Strategi Pembelajaran. Dra. Masitoh, M.Pd.

dokumen-dokumen yang mirip
Oleh: Dra. Masitoh, M.Pd.

PENDEKATAN CTL (Contextual Teaching and Learning)

Condition of Ind. Ind.Condition-1. Ind.Condition-2. The Rural. Ind. Rural Policy. Rulal Educational. Higher Education. Non Formal Ed.

Drs. Rudi Susilana, M.Si Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan - FIP - UPI KONSEP DASAR PEMBELAJARAN

STRATEGI PEMBELAJARAN RICHE CYNTHIA

PRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARAN JURUSAN KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN FIP UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

DASAR FILOSOFI. Manusia harus mengkontruksikan pengetahuan pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata.

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBAHASA INDONESIA DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL

Apa itu CTL? M n e g n a g p a a p a h a h r a us u s C TL

BAB II KAMAN PUSTAKA. A. Meningkatkan Kemampuan Siswa dalam Pemahaman Peredaran Darah. mempertinggi, sedangkan kemampuan. artinya kecakapan.

BAB II KAJIAN TEORI. Pembelajaran merupakan proses komunikasi du arah, mengajar dilakukan oleh

BAB II KAJIAN PUSTAKA

PENDEKATAN PEMBELAJARAN IPS DI SMP (Oleh: Dra. Neti Budiwati, M.Si.)

KAJIAN PUSTAKA. Dalam kegiatan belajar mengajar siswa melakukan aktivitas. Pengajaran yang

BAB II LANDASAN TEORI. Secara umum pengertian pembelajaran adalah seperangkat peristiwa yang

BAB V MODEL BERBASIS MULTIKULTURAL DAN PEMBELAJARANYA DALAM MASYARAKAT DWIBAHASAWAN

PERENCANAAN PENGAJARAN

Model Pembelajaran Konstekstual dalam Bidang Studi Ekonomi Pendahuluan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. lebih dari sekedar realisasi satu sasaran, atau bahkan beberapa sasaran. Sasaran itu

BAB I PENDAHULUAN. dirasakan oleh siswa kelas VII SMPN 1 Bandar Lampung. Berdasarkan hasil

Kata Kunci : Metode Jigsaw, Finishing Bangunan, mahasiswa Arsitektur I. PENDAHULUAN

I. TINJAUAN PUSTAKA. tersebut bukan diperoleh langsung dari proses pertumbuhan seseorang secara

BAB I PENDAHULUAN. Nasional Pendidikan pasal 19 dikatakan bahwa proses pembelajaran pada satuan

PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL. contextual teaching and learning

I. PENDAHULUAN. Belajar pada hakekatnya adalah proses interaksi terhadap semua situasi yang ada

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA

MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH DALAM PEMBELAJARAN IPA

II. TINJAUAN PUSTAKA. berarti mempunyai efek, pengaruh atau akibat, selain itu kata efektif juga dapat

II. TINJAUAN PUSTAKA. Huda (2014) mengatakan bahwa tidak semua belajar kelompok bisa dianggap

BAB. I PENDAHULUAN. Hilman Latief,2014 PENGARUH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR Universitas Pendidikan Indonesia repository.upi.

II. TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Hamalik (2001, 37) belajar adalah memperoleh. pengetahuan melalui alat indra yang disampaikan dalam bentuk perangsang

LEMMA VOL I NO. 2, MEI 2015

C. Macam-Macam Metode Pembelajaran

II. TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS. kearah yang lebih baik. Menurut Hamalik (2004:37) belajar merupakan

BAB 1I KAJIAN PUSTAKA Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL)

BAB I PENDAHULUAN. Pelaksanaan pembelajaran IPA di SMP Negeri 3 Pacitan khususnya pada

BAB II KAJIAN PUSTAKA. A. Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) 1. Pengertian Contextual Teaching And Learning (CTL)

Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, Vol. X, No. 2, Tahun 2012 Istiningrum & Sukanti Halaman 64-79

II. KAJIAN TEORI. 2.1 Belajar dan Pembelajaran Pengertian Belajar dan Pembelajaran. Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui

b. Siswa tidak hanya mendengarkan kuliah secara pasif tetapi mengerjakan sesuatu yang berkaitan dengan materi kuliah, c. Penekanan pada eksplorasi

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. bertanya, mengajukan pendapat, dan menimbulkan diskusi dengan guru.

