kontrol aliran). 2. Buka semua katup pengatur aliran, katup bola, katup gerbang (gate valve), drank ram (cock) agar air dapat mengalir. 3. Tekan switch motor penggerak pada posisi ON agar pompa dapat bekerja mensirkulasi air. 4. Buka katup ventilasi udara (katup VA-1 dan VA-2) untuk mengeluarkan udara dari jaringan pipa. 2. PENGUKURAN 1. Putar katup kontrol aliran (VF-1) untuk mengubah debit aliran yang diinginkan, debit aliran dapat dilihat dari Rotameter. 2. Buka katup (gate valve, glove valve, dan cock) dalam keadaan bukaan penuh. 3. Buka katup water inverse U-TUBE manometer (L dan R). 4. Buka katup ventilasi atas manometer air. 5. Buka katup pada pressure tapping selection untuk mengetahui perbedaan tekanan antara dua titik (hanya dua katup yang terbuka); apabila ingin mengetahui perbedaan tekanan dititik yang lain, tutup katup dan buka pada katup yang yang diinginkan dan seterusnya. 6. Amati perbedaan tekanan yang terjadi pada manometer air.

(V 1 1 ) 2 4 / 2 g FLUID CIRCUIT FRICTION EXPERIMENTAL APPARATUS (4) PENGUKURAN DAN PERHITUNGAN 1. HASIL PENGUKURAN a. Tekanan diferensial yang berhubungan dengan kerugian head pada glove valve (Δh 9-10), gate valve (Δh 7-8), dan cock (Δh 11-12) b. Laju aliran aktual per-jam Q (m 3 /s) 2. PERHITUNGAN DAN PERSAMAAN a. Laju aliran perdetik Q 1 (m 3 /detik) Q Q x10 3 1 3,6 dengan Q didapat dari Rotameter b. Konversi satuan tekanan mmhg Δh (mmh2o)= 13.6 x Δh (mmhg) c. Kecepatan air dalam pipa V (m/s) V Q / d 2 1 4 dengan d adalah diameter dalam pipa, yaitu: d 1 /2B = 0,0161 m d 3 /4B = 0,0216 m d 1B = 0,0276 m d 1 1 /4B = 0,0357 m d 2B = 0,0529 m d. Koefisien kerugian head pada glove valve, gate valve, dan cock valve ζ9-10, ζ7-8, ζ11-12 h Dengan h adalah Δh 9-10, Δh 11-12, Δh 7-8 e. Bilangan Reynold untuk aliran air dalam pipa d (1 1 4 ).V (1 1 4 ) Re d dimana v adalah viskositas kinematik air pada temperature T 0 C (m 2 /s)

(5) HASIL AKHIR 5. CATATAN HASIL Catatan hasil harga pengukuran dan perhitungan dimasukan pada tabel. 6. GRAFIK Dari hasil perhitungan kurva (mulus) hubungan antara kerugian gesek pada pipa dan bilangan Reynold. ζ Red 1 1 /4

III. EKSPERIMEN UNTUK PENGUKURAN DENGAN ORIFICE, NOZZLE, DAN TABUNG VENTURI (1) TUJUAN Untuk mengetahui kebiasaan atau perilaku (behavior) fluida incompressible pada jaringan pipa khususnya pengukuran laju aliran dan teorinya. Tekanan differensial (ho, hn, hv) yang berhubungan dengan laju aliran pada Orifice, Nozzle, dan pipa Venturi, diukur dan digunakan untuk menghitung koefisien (Co, Cn, Cv) untuk menentukan hubungan laju aliran pada pipa dengan bilangan reynold. (2) PERALATAN EKSPERIMEN Gambarnya terlampir (Gambar 4-1) (3) PELAKSANAAN PERCOBAAN 1. PERSIAPAN 1. Tutup semua katup ventilasi udara, katup pressure tapping selection dan katup pembuangan (kontrol aliran). 2. Buka semua katup pengatur aliran, katup bola, katup gerbang (gate valve), drank ram (cock) agar air dapat mengalir. 3. Tekan switch motor penggerak pada posisi ON agar pompa dapat bekerja mensirkulasi air. 4. Buka katup ventilasi udara (katup VA-1 dan VA-2) untuk mengeluarkan udara dari jaringan pipa. 2. PENGUKURAN 1. Putar katup kontrol aliran (VF-1) untuk mengubah debit aliran yang diinginkan, debit aliran dapat dilihat dari Rotameter. 2. Buka katup water inverse U-TUBE manometer (L dan R). 3. Buka katup ventilasi manometer air. 4. Buka katup pada pressure tapping selection untuk mengetahui perbedaan tekanan antara dua titik (hanya dua katup yang terbuka); apabila ingin mengetahui perbedaan tekanan dititik yang lain, tutup katup dan buka pada katup yang yang diinginkan dan seterusnya. 5. Amati perbedaan tekanan yang terjadi pada manometer air. 6. Akhir dari pengujian, tutup semua katup dan matikan power switch (OFF).

