BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. didirikan pada tanggal 6 Agustus 1956 dengan Akta Notaris Raden Meester

PENDAPAT KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA NOMOR A13911 TENTANG PENGAMBILALIHAN SAHAM PERUSAHAAN PT ASURANSI DHARMA BANGSA OLEH AXA S.A.

III. METODELOGI PENULISAN. Objek penulisan Laporan Akhir ini melakukan PKL atau magang di PT. Asuransi

DASAR-DASAR ASURANSI. Inhouse Training Jakarta, 10 November 2015

BAB I PENDAHULUAN. mekanisme asuransi atau pertanggungan. Undang-Undang Republik Indonesia

BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK PRAKTIK KERJA LAPANGAN MANDIRI. kita dengan perusahaan asuransi yang bersangkutan.

BAB II LANDASAN TEORI

PENDAHULUAN. Asuransi merupakan kegiatan usaha dimana perusahaan menanggung

2 P a g e ( )

SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /SEOJK.05/2016 TENTANG

PENETAPAN TARIF PREMI PADA RISIKO KHUSUS BANJIR UNTUK LINI USAHA ASURANSI HARTA BENDA DAN ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR TAHUN 2014

2009 Catatan Piutang pihak yang mempunyai hubungan istimewa d,2g,

SALINAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 21/SEOJK.05/2015 TENTANG

I. PENDAHULUAN. dunia usaha di Indonesia. Asuransi merupakan sarana finansial dalam tata

1 PENDAHULUAN. Latar Belakang

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

ASURANSI UMUM & REASURANSI

2009 Catatan Kas dan bank 11,667,651,139 2c,4,31 11,381,632,142

BAB IX ASURANSI ANEKA

I. PENDAHULUAN. dari penjualan polis atau penerimaan premi dapat ditanamkan sebagai investasi yang

RISIKO KERUSAKAN PROPERTY & KEWAJIBAN (LIABILITY)

BAB I PENDAHULUAN. Risiko ini dapat timbul dalam berbagai bentuk, seperti kerusakan alat-alat,

RANCANGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR... TENTANG RETENSI SENDIRI DAN DUKUNGAN REASURANSI DALAM NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

RINGKASAN INFORMASI PRODUK

SURAT PERMOHONAN PENUTUPAN ASURANSI (SPPA)

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2014 TENTANG PERASURANSIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Surat Berharga yang Diterbitkan oleh Bank Indonesia Surat Berharga yang Diterbitkan oleh Lembaga 107 Multinasional

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Asuransi adalah suatu kemauan untuk menetapkan kerugian-kerugian kecil

eran Asuransi Erection All isk (EAR) sebagai Salah atu Jaminan dalam Proyek sa Konstruksi Natasha Anagi

PENJELASAN ATAS PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 14 /POJK.05/2015 TENTANG RETENSI SENDIRI DAN DUKUNGAN REASURANSI DALAM NEGERI

LAMPIRAN VI SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 13 /SEOJK.05/2016 TENTANG PELAPORAN PRODUK ASURANSI BAGI PERUSAHAAN ASURANSI

BAB I PENDAHULUAN. tertanggung terhadap risiko yang dihadapi perusahaan. pertanggungan atas resiko atau kerugian yang dialami oleh tertanggung.

BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN

properti, kesehatan dan lain sebagainya mendapatkan penggantian dari kejadiankejadian

MOTOR VEHICLE INSURANCE No. Pencatatan Produk OJK : S-932/NB.11/2013

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 23 /POJK.05/2015 TENTANG PRODUK ASURANSI DAN PEMASARAN PRODUK ASURANSI

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III JENIS ASURANSI

PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.05/2015 TENTANG

III.GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2014 TENTANG PERASURANSIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB I PENDAHULUAN. baik perusahaan tersebut bergerak dalam bidang jasa maupun produksi.

BAB 3 OBJEK DAN METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. risiko yang ditanggung oleh pelaku ekspor-impor. Pelaku perdagangan

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 74 /PMK.010/2007 TENTANG PENYELENGGARAAN PERTANGGUNGAN ASURANSI PADA LINI USAHA ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 2/POJK.05/2015 TENTANG

LAMPIRAN V SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 13 /SEOJK.05/2016 TENTANG PELAPORAN PRODUK ASURANSI BAGI PERUSAHAAN ASURANSI

PENJELASAN ATAS PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 23/POJK.05/2015 TENTANG PRODUK ASURANSI DAN PEMASARAN PRODUK ASURANSI

PENYELESAIAN KEGAGALAN KONTRAKTOR DALAM MELAKSANAKAN KONTRAK DI BIDANG KONSTRUKSI

BNI LIFE INSURANCE didirikan pada tahun 1996 yang memiliki lini bisnis

BAB X ASURANSI A. DEFINISI ASURANSI


SOSIALISASI. Jakarta, 7 Desember 2015 Otoritas Jasa Keuangan Direktorat Pengaturan, Penelitian, dan Pengembangan IKNB

Table of Contents. o About Us ( Company Profile ) 1. o Vision & Mission 2. o Engineering Insurance 4. o Liability Insurance 6. o Property Insurance 8

BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Bentuk, Bidang, dan Perkembangan Usaha

LAMPIRAN I SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 1 /SEOJK.05/2018 TENTANG BENTUK DAN SUSUNAN LAPORAN BERKALA PERUSAHAAN ASURANSI DAN PERUSAHAAN

ASURANSI INTER ISLAND - MARINE CARGO No. Pencatatan Produk OJK : S-2319/NB.11/2013. I. Nama Produk : Asuransi Inter Island - Marine Cargo

BAB I PENDAHULUAN. Pemasaran adalah suatu perpaduan dari akivitas-aktivitas yang saling berhubungan untuk

BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Dari hasil penelitian yang dilakukan di perusahaan PT. Jasaraharja Putra kota gorontalo

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 124 /PMK.010/2008 TENTANG PENYELENGGARAAN LINI USAHA ASURANSI KREDIT DAN SURETYSHIP

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menjadi informasi keuangan. Proses akuntansi meliputi kegiatan mengidentifikasi,

BAB I PENDAHULUAN. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar mengenai orang sakit

GENERAL INSURANCE OUTLOOK 2016

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 11/PMK.010/2011 TENTANG KESEHATAN KEUANGAN USAHA ASURANSI DAN USAHA REASURANSI DENGAN PRINSIP SYARIAH

BAB I PENDAHULUAN. kerusakan, kehilangan atau resiko lainnya. Oleh karena itu setiap resiko yang

BAB II DESKRIPSI PT BANK INDEX SELINDO

BAB II LANDASAN TEORI

RANCANGAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR : /PMK.010/2012 TENTANG PRODUK ASURANSI DAN PEMASARAN PRODUK ASURANSI

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 424/KMK.06/2003 TENTANG KESEHATAN KEUANGAN PERUSAHAAN ASURANSI DAN PERUSAHAAN REASURANSI

I. PENDAHULUAN. akan bangkit kembali setelah tahun 2006 yang penuh kesulitan akibat berbagai

Asuransi Jiwa

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 11/PMK.010/2011 TENTANG KESEHATAN KEUANGAN USAHA ASURANSI DAN USAHA REASURANSI DENGAN PRINSIP SYARIAH

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

RANCANGAN POJK TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO BAGI BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH

Naskah Peraturan ini telah diketik ulang, bila ada keraguan mengenai isinya harap merujuk kepada teks aslinya.

PT. GIA MEDAN Risk Management & Insurance Consultant

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Dengan semakin pesatnya perkembangan perekonomian di

LAMPIRAN III SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 13 /SEOJK.05/2016 TENTANG PELAPORAN PRODUK ASURANSI BAGI PERUSAHAAN ASURANSI

-0- LAMPIRAN IV SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 13 /SEOJK.05/2016 TENTANG PELAPORAN PRODUK ASURANSI BAGI PERUSAHAAN ASURANSI 0/19

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN. PT (Persero) Asuransi Ekspor Indonesia (ASEI) didirikan sebagai realisasi

RENCANA KORPORASI PERUSAHAAN ASURANSI UMUM / PERUSAHAAN REASURANSI / PERUSAHAAN ASURANSI JIWA 1 Tahun 2

Transkripsi:

BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 3.1 Profil Perusahaan PT. Asuransi Parolamas merupakan salah satu perusahaan asuransi nasional yang bergerak khususnya dalam asuransi kerugian (general insurance). PT. Asuransi Parolamas didirikan pada tanggal 23 Maret 1964 di Jakarta berdasarkan akta Notaris Julian Nimrod Siregar No. 66. Akta pendirian perusahaan disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. JA 5/99/17 tanggal 8 September 1964 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 13 tanggal 12 Pebruari 1965 Tambahan No. 48. Anggaran Dasar Perusahaan telah disusun kembali secara keseluruhan berdasarkan Akte notaris Paul Tamara No. 1 tanggal 1 Desember 1975 dan disahkan oleh Menteri Kehakiman No. YA 5/133/3 tanggal 29 Maret 1977. Anggaran Dasar ini Dimuat dalam Berita Negara No. 59 tanggal 26 Juli 1977 Tambahan No. 434. Anggaran Dasar selanjutnya telah mengalami beberapa kali perubahan, antara lain: Akte Notaris Ny Toety Juniarto, SH No. 3 tanggal 2 Desember 1999 mengenai perubahan Modal Dasar dari Rp 5.000.000.000,- menjadi Rp 12.000.000.000,- Perubahan Anggaran Dasar ini telah disetujui Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-11412.HT.01.04 Th 2000 dan diumumkan dalam Berita Negara No. 4943 tgl 29 Agustus 2000 Tambahan No. 69. Pada tanggal 18 Desember 2000 dengan Akte Notaris Ny Toety Yuniarto, SH No 40 telah terjadi perubahan mengenai Modal Dasar dari Rp 12.000.000.000,-- menjadi Rp 25.000.000.000,- dan Modal Disetor dari Rp 3.000.000.000,-- menjadi Rp 10.500.000.000. Terakhir dengan rapat umum pemegang saham luar biasa tgl 25 Mei 2007 dimuat dalam Akte Notaris Ny. Erdi Santi, SH. Tanggal 25 Mei 2007 tentang perubahan Modal dasar menjadi Rp. 100.000.000.000.- dan Modal Disetor menjadi Rp. 25.000.000.000,- Sesuai dengan pasal 2 Anggaran Dasar Perusahaan dan Ijin Usaha dari Menteri Keuangan yang telah beberapa kali diperpanjang, terakhir dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Moneter Dalam Negeri No. Kep - 7436/MD/1986 PT. Asuransi Parolamas berusaha dalam bidang Asuransi Kerugian. 25