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pembelajaran kooperatif merupakan pemanfaatan kelompok kecil dua hingga

II. TINJAUAN PUSTAKA. juga mengalami sehingga akan menyebabkan proses perubahan tingkah laku pada

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Arti make a match adalah mencari pasangan kartu yang merupakan jawaban

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Marilah kita kaji sejenak arti kata belajar menurut Wikipedia Bahasa

BAB II KAJIAN PUSTAKA

PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR STATISTIKA

II. TINJAUAN PUSTAKA. Belajar merupakan perkembangan yang dialami oleh seseorang menuju kearah

BAB I PEDAHULUAN. kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bertanah air. Selain itu, pendidikan

PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DAN PEMBELAJARAN COOPERATIF DALAM PEMBELAJARAN APRESIASI KARYA SASTRA. Hesti Setya Harini*

NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Biologi

Aas Asiah Instansi : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP Siliwangi Bandung

BAB II LANDASAN TEORI. suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh seseorang untuk

I. PENDAHULUAN. berkualitas dan satu satunya wadah yang berfungsi sebagai alat untuk. membangun SDM yang bermutu tinggi adalah pendidikan.

aspek saja, tetapi terjadi secara menyuluruh yang meliputi aspek kognitif, afektif,

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang mengacu pada

Rumusan masalahan. Tujuan Penelitian. Kajian Teori. memahaminya. Demikian pula dengan siswa kelas IX SMP Negeri 1 Anyar masih

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pada prinsipnya proses belajar yang dialami manusia berlangsung sepanjang

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN TEORI DAN PENELITIAN YANG RELEVAN

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN. sendiri. Sedangkan Sinaga dan Hadiati (2001:34) mendefenisikan kemampuan

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Belajar menurut kognitif adalah perubahan persepsi dan pemahaman yang tidak

BAB II KAJIAN PUSTAKA. awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru.

II. TINJAUAN PUSTAKA. Rasa puas ini (atau lebih tepat barangkali. membangkitkan rasa ingin tahu lebih lanjut yang memerlukan pemuas.

Pembelajaran Matematika Sekolah dengan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL)

REVITALISASI COOPERATIVE LEARNING MODEL THINK PAIR SHARE DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA. Oleh: N U R D I N

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF

di susun dari berbagai sumber oleh

COOPERATIVE LEARNING. (Pembelajaran. Kooperatif) Yuni Wibowo

BAB II KAJIAN PUSTAKA 1.1 Kajian Teori Hakikat Pembelajaran Matematika Menurut H.W. Fowler dalam Pandoyo (1997:1) Matematika merupakan mata

Pendekatan Kontekstual (CTL) dalam KTSP pada Pembelajaran di SD

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB II KAJIAN TEORI. ini memperlihatkan bahwa kata implementasi bermuara pada

II. TINJAUAN PUSTAKA. Efektivitas berasal dari kata efektif yang berarti dapat membawa hasil atau

PEMBELAJARAN BERBASIS KONTEKSTUAL 1

ISU ISU PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA PEMEBELAJARAN KOOPERATIF. Rohana STKIP PGRI Bandar Lampung ABSTRACT

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGASI PADA MATERI GEOMETRI

PENINGKATAN KEMAMPUAN MELAKUKAN PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN MELALUI METODE MAKE A MATCH

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE PADA MATERI AJAR MENJAGA KEUTUHAN NKRI. Tri Purwati

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. menentukan keberhasilan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), yang meliputi: guru,

BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN. Pembelajaran matematika membutuhkan proses bernalar yang tinggi

TINJAUAN PUSTAKA. kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi. Pengembangan

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think. pair Share (TPS) pada Mata Pelajaran Ekonomi

BAB I PENDAHULUAN. manusia. Peran pendidikan sangat dibutuhkan dalam mempersiapkan dan

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR PPKn MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER

II. TINJAUAN PUSTAKA. Keberhasilan belajar tidak akan tercapai begitu saja jika pembelajaran tidak

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORI. hasil penelitian terdahulu yang pernah dilakukan oleh orang-orang yang lebih

TINJAUAN PUSTAKA. A. Pembelajaran Kooperatif (Cooperatif Learning) Cooperative learning atau pembelajaran kooperatif adalah suatu model

BAB I PENDAHULUAN. menghadapi berbagai tantangan dan hambatan. Salah satu tantangan yang cukup

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI. 1. Kondisi Empiris Perkuliahan Strategi Pembelajaran Selama ini

II. TINJAUAN PUSTAKA. Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku siswa akibat adanya

PEMBELAJARAN AKUNTANSI MELALUI METODE KOOPERATIF TIPE THINK-PAIR-SHARE (TPS)

Transkripsi:

Strategi Pembelajaran Dra. Masitoh, M.Pd.

