Farmaka Volume 4 Nomor 3 1

dokumen-dokumen yang mirip
Farmaka Volume 14 Nomor 3 17

Sukmawati, N.M.A. 1, Arisanti, C.I.S. 1, Wijayanti, N.P.A.D 1. Universitas Udayana

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

PROFIL STABILITAS FISIKA KIMIAMASKER GEL PEEL-OFF EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. Buah manggis (Garcinia mangostana L.) merupakan salah satu sumber

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PROFIL STABILITAS MASKER GEL PEEL-OFF EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) MENGGUNAKAN HPMC SEBAGAI GELLING AGENT

Formulasi Masker Gel Peel-Off Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana Linn.)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kulit adalah organ tubuh yang merupakan permukaan luar organisme dan membatasi lingkungan dalam tubuh dengan

Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kulit Batang Kayu Manis (Cinnamomum burmanni Nees ex Bl.) dan Formulasinya dalam Bentuk Sediaan Masker Gel Peel Off

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

FORMULASI EKSTRAK KERING WORTEL (DAUCUS CAROTA L.) SEBAGAI MASKER WAJAH DALAM BENTUK GEL PEEL-OFF

FORMULASI DAN OPTIMASI BASIS GEL HPMC (HIDROXY PROPYL METHYL CELLULOSE) DENGAN BERBAGAI VARIASI KONSENTRASI ABSTRACT

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan bertambahnya usia kulit akan mengalami proses penuaan. Penuaan disebabkan oleh berbagai faktor

KATA PENGANTAR. Dewan Editor

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Sutriningsih dan Irna Wida Astuti Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta ABSTRAK

I. PENDAHULUAN. pertahanan tubuh terhadap infeksi dan efek radikal bebas. Radikal bebas dapat. bebas dapat dicegah oleh antioksidan (Nova, 2012).

BAB 4 HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

KARAKTERISASI MASKER GEL PEEL OFF EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) DENGAN WAKTU DISPERSI HPMC YANG OPTIMAL DALAM AKUADES

Formulasi Masker Gel Peel-Off Lendir Bekicot (Achatina Fulica) dengan Variasi Konsentrasi Bahan Pembentuk Gel

FORMULASI EKSTRAK AIR KULIT PISANG KEPOK (MUSA ACUMINATA L.) SEBAGAI MASKER WAJAH DALAM BENTUK GEL PEEL-OFF

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan rancangan penelitian eksperimental dengan

BAB III METODE PENELITIAN Rancangan Penelitian Ekstrak Etanol 96% Kulit Buah Manggis

BAB I PENDAHULUAN. hidup. Ketika kulit mengalami penuaan, akan terjadi berbagai masalah seperti

BAB III METODE PENELITIAN

KARAKTERISTIK MASKER GEL PEEL OFF EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) DENGAN WAKTU DISPERSI HPMC YANG OPTIMAL DALAM AIR SUHU 90ºC

Formulasi Sediaan Masker Gel Peel-Off Mengandung Lendir Bekicot (Achatina Fulica Bowdich) sebagai Pelembab Kulit

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Pengaruh Pati Pragelatinasi Beras Hitam Sebagai Bahan Pembentuk Gel Tehadap Mutu Fisik Sediaan Masker Gel Peel Off

FORMULASI LOTION EKSTRAK BUAH RASPBERRY(Rubus rosifolius) DENGAN VARIASI KONSENTRASI TRIETANOLAMIN SEBAGAI EMULGATOR SERTA UJI HEDONIK TERHADAP LOTION

BAB I PENDAHULUAN. organ tubuh (termasuk kulit) secara perlahan untuk memperbaiki atau mengganti

MAYA SETIAPUTRI

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... LEMBAR PENGESAHAN... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN...

