SYARAT-SYARAT DALAM PENGEMBANGAN PARAGRAF

dokumen-dokumen yang mirip
Nantia Rena Venus, S.S., M.I.Kom. PARAGRAF

BAB VII PARAGRAF. Paragraf deduktif adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak pada bagian awal paragraf.

ALINEA 21/03/2012. Alinea / Paragraf. Ciri-ciri Kalimat Topik: Alinea / Paragraf CONTOH SYARAT UTAMA DALAM MEMBUAT KALIMAT

BAB II KAJIAN PUSTAKA. untuk paragraf deduktif dan induktif belum ada. Penelitian yang digunakan

Pengertian Paragraf/Alinea

1. Paragraf dalam Bahasa Indonesia a. Macam-macam paragraf 1. Berdasarkan sifat dan tujuan (a) Paragraf pembuka (b) Paragraf penghubung

18/04/2012. Mahasiswa dapat mendeskripsikan syarat alinea/paragraf yang baik Mahasiswa dapat menjelaskan macammacam Alinea / Paragraf

II. TINJAUAN PUSTAKA. atau bahasa tulis (Tarigan, 1979:7). Membaca pada hakikatnya adalah suatu

PENGGUNAAN PARAGRAF. Makalah Bahasa Indonesia. Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Dalam Kelengkapan Mata Kuliah Bahasa Indonesia OLEH : Edi Riwanto

: Bahasa Indonesia dalam Psikologi. Paragraf 2 Pertemuan 09

BAHASA INDONESIA UMB Tata Paragraf

BAB I PENDAHULUAN. bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Selain itu bahasa Indonesia juga

Satuan bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat (Finoza,2005:165)

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. agar para siswa terampil berbahasa, yaitu terampil mendengarkan (listening skill),

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Berkembangnya Islam di Nusantara tidak lepas dari faktor kemunduran

Alinea atau Paragraf. fitri dwi lestari

BAB I PENDAHULUAN. kemampuan intelektual. Oleh karena itu mereka tidak dapat terlepas dari. menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.

BAHASA INDONESIA FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS NAROTAMA SURABAYA

BAB I PENDAHULUAN. Keempat keterampilan tersebut saling berhubungan, tidak boleh dipisahpisahkan

mengungkapkan gagasan secara tepat, mudah dipahami

BAB I PENDAHULUAN. penggunaan struktur kebahasaannya dengan baik (penggunaan kosa kata, tatabahasa,

SMP kelas 7 - BAHASA INDONESIA BAB 1. TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASILATIHAN SOAL 1.2

BAB I PENDAHULUAN. diajarkan. Pengajaran bahasa Indonesia pada hakikatnya merupakan salah satu

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha

Kegiatan Sehari-hari

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Definisi Batik

BAB I PENDAHULUAN. Setiap daerah atau kota di Indonesia memiliki kesenian dengan ciri

ANALISIS PENGEMBANGAN PARAGRAF

BAB I PENDAHULUAN. dapat tercapai sesuai yang diinginkan ( Hamalik, 2001 : 56) pengetahuan, ilmu dan pengalaman-pengalaman hidupnya dalam bahasa tulis

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Menulis merupakan keterampilan berbahasa yang bersifat aktif,

MATA KULIAH BAHASA INDONESIA

JMSC Tingkat SD/MI2017

Bahasa Indonesia dan Penggunaannya Zaman Saiki. Ivan Lanin Kafe Basabasi Yogyakarta, 24 Maret 2018

MODEL PEMBELAJARAN MENULIS PARAGRAF INDUKTIF MENGGUNAKAN METODE KONTEKSTUAL. ( DESKRIPTIF PADA Siswa Kelas X SMA Darmayanti

MENULIS ITU BERCERITA!

BAB 1 PENDAHULUAN. menyampaikan ide, gagasan dan pesan yang hendak disampaikan oleh penutur

BUPATI NGAWI PERATURAN BUPATI NGAWI NOMOR 32 TAHUN 2006 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. dasar hingga jenjang perguruan tinggi untuk meningkatkan mutu penguasaan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran dalam Kurikulum

90. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/ Madrasah Aliyah (MA) Program Bahasa

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS NARASI EKSPOSITORIS DENGAN METODE MIND MAPPING

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF NARATIF DENGAN TEKNIK PENIRUAN MODEL PADA SISWA KELAS X TKJ 1 SMK NEGERI 1 BANYUDONO KABUPATEN BOYOLALI

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Beberapa orang ahli memberikan pengertian tentang belajar sperti yang ditulis oleh

