LAPORAN KINERJA TAHUN 2015

dokumen-dokumen yang mirip
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN INDUSTRI

LAPORAN PELAKSANAAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI BALAI BESAR KERAMIK TAHUN TRIWULAN PERTAMA (Per Tanggal 31 Maret 2017)

LAPORAN PELAKSANAAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI BALAI BESAR KERAMIK TAHUN TRIWULAN PERTAMA (Per Tanggal 31 Maret 2016)

LAPORAN PELAKSANAAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI BALAI BESAR KERAMIK TAHUN TRIWULAN KETIGA (Per Tanggal 30 September 2016)

RENCANA KINERJA TAHUN ANGGARAN 2017

RENCANA KINERJA TAHUN ANGGARAN 2016

BALAI BESAR KERAMIK TAHUN ANGGARAN 2017

RENCANA KINERJA BALAI BESAR PULP DAN KERTAS TAHUN ANGGARAN 2015

LAKIP. Balai Besar Keramik BALAI BESAR KERAMIK TAHUN Nomor : 10/LAK-BBK/XII/2012. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

BALAI BESAR KERAMIK. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Tahun 2013 BADAN PENGKAJIAN KEBIJAKAN IKLIM DAN MUTU INDUSTRI

LAPORAN KINERJA TAHUN ANGGARAN 2016

LAPORAN PELAKSANAAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI BALAI BESAR KERAMIK TAHUN TRIWULAN KETIGA (Per Tanggal 30 September 2015)

LAPORAN KINERJA TAHUN ANGGARAN 2017

RENCANA KINERJA BALAI BESAR PULP DAN KERTAS TAHUN ANGGARAN 2013

BAB III KONDISI KINERJA TAHUN BERJALAN

KAK/TOR PER KELUARAN KEGIATAN

Laporan Layanan Informasi Publik Balai Besar Keramik Tahun 2016

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL TAHUN 2016

LAPORAN KINERJA BARISTAND INDUSTRI SURABAYA TAHUN 2016

KAK/TOR PER KELUARAN KEGIATAN

KAK/TOR PER KELUARAN KEGIATAN

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN PETIKAN TAHUN ANGGARAN 2016 NOMOR : SP DIPA /2016

KAK/TOR PER KELUARAN KEGIATAN

RENCANA KINERJA TAHUN ANGGARAN 2018

BAB V RENCANA STRATEGIS BISNIS 5 TAHUN

RENCANA KINERJA TAHUN ANGGARAN 2019

RENCANA KERJA ANGGARAN SATKER RENCANA KINERJA SATUAN KERJA TAHUN ANGGARAN 2016

Revisi ke 02 Tanggal : 29 April 2016

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH BALAI RISET DAN STANDARDISASI INDUSTRI BANJARBARU TAHUN 2015

STANDAR PELAYANAN MINIMUM (SPM)

LAPORAN KINERJA BARISTAND INDUSTRI SAMARINDA TAHUN ANGGARAN 2017

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN PETIKAN TAHUN ANGGARAN 2018 NOMOR : SP DIPA /2018

PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 40/M-IND/PER/6/2006 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA BALAI BESAR KERAMIK

(Revisi Setelah Audit)

RENCANA KERJA ANGGARAN SATKER RINCIAN BELANJA SATUAN KERJA TAHUN ANGGARAN 2016

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN TRIWULAN I TAHUN ANGGARAN 2016 BALAI BESAR TEKNOLOGI PENCEGAHAN PENCEMARAN INDUSTRI

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH

2017 LAKIP BBIHP LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEM ERINTAH (LAKIP) SM K SM TI BANDA ACEH TAHUN ANGGARAN 2017

LAPORAN PENGENDALIAN DAN EVALUASI TRIWULAN I (PP 39)

LAPORAN PELAKSANAAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI BALAI BESAR KERAMIK TAHUN TRIWULAN KE EMPAT (Per Tanggal 31 Desember 2012)

KAK/ TOR PER KELUARAN KEGIATAN TAHUN PERALATAN DAN FASILITAS PERKANTORAN

Revisi ke : 05 Tanggal : 18 Desember 2014

AKUNTABILITAS KINERJA (LAKIP)

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN PETIKAN TAHUN ANGGARAN 2017 NOMOR : SP DIPA /2017

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Pertenunan yang dikenal dengan nama Textiel Inrichting Bandoeng (TIB)

LAPORAN KINERJA BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN INDUSTRI TAHUN 2016

LAPORAN PELAKSANAAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI BALAI BESAR KERAMIK TAHUN TRIWULAN KEEMPAT (Per Tanggal 31 Desember 2015)

Revisi ke : 03 Tanggal : 5 Nopember 2014

KATA PENGANTAR. Jakarta, Mei Kepala Badan, Dr. Ir. R. Iman Santoso, M.Sc. NIP

LAPORAN PENGENDALIAN DAN EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN

LAPORAN PENGENDALIAN DAN EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN

LAPORAN KINERJA BALAI BESAR KERAJINAN DAN BATIK

BAB III TUJUAN DAN SASARAN KERJA

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) BALAI BESAR KIMIA DAN KEMASAN TAHUN (REVISI II)

Revisi ke 01 Tanggal : 30 Maret 2016

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN PETIKAN TAHUN ANGGARAN 2018 NOMOR : SP DIPA /2018

B. VISI : Indonesia Menjadi Negara Industri yang Berdaya Saing dengan Struktur Industri yang Kuat Berbasiskan Sumber Daya Alam dan Berkeadilan

Transkripsi:

LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN INDUSTRI BALAI BESAR KERAMIK BANDUNG Jl. Jend. Akhmad Yani 392 Bandung 40272 Telp. 022-7206221 Fax. 022 7205322 E-Mail : keramik@ bbk.go.id Website: www.bbk.go.id i

KATA PENGANTAR Laporan Kinerja Balai Besar Keramik disusun sebagai perwujudan pelaksanaan kewajiban Balai Besar Keramik selaku Instansi Pemerintah untuk mempertanggung jawabkan secara tepat, jelas, dan terukur baik keberhasilan maupun kegagalan pelaksanaan misi Balai Besar Keramik dalam mencapai sasaran dan tujuan yang telah dirumuskan dalam Rencana Strategis Balai. Laporan ini disusun sesuai dengan format yang ditetapkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 150/M- IND/12/2011 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Nomor 75/M-IND/PER/9/2014 tentang Petunjuk Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Laporan terdiri dari 4 (empat) bab, Bab I (pertama) menjelaskan tentang tugas pokok dan fungsi Balai Besar Keramik seperti tertuang dalam Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 40/M- IND/PER/6/2006 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Keramik. Pada Bab II (dua) diuraikan secara singkat tentang Rencana Strategis Balai Besar Keramik tahun 2015-2019, Rencana Kinerja 2015, rencana anggaran serta dokumen Perjanjian Kinerja. Bab III (tiga) berisi tentang akuntabilitas kinerja yang mencakup pengukuran dan analisis capaian kinerja serta memuat akuntabilitas keuangan yang menyajikan informasi alokasi dan realisasi anggaran tahun 2015. Bab IV (empat) adalah penutup yang mempresentasikan tinjauan secara umum tentang keberhasilan atau kegagalan, permasalahan dan kendala yang berkaitan dengan kinerja BBK serta strategi pemecahan masalah yang dilaksanakan pada tahun 2015. Laporan ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi Badan Penelitian dan Pengambangan Industri dalam merumuskan kebijakan-kebijakan di Kementerian Perindustrian, dan semoga memberi manfaat bagi semua pihak yang terkait. Bandung, Januari 2016 Kepala Balai Besar Keramik, LINTONG SOPANDI HUTAHAEAN ii

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR...ii DAFTAR ISI... iii DAFTAR TABEL... iv DAFTAR GAMBAR... vii IKHTISAR EKSEKUTIF... viii BAB I PENDAHULUAN...1 A. TUGAS POKOK DAN FUNGSI ORGANISASI...1 B. PERAN STRATEGIS ORGANISASI...2 C. STRUKTUR ORGANISASI...4 BAB II PERENCANAN DAN PERJANJIAN KINERJA...6 A. RENCANA STRATEGIS 2015-2019...6 B. RENCANA KINERJA BBK TAHUN 2015... 12 C. RENCANA ANGGARAN... 15 D. DOKUMEN PENETAPAN KINERJA BALAI BESAR KERAMIK... 19 BAB III AKUNTABILITAS KINERJA... 21 A. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI... 21 B. REALISASI ANGGARAN... 70 BAB IV PENUTUP... 80 A. KESIMPULAN... 80 B. PERMASALAHAN DAN KENDALA... 81 C. SARAN DAN REKOMENDASI... 82 LAMPIRAN... 84 iii

DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Keterkaitan Renstra Kemenperin dan Renstra BBK...6 Tabel 2.2 Indikator kinerja Sasaran Strategis I...9 Tabel 2.3 Indikator kinerja Sasaran Strategis II...9 Tabel 2.4 Indikator kinerja Sasaran Strategis III... 10 Tabel 2.5 Indikator kinerja Sasaran Strategis IV... 10 Tabel 2.6 Indikator kinerja Sasaran Strategis V... 10 Tabel 2.7 Indikator kinerja Sasaran Strategis VI... 11 Tabel 2.8 Indikator kinerja Sasaran Strategis VII... 12 Tabel 2.9 Rencana Kinerja Balai Besar Keramik Tahun 2015... 13 Tabel 2.10 Output Kegiatan dan Indikator Keluaran BBK Tahun 2015... 16 Tabel 2.11 Output Kegiatan dan Anggaran BBK Tahun 2015... 16 Tabel 2.12 Rencana Anggaran BBK Th 2015... 17 Tabel 2.13 Perjanjian Kinerja BBK Th 2015... 19 Tabel 3.1 Matriks Alur IKU BPPI Sampai Perjanjian Kinerja BBK TA. 2015... 22 Tabel 3.2 Rencana Aksi TA. 2015 Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Teknologi Keramik... 23 Tabel 3.3 Rencana Aksi Per Triwulan TA. 2015... 27 Tabel 3.4 Indikator Kinerja I.1... 29 Tabel 3.5 Perbandingan Indikator Kinerja I.1 Periode 2013-2015... 34 Tabel 3.6 Indikator Kinerja I.2... 34 Tabel 3.7 Perbandingan Indikator Kinerja I.2 Periode 2013 2015... 36 Tabel 3.8 Indikator Kinerja I.3... 37 Tabel 3.9 Perbandingan Indikator Kinerja I.3 Periode 2013 2015... 40 Tabel 3.10 Indikator Kinerja II... 41 Tabel 3.11 Perbandingan Indikator Kinerja II Periode 2013 2015... 41 Tabel 3.12 Indikator Kinerja III... 42 Tabel 3.13 Data Indeks Kepuasan Pelanggan BBK TA. 2015... 43 Tabel 3.14 Perbandingan Indikator Kinerja III Periode 2013 2015... 43 Tabel 3.15 Indikator Kinerja IV... 44 iv

Tabel 3.16 Karya Tulis Ilmiah yang Dipublikasikan TA. 2015... 45 Tabel 3.17 Perbandingan Indikator Kinerja IV Periode 2013 2015... 47 Tabel 3.18 Indikator Kinerja V.1... 48 Tabel 3.19 Perbandingan Indikator Kinerja V.1 Periode 2013 2015... 48 Tabel 3.20 Indikator Kinerja V.2... 49 Tabel 3.21 Perbandingan Indikator Kinerja V.2 Periode 2013 2015... 50 Tabel 3.22 Indikator Kinerja V.3... 50 Tabel 3.23 Perbandingan Indikator Kinerja V.3 Periode 2013 2015... 51 Tabel 3.24 Indikator Kinerja V.4... 52 Tabel 3.25 Rincian Realisasi Jumlah Sample Pengujian dan Kaibrasi... 53 BBK TA. 2015... 53 Tabel 3.26 Perbandingan Indikator Kinerja V.4 Periode 2013 2015... 53 Tabel 3.27 Indikator Kinerja V.5... 54 Tabel 3.28 Perbandingan Indikator Kinerja V.5 Periode 2013 2015... 55 Tabel 3.29 Indikator Kinerja V.6... 56 Tabel 3.30 Perbandingan Indikator Kinerja V.6 Periode 2013 2015... 56 Tabel 3.31 Indikator Kinerja V.7... 57 Tabel 3.32 Perbandingan Indikator Kinerja V.7 Periode 2013 2015... 57 Tabel 3.33 Indikator Kinerja V.8... 58 Tabel 3.34 Rincian Jumlah SDM BBK yang Memperoleh Sertifikat TA. 2015... 59 Tabel 3.35 Perbandingan Indikator Kinerja V.8 Periode 2013 2015... 59 Tabel 3.36 Indikator Kinerja V.9... 60 Tabel 3.37 Rincian pengadaan alat laboratorium TA. 2015... 60 Tabel 3.38 Perbandingan Indikator Kinerja V.9 Periode 2013 2015... 61 Tabel 3.39 Indikator Kinerja VI... 62 Tabel 3.40 Perbandingan Indikator Kinerja VI Periode 2013 2015... 62 Tabel 3.41 Indikator Kinerja VII... 63 Tabel 3.42 Perbandingan Indikator Kinerja VII Periode 2013 2015... 63 Tabel 3.43 Indikator Kinerja VIII.1... 64 Tabel 3.44 Rencana dan Realisasi Anggaran per Bulan (Rupiah)... 65 Tabel 3.45 Perbandingan Indikator Kinerja VIII.1 Periode 2013 2015... 65 Tabel 3.46 Indikator Kinerja VIII.2... 66 v

Tabel 3.47 Perbandingan Indikator Kinerja VIII.2 Periode 2013 2015... 66 Tabel 3.48 Indikator Kinerja IX.1... 67 Tabel 3.49 Perbandingan Indikator Kinerja IX.1 Periode 2013 2015... 68 Tabel 3.50 Indikator Kinerja IX.2... 69 Tabel 3.51 Perbandingan Indikator Kinerja IX.2 Periode 2013 2015... 69 Tabel. 3. 52. Realisasi Anggaran Kegiatan Per Triwulan Tahun 2015... 71 Tabel 3.53 Realisasi Anggaran Kegiatan Balai Besar Keramik... 72 Tahun 2015... 72 Tabel 3.54 Perkembangan Realisasi Anggaran TA. 2011-2015... 74 Tabel 3.55. Pagu dan Realisasi PNBP Tahun 2015... 76 Tabel 3.56 Tabel Penerimaan PNBP Berdasarkan Jenis JPT... 78 Tahun 2010-2015... 78 vi

DAFTAR GAMBAR Gambar 1.1 Data pegawai berdasarkan tingkat pendidikan...3 Gambar 1.2 Data pegawai berdasarkan jabatan fungsional...3 Gambar 1.3 Struktur organisasi Balai Besar Keramik...5 Gambar 3.1 Proses Pemisahan emas dari pengotor secara direct smelting... 31 Gambar 3.2 Krusible Untuk Peleburan Konsentrat Emas... 31 Gambar 3.3 Produk Pelet Gamma Alumina Siap Pakai Sebagai Adsorben Logam Berat... 33 Gambar 3.4 Prototip Filter Membran Air Isi Ulang... 33 Gambar 3.5 Produk bata ekspos dan aplikasinya... 35 Gambar 3.6 Varian warna genteng KANMURI... 39 Gambar 3.7 Cacat Crazing pada produk genteng... 39 vii

IKHTISAR EKSEKUTIF Balai Besar Keramik (BBK) adalah unit pelaksana teknis yang berada di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI), Kementerian Perindustrian. BBK mengemban tugas untuk melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi keramik serta memberikan layanan jasa teknis khususnya kepada industri keramik dan industri pengguna produk keramik. Dalam upaya melaksanakan tugas tersebut serta untuk meningkatkan perannya dalam pembangunan struktur industri keramik nasional, Balai Besar Keramik telah menetapkan Rencana Strategis organisasi untuk tahun 2015-2019 yang kemudian disebut sebagai Rencana Strategis Balai Besar Keramik (Renstra BBK) 2015-2019. Renstra BBK ini memaparkan kondisi yang ingin dicapai BBK dalam kurun waktu 5 tahun ke depan serta cara atau strategi untuk mencapai kondisi tersebut; yang secara rinci dijabarkan kedalam visi, misi, tujuan, sasaran, kebijakan, serta program BBK. Dengan mengacu pada Renstra, Balai Besar Keramik telah pula merumuskan dan menetapkan sasaran-sasaran yang ingin dicapai pada setiap tahunnya, sehingga tujuan organisasi pada lima tahun ke depan dapat diwujudkan. Seluruh sasaran yang ingin dicapai dalam kurun waktu satu tahun dijabarkan ke dalam program-program dan kegiatan yang merupakan aktivitas riil untuk menuju sasaran tersebut. Kumpulan program dan kegiatan yang didesain untuk mencapai sasaran pada kurun waktu satu tahun ini kemudian disebut sebagai Rencana Kinerja (Renkin) dan ditegaskan dengan Perjanjian Kinerja yang merupakan perjanjian antara Kepala BPPI dan Kepala Balai Besar Keramik untuk mewujudkan target kinerja. Pelaksanaan kegiatan untuk mencapai sasaran tersebut di atas dibiayai oleh DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) BBK Revisi Ke-3 Nomor: SP DIPA- 019.07.2.247157/2015 Tanggal 14 November 2014 sebesar Rp. 24.628.897.000,- termasuk didalamnya anggaran belanja PNBP sebesar Rp 7.146.000.000,- yang keseluruhannya masuk dalam Program 019.07.12 Program Pengkajian Kebijakan, Iklim dan Mutu Industri dan Kegiatan 1871 Penelitian dan Pengembangan viii