FORMULASI SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOLIK BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.) DENGAN BASIS HPMC NASKAH PUBLIKASI

FORMULASI EKSTRAK AIR KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) SEBAGAI MASKER WAJAH DALAM BENTUK GEL PEEL-OFF

Kode Bahan Nama Bahan Kegunaan Per wadah Per bets

KELOMPOK 4 : SEDIAAN GEL

CARBOMER 980 DALAM MASKER GEL PEEL OFF SARI BUAH NANAS (Ananas comosus L. Merr)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Pengamatan dan Hasil Ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia

PENGARUH VARIASI KONSENTRASI BASIS HPMC 4000 TERHADAP STABILITAS FISIK GEL MIKROEMULSI NATRIUM DIKLOFENAK

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian

CINDY SEPTALIA DIRHAM PROGRAM STUDI S1 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. sinar UV seakan akan menjadi teman baik bagi kulit wajah. Flek hitam, kulit kering,

JURNAL FARMASI UDAYANA

UJI STABILITAS FISIK GEL EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera L.)

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. tetap dalam keadaan baik, memperbaiki bau badan tetapi tidak dimaksudkan untuk

FORMULASI EKSTRAK BIJI KEDELAI (Glycine max L.) DALAM SEDIAAN GEL MENGGUNAKAN BASIS HPMC: UJI STABILITAS FISIK DAN EFEK PADA KULIT MANUSIA

BAB I PENDAHULUAN. pelindung, maupun pembalut penyumbat (Lachman, dkk., 1994). Salah satu bahan

Nama Sediaan Kosmetika Tujuan Pemakaian II. Karakteristik Sediaan

Sediaan perawatan dan pembersih kulit adalah sediaan yang digunakan untuk maksud

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menyimpan banyak manfaat bagi kesehatan atau bisa disebut sebagai pangan

PEMANFAATAN BITTERN (AIR TUA) GARAM UNTUK PEMBUATAN PEEL OF MASK DENGAN EKSTRAK DAUN PEPAYA SEBAGAI ANTI JERAWAT

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Media Farmasi Indonesia Vol 12 No 2

GEL & AEROSOL Perbedaan gel dan jeli Formulasi dan evaluasi Jenis aerosol kosmetik Formulasi Aerosol Contoh-contoh formula

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Evaluasi kestabilan dari formula Hair Tonic sari lidah buaya (Aloe vera L.) dengan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Ultra Violet/UV (λ nm), sinar tampak (λ nm) dan sinar

Optimasi Formulasi Basis Sediaan Emulgel dengan Variasi Konsentrasi Surfaktan

BAB 4 HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

FORMULASI MASKER WAJAH EKSTRAK STRAWBERRY (Fragaria vesca L) DALAM BENTUK SEDIAAN GEL

OPTIMASI KONSENTRASI HIDROKSIPROPIL METILSELULOSA SEBAGAI PEMBENTUK FILM

PENGARUH ASAM OLEAT TERHADAP LAJU DIFUSI GEL PIROKSIKAM BASIS AQUPEC 505 HV IN VITRO

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

FORMULASI DAN EVALUASI MIKROEMULSI KETOKONAZOL DENGAN BASIS MINYAK ZAITUN SKRIPSI

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Evaluasi kestabilan formula krim antifungi ekstrak etanol rimpang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

IDA FARIDA SEKOLAH FARMASI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG PROGRAM STUDI SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI

FORMULASI DAN UJI STABILITAS FISIK KRIM SUSU KUDA SUMBAWA DENGAN EMULGATOR NONIONIK DAN ANIONIK

SUSPENSI DAN EMULSI Mata Kuliah : Preskripsi (2 SKS) Dosen : Kuni Zu aimah B., S.Farm., M.Farm., Apt.

KRIM TABIR SURYA DARI KOMBINASI EKSTRAK SARANG SEMUT (Myrmecodia pendens Merr & Perry) DENGAN EKSTRAK BUAH CARICA (Carica pubescens) SEBAGAI SPF

OPTIMASI HPMC SEBAGAI GELLING AGENT DALAM FORMULA GEL EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.)

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

FORMULASI SABUN MANDI CAIR DENGAN LENDIR DAUN LIDAH BUAYA (Aloe vera Linn.)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Metode Penelitian. asetat daun pandan wangi dengan variasi gelling agent yaitu karbopol-tea, CMC-

FORMULASI HAND GEL EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera var. sinensis) MENGGUNAKAN BASIS CARBOPOL 934: EVALUASI SIFAT FISIK DAN STABILITASNYA.

FORMULASI GEL SARI BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.)

