BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
|
|
|
- Leony Agusalim
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Investasi merupakan cara seseorang untuk menyimpan uang dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan yang diharapkan dan mengembangkan dana yang dimiliki. Proses keputusan melakukan investasi atau tidak merupakan keputusan yang berkesinambungan (on going process), beberapa tahap yang perlu diperhatikan antara lain penentuan kebijakan investasi, pemilihan strategi portofolio dan asset, dan pengukuran evaluasi kinerja portofolio. Salah satu bentuk dari investasi adalah dengan membeli produk sekuritas seperti saham ataupun obligasi. Obligasi adalah suatu istilah dalam dunia keuangan yang merupakan suatu pernyataan hutang dari penerbit obligasi kepada pemegang obligasi beserta janji untuk membayar kembali pokok hutang beserta kupon bunganya pada saat jatuh tempo pembayaran. Beberapa hal yang dicantumkan dalam obligasi tersebut seperti identitas pemegang obligasi dan batasan-batasan atas tindak hukum yang dilakukan oleh penerbit. Dengan diterbitkannya obligasi maka dimungkinkan bagi para penerbit obligasi untuk memperoleh investasi jangka panjang dengan sumber dana dari luar perusahaan penerbit obligasi. Sekuritas obligasi dan saham memiliki beberapa perbedaan yaitu pemilik saham adalah merupakan bagian dari pemilik perusahaan penerbit saham, sedangkan pemegang obligasi adalah hanya pemberi pinjaman atau kreditur kepada penerbit obligasi. Obligasi memiliki suatu jangka waktu yang ditetapkan dimana apabila setelah jangka waktu yang ditetapkan sudah habis maka obligasi dapat diuangkan sedangkan saham dapat dimiliki selamanya, namun ada obligasi yang tidak memiliki jangka waktu jatuh tempo yang biasa disebut glits. 1 Hal yang menarik dari investasi obligasi adalah memberikan pendapatan 1 glits adalah obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah Inggris yang tidak memiliki jangka waktu jatuh tempo 1
2 2 tetap (fixed income) berupa kupon, dan ini merupakan ciri utama dari obligasi dimana pemegang obligasi akan mendapatkan suatu pendapatan bunga secara rutin sampai jangka waktu berlakunya obligasi. Selain itu keuntungan yang diperoleh adalah bunga yang ditawarkan pada obligasi umunya lebih tinggi dibanding bunga yang diberikan deposito atau SBI dan keuntungan lainnya adalah keuntungan atas penjualan obligasi. Dalam melakukan investasi obligasi, pendapatan berupa bunga (kupon) dan imbal hasil (yield) yang tetap hanya akan diperoleh apabila obligasi tersebut dipegang sampai waktu jatuh tempo. Namun jika obligasi tersebut dijual sebelum waktu jatuh tempo, maka harga dari obligasi pada saat dijual sangat ditentukan dari yield nya. Oleh karena itu, salah satu faktor penting yang harus diperhatikan investor sebelum berinvestasi obligasi adalah imbal hasil (yield) yang diperoleh dari investasinya. Hubungan antara imbal hasil (yield) dengan waktu jatuh tempo tertentu adalah struktur jangka waktu tingkat bunga (term structure of interest rate) yang digambarkan melalui kurva yield (yield curve). Kurva yield dianggap cukup relevan untuk merepresentasikan yield berdasarkan periode jatuh temponya. Untuk mengetahui kurva yield pada masa yang akan datang dibutuhkan suatu metode peramalan. Peramalan kurva yield ini dapat memberikan informasi yang cukup penting mengenai kebijakan moneter, karena kebijakan moneter merupakan basis dan strategi dalam investasi, selain itu juga peramalan kurva yield dapat menjadi sumber informasi bagi para broker-dealer dalam melakukan transaksi jual beli obligasi. Dengan memiliki model kurva yield sendiri maka diharapkan para pelaku pasar obligasi dapat lebih objektif dalam menilai harga referensi selain itu menggunakan kurva yield menambah kemampuan para pelaku pasar obligasi dalam bertindak karena semua keputusan yang diambil berbasis pada suatu metode ilmiah. Pemodelan 2 yield sendiri memiliki sejarah yang cukup panjang, dimulai dari model sederhana yaitu model fokus pada model matematika dari term stucture. Penelitian awal dilakukan oleh Vasicek (1977) dan Cox, Ingersoll, dan Ross (1985). 2 Pemodelan adalah proses pembentukan model dari suatu masalah di dunia nyata kemudian dibawa kebentuk matematis, yaitu dengan cara membentuk model matematikanya