Teknologi Keramik. Penerimaan dari jasa pelayanan teknis ditargetkan sebesar Rp. 7.500.000.000,-. Penilaian atas keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pengukuran kinerja yang mengukur dan membandingkan antara target (rencana tingkat capaian) dengan realisasinya untuk setiap indikator kinerja (masukan, keluaran dan hasil) dengan berpedoman pada Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 75/M-IND/PER/9/2014 tentang Petunjuk Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan yang telah diprogramkan di dalam Rencana Kinerja adalah sebagai berikut : Secara keseluruhan, pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik dan mencapai sasaran yang ditetapkan. Realisasi fisik mencapai 99,56 % sedangkan realisasi anggaran belanja mencapai Rp. 23.221.194.460,- atau 94,30 %. Secara umum, target Perjanjian Kinerja (Perjakin) Balai Besar Keramik telah dapat dipenuhi. Hal-hal yang belum dapat terpenuhi di tahun 2015 menjadi tantangan untuk ditingkatkan lebih baik lagi di tahun mendatang. Pada tahun 2015 penerimaan JPT mengalami penurunan dibandingkan penerimaan tahun 2014 sebesar Rp. 8.718.321.464,-. Pada tahun 2015 ini total penerimaan PNBP fungsional mencapai Rp 8.328.554.403,- dari target penerimaan sebesar Rp. 7.500.000.000,-. Penerimaan fungsional terbesar diperoleh dari layanan sertifikasi yaitu sebesar Rp. 6.151.478.361,- atau 73,86 % dari keseluruhan pendapatan PNBP fungsional BBK dan jauh melampaui target pendapatan yang telah ditetapkan. Hal tersebut disebabkan adanya peraturan mengenai SNI wajib untuk beberapa komoditi terkait dengan bidang keramik. Pendapatan JPT fungsional BBK tahun 2015 mengalami penurunan sebesar Rp. 389.767.061,- atau 4,45 % dibandingkan penerimaan JPT tahun 2014, sebesar Rp. 8.718.321.464,-. Berdasarkan data penerimaan JPT setiap tahunnya, BBK perlu untuk mengevaluasi secara periodik dalam menetapkan target-targetnya serta menetapkan strategi pemasaran baik pemasaran keluar (external marketing) maupun pemasaran internal (internal marketing) agar dapat terus meningkatkan kinerja serta dapat mencapai target-target yang telah ditetapkan, seperti yang tertuang dalam dokumen Strategic Management Planning BBK. ix

BAB I PENDAHULUAN A. TUGAS POKOK DAN FUNGSI ORGANISASI Berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 105/M-IND/PER/10/2010 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perindustrian yang menggantikan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 01/M-IND/PER/06/2006 dan Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 40/M-IND/PER/06/2006 tanggal 29 Juni 2006 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Keramik, Balai Besar Keramik (BBK) adalah unit pelaksana teknis di lingkungan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri. Balai Besar Keramik mempunyai tugas melaksanakan kegiatan penelitian, pengembangan, kerjasama, standardisasi, pengujian, sertifikasi, kalibrasi dan pengembangan kompetensi industri keramik sesuai kebijaksanaan teknis yang ditetapkan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri. Dalam melaksanakan tugas, Balai Besar Keramik menyelenggarakan fungsi : a) Melaksanakan penelitian dan pengembangan, pelayanan jasa teknis bidang teknologi bahan baku, bahan pembantu, proses, produk, peralatan dan pelaksanaan pelayanan dalam bidang pelatihan teknis, konsultasi/ penyuluhan, alih teknologi serta rancang bangun dan perekayasaan industri, inkubasi dan penanggulangan pencemaran. b) Melaksanakan pemasaran, kerjasama, pengembangan, dan pemanfaatan teknologi informasi c) Pelaksanaan pengujian dan sertifikasi bahan baku, bahan pembantu dan produk industri keramik serta kegiatan kalibrasi mesin dan peralatan. d) Melakukan perencanaan, pengolahan, koordinasi sarana dan prasarana 1

untuk kegiatan penelitian dan pengembangan di bawah Balai Besar Keramik dan juga melakukan penerapan standar industri keramik. e) Melaksanakan pengujian dan sertifikasi bahan baku, bahan mentah, bahan penolong, produk keramik dan kalibrasi peralatan dan permesinan. f) Melaksanakan pelayanan teknis dan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Balai Besar Keramik. B. PERAN STRATEGIS ORGANISASI Secara historis, Balai Besar Keramik didirikan oleh Pemerintah Kolonial Belanda pada tahun 1922 dengan nama Keramische Laboratorium, sehingga pada tahun ini, Balai Besar Keramik telah berusia 92 tahun. Waktu yang cukup panjang tersebut telah memberikan kesempatan bagi Balai Besar Keramik untuk tumbuh dan berkembang menjadi lembaga litbang yang berkemampuan dan berpengalaman di bidang teknologi keramik. Hal ini terbentuk karena akumulasi iptek, keahlian, pengalaman, dan keterampilan yang dimiliki personil serta semakin lengkapnya sarana dan prasarana pendukung yang sekarang dimiliki Balai Besar Keramik. Sampai dengan akhir Desember tahun 2015, Balai Besar Keramik diperkuat oleh 122 pegawai dengan lebih dari setengah dari jumlah tersebut adalah pegawai dengan pendidikan sarjana strata satu (34 %), sarjana strata dua (16 %) dan sarjana strata tiga (3%). Selain itu, lebih dari 50 pegawai pernah mengikuti pendidikan dan pelatihan di luar negeri, antara lain di Jepang, Amerika Serikat, Jerman, Inggris, Belanda, Perancis, Italia, Pilipina, Malaysia, dan Singapura. Gambar 1.1. menyajikan data tingkat pendidikan pegawai Balai Besar Keramik per 31 Desember 2015. 2

Gambar 1.1 Data pegawai berdasarkan tingkat pendidikan Dari 122 pegawai yang ada, 46 orang adalah pejabat fungsional dan 60 orang pejabat fungsional umum. Komposisi pegawai BBK (persentase) berdasarkan jabatan fungsionalnya dapat dilihat pada gambar berikut : Gambar 1.2 Data pegawai berdasarkan jabatan fungsional Dengan dukungan sumber daya manusia yang baik serta peralatan yang relatif lengkap dan maju seperti misalnya Diffraction Thermal Analysis, Refraktometer, Oven Pengering, Analytical Balance, Precision Balance, Masonry Saw Machine Portable, Magnetic Ferro Filter, Roller Hearth Kiln, dll., Balai 3

Besar Keramik dapat melaksanakan peran strategisnya sebagai institusi : Melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang teknologi keramik untuk mendorong pertumbuhan dan kemajuan industri keramik di Indonesia. (Peran inovator dan inventor); Memberikan layanan teknis kepada pengguna jasa khususnya masyarakat industri keramik nasional. (Peran pendukung industri); Memberikan masukan kepada Badan Penelitian dan Pengembangan Industri guna perumusan kebijakan di sektor industri keramik yang mengarah pada perbaikan dan penguatan struktur industri keramik di Indonesia. (Peran penyedia informasi); Peran pengembangan sumber daya manusia industri. C. STRUKTUR ORGANISASI Untuk dapat menyesuaikan dan meningkatkan peran Balai Besar Keramik dalam pembangunan ekonomi nasional khususnya melalui pelayanan jasa teknis di bidang teknologi keramik, Balai Besar Keramik memiliki struktur organisasi yang telah disempurnakan dan dinilai tepat untuk mendukung pelaksanaan misi organisasi. Struktur Organisasi Balai Besar Keramik tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia No. 40/M- IND/PER/06/2006 Tanggal 29 Juni 2006 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Keramik. Struktur organisasi Balai Besar Keramik seperti terlihat lampiran 1 menggambarkan bahwa Balai Besar Keramik dipimpin oleh seorang Kepala Balai Besar yang membawahi 4 (empat) Kepala Bidang dan 1 (satu) Kepala Bagian. Masing-masing Kepala Bidang membawahi 3 (tiga) Kepala Seksi, sementara Kepala Bagian membawahi 4 (empat) Kepala Sub Bagian. Selain didukung oleh pejabat struktural (Kepala Bidang, Bagian, Seksi, dan Sub Bagian), Kepala Balai Besar juga didukung oleh para pejabat fungsional (Peneliti, Teknisi Litkayasa, Arsiparis, Pustakawan, dan Penyuluh) yang secara organisatoris ditempatkan di bidang atau bagian terkait. Adapun nama-nama bidang, bagian, seksi, dan sub bagian yang terintegrasi dalam satu kesatuan 4

struktur organisasi Balai Besar Keramik adalah sebagai berikut: Gambar 1.3 Struktur organisasi Balai Besar Keramik 5

BAB II PERENCANAN DAN PERJANJIAN KINERJA A. RENCANA STRATEGIS 2015-2019 Dalam upaya melaksanakan tugas pokok dan fungsi serta untuk mengoptimalkan perannya dalam pembangunan struktur industri keramik nasional yang tangguh, Balai Besar Keramik menetapkan rencana Strategis organisasi untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2019. Proses perumusan rencana Strategis dilakukan secara sistematis, terarah, dan ilmiah. Proses ini diawali dari penetapan visi dan misi, kemudian dengan mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman yang ada dan yang mungkin timbul, ditetapkanlah tujuan, sasaran, kebijakan, dan program yang akan membawa kepada pencapaian visi organisasi. Dalam penyusunannya Rencana Strategis BBK ini berlandaskan dan mengacu pada Rencana Strategis Kementerian Perindustrian. Berikut tebel keterkaitan antara Rencana Strategis Kemenperin dan Rencana Strategis BBK : Tabel 2.1 Keterkaitan Renstra Kemenperin dan Renstra BBK Sasaran Strategis Kemenperin Perspektif Pemangku Kepentingan, Sasaran Strategis 5: Meningkatnya Pengembangan Inovasi dan Penguasaan Teknologi, dengan indicator kinerja : Sasaran Strategis BBK Sasaran Strategis I : Meningkatnya pemanfaatan hasil litbang oleh industry, dengan indicator kinerja : 6

Sasaran Strategis Kemenperin Meningkatnya penguasaan teknologi industri, pengembangan inovasi dan penerapan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Sasaran Strategis BBK Jumlah hasil litbang yang telah diterapkan Jumlah hasil litbang yang siap diterapkan Jumlah kerjasama riset dengan pihak industri, institusi pendidikan maupun instansi pemerintah lainnya. Jumlah kerjasama terkait litbang dengan pihak industri, institusi pendidikan maupun instansi pemerintah lainnya Jumlah karya ilmiah yang dipublikasikan Jumlah litbang yang mangacu pada program prioritas Kementerian Jumlah litbang yang diusulkan untuk mendapatkan Paten Tabel 2.1 (lanjutan) Keterkaitan Renstra Kemenperin dan Renstra BBK Sasaran Strategis Kemenperin Sasaran Strategis BBK Perspektif Proses Internal Kepentingan, Sasaran Strategis IV : Meningkatnya Sasaran Strategis 5: Meningkatnya Kualitas Pelayanan dan Informasi Publik, dengan kualitas jasa layanan teknis BBK kepada industry, dengan Indikator kinerjanya indicator kinerja : Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Seacara garis besar Rencana Strategis Balai Besar Keramik tahun 2015 2019 adalah sebagai berikut : 1. VISI Menjadi lembaga profesional, mandiri dan terkemuka dalam memberikan layanan teknis bagi industri keramik dan lembaga yang unggul di bidang teknologi keramik dan nano material 2. MISI Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Balai Besar Keramik yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 40/M- IND/PER/06/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Keramik. Misi Balai Besar Keramik adalah : 7

a) Melaksanakan penelitian dan pengembangan teknologi terapan dan standardisasi untuk industri keramik dan pengguna produk keramik. b) Memberikan pelayanan jasa teknologi khususnya di bidang: Riset teknologi keramik Pelatihan teknis tenaga industri Pengujian mutu bahan/produk Standardisasi bahan/produk Sertifikasi Konsultansi teknik produksi dan pemanfaatan produk keramik Rancang bangun dan perekayasaan peralatan industri 3. TUJUAN Untuk mencapai Visi dan Misi, Balai Besar Keramik menetapkan 3 (tiga) tujuan utama (Goals), dan memiliki 7 (tujuh) sasaran (objectives). Tujuan utama dan sasaran (objectives) Balai Besar Keramik yang ingin dicapai dalam kurun waktu 5 (lima) tahun ke depan adalah sebagai berikut: a. Menguatnya teknologi melalui litbang dalam bidang keramik Sasaran yang ingin dicapainya yaitu : 1. Meningkatnya pemanfaatan hasil litbang oleh industry 2. Meningkatnya pemecahan masalah di industry 3. Meningkatnya kompetensi SDM BBK dalam bidang teknologi keramik b. Meningkatkan mutu industri melalui penerapan SNI wajib Sasaran yang ingin dicapainya yaitu : 1. Meningkatnya kualitas jasa layanan teknis BBK kepada industry 2. Meningkatnya kuantitas jasa layanan teknis BBK kepada industry 3. Meningkatnya kapasitas kelembagaan BBK dalam menunjang pelayanan kepada industri c. Meningkatnya program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industry Sasaran yang ingin dicapainya yaitu : 1. Meningkatkan SDM industri melalui Pelatihan Teknis 8

4. SASARAN Dalam setiap sub program dan kegiatan yang telah direncanakan, telah ditetapkan sasaran yang akan dicapai beserta indikator pencapaiannya. Hal tersebut bertujuan untuk mempermudah monitoring dan evaluasi keberhasilan implementasi dari Renstra BBK. Jika pencapaiannya masih dirasakan minim, maka akan dengan mudah teridentifikasi permasalahannya sehingga dapat segera ditemukan solusinya. Sasaran yang akan dicapai BBK dalam kurun waktu 2015-2019 adalah sebagai berikut : Sasaran Strategis I : Meningkatnya pemanfaatan hasil litbang oleh industry Indikator kinerjanya: Tabel 2.2 Indikator kinerja Sasaran Strategis I Indikator 2015 2016 2017 2018 2019 Jumlah hasil litbang yang telah diterapkan Jumlah hasil litbang yang siap diterapkan Jumlah litbang yang mengacu pada program proiritas kementerian Jumlah kerjasama riset dengan pihak industri, institusi pendidikan maupun instansi pemerintah lainnya. Jumlah kerjasama terkait litbang dengan pihak industri, institusi pendidikan maupun instansi pemerintah lainnya. Jumlah karya tulis yang dipublikasikan Jumlah litbang yang disulkan untuk mendapatkan paten 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 3 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 35 35 35 35 35 0 0 1 0 1 Sasaran Strategis II : Meningkatnya pemecahan masalah di industry Indikator kinerjanya: Tabel 2.3 Indikator kinerja Sasaran Strategis II Indikator 2015 2016 2017 2018 2019 Jumlah litbang terkait pemecahan masalah industri Jumlah konsultansi teknis terkait pemecahan masalah industri 1 1 1 1 1 4 4 5 5 5 9

Sasaran Strategis III : bidang teknologi keramik Indikator kinerjanya: Meningkatnya kompetensi SDM BBK dalam Tabel 2.4 Indikator kinerja Sasaran Strategis III Indikator 2015 2016 2017 2018 2019 Jumlah pegawai yang mengikuti 20 20 20 20 20 pelatihan dalam bidang teknis maupun administrasi Jumlah pegawai yang meraih 2 2 2 2 2 pendidikan gelar maupun nongelar Jumlah SDM fungsional 46 49 50 51 53 Sasaran Strategis IV : Meningkatnya kualitas jasa layanan teknis BBK kepada industri Indikator kinerjanya: Tabel 2.5 Indikator kinerja Sasaran Strategis IV Indikator 2015 2016 2017 2018 2019 Persentase pelayanan jasa teknis yang 85 85 87 87 90 selesai tepat waktu sesuai dengan standar pelayanan minimal dibandingkan jumlah total pelayanan yang diselesaikan Indeks kepuasan masyarakat 72 75 75 80 80 Penerapan SIM dalam pengelolaan 2 3 3 3 3 pelayanan Terpeliharanya Akreditasi : - LSPro 29 31 33 34 35 - LSMM 2 2 2 2 2 - Lab. Pengujian 20 24 27 29 30 - Lab. Kalibrasi 8 12 15 16 17 Terpeliharanya Sistem Manajemen Mutu BBK 2 2 2 2 2 Sasaran Strategis V: Meningkatnya kuantitas jasa layanan teknis BBK kepada industri Indikator kinerjanya: Tabel 2.6 Indikator kinerja Sasaran Strategis V Indikator 2015 2016 2017 2018 2019 Persentase penambahan penerimaan jasa layanan teknis Penambahan ruang lingkup LPK BBK yang diakui KAN 10 10 10 10 10 10

Indikator 2015 2016 2017 2018 2019 - LSPro -5 2 2 1 1 - LSMM 2 2 2 2 2 - Lab. Pengujian 2 4 3 2 1 - Lab. Kalibrasi 3 4 3 1 1 Persentase penambahan jumlah pelanggan 5 5 5 5 5 Jumlah sampel pengujian 1500 1550 1600 1650 1700 Jumlah alat yang terkalibrasi 100 150 200 250 300 Jumlah jasa layanan perusahaan yang mendapatkan : Sertifikasi Produk Produsen Luar negeri 123 130 135 138 140 Sertifikasi Produk produsen dalam negeri 64 73 80 85 87 Sertifikasi SMM 18 20 20 21 22 Jumlah desain/prototipe layanan RBPI kepada 1 1 1 1 1 industri Jumlah kajian standar maupun RSNI yang diperlukan industri 4 6 6 6 6 Sasaran Strategis VI : Meningkatnya kapasitas kelembagaan BBK dalam menunjang pelayanan kepada industri Indikator kinerjanya: Tabel 2.7 Indikator kinerja Sasaran Strategis VI Indikator 2015 2016 2017 2018 2019 Penambahan kapasitas kemampuan uji laboratorium : Peralatan laboratorium pengujian 6 8 4 4 4 Penambahan peralatan 3 4 3 1 1 laboratorium Kalibrasi Penambahan personil administrasi 10 12 14 16 18 dan teknisi pengujian, kalibrasi dan sertifikasi Penambahan peralatan 7 3 2 1 1 laboratorium Litbang penambahan peralatan IT yang 10 20 30 30 30 mendukung pelayanan BBK Penambahan sarana dan prasarana 17 20 22 20 22 perkantoran BBK Penambahan sarana dan prasarana laboratorium perekayasaan dan perbengkelan 1 2 1 1 1 Sasaran Strategis VII : meningkatnya program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri Indikator kinerjanya: 11

