IMPLEMENTASI DAN ANALISIS PROTOKOL MODBUS TCP PADA SMART BUILDING BERBASIS OPENMTC

dokumen-dokumen yang mirip
Implementasi Protokol CoAP pada Smart Building berbasis OpenMTC

Sistem Pendeteksi Kebocoran Gas LPG Menggunakan Multi Sensor berbasis M2M

DESAIN SISTEM TRANSLASI PROTOKOL KOMUNIKASI INDUSTRI KE PROTOKOL INTERNET (TCP/IP) Catur Wirawan Wijutomo 1

ANALISIS PERBANDINGAN QoS VoIP PADA PROTOKOL IPv4 DAN IPv6 ( STUDI KASUS : LABORATORIUM KOMPUTER UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO SEMARANG )

Network Layer JARINGAN KOMPUTER. Ramadhan Rakhmat Sani, M.Kom

I. PENDAHULUAN. secara langsung melalui jaringan kabel[1,2]. Implementasi jaringan dengan

BAB II DASAR TEORI. Protokol adalah seperangkat aturan yang mengatur pembangunan koneksi

Intergrasi Arduino -OPC Server-Modem GSM pada Sistem Pengontrolan Lampu dan Air Conditioner Melalui Fasilitas HMI dan SMS

IMPLEMENTASI PROTOKOL MQTT PADA SMART BUILDING BERBASIS OPENMTC IMPLEMENTASI MQTT PROTOCOL ON SMART BUILDING BASED ON OPENMTC

Badiyanto, S.Kom., M.Kom. Refrensi : William Stallings Data and Computer Communications

BAB III METODE PENELITIAN

Kata Kunci : Kebocoran Gas LPG, M2M, MQ-6, Multi Sensor Node, Zigbee

DAFTAR ISI ABSTRAK ABSTRACT KATA PENGANTAR

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

Firewall & WEB SERVICE

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. topologi yang akan dibuat berdasarkan skematik gambar 3.1 berikut:

Memahami cara kerja TCP dan UDP pada layer transport

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Permasalahan

William Stallings Data and Computer Communications. BAB 2 Protokol dan Arsitektur

Analisa Pengaruh Model Jaringan Terhadap Optimasi Dynamic Routing. Border Gateway Protocol

BAB I PENDAHULUAN. IMPLEMENTASI DAN ANALISIS PERFORMANSI ETHERNET OVER IP (EoIP) TUNNEL Mikrotik RouterOS PADA LAYANAN VoIP DENGAN JARINGAN CDMA 1

Bab 2 Tinjauan Pustaka 2.1 Penelitian Sebelumnya

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

TUGAS AKHIR ANALISA INFRASTRUKTUR LAYANAN VOICE OVER INTERNET PROTOKOL PADA PT. AJ CENTRAL ASIA RAYA. Diajukan guna melengkapi sebagian syarat

MINI SCADA BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 32 DENGAN KOMUNIKASI MODBUS RS 485 DAN SISTEM MONITORING MENGGUNAKAN VISUAL BASIC

KOMUNIKASI DATA & JARINGAN KOMPUTER. Ramadhan Rakhmat Sani, M.Kom

PENDAHULUAN. Dalam otomasi industri ini dibutuhkan adanya sistem pengawasan kendali untuk. serta manajemen informasi yang cepat dan akurat.

III. METODE PENELITIAN. 1. Dua unit laptop, dengan spesifikasi sebagai berikut: a. Transmitter, ACER Aspire 5622WLCi dengan spesifikasi Intel Core 2

BAB 2: INTRODUCTION TCP/IP

Agenda. Protokol TCP/IP dan OSI Keluarga Protokol TCP/IP

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. dinamakan hotspot. Batas hotspot ditentukan oleh frekuensi, kekuatan pancar

Uji Performansi Jaringan menggunakan Kabel UTP dan STP

BAB I PENDAHULUAN. gunung berapi, memantau kondisi rumah, dan event penting lainnya (Harmoko,

Perancangan dan Analisis Redistribution Routing Protocol OSPF dan EIGRP

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. 1.2 Rumusan Masalah

BAB II LANDASAN TEORI. Pada standart IEEE terminologi dari distribution system adalah sistem

BAB III METODE PENGEMBANGAN

TUGAS KEAMANAN JARINGAN OSI LAYER DIDIET RISTHA ARDIANSYAH NRP

Bab I. Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

Evaluasi Pervormance Dari AODV Routing Protokol Pada Jaringan Ad Hoc Dengan Testbed

diperoleh gambaran yang lebih baik tentang apa yang terjadi di jaringan dan dapat segera diketahui penyebab suatu permasalahan.