3 3 Model berikutnya fokus kepada kecocokan pemodelan kepada term structure pada waktu tertentu. Model term structure pada kelas ini adalah Hull dan White (1990) dan Heath, Jarrow, dan Morton (1992). Pada model berikutnya adalah dimensi cross-section atas yield namun bukan menggunakan dimensi time series. Model time series bertujuan untuk menggambarkan dinamik properti yang lebih baik untuk meramal term structure Koopman, Mallee, Wel (2007). Pada tahun 1987 diperkenalkan model Nelson Siegel (Nelson dan Siegel,1987) yang kemudian pada tahun 1994 Svensson melanjutkan metode dari Nelson-Siegel dengan menambahkan parameter β 3 dan τ 2 untuk menambah fleksibilitas kurva. Suatu pendekatan alternatif dikemukakan oleh Diebold dan Li (Diebold dan Li, 2005), yaitu meramalkan kurva yield dimana Diebold dan Li melakukan peramalan obligasi pemerintah Amerika. Beberapa penelitian tentang kurva yield di Indonesia telah dilakukan oleh Rosadi,D., Nugraha,Y.A., Kusumadewi,R (2011) dalam penelitiannya membahas tentang peramalan kurva yield pada obligasi Indonesia. Metode peramalan yang digunakan adalah metode Neural Networks dan Vector Autoregressive (VAR). Penelitian ini memiliki kesimpulan bahwa metode Neural Networks dan Vector Autoregressive (VAR) dapat memprediksi pergerakan yield. Metode dalam pemodelan kurva yield secara garis besar dibedakan menjadi dua, yaitu metode parametrik dan metode non parametrik. Prinsip dalam metode parametrik adalah adanya model fungsional yang membutuhkan estimasi parameter, yang terkenal dalam metode parametrik ini adalah pemodelan menggunakan metode Nelson Siegel-Svensson. Pendekatan Nelson Siegel-Svensson merupakan sebuah parsimony model yang cukup fleksibel untuk memodelkan kurva yield dan mempunyai kemampuan untuk menggambarkan semua bagian umum yang membentuk kurva yield tersebut (Nelson dan Siegel, 1987). Disamping merepresentasikan adanya long-term (β 0 ), short-term (β 1 ), maupun medium-term (β 2 ), parameter yang dimiliki Nelson-Siegel dapat mencakup hampir semua data di dalamnya. Beberapa bank central yang menggunakan pendekatan Nelson Siegel untuk mengkonstruksikan kurva yield adalah Bank Central Belgia, Finlandia, Prancis, Jerman, Italia dan Spanyol. Pada tahun 2006 Diebold dan Li mengembangkan model Nelson Siegel
4 4 menjadi model Nelson Siegel Dinamik 3 dan pada tahun 2007 De Pooter (De pooter,2007) mengembangkan model Nelson Siegel Svensson menjadi model Nelson Siegel Svensson Dinamik. Model Nelson Siegel Svensson Dinamik ini menggunakan sekelompok komponen eksponensial dimana kontribusinya dianalisis seperti halnya suatu fungsi waktu. Pada penelitian ini, berdasarkan parameter yang dihasilkan pada saat melakukan estimasi parameter peneliti ingin mengaplikasikan model Nelson Siegel Svensson Dinamik untuk memodelkan dan meramalkan kurva yield obligasi pemerintah Indonesia Perumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang di atas, penulis dapat merumuskan beberapa permasalahan yang menjadi kajian dalam penelitian ini, yaitu: 1. Bagaimana cara mengestimasi parameter linier dan non linier dari model Nelson Siegel Svensoon Dinamik menggunakan partial estimation? 2. Bagaimana menyusun peramalan parameter linier dan non linier melalui metode time series Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA), Autoregressive Conditional Heteroscedasticity (ARCH), Generalized Autoregressive Conditional Heteroscedasticity (GARCH) dan Vector Auto Regression (VAR)? 3. Bagaimana mengkonstruksi kurva yield menggunakan model Nelson Siegel Svensson? 1.3. Pembatasan Masalah Dalam penulisan ini, pembatasan masalah sangat diperlukan untuk menjamin keabsahan dalam kesimpulan yang diperoleh. Adapun beberapa batasan masalah sebagai berikut: 1. Estimasi parameter linier dan non linier berdasarkan data sekunder. 3 Dinamik adalah beregrak,berubah mengikuti waktu
5 5 2. Data yang digunakan untuk estimasi parameter linier dan non linier adalah data time to maturity dan data yield. 3. Estimasi parameter linier menggunakan metode Ordinary Least Square (OLS) dan parameter non linier menggunakan Nelder Mead. 4. Metode time series yang digunakan adalah metode ARIMA, ARCH-GARCH, dan VAR. 5. Peramalan parameter linier dan non linier berdasarkan data estimasi Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah: 1. Mempelajari dan menerapkan model Nelson Siegel Svensson Dinamik. 2. Membuat Kurva yield berdasarkan data transaksi obligasi pemerintah dengan model Nelson Siegel Svensson Dinamik. 3. Menentukan estimasi parameter dengan menggunakan metode Ordinary Least Square (OLS) dan Nelder Mead. 4. Menentukan peramalan nilai yield dengan menggunakan metode time series Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian ini adalah: 1. Secara umum, penelitian diharapkan dapat menambah wawasan mengenai bidang matematika keuangan. 2. Secara khusus, memberikan gambaran penentuan kurva yield menggunakan metode Nelson Siegel Svensson Dinamik dan meramalkannya dengan memanfaatkan metode time series.