Tabel 2.8 Indikator kinerja Sasaran Strategis VII Indikator 2015 2016 2017 2018 2019 Jumlah pelatihan teknis 5 5 5 5 5 Jumlah SDM industri yang mengikuti 97 105 110 114 115 pelatihan Penambahan jenis pelatihan yang 1 1 1 1 1 sesuai dengankebutuhan industri Tersedianya standar kompetensi 1 1 1 1 1 tenaga industri Jumlah pengembangan silabus 3 3 3 3 3 pelatihan Penambahan sarana dan prasarana pelatihan 1 3 3 3 3 B. RENCANA KINERJA BBK TAHUN 2015 Rencana Kinerja BBK 2015 ini merupakan penjabaran dari sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam Renstra BBK yang merupakan perencanaan jangka menengah. Di dalam Renkin ditetapkan rencana tingkat capaian kinerja tahunan, sasaran dan seluruh indikator kinerja kegiatan. Oleh karenanya, kegiatan yang akan dilaksanakan di BBK pada Tahun Anggaran 2015 mengarah pada pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan di dalam Renstra BBK 2015 2019. Pelaksanaan kinerja pada setiap tahun anggaran akan berkontribusi terhadap keberhasilan pencapaian tujuan dan sasaran, sehingga pada akhirnya tujuan utama Renstra dan visi organisasi dapat diraih. Tahun ini merupakan tahun pertama pelaksanaan Rencana Strategis BBK 2015-2019, program kegiatan yang dilaksanakan tahun 2015 ini kemudian disebut sebagai Rencana Kinerja (Renkin BBK) Tahun 2015. Secara rinci, Renkin/RKT BBK tahun 2015 disajikan dalam bentuk matriks yang menguraikan sasaran, indikator, rencana tingkat capaian, program, uraian kegiatan, indikator (masukan, keluaran dan hasil), satuan, serta rencana tingkat capaian kegiatan sebagaimana terlampir di bawah ini : 12

Tabel 2.9 Rencana Kinerja Balai Besar Keramik Tahun 2015 No Sasaran Indikator Kinerja Target 1 2 3 4 1 Meningkatnya Jumlah hasil litbang yang telah diterapkan 1 Penelitian pemanfaatan hasil Jumlah hasil litbang yang siap diterapkan 1 Penelitian litbang oleh industri Jumlah litbang yang mengacu pada program 2 Penelitian proiritas kementerian 2 Meningkatnya pemecahan masalah di industri 3 Meningkatnya kompetensi SDM BBK dalam bidang teknologi keramik Jumlah kerjasama riset dengan pihak industri, institusi pendidikan maupun instansi pemerintah lainnya. Jumlah kerjasama terkait litbang dengan pihak industri, institusi pendidikan maupun instansi pemerintah lainnya. 1 Kerja sama 1 Kerja sama Jumlah karya tulis yang dipublikasikan 35 Karya tulis Jumlah litbang yang disulkan untuk mendapatkan paten Jumlah litbang terkait pemecahan masalah industri Jumlah konsultansi teknis terkait pemecahan masalah industri Jumlah pegawai yang mengikuti pelatihan dalam bidang teknis maupun administrasi Jumlah pegawai yang meraih pendidikan gelar maupun nongelar 0 Penelitian 1 Penelitian 4 Konsultansi 20 orang 2 orang Jumlah SDM fungsional 46 orang 4 Meningkatnya kualitas jasa layanan teknis BBK kepada industri Persentase pelayanan jasa teknis yang selesai tepat waktu sesuai dengan standar pelayanan minimal dibandingkan jumlah total pelayanan yang diselesaikan 85 % Indeks kepuasan masyarakat 75 indeks Penerapan SIM dalam pengelolaan pelayanan Terpeliharanya Akreditasi : 2 layanan LSPro 29 ruang lingkup LSMM 2 ruang lingkup Lab. Pengujian 20 ruang lingkup Lab. Kalibrasi 8 ruang lingkup Terpeliharanya Sistem Manajemen Mutu BBK 2 ruang lingkup 13

Tabel 2.9 (lanjutan) Rencana Kinerja Balai Besar Keramik Tahun 2015 No Sasaran Indikator Kinerja Target 1 2 3 4 5 Meningkatnya kuantitas jasa layanan Persentase penambahan penerimaan jasa layanan teknis 10 % teknis BBK kepada Penambahan ruang lingkup LPK BBK yang industri diakui KAN LSPro 2 ruang lingkup LSMM 2 ruang lingkup Lab. Pengujian 2 ruang lingkup Lab. Kalibrasi 3 ruang lingkup Persentase penambahan jumlah pelanggan 5 % Jumlah sampel pengujian 1500 sampel Jumlah alat yang terkalibrasi 100 alat 6 Meningkatnya kapasitas kelembagaan BBK dalam menunjang pelayanan kepada industri Jumlah jasa layanan perusahaan yang mendapatkan : Sertifikasi Produk Produsen Luar negeri 123 perusahaan Sertifikasi Produk produsen dalam negeri 64 perusahaan Sertifikasi SMM 18 perusahaan Jumlah desain/prototipe layanan RBPI kepada industri Jumlah kajian standar maupun RSNI yang diperlukan industri Penambahan kapasitas kemampuan uji laboratorium : 1 desain 4 RSNI Peralatan laboratorium pengujian 6 alat Penambahan peralatan laboratorium 3 alat Kalibrasi Penambahan personil administrasi dan teknisi pengujian, kalibrasi dan sertifikasi 10 Penambahan peralatan laboratorium Litbang penambahan peralatan IT yang mendukung pelayanan BBK Penambahan sarana dan prasarana perkantoran BBK Penambahan sarana dan prasarana laboratorium perekayasaan dan perbengkelan 17 alat 10 alat 17 alat 0 alat 14

Tabel 2.9 (lanjutan) Rencana Kinerja Balai Besar Keramik Tahun 2015 No Sasaran Indikator Kinerja Target 1 2 3 4 7 meningkatnya program Jumlah pelatihan teknis 5 jenis pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan Jumlah SDM industri yang mengikuti 97 orang industri pelatihan Penambahan jenis pelatihan yang sesuai dengankebutuhan industri 1 jenis Tersedianya standar kompetensi tenaga 1 standar industri Jumlah pengembangan silabus pelatihan 3 silabus Penambahan sarana dan prasarana pelatihan 3 sarana C. RENCANA ANGGARAN Sesuai dengan yang diberikan oleh Kementerian Keuangan yang tercantum dalam aplikasi RKAKL (Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Lembaga), Balai Besar Keramik memiliki 1 (satu) kegiatan, yaitu Penelitian dan Pengembangan Teknologi Keramik dan kegiatan tersebut terdiri dari 8 (delapan) output (lihat Tabel 2.1). Dalam upaya meningkatkan dan mengembangkan kinerja untuk mendukung pelaksanaan Tupoksi, maka pagu awal DIPA BBK Tahun Anggaran 2015 berdasar Surat Pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Petikan Tahun Anggaran 2015 Nomor: SP DIPA- 019.07.2.247157/2015 tanggal 14 November 2014 adalah sebesar Rp 25.328.897.000,- termasuk di dalamnya anggaran belanja PNBP sebesar Rp 7.146.000.000,-. Namun dengan adanya pengurangan pada anggaran belanja pegawai (Rupiah Murni) sebesar Rp. 700.000.000,- maka terdapat revisi pagu anggaran berdasar Surat Pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Petikan Tahun Anggaran 2015 Nomor: SP DIPA-019.07.2.247157/2015 tanggal 24 November 2015 menjadi sebesar Rp. 24.628.897.000,-. 15

Tabel 2.10 Output Kegiatan dan Indikator Keluaran BBK Tahun 2015 No KODE OUTPUT IK OUTPUT 1 1.871.001 Hasil Kajian/ Penelitian Penguasaan Teknologi 9 Hasil Litbang Industri 2 1.871.002 Hasil Rekayasa Mesin/ Peralatan Teknologi 1 Unit Industri 3 1.871.003 Layanan Jasa Teknis 9 Layanan 4 1.871.004 Pengembangan Kelembagaan Balai Besar/ 16 Kegiatan Baristand Industri 5 1.871.005 Dokumen Perencanaan 16 Dokumen /Penganggaran/Pelaporan/Monitoring dan Evaluasi 6 1.871.994 Layanan Perkantoran 12 Layanan 7 1.871.996 Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi 41 Unit 8 1.871.997 Peralatan dan Fasilitas Perkantoran 51 Unit Adapun anggaran dari 8 (delapan) output kegiatan BBK Th. 2015 dapat dilihat pada Tabel 2.11 Tabel 2.11 Output Kegiatan dan Anggaran BBK Tahun 2015 No KODE OUTPUT 1 1.871.001 Hasil Kajian/ Penelitian Penguasaan Teknologi Industri 967.780.000 2 1.871.002 Hasil Rekayasa Mesin/ Peralatan Teknologi Industri 124.022.000 3 1.871.003 Layanan Jasa Teknis 3.686.644.000 4 1.871.004 Pengembangan Kelembagaan Balai Besar/ Baristand Industri 1.597.038.000 5 1.871.005 Dokumen Perencanaan /Penganggaran/Pelaporan/Monitoring 347.808.000 dan Evaluasi 6 1.871.994 Layanan Perkantoran 17.255.948.000 7 1.871.996 Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi 258.400.000 8 1.871.997 Peralatan dan Fasilitas Perkantoran 391.257.000 Total ANGGARAN (Rp) 24.628.897.000 Secara rinci rencana anggaran BBK Tahun 2015 dapat dilihat pada Tabel 2.12 16

Tabel 2.12 Rencana Anggaran BBK Th 2015 OUTPUT Uraian Anggaran (Ribuan Rupiah) SD / CP 1871 Penelitian dan Pengembangan Teknologi Keramik 24.628.897.000 1871.001 Penelitian Penguasaan Teknologi Keramik dan Nano 967.780.000 Material 001 Litbang Keramik Konvensional 175.849.000 A. Pemanfaatan Limbah Batuan Basalt untuk Produk Keramik Konvensional dari Jenis Bodi Stoneware 56.830.000 RM B. Pemanfaatan Limbah Pengolahan Alumunium sebagai Bahan Pembentuk Pori untuk Bata Isolasi 65.357.000 RM C. Pembuatan Crusible untuk Peleburan Konsentrat Emas sebagai Alternatif Merkuri Amalgamasi di 53.662.000 RM Tambang Emas Skala Kecil 002 Litbang Keramik Konvensional 791.931.000 A. Pembuatan Contoh Produk Bola-Bola Alumina untuk Pengisi Ball Mill pada Industri Keramik Dalam 125.236.000 RM Negeri sebagai Substitusi Impor B. Penyiapan Serbuk Gamma Alumina sebagai Absorben Logam Berat pada Industri Air Minum Isi Ulang 90.695.000 RM C. Pembuatan Peralatan Proses Milling Bahan Keramik dari Alumina dan atau Zirkonia Hasil Ekstrasi Bahan 133.453.000 RM Baku Alam D. Pembuatan Zeolit dari Kaolin untuk Pengolahan Minyak Bumi 71.766.000 RM E. Preparasi dan Modifikasi Nano Submikron Silika untuk Campuran Semen Portland 109.726.000 RM F. Pengembangan Gamma-Alumina Nanofiber dari Bahan Alam Kaolin sebagai Penyangga Katalis 261.055.000 RM Hydrotreating 1.871.002 Hasil Rekayasa Mesin / Peralatan Teknologi Industri 124.022.000 001 Hasil Rancang Bangun dan Rekayasa Alat A. Permodelan Reaksi Oksidasi Besi dengan Hidrogen Peroksida untuk Bahan Magnet Keramik 124.022.000 RM 1.871.003 Layanan Jasa Teknis 3.686.644.000 1.871.004 Pengembangan Kelembagaan Balai Besar / Baristand 1.597.038.000 Industri 001 Hasil Peningkatan Kompetensi SDM 711.593.000 A. Kompetensi Personil Bidang PASKAL B. Kompetensi Personil Administrasi, IT dan Litbang C. Peningkatan Kompetensi Calon Fungsional Peneliti D. Pengembangan Manajemen Dasar Kepegawaian 002 Hasil Peningkatan Kompetensi Lembaga 352.289.000 A. Pemeliharaan dan Pengembangan Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 98.228.000 PNBP B. Persiapan Penambahan Ruang Lingkup Botol Gelas LPBBK 95.749.000 PNBP C. Penambahan Ruang Lingkup Akreditasi Laboratorium Kalibrasi 30.540.000 RM D. Penyusunan Data Industri Per Komoditi di Jawa Barat 18.584.000 PNBP E. Penyusunan Tarif Jasa Layanan Konsultansi 15.712.000 PNBP F. Pembuatan Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Terpadu Satu Pintu (SIM PTSP) BBK 82.164.000 PNBP G. Peningkatan Kinerja Pegawai melalui 5K 11.312.000 PNBP 17

OUTPUT Tabel 2.12 (lanjutan) Rencana Anggaran BBK Th 2015 Uraian Anggaran (Ribuan Rupiah) 003 Sertifikasi Lembaga / Laboratorium 136.002.000 A. Survailen Lembaga / Reakreditasi Laboratorium 58.606.000 PNBP B. Reasesmen Lembaga / Laboratorium 77.396.000 PNBP 004 Promosi Jasa Layanan Teknis BBK 182.931.000 A. Pameran Hasil Litbang 54.344.000 RM B. Promosi dan Komersialisasi Jasa Pelayanan Teknis 128.587.000 PNBP 005 Publikasi Hasil Litbang 214.223.000 A. Diseminasi Hasil Litbang BBK 124.971.000 PNBP B. Penerbitan Majalah Ilmiah ITKG 30.176.000 PNBP C. Penerbitan Jurnal Ilmiah JKGI 59.076.000 PNBP 1.871.005 Dokumen Perencanaan / Penganggaran / Pelaporan / 347.808.000 Monitoring dan Evaluasi 001 Dokumen Hasil Koordinasi Perencanaan Program dan Anggaran A. Koordinasi Penyusunan Rencana Teknis Th. 2015 81.332.000 PNBP 002 Dokumen Implementasi Sistem Informasi Manajemen 138.040.000 PNBP dan BMN 003 Dokumen Hasil Koordinasi Monitoring dan Evaluasi 42.212.000 PNBP 004 Dokumen Implementasi Pengelolaan Sistem Akuntansi 86.224.000 PNBP Keuangan 1.871.994 Layanan Perkantoran 17.255.948.000 001 Pembayaran Gaji dan Tunjangan 14.213.318.000 RM 002 Penyelenggaraan Operasional dan Pemeliharaan Perkantoran 2.979.813.000 A. Operasional Perkantoran dan Pimpinan 1.579.446.000 RM B. Kesehatan dan Kesejahteraan Pegawai 133.232.000 PNBP C. Perawatan Tanah, Gedung Kantor, dan Rumah Dinas 571.680.000 RM & PNBP D. Perawatan Alat Fungsional Laboratorium 52.810.000 PNBP E. Perawatan Kendaraan Bermotor 174.910.000 PNBP F. Perawatan Sarana Gedung 46.300.000 PNBP G. Langganan Daya dan Jasa 381.050.000 PNBP H. Perawatan Jaringan Daya, Jasa dan Komunikasi 40.385.000 PNBP 011 Pengadaan Sarana Laboratorium dan Litbang 62.817.000 PNBP 1.871.996 Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi 258.400.000 001 Pelaksanaan Pengadaan Alat Pengolah Data dan 258.400.000 PNBP Komunikasi 1.871.997 Peralatan dan Fasilitas Perkantoran 391.257.000 SD / CP 011 Pengadaan Sarana dan Prasarana 391.257.000 A. Pengadaan Sarana Laboratorium Pendukung 143.000.000 PNBP Layanan Teknis B. Pengadaan Sarana dan Prasarana Kantor 248.257.000 PNBP 18

D. DOKUMEN PENETAPAN KINERJA BALAI BESAR KERAMIK Tabel 2.13 Perjanjian Kinerja BBK Th 2015 No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target 1 2 3 4 1 Meningkatnya hasil-hasil Litbang yang dimanfaatkan oleh industri 2 Meningkatnya kerja sama litbang Hasil litbang yang siap diterapkan Hasil litbang yang telah diimplementasikan Hasil teknologi yang dapat menyelesaikan permasalahan industri (problem solving) Kerja sama litbang instansi dengan industri 1 Penelitian 1 Penelitian 1 Paket teknologi 2 Kerjasama 3 Meningkatnya kualitas pelayanan publik Tingkat kepuasan pelanggan 4,5 Indeks 4 Meningkatnya publikasi ilmiah hasil litbang 5 Meningkatnya jasa pelayanan teknis kepada dunia usaha Karya tulis ilmiah yang dipublikasikan Peningkatan jumlah jenis produk yang sudah bisa diuji di laboratorium Jumlah penambahan ruang lingkup pengakuan produk LPK yang diakui oleh KAN Jumlah SDM industri yang mengikuti pelatihan teknis dan manajemen Jumlah Sampel pengujian dan kalibrasi 35 Karya tulis 2 Komoditi 5 Komoditi 90 Orang 1600 Sampel Jumlah perusahaan yang mendapatkan sertifikat produk dan atau SMM 200 Perusahaan Jumlah Desain/Prototip 2 Desain 6 Meningkatnya budaya pengawasan pada unsur pimpinan dan staf Jumlah Perusahaan yang dilayani Jumlah SDM BBK yang memperoleh sertifikat Jumlah pengadaan alat laboratorium Terbangunnya Sistem Pengendalian Intern di unit kerja 300 Perusahaan 30 Orang 22 Unit alat 1 Sistem 19

Tabel 2.13 (lanjutan) Perjanjian Kinerja BBK Th 2015 No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target 1 2 3 4 7 Membangun sistem informasi yang terintegrasi dan handal 8 Meningkatkan kualitas Perencanaan dan Pelaporan Penerapan SIM dalam pengelolaan pelayanan Konsistensi perencanaan dan implementasi Tingkat ketepatan waktu penyampaian laporan kinerja 1 Paket sistem informasi 90 Persen 100 Persen 9 Meningkatkan sistem tata kelola keuangan dan BMN yang profesional Tingkat penyerapan anggaran 95 Persen Tingkat ketepatan penyampaian laporan keuangan dan BMN 100 Persen 20