BAB I PENDAHULUAN. digunakan sebagai bahasa pemersatu bangsa serta memiliki peranan yang penting

BAB II LANDASAN TEORI. dan merupakan satu bagian atau komponen dari komunikasi tulisan


tugasnya masing-masing, wartawan-wartawan dilarang keras mendekat, memotret maupun masuk kedalam apartemen. Korban tewas kira-kira pukul sebelas

Berlatih Membuat dan Mengetahui Sesuatu

pengukuran waktu panjang dan berat

KATALOG CD-ROM Animasi Pendidikan Indonesia ANIVISI EDUTAMA

BAB I PENDAHULUAN. membantu peserta didik mengenal dirinya, budayanya, dan budaya orang

BAB 1 PENDAHULUAN. kebahasaan dan keterampilan berbahasa. Pengetahuan kebahasaan meliputi

BAB I PENDAHULUAN. dalam menimba berbagai ilmu. Banyak ilmu dan keterampilan diperoleh

Bab 5. Pengalamanku. M e n u U t a m a. Peta Konsep. M e n u T a m b a h a n. Pengalamanku. Memahami cerita dan teks drama. Bertelepon dan bercerita

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan, baik dalam kehidupan pendidikan maupun masyarakat. Keterampilan menulis perlu diperhatikan karena merupakan salah satu

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Bahasa merupakan salah satu aspek penting dalam Kegiatan Belajar Mengajar

Informasi 107. Bab 10. Informasi

BAB I PENDAHULUAN. yang bervariasi itu merupakan hal yang menarik. Kalimat itu dapat

Kemampuan Menulis Paragraf Deskriptif Siswa Kelas VII C SMP Negeri 17 Batanghari. Oleh: Erwansyah RRA1B Abstrak

I. PENDAHULUAN. kemampuan dan perilaku untuk berpikir, bercakap-cakap, bersuara, atau pun

hidup damai pelajaran 6 suasana hutan damai ada kicauan burung suara hewan bersahutan suara daun bergesekan kehidupan di hutan sungguh damai

I. PENDAHULUAN. bahan kajian bahasa Indonesia diarahkan kepada penguasaan empat keterampilan

BAB I PENDAHULUAN. Di dalam kehidupan sehari-hari, manusia menggunakan bahasa sebagai sarana

KEPUTUSAN MENTERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 304/KMK.01/2002 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN LELANG MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

HUBUNGAN PEMAHAMAN POLA PENALARAN DENGAN KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF PERSUASI PADA SISWA KELAS X SMK NEGERI 1 PERCUT SEI TUAN TAHUN PEMBELAJARAN

Keterampilan 27. Bab 3. Keterampilan

SMA/MA IPS kelas 11 - BAHASA INDONESIA IPS BAB 1. MEMAHAMI CERPEN DAN NOVELLatihan Soal 1.6

Liburan 63. Bab 6. Liburan

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 70 TAHUN 2015 TENTANG JAMINAN KECELAKAAN KERJA DAN JAMINAN KEMATIAN BAGI PEGAWAI APARATUR SIPIL NEGARA

I. PENDAHULUAN. secara kreatif dapat memikirkan sesuatu yang baru. berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan hendaknya berupa kata-kata

SOLUSI PR ONLINE IX SMP MATA UJIAN : BAHASA INDONESIA (KODE : P17)

LATIHAN SOAL ULANGAN KENAIKAN KELAS TAHUN PELAJARAN

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pembelajaran Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran

SD kelas 4 - BAHASA INDONESIA BAB 4. BERBAGI PEKERJAAN Latihan Soal 4.2

PERUBAHAN FISIKA DAN PERUBAHAN KIMIA

ANALISIS WACANA CELATHU BUTET PADA SURAT KABAR SUARA MERDEKA: TINJAUAN DARI SEGI KULTURAL, SITUASI, SERTA ASPEK GRAMATIKAL DAN LEKSIKAL SKRIPSI

PENUMBUHAN BUDAYA LITERASI DENGAN PENERAPAN ILMU KETERAMPILAN BERBAHASA (MEMBACA DAN MENULIS)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. cara yang tepat untuk melakukan sesuatu. Logos artinya ilmu atau pengetahuan.