6 Tinjauan Pustaka Metode parametrik Nelson Siegel dikembangkan oleh Charles Nelson dan Andrew Siegel di Universitas Washington pada tahun Model Nelson Siegel merupakan model curve fitting yang menggunakan metode parametrik. Dalam melakukan pemodelan kurva yield dari model Nelson Siegel Svensson (NSS) mendekati kurva yield riil (Diebod and Li, 2005). Model ini menggunakan metode parametrik karena dalam melakukan fitting, akan ditentukan parameter-parameter tertentu yang dianggap dapat merepresentasian keseluruhan kurva yield yang terbentuk. Model Nelson Siegel-Svensson sendiri merupakan perbaikan dari model awal yang dikemukakan Nelson Siegel, namun karena terdapat kelemahan hasil yang diperoleh, dimana model ini kurang dapat melakukan fitting untuk highly non linear yield curve dan long end of the term structure. Terkait dengan hal tersebut, Svensson melakukan sedikit modifikasi terhadap persamaan Nelson Siegel, dan berhasil meningkatkan fleksibilitas dan ketepatan kurva dengan menambahkan beberapa variabel pada rumus awal Nelson Siegel (Svensson, 1994). Penambahan variabel tersebut adalah variabel β 3 dan τ 2. Model NSS mempunyai 6 parameter dimana 4 parameter linier dan 2 parameter non linier yang harus diestimasi yaitu β 0, β 1, β 2, β 3, τ 1 dan τ 2. Parameter linier akan diestimasi menggunakan metode Ordinary Least Square (OLS) dan parameter non linier nya akan diestimasi menggunakan metode SNelder Mead. Menurut Diebod dan Li (2006), model Nelson Siegel-Svensson dapat di interpretasikan dalam model Dynamic fashion as latent factor, dimana β 0, β 1, β 2, β 3, τ 1 dan τ 2 adalah parameter yang berubah terhadap waktu. Maka persamaan Nelson Siegel-Svensson dapat dibuat dalam bentuk dinamik Metodologi Penelitian Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah bimbingan dan diskusi dengan dosen pembimbing, studi literatur, dan pengolahan data. Sumber literatur diperoleh dari buku, artikel, dan jurnal yang terkait dengan tema penelitian. Pada
7 7 proses pengolahan data, data yang digunakan adalah data yield, time to maturity (TTM) yang diperoleh dari Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA). Langkah langkah dalam penelitian ini adalah memilih data obligasi kode Fixed Rate (FR), mengurutkan nilai yield dari yang terkecil hingga terbesar, menginput data obligasi pemerintah yaitu data yield dan time to maturity pada MATLAB R2009a, mengestimasi parameter β 0, β 1, β 2, dan β 3, selanjutnya mengestimasi parameter τ 1 dan τ 2. Estimasi parameter β dicari dengan menggunakan metode least square dengan meminimumkan nilai error. Sedangkan estimasi parameter τ menggunakan metode Nelder Mead, melakukan estimasi parameter untuk periode waktu berikutnya, sehingga nantinya akan diperoleh cukup banyak nilai parameter. Nilai dari parameterparameter tersebut nantinya akan digunakan untuk meramalkan periode yang akan datang. Peramalan ini menggunkan metode time series. Setelah melakukan peramalan maka akan dilakukan pembentukan kurva yield menggunakan model Nelson Siegel Dinamik, dengan menggunakan data yang diperoleh dari Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA). Software yang akan digunakan untuk melakukan perhitungan adalah MATLAB R2009a dan Eviews Sistematika Penulisan Untuk memperoleh deskripsi secara menyeluruh tentang tesis ini, berikut diberikan sistematika penulisannya: BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi latar belakang masalah, tujuan dan manfaat penelitian, tinjauan pustaka, metode penelitian, dan sistematika penulisan yang akan dilakukan dalam penyusunan tesis. BAB II LANDASAN TEORI Bab ini menguraikan dasar-dasar teori yang berkaitan dengan penelitian yang meliputi teori obligasi, yield, struktur jangka waktu tingkat bunga,regresi non linier, metode kuadrat terkecil Ordinary least Square, Model Nelson Siegel Svensson Dinamik, metode pemodelan dan peramalan. Hal ini perlu dibahas dalam lan-
8 8 dasan teori karena akan digunakan dalam pendefinisian dan pembentukan kurva yield Model Nelson Siegel Svensson Dinamik. BAB III PEMBAHASAN Bab ini berisi model Nelson Siegel Svensson Dinamik. BAB IV STUDI KASUS Bab ini berisi contoh penerapan model Nelson Siegel Svensson Dinamik. BAB V PENUTUP Bab ini berisi kesimpulan dari hasil penelitian ini dan saran untuk pengembangan penelitian selanjutnya.