Kompetensi Kompetensi paedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Kompetensi kepribadian adalah kemampuaqn kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia. Kompetensi professional adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam standar nasional pendidikan. Kompetensi sosial adalah kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/ wali peserta didik, dan masyarakat sekitar. Masitoh,

Konsep Belajar Belajar adalah perubahan berkenaan dengan disposisi atau kapabilitas individu (Gagne, 1965) Belajar adalah perubahan yang terus menerus dalam kinerja atau potensi kinerja manusia (Drisscoll, 2000) Belajar sebagai akibat dari pengalaman siswa dan interaksinya dengan lingkungan Belajar adalah upaya yang dilakukan dengan mengalami sendiri, menjelajahi, menelusuri, dan memperoleh sendiri. (James, LM, 2000) Belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang orisinil melalui pengalaman dan latihan-latihan (Garry & Kingsley) Belajar adalah perubahan perilaku yang relatif permanen sebagi suatu fungsi praktis atau pengalaman (Robert, Davies, 1995) Masitoh,

RANAH KOMPETENSI (BLOOM, DKK) No Kognitif Afektif Psikomotor 1 Mengingat Menerima Nilai Meniru 2 Memahami Mereaksi Nilai Menyusun 3 Menerapkan Menilai Melakukan 4 Menganalisis Memadukan Nilai Membiasakan Diri 5 Mengevaluasi Mengembangkan Nilai 6 Memecahkan Masalah 7 Mengembangkan Masitoh,

Konsep Mengajar Mengajar adalah proses membimbing kegiatan belajar. Mengajar adalah mengorganisir lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkannya dengan siswa sehingga terjadi kegiatan belajar. (S. Nasution, 1990) Mengajar adalah pekerjaan yang berorientasi layanan yang berarti bahwa guru memiliki kewajiban utama terhadap siswa (Jakcson, 1988). Masitoh,

Konsep Pembelajaran Pembelajaran adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu. Pembelajaran merupakan subyek khusus dari pendidikan. (Corey, 1986) Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (UU SPN No. 20. 2003) Pembelajaran adalah suatu proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Mohammad Surya) Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, prosedur yang saling mempengaruhi dalam mencapai tujuan pembelajaran. (Oemar Hamalik) Masitoh,

Prinsip-Prinsip Pembelajaran Perhatian dan Motivasi Keaktifan Keterlibatan langsung Pengulangan Tantangan Balikan dan penguatan Perbedaan Individual Masitoh,

Prinsip prinsip Mengajar : Apersepsi Motivasi Korelasi Aktivitas Kooperasi/Kompetisi Lingkungan Individual Masitoh,

The teacher as an Expert Teaching as a Moral Craft Teaching as an Act of Caring The Teacher as Authority Figure The Teacher as Personal Model The Teacher as Facilitator The Teacher as Delegator Masitoh,

STRATEGI PEMBELAJARAN Strategi Pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya/kekuatan dalam pembelajaran. (Wina Sanjaya 2006) Strategi Pembelajaran adalah perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (J.R David, 1976) Strategi Pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan oleh guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.(kemp 1995) Strategi Pembelajaran adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar siswa.(dick and Carey 1985) Strategi Pembelajaran adalah Kegiatan guru untuk memikirkan dan mengupayakan terjadinya konsistensi antara aspek-aspek dari komponen pembentuk system pembelajaran, dimana untuk itu guru menggunakan siasat tertentu (Moedjiono, 1993) Masitoh,

Masitoh,

Jenis-jenis Strategi Belajar Mengajar Berdasarkan berbagai Pertimbangan Pertimbangan Proses Pengolahan Pesan Strategi Pembelajaran Deduktif Strategi Pembelajaran Induktif Pertimbangan Pihak Pengolah Pesan StrategiPembelajaran Ekspositorik Strategi Pembelajaran Heuristik Masitoh,

Pertimbangan Interaksi Guru/Instruktur dan Peserta Latih Strategi Belajar Mengajar Tatap Muka Startegi Belajar Mengajar Melalui Media Pertimbangan berdasarkan taxonomi hasil belajar Strategi Belajar Mengajar Kognitf Strategi Belajar Mengajar Keterampilan Strategi Belajar mengajar Afektif Masitoh,

Pertimbangan Pengaturan Guru/Insturktur Strategi Pembelajaran Seorang Guru/Instruktur Strategi Pembelajaran Beregu Pertimbangan Jumlah Siswa Strategi Pembelajaran Klassikal Strategi Pembelajaran Kelompok Kecil Stratetgi Pembelajaran Individual Masitoh,

Strategi Pembelajaran Ekspositori Strategi Pembelajaran Ekspositori adalah strategi Pembelajaran yang menekankan pada proses penyampaian materi secara verbal sorang guru/instruktur kepada sekelompok peserta latih dengan maksud agar peserta latih dapat menguasai materi pelajaran secara optimal Masitoh,