26 PT. Asuransi Parolamas memiliki Visi Menjadi perusahaan yang terpercaya, terkemuka, berdaya tahan terhadap berbagai kesulitan sehingga mampu melayani masyarakat luas dibidang asuransi, dan ikut serta memajukan perekonomian bangsa dan negara sedangkan misi PT. Asuransi Parolamas adalah: - Melayani kepentingan masyarakat secara maksimal sehingga memenuhi harapan pengguna jasa asuransi; - Bekerja secara professional dan efisien sehingga bisa memberikan laba yang maksimal yang dapat dinikmati oleh seluruh stakeholder; - Berusaha membuat jalinan pelayanan yang luas diseluruh Indonesia sehingga selalu berada dekat dengan tertanggung; - Melaksanakan hak dan kewajiban dengan mitra kerja sehingga mampu menjaga hubungan jangka panjang; - Berusaha melaksanakan tata kelola yang sesuai dengan prinsip good corporate governance. PT Asuransi Parolamas telah menunjukkan kinerjanya terhadap pesaingpesaing baik asuransi lokal maupun asuransi multinasional. Hal ini dibuktikan dengan menyandang predikat sangat baik selama 5 tahun berturut turut pada tahun 2007dan predit bagus pada tahun 2008 di Info Bank. 1 Penurunan tersebut diakibatkan karena penurunan yang signifikan pada perubahan premi bruto. Sedangkan menurut Media Asuransi PT Asuransi Parolamas pada tahun 2008 mendapat peringkat ke 5 (lima) dalam kategori asuransi yang bermodal Rp. 50 miliar Rp. 100 miliar. 2 PT Asuransi Parolamas telah mendapat kepercayaan dari berbagai unit perusahaan baik perusahaan nasional maupun multinasional dan telah berusaha melayani kepentingan masyarakat dibidang General Insurance maupun bisnis Surety Bond dengan sebaik baiknya di seluruh propinsi yang ada di Indonesia dimana pada saat ini PT Asuransi Parolamas telah mempunyai 31 (tiga puluh satu) Cabang dan perwakilan di kabupaten seluruh propinsi Indonesia. 1 Majalah Info Bank No. 352.Juli 2008. Vol. XXX Analisis Strategi Perbankan & Keuangan 2 Majalah Media Asuransi Edisi 209. juni 2008 Peringkat 106 Perusahaan Asuransi 2008

27 Walaupun Indonesia mengalami krisis moneter pada tahun 1997-1998, PT Asuransi Parolamas merupakan salah satu perusahaan asuransi yang tetap bertahan menghadapi krisis tersebut dan tetap eksis sampai sekarang. 3.2 Bidang Usaha dan Kegiatan Perusahaan Dalam rangka melakukan usaha perasuransian PT Asuransi Parolamas memberikan perlindungan kepada konsumen dengan menawarkan jenis produk asuransi maupun non asuransi. a. Asuransi harta benda (property insurance) adalah asuransi yang menjamin kerusakan atau kerugian pada harta benda akibat kebakaran, bencana alam, kerusuhan, atau kerusakan lainnya yang timbul dari suatu kejadian yang tibatiba. Selain itu, disediakan juga jaminan atas kerugian sebagai akibat terganggunya usaha (business interruption) yang disebabkan kebakaran. Jenis-jenis asuransi harta benda: Polis Standar Kebakaran Indonesia (PSKI) Harta benda yang umumnya diasuransikan dengan jaminan PSKI adalah rumah tinggal, kantor, ruko, dll. Ganti rugi diberikan kepada tertanggung atas kerusakan atau kerugian harta benda yang dipertanggungkan yang disebabkan oleh kebakaran, sambaran petir, ledakan, kejatuhan pesawat terbang, serta asap yang berasal dari kebakaran harta yang dipertanggungkan. Harta benda yang umumnya diasuransikan dalam polis PSKI adalah rumah tinggal, kantor, ruko, dll. Industrial All Risks (IAR) atau Property All Risks (PAR) Jaminan dalam polis ini lebih luas dari pada jaminan di PSKI. Polis asuransi ini memberikan ganti rugi atas kerusakan atau kerugian harta benda yang dipertanggungkan yang disebabkan oleh peristiwa yang tibatiba dan tidak terduga kecuali oleh hal-hal yang dikecualikan di dalam pengecualian (Exclusion) di dalam polis. Jaminan yang diberikan oleh polis ini antara lain kerugian akibat bencana alam seperti banjir, tanah longsor, maupun badai. b. Asuransi Kendaraan Bermotor (motor vehicle insurance) adalah asuransi yang menjamin kerugian kendaraan bermotor yang diakibatkan kecelakaan

28 atau pencurian, dan tanggung jawab hukum pihak ketiga. Jenis penutupan dalam Asuransi Kendaraan Bermotor: Gabungan. Menjamin atas setiap kerugian yang terjadi pada rangka kendaraan, tanggung jawab hukum atas tuntutan pihak ketiga. Kerugian Total. Ganti rugi diberikan jika nilai kerugian atau kerusakan mencapai 75 % atau lebih dari nilai pasar kendaraan, hilang karena pencurian. Tanggung Jawab hukum terhadap pihak ketiga. Memberikan jaminan terhadap tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga yang disebabkan oleh kendaraan bermotor tertanggung. c. Asuransi rekayasa (Engineering insurance) adalah asuransi yang menjamin kerusakan atau kerugian akibat kerusakan material dan tanggung jawab terhadap pihak ketiga selama masa pembangunan (construction) atau pada saat pemasangan (erection), serta kerusakan atau kerugian pada peralatan mesin atau elektronik. Secara umum, jenis-jenis asuransi rekayasa (Engineering Insurance) dibagi menjadi 2 (dua) kelompok besar yaitu asuransi engineering proyek dan asuransi engineering non proyek: Ada dua macam pertanggungan (polis) untuk engineering proyek, yaitu: o Asuransi konstruksi (Contractor All Risks / CAR) merupakan asuransi yang memberikan jaminan atas kerusakan atau kerugian objek yang dipertanggungkan pada saat pelaksanaan pembangunan konstruksi dan selama masa pemeliharaan. Selain itu, jaminan juga diberikan atas tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga selama aktifitas pembangunan konstruksi tersebut o Asuransi pemasangan (Erection All Risks Insurance / EAR) merupakan asuransi yang memberikan jaminan atas kerusakan atau kerugian objek yang dipertanggungkan pada saat pemasangan konstruksi dan selama masa pemeliharaan. Selain itu, jaminan juga diberikan atas tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga selama aktifitas pemasangan konstruksi tersebut.