PENGKONSTRUKSIAN KURVA YIELD DENGAN METODE NELSON SIEGEL SVENSSON (Studi Kasus Data Obligasi Pemerintah)
1 PENGKONSTRUKSIAN KURVA YIELD DENGAN METODE NELSON SIEGEL SVENSSON (Studi Kasus Data Obligasi Pemerintah) SKRIPSI Oleh : WINDA SETYAWATI NIM : J2E 007 035 PROGRAM STUDI STATISTIKA JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS
KONSTRUKSI KURVA YIELD DENGAN METODE NELSON-SIEGEL (Studi Kasus Obligasi Pemerintah dengan Kode FR)
KONSTRUKSI KURVA YIELD DENGAN METODE NELSON-SIEGEL (Studi Kasus Obligasi Pemerintah dengan Kode FR) SKRIPSI Oleh : DESI WAHYUNINGTIAS NIM : J2E 005 223 PROGRAM STUDI STATISTIKA JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS
PEMBENTUKAN KURVA IMBAL HASIL (YIELD)
PEMBENTUKAN KURVA IMBAL HASIL (YIELD) DENGAN MODEL NELSON SIEGEL-SVENSSON (NSS) (Studi Kasus: Data Obligasi Pemerintah periode 27 Oktober 2014 sampai 31 Oktober 2014 ) Oleh: EUGENIA SEPTRI HUTAHAYAN 24010210141035
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam dunia perekonomian dibutuhkan investasi guna menghadapi masa depan yang semakin berkembang. Investasi pada hakikatnya merupakan kegiatan penanaman modal pada
ESTIMASI KURVA YIELD OBLIGASI PEMERINTAH KODE FR (FIXED RATE) MENGGUNAKAN CUBIC B-SPLINE
ESTIMASI KURVA YIELD OBLIGASI PEMERINTAH KODE FR (FIXED RATE) MENGGUNAKAN CUBIC B-SPLINE SKRIPSI Oleh : DINA KUSUMA WARDANI NIM : J2E 007 006 PROGRAM STUDI STATISTIKA JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kurva imbal hasil merupakan kurva yang melukiskan hubungan antara imbal hasil dan jangka waktu jatuh tempo. Dalam menentukan kurva imbal hasil dapat digunakan berbagai
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan pasar modal, obligasi sebagai instrumen investasi yang berpendapatan tetap (fixed income securities) diperkirakan akan terus tumbuh dari
BAB I PENDAHULUAN. membeli produk-produk keuangan berupa surat berharga (efek). Salah satu contoh
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan saat ini, dengan tujuan memperoleh keuntungan di masa datang (Tandelilin, 2001).