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan A. PENENTUAN FORMULA LIPSTIK

FORMULASI DAN TEKNOLOGI SEDIAAN SEMI SOLID GEL LAPORAN PRAKTIKUM FORMULASI DAN TEKNOLOGI SEDIAAN SEMI SOLID GEL

BAB 4 HASIL PERCOBAAN DAN BAHASAN

FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN MASKER GEL PEEL-OFF

1. Pendahuluan FORMULASI SEDIAAN EMULGEL ANTIOKSIDAN MENGANDUNG EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG KAYU MANIS (CINNAMOMUM BURMANNI NEES EX. BL.

OPTIMASI KOMBINASI KARBOMER 934 DAN HPMC TERHADAP EFEKTIVITAS GEL ANTIJERAWAT EKSTRAK ETANOLIK KULIT BUAH MANGGIS

BAB 4 HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

Uji Stabilitas Pada Gel Ekstrak Daun Pisang (Gelek Usang)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Jenis hewan ini tersebar di laut,air tawar,dan daratan yang lembab.

Transkripsi:

Volume 4 Nomor 3 1 FORMULASI MASKER GEL PEEL OFF UNTUK PERAWATAN KULIT WAJAH FORMULATION OF GEL PEEL OFF MASK AS FACE TREATMENT Astri Sulastri 1, Anis Yohana Chaerunisaa 2 Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran Jl. Raya Bandung-Sumedang KM. 21 Jatinangor 45363 Email: astri13007@mail.unpad.ac.id Abstrak Kosmetik wajah dapat diperoleh dalam berbagai bentuk sediaan. Masker wajah merupakan kosmetik perawatan kecantikan yang sangat popular untuk meningkatkan kualitas kulit. Masker wajah peel off merupakan salah satu jenis masker wajah yang mempunyai keunggulan dalam penggunaanya yaitu dapat dengan mudah dilepas atau diangkat seperti membran elastis. Masker wajah peel off diformulasikan dengan zat aktif, basis PVA, bahan pelunak, pelembab, pengawet, surfaktan dan pewangi. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka perlu dilakukan optimasi formulasi sediaan masker gel peel off untuk memperoleh sediaan dengan kualitas tinggi. Untuk memperoleh formulasi sediaan dengan kualitas yang baik dapat dilakukan dengan evaluasi organoleptis, ph, viskositas, daya sebar, waktu mengering, tampilan dan ketebalan film serta profil stabilitasnya. Sediaan masker wajah peel off dengan kualitas baik dapat dilihat dari waktu mengering yang dipengaruhi oleh konsentrasi EtOH, gelatin dan gliserin, sedangkan kemudahan penggunaan sediaan yang berkaitan dengan viskositas dipengaruhi oleh konsentrasi PVA, karbomer, gelatin dan gliserin, serta kinerja pembentukan film dipengaruhi oleh konsentrasi PVA. Kata kunci: masker wajah gel peel off, formulasi, waktu mengering, kemudahan penggunaan, kinerja pembentukan film

Volume 4 Nomor 3 2 Abstract Cosmetics for skin care can be obtained in variety dosage forms. Facial mask is a popular skin care product to improve skin quality. Gel peel off facial mask has an advantage which can be easily removed like elastic membrane. The composition of gel peel off facial mask are active substance, PVA, plasticizers, moisturizers, preservatives, surfactants and perfumes. Based on this background, it is necessary to optimization formulations of gel peel-off facial mask to obtain cosmetic product with high quality. Formulations with good quality can be done with the evaluation of organoleptic, ph, viscosity, spreadability, time of drying, appearance and the film thickness also the profile stability. Gel peel off mask with good quality can be seen from time of drying is affected by the concentration of EtOH, gelatin and glycerin, while applicability preparations related to the viscosity is affected by the concentration of PVA, carbomer, gelatin and glycerin, as well as the performance of the film formation is influenced by the concentration of PVA Keywords: gel peel-off facial mask, formulation, time of drying, applicability, performance film formation. Pendahuluan Kulit merupakan lapisan pelindung tubuh dari paparan polusi lingkungan, terutama kuit wajah yang sering terpapar oleh sinar ultraviolet (UV) akibatnya dapat menimbulkan masalah kulit seperti keriput, penuaan, jerawat dan pori kulit yang membesar, sehingg merupaka hal yang penting untuk merawat kulit itu sendiri (Grace et al., 2015). Efek antioksidan dan antijerawat untuk perawatan kulit wajah akan lebih baik diformulasikan dalam bentuk topikal dibandingkan dengan oral karena zat aktif akan berinteraksi lebih lama dengan kulit wajah (Draelos & Thaman, 2006). Kosmetik wajah dapat diperoleh dalam berbagai bentuk sediaan, salah satunya dalam bentuk masker wajah gel peel off (Vieira et al., 2009). Masker wajah