(4) PENGUKURAN DAN PERHITUNGAN 1. HASIL PENGUKURAN a. Tekanan diferensial yang dihasilkan oleh Orifice h o (mhg) b. Tekanan diferensial yang dihasilkan oleh Nozzle h n (mhg) c. Tekanan diferensial yang dihasilkan oleh pipa Venturi h v (mhg) d. Laju aliran aktual per-jam Q (m 3 /jam) e. Temperatur air T ( 0 C) 2. PERHITUNGAN DAN PERSAMAAN a. Laju aliran per-detik Q 1 (m 3 /detik) Q Q x10 3 1 3,6 dengan Q didapat dari Rotameter b. Laju aliran teoritis pada Orifice Qo (m 3 /detik) Qo do 2 4 2 g.ho Dengan do = diameter Orifice (0,0114m) g = 9,8 m/s 2 ho = 13,6 x h o ho = perbedaan tekanan antara tingkat yang atas dan bawah pada Orifice (mh2o) h o = pembacaan dari perbedaan merkuri kolom pada pipa manometer U air raksa (mhg) c. Laju aliran teoritis pada Nozzle Qn (m 3 /detik) Qn dn 2 4 2g.hn Dengan dn = diameter Orifice (0,012m) g = 9,8 m/s 2 hn = 13,6 x h o

hn = perbedaan tekanan antara tingkat yang atas dan bawah pada Nozzle (mh2o) h n = pembacaan dari perbedaan merkuri kolom pada pipa manometer U air raksa (mhg) d. Laju aliran teoritis pada pipa Venturi Qv (m 3 /detik) Qv dv 2 4 2 g.hv Dengan dv = diameter Venturi (0,0114m) g = 9,8 m/s 2 hv = 13.6 x h o hv = perbedaan tekanan antara tingkat yang atas dan bawah pada pipa Venturi (mh2o) h v = pembacaan dari perbedaan merkuri kolom pada pipa manometer U air raksa (mhg) e. Koefisien aliran pada Orifice, Nozzle, dan pipa Venturi Co, Cn, Cv Co Q 1 Qo Cn Q 1 Qn f. Bilangan Reynold untuk aliran air dalam pipa d (1 1 4 ).V (1 1 4 ) Re d Cv Q 1 Qv dimana v adalah viskositas kinematik air pada temperature T 0 C (m 2 /s) g. Kecepatan air dalam pipa V (m/s) V Q / d 2 1 4 dengan d adalah diameter dalam pipa, yaitu: d 1 /2B = 0,0161 m d 3 /4B = 0,0216 m d 1B = 0,0276 m d 1 1 /4B = 0,0357 m d 2B = 0,0529 m

(5) HASIL AKHIR 1. CATATAN HASIL Catatan hasil harga pengukuran dan perhitungan dimasukan pada tabel. 2. GRAFIK Dari hasil perhitungan kurva (mulus) hubungan antara kerugian gesek pada pipa dan bilangan Reynold. ζ Red 1 1 /4