BAB I PENDAHULUAN. bahwa sering terjadi ketidak-akuratan hasil peramalan, tetapi mengapa peramalan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Peramalan adalah salah satu input penting bagi para manajer dalam proses pengambilan keputusan investasi. Dalam proses peramalan dapat disadari bahwa sering terjadi
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Saham adalah surat berharga yang menjadi bukti seseorang berinvestasi pada suatu perusahaan. Harga saham selalu mengalami perubahan harga atau biasa disebut
KONSTRUKSI KURVA YIELD OBLIGASI PEMERINTAH KODE FR (FIXED RATE) MENGGUNAKAN EXTENDED NELSON SIEGEL
KONSTRUKSI KURVA YIELD OBLIGASI PEMERINTAH KODE FR (FIXED RATE) MENGGUNAKAN EXTENDED NELSON SIEGEL SKRIPSI Oleh : RIZKI YANUAR HARLIYADI NIM : J2E 007 031 PROGRAM STUDI STATISTIKA JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS
BAB I PENDAHULUAN. tukar uang tersebut dinamakan kurs atau exchange rate. uang tersebut merupakan salah satu aset finansial yang dapat mendorong
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Uang memegang peranan penting dalam perekonomian setiap negara. Aktifitas ekonomi yang dapat dilakukan suatu negara dengan menggunakan uang adalah perdagangan, baik
PERAMALAN NILAI TUKAR DOLAR SINGAPURA (SGD) TERHADAP DOLAR AMERIKA (USD) DENGAN MODEL ARIMA DAN GARCH
Jurnal Matematika UNAND Vol. VI No. 1 Hal. 110 117 ISSN : 2303 2910 c Jurusan Matematika FMIPA UNAND PERAMALAN NILAI TUKAR DOLAR SINGAPURA (SGD) TERHADAP DOLAR AMERIKA (USD) DENGAN MODEL ARIMA DAN GARCH
BAB I PENDAHULUAN. Obligasi adalah sebuah instrumen pasar modal yang berbetuk hutang (debt
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Obligasi adalah sebuah instrumen pasar modal yang berbetuk hutang (debt instrument). Obligasi dikeluarkan oleh pihak yang membutuhkan dana untuk mendapatkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Investasi berkaitan dengan penempatan dana ke dalam bentuk aset yang lain selama periode tertentu dengan harapan tertentu. Aset yang menjadi objek investasi seseorang
BAB I PENDAHULUAN. Stabilitas ekonomi sebagai bagian dari stabilitas nasional merupakan salah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Stabilitas ekonomi sebagai bagian dari stabilitas nasional merupakan salah satu syarat penting bagi keberhasilan pembangunan nasional. Stabilitas tersebut sangat
BAB III METODE PENELITIAN
33 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Penelitian ini dilakukan berdasarkan data series bulan yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS), diantaranya adalah
BAB I PENDAHULUAN. Sejarah liberalisasi sektor keuangan di Indonesia bisa dilacak ke belakang,
BAB I PENDAHULUAN I.I Latar Belakang Sejarah liberalisasi sektor keuangan di Indonesia bisa dilacak ke belakang, setidaknya sejak tahun 1983 saat pemerintah mengeluarkan deregulasi perbankan (Pakjun 1983).
BAB I PENDAHULUAN. untuk menjual, menahan, atau membeli saham dengan menggunakan indeks
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Pasar modal merupakan pasar abstrak, dimana yang diperjualbelikan adalah dana jangka panjang, yaitu dana yang keterikatannya dalam investasi lebih dari satu
Estimasi Yield Curve di Indonesia
Estimasi Yield Curve di Indonesia Ronny Tanudjaja and Adler Haymans Manurung Abstract: This paper has objective to estimate yield curve in Indonesia. Some method was used to estimate yield curve. This
PERAMALAN LAJU INFLASI, SUKU BUNGA INDONESIA DAN INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN MENGGUNAKAN METODE VECTOR AUTOREGRESSIVE (VAR)
PERAMALAN LAJU INFLASI, SUKU BUNGA INDONESIA DAN INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN MENGGUNAKAN METODE VECTOR AUTOREGRESSIVE (VAR) SKRIPSI Oleh : PRISKA RIALITA HARDANI 24010211120020 DEPARTEMEN STATISTIKA FAKULTAS
PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Investasi merupakan penempatan dana pada saat ini dengan harapan memperoleh keuntungan di masa mendatang. Umumnya investasi dibedakan menjadi dua, yaitu investasi pada financial
BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan menerbitkan obligasi dengan tujuan untuk menghindari risiko yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Salah satu kebijakan perusahaan agar bisa mendapatkan dana tanpa harus berutang ke perbankan dan menerbitkan saham baru adalah menerbitkan obligasi. Perusahaan
Pada umumnya ilmu ekonomi mempelajari hubungan-hubungan antara. variabel ekonomi. Hubungan-hubungan yang fungsional tersebut mendefinisikan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada umumnya ilmu ekonomi mempelajari hubungan-hubungan antara variabel ekonomi. Hubungan-hubungan yang fungsional tersebut mendefinisikan ketergantungan variabel