Operasi Hitung Pecahan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Bab 5. Jual Beli. Peta Konsep. Kata Kunci. Jual Beli Penjual Pembeli. Jual Beli. Pasar. Meliputi. Memahami Kegiatan Jual Beli di Lingkungan Rumah

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

BAB II KAJIAN PUSTAKA. kondisi ini sangat menguntungkan bagi guru dan anak didik. dipahami, digunakan oleh siswa dengan baik.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

MAKANAN UTUH (WHOLE FOODS) UNTUK KONSUMEN CERDAS. Fransiska Rungkat Zakaria, PhD, Prof. Anggota Badan Perlindungan Konsumen Nasional

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

BAB III METODE PENELITIAN. konstruksi media dalam pemberitaan adalah model framing yang dikemukakan

Kata meraih digunakan untuk menunjukkan suatu hasil yang dicapai. Contoh meraih juara umum.

BAB I PENDAHULUAN. dimengerti dan digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain. Adapun cara-cara

bahasa indonesia Kelas X ARGUMENTATIF DAN PERSUASIF KTSP Semester 2 Kelas X SMA/MA/SMK/MAK KTSP 2006

BAB I PENDAHULUAN. paling kompleks mengutip istilah Brown (2004: 220), mulai dari imitative

Peristiwa 75. Bab 7. Peristiwa

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) B. Kompetensi Dasar 1.1. Membuat gambar / denah berdasarkan penjelasan yang didengar.

BAB I PENDAHULUAN. pembelajaran sastra disekolah. Salah satu tujuan pelajaran bahasa Indonesia di

Transkripsi:

Paragraf Paragraf bersal dari bahasa Yunani paragraphos artinya menulis disamping atau tertulis disamping. Adalah suatu jenis tulisan yang memiliki tujuan atau ide. Unit terkecil sebuah karangan yang terdiri dari kalimat pokok atau gagasan utama dan kalimat gagasan utama dan kalimat penjelas atau gagasan penjelas.

SYARAT-SYARAT DALAM PENGEMBANGAN PARAGRAF 1. Kepaduan (Kohesi ) Setiap paragraf haruslah merupakan kumpulan kalimat yang saling berhubungan secara padu, tidak berdiri sendiri atau terlepas satu sama lain. Setiap kalimatnya mempunyai hubungan timbal balik serta secara bersama-sama membahas satu gagasan utama. Contoh : Pada tahun 1997, produksi padi turun 3,85 persen. Akibatnya, impor beras meningkat, diperkirakan menjadi 3,1 ton tahun 1998. Sesudah swasembada pangan tercapai pada tahun 1984, pada tahun 1985, kita mengekspor sebesar 371,3 ribu ton beras, bahkan 530,7 ribu ton pada tahun 1993. Akan tetapi, pada tahun 1994, neraca perdagangan beras kita tekor 400 ribu ton. Sejak itu, impor beras meningkat dan pada tahun 1997 mencapai 2,5 juta ton (http://duniaceritaremaja.blogspot.co.id/). Paragraf diatas mengemukakan satu gagasan utama, yaitu mengenai masalah naik turunnya produksi beras Indonesia

2. Kesatuan Pikiran (Unity) Selain kepaduan, persyaratan yang baik adalah kesatuan. Kesatuan adalah tiap paragraf hanya mengandung satu pokok pikiran yang diwujudkan dalam kalimat utama. Kalimat utama yang di awal paragraf (deduktif), kalimat utama yang di akhir paragraf (induktif). Ciri-cirinya yaitu kalimat utama dapat dibuat lengkap dan berdiri sendiri tanpa memerlukan kata penghubung, baik kata penghubung antarkalimat maupun intrakalimat. Contoh sebuah paragraf tanpa adanya unsur kesatuan pikiran: (1) Kebebasan dalam berekspresi berakibat terhadap perkembangan kreativitas nan baru. (2) Sejumlah siswa taraf dasar sampai taraf atas ataupun kejuruan berhasil memenangkan olimpiade matematika serta fisika. (3) Meskipun kebutuhan ekonomi masyarakat kita cukup rendah, sejumlah pelajar telah berhasil memenangkan kejuaraan global di dalam acara lomba itu. (4) Kreativitas nan baru tersebut cukup membanggakan bagi kita semua. (http://www.binasyifa.com/)

3. Kelengkapan Paragraf Sebuah paragraf dapat dikatakan lengkap apabila di dalamnya terdapat kalimat-kalimat penjelas secara lengkap untuk menunjuk pokok pikiran atau kalimat utama. Ciri-ciri kalimat penjelas yaitu berisi penjelasan berupa rincian, keterangan, contoh, dan lainlain. Kelengkapan paragraf berhubungan dengan cara mengembangkan paragraf. Paragraf dapat dikembangkan dengan cara, pertentangan, perbandingan, analogi, contoh, sebab akibat, definisi, dan klasifikasi.

JENIS PARAGRAF A. BERDASARKAN POLA PIKIR/ POSISI KALIMAT TOPIK Deduktif : kalimat topiknya terletak di awal paragraf Contoh: Arang aktif adalah sejenis arang yang diperoleh dari suatu pembakaran yang mempunyai sifat tidak larut dalam air. Arang ini dapat diperoleh dari pembakaran zat arang tertentu seperti ampas tebu, tempurung kelapa, dan tongkol jagung. Jenis arang ini banyak digunakan dalam beberapa industri pangan atau nonpangan. Industri kimia dan farmasi juga menggunakan jenis arang ini seperti dalam pekerjaan memurnikan minyak, menghilangkan bau yang tidak murni, dan menguapkan zat yang tidak perlu.

2) Induktif : kalimat topiknya terletak diakhir paragraf Contoh: Dua anak orang kecil ditemukan tewas di pinggir Jalan Jenderal Sudirman. Seminggu kemudian seorang anak wanita hilang ketika pulang dari sekolah. Sehari kemudian, polisi menemukan bercak-bercak darah di kursi belakang mobil John. Polisi juga menemukan potret dua orang anak kecil yang tewas tersebut di dalam kantong celana John. Dengan demikian, John adalah orang yang dapat dimintai pertanggungjawaban tentang hilangnya tiga orang anak itu.

3. Deduktif-Induktif : kalimat topik terletak di awal dan akhir paragraf Contoh: Pemerintah menyadari bahwa rakyat Indonesia memerlukan rumah murah, sehat, dan kuat. Departemen Pekerjaan Umum sudah lama menyelidiki bahan rumah yang murah, tetapi kuat. Bahan perlit yang diperoleh dari batu-batuan gunung berapi menarik perhatian para ahli. Lagi pula, bahan ini dapat dicetak menurut keinginan seseorang. Usaha ini menunjukkan pemerintah berusaha membangun rumah murah, sehat, dan kuat untuk memenuhi keperluan rakyat.

4) Paragraf tanpa kalimat topik: tidak memperlihatkan kalimat topik karena kalimat-kalimat dalam paragraf tersebut sama kedudukannya Contoh: Pada tengah hari itu, Pak Lurah datang. Bapak Bupati menyusul datang ke tempat itu. Satu jam kemudian, kita melihat orang-orang telah berkumpul di arena. Acara pun dimulai. Artis-artis muda belia mengisi acara selingan. Wartawan tampak sibuk mengambil gambar.

B. Berdasarkan Sifat Isi Paragraf 1. Paragraf Deskriptif: paragraf yang isinya melukiskan atau menggambarkan sesuatu. Contoh: Pasar Tanah Abang adalah sebuah pasar yang sempurna. Semua barang ada di sana. Di toko yang paling depan berderet toko sepatu dalam dan luar negeri. Di lantai dasar terdapat toko kain yang lengkap dan berderet. Di samping kanan pasar terdapat warungwarung kecil penjual sayur bahan dapur. Di samping kiri ada pula dijual aneka jenis buah. Di bagian belakang pasar, kita dapat menemukan berpuluh-puluh pedagang daging. Belum lagi aneka dagangan yang digelar di lantai satu, dua, dan tiga.

2. Paragraf Naratif : paragraf yang isinya menuturkan peristiwa atau keadaan dalam bentuk cerita. Contoh: Malam itu, ayah kelihatan sangat marah. Aku tidak diperbolehkan menemui Syaipul. Bahkan aku akan diantar dan dijemput ke sekolah. Ayah mempersempit kesempatanku untuk bertemu dengannya. Untuk sementara, hubungan kami terpaksa berlangsung secara diamdiam.

3. Paragraf Ekspositoris: paragraf yang isinya memaparkan suatu objek Contoh: Di lantai dasar Pasar Tanah Abang terdapat sembilan puluh kios penjual kain dasar. Di lantai ini, suasana sangat ramai. Pembeli tidak hanya datang dari dalam negeri, juga datang dari luar negeri. Setiap hari rata-rata terjual tiga ratus meter kain setiap kios. Dari data ini dapat diperkirakan besarnya pemasukan uang ke kas DKI dari Pasar Tanah Abang.

4. Paragraf Argumentatif: paragraf yang membahas suatu masalah dengan bukti-bukti atau alasan yang mendukung. Contoh: Secara tradisional, antropologi merupakan disiplin ilmu yang bersifat holistic. Antropologi disebut demikian karena untuk mencari hukumhukum dan prinsip-prinsip umum tentang perilaku manusia, para antropolog melakukan studi komparatif yang sangat luas untuk menjelaskan keberagaman manusia. Hal itu didukung kenyataan bahwa dalam menjelaskan pola perilaku manusia kadang antropolog mengacu pada berbagai ilmu antara lain biologi, ekologi, dan difusi.

5. Paragraf Persuasif: paragraf yang isinya mempromosikan sesuatu dengan cara mengajak atau mempengaruhi pembaca. Contoh: WAP (Wireless Aplication Protocol) adalah aplikasi yang mewujudkan impian mengakses dunia informasi dan layanan terkini, langsung dari layar ponsel Anda layaknya akses internet. Ericcson R320S merupakan ponsel pertama yang dilengkapi dengan WAP. Anda dengan cepat mengakses ke pusat data informasi dan layan melalui situs ini. Semuanya dilakukan cukup di telapak tangan Anda. Dengan dilengkapi fitur-fitur inovatif, ponsel tipis yang memiliki berat 95 gr ini adalah sebuah kantor di dalam kantong Anda.

C. Berdasarkan Cara Menjelaskan Gagasan 1) Paragraf Contoh : pikiran utama dijelaskan dengan memberikan contoh. Contoh: Dalam tulisannya, Ian Holder tidak menekankan perbedaan antara dokumen dan catatan. Dia lebih menekankan aspek interpretasi ragam dokumen dan catatan yang tertuang dalam sebuah teks. Tipe-tipe yang berbeda dari teks harus dipahami dalam konteksnya dengan kondisi pada waktu teks itu dibuat. Contohnya, seseorang yang akan melakukan penelitian terhadap sebuah teks harus mengetahui apakah teks tersebut asli atau mengalami penyalinan kembali. Seseorang yang menganalisis teks itu harus melihat jenis tulisan, gaya bahasa, bentuk ejaan, dan arti dari kata-kata dalam teks itu. Seorang penganalisis harus menangkap tujuan dalam penulisan teks dan harus berhati-hati dalam memahami teks tersebut karena ini menyangkut pemahaman antara penulis dan pembaca.

2. Paragraf Perbandingan: pikiran utama dijelaskan dengan membandingkan dua hal (persamaan dan perbedaan) Contoh: Isoglos dan heteroglos merupakan dua istilah yang berbeda, tetapi pada dasarnya keduanya sama. Isoglos adalah sebuah garis imajiner yang diterakan pada sebuah peta bahasa. Pengertian heteroglos juga berbunyi demikian. Perbedaannya terletak pada tujuan pembubuhan garis tersebut di dalam peta. Isoglos menyatukan tiap titik pengamatan yang menampilkan gejala kebahasaan yang serupa, sedangkan heteroglos memisahkan munculnya setiap gejala berdasarkan ujud atau sistem yang berbeda. Demikianlah persamaan dan pertentangan antara kedua istilah ini.

3. Paragraf Analogi: pikiran utama dijelaskan dengan mengibaratkan atau mengumpamakan dengan sesuatu yang memiliki kesamaan sifat. Contoh: Pencabangan suatu bahasa proto menjadi dua bahasa baru atau lebih. Tiap-tiap bahasa baru itu dapat bercabang pula dan seterusnya. Pencabangan bahasa ini dapat disamakan dengan pencabangan sebatang pohon.pada suatu waktu, batang pohon mengeluarkan cabang-cabang baru. Tiap cabang, kemudian bertunas dan tumbuh menjadi cabang-cabang baru.cabang-cabang ini pun kemudian mengeluarkan ranting-ranting baru. Demikianlah pencabangan seterusnya. Proses pencabangan ini sama dengan pencabangan pada bahasa.

4. Paragraf Sebab-Akibat: pikiran utama dijelaskan dengan mengemukakan sebab atau akibat dari pernyataan-pernyataan. Contoh: Proses pemilihan capres dan cawapres 2004 berdampak positif bagi masyarakat. Mereka semakin sadar akan hak-haknya. Mereka tidak hanya menyadari hak politiknya, melainkan juga hak mendapatkan kesejahteraan. Mereka merasakan bahwa penderitaan dan kesulitan hidupnya merupakan akibat semakin meluasnya pejabat yang korupsi. Untuk menjamin tidak korupsi, para calon legislative, eksekutif, dan yudikatif itu diminta kesediaannya menandatangani kontrak politik.

5. Paragraf Kronologi: pikiran utama dijelaskan dengan memberikan keterangan secara terperinci dari A sampai Z. Contoh: Proses kejadian manusia menurut ahli antropologi adalah sebagai berikut. Sejenis makhluk yang disebut primat muncul pertama kali dari mamalia kira-kira tujuh puluh juta tahun yang lalu. Setelah berevolusi selama lebih kurang empat puluh juta tahun, makhluk primat itu bercabang-cabang di antaranya sejenis cabang yang disebut hominoid. Setelah menempuh kurun waktu lima belas juta tahun, dari homonoid itu lahirlah sejenis kera yang disebut pongid. Setelah menepuh kurun waktu lima belas juta tahun lagi, dari pongid lahirlah makhluk baru yang disebut hominid (manusia).

6. Paragraf Perincian: pikiran utama dijelaskan dengan memberikan uraian secara rinci. Contoh: Alat indra adalah alat yang dimiliki manusia untuk mengenal sesuatu. Alat tersebut ada lima: mata, telinga, hidung, lidah, dan kulit. Mata berfungsi untuk mengenal rupa atau warna, telinga untuk mengenal suara, hidung untuk mengenal bau-bauan, lidah untuk mengenal rasa, dan kulit untuk mengenal halus atau kasarnya sesuatu.

7. Paragraf Definisi: sebuah istilah atau pengertian yang terkandung dalam pikiran utama memerlukan penjelasan yang definitif. Contoh: Berkas isoglos adalah kumpulan isoglosisoglos yang terdapat pada peta data. Isoglos ini merupakan garis imajiner yang dibubukan di atas peta untuk menghubungkan tiap titik pengamatan yang menampilkan gejala kebahasaan yang serupa. Setiap peta data dibubuhi isoglos. Cara membuat berks isoglos adalah dengan menyalin isoglosisoglos pada setiap peta data tersebut. Dengan demikian, pada satu peta khusus berkumpul isoglos-isoglos. Kumpulan dari isoglos-isoglos inilah yang dinamakan berkas isoglos.

D. BERDASARKAN FUNGSINYA DALAM KARANGAN 1. Paragraf Pembuka: berisikan tujuan atau aspek-aspek pokok dalam karangan. 2. Paragraf Pengembang: berfungsi untuk menerangkan atau menguraikan gagasan pokok karangan. 3. Paragraf Penutup:berisikan simpulan bagian karangan atau simpulan seluruh karangan.

Analisalah jenis-jenis paragraf pada wacana berikut! Berikan argumen anda! Keraton Kasepuhan adalah keraton termegah dan paling terawat di Cirebon. Makna di setiap sudut arsitektur keraton ini pun terkenal paling bersejarah. Halaman depan keraton ini dikelilingi tembok bata merah dan terdapat pendopo didalamnya.keraton ini memiliki museum yang cukup lengkap dan berisi benda pusaka dan lukisan koleksi kerajaan. Salah satu koleksi yang dikeramatkan yaitu kereta Singa Barong. Kereta ini saat ini tidak lagi dipergunakan dan hanya dikeluarkan pada tiap 1 Syawal untuk dimandikan.bagian dalam keraton ini terdiri dari bangunan utama yang berwarna putih. Didalamnya terdapat ruang tamu, ruang tidur dan singgasana raja. Keraton Kasepuhan didirikan pada tahun 1529 oleh [[Pangeran Mas Mochammad Arifin II] (cicit dari Sunan Gunung Jati) yang menggantikan tahta dari Sunan Gunung Jati pada tahun 1506. Ia bersemayam di dalem Agung Pakungwati Cirebon. Keraton Kasepuhan dulunya bernama Keraton Pakungwati, sedangkan Pangeran Mas Mochammad Arifin bergelarpanembahan Pakungwati I. Sebutan Pakungwati berasal dari nama Ratu Dewi Pakungwati binti Pangeran Cakrabuana yang menikah dengan Sunan Gunung Jati. Ia wafat pada tahun 1549 dalam Mesjid Agung Sang Cipta Rasa dalam usia yang sangat tua. Nama beliau diabadikan dan dimuliakan oleh nasab Sunan Gunung Jati sebagai nama Keraton yaitu Keraton Pakungwati yang sekarang bernama Keraton Kasepuhan....Sungguh sangat disayangkan, apabila anda berlibur ke kota Cirebon tidak menyempatkan diri untuk berkunjung ke obyek wisata Cirebon, khususnya Keraton Kasepuhan.