BAB II DASAR TEORI. teknologi informasi belum maksimal diterapkan. Penggunaan Personal Computer

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

REVIEW MODEL OSI DAN TCP/IP

TASK V OBSERVING TCP/IP, PORT USING COMMAND PROMPT AND WIRESHARK

Model Komunikasi. Sumber-sumber. Alat Pengirim. Sistem Trasmisi. Alat Penerima. Tujuan (Destination) Menentukan data untuk dikirim

1. Menggunakan model OSI dan TCP/IP dan protokol-protokol yang terkait untuk menjelaskan komunikasi data dalam network. 2. Mengidentifikasi dan

Mengenal Komunikasi Data Melalui Layer OSI & TCP/IP

III. METODE PENELITIAN

ANALISA KINERJA AD-HOC ON DEMAND DISTANCE VECTOR (AODV) PADA KOMUNIKASI VMES

SISTEM MONITORING PARAMETER QOS JARINGAN VoIP LOKAL DENGAN PROTOKOL PENSINYALAN H.323

PERBANDINGAN KINERJA JARINGAN METROPOLITAN AREA NETWORK DENGAN INTERNET PROTOCOL VERSI 4 DAN VERSI 6

BAB 4 ANALISA DATA. Gambar 4.1 Tampilan pada Wireshark ketika user melakukan register. 34 Universitas Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. dengan permintaan pasar untuk dapat berkomunikasi dan bertukar data dengan

Network Access/Interface Layer Internet Layer Host-to-Host Transport Layer Application Layer

Tugas Jaringan Komputer

Refrensi OSI

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. yang mengarah pada Next Generation Network (NGN) yang kemungkinan besar

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. multicast menggunakan perangkat-perangkat sebagai berikut:

Pemrograman Jaringan

NAMA : SUSILO KELAS : 22 NIM : TANGGAL : 10 JUNI 2015

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Karakteristik. Protokol dan Arsitekturnya. Langsung atau Tidak Langsung. Monolitik atau Terstruktur. Simetrik atau asimetrik

Bab 1. Pengenalan. William Stallings Komunikasi Data dan Komputer

Data and Computer BAB 2

Pengembangan Video VoIP Phone Berbasis Web Menggunakan Protokol RTMP

Penelusuran Data Melalui Jaringan Internet


BAB II DASAR TEORI. 2.1 Pentingnya Efisiensi Energi pada Perangkat Komunikasi Bergerak

Soal Ujian Tengah Semester Mata Kuliah Jaringan Komputer

Soal Ujian Tengah Semester Mata Kuliah Jaringan Komputer

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. perangkat software dan hardware untuk mendukung dalam penelitian analisis

BAB IV IMPLEMENTASI PROGRAM

BAB 1. PENDAHULUAN.

TUGAS AKHIR. ANALISA QUALITY OF SERVICE (QoS) PADA JARINGAN IPTV DENGAN ROUTING BERBASIS LINK-STATE

BAB III METODE PENELITIAN. sebelumnya yang berhubungan dengan VPN. Dengan cara tersebut peneliti dapat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Analisis Kinerja Protocol SCTP untuk Layanan Streaming Media pada Mobile WiMAX 3

TELEROBOTIK MENGGUNAKAN EMBEDDED WEB SERVER UNTUK MEMONITOR DAN MENGGERAKKAN LENGAN ROBOT MENTOR

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

- Topologi Jaringan. - Rancangan Agent

1 BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

TCP dan Pengalamatan IP

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Universitas Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. yang dikerahkan di daerah pemantauan dengan jumlah besar node sensor mikro.