Prosedur Pelaksanaan Strategi Ekspositori 1. Rumuskan Tujuan yang Ingin Dicapai 2. Kuasai Materi Pelajaran dengan Baik 3. Kenali Medan dan Berbagai Hal yang Dapat Memengaruhi Proses Penyampaian Masitoh,

Prinsip-Prinsip Penggunaan Strategi Pembelajaran Ekspositori Berorientasi pada Tujuan Prinsip Komunikasi Prinsip Kesiapan Prinsip Berkelanjutan Masitoh,

Langkah-Langkah Penerapan Strategi Ekspositori 1. Persiapan (Preparation) 2. Penyajian (Presentation) 3. Menghubungkan (Correlation) 4. Menyimpulkan (Generealization) 5. Penerapan (Aplication) Masitoh,

Metoda Ceramah Suatu bentuk pengajaran dimana tenaga pendidik mengalihkan informasi kepada sekelompok besar peserta didik dengan cara verbal (lisan) Cara menyajikan pelajaran secara lisan atau penjelasan langsung kepada sekelompok siswa Suatu metode mengajar dimana guru/peserta latih memberi penyajian fakta-fakta dan prinsip secara lisan (Gilstrap & Martin) Masitoh,

TIPE-TIPE METODA CERAMAH (HOUSTON,1988) 1. Pure Lectures, yaitu guru/instruktur menyajikan informasi secara lisan kepada peserta latih/siswa, peserta latih/siswa fasip hanya mendengar dan mencatat tidak bertanya dan guru/instruktur tidak memberikan kesempatan untuk bertanya, guru/instruktur sangat dominan. Masitoh,

2. Mini Lectures, guru/instruktur menyajikan informasi secara singkat antara 5 s.d 15 menit biasanya dilanjutkan dengan diskusi atau mengisi lembar kerja. Masitoh,

3. Chalk-talk Lectures, yaitu guru/instruktur menggunakan papan tulis untuk menulis poin-poin yang akan disajikan menggambar diagram, memberi contohcontoh, guru/instruktur juga sering menggunakan OHT Masitoh,

4. Audio Visual Lectures, di dalam menyajikan materi dosen dibantu dengan media seperti: Slide Projector, Film projector, video, dll sehingga peserta latih dapat memperhatikan dan mencermati informasi dan contoh-contoh yang disajikan selama kuliah berlangsung. 5. Interactive Lectures, guru/instruktur melibatkan peserta latih dalam perkuliahan, diselingi tanya jawab bahkan diskusi sehingga ada give and take antara guru/instruktur dan peserta latih dan peserta latih berperan aktif dalam perkuliahan. Masitoh,

METODE DEMONSTRASI PENGERTIAN Demonstrasi adalah suatu penyajian yang dipersiapkan secara teliti untuk mempertontonkan sebuah tindakan atau prosedur yang dipergunkan (Cardille, 1986) Demonstrasi adalah adanya seorang guru, orang luar yang diminta, atau siswa memperlihatkan suatu proses, atau siswa memperlihatkan suatu proses kepada seluruh siswa MASITOH

TUJUAN 1. Mengajar siswa tentang suatu tindakan proses, atau prosedur keteramapilan-keterampilan fisik/ motorik 2. Mengembangkan kemampuan pengamatan pendengaran dan penglihatan para siswa secara bersama-sama 3. Mengkonkretkan informasi yang disajikan kepada para siswa MASITOH

Langkah-Langkah 1. Persiapan Metode Demonstrasi (mengkaji kesesuaian metode terhadap tujuan analisis kebutuhan peralatan, mencoba peralatan, analisis kebutuhan waktu dan merancang garis besar demonstrasi 26

2. Pelaksanaan Pemakaian metode Demonstrasi (Mempersiapkan peralatan dan bahan memberikan pengantar demonstrasi, memperagakan tindakan, proses/ prosedur disertai penjelasan) 27

3. Tindak lanjut Pemakaian Metode Demonstrasi (Diskusi tentang tindakan, kesempatan pada siswa untuk mencoba melakukan demonstrasi) 28

Pembelajaran Perseorangan melalui Pemberian Tugas Memberitahukan tujuan/topic Tahap Belajar Informasi Singkat Tahapan Tugas/ Lembaran Kerja Monitoring kegiatan Motivasi Bimbingan Penilaian Tugas Umpan Balik Kesimpulan Masitoh,

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam strategi pembelajaran: (1) Tujuan, (2) Bahan pelajaran, (3) Peserta latih, (4) Alat dan sumber (5) Guru/instruktur. Masitoh,