Volume 4 Nomor 3 3 merupakan kosmetik perawatan kecantikan yang sangat popular untuk meningkatkan kualitas kulit (Yeom et al., 2011). Masker wajah peel off merupakan salah satu jenis masker wajah yang mempunyai keunggulan dalam penggunaanya yaitu dapat dengan mudah dilepas atau diangkat seperti membran elastis (Rahmawanty dkk., 2015). Masker wajah peel off dapat meningkatkan hidrasi pada kulit kemunkinan karena adanya oklusi (Velasco et al., 2014). Penggunaan masker wajah peel off bermanfaat untuk memperbaiki serta merawat kulit wajah dari masalah keriput, penuaan, jerawat dan dapat juga digunakan untuk mengecilkan pori (Grace et al., 2015). Selain itu, masker peel off juga dapat digunakan untuk membersihkan serta melembabkan kulit. Kosmetik wajah dalam bentuk masker peel off bermanfaat dalam merelaksasi otot-otot wajah, sebagai pembersih, penyegar, pelembab dan pelembut bagi kulit wajah (Vieira et al., 2009). Pembuatan kosmetik dari bahan alami lebih baik dari pada bahan sintesis. Bahan sintesis dapat menimbulkan efek samping bahkan dapat merusak bentuk alami dari kulit (Grace et al., 2015). Masker wajah peel off diformulasikan dengan basis polivinil alkohol (PVA), setelah pengolesan dan pengeringan akan membentuk lapisan oklusif pada wajah (Vieira et al., 2009). Zat aktif ditambahkan ke dalam formulasi untuk meningkatkan efek oklusi dan tensor. Formulasi tersebut mengandung bahan pelunak, pelembab, pengawet, surfaktan, pewangi dan zat aktif (Zague et al., 2008). PVA berperan dalam memberikan efek peel off karena memiliki sifat adhesive sehingga dapat memebentuk lapisan film yang mudah dikelupas setelah kering (Brick et al., 2014). Konsentrasi PVA merupakan faktor terpenting yang berpengaruh terhadap kinerja pembentukan film dalam masker wajah peel off (Beringhs et al., 2013). Konsentrasi humektan dalam formulasi masker wajah

Volume 4 Nomor 3 4 gel peel off dapat berpengaruh terhadap pengawet yang telah dilarutkan dalam viskositas dan waktu pengeringan sediaan (Rahmawanty dkk., 2015; Barel et al., 2009). Berdasarkan latar belakang tersebut, maka perlu dilakukan optimasi formulasi sediaan masker gel peel off untuk perawatan kulit wajah. aquadest panas ke dalam basis PVA, lalu diaduk hingga homogen. Setelah itu ditambahkan zat aktif ke dalam basis sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga homogeny ( Septiani dkk., 2012). Propilenglikol ditambahkan ke dalam formulasi sediaan masker gel peel off sebagai humektan akan menjaga kestabilan sediaan melalui absorbsi lembab Pembahasan Pada formulasi masker gel peel off terdapat PVA yang berperan dalam memberikan efek peel off karena memiliki sifat adhesive sehingga dapat memebentuk lapisan film yang mudah dikelupas setelah kering (Brick et al.,2014). Masker gel peel off dapat dibuat dengan dengan cara mengembangkan PVA dalam aquadestilat panas suhu 80 o C, kemudian diaduk hingga homogen. Dikembangkan pula HPMC dalam aquadest dingin hingga mengembang. Selanjutnya ditambahkan HPMC yang telah mengembang, humektan dan bahan dari lingkungan dan pengurangan penguapan air dari sediaan, sehingga selain menjaga kestabilan, humektan juga berperan dalam menjaga kelembaban kulit (Rowe et al., 2006). Selain propilenglikol, humektan lain yang sering digunakan dalam formulasi gel peel off adalah gliserin (Rahmawanty dkk., 2015). Metil paraben dan propil paraben diperlukan dalam formulasi sediaan gel untuk mencegah kontaminasi mikroba karena tingginya kandungan air pada sediaan. Kombinasi konsentrasi 0,02% propil paraben dengan 0,18% metil paraben akan menghasilkan kombinasi