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Selama bulan Januari hingga Agustus 2008, bursa saham dunia mengalami penurunan yang berdampak pada pelaku lantai bursa, dunia usaha, dan perekonomian di berbagai negara
METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun akademik 2014/2015
III. METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun akademik 2014/2015 bertempat di Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Data runtun waktu dari fenomena real seperti data finansial biasanya bersifat nonstasioner. Tipe data runtun waktu finansial biasanya dicirikan oleh pola-pola seperti
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Catastrophe risk atau resiko bencana alam merupakan kerugian yang ditimbulkan dari bencana alam seperti gempa bumi, angin badai atau angin topan dan banjir, dimana
I. PENDAHULUAN. Pertumbuhan investasi di suatu negara akan dipengaruhi oleh pertumbuhan
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pertumbuhan investasi di suatu negara akan dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Semakin baik tingkat perekonomian suatu negara, maka semakin baik pula
LULIK PRESDITA W APLIKASI MODEL ARCH- GARCH DALAM PERAMALAN TINGKAT INFLASI
LULIK PRESDITA W 1207 100 002 APLIKASI MODEL ARCH- GARCH DALAM PERAMALAN TINGKAT INFLASI 1 Pembimbing : Dra. Nuri Wahyuningsih, M.Kes BAB I PENDAHULUAN 2 LATAR BELAKANG 1. Stabilitas ekonomi dapat dilihat
IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian 4.2 Jenis dan Sumber Data
IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian tentang risiko harga sayuran di Indonesia mencakup komoditas kentang, kubis, dan tomat dilakukan di Pasar Induk Kramat Jati, yang
BAB IV METODE PENELITIAN
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Desain Penelitian Penelitian ini didasari oleh gejolak/volatilitas nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing (valuta asing).pada nilai transaksi jual beli valuta asing yang
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Peramalan merupakan studi terhadap data historis untuk menemukan hubungan, kecenderungan dan pola data yang sistematis (Makridakis, 1999). Peramalan menggunakan pendekatan
PERBANDINGAN INVESTASI PADA MATA UANG DOLAR AMERIKA (USD) DAN YEN JEPANG (JPY) DENGAN MODEL ARIMA DAN GARCH
Jurnal Matematika UNAND Vol. VI No. 1 Hal. 1 8 ISSN : 2303 2910 c Jurusan Matematika FMIPA UNAND PERBANDINGAN INVESTASI PADA MATA UANG DOLAR AMERIKA (USD) DAN YEN JEPANG (JPY) DENGAN MODEL ARIMA DAN GARCH
UNIVERSITAS INDONESIA
UNIVERSITAS INDONESIA PEMBENTUKAN KURVA YIELD OBLIGASI PEMERINTAH BERBUNGA KUPON TETAP DENGAN MENGGUNAKAN PERMODELAN NELSON SIEGEL SVENSSONS DAN CUBIC SPLINE TESIS PANDE KETUT RAKA SUSENA HARTANA 0806433432
BAB I PENDAHULUAN. atau memprediksi nilai suatu perolehan data di masa yang akan datang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Time Series atau deret waktu merupakan barisan suatu nilai pengamatan yang diukur dalam rentang waktu tertentu dalam interval waktu yang sama. Analisis data deret waktu
3 Kesimpulan. 4 Daftar Pustaka
Litterman-2. Keuntungan aktual maksimal kedua kinerja Black Litterman ternyata terjadi pada waktu yang sama yaitu tanggal 19 Februari 2013. Secara umum dapat dinyatakan bahwa pembentukan portofolio dengan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Risiko adalah besarnya penyimpangan antara tingkat pengembalian yang diharapkan (expected return) dengan tingkat pengembalian aktual (actual return). Pengukuran
Analisis Statistik Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Pergerakan Harga Saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Menggunakan Regresi Time Series
Analisis Statistik Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Pergerakan Harga Saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Menggunakan Regresi Time Series Theresia Desy M ), Haryono ) ) Mahasiswa Jurusan Statistika FMIPA
PENERAPAN MODEL ARFIMA (AUTOREGRESSIVE FRACTIONALLY INTEGRATED MOVING AVERAGE) DALAM PERAMALAN SUKU BUNGA SERTIFIKAT BANK INDONESIA (SBI)
PENERAPAN MODEL ARFIMA (AUTOREGRESSIVE FRACTIONALLY INTEGRATED MOVING AVERAGE) DALAM PERAMALAN SUKU BUNGA SERTIFIKAT BANK INDONESIA (SBI) Liana Kusuma Ningrum dan Winita Sulandari, M.Si. Jurusan Matematika,
PENDAHULUAN. pasar efisien bentuk lemah (Copeland, 2005). Dengan asumsi bahwa harga
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Fenomena efek day of the week adalah salah satu dari jenis anomali kalender yang merupakan bukti bertentangan dengan hipotesis pasar yang efisien. Hasil temuan yang