Kriteria yang harus diperhatikan dalam memilih metode Mengajar yang Efektif a. Hubungan tujuan pembelajaran dengan metode mengajar b. Hubungan pengalaman belajar dengan metode mengajar. c. Kondisi yang diperlukan dalam pencapaian tujuan belajar. Faktor-Faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan metode mengajar 1. Tujuan Pembelajaran 2. Karakteristik Materi Pembelajaran 3. Faktor Peserta Latih 4. Alokasi Waktu yang tersedia 5. fasilitas Penunjang Masitoh,

Konsep dan Tujuan PBAS PBAS dapat dipandang sebagai suatu pendekatan dalam pembelajaran yang menekankan kepada aktivitas siswa secara optimal untuk memperoleh hasil belajar berupa perpaduan antara aspek kognitif, afektif dan psikomotor secara seimbang Masitoh,

Peran guru dalam Implementasi PBAS Mengemukakan berbagai alternative tujuan pembelajaran yang harus dicapai sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Menyusun tugas-tugas belajar bersama siswa. Memberikan informasi tentang kegiatan pembelajaran yang harus dilakukan Memberikan bantuan dan pelyanan kepada siswa yang memerlukannya. Memberikan motivasi, mendorong siswa untuk belajar, membimbing dan lain sebagainya melalui pengajuan-pengajuan pertanyaan. Membantu siswa dalam menarik suatu kesimpulan. Masitoh,

Penerapan PBAS dalam Proses Pembelajaran Penerapan PBAS dalam Proses Pembelajaran Kadar PBAS dilihat dari proses perencanaan Kadar PBAS dilihat dari proses pembelajaran Adanya keterlibatan siswa baik secara fisik, mental, emosional maupun intelektual dalam setiapproses pembelajaran. Siswa belajar secara langsung (experimential learning) Adanya keinginan siswa untuk menciptakan iklim belajar yang kondusif Keterlibatan siswa dalam mencari dan memanfaatkan setiap sumber belajar yamg tersedia yang dianggap relevan dengan tujuan pembelajaran Adanya keterlibatan siswa dalam melakukan prakarsa. Terjadinya interaksi yang multi arah. Masitoh,

Faktor yang mempengaruhi keberhasilan PBAS Guru Sikap professional Guru Latar belakang pendidikan dan pengalaman mengajar guru Sarana belajar Ruang kelas Media dan Sumber belajar Lingkungan Belajar Masitoh,

Metode Diskusi Pengertian Merupakan suatu kegiatan, dimana sejumlah peserta latih membicarakan secara bersama-sama melalui tukar pendapat tentang suatu topik atau masalah, untuk mencari jawaban suatu masalah berdasarkan semua fakta yang memungkinkan (Girlstrap & Martin, 1975) Here comes your footer 36

Tujuan Diskusi a) Mengembangkan ketermpilan bertanya berkomunikasi, menafsirkan, dan menyimpulkan b) Mengembangkan sikap positif terhadap sekolah, guru, dan bidang studi yang dipelajari c) Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah dan konsep diri d) Meningkatkan keberhasilan siswa dalam mengemukakan pendapat e) Mengembangkan sikap terhadap isu-isu kontroversial Here comes your footer 37

2. JENIS-JENIS DISKUSI A) DISKUSI KELAS Here comes your footer 38

B. DISKUSI KELOMPOK Adalah pembicaraan atau pertimbangan tentang suatu topik yang menjadi perhatian bersama antara 3-6 orang peserta diskusi. (Canei, 1986) Terjadinya kegiatan pencurahan gagasan secara spontan yang berhubungan dengan bidang minat/kebutuhan kelompok untuk mencapai keputusan 39

LANGKAH-LANGKAH METODE DISKUSI 1. Tahapan Sebelum Pertemuan Pemilihan topik diskusi Membuat rancangan garis besar diskusi Menentukan jenis diskusi yang akan dilaksanakan Mengorganisasikan para siswa 40

Tahapan Selama Pertemuan Guru memberi penjelasan tentang tujuan, topik dan kegiatan diskusi yang akan dilaksanakan. Para siswa dan guru melaksanakan kegiatan diskusi Pelaporan dan pemyimpulan hasil diskusi oleh siswa bersama guru Pencatatan hasil diskusi oleh siswa 41

3. Tahapan Setelah Pertemuan Membuat catatan tentang gagasangagasan yang belum ditanggapi dan kesulitan yang timbul selama diskusi Mengevaluasi diskusi dari berbagai dimensi dan mengumpulkan evaluasi dari para siswa serta lembaran komentar. MASITOH

Pembelajaran Kelompok Metode diskusi Memberitahukan tujuan/topic Pengelompokkan Tahap Belajar Perumusan Topik atau Masalah Identifikasi Masalah Analisis masalah/topik Motivasi Bimbingan Kelompok/Individu Perhatian Penyusunan Laporan Prensentasi Kelompok Kesimpulan Masitoh,