Volume 4 Nomor 3 5 pengawet dengan aktivitas antimikroba yang kuat (Rowe & Owen, 2006). Karakteristik ideal dari masker wajah peel off adalah tidak terdapat partikel yang kasar, tidak toksik, tidak menimbulkan iritasi dan dapat mebersihkan kulit. Mampu memberikan efek lembab pada kulit, membentuk lapisan film tipis yang seragam, memberikan efek mengencangkan kulit, dapat kering pada waktu 5-30 menit. Masker peel off harus mudah digunakan dan tidak menimbulkan rasa sakit (Grace et al., 2015). Sediaan masker wajah gel peel off seharusnya memiliki ph yang sesuai dengan ph kulit wajah yaitu 5,4-5,9. Untuk sediaan topikal yang akan digunakan pada kulit jika memiliki ph lebih kecil dari 4,5 dapat menimbulkan iritasi pada kulit sedangkan jika ph lebih besar dari 6,5 dapat menyebabkan kulit bersisik (Rahmawanty dkk., 2015). Sedangkan untuk viskositas sediaan gel sebaiknya berada pada range 7100-83144 cps (Chandira et al., 2010). Profil stabilitas suatu sediaan dapat dilihat selama penyimpanan. Profil stabilitas berhubungan dengan daya tahan sediaan, efek potensial yang tidak diinginkan diminimalkan serta membuat database untuk formulasi produk lain (Wijayanti dkk., 2015). Profil stabilitas dapat dilakukan dengan menyimpan sediaan pada suhu 30 o C selama 28 hari (Abdassah dkk., 2009). Selama penyimpanan, dapat terjadi peningkatan viskositas karena gel memiliki sifat bila dibiarkan tanpa gangguan seperti pengadukan maka viskositasnya akan meningkat, sifat tersebut adalah tiksotropi (Wijayanti dkk., 2015). Daya sebar akan berbanding terbalik dengan viskositas, selama penyimpanan dapat terjadi penurunan daya sebar akibat tertahannya cairan pelarut yang diabsorbsi oleh gelling agent. Untuk memperoleh formulasi masker peel off dengan kualitas tinggi

Volume 4 Nomor 3 6 diperlukan pengetahuan mengenai waktu mengering, kemudahan penggunaan sediaan, dan kinerja pembentukan film. Waktu pengeringan menjadi sangat penting untuk diketahui karena formulasi dengan waktu pengeringan yang cepat akan memungkinkan proses pengelupasan yang cepat pula. Kemudahan penggunaan (applicability) sediaan juga menjadi parameter yang penting untuk dievaluasi karena bila penerimaan produk oleh pengguna dosmetik rendah maka akan menurunkan nilai komersial dari produk tersebut. Faktor kinerja pembentukan film menjadi bagian yang dipertanggung jawabkan dari setiap formulasi karena prinsip dari masker peel off itu sendiri berdasarkan pada kemampuan untuk mebentuk film plastik polimer yang mudah untuk dikelupas (Beringhs et al, 2013). Faktor yang Mempengaruhi Waktu Mengering Pada penelitian yang dilakukan oleh Beringhs, et al. (2013) bahwa waktu pengeringan dipengaruhi oleh konsentrasi cereal alcohol (EtOH). Peningkatan konsentrasi EtOH mengarah pada penurunan waktu mengering. Hal tersebut dapat disebabkan oleh aksi EtOH dalam meningkatkan pengeringan karena sifatnya yang sangat volatil dibandingkan dengan air. Penambahan EtOH lebih dari 10% (w/w) tidak direkomendasikan karena akan menimbulkan penurunan waktu mengering yang tidak lagi proposional. Penelitian yang dilakukan oleh Rahmawanty, Yulianti, dan Fitriana (2015) menunjukan bahwa peningkatan konsentrasi gelatin akan mempercepat waktu pengeringan, sedangkan peningkatan konsentrasi gliserin dapat memperlama waktu pengeringan masker gel peel off. Penelitian yang dilakukan oleh Sukmawati, et al. (2013) juga menunjukan bahwa peningkatan konsentrasi gliserin dapat meningkatkan waktu sediaan masker mengering. Penelitian yang dilakukan oleh Barel, et al, (2009) juga menunjukan bahwa konsentrasi gliserin yang meningkat

