1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
|
|
|
- Farida Sasmita
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menurut data Biro Pusat Statistik, laju pertumbuhan PDB pada tahun 2011 mengalami kenaikan sebesar 6,5% dari tahun 2010, laju pertumbuhan PDB pada sektor jasa mengalami kenaikan sebesar 6,9%. Fauzie (2012) menyatakan bahwa berdasarkan data Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), pada kuartal I 2012 densitas industri asuransi umum, yaitu perbandingan antara premi bruto dengan jumlah penduduk indonesia meningkat 2.42% menjadi miliar rupiah dari miliar rupiah pada akhir Pada akhir 2010, tingkat belanja masyarakat pada produk asuransi umum tercatat miliar rupiah. Masyarakat kelas menengah akan terus meningkatkan belanja masyarakat pada produk asuransi baik asuransi jiwa maupun asuransi umum. Hal ini disebabkan masyarakat kelas menengah semakin sadar terhadap pentingnya proteksi asuransi bagi dirinya maupun aset yang dimilikinya. Kondisi ini menggambarkan betapa besarnya pasar asuransi di indonesia terutama masyarakat kelas menengah yang akan menjadi pembeli potensial. Kenaikan laju pertumbuhan PDB dan juga kenaikan densitas asuransi umum ini mestinya juga diikuti oleh kenaikan pendapatan premi bagi sejumlah perusahaan asuransi termasuk PT Asuransi XYZ yang pernah menjadi market leader dalam industri asuransi umum nasional. Persaingan usaha yang semakin ketat ditambah lagi dengan pengetahuan masyarakat yang semakin selektif dalam memilih perusahaan asuransi, memaksa setiap perusahaan asuransi untuk dapat memberikan pelayanan yang berkualitas baik dari segi produk yang ditawarkan maupun tingkat pelayanan dan jaringannya. Ketatnya persaingan industri asuransi umum di Indonesia ditandai dengan tercatatnya 80 perusahaan asuransi umum yang menjadi pemain aktif di Indonesia dan bersaing memperebutkan pangsa pasar yang ada. Namun demikian, pangsa pasar asuransi kerugian tahun 2011 hanya didominasi oleh delapan perusahaan asuransi kerugian dengan pendapatan premi asuransi diatas 1 triliun rupiah yaitu PT Asuransi Sinar Mas, PT Asuransi XYZ, PT Asuransi Astra Buana, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia (TPI), PT Asuransi Central Asia (ACA), PT Asuransi Adira Dinamika (Adira), PT Asuransi Wahana Tata dan PT Asuransi Jaya Proteksi. PT Asuransi XYZ menempati posisi kedua dengan pangsa pasar sebesar 10% (Infobank 2012). Komposisi pangsa pasar secara keseluruhan ditunjukkan pada Gambar 1. Pangsa pasar paling besar ditempati oleh PT Asuransi Sinar Mas sebesar 11%. Besarnya pangsa pasar dari PT Asuransi Sinar Mas karena didukung oleh captive market dari Sinar Mas Group dalam Sinar Mas Agro Resouces and Technolgy (SMART) Corporation. Posisi kedua ditempati oleh PT Asuransi XYZ yang merupakan perusahaan milik negara. Meskipun berbentuk BUMN, pemerintah tidak mewajibkan BUMN lainnya untuk mengasuransikan assetnya kepada PT Asuransi XYZ sehingga dalam operasionalnya perusahaan ini harus berjuang memperebutkan kue industri asuransi dengan perusahaan lainnya. Sebanyak 49% pangsa pasar asuansi diperebutkan oleh 72 perusahaan asuransi umum sehingga rata-rata pangsa pasar masing-masing perusahaan cukup kecil yaitu sekitar 0,68 %.
2 Sumber: Infobank (2011) Gambar 1 Pangsa pasar industri asuransi kerugian Indonesia 2011 PT Asuransi XYZ merupakan sebuah Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dalam bidang asuransi kerugian. PT. Asuransi XYZ merupakan salah satu pemimpin pasar industri asuransi di Indonesia. Perusahaan ini menguasai 10% pangsa pasar yang ada. PT. Asuransi XYZ berupaya terus mempertahankan dan mengembangkan pasar yang telah dimilikinya saat ini. Jaringan kantor cabang yang dimiliki perusahaan ini tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan merupakan jumlah terbesar dari perusahaan asuransi umum yang ada di Indonesia. Hal ini merupakan keunggulan tersendiri dari PT. Asuransi XYZ dalam menghadapi persaingan industri asuransi di Indonesia. Selain itu PT. Asuransi XYZ ini merupakan salah satu pionir dalam industri asuransi di Indonesia dan mempunyai pengalaman yang paling banyak dibanding dengan perusahaan sejenis. PT Asuransi XYZ membagi segmen produknya menjadi sembilan kelompok yaitu; asuransi kebakaran, asuransi pengangkutan, asuransi rekayasa (engineering), asuransi penerbangan (aviation), asuransi rangka kapal (marine hull), asuransi kendaraan bermotor, asuransi aneka, asuransi surety bond dan asuransi oil & gas. PT Asuransi XYZ cabang Bogor merupakan salah satu kantor cabang yang memberikan kontribusi dalam pendapatan premi perusahaan yang cukup besar. Pada tahun 2011 PT Asuransi XYZ cabang Bogor membukukan pendapatan premi total sebesar Rp atau meningkat sebesar 62% dibandingkan dengan premi total pada tahun 2010 yang hanya berjumlah sebesar Rp Meskipun secara total pendapatan premi menunjukkan peningkatan, namun apabila dirinci lebih lanjut akan menunjukkan penurunan jumlah pendapatan premi terutama pada beberapa jenis asuransi seperti asuransi kebakaran dan surety bond. Sedangkan kenaikan pendapatan premi pada tahun 2011 yang cukup besar tersebut dipengaruhi oleh naiknya pendapatan premi pada jenis asuransi kendaraan bermotor yang mendominasi sebesar 69% dari total pendapatan premi tahun Penurunan jumlah pendapatan premi pada beberapa jenis asuransi dikhawatirkan jika tidak segera diantisipasi dan diinvestigasi penyebabnya akan terjadi jumlah penurunan pendapatan yang semakin banyak. Penurunan jumlah premi dapat terlihat dari Tabel 1.
3 Tabel 1 Perkembangan Premi PT Asuransi XYZ Cabang Bogor (Rp ) No Jenis Asuransi % % 2011 Kenaikan Kenaikan 1 Pengangkutan (44) 84 (47) 2 Kebakaran (0) (35) 3 Penerbangan Rekayasa (68) 322 (44) 5 Rangka Kapal (28) Kendaraan Bermotor Aneka (24) 8 Penjaminan (35) 730 (79) 9 Minyak dan Gas (51) 196 (69) Jumlah Premi (10) (14) Jenis nasabah yang dimiliki oleh PT. Asuransi XYZ dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu nasabah yang bersifat sukarela dan bersifat wajib. Nasabah sukarela mengasuransikan harta bendanya kepada PT. Asuransi XYZ atas keinginan sendiri sedangkan nasabah wajib merupakan nasabah yang mengasuransikan harta bendanya karena diwajibkan oleh pihak lain, misalnya bank karena harta bendanya menjadi agunan dalam sebuah perjanjian kredit dengan bank. Jumlah nasabah yang berasal dari perbankan pada tahun 2010 dan 2011 sebanyak 13% dari total nasabah yang ada. Selama dua tahun tersebut, jumlah total nasabah yang dimiliki oleh perusahaan mengalami kenaikan dari 177 nasabah pada tahun 2010 menjadi 192 nasabah pada tahun Demikian juga dengan nasabah sukarela mengalami kenaikan dari nasabah pada tahun 2010 menjadi nasabah pada tahun Namun demikian khusus untuk jenis asuransi kebakaran, jumlah nasabah yang dimilikinya justru mengalami penurunan. Penurunan jumlah nasabah untuk jenis asuransi kebakaran berasal dari nasabah sukarela sedangkan nasabah dari perbankan justru mengalami kenaikan sebagaimana terlihat pada Tabel 2. Tabel 2 Jumlah nasabah PT. Asuransi XYZ Cabang Bogor No Jenis Asuransi Bank Non Bank Bank Non Bank 1 Pengangkutan Kebakaran Penerbangan Rekayasa Rangka Kapal Kendaraan Bermotor Aneka Penjaminan Minyak dan Gas Jumlah Nasabah
4 Penurunan jumlah nasabah asuransi kebakaran ini juga diikuti oleh penurunan jumlah premi seperti terlihat pada Tabel 3. Tabel 3 Jumlah premi dari bank dan non bank PT Asuransi XYZ Cabang Bogor No Jenis Asuransi Bank Non Bank Bank Non Bank 1 Pengangkutan Kebakaran Penerbangan Rekayasa Rangka Kapal Kendaraan Bermotor Aneka Penjaminan Minyak dan Gas Jumlah Premi Penurunan jumlah nasabah dari penyedia jasa dalam industri asuransi dapat disebabkan karena terjadinya perpindahan nasabah dari satu penyedia jasa ke penyedia jasa lainnya. Hal ini dapat disebabkan karena ketidakpuasan dari nasabah terhadap suatu penyedia jasa asuransi. Menurut Anton et al (2005) faktor utama yang menentukan perpindahan nasabah asuransi adalah karena kualitas pelayanan yang rendah dari penyedia jasa asuransi. Faktor lainnya adalah komitmen yang rendah dari penyedia jasa asuransi dalam mempertahankan nasabahnya. Sedangkan faktor pemicu beralihnya nasabah dari satu penyedia jasa asuransi ke penyedia jasa lainnya adalah persepsi harga yang tidak pantas dan juga pengalaman nasabah terhadap rentetan ketidakpuasan dan juga munculnya kemarahan dalam berhubungan dengan penyedia jasa asuransi. Untuk mengantisipasi penurunan jumlah pendapatan premi yang semakin besar, yang bisa saja diasumsikan sebagai menurunnya tingkat kepuasan dan loyalitas nasabah ke PT Asuransi XYZ cabang Bogor, maka perlu kiranya untuk dievaluasi kembali kinerja pelayanan PT Asuransi XYZ cabang Bogor. Kepuasan pelanggan dapat mempengaruhi pendapatan perusahaan (Vand der Wiele et al, 2002). Pendapatan perusahaan merupakan akumulasi pendapatan dari masing-masing pelanggan. Pendapatan per pelanggan sendiri merupakan hasil dari suatu bentuk kegiatan pembelian pelanggan terhadap produk yang dihasilkan perusahaan. Pembelian ulang yang dilakukan pelanggan tidak akan terjadi tanpa adanya loyalitas dari pelangan. Oleh karena itulah hubungan antara kepuasan pelanggan dan loyalitas pelanggan perlu dikaji dalam mempelajari fenomena turunnya pelanggan dan jumlah pendapatan premi yang terjadi di PT. Asuransi XYZ Cabang Bogor. Penelitian ini juga dimaksudkan untuk memberikan masukan dalam penyusunan strategi pemasaran asuransi selanjutnya agar PT. Asuransi XYZ dapat meningkatkan pendapatannya dimasa yang akan datang.