Metode Simulasi Simulasi adalah suatu usaha pembelajaran untuk memperoleh pemahaman akan hakekat suatu konsep atau prinsip, atau suatu keterampilan tertentu melalui proses kegiatan atau latihan dalam situasi tiruan. Melalui simulasi itu siswa akan mampu menghadapi kenyataan yang mungkin terjadi secara lebih efektif dan efisien Here comes your footer 44

Jenis-Jenis Metode Simulasi a) PERMAINAN SIMULASI (simulation games) b) BERMAIN PERAN (role playing) c) SOSIODRAMA (sociodrama) MASITOH

TUJUAN METODE SIMULASI a) Mengembangkan sikap dan ketermapilan tertentu b) Melatih para siswa memecahkan masalah dengan memanfaatkan sumber belajar c) Meningkatkan pemahaman tentang konsep dan prinsip yang telah dipelajari 46

Langkah-Langkah Simulasi Simulasi dilakukan oleh sekelompok siswa Penentuan topik simulasi dengan tingkat kemampuan siswa dan situasi setempat Peraturan/petunjuk simulasi Simulasi dimaksudkan untuk latihan keterampilan agar dapat menghadapi kenyataan dengan baik Simulasi hendaknya terintegrasi beberapa ilmu dan terjadinya pemecahan masalah 47

METODE COOPERATIVE LEARNING sistem pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada anak didik untuk bekerjasama dengan sesama siswa dalam tugas-tugas yang terstruktur (Anita Lie, 2004: 12) Cooperative Learning is a relationship in a group of students that requires positive interdependence (a sense of sink or swim together), individual accountability (each of us has to contribute and learn), interpersonal skills (communication, trust, leadership, decision making, and conflict resolution), face-to-face promotive interaction, and processing (reflecting on how well the team is functioning and how to function even better). (Roger dan David Johnson, 1988) Masitoh,

Strategi Pembelajaran Kooperatif Rangkaian belajar yang dilakukan peserta latih dalam kelompokkelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Masitoh,

Strategi Pembelajaran Kooperatif digunakan, manakala : Guru menekankan pentingnya usaha kolektif Guru menghendaki seluruh siswa memperoleh keberhasilan dalam belajar Guru menanamkan bahwa siswa dapat belajar dari teman lainnya Guru menghendaki mengembangkan kemmapuan komunikasi siswa sebagai bagian dari isi kurikulum Guru menghendaki meningkatnya motivasi siswa Guru menghendaki berkembangnya kemmapuan siswa dalam memecahkan masalah dan menemukan solusinya. Masitoh,

Karakteristik SPK Pembelajaran secara TIM Didasarkan pada manajemen Kooperatif Kemauan bekerja sama Ketrampilan bekerja sama Masitoh,

Prinsip-prinsip Pembelajaran Kooperatif Prinsip Ketergantungan positif (Positive Interdependence) Tanggung jawab Perseorangan (Individual Accountability) Interaksi Tatap Muka ( Face to Face Promotion Interaction) Partisipasi dan Komunikasi (Participation and Communication) Masitoh,

Teknik Pembelajaran dalam metode cooperative learning Mencari Pasangan Bertukar Pasangan Berpikir-Berpasangan-Berempat Berkirim Salam dan Soal Kepala Bernomor Kepala Bernomor Struktur Dua Tinggal Dua Tamu Keliling Kelompok Kancing Gemerincing Keliling Kelas Lingkaran Kecil Lingkaran Besar Tari Bambu Jigsaw Bercerita Berpasangan Anita Lie (2004) Masitoh,

Teknik Pembelajaran dalam metode cooperative learning Jigsaw Think-Pair-Share Three-Step Interview Round Robin Brainstorming Three-Minute Review Numbered Heads Team Pair Solo Circle the Sage Partners Roger dan David Jhonson (1989) Masitoh,

Pengelolaan kelas metode cooperative learning Pengelompokan Semangat gotong royong Penataan ruang kelas Masitoh,

Penataan Ruang kelas Meja kuda Meja panjang Meja laboratorium Meja kelompok D Klasikal D Meja Berbaris D Bangku individu D Masitoh,

Model Penilaian metode cooperative learning Nilai kelompok bisa diambil dari nilai terendah yang didapat oleh siswa dalam kelompok Nilai kelompok bisa diambil dari rata-rata nilai semua anggota kelompok Nilai kelompok diambil dari sumbangan point Anita Lie (2004) Masitoh,

Prosedur Pembelajaran Kooperatif Penjelasan Materi Belajar dalam kelompok Penilaian Pengakuan Tim Masitoh,

Manfaat metode cooperative learning Roger dan David Johnson (1989) Mendukung pembelajaran siswa dan pencapaian akademik Meningkatkan daya ingat siswa Meningkatkan kepuasan siswa dengan pengalaman belajar mereka Membantu siswa mengembangkan kemampuan dalam berkomunikasi secara lisan Mengembangkan kemampuan sosialisasi siswa Meningkatkan kepercayaan diri siswa Membantu siswa untuk meningkatkan hubungan persaingan yang positif Masitoh,

TEKNIK BELAJAR MENGAJAR Cooperative Learning MASITOH`

1. Make a Match Teknik ini adalah siswa mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan. MASITOH MASITOH 61

Langkah-Langkah 1. Guru/Instruktur menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review 2. Setiap siswa mendapat satu buah kartu 3. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya. Misalnya pemegang kartu berisi nama Koffi Annan akan berpasangan dengan kartu Sekretaris Jendral PBB. MASITOH

4. Siswa juga bergabung dengan dua atau tiga siswa lain yang memegang kartu yang cocok. 63

2. Bertukar Pasangan Teknik belajar mengajar Bertukar Pasangan memberi kesempatan pada siswa untuk bekerjasama dengan orang lain 64

Langkah-Langkah : 1. Setiap siswa mendapatkan satu pasangan 2. Guru memberi tugas dan siswa mengerjakan tugas dengan pasangannya 3. Setelah selesai, setiap pasangan bergabung dengan satu pasangan yang lain 4. Kedua pasangan tersebut bertukan pasangan masing-masing pasangan yang baru saling menanyakan dan mengukuhkan jawaban mereka 5. Temuan yang baru yang didapatkan dari pertukaran pasangan kemudian dibagikan kepada pasangan semula MASITOH

3. Berpikir-Berpasangan-Berempat (Think-Pair-Share) Teknik ini memberikan kesempatan pada siswa untuk bekerja sendiri serta bekerja sama dengan orang lain. 66

Langkah-Langkah 1. Guru/Instruktur membagi siswa dalam kelompok berempat dan memberikan tugas kepada semua kelompok 2. Setiap siswa memikirkan dan mengerjakan tugas tersebut sendiri-sendiri 3. Siswa berpasangan dengan salah satu rekan dalam kelopmpok dan berdiskusi dengan pasangannya 4. Kedua pasangan bertemu kembali dalam kelompok berempat. Siwa mempunyai kesempatan untuk membagian hasil kerjanya kepada kelompok berempat 67

4. Jigsaw Teknik jigsaw dapat digunakan dalam beberapa mata pelajaran dan cocok untuk semua tingkatan. 68

Langkah-Langkah 1. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok, masing-masing anggota kelompok bertanggung jawab untuk mempelajari bagian dari satu topik. 2. Setelah berdiskusi dari teman berkelompok kemudian masing-masing siswa berdiskusi dengan kelompok lain dengan topik yang sama. 3. Selesai berdiskusi dengan kelompok ahli siswa kembali pada kelompok semula dan menyampaikan apa yang mereka peroleh. 4. Kemudian setiap anggota kelompok diberikan kuis dari seluruh topik. 69

Oleh: Dra. Masitoh, M.Pd.

Kuiz 1. Contextual 2. Konstruktivisme 3. Inquiry 4. Questioning 5. Learning Community 6. Modeling 7. Refleksi 8. Authentic Assessment 9. Skenario CTL

PENDEKATAN KONTEKSTUAL (Contextual Teaching and Learning) Merupakan Konsep Belajar yang dapat Membantu Guru Mengaitkan antara Materi yang Diajarkannya dengan Situasi Dunia Nyata Siswa dan Mendorong Siswa Membuat Hubungan antara Pengetahuan yang Dimilikinya dengan Penerapannya dalam Kehidupan mereka.

Mengajar bukan transformasi pengetahuan, tapi lebih ditekankan pada upaya memfasilitasi siswa untuk mencari kemampuan untuk dapat hidup (life skill) dari apa yang dipelajarinya. Jadi CTL adalah suatu Pendekatan Pembelajaran yang Memfasilitasi Kegiatan Belajar Siswa untuk Mencari, Mengolah, dan Menemukan Pengalaman Belajar yang Lebih Bersifat Kongkrit (terkait dengan kehidupan nyata) melalui pelibatan aktivitas belajar mencoba melakukan dan mengalami sendiri (learning by doing).

Langkah-langkah PENERAPAN CTL : Mengembangkan pemikiran siswa untuk belajar dengan cara bekerja sendiri, menemukan sendiri, dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilannya. Melaksanakan kegiatan inkuiri untuk semua topik Mengembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya Menciptakan masyarakat belajar, Membiasakan Siswa untuk Melakukan Kerjasama dan Memanfaatakan Lingkungan Belajar yang Ada Menghadirkan model Melakukan refleksi, Siswa diberi Kesempatan untuk Mencerna, Membandingkan, Menghayati, dan Melakukan Diskusi dengan Dirinya Sendiri (Learning to be) Melakukan penilaian yang sebenarnya

KOMPONEN-KOMPONEN/ Filosofi Pembelajaran CTL : Konstruktivisme (Constructivism), Membangun Pengetahuan yang Bermakna Melalui Pengalaman yang Nyata. Menemukan (Inquiry) Bertanya (Questioning) Masyarakat Belajar (Learning Community) Pemodelan (Modeling) Refleksi (Reflection) Penilaian yang sebenarnya (Authentic Assessment)

TUGAS GURU dalam menfasilitasi proses tersebut : Menjadikan pengetahuan bermakna dan relevan bagi siswa Memberi kesempatan siswa menemukan dan menerapkan idenya sendiri Menyadarkan siswa agar menerapkan strategi mereka sendiri dalam belajar

SIKLUS INKUIRI : Observasi (Observation) Bertanya (Questioning) Mengajukan dugaan (Hiphotesis) Pengumpulan data (Data gathering) Penyimpulan (Conclussion)

Langkah-langkah Kegiatan MENEMUKAN (inkuiri) : Merumuskan Masalah Mengamati atau Melakukan Observasi Menganalisis dan Menyajikan Hasil dalam Tulisan, Gambar, Laporan, Bagan, Tabel dan Karya lainnya Mengkomunikasikan atau Menyajikan Hasil Karya pada Pembaca, Teman Sekelas, Guru atau audien yang lain

Kegunaan Kegiatan Bertanya : Menggali Informasi Mengecek pemahaman siswa Membangkitkan respon kepada siswa Mengetahui sejauhmana keingintahuan siswa Mengetahui hal-hal yang sudah diketahui siswa Memfokuskan perhatian siswa pada sesuatu yang dikehendaki guru Membangkitkan lebih banyak lagi pertanyaan Menyegarkan kembali pengetahuan siswa

Learning Community. Prakteknya dalam Pembelajaran terwujud dalam : Pembentukan Kelompok Kecil Pembentukan Kelompok Besar Mendatangkan ahli ke kelas Bekerja dengan Kelas Sederajat Bekerja Kelompok dengan Kelas di atasnya Bekerja dengan Masyarakat

Contoh PRAKTEK MODELING Guru Olah raga memberi contoh berenang gaya kupu-kupu Guru PPKN mendatangkan seorang veteran kemerdekaan Guru geografi menunjukkan peta jadi Guru biologi mendemonstrasikan penggunaan thermometer suhu badan Guru bahasa indonesia menunjukkan teks berita dari surat kabar Guru kerajinan mendatangkan model tukang kayu untuk bekerja dengan peralatannya Guru Menggunakan Model-model Pembelajaran

REALISASI REFLEKSI berupa : Pernyataan Langsung tentang apa-apa yang diperolehnya hari itu Catatan atau Jurnal di Buku Siswa Kesan dan Saran Siswa Mengenai Pembelajaran hari itu Diskusi Hasil Karya Siswa

Karakteristik Authentic Assessment : Dilaksanakan selama dan sesudah proses pembelajaran berlangsung Digunakan untuk formatif maupun sumatif Yang diukur keterampilan dan performansi Berkesinambungan Terintegrasi Digunakan sebagai Feed back

DASAR PENILAIAN PRESTASI SISWA : Proyek/Kegiatan dan Laporannya PR Kuis Karya Siswa Presentasi atau Penampilan Siswa Demonstrasi Laporan Jurnal Hasil Tes Tulis Karya Tulis

KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN BERBASIS CTL: Kerja Sama Saling Menunjang Menyenangkan, tidak membosankan Belajar dengan Bergairah Pembelajaran Terintegrasi Menggunakan berbagai Sumber Belajar Siswa aktif Sharing dengan Teman Siswa kritis Guru Kreatif Dinding kelas penuh dengan hasil karya siswa

SKENARIO/DESAIN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Topik/PB:, Mata Pelajaran:, SD:, Kelas/Semester:, Waktu: KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR MATERI/CONTENT STRATEGI/SKENARIO PEMBELAJARAN MEDIA/ALAT/SUMBER PENILAIAN SEBENARNYA (Partisipasi siswa dalam kelompok, display hasil pengamatan, aktivitas diskusi, dan deskripsi performansi)