KEAMANAN JARINGAN FIREWALL DI HOST DAN SERVER KEAMANAN JARINGAN

UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

Materi 1. Pendahuluan

BAB I. PENDAHULUAN. Teknologi jaringan Wi-Fi (Wireless Fidelity) saat ini memperlihatkan

Perancangan Aplikasi Monitoring Suhu pada Ruangan DMZ Berbasis Web dan Mobile

BAB 2 LANDASAN TEORI

PENGEMBANGAN FITUR MULTICAST YANG TERINTEGRASI DENGAN MODUL MPLS PADA PLATFORM SIMULATOR NS3 DI LABORATORIUM PTIK-BPPT

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PRAKTIKUM 14 ANALISA QoS JARINGAN

Transkripsi:

IMPLEMENTASI DAN ANALISIS PROTOKOL MODBUS TCP PADA SMART BUILDING BERBASIS OPENMTC MODBUS TCP IMPLEMENTATION AND ANALYZE FOR SMART BUILDING BASED ON OPENMTC 1 2 3 Ichsan Edi Putranto Dr. Maman Abdurohman, S.T., M.T. Anton Herutomo ST, M.Eng 1 2 3 Fakultas Informatika, Universitas Telkom, Bandung 1 ichsan.edi@gmail.com 2 m_abdurohman@yahoo.com 3 anton.herutomo@gmail.com Abstrak Modbus TCP merupakan protokol yang saat ini telah digunakan dalam industri besar untuk menangani komunikasi antara sensor dengan PLC (Programmable Logic Controller). Protokol dalam penelitian ini di implementasikan dalam jaringan smart building dengan menggunakan media transmisi kabel dan nirkabel. Parameter penelitian yang digunakan yaitu round trip time delay, protocol overhead, dan packet loss. Kata kunci : Modbus TCP, Smart Building, OpenMTC, round trip time delay, packet loss, protocol overhead Abstract Modbus TCP is a protocol that is currently used in large industries to handle communication between the sensor with a PLC (Programmable Logic Controller). In the study protocol implemented in smart building networks using wired and wireless transmission media. Parameters used in this research are round trip time delay, protocol overhead, and packet loss. Keywords: Modbus TCP, Smart Building, OpenMTC, round trip time delay, packet loss, protocol overhead 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Internet of things merupakan teknologi penerus dari M2M yang dikembangkan sekitar tahun 2000-an. Teknologi ini kedepannya akan menjadi sebuah hal yang umum digunakan.ada beberapa negara yang telah mengaplikasikan teknologi ini di negaranya, contohnya adalah negara Eropa. Dalam perkembangannya internet of things ini juga dikembangkan dalam area Smart Building, Smart City, dan berbagai bidang yang lain. Pada konsep Smart Building, penggunaan energi yang seefisien dan sehemat mungkin merupakan salah satu syaratnya, sehingga penggunaan protokol komunikasi juga harus yang mempunyai spesifikasi yang seperti itu. Protokol yang sudah sering digunakan dalam menangani manajemen sensor ini yaitu Modbus. Modbus ini merupakan singkatan dari Modicon Bus. Protokol ini dikembangkan pertama kali pada akhir tahun 1970-an oleh perusahaan Modicon, yang sekarang telah berubah menjadi Schneider Automation. Teknologi ini diberikan secara cuma-cuma oleh perusahaan itu, sehingga tingkat pemakaian saat itu sangat tinggi untuk sensor yang digunakan di bidang industri. Karena kehandalannya, protokol ini dikembangkan untuk digunakan dalam bidang Smart Building. 2 Dasar Teori 2.1 Platform Platform adalah sebuah jembatan penghubung antara perangkat lunak dengan perangkat keras. Contoh yang paling sering ditemui adalah pada penggunaan PC (Personal Computer) atau laptop, yang merupakan sebuah jembatan penghubung adalah sistem operasi yang digunakan. Untuk pengembangan sistem Smart Building, platform yang sering digunakan adalah OpenMTC. Salah satu keunggulan OpenMTC ini adalah fitur openness yang dimiliki setiap sistem terdistribusi, yang dapat dikembangkan dengan menggunakan bahasa pemrograman Javascript, Java, atau Ruby. 2.2 Smart Building Salah satu pilot proyek yang telah dilakukan dalam bidang Smart Building ini adalah proyek milik Microsoft. Microsoft bekerja sama dengan Accenture, membangun sebuah bangunan yang digunakan oleh salah satu anak perusahaan milik Microsoft yaitu pada bagian Real Estate and Facilities. Proyek ini diterapkan pada salah satu gedung milik Microsoft, dalam tahap awal proyek ini, program awalnya yaitu : 1. Fault Detection and Diagnosis

Program ini bertujuan untuk mengatasi suatu masalah yang terjadi secara tepat waktu dan tepat sasaran. 2. Alarm Management Program ini bertujuan untuk memberikan notifikasi pada bagian perawatan untuk memilahmilah masalah mana saja yang mempunyai dampak paling besar dari sistem sehingga harus segera untuk ditindak lanjuti. 3. Energy Management Program ini bertujuan untuk memberikan sistem tracking dan optimisasi dalam penggunaan energi gedung tersebut. Gambar 2-1 Pendekatan antara manajemen gedung tradisional dengan Smart Building Gambar tersebut menjelaskan perbandingan dari manajemen bangunan dari pendekatan tradisional dan pendekatan Smart Building. Berdasarkan gambar tersebut, menurut saya dapat diambil kesimpulan yaitu dengan menggunakan pendekatan Smart Building ada bagian yang dapat dihilangkan dan menambahkan bagian yang baru yaitu pada gambar bagian tengah pada pendekatan yang tradisional yang dapat dihilangkan yaitu bagian BMS, dan pada pendekatan Smart Building ditambahkan layer baru yaitu Smart Building Solution dan Operation Center sebagai tambahan pengguna. Gambar 2-2 Arsitektur Smart Building menurut Microsoft Gambar 2-2 adalah arsitektur yang digunakan dalam pembuatan aplikasi tersebut [4] 2.3 NodeJS NodeJS adalah sebuah platform yang dibangun menggunakan Javascript untuk membangun dan mengembangkan aplikasi berbasis jaringan. Nodejs digunakan karena mempunyai beberapa kelebihan yaitu menggunakan non-blocking I/O sehingga membuat NodeJS ringan dan efisien, kemudian baik untuk digunakan dalam penggunaan data intensif secara real time yang berjalan dalam sistem terdistribusi. [9] 2.4 Protokol Serial Modbus Protokol Modbus adalah struktur komunikasi yang dikembangkan oleh Modicon pada tahun 1979. Protokol ini digunakan untuk memberikan standar komunikasi master/slave atau client/server diantara beberapa alat pintar. Protokol ini telah dipakai oleh banyak industri, khususnya pabrik-pabrik yang menggunakan mesin otomatis. [8]

Gambar 2-3 Arsitektur Protokol Modbus Gambar diatas merupakan arsitektur yang digunakan untuk protokol Modbus. Dalam format pengiriman master ke slave terdapat 2 mode pengalamatan yang digunakan yaitu : Unicast mode Dalam mode ini, master akan mengirimkan query ke satu slave, setelah diterima oleh slave dan diproses, slave tersebut akan memberikan respon kepada master. Broadcast mode Dalam mode ini, master akan mengirimkan query ke setiap slave, dan slave tersebut tidak memberikan respon, sehingga hanya menerima query saja. Kemudian untuk siklus Query-Response seperti gambar berikut : Gambar 2-4 Master Slave Query Response Cycle 2.5 Machine to Machine (M2M) Machine to machine adalah komunikasi yang dilakukan oleh berbagai barang atau alat-alat yang mempunyai kemampuan untuk saling berkomunikasi melalu media internet atau media koneksi yang lainnya. Teknologi dikembangkan untuk memberikan kecerdasan buatan ke dalam suatu alat atau barang sehari-hari, sehingga bisa berkomunikasi dengan manusia melalui bantuan aplikasi yang berhubungan langsung dengan manusia. [3] 2.6 OpenMTC OpenMTC adalah sebuah prototipe platform yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan komunikasi M2M dan Smart City. Platform ini berfungsi sebagai middleware, sehingga diharapkan akan melayani berbagai macam vendor pembuat alat M2M atau sensor-sensor dan yang lain. OpenMTC terdiri dari 2 lapisan kapabilitas, yaitu Gateway Service Capability Layer (GSCL) dan Network Service Capability Layer (NSCL). Kemudian OpenMTC juga telah mendukung kapabilitas ETSI yaitu : Generic Communication (xgc) Application Enablement (xae) Reachability, Addressing and Repository (xrar) Remote Entity Management (xrem)

Interworking Proxy (xip) Security Capability (xsc) Network Communication Selection (NCS) Network Telco Operator Exposure (NTOE) [12] Gambar 2-5 Arsitektur OpenMTC Gambar 2-6 Arsitektur ETSI untuk M2M [13] 2.7 Modbus TCP Modbus TCP adalah protokol Modbus yang sistem pengirimannya tidak menggunakan komunikasi serial tetapi menggunakan pembungkus TCP IP dan dikirimkan melalui jaringan. Sehingga dengan menggunakan protokol ini, paket yang dikirimkan dalam jaringan akan berubah. Gambar 2-7 TCP IP Wrapper (source http://www.simplymodbus.ca/tcp.htm)

Dengan menghilangkan slave ID dan CRC, maka didapatkan PDU (Packet Data Unit). Dengan menggunakan PDU tersebut kemudian ditambahkan 7 byte header yang disebut MBAP (Modbus Application Header) seperti pada gambar dibawah. Gambar 2-8 Paket yang akan dikirimkan melalui internet (source http://www.simplymodbus.ca/tcp.htm) Panjang dari Transaction ID yaitu 2 bytes, kemudian Protocol ID 2 bytes yang diset oleh klien, dan selalu bernilai = 00 00. Kemudian untuk Length 2 bytes. Untuk Unit ID 1 byte yang diset oleh klien kemudian di jawab oleh server untuk identifikasi. 3 Perancangan dan Implementasi Gambar 3-1 Gambaran Umum Sistem Pengujian Pada tugas akhir ini menerapkan protokol Modbus dengan menggunakan server OpenMTC untuk membangun sebuah komunikasi Smart Building. Protokol standar dari OpenMTC adalah HTTP. Kemudian sensor yang akan digunakan adalah sensor virtual. Rancangan sistem yang akan dibangun yaitu terdiri dari 2 bagian, yaitu OpenMTC (server) dan jaringan sensor. Seperti pada gambar di atas, protokol Modbus merupakan penghubung antara sensor dengan gateway app. Gateway app ini merupakan pembungkus data dari sensor yang akan dikirimkan dengan pembungkus format data HTTP, yang merupakan protokol default yang digunakan oleh OpenMTC. 4 Pengujian dan Analisis Pada bab ini akan dilanjutkan dengan penjelasan tentang aktifitas yang telah dilakukan yaitu dengan mengujicobakan VNODE tersebut untuk mengirimkan data ke server OpenMTC. Jumlah data sensor yang telah diuji cobakan adalah sebagai berikut : Tabel4-1 Skenario Uji No Media Jumlah Sensor Skenario 1 Jaringan Kabel 10 1 2 Jaringan Kabel 100 2 3 Jaringan Kabel 1000 3

Waktu (detik) waktu (detik) 4 Jaringan Nirkabel 10 4 5 Jaringan Nirkabel 100 5 6 Jaringan Nirkabel 1000 6 4.1 Pengujian - Round Trip Time Delay Dalam grafik 4.1 Delay, data round trip time delay yang didapatkan sebagai berikut. 0.0025 0.002 Delay 0.0015 0.001 0.0005 0 Nirkabel Kabel 10 data 100 data 1000 data Jumlah data yang dikirim secara periodik dengan jangka 1 detik Grafik 4-1 Delay pengiriman data secara periodik 0.0009 0.0008 0.0007 0.0006 0.0005 0.0004 0.0003 0.0002 0.0001 0 Delay 10 data 100 data 1000 data Jumlah data yang dikirim secara konkuren Nirkabel Kabel Grafik 4-2 Delay Delay pengiriman ketika data dikirim secara konkuren - Protocol Overhead Protocol Overhead yang tercatat di dalam pengujian yaitu sebagai berikut :

Tabel 4-2 Protocol Overhead data Modbus TCP Ukuran data (bytes) Total Header (bytes) Total Packet (bytes) Protocol Overhead (%) 1 data 83 371 454 77.62803235 - Packet Loss Packet Loss yang tercatat selama pengujian yaitu seperti pada grafik di bawah ini. 1 0.8 0.6 Packet Loss 0.4 0.2 Nirkabel (%) Kabel (%) 0 10 data 100 data 1000 data Jumlah data yang gagal dalam pengiriman Grafik 4-2 Packet Loss 5 Kesimpulan dan Saran 5.1 Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil dalam percobaan ini sangat terpengaruhi dengan lingkungan pengujian, sehingga didapatkan kesimpulan : 1. Protokol Modbus TCP dengan gateway app,dan menggunakan server OpenMTC dapat mendukung untuk pembuatan smart building, dengan menggunakan paramater pengujian delay, packet loss, dan protocol overhead. Kode fungsi (function code) yang digunakan dalam penelitian tugas akhir ini yaitu Read Holding Register (03H). 2. Parameter round trip time delay dalam pengujian didapatkan bahwa ketika jumlah data sensor yang dikirimkan sebanyak 1000 sensor lebih baik dibandingkan dengan data jumlah sensor sebanyak 10 sensor dengan melihat rentang delay yang masih bisa ditoleransi yaitu kurang dari 1290 milisecond menurut EUROCOM Institut dalam publikasi LOLA Project.[16] 3. Parameter protocol overhead dalam pengujian didapatkan sebesar 77 %. Nilai ini memang masih cukup tinggi, karena menggunakan protokol TCP, yang perlu menggunakan header tambahan. 4. Parameter packet loss dalam pengujian didapatkan nilai 0 %., batas yang masih bisa ditoleransi yaitu tidak boleh lebih dari 0,1 % menurut standar ITU-T Y.1541.[17] 5. Protokol Modbus mempunyai keunggulan jika mengirimkan data dari gateway app dengan jumlah data 5.2 Saran sensor lebih dari 1000 data untuk setiap gateway app nya. Saran yang dapat diberikan untuk penelitian lebih lanjut yaitu :

1. Skenario pengujian yang dapat dilakukan dengan menggunakan lebih dari satu GSCL dan gateway app. 2. Penggunaan router dalam infrastruktur jaringan, sehingga akan nampak bagaimana pengaruhnya terhadap parameter round trip time delay, packet loss, dan protocol overhead. 3. Perbandingan dengan menggnunakan protokol yang lain seperti Bacnet, dan yang lain.. Daftar Pustaka [1] Machine-to-Machine (M2M) Communication Challenges Established (U)SIM Card Technology" - GD". Gide.com. Retrieved 2014-01-21. [2] "Machine to Machine (M2M) Technology in Demand Responsive Commercial Buildings" (PDF). Retrieved 2014-01-21. [3] Wikipedia, http://en.wikipedia.org/wiki/machine_to_machine diakses pada 28 September 2014. [4] Accenture. energy-smart-buildings-whitepaper-1 [5] Wikipedia. http://en.wikipedia.org/wiki/smart_city diakses pada 8 Oktober 2014 [6] ITS, Zen Samsono Hadi,Muhammad. Performance and Monitoring Network. [7] OpenMTC, http://open-mtc.org. Diakses tanggal 21 Oktober 2014 [8] MODBUS, http://www.modbus.org/faq.php. Diakses pada tanggal 21 Oktober 2014 [9] NodeJS. http://nodejs.org/. Diakses pada 21 Oktober 2014. [10] Modbus. Modbus Protocol Reference Guide Rev J. [11] Tiyono,Agus,dkk. 2007. Sistem Telekontrol dengan Fungsi Dasar Modbus Menggunakan Mikrokontroller AT89S51 dan Komunikasi Serial RS485. Universitas Diponegoro Semarang. [12] WhitePaper-OpenMTC. 2012. OpenMTC Platform. Berlin [13] OpenMTC. 2013. The OpenMTC framework interworking. Berlin. [14] Simply Modbus. http://www.simplymodbus.ca/tcp.htm. diakses pada 29 Januari 2015 [15] Zul Fahmi,Fitra,2015. ANALISIS STABILITAS SERVER OPENMTC UNTUK KOMUNIKASI MESIN KE MESIN (M2M) MENGGUNAKAN STRESS TEST.Pembimbing Dr. Maman Abdurohman, ST., MT. Bandung. [16] Knopp, Raymond. Latency Requirement in M2M Application Scenarios. Eurocom. Eropa. [17] ITU-T Y.1541. SERIES Y: GLOBAL INFORMATIONINFRASTRUCTURE, INTERNET PROTOCOL ASPECTSAND NEXT-GENERATION NETWORKS Internet protocol aspects Quality of service and network performance.2011.