29 Sedangkan jenis pertanggungan untuk engineering non proyek, yaitu: Asuransi peralatan elektronik (Electronic Equipment Insurance / E.E.I) merupakan asuransi yang memberikan jaminan atas kerusakan atau kerugian atas peralatan elektronik akibat bahaya yang datangnya dari luar. Asuransi kerusakan mesin (Machinery Breakdown Insurance / M.B) merupakan asuransi yang memberikan jaminan atas kerusakan atau kerugian atas mesin-mesin yang rusak atau berhenti beroperasi yang diakibatkan oleh kerusakan mesin itu sendiri dan bukan berasal dari bahaya yang datangnya dari luar. Loss of Profit following Machinery Breakdown (M.L.O.P) Insurance adalah asuransi yang memberikan jaminan atas kehilangan keuntungan kotor (Gross Profit) yang timbul dari rusaknya mesin-mesin, refrigerator dan mesin-mesin lain yang dijamin dibawah polis asuransi Machinery Breakdown. Boiler & Pressure Vessel Insurance, asuransi ini menjamin kerugian akibat meledaknya boiler (ketel uap) atau pressure vessel (bejana tekan). Jaminan yang diberikan antara lain kerusakan pada objek yang dipertanggungkan, kerusakan pada harta benda milik Tertanggung, dan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga baik berupa cidera badan atau kerusakan property. Deterioration of Stock (D.O.S) Insurance merupakan asuransi yang memberikan jaminan kerugian atas pembusukan barang-barang di dalam ruangan pendingin akibat kerusakan mesin pendingin. Untuk bisa mendapatkan jaminan klaim asuransi ini, maka mesin pendingin tersebut harus diasuransikan di bawah polis Machinery Breakdown. Civil Engineering Completed Risk (C.E.C.R) Insurance, asuransi ini memberikan jaminan untuk pekerjaan sipil yang selesai dibangun seperti jembatan, bendungan, pelabuhan, dan bangunan sipil lainnya. Asuransi peralatan berat (Contractor's Plant and Machinery / CPM), asuransi ini memberikan jaminan atas kerusakan atau kerugian pada alatalat berat yang digunakan yang disebabkan oleh bahaya tabrakan, terguling, pencurian, dan bencana alam.

30 d. Asuransi pengangkutan (marine cargo insurance) merupakan asuransi yang menjamin kerusakan atau kerugian barang yang diangkut dari satu tempat ke tempat lain baik dengan alat angkut darat (truck, kereta, trailer), laut (kapal) atau udara (pesawat). Jaminan yang disediakan antara lain kondisi all risks yakni menjamin semua risiko yang mengakibatkan kerugian atau kondisi terbatas yakni kerugian akibat risiko-risiko yang disebutkan di dalam polis seperti kebakaran, kecelakaan alat angkut (terdampar, kandas, tenggelam, terbalik, tabrakan), bongkar muat di pelabuhan darurat, gempa bumi, letusan gunung berapi, pembuangan barang ke laut (jettison), kontribusi kerugian umum (general average) dan penyebab lainnya. e. Asuransi rangka kapal (marine hull insurance) adalah asuransi yang menjamin kerusakan atau kerugian pada kapal akibat bahaya-bahaya di laut (perils of the seas) seperti cuaca buruk, tabrakan, kandas, terdampar, tenggelam, tabrakan, serta menjamin risiko kebakaran, ledakan, pembajakan (piracy), pembuangan barang ke laut (jettison), tabrakan, termasuk kelalaian nahkoda/crew. Selain itu juga menjamin tanggung jawab kepada pihak ketiga akibat tabrakan kapal (collision liability) dan menjamin juga kontribusi kerugian umum (general average). Jaminan polis yang tersedia antara lain jaminan/kondisi penuh (full terms) dan jaminan total loss. Kondisi penuh menjamin untuk kerugian sebagian (partial loss) dan kerugian seluruhnya (total loss). Sedangkan kondisi total loss hanya menjamin kerugian - kerugian seluruhnya (total loss). Selain itu, juga tersedia asuransi pembangunan kapal (builders' risks insurance) yang memberikan jaminan atas risiko-risiko yang terjadi selama pembangunan kapal di galangan kapal hingga penyerahan kapal kepada pemiliknya termasuk jaminan atas tanggung jawab pihak galangan kapal pada saat memperbaiki/mereparasi kapal (ship repairers' liability insurance). f. Asuransi kecelakaan diri (personal accident insurance) adalah asuransi yang menjamin kerugian akibat kecelakaan diri tertanggung atau orang yang dipertanggungkan yaitu orang lain yang mempunyai hubungan dengan tertanggung, seperti karyawan tertanggung maupun anggota keluarga tertanggung. Cover yang diberikan adalah jaminan atas kecelakaan yang