BAB I PENDAHULUAN. diperoleh melalui pasar uang dan pasar modal. Pasar modal memiliki peran besar bagi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perusahaan dalam menjalankan kegiatannya membutuhkan dana atau modal yang bisa diperoleh melalui pasar uang dan pasar modal. Pasar modal memiliki peran besar bagi perekonomian
ANALISIS INVERSTASI DAN PORTOFOLIO
ANALISIS INVERSTASI DAN PORTOFOLIO Obligasi perusahaan merupakan sekuritas yang diterbitkan oleh suatu perusahaan yang menjanjikan kepada pemegangnya pembayaran sejumlah uang tetap pada suatu tanggal jatuh
BAB I PENDAHULUAN. yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa datang. Investasi
BAB I PENDAHULUAN. finansial (financial assets) dan investasi pada aset-aset riil (real assets). Investasi pada
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Investasi pada hakikatnya merupakan komitmen terhadap sejumlah sumber daya pada saat ini dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan di masa depan (Abdul halim,
BAB I PENDAHULUAN. penting dalam proses pengambilan keputusan di suatu instansi. Untuk melakukan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada zaman sekarang, peramalan merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam proses pengambilan keputusan di suatu instansi. Untuk melakukan peramalan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Permasalahan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan Saat ini dunia asuransi berkembang sangat pesat sama halnya dengan lembaga-lembaga keuangan lainnya seperti perbankan dan pasar modal. Hal ini karena
PERBANDINGAN RESIKO INVESTASI BANK CENTRAL ASIA DAN BANK MANDIRI MENGGUNAKAN MODEL GENERALIZED AUTOREGRESSIVE CONDITIONAL HETEROSCEDASTICITY (GARCH)
Jurnal Matematika UNAND Vol. 5 No. 4 Hal. 80 88 ISSN : 2303 2910 c Jurusan Matematika FMIPA UNAND PERBANDINGAN RESIKO INVESTASI BANK CENTRAL ASIA DAN BANK MANDIRI MENGGUNAKAN MODEL GENERALIZED AUTOREGRESSIVE
BAB I PENDAHULUAN. satu sumber tetap yang terjadi berdasarkan waktu t secara berurutan dan dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Data time series merupakan serangkaian data pengamatan yang berasal dari satu sumber tetap yang terjadi berdasarkan waktu t secara berurutan dan dengan interval
MODUL 15 PENILAIAN OBLIGASI
MODUL 15 PENILAIAN OBLIGASI 1. BEBERAPA ISTILAH PENTING DALAM VALUASI OBLIGASI Pengetahuan mengenai efek bersifat hutang seperti obligasi beserta metode valuasinya tidak dapat dipisahkan dari beberapa
SUATU MODEL HARGA OBLIGASI. Lienda Noviyanti* *Staf pengajar jurusan Statistika FMIPA - Universitas Padjadjaran, Bandung.
SUATU MODEL HARGA OBLIGASI S-31 Lienda Noviyanti* *Staf pengajar jurusan Statistika FMIPA - Universitas Padjadjaran, Bandung. Uang merupakan sebuah komoditas, sedangkan tingkat bunga adalah biaya dari
BAB I PENDAHULUAN. Salah satu formula dalam teori bunga telah diusulkan pada abad
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Permasalahan Salah satu formula dalam teori bunga telah diusulkan pada abad kesembilan belas oleh seorang aktuaris dan ahli matematika Inggris bernama William Makeham.
BAB I PENDAHULUAN. seseorang atau badan terhadap suatu perusahaan. Jika seseorang memiliki saham
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saham adalah surat berharga yang merupakan tanda kepemilikan seseorang atau badan terhadap suatu perusahaan. Jika seseorang memiliki saham perusahaan maka dia memiliki
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Peramalan pada dasarnya merupakan proses menyusun informasi tentang kejadian masa lampau yang berurutan untuk menduga kejadian di masa depan (Frechtling, 2001:
OVERVIEW investasi obligasi. 1/51
http://www.deden08m.wordpress.com OVERVIEW Konsep pengertian obligasi. Karakteristik dan jenis obligasi. Hasil-hasil (yields) yang diperoleh dari investasi obligasi. 1/51 OBLIGASI PERUSAHAAN Obligasi perusahaan
MODEL DINAMIS PREDIKSI HARGA SAHAM PERUSAHAAN DI BURSA EFEK INDONESIA (STUDI KASUS SEKTOR PERTANIAN, SEKTOR PERTAMBANGAN, DAN SEKTOR INDUSTRI DASAR)
MODEL DINAMIS PREDIKSI HARGA SAHAM PERUSAHAAN DI BURSA EFEK INDONESIA (STUDI KASUS SEKTOR PERTANIAN, SEKTOR PERTAMBANGAN, DAN SEKTOR INDUSTRI DASAR) Irna Diniasari/13210623/Manajemen Pembimbing: Dr. Mohammad
2016 PENGUKURAN RISIKO KREDIT OBLIGASI PENDEKATAN FIRST PASSAGE TIME DAN OPTIMISASI PORTOFOLIO DENGAN MEAN VARIANCE EFFICIENT PORTFOLIO
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pasar modal memegang peranan penting dalam perekonomian suatu negara karena memiliki dua fungsi, yaitu fungsi ekonomi dan fungsi keuangan. Dalam menjalankan fungsi
BAB I PENDAHULUAN. bahwa resiko berinvestasi dalam obligasi relatif kecil. Apabila investor
