RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS) Kode / Nama Mata Kuliah : E124202/Fisika Dasar 2 Revisi 4 Satuan Kredit Semester : 2 SKS Tgl revisi : 16 Juli 2015 Jml Jam kuliah dalam seminggu : 2 x 50 menit. Tgl mulai berlaku : 04 September 2015 Penyusun : Dr. I Ketut Swakarma, MT. Jml Jam kegiatan laboratorium : 0 Jam Penanggungjawab Keilmuan : Dr. I Ketut Swakarma, MT. Deskripsi Mata kuliah : Matakuliah Fisika Dasar II membahas tentang Muatan dan medan Potensial Listrik Kapasitor dan dielektrik, Elekrodinamis Elektrokimia, Medan Magnet, GGL Induksi, Kemagnetan dan rangkaian RLC. Standar Kompetensi : Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan tentang terjadinya sifat kean dan kemagnetan bahan serta membuat rangkaian sederhana ( rangkaian RLC). 1 Mahasiswa dapat besar medan yang ditimbulkan oleh muatan-muatan Mahasiswa dapat besar gaya interaksi antar muatan Coulomb, antara gaya dan medan, dapat besar medan yang ditimbulkan oleh muatanmuatan, serta dapat medan - Pengertian muatan - Muatan dan interaksinya - definisi hukum Coulomb - Interaksi antar partikel bermuatan - Definisi medan Listrik - Menghitung medan oleh muatan titik - Menghitung medan oleh muatan yang terdistribusi secara kontinyu
2 Mahasiswa dapat besar medan yang ditimbulkan oleh muatan-muatan 3 Menjelaskan pengertian potensial dan potensial dengan Hukum Gauss Mahasiswa dapat besar gaya interaksi antar muatan Coulomb, dapat antara gaya dan medan, dapat besar medan yang ditimbulkan oleh muatanmuatan, dan dapat medan dengan Hukum Gauss Mahasiswa dapat mebedakan potensial dan beda potensial, potensial pada sustu titik dalam medan, dan misalnya berupa muatan garis, muatan bidang dan muatan volume - Pengertian garis gaya - Definisi hukum Gauss - Pengertian muatan - Muatan dan interaksinya - definisi hukum Coulomb - Interaksi antar partikel bermuatan - Definisi medan Listrik - Menghitung medan oleh muatan titik - Menghitung medan oleh muatan yang terdistribusi secara kontinyu misalnya berupa muatan garis, muatan bidang dan muatan volume - Pengertian garis gaya - Energi potensial secara umum - Energi potensial - Potensial - Perbedaan antara potensial dan beda potensial - potensial oleh
4 Menjelaskan pengertian potensial dan potensial kuat medan dengan rumus gradien potensial mebedakan potensial dan beda potensial, potensial pada sustu titik dalam medan, kuat medan dengan rumus gradien potensial muatan titik - potensial oleh muatan yang terdistribusi secara kontinyu - Usaha - gradien poensial - hubungan antara gradien potensial dengan medan - beda potensial bila diketahui medan - Energi potensial secara umum - Energi potensial - Potensial - Perbedaan antara potensial dan beda potensial - potensial oleh muatan titik - potensial oleh muatan yang terdistribusi secara kontinyu - Usaha - gradien poensial - hubungan antara gradien potensial dengan medan - beda potensial bila diketahui medan
5 Mahasiswa dapat sifat susunan kapasitor seri dan pararel serta kapasitansi gabungan beberapa kapasitor yang disusun seri atau pararel 6 Mahasiswa dapat sifat susunan kapasitor seri dan pararel serta kapasitansi gabungan beberapa kapasitor yang disusun seri atau pararel sifat susunan kapasitor seri dan pararel, sifat kapasitor sebelum dan sesudah disisipi bahan dielektrik, kapasitansi gabungan beberapa kapasitor yang disusun seri atau partarel. sifat susunan kapasitor seri dan pararel, sifat kapasitor sebelum dan sesudah disisipi bahan dielektrik, kapasitansi gabungan beberapa kapasitor yang disusun seri atau partarel. - Definisi kapasitansi - Kapasitansi keping jajar - Kapasitansi bola - Kapasitansi silinder capasitor seri capasitor pararel - Tenaga yang tersimpan pada capasitor - Pengertian dielektrik - Sifat-sifat bahan dielektrik - Pengaruh dielektrik pada capasitansi - Definisi kapasitansi - Kapasitansi keping jajar - Kapasitansi bola - Kapasitansi silinder capasitor seri capasitor pararel - Tenaga yang tersimpan pada capasitor - Pengertian dielektrik - Sifat-sifat bahan dielektrik - Pengaruh dielektrik pada capasitansi
7 Mahasiswa dapat hambatan ekuivalen, arus dan tegangan Ohm dan hukum Kirchoff pada rangkaian arus searah pengertian arus elektron dan arus, hambatan dan hambatan jenis, tenaga dan daya, hambatan ekivalen, arus dan tegangan ohm dan hukum kircoff pada rangkaian arus searah. definisi arus (i) definisi rapat arus (j) definisi hambatan definisi hukum Ohm - Pengertian konduktivitas seri resistor pararel dari resistor - Panas dan daya - Hukum kircoff pertama - Hukum kirchoff kedua 8 Mahasiswa dapat hambatan ekuivalen, arus dan tegangan pengertian arus elektron dan arus definisi arus (i) definisi rapat arus