31 mengakibatkan meninggal dunia, catat tetap (baik sebagian atau seluruhnya), cacat sementara (baik sebagian atau seluruhnya) dan biaya pengobatan. g. Surety Bond adalah suatu bentuk penjaminan dimana Surety (perusahaan asuransi) menjamin Principal (kontraktor/vendor/supplier) akan melaksanakan kewajiban atas suatu prestasi/kepentingan kepada Obligee (Bowheer/Beneficiary) sesuai kontrak/perjanjian antara Principal dan Obligee. Surety Bond merupakan perjanjian tambahan terhadap perjanjian pokok (kontrak/perjanjian) antar Principal dan Obligee, yang menyebutkan apabila Principal tidak dapat memenuhi kewajibannya terhadap Obligee maka Surety akan membayar kepada Obligee kerugian yang diderita dengan maksimal sebesar nilai Surety Bond. Perikatan dalam Surety Bond adalah tanggung renteng atau tanggung menanggung dimana pihak penjamin (Surety) akan membayar kerugian dengan uang tunai apabila telah jelas adanya kerugian dan untuk itu telah ada tuntutan klaim. Disisi lain Principal dengan adanya Persetujuan Ganti Rugi kepada Surety (Indemnity Agreement) akan membayar kembali kepada Surety yaitu jumlah kerugian yang telah dibayarkan oleh Surety kepada Obligee. Jenis surety bond yang ditawarkan oleh PT Asuransi Parolamas termasuk jaminan penawaran (bid bond), jaminan pelaksanaan (performance bond), jaminan uang muka (advance payment bond), dan jaminan pemeliharaan (maintenance bond). 3.3 Struktur Organisasi Perusahaan Dalam pemilihan struktur organisasi di PT Asuransi Parolamas adalah mendesain struktur yang menciptakan kesesuaian pada tingkat kontrol, koordinasi, dan ekspansi perusahaan. Dalam mengimplementasikan strategi organisasi, seorang manajer harus menetapkan tanggungjawab, pendelegasian otoritas, dan jalur komunikasi yang jelas. Struktur organisasi merupakan pola formal interaksi yang merupakan mata rantai dari tugas, teknologi, dan orang orang yang berada dalam perusahaan atau organisasi dimana struktur organisasi tersebut dibentuk untuk memastikan bahwa sumber daya digunakan secara efektif untuk mencapai tujuan organisasi.

32 Struktur organisasi PT Asuransi Parolamas dapat dilihat pada lampiran 1 yang mana struktur organsasi tersebut berbentuk line organization yaitu terdiri dari dewan komisaris dan dewan direksi yang bertanggungjawab terhadap kelancaran operasional perusahaan. Dewan komisaris terdiri dari tiga orang yang dibantu oleh satu orang komisaris independent sedangkan dewan direksi terdiri dari seorang direktur utama dan dibantu oleh empat orang direktur yaitu direktur marketing, corporate, tehnik, dan keuangan. Masing masing direktur mempunyai beberapa manajer di Kantor Pusat sedangkan manajer cabang bertanggungjawab langsung terhadap direktur utama dimana manajer cabang dalam melakukan tugasnya dibantu oleh office manajer yang ditunjuk sebagai wakil dari manajer cabang. 3.4 Pasar Industri Asuransi Umum Saat Ini Kondisi yang dialami industri asuransi umum jauh berbeda dengan industri asuransi jiwa. Berdasarkan data dari Biro Riset InfoBank, tahun 2006 premi asuransi jiwa secara nasional Rp 27,44 triliun, tumbuh 23,15 persen dibandingkan tahun 2005. Sementara dalam periode yang sama, premi asuransi umum sebesar Rp 15,5 triliun, hanya bertumbuh 3,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan premi asuransi umum tahun 2006 jauh lebih lambat dibandingkan tahun 2005 yang sebesar 10,8 persen. Lambannya pertumbuhan premi berdampak pada perolehan laba. Total laba 92 asuransi umum di Indonesia sekitar Rp 1,8 triliun, hanya bertumbuh 0,02 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, total laba 42 asuransi jiwa tumbuh 89 persen mencapai Rp 2,4 triliun. Faktor yang menghambat pertumbuhan asuransi umum antara lain kondisi perekonomian yang belum memadai, bencana alam, dan kebijakan yang kurang kondusif serta bencana banjir yang melanda Jakarta pada awal 2007 membuat klaim yang harus dibayar asuransi melonjak tajam. Harga premi yang ditawarkan perusahaan pun sudah tidak rasional. Dengan premi yang sedemikian rendahnya, perusahaan asuransi bersangkutan dipastikan tidak bisa membayar saat terjadi klaim. Risiko bencana alam dan kesalahan manusia (human error) tampaknya akan menjadi fokus penting industri asuransi umum selama tahun 2008. Industri telah mendapat banyak pelajaran dari peristiwa

33 bencana selama setahun terakhir. Tahun 2008 juga akan diwarnai pengetatan syarat kondisi treaty asuransi dengan reasuransi asing atau terjadi event limit. Artinya, reasuransi asing tidak bersedia lagi menanggung seluruh klaim, namun maksimal hanya sampai 10 kejadian. Oleh karena itu, AAUI meminta agar asuransi umum membatasi eksposur, meningkatkan kualitas portofolio dengan pembatasan akseptasi dan penyesuaian deductible. Jika asuransi disiplin dalam mengimplementasikan peraturan yang ada, pertumbuhan 20% untuk asuransi umum pada 2008 bukan hal mustahil. Dengan asumsi, pertumbuhan ekonomi 2008 sekitar 6,8%. Sedangkan dari segi pertumbuhan, memperkirakan asuransi umum bakal tumbuh tidak setinggi asuransi jiwa yang bisa mencapai sekitar 30-35%. Pada 2008, outlook industri asuransi umum masih terlihat tersendat, paling tidak sekitar 10-15%. Sedangkan asuransi jiwa sekitar 30-35%. Ini karena asuransi umum masih fokus di sektor korporasi yang belum tumbuh pesat. Terkait banjir, asuransi umum mungkin harus meningkatkan modalnya menjadi Rp 200 miliar agar mampu menahan risiko. Asuransi umum dapat mendongkrak pertumbuhan terutama pada lini asuransi kendaraan serta perlunya ada asuransi wajib untuk kendaraan bermotor dengan metode third party liability (TPL). 3 Optimisme pelaku asuransi umum bukan karena sudah bisa mengatasi problem utama yaitu perang tarif premi atau banting harga. Tetapi semata-mata tertolong oleh pemerintah pasca keluarnya Peraturan Menteri Keuangan nomor 74/PMK.010/2007 tentang penyelenggaraan pertanggungan asuransi pada lini usaha asuransi kendaraan bermotor. PMK 74/2007 ini berisi referensi tarif yang harus dipatuhi oleh perusahaan asuransi umum yang tidak punya data profil risiko dan kerugian selama lima tahun dimana tarif ini lebih besar dari tarif yang beredar di pasar. Jika industri asuransi umum mampu bertahan pada ketentuan PMK, maka perbaikan tarif bisa merembet ke lini asuransi lain. Saat ini, perang tarif juga terjadi hampir di semua lini bisnis asuransi seperti asuransi kebakaran, asuransi rekayasa, asuransi pengangkutan barang, atau asuransi kapal. Eksposur risiko asuransi umum dan asuransi jiwa juga tambah besar sebagai dampak pemanasan global seperti makin parahnya banjir, badai, kekeringan, 3 http://secangkir-teh-nikmat.blogspot.com/2008/01/outlook-asuransi-2008-tahun-waspada, Rabu 16 Januari 2008

34 timbulnya wabah penyakit, dan lain sebagainya. Artinya, potensi klaim asuransi makin naik untuk tahun-tahun ke depan. Optimisme yang realistis di atas dapat tercapai tentunya bukan semata-mata faktor dukungan pemerintah melalui regulasi. Tetapi juga ditopang dengan upaya keras pelaku industri asuransi untuk terus berkembang. Ada beberapa faktor internal yang berpengaruh pada pencapaian tersebut. Pertama, prakondisi perbaikan tarif premi di asuransi umum. Hal yang paling mungkin dilakukan dalam fase prakondisi ini adalah dengan tidak menurunkan tarif saat perpanjangan asuransi tahunan. Kedua, industri asuransi umum harus lulus dalam ujian mematuhi PMK 74/2007. Kesepakatan bersama antar perusahaan asuransi umum mengenai pematuhan terhadap PMK ini yang ditandatangani direksi asuransi umum pada tanggal 11 September 2007 harus benar-benar diimplementasikan. Ketundukan pada PMK ini akan memberikan dua dampak besar yakni terdongkraknya premi asuransi kendaraan dan akan menjadi langkah awal perjalanan perbaikan tarif menuju tarif yang wajar. Ketiga, mengoptimalkan saluran distribusi. Agen dan broker asuransi telah teruji menjadi penyumbang utama industri asuransi. Namun peran bancassurance (menjual asuransi melalui bank), belum tergarap optimal. Asuransi jiwa adalah yang paling mampu memanfaatkan saluran distribusi ini. Peluang untuk menggelembungkan premi dari bancassurance di Indonesia sangat besar. Ada tida faktor akseleratif yakni beberapa perusahaan yang memiliki bank dan asuransi dalam satu grup, bancassurance yang merupakan simbiosis mutualisme, dan kecenderungan masyarakat kita yang makin pragmatis untuk mendapat pelayanan menyeluruh dalam bentuk one stop shopping. Keempat, pelaku asuransi harus secara terusmenerus berinovasi untuk masuk ke ceruk pasar asuransi baru. Ini bisa dilakukan baik dari sisi variasi fitur produk atau masuk ke pangsa yang belum tergarap. Namun diperlukan inovasi produk asuransi baru untuk menjawab risiko yang makin kompleks yang dihadapi manusia. Satu hal sangat penting meskipun bukan hal yang baru adalah fenomena menggeliatnya kembali hasrat mengembangkan asuransi mikro (microinsurance). Di tahun-tahun mendatang dukungan terhadap asuransi mikro harus digalakkan. Asuransi untuk masyarakat berpenghasilan rendah ini memang tidak terlalu

35 menjanjikan premi yang signifikan tetapi ada efek besar jangka panjang yakni tumbuhnya kesadaran berasuransi di tingkat masyarakat. 3.5 Strategi Perusahaan Dalam rangka menghadapi ketatnya persaingan antar pemain dan untuk memperbesar pangsa pasar, maka perusahaan telah dan akan melakukan beberapa hal sebagai berikut: 1. Meningkatkan modal sendiri dimana manajemen dan pemegang saham telah sepakat untuk tidak membagikan dividen sebelum target modal sendiri mencapai Rp. 100 miliar; 2. Meningkatkan jaringan distribusi dengan terus menambah kantor kantor perwakilan di berbagai Kabupaten (daerah) karena untuk meningkatkan pendapatan premi dengan prinsip keagenan sering terjadi penipuan; 3. Memaksimalkan bisnis dengan bank bank daerah seperti back to back guarantee dimana strategi ini pada saat ini sangat signifikan terhadap pertumbuhan pendapatan premi; 4. Melakukan persiapan untuk masuk kedalam bisnis ritel karena diharapkan pada saat kondisi ekonomi telah stabil, bisnis ritel akan mampu menyerap pasar; 5. Memaksimalkan bisnis asuransi dibidang oil & gas dari hulu sampai ke hilir; 6. Melakukan kerjasama dengan asuransi jiwa yaitu untuk bisnis personal accident dan bisnis lain yang tidak bisa dijamin dengan asuransi jiwa tetapi bisa dijamin dengan asuransi umum.

36 3.6 Gambaran Posisi Keuangan PT Asuransi Parolamas Berdasarkan pada data selama 5 (lima) tahun PT Asuransi Parolamas terdapat ringkasan dalam laporan keuangan perusahaan sebagai berikut: Tabel 3.1 Gambaran Posisi Keuangan PT Asuransi Parolamas Tahun 2003 2007 RUGI LABA Premi Bruto Premi Neto Beban Klaim Surplus Underwriting Laba Sebelum Pajak Laba Setelah Pajak dalam jutaan rupiah 2003 2004 2005 2006 2007 69,613.00 84,772.00 100,060.00 116,278.00 116,268.00 24,908.00 30,776.00 36,455.00 48,852.00 56,142.00 10,007.00 12,017.00 14,676.00 19,822.00 21,286.00 13,657.00 16,262.00 20,771.00 24,071.00 31,940.00 2,753.00 3,168.00 5,229.00 7,105.00 14,066.00 2,313.00 2,490.00 4,133.00 5,618.00 10,574.00 NERACA 2003 2004 2005 2006 2007 Investasi 23,303.00 28,705.00 27,775.00 40,232.00 45,437.00 Bukan Investasi 27,126.00 30,641.00 36,413.00 37,886.00 61,694.00 Total Asset 50,429.00 59,346.00 64,188.00 78,118.00 107,131.00 Utang 6,938.00 9,941.00 10,803.00 7,704.00 8,065.00 Cadangan Teknis 20,600.00 24,024.00 23,871.00 35,273.00 38,851.00 Jumlah Kewajiban 27,538.00 33,965.00 34,674.00 42,977.00 46,916.00 Modal Sendiri 22,891.00 25,381.00 29,514.00 35,141.00 60,215.00 Sumber: Laporan keuangan Tahunan Grafik 3.1 Gambaran Posisi Keuangan PT Asuransi Parolamas 2003-2007 Surplus Underwriting 2003-2007 120000 dalam jutaan rupiah 100000 80000 60000 40000 20000 0 2003 2004 2005 2006 2007 Premi Bruto Premi Neto Beban KLaim Surplus Underwriting

37 Profit and Loss 2003-2007 16000 14000 dalam jutaan rupiah 12000 10000 8000 6000 4000 2000 0 2003 2004 2005 2006 2007 Laba Sebelum Pajak Laba Setelah Pajak Berdasarkan pada tabel 3.1 dan grafik 3.1 dapat dilihat bahwa kinerja keuangan PT Asuransi Parolamas menunjukkan perkembangan yang cukup baik dari peningkatan aset maupun peningkatan laba bersih. Perkembangan tersebut tidak terlepas dari meningkatnya premi bruto yang rata rata dari tahun 2000 hingga tahun 2007 sebesar 9,98% meskipun pada tahun 2007 perusahaan mengalami penurunan tetapi jika dilihat pada premi langsung perusahaan masih tumbuh kurang lebih 1,5% di tahun 2007. Meningkatnya pertumbuhan premi bruto tidak terlepas dari banyaknya kantor cabang maupun kantor pemasaran yang dimiliki oleh perusahaan di seluruh wilayah Indonesia. Sedangkan penurunan premi bruto lebih diakibatkan adanya penurunan rate dan diskon atau komisi yang semakin besar baik untuk broker, agen, maupun tenaga penjual. Meningkatnya hasil surplus underwriting tahun 2007 merupakan kinerja yang cukup baik, meskipun dengan premi bruto yang turun tetapi perusahaan mampu menahan premi sendiri (menahan risiko sendiri) yang lebih besar sehingga tidak banyak premi yang dibayarkan kepada perusahaan reasuradur. Dengan hasil surplus underwriting yang besar pada tahun 2007, maka perusahaan mampu meningkatkan laba bersihnya menjadi Rp. 10,5 miliar sehingga modal sendiri perusahaan menjadi besar dan didukung tidak adanya pembagian dividen kepada pemegang saham.

38 Tabel 3.2 Komposisi portofolio PT Asuransi Parolamas tahun 2005 2007 (dalam jutaan rupiah) No. Jenis Asuransi 2005 2006 2007 Jumlah % Jumlah % Jumlah % Premi Bruto 1 Property 40,480 40.20% 36,743 31.60% 37,877 32.58% 2 Motor 8,209 8.15% 8,923 7.67% 9,975 8.58% 3 Marine Cargo 12,426 12.34% 11,528 9.91% 13,619 11.71% 4 Aviation 16,955 16.84% 10,842 9.32% 5,946 5.11% 5 Engineering 3,870 3.84% 3,280 2.82% 3,975 3.42% 6 General Accident 8,730 8.67% 25,468 21.90% 20,282 17.44% 7 Surety Bond 10,036 9.97% 19,494 16.76% 24,594 21.15% Total 100,706 100.00% 116,278 100.00% 116,268 100.00% Premi Neto 1 Property 9,208 25.26% 11,022 22.56% 19,171 34% 2 Motor 8,182 22.44% 7,919 16.21% 8,542 15% 3 Marine Cargo 2,707 7.43% 3,952 8.09% 4,356 8% 4 Aviation 992 2.72% 1,000 2.05% 963 2% 5 Engineering 2,634 7.23% 1,602 3.28% 1,906 3% 6 General Accident 7,789 21.37% 15,752 32.24% 10,455 19% 7 Surety Bond 4,943 13.56% 7,605 15.57% 10,749 19% Total 36,455 100.00% 48,852 100.00% 56,142 100% Klaim Neto 1 Property 6,922 47.17% 5,189 26.18% 13,052 61.32% 2 Motor 5,155 35.13% 5,458 27.53% 4,341 20.39% 3 Marine Cargo 236 1.61% 1,773 8.94% 1,703 8.00% 4 Aviation (216) -1.47% 940 4.74% 297 1.40% 5 Engineering 1,488 10.14% 793 4.00% 1,602 7.53% 6 General Accident 576 3.92% 5,271 26.59% 47 0.22% 7 Surety Bond 515 3.51% 399 2.01% 244 1.15% Total 14,676 100.00% 19,823 100.00% 21,286 100.00% Sumber: Laporan keuangan Diolah Grafik 3.2 Distribusi dan Struktur Portofolio PT Asuransi Parolamas 2005-2007 Distribusi dan Struktur Portofolio Tahun 2005 dalam jutaan rupiah 45000 40000 35000 30000 25000 20000 15000 10000 5000 0-5000 Property Motor Vehicle Marine Cargo Marine Hull Engineering General Accident Surety Bond Premi Bruto Premi Neto Klaim Neto

39 Distribusi dan Struktur Portofolio Tahun 2006 dalam jutaan rupiah 40000 35000 30000 25000 20000 15000 10000 5000 0 Property Motor Vehicle Marine Cargo Marine Hull Engineering General Accident Surety Bond Premi Bruto Premi Neto Klaim Neto Distribusi dan Struktur Portofolio Tahun 2007 dalam jutaan rupiah 40000 35000 30000 25000 20000 15000 10000 5000 0 Property Motor Vehicle Marine Cargo Marine Hull Engineering General Accident Surety Bond Premi Bruto Premi Neto Klaim Neto Berdasarkan pada tabel 3.2 diatas dan grafik 3.2 bahwa lini bisnis asuransi harta benda (property) merupakan lini bisnis yang mempunyai kontribusi yang paling besar dan mempunyai pasar yang lebih tinggi dibandingkan dengan lini bisnis yang lain. Namun demikian asuransi harta benda juga mempunyai tingkat klaim yang paling tinggi disusul dengan klaim kendaraan bermotor. Tabel 3.3 Komposisi tingkat risiko PT Asuransi Parolamas tahun 2003 2007 No. Jenis Asuransi 2003 2004 2005 2006 2007 Rata - Rata Rasio Klaim* 1 Property 34.18% 56.29% 75.17% 47.08% 68.08% 56.16% 2 Motor 55.15% 47.40% 63.00% 68.92% 50.82% 57.06% 3 Marine Cargo 34.95% 94.03% 8.72% 44.86% 39.10% 44.33% 4 Aviation 115.36% 45.83% -21.77% 94.00% 30.84% 52.85% 5 Engineering 47.30% 5.18% 56.49% 49.50% 84.05% 48.51% 6 General Accident 7.53% 7.86% 7.40% 33.46% 0.45% 11.34% 7 Surety Bond 49.34% 0.00% 10.42% 5.25% 2.27% 13.45% * Rasio klaim = klaim neto / premi neto Sumber: Laporan keuangan Diolah

40 Dari data profil risiko pada tabel 3.3 kendaraan bermotor merupakan lini bisnis yang mempunyai tingkat risiko yang lebih tinggi yaitu rata rata dalam 5 (lima) tahun sebesar 57,06% sedangkan risiko yang paling rendah terjadi pada lini bisnis general accident yaitu dengan rata rata 11,34%. Selain itu lini bisnis surety bond merupakan lini bisnis yang menjadi primadona perusahaan meskipun pada tahun 2003 tingkat risikonya cukup signifikan 49,34% yaitu adanya klaim dari PT Elnusa sebagai Obligee dan PT Mecona Perkasa sebagai Principal, surety bond menjadi lini bisnis yang diunggulkan karena dalam 4 (tahun) terakhir lini bisnis tersebut mempunyai tingkat risiko yang semakin rendah dengan rata rata yaitu 4,5%. Dari segi pertumbuhan premi bruto dari masing masing lini bisnis, general accident merupakan lini bisnis yang mempunyai pertumbuhan yang paling tinggi selama 5 (lima) yaitu rata rata 98,16% dan kemudian lini bisnis surety bond dengan pertumbuhan rata rata 37,03%. Pertumbuhan yang cukup signifikan pada lini bisnis genaral accident karena adanya bisnis baru dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi atas tenaga kerja indonesia yang berada di luar negeri sedangkan lini bisnis surety bond didukung oleh banyaknya kantor kantor perwakilan yang berada di beberapa Kabupaten di Indonesia. Rekayasa (engineering) merupakan lini bisnis yang kurang menguntungkan selain rata rata pertumbuhannya yang negatif yaitu -9,77%, lini bisnis tersebut juga mempunyai tingkat risiko yang cukup signifikan yaitu 48, 51%. Tabel 3.4 Surplus Underwriting Lini Bisnis PT Asuransi Parolamas 2006-2008 (dalam jutaan rupiah) No. Jenis Asuransi 2005 % 2007 % 30 Juni 2008 1 Property 5,107.00 21% 2,860.00 9% 6.72 2 Motor 2,567.00 11% 3,952.00 12% 618.83 3 Marine Cargo 1,687.00 7% 2,491.00 8% 3,000.98 4 Aviation 57.00 0% 681.00 2% 436.53 5 Engineering 1,221.00 5% 183.00 1% 3,322.84 6 General Accident 6,136.00 25% 9,267.00 29% 2,615.66 7 Surety Bond 7,296.00 30% 12,506.00 39% 8,189.04 24,071.00 100% 31,940.00 100% 18,190.60 Sumber: Laporan keuangan Diolah

41 Dari ketiga tabel diatas yaitu tabel 3.2, 3.3, dan 3.4 dapat disimpulkan bahwa lini bisnis surety bond merupakan bisnis yang mempunyai surplus underwriting paling besar dibandingkan dengan bisnis lain sejak tahun 2006 sampai dengan 30 juni 2008. Dengan adanya modal yang masih relatif kecil, maka bisnis aviation banyak yang direasuransikan sehingga retensi sendiri dan surplus underwriting-nya semakin kecil. Pada tahun 2008 bisnis property terlihat belum maksimal karena banyaknya klaim yang terjadi di akhir tahun 2007 dan baru selesai pada tahun 2008. Kinerja bisnis surety bond merupakan produk unggulan PT Asuransi Parolamas dimana pada saat ini bisnis tersebut relatif kecil terjadinya klaim sehingga perusahaan terus gencar untuk membuat jaringan distribusi diberbagai kabupaten yang ada di Indonesia.