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Saham merupakan sekuritas yang lebih beresiko apabila dibandingkan dengan sekuritas lain misalnya obligasi. Apabila investor berinvestasi pada obligasi maka
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sering terdapat tenggang waktu (time lag) antara kesadaran akan peristiwa atau kebutuhan mendatang dengan peristiwa itu sendiri. Adanya waktu tenggang ini merupakan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Investasi pada hakikatnya merupakan penempatan sejumlah dana pada saat ini dengan harapan untuk memperoleh keuntungan di masa mendatang. Secara garis besar,
MENGGUNAKAN METODE GARCH ASIMETRIS
PEMODELAN RETURN PORTOFOLIO SAHAM MENGGUNAKAN METODE GARCH ASIMETRIS SKRIPSI Disusun Oleh : MUHAMMAD ARIFIN 24010212140058 DEPARTEMEN STATISTIKA FAKULTAS SAINS DAN MATEMATIKA UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Obyek dari penelitian yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah besarnya
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Obyek Penelitian Obyek dari penelitian yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah besarnya yield to maturity (YTM) dari obligasi negara seri fixed rate tenor 10 tahun
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kelangsungan sebuah usaha sangat diperlukan oleh setiap organisasi baik yang berorientasi pada profit ataupun yang nonprofit. Dalam organisasi yang berorientasi pada
PENENTUAN RESIKO INVESTASI DENGAN MODEL GARCH PADA INDEKS HARGA SAHAM PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR TBK.
Jurnal Matematika UNAND Vol. VI No. 1 Hal. 25 32 ISSN : 2303 2910 c Jurusan Matematika FMIPA UNAND PENENTUAN RESIKO INVESTASI DENGAN MODEL GARCH PADA INDEKS HARGA SAHAM PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR TBK.
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan dunia investasi di Indonesia saat ini berkembang dengan
8 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia investasi di Indonesia saat ini berkembang dengan cukup baik. Minat masyarakat dalam melakukan investasi di berbagai sektor mulai terlihat.
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Statistika merupakan salah satu alat pengambilan keputusan. Keputusan yang diambil yaitu untuk menjawab karakteristik populasi menggunakan sampel, menjawab
BAB I PENDAHULUAN. melakukan penelitian ada tiga jenis, yaitu data deret waktu (time series), data silang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam analisis perekonomian, ketersediaan data yang sesuai sangat mempengaruhi hasil analisis yang diperlukan. Data yang biasa digunakan dalam melakukan penelitian
BAB III NONLINEAR GENERALIZED AUTOREGRESSIVE CONDITIONAL HETEROSKEDASTICITY (N-GARCH)
BAB III NONLINEAR GENERALIZED AUTOREGRESSIVE CONDITIONAL HETEROSKEDASTICITY (N-GARCH) 3.1 Proses Nonlinear Autoregressive Conditional Heteroskedasticity (N-ARCH) Model Nonlinear Autoregressive Conditional
BAB I PENDAHULUAN. Perilaku dari harga suatu aset finansial dapat dilihat dari dua parameter,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Perilaku dari harga suatu aset finansial dapat dilihat dari dua parameter, yaitu mean dan standar deviasi harga aset tersebut. Dalam bahasa keuangan, standar deviasi
BAB 1 PENDAHULUAN. bisa bersifat tarif tetap (fixed rate), tarif mengambang (floating rate) maupun
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pasar modal merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan (sekuritas) jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik dalam bentuk hutang maupun modal
BAB 1 PENDAHULUAN. Dalam rangka mengembangkan pasar modal syariah, PT. Bursa Efek Jakarta
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam rangka mengembangkan pasar modal syariah, PT. Bursa Efek Jakarta (BEJ) bersama dengan PT. Danareksa Invesment Management (DIM) telah meluncurkan Indeks saham
IV. METODE PENELITIAN
IV. METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di Pasar Bunga Rawabelong, Jakarta Barat yang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Promosi dan Pemasaran Holtikultura
Perhitungan Dana Pensiun menggunakan Bunga Model Cox Ingersoll Ross dan Vasicek
SEMINAR MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2017 T - 1 Perhitungan Dana Pensiun menggunakan Bunga Model Cox Ingersoll Ross dan Vasicek Angki Okta Vianus 1, Rosita Kusumawati 2 Program Studi Matematika,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Berbicara tentang kegiatan pasar modal saat ini tidak terlepas dari apa yang disebut sebagai indeks harga saham. Untuk mengetahui bagaimana kegiatan ekonomi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam dunia keuangan, investasi bukanlah hal yang baru. Investasi merupakan suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah