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA A. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI Akuntabilitas Kinerja Balai Besar Keramik (BBK) merupakan bentuk pertanggung jawaban kinerja yang memuat realisasi dan tingkat capaian kinerja yang diperjanjikan tahun 2015. Pengukuran dilakukan dengan cara membandingkan antara target sasaran yang ditetapkan dalam penetapan kinerja dengan realisasinya. kinerja merupakan dasar dalam menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksananaan kegiatan sesuai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi Balai Besar Keramik (BBK). Dalam mencapai visi dan misinya, BBK melaksanakan kegiatan yang mengacu pada Indikator Kinerja Utama (IKU) Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) dan Rencana Stratejik (Renstra) BBK yang setiap awal Tahun Anggaran ditetapkan dalam dokumen Perjanjian Kinerja. Pada Tahun Anggaran 2015, Perjanjian Kinerja (Perjakin) BBK meliputi 9 (sembilan) Sasaran Strategis untuk melaksanakan kinerjanya yang terbagi dalam 3 (tiga) perspektif, yaitu : Perspektif Pemangku Kepentingan / Stakeholder (S) 1) Sasaran Strategis I : Meningkatnya hasil-hasil litbang yang dimanfaatkan oleh industri; Perspektif Proses Pelaksanaan Tugas Pokok (T) 1) Sasaran Strategis II : Meningkatnya kerja sama litbang; 2) Sasaran Strategis III : Meningkatnya kualitas pelayanan publik; 3) Sasaran Strategis IV : Meningkatnya publikasi ilmiah hasil litbang; 4) Sasaran Strategis V : Meningkatnya jasa pelayanan teknis kepada dunia usaha; 5) Sasaran Strategis VI : Meningkatnya budaya pengawasan pada unsur; Perspektif Peningkatan Kapasitas Lembaga 1) Sasaran Strategis VII : Membangun sistem informasi yang terintegrasi dan 21

handal; 2) Sasaran Strategis VIII : Meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaporan; 3) Sasaran Strategis IX : Meningkatkan sistem tata kelola keuangan dan BMN yang profesional. Untuk capaian kinerja Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Teknologi Keramik dengan alur berdasarkan IKU Renstra Kementerian Perindustrian dapat dilihat pada tabel 3.1 sebagai berikut : Tabel 3.1 Matriks Alur IKU BPPI Sampai Perjanjian Kinerja BBK TA. 2015 IKK RENSTRA BALAI BESAR KERAMIK PERJANJIAN KINERJA BALAI BESAR KERAMIK IKU dalam Renstra Kementerian Realisasi Sasaran Strategis (SS) Indikator Kinerja Sasaran Sasaran Indikator Indikator Indikator Sasaran Strategis Sasaran Strategis Strategis (IKKS) Program/Indikator Kinerja Kinerja Kinerja 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Meningkatnya Meningkatnya penguasaan Meningkatnya penguasaan teknologi pengembangan inovasi teknologi industri, pengembangan industri dan Penerapan HKI dan penguasaan teknologi inovasi dan penerapan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Pertumbuhan pengembangan teknologi industri 10% Jumlah hasil litbang yang siap diterapkan 1 Penelitian Hasil litbang yang siap diterapkan 1 Penelitian 2 Penelitian Pertumbuhan penerapan inovasi teknologi industri 10% Jumlah hasil litbang yang telah diterapkan 1 Penelitian Hasil litbang yang telah diimplementasikan 1 Penelitian 1 Penelitian Jumlah litbang terkait pemecahan masalah industri Jumlah kerjasama terkait litbang dengan pihak industri, institusi pendidikan maupun instansi pemerintah lainnya Jumlah litbang yang mengacu pada program proiritas kementerian Jumlah kerjasama riset dengan pihak industri, institusi pendidikan maupun instansi pemerintah lainnya 1 Penelitian Hasil teknologi yang dapat menyelesaikan permasalahan industri (problem solving ) 1 Kerja Sama Kerja sama litbang instansi dengan industri 2 Penelitian 1 Kerja Sama 1 Paket Teknologi 1 Paket Teknologi 2 Kerja Sama 2 Kerja Sama Meningkatnya kemampuan Balai dan hasil litbang dalam rangka meningkatkan daya saing industri Jumlah paket peralatan laboratorium dan sarana pendukung di Balai 22 Paket Peralatan laboratorium pengujian Penambahan peralatan laboratorium Kalibrasi 6 Unit Alat Jumlah pengadaan alat laboratorium 3 Unit Alat 22 Unit Alat 18 Unit Alat Penambahan peralatan laboratorium Litbang 7 Unit Alat Meningkatnya kualitas pelayanan dan informasi publik Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Meningkatnya layanan jasa teknis kepada Peningkatan kepuasan pelanggan Pertumbuhan infrastruktur pelayanan teknis Indeks 3,5 Sumber: Perjanjian Kinerja Tahun 2015; Rencana Strategis BBK 2015-2019 5% Indeks kepuasan masyarakat Indeks 3,6 (72%) Tingkat kepuasan pelanggan Indeks 4,5 Indeks 4 Dari matriks tersebut, telah disusun Rencana Aksi Balai Besar Keramik TA. 2015 yang dapat dilihat pada tabel 3.2 sebagai berikut : 22

Tabel 3.2 Rencana Aksi TA. 2015 Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Teknologi Keramik No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Target Fisik (%) Rencana Kegiatan Target Fisik (%) Rencana Kegiatan Target Fisik (%) Rencana Kegiatan Target Fisik (%) Rencana Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 Meningkatnya hasilhasil Hasil litbang yang siap 1 Penelitian Litbang yang diterapkan 15 30 60 1. Uji coba di industri 100 dimanfaatkan oleh 2. Evaluasi dan industri perbaikan Pembuatan crusible untuk peleburan konsentrat emas sebagai alternatif merkuri amalgamasi di tambang emas skala kecil Pemanfaatan serbuk gamma alumina sebagai absorben logam berat untuk industri air minum Pembuatan contoh produk bola-bola alumina untuk pengisi ball mill pada industri keramik dalam negeri sebagai substitusi impor Rencana Aksi Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV 1. Studi Literatur 2. Pengadaan Bahan dan Alat 3. Membuat Komposisi Bahan 1. Melakukan analisa bahan 2. Pembuatan percobaan skala Labotratorium 3. Pembuatan Prototipe 1. Pengukuran tekno meter 2. Perhitungan teknoekonomi dan studi kelayakan 3. Seminar Hasil litbang yang telah diimplementasikan 1 Penelitian Penelitian membran keramik Penelitian mengenai bahan bangunan 15 Penjajagan ke industri pengguna 50 Persiapan prototype 75 Uji coba dengan industri, Evaluasi dan perbaikan 100 MoU/kerjasama Hasil teknologi yang dapat menyelesaikan permasalahan industri (problem solving ) 1 Paket Teknologi Penelitian teknologi cacat glasir 15 Identifikasi dan analisis masalah 50 Lab work (pengujian, pembuatan prototip) 75 Uji coba dengan industri, 100 Evaluasi dan perbaikan 2 Meningkatnya kerja sama litbang Kerja sama litbang instansi dengan industri 2 Kerjasama 1.Kerja sama penelitian dan analisis karakteristik bahan bangunan 15 Persiapan tim dan 30 survey ke industri Survey ke industri dan penjajagan kerjasama 75 Pelaksanaan 100 penelitian Pelaksanaan penelitian dan Evaluasi dan pelaporan 2.Kerja sama benefisiasi bahan baku 23

Tabel 3.2 (Lanjutan) Rencana Aksi TA. 2015 Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Teknologi Keramik No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Target Fisik (%) Triwulan I Rencana Kegiatan Target Fisik (%) Triwulan II Rencana Kegiatan Rencana Aksi Triwulan III Target Fisik (%) Rencana Kegiatan Target Fisik (%) Triwulan IV Rencana Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 3 Meningkatnya kualitas pelayanan publik Tingkat kepuasan pelanggan 4,5 Indeks 15 1. Menyusun kuisioner 2. Membagikan kuisioner kepada pelanggan 3. Membuat target responden 25 Mengumpulkan kuisioner dan menganalisis hasil kuesioner 75 Menghitung responden dan nilai indeks 100 Evaluasi dan pelaporan 4 Meningkatnya Karya tulis ilmiah yang 35 Karya Tulis 15 Permintaan usulan Publikasi ilmiah hasil dipublikasikan karya tulis litbang 5 Meningkatnya Jasa Pelayanan Teknis Kepada Dunia Usaha Peningkatan jumlah jenis produk yang sudah bisa diuji di laboratorium 2 Komoditi 1. Botol gelas 10 Identifikasi 2. Ampelas standar dan peralatan 25 Pemeriksaan oleh dewan penyunting dan penerbitan jurnal 50 Pengadaan peralatan dan standar 75 Permintaan usulan karya tulis 75 Persiapan ruangan dan instalasi peralatan 100 Pemeriksaan oleh dewan penyunting dan penerbitan jurnal 100 Persiapan pengajuan ruang lingkup akreditasi ke KAN Jumlah penambahan ruang lingkup pengakuan produk LPK yang diakui oleh KAN Jumlah SDM industri yang mengikuti pelatihan teknis dan manajemen Jumlah Sample Pengujian dan Kalibrasi 5 Komoditi 10 Identifikasi Bidet standar dan Urinal peralatan Wastafel Termometer Infra Red Caliper > 1500 mm 90 Orang 10 Penyebaran informasi jenisjenis pelatihan 1600 Sample 25 Pelaksanaan Pengujian 400 sampel, menginformasikan layanan kalibrasi ke pengguna yang potensial 50 Pengadaan peralatan dan standar 35 Penyelenggaraan pelatihan 50 Pelaksanaan Pengujian 400 sampel, menginformasikan layanan kalibrasi ke pengguna yang potensial 75 Persiapan ruangan dan instalasi peralatan 65 Penyelenggaraan pelatihan 75 Pelaksanaan Pengujian 400 sampel, menginformasikan layanan kalibrasi ke pengguna yang potensial 100 Persiapan pengajuan ruang lingkup akreditasi ke KAN 100 Penyelenggaraan pelatihan, Evaluasi dan pelaporan 100 Pelaksanaan Pengujian 400 sampel, menginformasikan layanan kalibrasi ke pengguna yang potensial 24

Tabel 3.2 (Lanjutan) Rencana Aksi TA. 2015 Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Teknologi Keramik No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Target Fisik (%) Rencana Kegiatan Target Fisik (%) Rencana Kegiatan Target Fisik (%) Rencana Kegiatan Target Fisik (%) Rencana Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 5 Meningkatnya Jasa Pelayanan Teknis Kepada Dunia Usaha Jumlah Perusahaan yang mendapatkan Sertifikat Produk dan atau SMM 200 Perusahaan 25 Pelaksanaan Sertifikasi sebanyak 50 perusahaan 50 Pelaksanaan Sertifikasi sebanyak 50 perusahaan 75 Pelaksanaan Sertifikasi sebanyak 50 perusahaan 100 Pelaksanaan Sertifikasi sebanyak 50 perusahaan Jumlah Desain/ Prototipe Jumlah Perusahaan yang dilayani Jumlah SDM BBK yang memperoleh Sertifikat Jumlah Pengadaan Alat Laboratorium 2 Desain 1. Desain tungku 2. Desain alat uji Triwulan I 25 Identifikasi kebutuhan jenis, bahan bakar dan kapasitas 300 Perusahaan 25 Pelaksanaan kegiatan layanan teknis sebanyak 75 perusahaan 30 Orang 15 Identifikasi jenis pelatihan dan peserta pelatihan 22 Unit Alat 25 Penyusunan HPS dan spesifikasi barang Triwulan II 50 Pembuatan gambar teknik dan perhitungan bahan 50 Pelaksanaan kegiatan layanan teknis sebanyak 75 perusahaan 35 Pelaksanaan pelatihan 50 Pelaksanaan pengadaan barang dan jasa Rencana Aksi Triwulan III 75 Pembuatan gambar teknik dan perhitungan bahan 75 Pelaksanaan kegiatan layanan teknis sebanyak 75 perusahaan 65 Pelaksanaan pelatihan 75 Pelaksanaan pengadaan barang dan jasa Triwulan IV 100 Desain tungku dan alat uji 100 Pelaksanaan kegiatan layanan teknis sebanyak 75 perusahaan 100 Pelaksanaan pelatihan dan Evaluasi dan pelaporan 100 Penerimaan barang, serah terima dan pembayaran 6 Meningkatnya Budaya Pengawasan pada Terbangunnya Sistem Pengendalian Intern di 1 Sistem 25 Sosialisasi 50 Penyusunan Peta Risiko Unsur pimpinan dan Unit Kerja dan Staf 75 Pengawasan Implementasi 100 Evaluasi dan Pelaporan 7 Membangun Sistem Informasi yang Terintegrasi dan Penerapan SIM dalam pengelolaan pelayanan 1 Paket Sistem Informasi Handal 25 Perencanaan dan pengumpulan data 50 Pembuatan SIM 75 Pembuatan SIM 100 Uji coba SIM 25

Tabel 3.2 (Lanjutan) Rencana Aksi TA. 2015 Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Teknologi Keramik No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Target Fisik (%) Rencana Kegiatan Target Fisik (%) Rencana Kegiatan Target Fisik (%) Rencana Kegiatan Target Fisik (%) Rencana Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 8 Meningkatnya Kualitas Konsistensi 90 Persen 25 1. Penyusunan 50 1. Monitoring 75 1. Monitoring 100 1. Monitoring capaian Perencanaan dan Pelaporan perencanaan dan implementasi RPA (Rencana Penarikan Anggaran) 2. Monitoring capaian kegiatan 3. Review Monev TW I capaian kegiatan 2. Review Monev TW II capaian kegiatan 2. Review Monev TW III kegiatan 2. Review Monev TW IV Tingkat ketepatan waktu penyampaian laporan kinerja Triwulan I 100 Persen 25 1. Monitoring dan evaluasi 2 Review Monev TW I 3. Penyusunan Laporan Triwulan dan PP 39 Triwulan II 50 1. Monitoring dan evaluasi 2 Review Monev TW II 3. Penyusunan Laporan Triwulan dan PP 39 Rencana Aksi Triwulan III 75 1. Monitoring dan evaluasi 2 Review Monev TW III 3. Penyusunan Laporan Triwulan dan PP 39 Triwulan IV 100 1. Monitoring dan evaluasi 2 Review Monev TW IV 3. Penyusunan Laporan Triwulan dan PP 39 dan LAKIP 9 Meningkatkan Sistem Tata Kelola Keuangan dan BMN yang Profesional Tingkat penyerapan anggaran Tingkat ketepatan penyampaian laporan keuangan dan BMN 95 Persen 15 1. Penyusunan tim dan SK kegiatan 2. Penyiapan dokumen keuangan ( DIPA dan e-mon) 100 Persen 25 Rekonsiliasi Triwulanan dan koordinasi dengan Kanwil 35 Proses pertanggungjawaban keuangan TW II 50 Penyusunan Laporan Keuangan semester I 65 Proses pertanggungjawaban keuangan TW III 75 Rekonsiliasi Triwulanan dan koordinasi dengan Kanwil 100 1. Penyelesaian pertanggungjawaban keuangan 2. Evaluasi dan pelaporan 100 Evaluasi dan Penyusunan Laporan Keuangan semester II Sumber : Rencana Aksi BBK, 2015 26

Seperti yang telah diungkapkan sebelumnya, pada tahun 2015 Balai Besar Keramik melaksanakan kegiatan yang terdiri dari 9 (sembilan) Sasaran Strategis dengan 21 (dua puluh satu) Indikator Kinerja. Dalam pelaksanaannya, setiap triwulan dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap capaian tersebut melalui Laporan Triwulanan, e-monitoring, dan ALKI. Adapun realisasi fisik per triwulan dari Rencana Aksi dapat dilihat pada Tabel 3.3 sebagai berikut : Tabel 3.3 Rencana Aksi Per Triwulan TA. 2015 No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Hasil teknologi yang dapat menyelesaikan permasalahan industri (problem solving ) 1 Paket Teknologi 1 Paket Teknologi Triwulan I Triwulan II Fisik (%) Triwulan III Triwulan IV S R S R S R S R 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1 Meningkatnya hasilhasil Hasil litbang yang siap 1 Penelitian 2 Penelitian 15 1,5 30 34,4 60 63,05 100 100 Litbang yang diterapkan dimanfaatkan oleh Hasil litbang yang telah industri diimplementasikan 1 Penelitian 1 Penelitian 15 0 50 25 75 75 100 100 15 5 50 25 75 75 100 100 2 Meningkatnya kerja Kerja sama litbang 2 Kerjasama 2 Kerjasama 15 15 30 30 75 50 100 100 sama litbang instansi dengan industri 3 Meningkatnya kualitas Tingkat kepuasan 4,5 Indeks 4 Indeks 15 15 25 25 75 75 100 88,89 pelayanan publik pelanggan 4 Meningkatnya Karya tulis ilmiah yang 35 Karya Tulis 36 Karya Tulis 15 6 25 31 75 75 100 100 Publikasi ilmiah hasil dipublikasikan litbang 5 Meningkatnya Jasa Pelayanan Teknis Kepada Dunia Usaha Peningkatan jumlah jenis produk yang sudah bisa diuji di laboratorium Jumlah penambahan ruang lingkup pengakuan produk LPK yang diakui oleh KAN Jumlah SDM industri yang mengikuti pelatihan teknis dan manajemen Jumlah Sample Pengujian dan Kalibrasi Jumlah Perusahaan yang mendapatkan Sertifikat Produk dan atau SMM Jumlah Desain/ Prototipe Jumlah Perusahaan yang dilayani Jumlah SDM BBK yang memperoleh Sertifikat Jumlah Pengadaan Alat Laboratorium 2 Komoditi 2 Komoditi 10 10 50 50 75 80 100 100 5 Komoditi 5 Komoditi 10 10 50 50 75 80 100 100 90 Orang 216 Orang 10 10 35 100 65 100 100 100 1600 Sample 1737 Sample 25 30 50 54 75 79 100 100 200 Perusahaan 188 Perusahaan 25 9 50 42 75 88,5 100 94 2 Desain 2 Desain 25 10 50 50 75 75 100 100 300 Perusahaan 326 Perusahaan 25 25 50 50 75 80,7 100 100 30 Orang 482 Orang 15 5 35 100 65 100 100 100 22 Unit Alat 18 Unit Alat 25 5 50 20 75 60 100 81,82 27

Tabel 3.3 (Lanjutan) Rencana Aksi Per Triwulan TA. 2015 No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target 7 Membangun Sistem Informasi yang Penerapan SIM dalam pengelolaan pelayanan 1 Paket Sistem Informasi Terintegrasi dan Handal S R S R S R S R 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 6 Meningkatnya Budaya Terbangunnya Sistem 1 Sistem 1 Sistem 25 5 50 50 75 75 100 100 Pengawasan pada Pengendalian Intern di Unsur pimpinan dan Unit Kerja dan Staf 1 Paket Sistem Informasi Fisik (%) Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV 25 15 50 38 75 55 100 100 8 Meningkatnya Kualitas Perencanaan dan Pelaporan 9 Meningkatkan Sistem Tata Kelola Keuangan dan BMN yang Profesional Konsistensi perencanaan dan implementasi Tingkat ketepatan waktu penyampaian laporan kinerja Tingkat penyerapan anggaran Tingkat ketepatan penyampaian laporan keuangan dan BMN 90 Persen 92,34 Persen 25 25 50 50 75 75 100 100 100 Persen 100 Persen 25 25 50 50 75 75 100 100 95 Persen 94,3 Persen 15 14 35 37 65 67,46 100 99,26 100 Persen 100 Persen 25 25 50 50 75 75 100 100 Keterangan: S = Sasaran; R = Realisasi = Tidak mencapai target Dari tabel 3.3 diatas, dapat kita lihat secara keseluruhan tingkat capaian kinerja Balai Besar Keramik tahun 2015 sebesar 98,28% yang dihitung berdasarkan prosentase rata-rata capaian 21 (dua puluh satu) indikator untuk 9 (sembilan) sasaran. Dari 21 indikator, sebanyak 17 indikator dinyatakan mencapai/melebihi target, sedangkan 4 sasaran dinyatakan tidak mencapai target. Adapun kendala dalam pencapaian kinerja indikator tersebut adalah sebagai berikut : a. Respon industri terhadap jasa layanan BBK (khususnya layanan RBPI (Rancang Bangun dan Perekayasaan Industri), kalibrasi, dan litbang) masih kurang karena belum menjadi prioritas; serta beberapa pelanggan masih mengeluhkan mengenai ketepatan waktu pelayanan, terutama layanan jasa sertifikasi dan pengujian; b. beberapa perusahaan menunda kegiatan surveillance karena pengaruh kelesuan ekonomi; serta adanya permasalahan internal berkenaan dengan terbatasnya personil lead auditor dan pembatasan jadwal untuk auditor yang masih aktif bekerja sebagai pegawai Balai Besar Keramik. 28

c. perubahan spesifikasi peralatan laboratorium yang akan diadakan tidak sesuai dengan pagu anggaran yang tersedia serta adanya perubahan kurs dollar terhadap rupiah; serta d. tidak adanya fleksibilitas dalam penarikan anggaran dari KPPN sehingga menyebabkan pelaksanaan program dan kegiatan Balai Besar Keramik tidak dapat dilakukan percepatan untuk mencapai target kinerja yang telah ditetapkan. Diharapkan pada tahun selanjutnya, capaian kinerja dapat mencapai target yang telah ditetapkan sebagai bahan untuk tindaklanjut evaluasi dan perbaikan dalam pelaksanaan program/kegiatan periode 5 (lima) tahun yang akan datang. Adapun hasil capaian kinerja yang telah dilaksanakan dari masing-masing sasaran strategis dapat dijelaskan sebagai berikut : Sasaran Strategis I : Meningkatnya hasil-hasil litbang yang dimanfaatkan oleh industri Pencapaian sasaran strategis I sampai akhir tahun 2015 dengan indikator hasil penelitian dan pengembangan yang siap diterapkan, indikator hasil litbang yang telah diimplementasikan dan indikator hasil litbang yang dapat menyelesaikan permasalahan industri (problem solving) semuanya dapat tercapai. Berikut ini capaian dari masing-masing indikator kinerja: a. Indikator Kinerja I.1 : Hasil Penelitian dan Pengembangan yang Siap Diterapkan hasil litbang yang siap diterapkan pada tahun 2015 ini dapat dilihat pada table 3.4 sebagai berikut : Tabel 3.4 Indikator Kinerja I.1 Indikator Kinerja I. 1 Target % Hasil litbang yang siap diterapkan 1 Penelitian 2 Penelitian 200% 29

Selama tahun 2015 BBK melaksanakan kegiatan penelitian sebanyak 10 (sepuluh) judul penelitian, yaitu: 1. Pemanfaatan Limbah Batuan Basalt untuk Produk Keramik Konvensional dari Jenis Bodi Stoneware 2. Pemanfaatan Limbah Pengolahan Alumunium sebagai Bahan Pembentuk Pori untuk Bata Isolasi 3. Pembuatan Crusible untuk Peleburan Konsentrat Emas sebagai Alternatif Merkuri Amalgamasi di Tambang Emas Skala Kecil 4. Pembuatan Contoh Produk Bola-Bola Alumina untuk Pengisi Ball Mill pada Industri Keramik Dalam Negeri sebagai Substitusi Impor 5. Penyiapan Serbuk Gamma Alumina sebagai Absorben Logam Berat pada Industri Air Minum Isi Ulang 6. Pembuatan Peralatan Proses Milling Bahan Keramik dari Alumina dan atau Zirkonia Hasil Ekstrasi Bahan Baku Alam 7. Pembuatan Zeolit dari Kaolin untuk Pengolahan Minyak Bumi 8. Preparasi dan Modifikasi Nano Submikron Silika untuk Campuran Semen Portland 9. Pengembangan Gamma-Alumina Nanofiber dari Bahan Alam Kaolin sebagai Penyangga Katalis Hydrotreating 10. Permodelan Reaksi Oksidasi Besi dengan Hidrogen Peroksida untuk Bahan Magnet Keramik Dari dari 10 (sepuluh) judul litbang/penelitian yang dilaksanakan tersebut dihasilkan 2 (dua) penelitian yang siap diterapkan, yaitu : 1. Pembuatan Crusible Untuk Peleburan Konsentrat Emas Sebagai Alternatif Merkuri Amalgamasi Di Tambang Emas Skala Kecil Penelitian dan pengembangan krusibel ini digunakan untuk memfasilitasi kegiatan ekstraksi emas dari tambang secara aman, (tidak menggunakan bahan berbahaya), ramah, murah. Tujuannya menghasilkan komposisi krusibel yang sesuai yang memiliki kuat mekanis, tahan suhu tinggi dan kejut suhu dan tahan slag. Hasil 30

penelitian menunjukkan campuran 60% lempung Sukabumi, 5% lempung Karaha dan 35% tepung silika Cerasil merupakan komposisi terbaik untuk pembuatan krusibel peleburan konsentrat emas secara direct smelting. Fabrikasi atau pembuatan krusibel dilakukan secara pembentukan plastis dengan kadar air 16%, suhu pembakaran 1280 C. Kondisi operasi tersebut menghasilkan produk dengan karakteristik a) susut sebesar 2,82%; b)susut bakar 1,46%; c) penyerapan air 14,70%; d) porositas 25% dan f) susut kuat lentur sebesar 103,3 kg/cm 2 serta g) ketahanan terak baik. Gambaran krusible yang dihasilkan adalah sebagai berikut : Gambar 3.1 Proses Pemisahan emas dari pengotor secara direct smelting Gambar 3.2 Krusible Untuk Peleburan Konsentrat Emas 31

2. Pemanfaatan Serbuk Gamma Alumina Sebagai Absorben Logam Berat Untuk Industri Air Minum Kegiatan penelitian ini bermaksud untuk memanfaatkan γ-al2o3 sebagai bahan adsorben (penyerap) yang dimanfaatkan di industri air minum terutama untuk pengolahan air minum yang bebas logam berat Alumina teraktivasi (gamma alumina, g-al2o3) telah disintesis dari prekursor kaolin dengan metode destruksi sintering alkali dan bahan awal gibsit alcoa pada suhu kalsinasi 900 C. Prekursor alumina dari kaolin disintesis dengan metode destruksi sintering alkali dan diperoleh setelah proses pelarutan (hidrolisis) dan pengendapan dengan larutan asam-basa pada variasi ph. Proses kalsinasi prekursor alumina dari kaolin dan gibsit menjadi gamma alumina diperoleh sekitar suhu 500-800 C. Hasil analisis XRD dan SEM menunjukkan fasa mineral g-al2o3 yang bersifat porous. Tingkat kemurnian berdasarkan analisis XRF untuk g-al2o3 dari kaolin dan gibsit alcoa bisa mencapai 97% dengan sejumlah pengotor SiO2 dan Na2SO4, tergantung terhadap proses pencucian yang ditetapkan. Penerapan gamma alumina sebagai adsorben logam berat telah ditentukan terhadap larutan yang mengandung Pb, Cd, As, dan Hg dengan tingkat penyerapan yang cukup tinggi, mencapai 98%; untuk berat serbuk gamma alumina sebanyak 10 gram pada konsentrasi larutan pekat 10000 ppm. Secara aspek ekonomi, sintesis gamma alumina dari kaolin memiliki prospek yang cukup baik untuk dikembangkan dalam skala yang lebih besar. Harga jual kasar g-al2o3 sebanyak 1 kg sekitar 10.000-150.000 belum termasuk pajak dan ongkos lainnya. Berikut gambar produk gamma alumina dan prototype filter membrane air yang dihasilkan : 32

Gambar 3.3 Produk Pelet Gamma Alumina Siap Pakai Sebagai Adsorben Logam Berat Gambar 3.4 Prototip Filter Membran Air Isi Ulang 33

Jumlah Hasil Penelitian dan Pengembangan yang Siap Diterapkan dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2015 dapat dilihat pada Tabel 3.5 sebagai berikut: Tabel 3.5 Perbandingan Indikator Kinerja I.1 Periode 2013-2015 Indikator Kinerja TA. 2013 TA. 2014 TA. 2015 Hasil litbang yang siap diterapkan 3 Penelitian 1 Penelitian 2 Penelitian Berdasarkan tabel 3.5, pencapaian target indikator hasil litbang yang siap diterapkan walaupun terjadi kenaikan dan penurunan tetapi pada umumnya secara target tercapai. Meski target tercapai namun masih ada beberapa kendala dalam pencapaian indikator ini. Kendala yang dihadapi adalah tidak semua litbang yang dilaksanakan bisa siap diterapkan, karena sebagian besar litbang yang dihasilkan masih dalam skala laboratorium. Diharapkan untuk tahun selanjutnya kegiatankegiatan litbang yang dilaksanakan telah diukur teknometernya sampai pada skala untuk siap diterapkan sehingga ketika litbang tersebut selesai dilaksanakan hasil litbang tersebut bisa langsung diterapkan oleh industri. b. Indikator Kinerja I.2 : Hasil Penelitian dan Pengembangan yang Telah Diimplementasikan Selama tahun 2015 terdapat beberapa perusahaan atau instansi yang mengimplementasikan hasil litbang dari BBK. Adapun target dan realisasi dari indikator hasil litbang yang telah diimplementasikan dapat dilihat Tabel 3.6 sebagai berikut : Tabel 3.6 Indikator Kinerja I.2 Indikator Kinerja I. 2 Target % Hasil litbang yang telah diimplementasikan 1 Penelitian 1 Penelitian 100% 34

Hasil litbang yang telah diimplementasikan pada tahun 2015 adalah sebagai berikut : Penelitian Tentang Peningkatan Kualitas Produk Bata Merah Menggunakan Campuran Serbuk Gergaji Dan Dolomit Sebagai Bahan Aditif yang telah dilakukan uji coba/diimplementasikan ke IKM yakni CV Alam Jaya (bata ringan/expose). Dalam litbang ini telah dilakukan kerjasama antara Balai Besar Keramik dan CV. Alam Jaya Garut mengenai Percobaan pembuatan bata ekspos dari tanah liat dicampur dolomit dan serbuk gergaji/abu sekam padi sebagai bahan aditif. Tanah liat yang digunakan berasal dari 2 (dua) lokasi yaitu Dusun Kamasan dan Dusun Pangaduan Desa Sindanggalih Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut. Dalam kegiatan penelitian ini telah dicoba beberapa komposisi campuran bahan baku untuk dibuat bata pejal yang menggunakan tanah liat Desa Sindanggalih sebagai bahan baku utama serta dolomit, serbuk gergaji dan atau abu sekam padi sebagai bahan aditif. Tahapan percobaan penelitian yang dilakukan mencakup pengolahan dan pencampuran bahan-baku sampai homogen, pembentukan bata pejal, pengeringan dan pembakaran pada suhu sekitar 800 o C. Dari percobaan penelitian ini diperoleh hasil bata pejal ekspos berwarna merah yang telah memenuhi standar SNI.15-2094- 2000 tentang bata merah pejal untuk pasangan dinding. Gambar 3.5 Produk bata ekspos dan aplikasinya 35

Apabila dibandingkan, maka Jumlah Hasil Penelitian dan Pengembangan yang telah diimplementasikan dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2015 dapat dilihat pada Tabel 3.7 sebagai berikut: Tabel 3.7 Perbandingan Indikator Kinerja I.2 Periode 2013 2015 Indikator Kinerja TA. 2013 TA. 2014 TA. 2015 Hasil litbang yang telah diimplementasikan 1 Penelitian 1 Penelitian 1 Penelitian Berdasarkan tabel 3.7, pencapaian target indikator hasil litbang yang telah diimplementasikan pada umumnya secara target tercapai. Walaupun selama periode tahun 2013 2015 targetnya tercapai masih terdapat kendala dalam mencapai indikator kinerja ini. Kendala yang dihadapi adalah sulitnya mencari industri yang mau menerapkan karena hasil litbang yang dihasilkan, mengingat hasil litbang ini harus sudah digunakan dalam berproduksi. Antara skala laboratorium dengan riil di lapangan tentu kondisinya berbeda, sehingga dibutuhkan percobaan-percobaan serta evaluasi dan perbaikan pada hasil litbang tersebut. Dalam hal trial and error yang langsung dilaksanakan di lokasi industry pihak industry biasanya keberatan. Pihak industry cenderung mengharapkan litbang yang langsung bisa diterapkan. Diharapkan untuk tahun selanjutnya BBK mempunyai hubungan yang erat dengan pihak industry sehingga banyak kegiatan litbang yang bisa dikerjasamakan dan akhirnya bisa diimplementasikan di banyak industry. c. Indikator Kinerja I.3 : Hasil Teknologi yang Dapat Menyelesaikan Permasalahan Industri (Problem Solving) Selama tahun 2015, terdapat perusahaan atau instansi yang dapat terselesaikan permasalahannya dari hasil teknologi BBK. Adapun target dan realisasi dari indikator hasil teknologi yang dapat menyelesaikan 36

permasalahan industri (problem solving) dapat lihat Tabel 3.8 sebagai berikut : Tabel 3.8 Indikator Kinerja I.3 Indikator Kinerja I. 3 Target % Hasil teknologi yang dapat menyelesaikan permasalahan industri (problem solving ) 1 Paket Teknologi 1 Paket Teknologi 100% Hasil teknologi yang dapat menyelesaikan permasalahan industri (problem solving) pada tahun 2015 adalah sebagai berikut : Paket teknologi untuk permasalahan cacat glasir di PT. Keramindo Megah Pertiwi (KMP), berupa bentuk pelaporan rekomendasi formulasi dan solusi untuk menyelesaikannya. Gambaran permasalahannya adalah sebagai berikut : Salah satu cacat yang paling umum terjadi pada genteng keramik berglasir adalah crazing. Crazing muncul sebagai jaringan halus berbaris dalam glasir yang telah dibakar. Ketika bodi dan glasir mencapai temperatur yang tepat di dalam kiln dan jika pembakaran terjadi sempurna maka glasir akan meleleh pada bodi tanah liat yang telah sinter. Namun setelah produk mulai dingin, adakalanya glasir akan memuai melebihi bodi dan mengakibatkan terjadinya tegangan sehingga muncullah crazing. Beberapa glasir menjadi crazing saat pendinginan di kiln atau segera setelah keluar kiln. Garis-garis crazing primer dapat bergabung dengan crazing yang tertunda atau crazing sekunder. Crazing sekunder adalah crazing yang terjadi saat genteng dalam masa penyimpanan atau pemakaian dalam jangka waktu beberapa hari bahkan berbulan-bulan kemudian. Crazing sekunder disebabkan oleh pembengkakan pori (swell) dalam bodi genteng karena menyerap kelembaban udara. Ketika glasir hanya mengalami sedikit kompresi maka akan menyebabkan terjadinya tegangan dan munculnya crazing sekunder. 37

Walaupun bukan termasuk cacat bodi, crazing dapat dihilangkan dengan menyesuaikan bodi dan/atau glasir. Sebagian besar glasir stabil ketika berada di bawah beban kompresi yang kecil. Penambahan bahan yang memiliki nilai ekspansi rendah ke dalam glasir akan menyebabkan beban kompresi pada glasir mengecil dan dapat mengurangi crazing dengan jarak garis yang jauh. Namun apabila jarak garis crazing lebih dekat, bahan glasir ekspansi tinggi seperti feldspar dan/atau frit harus dikurangi dalam formula glasir. Hal lain yang mungkin dilakukan adalah mengganti oksida ekspansi rendah (seperti seng, magnesium atau barium) dengan oksida ekspansi relatif tinggi dalam formula glasir. Bodi dan glasir dapat disesuaikan dengan menggunakan aturan formula Seger. Crazing juga dapat disebabkan oleh : Bodi yang kurang atau melebihi kematangan selama proses pembakaran. Hal itu umumnya terjadi karena pembakaran dalam kiln yang terlalu cepat. Bahan keramik membutuhkan waktu untuk mencapai temperatur tertentu agar sepenuhnya tervitrifikasi dan matang. Crazing juga dapat dikurangi dengan mengatur zona dan siklus pembakaran. Glasir yang terlalu tebal. Permukaan glasir menjadi lebih jauh dari bodi sehingga kompresi terhadap glasir akan semakin rendah. Produk yang terkena kejut suhu di atas 100 C Apabila barang keramik keluar kiln tidak mengalami proses pendinginan yang baik di dalam kiln maka pada saat keluar dari kiln, barang keramik tersebut dapat mengalami kejut suhu. Pada kejut suhu dengan T > 200 C, cacat produk dapat terjadi karena perubahan volume pada waktu inversi kristobalit (sekitar 225 C). Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah crazing adalah sebagai berikut: 38

Mengubah komposisi bodi dengan mengurangi clay plastis, meningkatkan komposisi silika bebas, menambah clay semi plastis, dan menurunkan feldspar. Mengubah komposisi glasir dengan meningkatkan silika, mengurangi fluks, mengganti SiO2 dengan B2O3, dan mengganti fluks dengan berat ekivalen tinggi menjadi fluks dengan berat ekivalen lebih rendah. Dilakukan percobaan lebih lanjut mengenai perbedaan COE antara bodi dan glasir Gambaran produk dan permasalahannya dapat dilihat pada gambar di bawah ini : Gambar 3.6 Varian warna genteng KANMURI Gambar 3.7 Cacat Crazing pada produk genteng 39

Jumlah Hasil Teknologi yang Dapat Menyelesaikan Permasalahan Industri (Problem Solving) dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2015 dapat dilihat pada Tabel 3.9 sebagai berikut: Tabel 3.9 Perbandingan Indikator Kinerja I.3 Periode 2013 2015 Indikator Kinerja TA. 2013 TA. 2014 TA. 2015 Hasil teknologi yang dapat menyelesaikan permasalahan industri (problem solving ) Paket Teknologi Paket Teknologi 1 Paket Teknologi Berdasarkan tabel 3.9, pencapaian target indikator hasil teknologi yang dapat menyelesaikan permasalahan industri (problem solving) baru ditetapkan pada tahun 2015 sebesar 1 (satu) paket teknologi. Diharapkan pada tahun selanjutnya terus ditingkatkan hasil teknologi BBK dalam rangka menjawab kebutuhan dari industri terutama untuk menjawab permasalahan yang muncul di dunia industri. Sasaran Strategis II Meningkatnya Kerjasama Litbang Pencapaian sasaran strategis II sampai akhir tahun 2015 dengan indikator kinerja kerja sama litbang instansi dengan industri dapat tercapai. Berikut ini capaian dari indikator kinerja tersebut adalah sebagai berikut : Indikator Kinerja II : Kerja Sama Litbang Instansi Dengan Industri Pada tahun 2015 telah ditetapkan target untuk indikator kinerja kerja sama litbang instansi dengan industri, sampai akhir tahun 2015 telah dilakukan penjajagan kerjasama litbang dengan instansi ataupun industri, dan 40

pencapaian terhadap indikator kinerja dapat dilihat Tabel 3.10 sebagai berikut : Tabel 3.10 Indikator Kinerja II Indikator Kinerja II Target % Kerja sama litbang instansi dengan industri 2 Kerjasama 2 Kerjasama 100% Kerja sama litbang antara BBK dengan instansi atau industri pada tahun 2015 adalah sebanyak 2 (dua) kerja sama, yaitu : 1. Kerja sama dengan PT. Studio Dwitrimatra tentang penelitian / analisis Karakteristik Bahan Bangunan; dan 2. Kesepakatan bersama antara Lembaga Litbang, Perguruan Tinggi dan Industri dalam Konsorsium Riset Pengembangan Baterai Sekunder Lithium untuk Kendaraan Ramah Lingkungan. Dalam hal ini BBK berperan dalam penelitian pembuatan material TiO2 sebagai katoda/anoda baterai. Apabila dibandingkan, maka jumlah kerja sama litbang instansi dengan industri dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2015 dapat dilihat pada Tabel 3.11 sebagai berikut : Tabel 3.11 Perbandingan Indikator Kinerja II Periode 2013 2015 Indikator Kinerja TA. 2013 TA. 2014 TA. 2015 Kerja sama litbang instansi dengan industri 2 Kerjasama 2 Kerjasama 2 Kerjasama Berdasarkan tabel 3.11 pencapaian target indikator kerjasama litbang instansi dengan industri pada periode tahun 2013 2015 target pertahunnya tercapai. Walaupun tercapai namun dalam pelaksanaanya ditemukan kendala yaitu kurangnya minat industri untuk melakukan kerja sama litbang. Sebagian besar litbang yang dilakukan baru dalam skala laboratorium. Selain itu tema 41

litbang yang dilakukan belum sepenuhnya menjawab kebutuhan dari industri terutama untuk menjawab permasalahan yang muncul di industri. Diharapkan untuk tahun selanjutnya, perlu ditingkatkan litbang berbasis kebutuhan industri. Sasaran Strategis III Meningkatnya Kualitas Pelayanan Publik Pencapaian sasaran strategis III sampai akhir tahun 2015 dengan indikator kinerja tingkat kepuasan pelanggan tidak tercapai. Berikut ini capaian dari indikator kinerja tersebut adalah sebagai berikut : Indikator Kinerja III : Tingkat Kepuasan Pelanggan Pada tahun 2015 telah ditetapkan target tingkat kepuasan pelanggan, sampai akhir tahun 2015 telah dilakukan survey kepuasan pelanggan dengan menggunakan indeks kepuasan masyarakat, pencapaian terhadap indikator kinerja dapat dilihat Tabel 3.12 sebagai berikut : Tabel 3.12 Indikator Kinerja III Indikator Kinerja III Target % Tingkat kepuasan pelanggan 4,5 Indeks 4 Indeks 88,89% Hingga akhir tahun 2015, indeks kepuasan pelanggan mencapai 4,00 dengan jumlah responden 158 perusahaan dan belum mencapai target yang ditentukan yaitu 4,50. Beberapa hambatan yang dihadapi antara lain : Perhitungan indeks kepuasan pelanggan ini belum merupakan akumulasi dari 9 (sembilan) layanan jasa teknis BBK, karena beberapa jasa layanan belum terealisasi seperti RBPI, kalibrasi dan litbang serta belum semua perusahaan yang menggunakan jasa layanan teknis BBK mengisi dan menyerahkan format kepuasan pelanggan. Adapun hasil angket yang 42

disampaikan melalui media elektronik dan metode indeks menghasilkan data tersebut, dengan rincian sesuai jasa pelayanan (lihat Tabel 3.13) sebagai berikut: Tabel 3.13 Data Indeks Kepuasan Pelanggan BBK TA. 2015 No. Jenis Layanan Target 1 Pengujian 4,5 3,2 2 SPPT SNI 4,5 4,2 3 Sertifikasi Sistem 4,5 4,2 Mutu (SMM) 4 Pelatihan 4,5 3,9 5 Konsultansi 4,5 4,4 Rata-rata 4,5 4,0 Sumber : Seksi Pemasaran BBK, 2015 Beberapa pelanggan mengeluhkan mengenai ketepatan waktu pelayanan, terutama layanan jasa sertifikasi dan pengujian; Respon terhadap complain masih kurang memuaskan; Birokrasi prosedur pelayanan order pelanggan; serta Respon terhadap permintaan informasi masih dirasakan kurang. Apabila dibandingkan, maka tingkat kepuasan pelanggan dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2015 dapat dilihat pada Tabel 3.14 sebagai berikut : Tabel 3.14 Perbandingan Indikator Kinerja III Periode 2013 2015 Indikator Kinerja TA. 2013 TA. 2014 TA. 2015 Tingkat kepuasan pelanggan 3,94 Indeks 4,18 Indeks 4 Indeks Berdasarkan tabel 3.14 pencapaian target tingkat kepuasan pelanggan periode tahun 2013 2015 walaupun secara pencapaian mengalami kenaikan dan penurunan, namun secara target pertahun tercapai sesuai target yang ditetapkan untuk tahun 2013-2014. Diharapkan pada tahun selanjutnya tingkat kepuasan pelanggan dapat ditingkatkan. 43

Sasaran Strategis IV Meningkatnya Publikasi Ilmiah Hasil Litbang Pencapaian sasaran strategis IV sampai akhir tahun 2015 dengan indikator kinerja karya tulis ilmiah yang dipublikasikan dapat tercapai. Berikut ini capaian dari indikator kinerja tersebut adalah sebagai berikut : Indikator Kinerja IV : Kinerja Karya Tulis Ilmiah yang Dipublikasikan Pada tahun 2015 telah ditetapkan target untuk indikator kinerja karya tulis ilmiah yang dipublikasikan, sampai akhir tahun 2015 telah dilakukan pembuatan JKGI (Jurnal Keramik dan Gelas Indonesia) dan ITKG (Informasi Teknologi Keramik dan Gelas) yang terbit 2 kali dalam setahun yaitu bulan Juni dan Desember, memuat karya tulis ilmiah dari peneliti dan non peneliti dari BBK. Selain karya tulis ilmiah yang dimuat di buletin internal balai, juga ada yang dimuat di media publikasi di luar balai (seminar nasional keramik, jurnal nasional, dan jurnal internasional), pencapaian terhadap indikator kinerja dapat dilihat Tabel 3.15 sebagai berikut : Tabel 3.15 Indikator Kinerja IV Indikator Kinerja IV Target % Karya tulis ilmiah yang dipublikasikan 35 Karya Tulis 36 Karya Tulis 102,86% Karya Tulis Ilmiah yang ditulis oleh personil BBK yang di publikasikan beserta medianya dapat dilihat Tabel 3.16 sebagai berikut : 44

Tabel 3.16 Karya Tulis Ilmiah yang Dipublikasikan TA. 2015 No Bentuk Publikasi Judul Penulis (Peneliti Balai Besar Keramik) 1 Makalah pada acara Pemanfaatan Limbah Industri sebagai bahan Dian Medinna Rachmawaty Seminar Nasional Keramik Aditif pada Campuran Alkali Aluminasilikat Gel XIV tgl 27 Mei 2015 2 Pengaruh Suhu Sinter terhadap keporian dan Dede Taufik, Hernawan distribusi partikel dari sistem NiO/CSZ sebagai bahan anoda Solid Oxide Fuel Cell (SOFC) 3 Keramik Partikel Stabilized Zirkonia (PSZ) untuk Abdul Rachman, Ayu Ratnasari, pembuatan pisau keramik Tia Aprilia, Soesilowati, Eneng Maryani, Enymia 4 Filter Keramik untuk indusri minuman dan obatobatan Soesilowati, Ayu Ratnasari, Yoyo Suparyo, Suhanda 5 Peningkatan kualitas koloidal nano silika sebagai pemoles ubin keramik Kristanto Wahyudi, Sri Cicih Kurniasih, Suhanda, Naniek Sulistarihani, Khairul Afdhil 6 Teknologi Destruksi Sintering untuk perolehan Soewanto Rahardjo, Suhanda, Ukar ZrO2 dan SiO2 dari Pasir Zirkon Karsono, Naili Sofiyaningsih 7 Penelitian Pembuatan email gelas dari limbah Apriani S., Fanani H., Retno Manik kaca untuk dekorasi manik gelas D., Ayat Sudrajat 8 Perolehan Nano kalsit sub mikron dari kulit kerang Abdul Rachman, Suhanda sebagai bahan pengisi (Filler) 9 Pemanfaatan limbah gravel genteng untuk bodi Subari, Ferry Pharama, Arie keramik berglasir Prasojo 10 Percobaan pembuatan keramik teknik dari bodi Dadan Sumardan, Arie Prasojo, porselen keras menggunakan Clay Kaolinite-Illite Subari 11 Potensi dan Prospek Magnet Keramik Barium Handoko Setyo Kuncoro Ferrit di Indonesia 12 Percobaan Bodi Semi Vitreous untuk keramik table Dadan Sumardan, Arie Prasojo, ware berbasis kaolin Subari 13 Pemanfaatan bahan Sedimen Waduk sengguruh Soewanto Rahardjo untuk bata merah 14 JKGI (Jurnal Keramik dan Sintesis Zirkonia Terstabilkan-MgO Berukuran Eneng Maryani, Soesilowati, Gelas Indonesia) Vol. 24 Nano Dari Pasir Zirkon Suhanda, Ayu Ratnasari dan Tia No. 1. Juni 2015 Aprilia 15 Pelapisan Nanosilika Pada Kaca Dengan Fanani Hamzah, Irna Rosmayanti Mengguna-kan MetodeTiga Tahap Pelapisan dan Nurhidayati Celup 16 Pembuatan Email Gelas Dari Limbah Untuk Dekorasi Manik Gelas Apriani Setiati, Fanani Hamzah, Retno Manik Dumilah, Ayat Sudrajat 17 JKGI (Jurnal Keramik dan Pemanfatan Limbah SPL (Spent Pot Liner ) Hernawan, Nanik Sulistarihani Gelas Indonesia) Vol. 24 Industri Aluminium sebagai Bahan Aditif pada No. 2. Desember 2015 Proses Pembentukan Klinker Semen 18 Sifat Densitas dann kemagnetan Barium Ferrit Handoko SK, Naniek Sulistarihani, dari Partikel Nano BaFe12O19 Ria Julyana Manullang dan Ratih Resti Astari 19 Pengaruh Aging dengan Ultrasonik terhadap Eneng Maryani Struktur Kristal dan Morfologi 45

Tabel 3.16 (Lanjutan) Karya Tulis Ilmiah yang Dipublikasikan TA. 2015 No Bentuk Publikasi Judul Penulis (Peneliti Balai Besar Keramik) 20 ITKG (Informasi Teknologi Teknologi dasar pembuatan Investment Casting Soesilowati, Ferry Pharama, Keramik dan Gelas) Vol. 36 No 1, Juni 2015 Enymia 21 Review : Adsorpsi zat warna dan ion logam berat Eneng Maryani, Naniek dalam limbah cair industri tekstil menggunakan Sulistarihani bahan keramik 22 Prospek penelitian dan industri sel surya di Handoko Setyo Kuncoro, indonesia Soesilowati 23 Potensi lempung untuk bahan baku keramik di Ria Julyana M., Eva Noventriani, daerah Timika, Provinsi Papua Nuhidayati, Praponco, Kadiran 24 ITKG (Informasi Teknologi Keramik dan Gelas) Vol. 36 No 2, Desember 2015 Kajian Penelitian-penelitian tentang ekstraksi ceria dari limbah Monazite beserta prospek aplikasinya Handoko Setyo Kuncoro, Herlina Damayanti 25 Sifat kimia glasir terhadap kematangan bodi Soesilowati, Handoko Setyo keramik Kuncoro 26 Perkembangan katalis heterogen untuk produksi Eneng Maryani biodiesel melalui reaksi Trans esterifikasi dan esterifikasi 27 Teknologi Destruksi untuk Isolasi ZrO2 dan SiO2 Naili Sofiyaningsih, Suhanda, Ukar dari pasir Zirkon Karsono, Rifki Septawendar 28 JRI (Jurnal Riset Industri) Pemanfaatan Limbah Poles Ubin Keramik Granito Subari, Khairul Afdil Vol 9 No 1, April 2015 untuk Produk Keramik Konvensional dan Bahan Bangunan Beton 29 Riset Geologi dan Penggunaan Tuf sebagai Bahan Pelebur Pada Subari Pertambangan Vol 25 Pembuatan Keramik Bodi Stoneware No 1, 2015 30 Jurnal Tekmira Vol 12 Pemanfaatan Limbah Marmer dan Batu Kapur Frank Edwin No. 2 Mei 2015 Untuk Bata Expose Berbasis Wolastonit Sintesis 31 Jurnal Berkala Jurusan Pengaruh Aditif BaCO3 pada Kristalisasi dan Handoko Setyo Kuncoro Fisika Universitas Suseptibilas Barium Ferit dengan Metode Dipenogoro, Vol 18, No 1 Pembuatan Metalurgi Serbuk Isotropik 2015 32 Publikasi Khusus/Buletin Ekonomi Kreatif Berbasis Sumber Daya Geologi Frank Edwin Pusat Sumber Daya (Jawa, Bali, NTB, NTT, dan Kalbar) Geologi 33 Jurnal Teknologi Bahan Percobaan Pembuatan Bata Merah Berlubang dari dan Barang Teknik, Vol 5 Clay dan Alginate No. 2 Desember 2015 34 Journal of the Australian Ceramics Society Vol 51, No 1, 2015 Synthesis of magnesia-spinel Nanocomposites from Soluble Salts as Precursors Rifki Septawendar, Suhanda, Apriani S. 35 Effects od Aging and Temperature Parameters, Eneng Maryani, Rifki Septawendar Polyethylene Glycol (PEG)/Al Ratio on the structure directing mechanism of γ-alumina nanofiber based Indonesian Natural Kaolin by Ultrasonic Aging Process 36 Journal of Ceramic Roles of alumina, a base catalyst, a fine particle Rifki Septawendar, Suhanda, Processing Research, effect on the metastable phase stabilization of Soesilowati Vol 16, No 4, 2015 the tetragonal zirconia at temperatures of 600-800 C Sumber : Seksi Sarana Riset dan Standarisasi BBK, 2015 46

Apabila dibandingkan, maka jumlah karya tulis ilmiah yang dipublikasikan dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2015 dapat dilihat pada Tabel 3.17 sebagai berikut : Tabel 3.17 Perbandingan Indikator Kinerja IV Periode 2013 2015 Indikator Kinerja TA. 2013 TA. 2014 TA. 2015 Karya tulis ilmiah yang dipublikasikan 39 Karya Tulis 38 Karya Tulis 36 Karya Tulis Berdasarkan tabel 3.17, pencapaian target indikator kinerja karya tulis ilmiah yang dipublikasikan pada periode tahun 2013 2015 mengalami penurunan, namun secara target pertahun tercapai sesuai target yang ditetapkan. Adapun penurunan tersebut diakibatkan hal-hal sebagai berikut : beberapa judul yang diajukan masih ada yang mempunyai kategori kurang layak dimuat oleh penilai (editor), serta kurang aktifnya beberapa peneliti BBK dalam membuat karya tulis ilmiah. Karya tulis ilmiah personil balai yang dipublikasikan di internal balai dan eksternal skala nasional sudah cukup banyak, tetapi untuk karya tulis ilmiah yang dipublikasikan di luar negeri masih sedikit. Diharapkan untuk tahun selanjutnya karya tulis ilmiah yang dipublikasikan terus bertambah, terutama untuk yang dipublikasikan di luar negeri dan diharapkan kedepannya setiap peneliti wajib mempunyai karya tulis ilmiah karena merupakan bagian dari sasaran kinerja dari peneliti itu sendiri. Sasaran Strategis V Meningkatnya Jasa Pelayanan Teknis Kepada Dunia Usaha Pencapaian sasaran strategis V sampai akhir tahun 2015 dengan indikator kinerja peningkatan jumlah jenis produk yang sudah bisa diuji di laboratorium, jumlah penambahan ruang lingkup pengakuan produk LPK yang diakui oleh KAN, jumlah SDM industri yang mengikuti pelatihan teknis 47

dan manajemen, jumlah sample pengujian dan kalibrasi, jumlah perusahaan yang mendapatkan Sertifikat Produk dan atau SMM, jumlah desain / prototipe, jumlah perusahaan yang dilayani, dan jumlah SDM BBK yang memperoleh sertifikat dapat tercapai dari target, kecuali untuk indikator kinerja jumlah pengadaan alat laboratorium yang tidak mencapai dari target. Berikut ini capaian dari masing-masing indikator kinerja, adalah sebagai berikut : Indikator Kinerja V.1 : Peningkatan Jumlah Jenis Produk Yang Sudah Bisa Diuji Di Laboratorium Pada tahun 2015 telah ditetapkan target peningkatan jumlah jenis produk yang sudah bisa diuji di laboratorium, sampai akhir tahun 2015 telah dilakukan kegiatan penambahan ruang lingkup untuk jenis produk/komoditi yang diuji di BBK, pencapaian terhadap indikator kinerja tersebut dapat dilihat pada Tabel 3.18 sebagai berikut : Tabel 3.18 Indikator Kinerja V.1 Indikator Kinerja V. 1 Target % Peningkatan jumlah jenis produk yang sudah bisa diuji di laboratorium 2 Komoditi 2 Komoditi 100% Penambahan jenis produk yang bisa diuji pada tahun 2015, yaitu botol gelas dan ampelas. Apabila dibandingkan, maka peningkatan jumlah jenis produk yang sudah bisa diuji di laboratorium dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2015 dapat dilihat pada Tabel 3.19 sebagai berikut : Tabel 3.19 Perbandingan Indikator Kinerja V.1 Periode 2013 2015 Indikator Kinerja TA. 2013 TA. 2014 TA. 2015 Peningkatan jumlah jenis produk yang sudah bisa diuji di laboratorium 4 Komoditi 4 Komoditi 2 Komoditi 48

Berdasarkan tabel 3.19, pencapaian target peningkatan jumlah jenis produk yang bisa diuji di laboratorium pada periode tahun 2013 2015 secara target pertahun tercapai sesuai target yang ditetapkan. Diharapkan untuk tahun selanjutnya terus ada peningkatan jumlah jenis produk yang bisa diuji dilaboratorium untuk mendukung penerapan SNI Wajib. Indikator Kinerja V.2 : Jumlah Penambahan Ruang Lingkup Pengakuan Produk LPK yang Diakui oleh KAN Pada tahun 2015 telah ditetapkan target jumlah penambahan ruang lingkup pengakuan produk LPK yang diakui oleh KAN, sampai akhir tahun 2015 telah dilakukan kegiatan penambahan ruang lingkup pengakuan produk LPK BBK yang diakui oleh KAN, pencapaian terhadap indikator kinerja tersebut dapat dilihat pada Tabel 3.20 sebagai berikut : Tabel 3.20 Indikator Kinerja V.2 Indikator Kinerja V. 2 Target % Jumlah penambahan ruang lingkup pengakuan produk LPK yang diakui oleh KAN 5 Komoditi 5 Komoditi 100% Penambahan ruang lingkup pengakuan produk LPK BBK yang diakui oleh KAN pada tahun 2015, yaitu: 1. bidet, 2. urinal, 3. wastafel, 4. besaran dimensi, dan 5. besaran suhu Apabila dibandingkan, maka jumlah penambahan ruang lingkup pengakuan produk LPK BBK yang diakui oleh KAN dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2015 dapat dilihat pada Tabel 3.21 sebagai berikut : 49

Tabel 3.21 Perbandingan Indikator Kinerja V.2 Periode 2013 2015 Indikator Kinerja TA. 2013 TA. 2014 TA. 2015 Jumlah penambahan ruang lingkup pengakuan produk LPK yang diakui oleh KAN 2 Komoditi 2 Komoditi 5 Komoditi Berdasarkan tabel 3.20, pencapaian target jumlah penambahan ruang lingkup pengakuan produk LPK BBK yang diakui oleh KAN pada periode tahun 2013 2015 secara target pertahun tercapai sesuai target yang ditetapkan. Diharapkan untuk tahun selanjutnya terus ada penambahan ruang lingkup pengakuan produk LPK BBK yang diakui oleh KAN guna mendukung penerapan SNI Wajib. Indikator Kinerja V.3 : Jumlah SDM Industri Yang Mengikuti Pelatihan Teknis dan Manajemen Pada tahun 2015 ditetapkan target jumlah SDM industri yang mengikuti pelatihan teknis dan manajemen, sampai akhir tahun 2014 telah dilakukan 12 (dua belas) jenis kegiatan pelatihan teknis dan manajemen, pencapaian terhadap indikator kinerja tersebut dapat dilihat pada Tabel 3.22 sebagai berikut : Tabel 3.22 Indikator Kinerja V.3 Indikator Kinerja V. 3 Target % Jumlah SDM industri yang mengikuti pelatihan teknis dan manajemen 90 Orang 216 Orang 240% Jumlah SDM industri yang mengikuti pelatihan teknis dan manajemen sebanyak 216 orang dengan kegiatan pelatihan sebanyak 12 pelatihan, yaitu: 1) Pelatihan Pemahaman SMM ISO 9001:2008 dan Audit Internal : 20 orang 2) Magang Peningkatan Mutu Industri Keramik Kab. Probolinggo : 8 orang 3) Pelatihan Finishing Gerabah Hias : 25 orang 50

4) Pelatihan Teknis Pengembangan Industri Kerajinan Bahan Bangunan dari Semen Bagi IKM Aceh : 20 orang 5) Pelatihan Refraktori : 2 orang 6) Fasilitasi Pelatihan Industri Keramik : 30 orang 7) Diklat Tenaga Penguji Keramik di Bandung : 10 orang 8) Pelatihan Kewirausahaan dan Teknis Produksi IKM Batu Bata di Kabupaten Agam : 28 orang 9) Bimbingan Teknis Teknologi Glasir : 10 orang 10) Bimbingan Teknis Produksi IKM Batu Bata Kabupaten Cilacap : 25 orang 11) Pelatihan Teknis Produksi Sentra Batako di Kabupaten Kuansing : 20 orang 12) Pelatihan Teknis Design Produksi Sentra Induistri Keramik-Gerabah : 18 orang Apabila dibandingkan, maka jumlah SDM industri yang mengikuti pelatihan teknis dan manajemen dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2015 dapat dilihat pada Tabel 3.23 sebagai berikut : Tabel 3.23 Perbandingan Indikator Kinerja V.3 Periode 2013 2015 Indikator Kinerja TA. 2013 TA. 2014 TA. 2015 Jumlah SDM industri yang mengikuti pelatihan teknis dan manajemen 121 Orang 86 Orang 216 Orang Berdasarkan tabel 3.23, pencapaian target SDM industri yang mengikuti pelatihan teknis dan manajemen pada periode tahun 2013 2015 sempat mengalami penurunan di tahun 2014 dan untuk selanjutnya mengalami peningkatan di tahun 2015. Sehingga untuk pencapaian di tahun 2015 tidak ada krndala, sedangkan pada tahun 2014 kendala yang dihadapi diantaranya adalah sebagai berikut : peminat dari industri dan Pemerintah Daerah kurang, terdapat beberapa pelatihan yang ditangguhkan untuk tahun selanjutnya, 51

terdapat lembaga pelatihan yang sejenis seperti BDI dan Badan Pelatihan lainnya dimana pelatihan tersebut tidak dipungut biaya sehingga menjadi pesaing BBK. Diharapkan pada tahun selanjutnya lebih banyak lagi peminat dari industri dan pemerintah daerah terhadap layanan pelatihan sehingga kegiatan pelatihan teknis yang dilaksanakan dapat bertambah. Indikator Kinerja V.4 : Jumlah Sample Pengujian Dan Kalibrasi Pada tahun 2015 telah ditetapkan target jumlah sampel pengujian yang diuji di laboratorium pengujian dan kalibrasi, sampai akhir tahun 2015 telah dilakukan kegiatan pengujian dan kalibrasi terhadap contoh sampel yang minta diujikan, pencapaian terhadap indikator kinerja tersebut dapat dilihat pada Tabel 3.24 sebagai berikut : Tabel 3.24 Indikator Kinerja V.4 Indikator Kinerja V. 4 Target % Jumlah Sample Pengujian dan Kalibrasi 1600 Sample 1796 Sample 112,25% Jumlah sampel yang telah diuji oleh laboratorium pengujian dan kalibrasi BBK pada tahun 2015 sebanyak 1796 sampel yang terdiri dari beberapa jenis produk yang diuji di 8 (delapan) laboratorium pengujian dan 1 (satu) laboratorium kalibrasi. Berikut adalah rincian realisasi jumlah sample per jenis layanan pengujian BBK (lihat Tabel 3.25), adalah sebagai berikut : 52

Tabel 3.25 Rincian Realisasi Jumlah Sample Pengujian dan Kaibrasi BBK TA. 2015 No. Uraian Realisasi Jumlah Sample Pengujian dan Kalibrasi I Pengujian 1.734 - Ubin 604 - Genteng 19 - Kaca 292 - Refraktori 126 - Bahan 306 - Tableware 179 - Saniter 115 - Lainnya 93 II Kalibrasi 62 Suhu, Dimensi, Timbangan, Gaya, Volumetrik 62 Total 1.796 Sumber : Seksi Kerjasama dan Seksi Kalibrasi BBK, 2015 Apabila dibandingkan, maka jumlah sampel pengujian dan kalibrasi dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2015 dapat dilihat Tabel 3.26, adalah sebagai berikut : Tabel 3.26 Perbandingan Indikator Kinerja V.4 Periode 2013 2015 Indikator Kinerja TA. 2013 TA. 2014 TA. 2015 Jumlah Sample Pengujian dan Kalibrasi 1805 Sample 1864 Sample 1796 Sample Berdasarkan tabel 3.26, pencapaian target indikator jumlah sample pengujian dan kalibrasi pada tahun 2015 mengalami penurunan dibanding periode tahun 2013 dan 2014, namun secara target pertahun tercapai sesuai target yang ditetapkan. Adapun penurunan tersebut diakibatkan hal-hal sebagai berikut : Munculnya laboratorium pengujian produk yang sejenis yang terakreditasi seperti laboratorium milik Pemerintah atau swasta lainnya 53

dimana laboratorium tersebut lebih baik dalam pelayanannya sehingga menjadi pesaing bagi laboratorium pengujian BBK; Adanya sarana dan prasarana alat pendukung laboratorium pengujian dan kalibrasi yang masih dalam perbaikan (maintenance). Untuk tahun 2015, Laboratorium Kalibrasi BBK baru diakreditasi terutama untuk besaran yang diunggulkan yakni besaran suhu di atas 1000 C sehingga jumlah sampel masih belum banyak. Jumlah perusahan yang disertifikasi mengiringi jumlah sampel pengujian. Untuk tahun 2015 ini sebagian besar dalam status survailen dan adanya pengunduran jadwal beberapa perusahaan secara tidak langsung mempengaruhi jumlah sampel pengujian yang masuk. Diharapkan pada tahun selanjutnya lebih banyak lagi jumlah sampel pengujian dan kalibrasi karena semakin bertambahnya jumlah jenis produk yang bisa diuji di laboratorium BBK yang telah diakui oleh KAN. Indikator Kinerja V.5 : Jumlah Perusahaan yang Mendapatkan Sertifikat Produk dan atau SMM Pada tahun 2015 telah ditetapkan target jumlah perusahaan yang mendapatkan sertifikat produ dan atau SMM, pencapaian terhadap indikator kinerja tersebut dapat dilihat pada Tabel 3.27 sebagai berikut : Tabel 3.27 Indikator Kinerja V.5 Indikator Kinerja V. 5 Target % Jumlah Perusahaan yang mendapatkan Sertifikat Produk dan atau SMM 200 Perusahaan 188 Perusahaan 94,00% Jumlah perusahaan yang mendapatkan sertifikat produk dan atau SMM pada tahun 2015 sebanyak 188 perusahaan dan belum mencapai target yang 54

ditentukan yaitu 200 perusahaan. Beberapa hambatan yang dihadapi antara lain : a. Beberapa klien menunda kegiatan surveillance karena kelesuan ekonomi; b. Lambatnya pengurusan paspor dinas di Sekretariat Negara sehingga menghambat kegiatan audit untuk klien yang berada di luar negeri; c. Beberapa klien di China yang seharusnya di surveillance bulan Nopember dan Desember, menunda kegiatan surveillance karena adanya libur perayaan Imlek dan pabrik sementara berhenti beroperasi; dan d. Terbatasnya ketua tim dan pembatasan jadwal untuk auditor yang masih aktif bekerja sebagai pegawai Balai Besar Keramik. Apabila dibandingkan, maka jumlah perusahaan yang mendapatkan sertifikat produk dan atau SMM dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2015 dapat dilihat Tabel 3.28, adalah sebagai berikut : Tabel 3.28 Perbandingan Indikator Kinerja V.5 Periode 2013 2015 Indikator Kinerja TA. 2013 TA. 2014 TA. 2015 Jumlah Perusahaan yang mendapatkan Sertifikat Produk dan atau SMM Perusahaan Perusahaan 188 Perusahaan Berdasarkan tabel 3.28, pencapaian target indikator jumlah perusahaan yang mendapatkan sertifikat produk dan atau SMM baru ditetapkan pada tahun 2015 dan terealisasi sebesar 188 perusahaan. Diharapkan pada tahun selanjutnya, BBK memberikan pelatihan lead auditor bagi pegawai BBK kompeten yang belum memiliki sertifikat, sehingga kekurangan tim audit BBK dapat teratasi dan jumlah perusahaan yang mendapatkan sertifikat produk dan atau SMM dapat meningkat. Indikator Kinerja V.6 : Jumlah Desain / Prototipe Pada tahun 2015 telah ditetapkan target jumlah desain/ prototipe yang dihasilkan oleh BBK, sampai akhir tahun 2015 telah dilakukan kegiatan 55

perekayasaan alat, pencapaian terhadap indikator kinerja tersebut dapat dilihat pada Tabel 3.29 sebagai berikut : Tabel 3.29 Indikator Kinerja V.6 Indikator Kinerja V. 6 Target % Jumlah Desain/ Prototipe 2 Desain 2 Desain 100% Jumlah desain / prototipe yang dihasilkan pada tahun 2015 sebanyak 2 (dua) desain, yaitu : a. Desain tungku (tungku api terbalik) untuk CV. Sinar Maju Keramik Majalaya; serta b. Desain pembuatan alat Permeabilitas untuk Refraktori. Apabila dibandingkan, maka jumlah desain/ prototip dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2015 dapat dilihat Tabel 3.30 sebagai berikut : Tabel 3.30 Perbandingan Indikator Kinerja V.6 Periode 2013 2015 Indikator Kinerja TA. 2013 TA. 2014 TA. 2015 Jumlah Desain/ Prototipe 3 Desain 4 Desain 2 Desain Berdasarkan tabel 3.30 pencapaian target jumlah desain/ prototipe hasil kegiatan rekayasa alat atau rancang bangun pada periode tahun 2013 2015 pertahunnya mencapai target yang ditetapkan. Namun dibandingkan 2014, capaian 2015 mengalami penurunan, yang diakibatkan sebagai berikut : 1. Permintaan desain/prototipe dari industri dan instansi yang masih minim; 2. Kurangnya informasi publik berkenaan dengan promosi terhadap layanan RBPI (Rancang Bangun dan Perekayasaan Industri) BBK. Diharapkan pada tahun selanjutnya kegiatan rekayasa alat atau rancang bangun tetap menghasilkan desain/ prototipe alat yang dibutuhkan oleh industri/instansi dengan cara meningkatkan kegiatan promosi dan komersialisasi terhadap layanan yang ada di BBK. 56

Indikator Kinerja V.7 : Jumlah Perusahaan yang Dilayani Pada tahun 2015 telah ditetapkan target jumlah perusahaan yang dilayani oleh BBK, sampai akhir tahun 2015 telah dilakukan kegiatan pelayanan jasa teknis kepada dunia industri, pencapaian terhadap indikator kinerja tersebut dapat dilihat pada Tabel 3.31 sebagai berikut : Tabel 3.31 Indikator Kinerja V.7 Indikator Kinerja V. 7 Target % Jumlah Perusahaan yang dilayani 300 Perusahaan 326 Perusahaan 108,67% Jumlah perusahaan yang dilayani selama tahun 2015 sebanyak 326 perusahaan yang memanfaatkan jasa teknis di BBK, perusahaan yang dimaksud disini adalah semua pelanggan baik berupa perusahaan, instansi maupun industri kecil rumah tangga yang memanfaatkan jasa teknis di BBK. Apabila dibandingkan, maka jumlah perusahaan yang dilayani dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2015 dapat dilihat pada Tabel 3.32 adalah sebagai berikut : Tabel 3.32 Perbandingan Indikator Kinerja V.7 Periode 2013 2015 Indikator Kinerja TA. 2013 TA. 2014 TA. 2015 Jumlah Perusahaan yang dilayani 365 Perusahaan 389 Perusahaan 326 Perusahaan Berdasarkan tabel 3.32 pencapaian target jumlah perusahaan yang dilayani pada periode tahun 2013 2014 pertahunnya mengalami peningkatan, tetapi pada tahun 2015 mengalami penurunan. Secara pencapaian target pertahunnya telah mencapai target yang ditetapkan. Kendala yang dihadapi pada pencapaian target indikator kinerja ini adalah : 57

1. Sarana dan prasarana di BBK belum memenuhi kebutuhan industri (beberapa ada yang rusak); 2. Munculnya pesaing baru dari swasta maupun pemerintah dengan jasa yang sama. 3. Promosi Jasa layanan teknis terutama pada layanan RBPI dan Kalibrasi yang masih dirasakan kurang. 4. Beberapa pelayanan pada layanan public masih kurang optimal, seperti respon complain, permintaan informasi, birokrasi layanan yang panjang serta ketepatan waktu layanan masih belum konsisten. Diharapkan pada tahun selanjutnya BBK terus melakukan pengadaan sarana dan prasarana untuk menunjang pelayanan jasa teknis kepada dunia industri, sehingga jumlah perusahaan atau industri yang dapat terlayani terus bertambah. Indikator Kinerja V.8 : Jumlah SDM BBK yang Memperoleh Sertifikat Pada tahun 2015 telah ditetapkan target SDM BBK yang memperoleh sertifikat, sampai akhir tahun 2015 telah dilakukan pelatihan internal untuk personil BBKKP dan pengiriman personil untuk mengikuti pelatihan di luar balai, pencapaian terhadap indikator kinerja tersebut dapat dilihat pada Tabel 3.33 sebagai berikut : Tabel 3.33 Indikator Kinerja V.8 Indikator Kinerja V. 8 Target % Jumlah SDM BBK yang memperoleh Sertifikat 30 Orang 482 Orang 1606,67% Jumlah SDM BBK yang memperoleh sertifikat sebanyak 482 orang, sertifikat ini berasal dari pelatihan teknis internal dan eksternal. Adapun rincian jumlah SDM BBK yang memperoleh sertifikat (berdasarkan jenis pelatihan), dapat dilihat pada Tabel 3.34 sebagai berikut : 58