Volume 4 Nomor 3 7 dapat menyebabkan peningkatan waktu konsentrasi PVA dan karbomer yang tinggi sediaan mengering. Gliserin yang bersifat higroskopis mampu menarik dan menahan molekul air sehingga kestabilan dijaga melalui absorbsi lembab dari lingkungan serta mengurangi penguapan air dari sediaan masker. Faktor yang Mempengaruhi Kemudahan Penggunaan (Applicability) Viskositas merupakan karakteristik utama yang berhubungan dengan kemudahan penggunaan sediaan dalam formulasi. Interaksi antara PVA dengan karbomer menunjukan hubungan yang signifikan terhadap viskositas. Kombinasi karbomer konsentrasi rendah dengan PVA konsentrasi tinggi atau sebaliknya menyebabkan indeks penerapan yang tinggi. Kombinasi PVA dengan karbomer yang ideal akan menghasilkan viskositas yang optimum untuk digunakan pada wajah. Formulasi dengan konsentrasi PVA dan karbomer yang rendah akan menghasilkan viskositas yang rendah atau encer, sedangkan formulasi dengan akan menghasilkan viskositas terlalu tinggi seperti pasta (Beringhs et al., 2013). Viskositas dalam gel juga dipengaruhi oleh peningkatan konsentrasi humektan dan gelling agent (Yuliani, 2010). Pada penelitan yang dilakukan oleh Rahmawanty, Yulianti, dan Fitriana (2015) menunjukan bahwa penambahan konsentrasi gelatin dalam formula dapat meningkatkan viskositas. Hal tersebut karena gelatin dalam air akan membentuk gel melalui struktur heliks akibat adanya ikatan hidrogen,ion dan rigiditas serta kekuatan gel yang bergantung pada konsentrasi gelatin, ph dan suhu. Peningkatan gliserin dalam formulasi dapat menurunkan nilai viskositas dari sediaan masker wajah peel off (Rahmawanty dkk., 2015). Viskositas adalah faktor yang dapat mempengaruhi parameter daya sebar dan pelepasan zat aktif dari gel. Sediaan gel dengan viskositas optimum akan mampu menahan zat aktif untuk tetap terdispersi

Volume 4 Nomor 3 8 pada basis gel dan mampu meningkatkan konsentrasi gel tersebut (Madan & Singh, 2010). Sediaan masker wajah peel off yang baik akan menghasilkan daya sebar 5-7 cm. Peningkatan konsentrasi gliserin yang dikombinasikan dengan gelatin akan mengahsilkan daya sebar yang tinggi (Rahmawanty dkk., 2015). Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Pembentukan Film Konsentrasi PVA merupakan faktor PVA juga berperan penting dalam ketebalan film setelah mengering. Ketebalan film setelah mengering proporsional dengan konsentrasi PVA (Beringhs et al., 2013). Polivinil alkohol (PVA) merupakan pembentuk film yang baik, larut dalam air, bersifat adesi, emulsification dan pembentuk barrier yang digunakan secara luas (Jia et al., 2014; Ma et al., 2009; Wang et al., 2011; Zhao et al., 2010). Optimasi Formulasi terpenting yang berpengaruh terhadap Berdasarkan penelitian yang kinerja pembentukan film dalam masker wajah peel off. Berdasarkan penilitan yang dilakukan oleh Beringhs, et al. (2013) bahwa peningkatan konsnetrasi PVA diatas 11% tidak direkomendasikan karena akan menimbulkan peningkatan kinerja pembentukan film menjadi tidak proporsional. Menurut Lestari, Sutyaningsih dan Ruhimat (2013) [18] PVA sebagai pembentuk lapisan film masker wajah peel off digunakan dalam rentang konsentrasi 10-16%. dilakukan oleh Beringhs, et al. (2013) diperoleh formulasi optimum untuk masker wajah peel off yaitu mengandung 13% (w/w) PVA, 10% (w/w) cereal alcohol, tanpa penambahan karbomer menghasilkan kinerja pembentukan film yang baik dengan kemudahan penggunaan yang tinggi dan waktu mengering yang cepat. Formula yang mengandung 17% (w/w) PVA dengan 0,5% (w/w) guar gum dipilih sebagai formula terbaik dalam penelitian yang dilakukan oleh Vieira, et