5 1.2 Rumusan Masalah Penelitian ini diharapkan mampu menjawab permasalahan sebagai berikut: 1. Seberapa besar tingkat kepuasan nasabah terhadap pelayanan PT Asuransi XYZ? 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pelayanan nasabah atas PT Asuransi XYZ Cabang Bogor? 3. Seberapa besar tingkat loyalitas nasabah terhadap PT Asuransi XYZ atas pelayanan yang telah diberikan? 4. Bagaimana strategi implikasi kebijakan PT Asuransi XYZ dalam meningkatkan pelayanan PT Asuransi XYZ yang lebih baik kepada nasabah? 1.3 Tujuan penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Menganalisis tingkat kepuasan nasabah terhadap pelayanan PT Asuransi XYZ yang telah diberikan 2. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan nasabah atas pelayanan PT Asuransi XYZCabang Bogor 3. Menganalisis tingkat loyalitas nasabah PT Asuransi XYZ atas pelayanan yang telah diberikan. 4. Merumuskan strategi kebijakan pelayanan PT Asuransi XYZmeningkatkan pelayanan yang lebih baik kepada nasabah. 1.4 Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat diantaranya adalah sebagai berikut: 1. Dapat dijadikan sebagai pertimbangan bagi manajemen untuk menentukan bussiness strategy dimasa yang akan datang, terkait pelayanan dan persaingan usaha asuransi kerugian di wilayah Bogor dan sekitarnya. 2. Memberikan sumbangan pemikiran bagi dunia ilmu pengetahuan khususnya bidang pemasaran tentang pelayanan dan kepuasan konsumen serta dapat dipakai sebagai bahan informasi dan acuan bagi pihak yang ingin melakukan penelitian lebih lanjut. 1.5 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini adalah pada layanan produk asuransi kebakaran dari PT. Asuransi XYZ Cabang Bogor dengan pelanggan individu atau sukarela yang telah membeli produk asuransi kebakaran selama kurun waktu tahun 2010 s/d 2011 dan telah melakukan pembelian ulang minimal satu kali. Adapun aspek yang diteliti dan dikaji dalam penelitian ini adalah kepuasan pelanggan dan hubungannya dengan loyalitas pelanggan.
6 Untuk Selengkapnya Tersedia di Perpustakaan MB-IPB
1 PENDAHULUAN. Latar Belakang
1 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Sebagai suatunegara kepulauan, sektor maritim merupakan sektor yang signifikan bagi Indonesia, oleh sebab itu transportasi laut merupakan satu hal yang penting. Untuk mengantisipasi
BAB I PENDAHULUAN. bergerak di bidang barang maupun jasa. Ditengah ketatnya persaingan di dunia
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Lingkungan bisnis saat ini telah berubah dengan cepat seiring dengan terjadinya globalisasi yang melanda seluruh negara. Persaingan dirasakan terjadi sangat
BAB I PENDAHULUAN. tertanggung terhadap risiko yang dihadapi perusahaan. pertanggungan atas resiko atau kerugian yang dialami oleh tertanggung.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Asuransi merupakan sarana keuangan dalam tata kehidupan rumah tangga, baik dalam menghadapi risiko atas harta benda yang dimiliki. Demikian pula dunia usaha dalam menjalankan
I. PENDAHULUAN. Bisnis properti tahun 2008 akan berkembang pesat, hal ini disebabkan
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bisnis properti tahun 2008 akan berkembang pesat, hal ini disebabkan Bank Indonesia (BI) menurunkan BI Rate menjadi 9,50 persen pada minggu pertama tahun 2008. Subsektor
PENDAHULUAN. Asuransi merupakan kegiatan usaha dimana perusahaan menanggung
PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Asuransi merupakan kegiatan usaha dimana perusahaan menanggung kerugian yang diderita nasabahnya ketika terjadi suatu musibah baik itu kecelakan, kebakaran, dan juga segala
BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Asuransi adalah suatu kemauan untuk menetapkan kerugian-kerugian kecil
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Asuransi adalah suatu kemauan untuk menetapkan kerugian-kerugian kecil (sedikit) yang sudah pasti sebagai pengganti atau substitusi kerugian-kerugian besar yang
ASURANSI UMUM & REASURANSI
Market Update ASURANSI UMUM & REASURANSI Triwulan 3 (Jan-Sep) tahun 2017 Bidang Statistik, Riset, Analisa, TI dan Aktuaria Jakarta, November 2017 Pengantar Analisa operasional asuransi umum Triwulan 3
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN. PT (Persero) Asuransi Ekspor Indonesia (ASEI) didirikan sebagai realisasi
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN 1.1 Gambaran Umum Perusahaan PT (Persero) Asuransi Ekspor Indonesia (ASEI) didirikan sebagai realisasi komitmen Pemerintah untuk mengembangkan ekspor non migas nasional.
BAB I PENDAHULUAN. Pemasaran adalah suatu perpaduan dari akivitas-aktivitas yang saling berhubungan untuk
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Pemasaran adalah suatu perpaduan dari akivitas-aktivitas yang saling berhubungan untuk mengetahui kebutuhan konsumen serta mengembangkan promosi, distribusi, pelayanan
properti, kesehatan dan lain sebagainya mendapatkan penggantian dari kejadiankejadian
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Asuransi adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada tindakan, sistem, atau bisnis dimana perlindungan finansial (atau ganti rugi secara finansial) untuk jiwa, properti,
BAB I PENDAHULUAN 1.6. LATAR BELAKANG MASALAH. Pada Era Globalisasi sekarang kebutuhan akan asuransi bukan
BAB I PENDAHULUAN 1.6. LATAR BELAKANG MASALAH Pada Era Globalisasi sekarang kebutuhan akan asuransi bukan merupakan hal yang aneh dan mungkin menjadi kebutuhan primer yang wajib dipikirkan untuk keuangan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perkembangan dunia usaha pada dewasa ini telah diwarnai oleh
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia usaha pada dewasa ini telah diwarnai oleh persaingan yang semakin ketat. Timbulnya persaingan tersebut menyebabkan kalangan dunia usaha saling
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah :
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah : Asuransi kerugian mempunyai sejarah yang cukup panjang di Indonesia. Riwayat perjalanan sejarah berdirinya asuransi kerugian di Indonesia sama tuanya dengan
Surat Berharga yang Diterbitkan oleh Bank Indonesia Surat Berharga yang Diterbitkan oleh Lembaga 107 Multinasional
Halaman 1 LAPORAN POSISI KEUANGAN Bukan Konsolidasi Per. dan Per. Uraian Rinci an Triwulan Tahun Triwulan Tahun Saldo SAK Saldo SAP Saldo SAK Saldo SAP (1) (2) (3) (4) (5) (6) ASET Investasi Deposito Berjangka
BAB 1 PENDAHULUAN. berbeda dalam hal apa yang dijual, namun sama-sama memiliki kesamaan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Setiap perusahaan yang menjual produk atau jasa sangat membutuhkan pelanggan untuk kelangsungan usaha mereka, walaupun produk dan jasa berbeda dalam hal apa
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setiap manusia akan dihadapkan pada ketidakpastian di masa yang akan datang. Ketidakpastian ini sewaktu-waktu dapat memberikan keuntungan dan juga kerugian. Risiko
BAB I PENDAHULUAN. Era globalisasi menyebabkan persaingan yang semakin tinggi diantara
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Era globalisasi menyebabkan persaingan yang semakin tinggi diantara perusahaan, baik antar perusahaan domestik maupun dengan perusahaan asing. Sehingga setiap
1 PENDAHULUAN Latar Belakang
1 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Bisnis di industri farmasi masih terus berkembang dan menggiurkan bagi para pelaku bisnis farmasi. Hal ini dipicu oleh peningkatan pertumbuhan pengeluaran pada obat-obatan
BAB I PENDAHULUAN. dapat menimpa mereka. Dalam industri jasa yang bergerak di bidang sektor. satu yang paling banyak diatur lewat regulasi pemerintah.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia selalu dihadapkan pada berbagai persoalan hidup yang di dalamnya mengandung berbagai kemungkinan risiko yang harus dihadapi, baik yang bersifat material
GENERAL INSURANCE OUTLOOK 2016
GENERAL INSURANCE OUTLOOK 2016 Provided by : The General Insurance Association of Indonesia Insurance Outlook 2016 Seminar Tuesday, 24th of November 2015 1 MARKET STRUCTURE Description 2013 2014 Sep.2015
2009 Catatan Piutang pihak yang mempunyai hubungan istimewa d,2g,
Neraca Konsolidasi 30 Juni 2009 dan 2008 ASET 2009 Catatan 2008 Investasi 2f,3 Deposito berjangka 147.379.881.024 2c,31 111.631.639.513 Obligasi dimiliki hingga jatuh tempo 4.000.000.000 1.000.000.000
PENDAPAT KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA NOMOR A13911 TENTANG PENGAMBILALIHAN SAHAM PERUSAHAAN PT ASURANSI DHARMA BANGSA OLEH AXA S.A.
PENDAPAT KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA NOMOR A13911 TENTANG PENGAMBILALIHAN SAHAM PERUSAHAAN PT ASURANSI DHARMA BANGSA OLEH AXA S.A. LATAR BELAKANG 1. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun
I. PENDAHULUAN. dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Menurut data Departemen Keuangan
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Industri asuransi syariah di Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Menurut data Departemen Keuangan (2006), pada tahun 2005
I. PENDAHULUAN. akan bangkit kembali setelah tahun 2006 yang penuh kesulitan akibat berbagai
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tahun 2007 bisa dikatakan sebagai tahun harapan bahwa bisnis asuransi akan bangkit kembali setelah tahun 2006 yang penuh kesulitan akibat berbagai fenomena alam yang
BAB I PENDAHULUAN. merupakan suatu risiko. Risiko yang dihadapi oleh setiap orang dapat
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Risiko merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan manusia. Kemungkinan manusia menghadapi kehilangan atau kerugian itu merupakan suatu risiko.
I. PENDAHULUAN. Di lingkungan industri otomotif, bisnis sepeda motor memiliki. tingkat pertumbuhan yang sangat tinggi. Selama tiga tahun terakhir
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Di lingkungan industri otomotif, bisnis sepeda motor memiliki tingkat pertumbuhan yang sangat tinggi. Selama tiga tahun terakhir penjualannya selalu tumbuh di atas 50%.
I. PENDAHULUAN. dari penjualan polis atau penerimaan premi dapat ditanamkan sebagai investasi yang
I. PENDAHULUAN I.I Latar Belakang Asuransi sebagai lembaga Keuangan non bank mempunyai peranan penting dalam ikut membantu pertumbuhan perekonomian Indonesia. Lembaga asuransi sebagai salah satu penghimpun
RANCANGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR... TENTANG RETENSI SENDIRI DAN DUKUNGAN REASURANSI DALAM NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
RANCANGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR... TENTANG RETENSI SENDIRI DAN DUKUNGAN REASURANSI DALAM NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN, Menimbang : a.
BAB I PENDAHULUAN. Pertumbuhan jasa pelayanan perbankan dari tahun ke tahun selalu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan jasa pelayanan perbankan dari tahun ke tahun selalu menunjukkan peningkatan. Hal ini semakin terlihat persaingan baik dari segi kualitas dan promosi jasa
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di era globalisasi saat ini dunia perbankan merupakan bagian yang sangat penting bagi setiap Negara. Persaingan memperebutkan pangsa pasar yang sempit namun potensial
1.1. Latar Belakang Industri perbankan Indonesia pada masa pra-krisis merupakan salah satu sektor yang mengalami pertumbuhan yang pesat antara tahun
1.1. Latar Belakang Industri perbankan Indonesia pada masa pra-krisis merupakan salah satu sektor yang mengalami pertumbuhan yang pesat antara tahun 1992 dan 1997 dengan tingkat pertumbuhan aset sebesar
BAB I PENDAHULUAN. layanan yang mampu melayani kebutuhan dan keinginan pelanggan dengan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan jaman yang semakin pesat ini menyebabkan ketatnya persaingan yang terjadi pada semua elemen, tidak terkecuali antar institusi penyedia produk. Persaingan
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kebutuhan akan sarana transportasi terus meningkat seiring dengan berkembangnya zaman dan kebutuhan manusia berpindah dari tempat satu ke tempat yang lain. Faktor keamanan,
PUBLIC EXPOSE. Jakarta, 25 Mei 2018 Chase Plaza lantai 12
PUBLIC EXPOSE Jakarta, 25 Mei 2018 Chase Plaza lantai 12 AGENDA 1. Sekilas Perusahaan 2. Struktur Permodalan dan Pemegang Saham 3. Susunan Pengurus Perusahaan 4. Jaringan Kantor Pemasaran 5. Kegiatan Usaha
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Tingkat persaingan dunia usaha di Indonesia sangat ketat karena setiap
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tingkat persaingan dunia usaha di Indonesia sangat ketat karena setiap perusahaan senantiasa berusaha untuk dapat meningkatkan pangsa pasar dan meraih konsumen baru.
BAB I PENDAHULUAN. kerusakan, kehilangan atau resiko lainnya. Oleh karena itu setiap resiko yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Resiko di masa datang dapat terjadi terhadap kehidupan seseorang misalnya kematian, sakit, atau resiko dipecat dari pekerjaannya. Dalam dunia bisnis, resiko
BAB 1 PENDAHULUAN. 1 Universitas Esa Unggul
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Salah satu tujuan utama dari suatu perusahaan adalah mempertahankan pelanggan, karena pelanggan yang loyal akan berkomitmen untuk setia kepada suatu perusahaan
BAB I PENDAHULUAN. Layanan perbankan terhadap para pensiunan merupakan bisnis jasa. segmen pensiun yang mengalami perkembangan pada saat ini, untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Layanan perbankan terhadap para pensiunan merupakan bisnis jasa segmen pensiun yang mengalami perkembangan pada saat ini, untuk meningkatkan kualitas layanan
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Persaingan dalam bidang pemasaran produk untuk mendapatkan pangsa pasar yang tinggi kini semakin ketat. Ketatnya persaingan tersebut ditambah pula dengan semakin kritisnya
BAB I PENDAHULUAN. di Indonesia terdapat sekitar 57,9 juta pelaku UMKM dan diperkirakan akan semakin
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Pertumbuhan pelaku usaha industri UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) Indonesia termasuk paling banyak di antara negara lainnya. Saat ini populasi penduduk dengan usia
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Di era globalisasi saat ini, berbagai industri berlomba untuk dapat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Di era globalisasi saat ini, berbagai industri berlomba untuk dapat menyediakan berbagai keinginan dan kebutuhan masyarakat. Indonesia sebagai salah satu negara
BAB I PENDAHULUAN. Persaingan memperebutkan nasabah bank di Indonesia sangat ketat.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Persaingan memperebutkan nasabah bank di Indonesia sangat ketat. Dengan jumlah bank dan kantor cabang yang masih tetap banyak dan produk yang ditawarkan bank beragam,
BAB I PENDAHULUAN. Dalam rangka memperoleh pengetahuan yang cukup secara terus. potensial dengan produk atau jasa yang ditawarkan.
1 BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah Dalam rangka memperoleh pengetahuan yang cukup secara terus menerus untuk meningkatkan nilai dari produk dan jasa, perusahaan harus mengetahui tingkat kepuasan
I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pangan merupakan kebutuhan yang terpenting setelah udara dan air, serta merupakan salah satu kebutuhan primer manusia yang harus segera terpenuhi untuk mempertahankan kelangsungan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Dengan semakin pesatnya perkembangan perekonomian di
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dengan semakin pesatnya perkembangan perekonomian di Indonesia maka itu pembangunan disegala sektor baik di pusat maupun didaerah tentunya mengalami pertumbuhan yang
BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN
BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT ASURANSI WAHANA TATA (Aswata) adalah perusahaan asuransi umum yang telah hadir melayani nasabah sejak 1964. Kini, Aswata adalah salah satu perusahaan
2009 Catatan Kas dan bank 11,667,651,139 2c,4,31 11,381,632,142
PT ASURANSI RAMAYANA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Neraca Konsolidasi 31 Maret 2009 dan 2008 AKTIVA 2009 Catatan 2008 Investasi 2f,3 Deposito berjangka 142,761,984,435 2c,31 99,347,639,439 Obligasi dimiliki
BAB I. 1.1 Latar Belakang
BAB I 1.1 Latar Belakang Perkembangan otomotif sepeda motor di indonesia tidak bisa dihentikan semenjak berbagai merek asing datang ke pasar Indonesia semenjak jaman kemerdekaan. Otomotif Indonesia yang
ANALISA INDUSTRI PERBANKAN INDONESIA 2012
ANALISA INDUSTRI PERBANKAN INDONESIA 2012 Biro Riset BUMN Center LM FEUI Perbankan memiliki peran penting sebagai salah satu motor penggerak roda perekonomian bangsa. Memburuknya kinerja perbankan akan
I PENDAHULUAN. Seiring berkembangnya jumlah penduduk di Indonesia pada. umumnya dan di Propinsi Banten pada khususnya, serta kondisi geografis
I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring berkembangnya jumlah penduduk di Indonesia pada umumnya dan di Propinsi Banten pada khususnya, serta kondisi geografis wilayah yang ada di Indonesia maka industri
BAB I PENDAHULUAN. kemakmuran, kesehatan, keamanan termasuk juga kecelakaan kerja. Untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kerja Praktek Melakukan manajemen resiko berarti merencanakan masa depan dengan lebih sistematis, matang dan terencana. Kita semua menginginkan jaminan kemakmuran,
I. PENDAHULUAN. ekonomi Indonesia masih tergantung pada sektor konsumsi. Ketika ekonomi
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dari tahun ke tahun terutama setelah krisis tahun 1998, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih tergantung pada sektor konsumsi. Ketika ekonomi tumbuh 4% (2003), konsumsi
I. PENDAHULUAN. usaha pada tahun 2006 menjadi usaha pada tahun 2007 (Tabel 1).
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jumlah penduduk Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada tahun 2006 BPS mencatat jumlah penduduk Indonesia mencapai 222 juta jiwa dengan laju pertumbuhan
BAB I PENDAHULUAN. dikelola oleh bank tersebut. Dalam hal penghimpunan dana masyarakat yang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bisnis perbankan merupakan bisnis kepercayaan. Bank harus mampu memberikan rasa aman pada nasabahnya menyangkut dana yang disimpan atau dikelola oleh bank
I. PENDAHULUAN Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan ekonomi suatu negara tidak lepas dari peran penting perbankan. Peranan penting perbankan dalam era pembangunan nasional adalah sebagai sumber permodalan
BAB I PENDAHULUAN. selain perbankan, industri asuransi jiwa meyakinkan Indonesia bahwa asuransi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sebagai Negara yang berpenduduk 220 juta jiwa, Indonesia sangat potensial bagi industri barang, jasa maupun keuangan. Dalam industri keuangan, selain perbankan,
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
1 I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Di dalam dunia perekonomian yang terus berubah seiring berjalannya waktu, tidak dapat dipungkiri adanya persaingan bisnis antar perusahaan untuk dapat terus bertahan
BAB I PENDAHULUAN. (lack of fund) menjadi pilar penting untuk meningkatkan partisipasi masyarakat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Mekanisme kerja bank yang menjadi jembatan antara masyarakat yang kelebihan dana (surplus of fund) dengan masyarakat yang membutuhkan dana (lack of fund) menjadi pilar
I. PENDAHULUAN. tidak pasti dan turbulen baik dari sisi teknologi, regulasi, pasar maupun
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Lanskap bisnis telekomunikasi mengalami perubahan yang sangat cepat, tidak pasti dan turbulen baik dari sisi teknologi, regulasi, pasar maupun persaingan. Dari sisi teknologi