Ohm dan hukum Kirchoff pada rangkaian arus searah 9 Mahasiswa dapat besar medan magnet Ampere, hambatan dan hambatan jenis, tenaga dan daya, hambatan ekivalen, arus dan tegangan ohm dan hukum kircoff pada rangkaian arus searah. besarnya medan magnet pada suatu titik yang diakibatkan elemen kawat berarus yang berbentuk: lurus, lurus panjang, melingkar, solenoida, toroida, mampu medan oleh dipole magnet, medan magnet dengan hukum ampere, gaya antara dua kawat lurus berarus dan (j) definisi hambatan definisi hukum Ohm - Pengertian konduktivitas seri resistor pararel dari resistor - Panas dan daya - Hukum kircoff pertama - Hukum kircoff kedua definisi hukum Biot- Savart kawat lurus berarus kawat melingkar berarus dipole magnetik definisi hukum Ampere solenoida berarus ampere toroida berarus ampere - gaya interaksi yang
sejajar timbul antara dua kawat lurus sejajar berarus 10 Mahasiswa dapat besar medan magnet Ampere besarnya medan magnet pada suatu titik yang diakibatkan elemen kawat berarus yang berbentuk: lurus, lurus panjang, melingkar, solenoida, toroida, mampu medan oleh dipole magnet, medan magnet dengan hukum ampere, gaya antara dua kawat lurus berarus dan sejajar definisi hukum Biot- Savart kawat lurus berarus kawat melingkar berarus dipole magnetik definisi hukum Ampere solenoida berarus ampere toroida berarus ampere - gaya interaksi yang timbul antara dua kawat lurus sejajar berarus 11 Mahasiswa dapat induktansi diri dan induktansi bersama hukum Faraday dan hukum Lenz, generator - hukum Faraday - hukum Lenz - Medan yang ditimbulkan oleh fluks magnetik yang berubah - Penerapan hukum
12 Mahasiswa dapat induktansi diri dan induktansi bersama 13 Mahasiswa dapat menjelaskan tentang momen magnetik atom dan searah dan generator bolak-balik, induksi diri dan induksi bersama, tegangan, arus, daya, jumlah lilitan masukan maupun keluaran suatu transfomator. hukum Faraday dan hukum Lenz, generator searah dan generator bolak-balik, induksi diri dan induksi bersama, tegangan, arus, daya, jumlah lilitan masukan maupun keluaran suatu transfomator. menjelaskan Faraday dan hukum Lenz - Prinsip kerja genertor AC - Prinsip kerja generator DC - Prinsip kerja transfomator - Pengertian induktansi diri - Pengertian induktansi silang - Energi dalam medan magnetik - hukum Faraday - hukum Lenz - Medan yang ditimbulkan oleh fluks magnetik yang berubah - Penerapan hukum Faraday dan hukum Lenz - Prinsip kerja genertor AC - Prinsip kerja generator DC - Prinsip kerja transfomator - Pengertian induktansi diri - Pengertian induktansi silang - Energi dalam medan magnetik - momen magnetk atom - material diamagnetik
hubungan B dan H pada bahan magnetik 14 Mahasiswa dapat menjelaskan ciri, sifat arus dan tegangan bolak balik pada untai R,L,C momen magnetik atom, menjelaskan pengertian subseptibilitas magnetik bahan, menjelaskan materi diamagnetik, paramagnetikdan ferromagnetik, serta menjelaskan gelung histerisis bahan magnetik. arus dan tegangan bolak-balik dengan arus dan tegangan searah, besar arus dan tegangan bolak-balik pada untuk R, L, C, impedansi dan beda fase pada untuk R, L, C, Serta dapat nilai efektif dan daya arus bolah balik. - material paramagnetik - material ferromagnetik - subsebtibilitas bahan magnetik - hubungan b-h pada bahan magnetik - suhu curie - Arus tegangan bolakbalik. - Untai R, L, C. - Nilai efektif dan Daya Level Taksonomi : Pengetahuan 20%
Pemahaman 20% Penerapan 15% Analisis 20% Sintesis 5% Evaluasi 20% Komposisi Penilaian : Daftar Referensi Aspek Penilaian Prosentase Ujian Akhir Semester 40% Ujian Tengah Semester 30% Tugas Mandiri 30% Kuis Kehadiranan Mahasiswa Total 100 % [1] Giancoli, D..C., 1998, Physics, 5th ed., Prentice Hall, New Jersey. [2] Tipler, P.A., 1991, Physics, 3rd ed., Worth Publishers, New York. [3] Frederick J. Bueche, 1995, Physics For Scientists And Engineers, Disusun oleh : Diperiksa oleh : Disahkan oleh : Dosen Pengampu Penanggungjawab Keilmuan Program Studi Dekan Dr. I Ketut Swakarma, MT. Dr. I Ketut Swakarma, MT. Dr. Ir. Rudi Tjahyono, M.M. Dr.Eng. Yuliman Purwanto, M.Eng.