Volume 4 Nomor 3 9 al. (2009) mengenai formulasi masker gel peel off dari ekstrak fermentasi soybean karena menghasilkan stabilitas organoleptik, ph, viskositas serta waktu mengering yang baik. Formulasi tersebut direkomendasikan untuk disimpan pada refrigator suhu (5,0 ±1,0 o C) untuk menjaga waktu mengering yang rendah serta mempertahankan stabilitas variabel lain. Penelitian yang dilakukan oleh Priani, Irawati dan Darma (2015) memilih konsentrasi PVA sebesar 14% yang digunakan dalam formulasi sediaan masker gel peel off dan menghasilkan ph, daya waktu mengering, tampilan dan ketebalan film serta profil stabilitasnya. Untuk memperoleh formulasi masker peel off dengan kualitas tinggi diperlukan pengetahuan mengenai waktu mengering, kemudahan penggunaan sediaan (applicability), dan kinerja pembentukan film. Waktu mengering sediaan dipengaruhi oleh konsentrasi EtOH, gelatin dan gliserin, sedangkan kemudahan penggunaan sediaan yang berkaitan dengan viskositas dipengaruhi oleh konsentrasi PVA, karbomer, gelatin dan gliserin, dan kinerja pembentukan film dipengaruhi oleh konsentrasi PVA. sebar, waktu mengering yang cukup stabil setelah penyimpanan selama 28 hari, namun nilai viskositas yang dihasilkan diatasa persyaratan. Ucapan Terima Kasih Penulis mengucapkan terimakasih kepada Allah SWT yang atas rahmat-nya penulis dapat menyelesaikan review artikel Simpulan Sediaan masker gel peel off yang baik dapat diketahui melalui hasil evaluasi organoleptis, ph, viskositas, daya sebar, ini. Terimakasih juga peneliti ucapkan pada dosen pengajar mata kuliah metodelogi dan penelitian serta dosen pembimbing Ibu Dr. Rer.nat. Anis Yohana C., M.Si.,Apt yang telah memabantu dalam

Volume 4 Nomor 3 10 penyususnan review artikel ini dan kepada kedua orang tua, sahabat, teman teman yang telah memberi dukungan untuk penulisan riview artikel ini. formulation design. AAPS Pharm Sci Tech. 14 (1): 445-455. Birck, C., S. Degoutin, N. Tabary, V. Miri, and M. Bacquet. 2014. New crosslinked cast films based on Daftar Pustaka Abdassah, M., T. Rusdiana, A. Subghan, dan G. Hidayati. 2009. Formulasi Gel Pengelupas Kulit Mati yang Mengandung Etil Vitamin C dalam Sistem Penghantaran Macrobead. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia. 7 (2): 105-111. Barel, A. O., M. Paye, and H.I Maibach. 2009. Handbook of Cosmetic Science and Technology. New York: Informa Healthcare USA, Inc. Beringhs, A.O., M.R. Julia, K.S. Hellen, M.B. Rosane, and S. Diva. 2013. Green clay and aloe vera peel-off facial masks: response surface methodology applied to the poly (vinyl alcohol): preparation and physico-chemical properties. Express Polymer Letters. 8 (12): 941-952. Chandira, R.M., et al. 2010. Design, Development and Formulation of Antiacne Dermatological Gel. Journal of Chemical and Pharmaceutical Research. 401-414. Draelos, Z.D., and L.A. Thaman. 2006. Cosmetic Formulation of Skin Care Product. New York: Taylor & Francis Group. Grace, F.X., C. Darsika, K.V. Sowmya, K. Suganya, and S. Shanmuganathan. 2015. Preparation and Evaluation of Herbal Peel Off Face Mask. American Journal of PharmTech Research. (5): 33-336.

Volume 4 Nomor 3 11 Jia, Pu-you, Cai-ying Bo, Li-hong Hu, and Yong-hong. Zhou. 2014. Properties of Poly(vinyl alcohol) Plasticized by Glycerin. JOurnal of Forest Product & Idustries. 3 (3): 151-153. Lestari, P.M., R.B. Sutyasningsih, and Ruhimat. 2013. The Influence of Increase Concentration Polivinil Alcohol (PVA) As a Gelling Agent On Physical Properties of The Peel- Off Gel Of Pineapple Juice (Ananas comosus L.). Asian Societies of Cosmetic Scientists Conference. 127. Ma, H. H., and T. J. Shi. 2009. Morphology and property of Priani, Sani E., Irma. Irawati, dan Gita C.E. Darma. 2015. Formulasi Masker Gel Peel-Off Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana Linn.). IJPST. 2 (3): 90-95. Rahmawanty, Dina., Nita. Yulianti, dan Mia. Fitriana. 2015. Formulasi dan Evaluasi Masker Wajah Peel-Off Mengandung Kuersetin Dengan Variasi Konsentrasi Gelatin dan Gliserin."Media Farmasi. 12 (1): 17-32. Rowe, G.R., P.J. Sheskey, and S.C. Owen. 2006. Handbook of PHarmaceutical Excipients. 5. London: Pharmaceutical Press. Septiani, Shanti, Nasrul Wathoni, and PVA/SiO2-TiO2 hybrid Soraya R. Mita. 2012. Formulasi electrospun fibers. Chem.J.Chinese Univeraities. 30 (9): 1885-1890. Madan, J., and R. Singh. 2010. Formulation and Evaluation of Aloevera Topical Gel. Int J.Ph.Sci. 2 (2): 551-555. Sediaan Masker Gel Antioksidan Dari Ekstrak Etanol Biji Melinjo (Gnetun gnemon Linn.). Students e- Journals. 1 (1). Velasco, M.V.R., et al. 2014. Short-term clinical of peel-off facial mask

Volume 4 Nomor 3 12 moisturizers. International Journal of Cosmetic Science. 36: 355 360. Vieira, R.P., A.R. Fernandes, T.M. Kaneko, V.O. Consiglieri, C.A.S.O. Pinto, et al. 2009. Physical and Physicochemical Stability Evaluation of Cosmetic Formulations Containing Soybean Extract Fermented by mangostana L.). Journal Universitas Udayana. 99-103. Yeom, G., D.M. Yun, Y.W. Kang, J.S. Kwon, I.O. Kang, and S.Y, Kim. 2011. Clinical efficacy of facial masks containing yoghurt and Opuntia humifusa Raf. (F-YOP). J. cosmet Sci. 62 (5): 505-514. Yuliani, S. H. 2010. Optimasi Kombinasi Bifidobacterium animalis. Campuran Sorbitol, Gliserol, dan Brazilian Journal of Pharmaceutical Sciences. 45 (3): 515-525. Wang, X. L., Zhang Y. R., and Y. Z. Wang. 2011. Recent progress in starch-based polymeric materials. Acta Polymerica Sinica. 1 (1): 24-37. Wijayanti, N.P.A.D., Astuti, K.W., I.G.N.J.A. Prasetia, M.Y.D. Darayanthi, P.N.P.D. Nesa, L.D.S. Wedarini, and D.N.P. Adhiningrat. Propilenglikol dalam Gel Sunscreen Ekstrak Etanol Curcuma manggai. Majalah Farmas Indonesia. 21 (2): 83-89. Zague, V., M.R. Velasco, and A.R. Baby. 2008. Mascaras faciais. Sao Paulo: Livraria Santa Isabel. Zhao, L, G. W. Tang, J. F. Su, et al. 2010. Electrospinning of soy proten isolate/poly vinyl alcohol. Chem.J.Chinese Univeraities. 314 (4): 811-814. 2015. Profil Stabilitas Fisika Kimiamasker Gel Peel-Off Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia