PEMBENTUKAN KURVA IMBAL HASIL (YIELD)

dokumen-dokumen yang mirip
KONSTRUKSI KURVA YIELD DENGAN METODE NELSON-SIEGEL (Studi Kasus Obligasi Pemerintah dengan Kode FR)

ESTIMASI KURVA YIELD OBLIGASI PEMERINTAH KODE FR (FIXED RATE) MENGGUNAKAN CUBIC B-SPLINE

KONSTRUKSI KURVA YIELD OBLIGASI PEMERINTAH KODE FR (FIXED RATE) MENGGUNAKAN EXTENDED NELSON SIEGEL

PENGKONSTRUKSIAN KURVA YIELD DENGAN METODE NELSON SIEGEL SVENSSON (Studi Kasus Data Obligasi Pemerintah)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

ANALISIS PENGARUH RATING, COUPON DAN JANGKA WAKTU JATUH TEMPO OBLIGASI TERHADAP PERUBAHAN HARGA OBLIGASI DI BEI SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. Investasi adalah alat bagi seorang investor untuk meningkatkan nilai aset

Estimasi Yield Curve di Indonesia

SKRIPSI. Disusun Oleh: MARTA WIDYASTUTI

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Perkembangan pasar modal yang pesat memiliki peran penting dalam

BAB 1 PENDAHULUAN. pembiayaan alternatif selain pembiayaan melalui perjanjian pinjaman (loan

Kementerian Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Direktorat Surat Utang Negara.

PEMILIHAN MODEL REGRESI NONPARAMETRIK TERBAIK UNTUK ANALISIS DATA INFLASI DI JAWA TENGAH SKRIPSI. Oleh: ELYAS DARMAWAN NIM.

ANALISIS INVERSTASI DAN PORTOFOLIO

PEMODELAN MULTIVARIATE ADAPTIVE REGRESSION SPLINES (MARS) PADA FAKTOR-FAKTOR RESIKO ANGKA KESAKITAN DIARE

OVERVIEW investasi obligasi. 1/51

XXI. Resume Investasi Obligasi Ritel Indonesia Seri 10danSimulasi Perhitungan ORI 10. PPA Univ. Trisakti

UNIVERSITAS INDONESIA

VALUASI COMPOUND OPTION PUT ON CALL TIPE EROPA PADA DATA SAHAM FACEBOOK MUHAMMAD SUNU WIDIANUGRAHA

MATERI 7. TEORI INVESTASI DAN PORTFOLIO

ANALISIS CLUSTER DENGAN ALGORITMA K-MEANS DAN FUZZY C-MEANS CLUSTERING UNTUK PENGELOMPOKAN DATA OBLIGASI KORPORASI

PENGELOLAAN SURAT UTANG NEGARA (SUN)

PERBANDINGAN ARIMA DENGAN FUZZY AUTOREGRESSIVE (FAR) DALAM PERAMALAN INTERVAL HARGA PENUTUPAN SAHAM. (Studi Kasus pada Jakarta Composite Index)

PELATIHAN MANAJEMEN OBLIGASI DAERAH TAHAP MIDDLE/2

PENENTUAN MODEL RETURN HARGA SAHAM DENGAN MULTI LAYER FEED FORWARD NEURAL NETWORK MENGGUNAKAN ALGORITMA RESILENT BACKPROPAGATION SKRIPSI

KATA PENGANTAR. Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, serta atas petunjuk

PERBANDINGAN METODE VARIANCE COVARIANCE DAN HISTORICAL SIMULATION UNTUK MENGUKUR RISIKO INVESTASI REKSA DANA

OVERVIEW 1/51. Konsep pengertian obligasi. Karakteristik dan jenis obligasi. Hasil-hasil (yields) yang diperoleh dari investasi obligasi.

BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan menerbitkan obligasi dengan tujuan untuk menghindari risiko yang

BAB I PENDAHULUAN. Pasar modal mempunyai peranan penting bagi perkembangan ekonomi. suatu negara khususnya secara makro. Kehadiran pasar modal dapat

PERBANDINGAN METODE PEMULUSAN EKSPONENSIAL TUNGGAL DAN FUZZY TIME SERIES UNTUK MEMPREDIKSI INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN

ANALISIS INFLASI KOTA SEMARANG MENGGUNAKAN METODE REGRESI NON PARAMETRIK B-SPLINE

BAB II LANDASAN TEORI

PEMODELAN DATA INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN. Disusun Oleh : NOVIA AGUSTINA. Skripsi. Jurusan Statistika Fakultas Sains dan Matematika Undip

F A Q OBLIGASI NEGARA RITEL SERI ORI-012

BAB IV ANALISIS RESIKO FINANSIAL

BAB I PENDAHULUAN. membeli produk-produk keuangan berupa surat berharga (efek). Salah satu contoh

PENGGUNAAN SIMULASI MONTE CARLO UNTUK PENGUKURAN VALUE AT RISK

PENGELOLAAN SURAT UTANG NEGARA

PEMODELAN REGRESI SPLINE TRUNCATED UNTUK DATA LONGITUDINAL

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

PROSPEK INVESTASI SURAT UTANG NEGARA


MAKALAH TINGKAT BUNGA DAN NILAI OBLIGASI

Pemodelan Yield Curve Obligasi dengan Menggunakan Metode Berbasiskan Spline

No. 15/30/DPM Jakarta, 27 Agustus 2013 S U R A T E D A R A N. Kepada SEMUA BANK UMUM DAN LEMBAGA PERANTARA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

ANALISIS PENGARUH KURS RUPIAH TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN MENGGUNAKAN DISTRIBUTED LAG MODEL SKRIPSI

PEMODELAN YIELD CURVE OBLIGASI PEMERINTAH INDONESIA DENGAN ROBUST LOCALLY WEIGHTED REGRESSION SMOOTHING SCATTERPLOTS

1 PENDAHULUAN. Tabel 1 Perkembangan obligasi korporasi

BAB I PENDAHULUAN. Sejarah liberalisasi sektor keuangan di Indonesia bisa dilacak ke belakang,

BAB I PENDAHULUAN. Obligasi adalah sebuah instrumen pasar modal yang berbetuk hutang (debt

VALUASI KUPON OBLIGASI PT. BPD LAMPUNG TBK. MENGGUNAKAN OPSI MAJEMUK CALL ON CALL TIPE EROPA

MATERI 7. TEORI INVESTASI DAN PORTFOLIO

Surat Berharga Syariah Negara

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan dunia investasi di Indonesia saat ini berkembang dengan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

MODUL 15 PENILAIAN OBLIGASI

ANALISIS KINERJA PORTOFOLIO OPTIMAL CAPITAL ASSET PRICING MODEL

CAKUPAN PEMBAHASAN 1/33

ANALISIS PENGARUH JUMLAH UANG BEREDAR DAN NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN MENGGUNAKAN PEMODELAN REGRESI SEMIPARAMETRIK KERNEL

No. 18/29/DPM Jakarta, 29 November 2016 S U R A T E D A R A N. Kepada SEMUA BANK UMUM DAN LEMBAGA PERANTARA DI INDONESIA

No. 16/22/DPM Jakarta, 24 Desember 2014 S U R A T E D A R A N. Kepada SEMUA BANK UMUM DAN LEMBAGA PERANTARA DI INDONESIA

2015, No b. bahwa untuk memberikan kepastian hukum sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu dilakukan perubahan atas Peraturan Menteri Keuang

12/02/ CAKUPAN PEMBAHASAN 1/33

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB II LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS

REGRESI SPLINE SEBAGAI ALTERNATIF DALAM PEMODELAN KURS RUPIAH TERHADAP DOLAR AMERIKA SERIKAT SKRIPSI

PERATURAN ANGGOTA DEWAN GUBERNUR NOMOR 19/1/PADG/2017 TENTANG PELAKSANAAN LELANG SURAT BERHARGA NEGARA DI PASAR PERDANA

BAB I PENDAHULUAN. membayar pokok obligasi yang biasa disebut nilai par. instrumen keuangan adalah memperoleh return (imbal hasil).

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN PESERTA DIDIK SMA NEGERI 2 SEMARANG MENGGUNAKAN METODE REGRESI LOGISTIK ORDINAL

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN PENGELOLAAN SURAT BERHARGA NEGARA TAHUN 2009

PERAMALAN LAJU INFLASI DAN NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP DOLAR AMERIKA MENGGUNAKAN MODEL VECTOR AUTOREGRESSIVE (VAR)

No. 17/32/DPSP Jakarta, 13 November SURAT EDARAN

VALUASI COMPOUND OPTION PUT ON PUT TIPE EROPA SKRIPSI. Disusun oleh YULIA AGNIS SUTARNO JURUSAN STATISTIKA FAKULTAS SAINS DAN MATEMATIKA

PEMODELAN INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG) MENGGUNAKAN MULTIVARIATE ADAPTIVE REGRESSION SPLINES (MARS)

ANALISIS NILAI RISIKO (VALUE AT RISK) MENGGUNAKAN UJI KEJADIAN BERNOULLI (BERNOULLI COVERAGE TEST) (Studi Kasus pada Indeks Harga Saham Gabungan)

PEMODELAN KURS RUPIAH TERHADAP DOLLAR AMERIKA SERIKAT MENGGUNAKAN

BAB I PENDAHULUAN. uang di pasar finansial. Cerita sukses meraup uang di pasar finansial dan

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN PENGELOLAAN SURAT UTANG NEGARA TAHUN 2008

I. PENDAHULUAN. Dalam melaksanakan fungsinya, pasar modal menjadi penghubung bagi pihak yang

By: Muhammad Andryzal Fajar

Transkripsi:

PEMBENTUKAN KURVA IMBAL HASIL (YIELD) DENGAN MODEL NELSON SIEGEL-SVENSSON (NSS) (Studi Kasus: Data Obligasi Pemerintah periode 27 Oktober 2014 sampai 31 Oktober 2014 ) Oleh: EUGENIA SEPTRI HUTAHAYAN 24010210141035 Diajukan Sebagai Syarat untuk Mendapatkan Gelar Sarjana pada Jurusan Statistika JURUSAN STATISTIKA FAKULTAS SAINS DAN MATEMATIKA UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2015 i

ii

iii

KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat, hidayah, dan karunia-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi dengan judul Pembentukan Kurva Imbal Hasil (Yield) dengan Model Nelson Siegel-Svensson (NSS) (Studi Kasus: Data Obligasi Pemerintah Periode 27 Oktober 2014 Sampai 31 Oktober 2014). Penulis menyadari skripsi ini tidak akan dapat diselesaikan tanpa bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada: 1. Ibu Dra. Dwi Ispriyanti, M.Si selaku Ketua Jurusan Statistika Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro. 2. Ibu Dra. Tatik Widiharih, M.Si sebagai pembimbing I dan Ibu Yuciana Wilandari, S.Si, M.Si sebagai pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan. 3. Bapak dan Ibu Dosen Jurusan Statistika yang sudah memberikan ilmu selama ini 4. Semua pihak yang telah membantu dalam penulisan skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan penulisan selanjutnya. Semarang, Juni 2015 Penulis iv

ABSTRAK Surat utang jangka menengah-panjang yang dapat dipindahtangankan berisi janji dari pihak penerbit untuk membayar imbalan berupa bunga pada periode tertentu dan melunasi pokok utang pada waktu yang telah ditentukan kepada pihak pembeli surat utang disebut Obligasi. Suatu metode untuk mengetahui hubungan antara imbal hasil ( yield) yang diperoleh dengan waktu jatuh tempo untuk suatu jenis obligasi tertentu pada waktu tertentu digambarkan melalui kurva yield (yield curve). Salah satu metode untuk menggambarkan kurva yield adalah Nelson Siegel Svensson. Data yang diamati dari Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu data Surat Utang Negara (SUN) dengan kode FR (Fixed Rate). Dalam hal ini seluruh SUN FR dengan nilai yield tidak kosong periode 27 Oktober 2014 sampai 31 Oktober 2014. Konstruksi kurva yield tanggal 27 Oktober 2014, 28 Oktober 2014 dan 30 Oktober 2014 membentuk kurva normal ( Positif Yield Curve) sedangkan tanggal 29 Oktober 2014 dan 31 Oktober 2014 membentuk kurva gabungan antara kurva normal (Positif Yield Curve) dan kurva negatif (Inverted Yield Curve). Kata kunci : obligasi, kurva yield, Surat Utang Negara, Nelson Siegel Svensson v

ABSTRACT Medium-term debt to long-term contains a promise from the issuer to pay interest in return for a certain period and repayment of the principal debt at a specified time to the purchaser bonds are called Bonds. A method to determine the relationship between the yield (yield) were obtained with the time to maturity for a particular type of bond at a given time is described by the yield curve (yield curve). One method to describe the yield curve is the Nelson Siegel Svensson. Observed data from the Bursa Efek Indonesia (BEI) that the data of Surat Utang Negara (SUN) with code FR (Fixed Rate). In this case the entire SUN FR with a yield is not empty in the period October 27, 2014 to October 31, 2014. Construction of the yield curve on October 27, 2014, October 28, 2014 and October 30, 2014 to form the normal curve (Positive Yield Curve) while the date October 29, 2014 and October 31, 2014 to form the combined curve between the normal curve (Positive Yield Curve) and negative curves (Inverted Yield Curve). Keywords: bond, the yield curve, Government Securities, Nelson Siegel Svensson vi

DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PENGESAHAN I... ii HALAMAN PENGESAHAN II... iii KATA PENGANTAR... iv ABSTRAK... v ABSTRACT... vi DAFTAR ISI... vii DAFTAR TABEL... ix DAFTAR GAMBAR... x DAFTAR LAMPIRAN... xi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Perumusan Permasalahan... 4 1.3 Batasan Masalah... 4 1.4 Tujuan Penelitian... 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Obligasi Secara Umum... 6 2.1.1 Jenis Obligasi... 6 2.1.2 Jenis Obligasi di Indonesia... 10 2.2 Yield... 11 vii

2.2.1 Istilah Pada Yield... 11 2.3 Term Structure of Interest rate (Struktur Jangka Waktu Tingkat Bunga)... 13 2.4 Kurva Yield... 15 2.5 Model Nelson Siegel Svensson... 19 2.6 Estimasi Parameter Model Nelson Siegel Svensson dengan Program R... 23 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Sumber Data... 27 3.2 Variabel Penelitian... 27 3.3 Langkah-Langkah Analisis... 27 3.3 Diagram Alir Penelitian... 29 BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Data... 30 4.2 Hasil Penyesuaian Kurva Model Nelson Siegel Svensson... 30 BAB V KESIMPULAN... 41 DAFTAR PUSTAKA... 42 viii

DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1. Jumlah Data SUN FR... 29 Tabel 2. Hasil Estimasi Parameter Model Nelson Siegel Svensson (27 Oktober 2014)... 30 Tabel 3. Hasil Estimasi Parameter Model Nelson Siegel Svensson (28 Oktober 2014)... 31 Tabel 4. Hasil Estimasi Parameter Model Nelson Siegel Svensson (29 Oktober 2014)... 33 Tabel 5. Hasil Estimasi Parameter Model Nelson Siegel Svensson (30 Oktober 2014)... 35 Tabel 6. Hasil Estimasi Parameter Model Nelson Siegel Svensson (31 Oktober 2014)... 37 Tabel 7. Hasil Estimasi Parameter Model Nelson Siegel Svensson Untuk 5 Hari... 38 ix

DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1. Bentuk Positive Yield Curve... 16 Gambar 2. Bentuk Flat Yield Curve... 17 Gambar 3. Bentuk Inverted/Negative Yield Curve... 18 Gambar 4. Bentuk Humped Yield Curve... 19 Gambar 5. Perbandingan Kurve Yield SBN (Surat Berharga Negara) dengan Model Nelson Siegel dan Model Nelson Siegel Svensson 31 Januari 2007... 21 Gambar 6. Alur Penelitian... 28 Gambar 7. Kurva Yield estimasi tanggal 27 Oktober 2014... 30 Gambar 8. Kurva Yield estimasi tanggal 28 Oktober 2014... 32 Gambar 9. Kurva Yield estimasi tanggal 29 Oktober 2014... 34 Gambar 10. Kurva Yield estimasi tanggal 30 Oktober 2014... 36 Gambar 11. Kurva Yield estimasi tanggal 31 Oktober 2014... 37 Gambar 12. Kurva Yield estimasi untuk 5 Hari... 39 x

DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1 Lampiran Data 27 Oktober 2014... 43 Lampiran 2 Lampiran Data 28 Oktober 2014... 44 Lampiran 3 Lampiran Data 29 Oktober 2014... 45 Lampiran 4 Lampiran Data 30 Oktober 2014... 46 Lampiran 5 Lampiran Data 31 Oktober 2014... 47 Lampiran 6 Lampiran Hasil Olahan Tanggal 27 Oktober 2014... 48 Lampiran 7 Lampiran Hasil Olahan Tanggal 28 Oktober 2014... 49 Lampiran 8 Lampiran Hasil Olahan Tanggal 29 Oktober 2014... 50 Lampiran 9 Lampiran Hasil Olahan Tanggal 30 Oktober 2014... 51 Lampiran 10 Lampiran Hasil Olahan Tanggal 31 Oktober 2014... 52 Lampiran 11 Lampiran Syntax Program R Untuk Pengelolaan Data Masing-Masing Tanggal... 53 xi

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan Ada beberapa cara perusahaan untuk mengembangkan usahanya dan hal ini ditunjang oleh faktor dana. Dalam mendapatkan dana atau modal, sebuah perusahaan mengharapkan dari pasar modal. Dari pasar modal itulah perusahaan diharapkan mendapatkan dana segar atau modal dari investor dalam mengembangkan usahanya. Pasar modal mempunyai banyak jenis surat berharga ( securities) yang dijual, salah satu yang diperdagangkan adalah surat utang atau biasa disebut dengan obligasi. Bagi kalangan masyarakat yang memiliki dana berlebih dan berminat untuk melakukan investasi, pasar modal dalam hal ini obligasi di Indonesia menambah deretan alternatif untuk melakukan investasi. Obligasi pemerintah atau Surat Utang Negara (SUN) merupakan salah satu pilihan instrumen yang dapat memberikan tingkat pengembalian yang cukup baik dengan tingkat risiko yang rendah, sehingga cukup diminati oleh para investor dalam dan luar negeri (Hartana, 2010). Menurut Direktorat Jenderal Pengelola Utang (http://www.djpu.kemenkeu.go.id/, 2014), Surat Utang Negara (SUN) adalah surat berharga yang berupa surat pengakuan utang dalam mata uang Rupiah maupun valuta asing yang dijamin pembayaran bunga dan pokoknya oleh Negara Republik Indonesia, sesuai dengan masa berlakunya. Dalam melakukan investasi obligasi, akan diperoleh keuntungan berupa kupon, kupon yang diperoleh sebagai akibat naik turunnya harga yang terjadi dan 1

2 keuntungan/kerugian yang diperoleh dari pergerakan harga obligasi. Total return yang diperoleh tersebut dikenal juga dengan sebutan yield yang berarti perolehan imbal hasil (return) dari investasi obligasi dalam jangka waktu setahun. Meskipun dikatakan bebas resiko, tidak berarti bahwa SUN merupakan aset yang bebas risiko, dimana masih terdapat risiko karena perubahan-perubahan yang bersumber dari luar ataupun dalam negeri seperti perubahan di bidang politik, ekonomi, moneter, undang-undang atau peraturan. Dalam mengatasi perubahan harga dari suatu surat berharga, diperlukan acuan yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan dalam berinvestasi surat berharga tersebut, salah satu faktor penting yang harus diperhatikan oleh investor sebelum berinvestasi obligasi adalah imbal hasil (yield) yang diperoleh dari investasinya. Salah satu metode yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara imbal hasil (yield) yang diperoleh dengan waktu jatuh tempo untuk suatu obligasi pada waktu tertentu adalah melalui kurva yield (yield curve). Salah satu pemodelan kurva imbal hasil adalah model Nelson and Siegel (1987) dalam Stander (2005). Model ini sudah sangat populer dikalangan praktisi, peneliti dan akademisi yang bekerja pada bidang keuangan dan ekonomi dalam studi mengenai berbagai model untuk kurva imbal hasil. Sebelum mengambil keputusan dalam penjualan dan pembelian obligasi, investor perlu menganalisis pergerakan harga obligasi tersebut agar mendapatkan keuntungan yang maksimal dan sesuai dengan waktu yang direncanakan. Kurangnya analisis sebelum melakukan transaksi dapat menyebabkan kerugian bagi investor. Akibat pasar surat berharga yang kurang familiar, informasi yang diberikan dari kurva yield dapat menjadi tidak tepat, karena kurva yield

3 terbentuk hanya berdasarkan harga pasar, tanpa adanya transaksi riil berdasarkan jangka waktu tertentu untuk dasar pembentukan kurva yield yang dipublikasi. Kurva yield dapat menginterpretasikan yield dan waktu jatuh tempo suatu obligasi sebagai dasar pengambilan keputusan pada investasi obligasi, sehingga diperlukan keakuratan dari metode penyesuaian kurva yang digunakan. Menurut Nelson dan Siegel (1987) dalam Bolder (1999), s ecara umum terdapat dua macam teknik curve fitting, yaitu metode parametrik dimana metode ini mencari keterkaitan dengan menggunakan estimasi parameter tertentu. Metode kedua yang umum digunakan adalah metode spline (McCulloch, 1971) dalam Stander ( 2005), dimana metode ini lebih menitikberatkan estimasi penyesuaian kurva yield dengan menggunakan sejumlah fungsi spline pada beberapa titik disepanjang nilai waktu jatuh tempo (time to maturity) dan nilai yield riil obligasi yang diperoleh dari pasar. Salah satu teknik curve fitting (penyesuaian kurva), yaitu metode Nelson Siegel Svensson (NSS), dimana metode ini mencari keterkaitan dengan menggunakan estimasi parameter tertentu. Metode Nelson Siegel Svensson ini menggunakan beberapa parameter yang telah memperhitungkan long term (jangka panjang), short term (jangka pendek) dan medium term interest rates (suku bunga jangka menengah) dan menggunakan decay factor (faktor peluruhan), yang memungkinkan model ini lebih fleksibel dalam melakukan penyesuaian pada kurva yield. Metode ini juga dapat memperkirakan hubungan antara nilai yield riil dengan nilai yield yang diperoleh berdasarkan nilai error yang diperoleh secara manual sehingga dapat digunakan untuk menentukan

4 nilai kurva yield secara nyata/virtual. Beberapa Bank central di dunia telah menggunakan pendekatan Nelson Siegel Svensson untuk mengkonstruksikan kurva yield negaranya masing-masing antara lain Bank Sentral Belgia, Finlandia, Prancis, Jerman, Italia dan Spanyol (Hartana, 2010). 1.2 Perumusan Permasalahan Diantara model penyesuaian kurva yield (curve fitting) yang ada, ditemukan adanya permasalahan kajian penelitian adalah bagaimana membentuk permodelan kurva yield dengan menggunakan model Nelson Siegel Svensson, serta bagaimana perbandingannya dengan kurva yield riil. 1.3 Batasan Masalah a) Surat berharga yang akan dibahas dalam tugas akhir ini dibatasi pada surat berharga pemerintah, dalam hal ini Surat Utang Negara (SUN) yang memiliki tingkat bunga kupon tetap FR (fixed rate). b) Penelitian dilakukan pada periode 27 Oktober 2014 sampai 31 Oktober 2014. Data yang digunakan adalah data harian harga akhir hari pasar SUN untuk seluruh seri FR baik yang jatuh tempo maupun yang baru diterbitkan pada kurun waktu tersebut. c) Model curve fitting yang akan digunakan dalam penelitian ini terbatas pada model Nelson-Siegel Svensson (NSS)

5 1.4 Tujuan Penelitian Tujuan utama penulisan skripsi ini adalah untuk memberikan kinerja permodelan kurva yield riil dengan kurva yield pendekatan Nelson Siegel Svensson.