BAGIAN VI KAS DAN KASIR

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV HASIL PENELITIAN. A. Prosedur Tabungan pada Bank Syariah Bukopin Capem UPI YPTK. Kegiatan Operasi, Skep.Dir.No : 197/Skep-DIR/BSB-JKT/VIII/2009

Handling Petty Cash. Administrasi Niaga Semester 2 Evada El Ummah Khoiro, S.AB., M. AB.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB II LANDASAN TEORI. informasi disajikan dalam laporan keuangan.

BAB II LANDASAN TEORI 2.1. PENGELOLAAN ADMINISTRASI DANA KAS KECIL. 1. Kas berarti tempat menyimpan uang. 2. Kas berarti uang ( uang tunai )

BAB II LANDASAN TEORI tentang perbankan, adalah sebagai berikut :

BAB II BAHAN RUJUKAN

Flowchart Deposito. Tugas sistem operasional bank syariah Dosen : Gita Danupranata, S.E., M.M

BAB II KAJUAN PUSTAKA

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Pembantu Krian mahasiswa dapat memberikan kesimpulan dan saran kepada

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Pengendalian Kas Sistem pengendalian intern terhadap kas pada umumnya memisahkan fungsi-fungsi : - Penyimpanan - Pelaksana - Pencatatan

BUKTI PENERIMAAN KAS BUKTI SETORAN KAS

SISTEM AKUNTANSI PENGELUARAN KAS PADA UNIT SIMPAN PINJAM KUD KARYA MINA KOTA TEGAL

BAB IV PEMBAHASAN MASALAH

Pengantar Akuntansi 2 PENGENDALIAN INTERNAL DAN AKUNTANSI KAS

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK. Untuk mendukung pembuatan laporan ini, maka perlu dikemukakan hal

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

MEMPERSIAPKAN DAN MENGOPERASIKAN PERALATAN TRANSAKSI DI LOKASI PENJUALAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

ICQ. Internal Control Questionaire. No Pertanyaan Y T Keterangan

BAB III PEMBAHASAN. akan dikelola BMT untuk memperoleh keuntungan, keuntungan akan diberikan

DANA KAS KECIL. Kamis Oleh: Aning Drastari (09) Putri Ekasari (10)

Checklist mengenai lingkungan sistem pengendalian. No Pertanyaan Ya Tidak Keterangan

Proses. Lampiran 1: Pembiayaan PT. Bank Syariah Mandiri Pematangsiantar. Tahap Awal Dokumentasi Monitoring dan Pembinaan Permohonan

di PT. BNI Syari ah Cabang Padang harus mengikuti prosedur yang berlaku di bank tersebut. Adapun prosedur Tabungan ib Tunas Hasanah di PT.

Sumber-sumber Dana Bank

PENATAUSAHAAN DAN PENYUSUNAN LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN BENDAHARA PENERIMAAN SKPD DAN BENDAHARA PENERIMAAN PPKD SERTA PENYAMPAIANNYA

BAB IV PEMBAHASAN. dilakukan penulis untuk mengetahui jenis usaha yang dijalankan oleh perusahaan,

BAB II LANDASAN TEORI. berbagai macam pihak yang berkepentingan. Pihak-pihak di luar perusahaan,

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. diambil kesimpulan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukanpada Bank

BAB II BAB II KAJIAN PUSTAKA. biasanya melibatkan beberapa orang dalam suatu departement atau lebih,

SISTEM DAN PROSEDUR PENERIMAAN DAN PENGELUARAN KAS (Studi Pada Perusahaan Daerah, BPR Bank Daerah Kota Madiun)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Umumnya setiap perusahaan, baik perusahaan besar maupun kecil pasti mempunyai kas. Kas merupakan alat pembayaran

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KEPUTUSAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDesa) "PODHO JOYO" DESA SUKOREJO KECAMATAN SIDAYU KABUPATEN GRESIK NOMOR : 01/KEP/BUMDesa-PJ/2015 TENTANG

A. Sosialisasi Tabungan Sicermat Sosialisasi Tabungan Sicermat merupakan langkah pemasaran yang dilakukan oleh PD. BPR Bank Daerah Karanganyar untuk

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Penerimaan kas adalah kas yang diterima oleh perusahaan baik berupa uang tunai maupun

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 1. Sistem Penggajian BMT Usaha Mandiri Sejahtera

No.13/ 9 /DPU Jakarta, 5 April 2011 SURAT EDARAN. Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA

PDF created with pdffactory Pro trial version

BAB II KAJIAN PUSTAKA. untuk menyelesaikan suatu aktivitas. Menurut Mulyadi (2001 : 5), Prosedur adalah suatu urutan

FLOWCHART PEMBUKAAN REKENING BARU

BAB III PEMBAHASAN HASIL PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Suatu Informasi dari suatu perusahaan terutama informasi keuangan dan

KETENTUAN DAN SYARAT KHUSUS REKENING MANDIRI TABUNGAN BISNIS INVESTOR

BAB IV ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN

PELAKSANAAN TABUNGAN CITRA PADA PT. BANK TABUNGAN PENSIUNAN NASIONAL, Tbk KANTOR CABANG UTAMA SURABAYA RANGKUMAN TUGAS AKHIR

BAB II LANDASAN TEORI. maupun sebagai investasi dalam perusahaan tersebut.

LAMPIRAN 1 KUESIONER ICQ. Internal Control Questionaire. Apakah perusahaan memiliki pedoman. penerimaan persediaan secara tertulis?

Ruang Lingkup Kegiatan Teller Kegiatan Teller

SISTEM AKUNTANSI PENGELUARAN KAS PADA PT.CAHAYA MANDIRI INVESTAMA

No. 2/ 7 /DASP Jakarta, 24 Februari 2000 S U R A T E D A R A N. Kepada SEMUA BANK DI INDONESIA. Perihal : Penyelenggaraan Kliring Lokal Secara Manual.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III TINJAUAN TEORI DAN PRAKTEK

Pertemuan ke V : Produk Dana

Universitas Sumatera Utara

Banjar,... Nomor :.. Kepada Lampiran :.. Yth... Perihal : Pengembalian Tanda Bukti.. di

Petunjuk Penggunaan Aplikasi LHPBK

SURAT PERSETUJUAN DAN KUASA REKENING INVESTOR

. BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Prosedur dalam Sistem Penjualan Kredit. 1. Prosedur Penjualan Kredit dan Piutang Dagang

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN

Nama Jabatan : Kasir Atasan Langsung : Kepala Operasional. 4. Melakukan proses transaksi pelayanan jual beli serta melakukan pembungkusan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. I. Implementasi Sistem Informasi atas Pembelian dan Penjualan pada CV.

BAB I PENDAHULUAN. dihadapkan dengan masalah pengelolaan dan pengawasan harta bendanya. Terutama

PANDUAN PENDAFTARAN ON-LINE PRODI D-III

TATA CARA PENATAUSAHAAN DAN PENYUSUNAN LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN BENDAHARA PENERIMAAN PPKD, BENDAHARA PENERIMAAN SKPD DAN SERTA PENYAMPAIANNYA

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. didirikan dengan nama Bank Karya Produksi Desa (BKPD) Kecamatan


ANALISIS PENGENDALIAN INTERNAL KAS KECIL PADA PT. VR FASHIONS EXPORTINDO

BAB IV PEMBAHASAN. A. Mekanisme Produk SURBAN (Simpanan Qurban) di BMT Harapan. 1. Syarat Pembukaan SURBAN (Simpanan Qurban)

BAB 1 KAS DAN INVESTASI PADA EFEK TERTENTU

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

INKASO DOSEN PENGAMPU H. GITA DANUPRANATA OLEH MELINDA DWIJAYANTI ( ) DHYKA RACHMAENI ( )

SURAT PERNYATAAN & KUASA REKENING INVESTOR

BAB II BAHAN RUJUKAN

PRAKTIK MENGELOLA KAS KECIL Oleh : Retno Prasetyorini, SE SMK YPI 17 VI Temanggung_Jateng

PELAKSANAAN PROSEDUR AKUNTANSI TABUNGAN BRITAMA PADA PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk. UNIT GAJAH MADA CABANG JEMBER

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. Untuk memulai suatu pemeriksaan, seorang auditor harus terlebih dahulu mengadakan

BAB IV PELAKSANAAN TABUNGAN ib MULTIGUNA PADA BANK SYARI AH BUKOPIN CABANG PEMBANTU UPI YPTK PADANG

Nur ain Isqodrin, SE., Ak., M.Acc Isqodrin.wordpress.com

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

MENGELOLA DANA KAS KECIL

BAB III PROFIL PERUSAHAAN

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II DASAR TEORI. diperlukan oleh berbagai macam pihak yang berkepentingan. Pihak pihak

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Bank merupakan lembaga keuangan yang kegiatannya menghimpun dana. dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

No.9/ 37 /DPU Jakarta, 27 Desember 2007 SURAT EDARAN. Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA

BAB IV PEMBAHASAN. A. Mekanisme Simpanan Qurban di BMT At-Taqwa Muhammadiyah Cabang

SAK Alat pembayaran yang bebas digunakan untuk membiayai kegiatan umum

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Mekanisme Pembiayaan Akad Wadi ah Di BPRS Galamitra Abadi

BAB 3 TATA CARA KLIRING DAN PENYELESAIAN

BAB IV ANALISIS MEKANISME DAN UPAYA PENINGKATAN SISUKA (SIMPANAN SUKARELA BERJANGKA) DI BMT BUS

LAMPIRAN 1. Internal Control Questioner. Penjualan. No Pernyataan Y = Ya

Transkripsi:

BAGIAN VI KAS DAN KASIR DEFINISI Teller adalah petugas yang ditunjuk oleh BMT yang bertugas untuk melayani anggota dan masyarakat umum dalam pembayaran dan penerimaan uang tunai dan tidak tunai (giro /cek). Penunjukkan petugas teller haruslah melalui seleksi khusus cara kerja, sikap dan tindak tanduk serta cara pelayanannya kepada anggota dan masyarakat umum secara tidak langsung mencerminkan keadaan dan reputasi BMT. Sikap dan tindak tanduki serta pelayanan teller dimaksud secara rutin harus diawasi oleh manager. PERLENGKAPAN TELLER Untuk keperluan transsaksi sehari-hari setiap teller dapat dilengkapi dengan : Sejumlah uang tunai yang cukup untuk kebutuhan satu hari kerja normal yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan masingmasing teller. Jika pada saat sesi berjalan dibutuhkan uang tunai tambahan maka teller mengejukan penambahan tersebut kepada manager. Kotak uang (casg box) untuk menyimpan uang tunai dan lampu ultra violet LEGALISASI Setiap transaksi yang melalui meja teller harus dilegalisir oleh teller yang memproses. Untuk itu teller harus dilengkapi dengan media legalisator seperti misalnya stempel teller.

Tanda yang diterakan oleh stempel teller tadi harus menggambarkan antara lain : Nama BMT Tanggal Nomor Kode teller (identitas teller) Setiap transaksi pembayaran /penerimaan uang yang telah disetujui oleh manager yang berwenang harus dilaksanakan oleh teller. LOKASI TRANSAKSI 1. Teller harus melakukan pembayaran /penerimaan uang pada meja teller. Meja teller ini dilengkapi dengan laci-laci tempat penyimpanan uang datau benda-benda berharga lainnya yang mempunyai kunci-kunci, anak-anak kunci meja teller (loket) harus disimpan dan dipegang oelh teller yang bersangkutan. 2. Teller tidak diperkenankan meninggalkan meja teller (loket) selama jam kerja. Teller yang terpaksa meninggalkan meja teller harus mengunci laci-laci tersebut. 3. Ruangan teller tidak diperkenankan kosong selama jam kerja dan sepanjang terdapat benda-benda yang merupakan milik BMT pada akhir hari kerja harus dimasukkan kedalam tempat khusus untuk penyimpanan benda/benda berharga (brankas) KARTU CONTOH TANDA TANGAN Teller bisa dilengkapi dengan kartu contoh tangda tangan anggota /calon anggota yang akan digunakan untuk mencocokkan tanda tangan diatas

dokumen/slip yang diproses melalui meja teller yang diperkenankan untuk memegang /melihat kartu tanda tangan tersebut. UANG TUNAI 1. Jumlah uang tunai /kas yang dapat dibayarkan oleh teller untuk setiap transaksi yang melebihi batas kewenangan teller harus mendapat persetujuan dari manager BMT. Manager BMT harus membubuhkan paraf pada slip pembayaran tersebut sebagai bukti penelitian /pemeriksaannya. 2. Uang tunai selain yang disimpan dalam kotak uang teller (cash box) harus disimpan dan selalu berada dalam brankas. Penempatan brankas harus berada ditempat yang aman dan terlindung dari halhal yang tidak diinginkan dan upaya tindak kejahatan 3. Tukar-menukar uang, menghitung uang hanya dapat dilakukan diruang meja teller, atau tempat-tempat lain yang telah mendapat persetujuan tertulis dari manager BMT 4. Teller harus mencatat jumlah uang menurut pecahannya dibelakang slip setoran (copy untuk bagian pembukuan) atau slipslip penerimaan /penyetoran tunai untuk setiap jumlah yang diterima/ dibayarkan. 5. Pengambilan uang tunai dari bank /tempat lainnya harus dihitung terinci oelh /dibawah pengawasan manager BMT atau pejabat yang ditunjuk oleh BMT segera setelah uang tunai tersebut diterima.

SLIP SETORAN Teller tidak dibenarkan menngisi slip setoran dan penarikan untuk kepantingan penabung. Teller tidak dibenarkan merubah tulisan-tulisan yang ditulis dalam slip setoran. Slip setoran /penarikan yang terdapat coretan-coretan dapat diterima apabila coretan-coretan tersebut ditanda tangani oleh anggota. Sebaiknya teller meminta kepada anggota untuk membuat slip setoran baru bilamana terdapat coretan-coretan diatas slip tersebut. UANG PALSU Teller harus mengerti tentang cirri-ciri uang palsu. Oleh karena itu teller diberikan pengetahuan uang palsu dan diberi contoh-contoh atau petunjuk-petunjuk lainnya tentang itu. Uang palsu yang diketemukan didalam BMT oleh teller berapapun nilainya harus dilaporkan kepada Manager BMT. Uang palsu yang diketemukan dibukukan didalam rekening selisih. SELISIH KAS 1. Selisih kas tidak ada lagi dalam jurnal / COA dan jika ada akan dicatat secara off balance 2. Jika selama satu bulan (terhitung dari tanggal masalah selisih kas) belum ada kejelasan maka selisih kas (kas positif) tersebut akan dipindah kan ke account dana amanah. Namun jika selisih tersebut negative maka teller harus bertanggung jawab 3. Setiap terjadi selisih kas maka dilakukan cross balance

KAS KECIL 1. BMT menyiapkan dana kas kecil yang merupakan bagian atau sub buku besar dari perkiraan kas untuk mengakomodasikan pengeluaran-pengeluaran operasional yang bersifat harian (umum). Besarnya anggaran untuk dana kas kecil ditentukan oleh budgeting dalam periode mingguan 2. Jumlah maksimum uang kas kecil yang akan digunakan ditetapkan secara tertulis oleh manager BMT 3. Pengeluaran-pengeluaran atau biaya yang dikeluarkan dengan menggunakan kas kecil harus dibukukan pada hari itu juga sesuai dengan pos /perkiraan masing-masing dengan mengkredit kas kecil. Dengan demikian saldo kas kecil pada cash box harus sama dengan saldo pada sub buku besar kas kecil 4. Pengelola dan penggung jawab kas kecil (petty cash) adalah kasir. PENGAMANAN TRANSPORTASI UANG TUNAI 1. Peraturan ini mengatur tata cara yang harus dilaksanakan dalam melakukan penyetoran/pengambilan atau pengiriman uang tunai dari /ke BMT atau tempat-tempat lain yang telah ditetapkan. 2. Setiap uang tunai yang dibawa dari/ke bmt harus dimasukkan ke dalam tas /tempat yang aman selama dalam perjalanan/kendaraan yang digunakan untuk membawa uang tunai tersebut. Manger BMT menetapkan kebijakan untuk menentukan kendaraan yang akan digunakan. 3. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terutama pada jumlah uang kas yang besar, petugas yang membawa uang tunai diupayakan minimal dua orang, satu diantaranya penanggung jawab uang tunai tersebut

PEMERIKSAAN TRANSAKSI HARIAN KAS 1. Mutasi kas harian yang telah benar segera di buatkan. Daftar rekapitulasi kas harian selanjutnya mutasi kas harian berikut slip /dokumen dasarnya diserahkan kepada administrasi dan keuangan. 2. Penutupan sesi dalam system BMT online hanya untuk system simpanan saja. Sedangkan untuk diluar simpanan tetap menggunakan system manual yang dilakukan oleh teller. 3. Transaksi lain diluar simpanan tabungan seperti biaya administrasi dilakukan secara manual dan dimasukkan dalam buku kas harian teller manual. 4. Setiap akhir kerja petugas teller diwajibkan untuk melakukan verifikasi /.pemeriksaan ulang mutasi harian kas dan mencocokkan /membandingkan dengan dokumen dasar (slip) pelaksanaan transaksinya. Jika terjadi kesalahan, kesalahan tersebut harus segera dikoreksi pada hari itu juga 5. Saldo pada mutasi harian kas tersebut harus dilakukan pencocokan dengan fisik uang nya dan dibuatkan hasil rekapitulasinya. Jika pencocokan antara saldo administrasi dan fisik terjadi selisih, teller harus melakukan pemeriksaan atas selisih tersebut 6. Mutasi harian kas yang telah diperiksa dan sudah tidak ada kesalahan beserta fisik uang harus segera disampaikan kepada manager untuk diperiksa dan disetujui 7. Mutasi harian kas yang telah benar segera dibuatkan. Daftar rekapitulasi kas harian selanjutnya Mutasi harian kas berikut slip dokumen dasarnya diserahkan kepada administrasi dan keuangan.