Tabel 3.34 Rincian Jumlah SDM BBK yang Memperoleh Sertifikat TA. 2015 No Nama Pelatihan Jumlah Peserta No Nama Pelatihan Jumlah Peserta No Nama Pelatihan Jumlah Peserta 1 On the Job Training Kaca 1 13 Pendidikan dan Pelatihan 2 17 Auditor Industri Hijau 2 Pembentukan Jabatan Fungsional Penguji Mutu Barang Kategori Keterampilan 2 On the Job Training Ubin 3 14 Pelatihan Pengenalan ISO/TS 42 18 Pelatihan Transisi ISO 40 16949 QMS 9001:2008 dan Annex SL 3 Teknis Kalibrasi Alat Ukur 1 15 Pelatihan IRCA ISO 9001:2008 2 19 Pelatihan ISO 17021 21 Besaran Massa 4 Pelatihan Kaca Lembaran 24 16 Pelatihan SNI ISO 17025 : 35 20 Pelatihan ISO 17065 20 2008 5 Pelatihan lima komoditi keramik 38 17 Pendidikan dan Pelatihan 1 21 Pelatihan ISO 17026, ISO 30 (komoditi refraktori) Teknis Kalibrasi Alat ukur 17067 dan Evaluasi Skema Kelistrikan Sertifikasi 6 Training of Temperatur 11 18 Pelatihan Pengujian Botol 8 22 Pelatihan Lima Komoditi 49 (Indicator thermometer, Kaca Keramik (Komoditi Sanitary thermometer digital, Ware dan Ubin) thermocouple), Dimension (micrometer dial indicator) and uncertainty of measurement 7 Pelatihan lima komoditi keramik (komoditi tableware) 8 Pelatihan internal lima komoditi keramik (komoditi kaca ) Sumber : Seksi Pelatihan Teknis BBK, 2015 50 19 Pendidikan dan pelatihan teknis Sistem Mutu: SNI/ISO 14001:2004 (Sistem Manajemen Lingkungan) 48 20 Training on Estimation of Measurement Uncertainty in Chemical Analysis TOTAL PESERTA (ORANG) 1 23 Pelatihan Penulisan jurnal internasional 10 24 Pelatihan Komunikasi dalam Pelayanan Publik 20 23 482 Apabila dibandingkan, maka jumlah SDM BBK yang memperoleh sertifikat dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2015 dapat dilihat pada Tabel 3.35 sebagai berikut : Tabel 3.35 Perbandingan Indikator Kinerja V.8 Periode 2013 2015 Indikator Kinerja TA. 2013 TA. 2014 TA. 2015 Jumlah SDM BBK yang memperoleh Sertifikat 365 Orang 389 Orang 482 Orang Berdasarkan tabel 3.35 pencapaian target jumlah SDM yang memperoleh sertifikat pada periode tahun 2013 2014 mengalami peningkatan. Diharapkan pada tahun selanjutnya terus dilakukan pelatihan teknis baik internal maupun eksternal untuk SDM BBK untuk menambah kemampuan teknis dari masing-masing personil. 59

Indikator Kinerja V.9 : Jumlah Pengadaan Alat Laboratorium Pada tahun 2015 telah ditetapkan target jumlah pengadaan alat laboratorium di BBK, sampai akhir tahun 2015 telah dilakukan pengadaan alat laboratorium yang berasal dari anggaran DIPA BBK, pencapaian terhadap indikator kinerja tersebut dapat dlihat pada Tabel 3.36 sebagai berikut : Tabel 3.36 Indikator Kinerja V.9 Indikator Kinerja V. 9 Target % Jumlah Pengadaan Alat Laboratorium 22 Unit Alat 18 Unit Alat 81,82% Jumlah pengadaan alat laboratorium pada tahun 2015 sebanyak 18 unit alat (lihat Tabel 3.37), dan belum mencapai target yang ditentukan yaitu 22 unit alat. Beberapa hambatan yang dihadapi antara lain perubahan spesifikasi peralatan yang disesuaikan dengan pagu anggaran yang tersedia serta perubahan kurs dollar terhadap rupiah mengakibatkan perubahan harga peralatan yang akan diadakan. Tabel 3.37 Rincian pengadaan alat laboratorium TA. 2015 No Jenis Peralatan Volume (unit) Fungsi Alat 1 Mikrometer blok 1 Kalibrasi 2 Jangka sorong 300 mm 2 Kalibrasi 3 Jangka sorong 600 mm 1 Pengujian 4 Jangka sorong 150 mm 1 Pengujian 5 Blower 2 Pengujian 6 Stand mikrometer 1 Pengujian 7 Digital brake rotor caliper 1 Pengujian micrometer 8 Uji beban saniter 1 Pengujian 9 Accu jetpro 4 Pengujian 10 Infrared control temperature 4 Pengujian Jumlah Sumber : Panitia Pengadaan Barang dan Jasa BBK, 2015 18 60

Apabila dibandingkan, maka jumlah pengadaan alat laboratorium dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2015 dapat dilihat pada Tabel 3.38 sebagai berikut : Tabel 3.38 Perbandingan Indikator Kinerja V.9 Periode 2013 2015 Indikator Kinerja TA. 2013 TA. 2014 TA. 2015 Jumlah Pengadaan Alat Laboratorium 10 Unit Alat 65 Unit Alat 18 Unit Alat Berdasarkan tabel 3.38 pencapaian target jumlah pengadaan alat laboratorium pada periode tahun 2013 2014 mengalami peningkatan, namun dibandingkan dengan tahun 2015 mengalami penurunan akibat terbatasnya pagu anggaran dan tidak adanya antisipasi kenaikan kurs mata uang Dolar terhadap Rupiah. Hal ini mengakibatkan adanya penyesuaian spesifikasi bahkan perubahan jenis peralatan Diharapkan pada tahun selanjutnya terus ada penambahan alat laboratorium untuk menunjang kegiatan penelitian dan pengembangan, serta kegiatan jasa pelayanan teknis. Sasaran Strategis VI Meningkatnya Budaya Pengawasan pada Unsur Pimpinan dan Staf Pencapaian sasaran strategis VI sampai akhir tahun 2015 dengan indikator kinerja terbangunnya Sistem Pengendalian Intern di unit kerja dapat tercapai. Berikut ini capaian dari indikator kinerja tersebut adalah sebagai berikut : Indikator Kinerja VI : Terbangunnya Sistem Pengendalian Intern di Unit Kerja Pada tahun 2015 telah ditetapkan target terbangunnya Sistem Pengendalian Intern di unit kerja BBK, sampai akhir tahun 2015 telah dilakukan penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah baik level bidang/seksi sampai satker 61

BBK, pencapaian terhadap indikator kinerja tersebut dapat dilihat pada Tabel 3.39 sebagai berikut : Tabel 3.39 Indikator Kinerja VI Indikator Kinerja VI Target % Terbangunnya Sistem Pengendalian Intern di Unit Kerja 1 Sistem 1 Sistem 100% Pada tahun 2015 telah dilakukan penerapan SPIP berupa tanggal 23-24 Maret telah dilaksanakan Workshop Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) di lingkungan Balai Besar Keramik dengan narasumber dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kantor Wilayah Jawa Barat, penyusunan peta risiko operasional (bidang dan level satker BBK) sudah tersusun pelaporannya berupa implementasi pengawasan kegiatan SPIP pada masingmasing Bidang/Bagian. Apabila dibandingkan, maka terbangunnya Sistem Pengendalian Intern di unit kerja dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2015 dapat dilihat pada Tabel 3.40 sebagai berikut : Tabel 3.40 Perbandingan Indikator Kinerja VI Periode 2013 2015 Indikator Kinerja TA. 2013 TA. 2014 TA. 2015 Terbangunnya Sistem Pengendalian Intern di Unit Kerja 1 Sistem 1 Sistem 1 Sistem Berdasarkan tabel 3.40 pencapaian target terbangunnya Sistem Pengendalian Intern di unit kerja periode tahun 2013 2015 secara pencapaian target pertahunnya dapat tercapai. Diharapkan pada tahun selanjutnya penerapan SPIP terus dilakukan di BBKKP dan dilakukan penyempurnaan dalam penerapannya, sehingga pencapaian tujuan yang ingin dicapai dapat terwujud. 62

Sasaran Strategis VII Membangun Sistem Informasi yang Terintegrasi dan Handal Pencapaian sasaran strategis VII sampai akhir tahun 2015 dengan indikator kinerja penerapan SIM dalam pengelolaann pelayanan dapat tercapai. Berikut ini capaian dari indikator kinerja tersebut adalah sebagai berikut : Indikator Kinerja VII : Penerapan SIM dalam Pengelolaan Pelayanan Pada tahun 2015 telah dilakukan penerapan SIM dalam pengelolaan pelayanan, pencapaian terhadap indikator kinerja tersebut dapat dilihat pada Tabel 3.41 sebagai berikut : Tabel 3.41 Indikator Kinerja VII Indikator Kinerja VII Target % Penerapan SIM dalam pengelolaan pelayanan 1 Paket Sistem Informasi 1 Paket Sistem Informasi 100% Penerapan SIM dalam hal ini untuk kegiatan sertifikasi yang telah dilakukan uji coba (trial and error) dan sosialisasi bagi pihak yang berkepentingan yaitu Seksi Pemasaran, Kerja sama, Pengujian, Sertifikasi, Kalibrasi, Subbag Keuangan dan Subbag Program dan Pelaporan. Apabila dibandingkan, maka penerapan SIM dalam pengelolaan pelayanan BBK dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2015 dapat dilihat pada Tabel 3.42 sebagai berikut : Tabel 3.42 Perbandingan Indikator Kinerja VII Periode 2013 2015 Indikator Kinerja TA. 2013 TA. 2014 TA. 2015 Penerapan SIM dalam pengelolaan pelayanan 1 Paket Sistem Informasi 1 Paket Sistem Informasi 1 Paket Sistem Informasi 63

Berdasarkan tabel 3.42 pencapaian target penerapan SIM dalam pengelolaan pelayanan periode tahun 2013 2015 secara pencapaian target pertahunnya dapat tercapai. Diharapkan pada tahun selanjutnya penerapan SIM dalam pengelolaan pelayanan terus dilakukan di BBK dan dilakukan penyempurnaan dalam penerapannya, sehingga pencapaian tujuan yang ingin dicapai dapat terwujud. Sasaran Strategis VIII Meningkatnya Kualitas Perencanaan dan Pelaporan Pencapaian sasaran strategis VIII sampai akhir tahun 2015 dengan indikator kinerja konsistensi perencanaan dan implementasi serta tingkat ketepatan waktu penyampaian laporan kinerja dapat tercapai. Berikut ini capaian dari indikator kinerja tersebut adalah sebagai berikut : Indikator Kinerja VIII.1 : Konsistensi Perencanaan dan Implementasi Pencapaian terhadap indikator kinerja tersebut pada tahun 2015 dapat dilihat pada Tabel 3.43 sebagai berikut : Tabel 3.43 Indikator Kinerja VIII.1 Indikator Kinerja VIII. 1 Target % Konsistensi perencanaan dan implementasi 90 Persen 92,34 Persen 103% Konsistensi perencanaan dan implementasi BBK pada tahun 2015 sebesar 92,34% atau melampaui dari target sebesar 90%. Adapun perhitungan konsistensi perencanaan dan implementasi adalah sebagai berikut : 64

Keterangan : K = Konsistensi antara perencanaan dan implementasi RA = Realisasi anggaran seluruh satuan kerja (RA) RPD = Rencana penarikan dana seluruh satuan kerja (RPD) n = Jumlah bulan Tabel 3.44 Rencana dan Realisasi Anggaran per Bulan (Rupiah) Bulan (n) RPD Σ RPD RA Σ RA Konsistensi (K) Januari 1.320.003.000 1.320.003.000 555.610.131 555.610.131 42,09% Februari 1.336.219.000 2.656.222.000 1.212.553.448 1.768.163.579 90,75% Maret 1.967.861.000 4.624.083.000 1.652.731.160 3.420.894.739 83,99% April 1.836.283.000 6.460.366.000 2.147.644.352 5.568.539.091 116,96% Mei 1.880.817.000 8.341.183.000 1.353.482.090 6.922.021.181 71,96% Juni 2.311.585.000 10.652.768.000 1.937.551.805 8.859.572.986 83,82% Juli 3.095.429.000 13.748.197.000 2.730.408.366 11.589.981.352 88,21% Agustus 2.343.160.000 16.091.357.000 2.383.115.841 13.973.097.193 101,71% September 2.148.306.000 18.239.663.000 1.672.728.240 15.645.825.433 77,86% Oktober 2.091.278.000 20.330.941.000 2.307.153.619 17.952.979.052 110,32% Nopember 1.985.080.000 22.316.021.000 1.771.651.140 19.724.630.192 89,25% Desember 2.312.876.000 24.628.897.000 3.496.564.268 23.221.194.460 151,18% 92,34% Sumber : ALKI 2015 BBK, Aplikasi SAIBA / Sistem Akuntansi Instansi Basis Akrual BBK 2015 Apabila dibandingkan, maka konsistensi perencanaan dan implementasi anggaran di BBK dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2015 dapat dilihat pada Tabel 3.45 sebagai berikut : Tabel 3.45 Perbandingan Indikator Kinerja VIII.1 Periode 2013 2015 Indikator Kinerja TA. 2013 TA. 2014 TA. 2015 Konsistensi perencanaan dan implementasi 100,00 Persen 91,17 Persen 92,34 Persen Berdasarkan tabel 3.45 pencapaian target konsistensi perencanaan dan implementasi periode tahun 2013 2015 secara pencapaian target 65

pertahunnya dapat tercapai. Diharapkan pada tahun selanjutnya konsistensi perencanaan dan implementasi anggaran BBK dapat ditingkatkan lagi. Indikator Kinerja VIII.2 : Tingkat Ketepatan Waktu Penyampaian Kinerja Laporan Pencapaian terhadap indikator kinerja tersebut pada tahun 2015 dapat dilihat pada Tabel 3.46 sebagai berikut : Tabel 3.46 Indikator Kinerja VIII.2 Indikator Kinerja VIII. 2 Target % Tingkat ketepatan waktu penyampaian laporan kinerja 100 Persen 100 Persen 100% Tingkat ketepatan waktu penyampaian laporan kinerja pada tahun 2015 sebesar 100% atau sesuai dengan target. Adapun LAKIP 2014; kegiatan pelaporan kinerja BBK periode Triwulan I, II, III dan IV 2015; usulan Target PNBP dan SBK disampaikan tepat sesuai jadwal yang ditentukan oleh BPPI. Apabila dibandingkan, maka tingkat ketepatan waktu penyampaian laporan kinerja BBK dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2015 dapat dilihat pada Tabel 3.47 sebagai berikut : Tabel 3.47 Perbandingan Indikator Kinerja VIII.2 Periode 2013 2015 Indikator Kinerja TA. 2013 TA. 2014 TA. 2015 Tingkat ketepatan waktu penyampaian laporan kinerja 95 Persen 100 Persen 100 Persen Berdasarkan tabel 3.47 tingkat ketepatan waktu penyampaian laporan kinerja periode tahun 2013 2015 secara pencapaian target pertahunnya dapat tercapai. Diharapkan pada tahun selanjutnya tingkat ketepatan waktu penyampaian laporan kinerja BBK dapat dipertahankan (100%). 66

Sasaran Strategis IX Meningkatkan Sistem Tata Kelola Keuangan dan BMN yang Profesional Pencapaian sasaran strategis IX sampai akhir tahun 2015 dengan indikator kinerja tingkat penyerapan anggaran tidak mencapai target, namun untuk indikator tingkat ketepatan penyampaian laporan keuangan dan BMN dapat tercapai. Berikut ini capaian dari indikator kinerja tersebut adalah sebagai berikut : Indikator Kinerja IX.1 : Tingkat Penyerapan Anggaran Pencapaian terhadap indikator kinerja tersebut pada tahun 2015 dapat dilihat pada Tabel 3.48 sebagai berikut : Tabel 3.48 Indikator Kinerja IX.1 Indikator Kinerja IX. 1 Target % Tingkat penyerapan anggaran 95 Persen 94,30 Persen 99,26% Tingkat penyerapan anggaran BBK pada tahun 2015 adalah sebesar 94,3% atau tidak mencapai dari target sebesar 95%. Adapun penyerapan anggaran BBK (versi Aplikasi SAIBA / Sistem Akuntansi Instansi Basis Akrual) adalah sebesar Rp. 23.221.194.460,- dari total anggaran sebesar Rp. 24.628.897.000,-. Berikut rumus perhitungan konsistensi perencanaan dan implementasi : P = RA x 100% PA Keterangan : P = Penyerapan anggaran RA = Akumulasi realisasi anggaran seluruh satuan kerja PA = Akumulasi pagu anggaran seluruh satuan kerja 67

Berdasarkan rumus perhitungan di atas, maka persentase penyerapan anggaran BBK pada tahun 2014 adalah: Ketidaktercapaian dari target ini dikarenakan hal-hal sebagai berikut : P = Rp. 23.221.194.460 x 100% Rp. 24.628.897.000 P = 94,30% adanya perubahan akun dari 521211 belanja bahan ke 521811 belanja persediaan barang konsumsi setidaknya mempengaruhi pada proses pertanggungjawaban; beberapa perjalanan dinas tidak terealisasi pada kegiatan litbang dan pengembangan kelembagaan; belanja jasa lainnya pada pengembangan kelembagaan tidak terealisasi terkait pengunduran jadwal surveilance/akreditasi oleh KAN; dan tidak terserapnya belanja pegawai seperti uang lembur, uang duka dan adanya kelebihan gaji terkait pegawai yang pensiun. Apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya maka tingkat penyerapan anggaran BBK dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2015 dapat dilihat pada Tabel 3.49 sebagai berikut : Tabel 3.49 Perbandingan Indikator Kinerja IX.1 Periode 2013 2015 Indikator Kinerja TA. 2013 TA. 2014 TA. 2015 Tingkat penyerapan anggaran 91,74 Persen 97,16 Persen 94,30 Persen Berdasarkan tabel 3.49 tingkat penyerapan anggaran periode tahun 2013 2015 mengalami penurunan. Diharapkan pada tahun selanjutnya tingkat penyerapan anggaran BBK dapat mencapai target yang ditetapkan pada awal tahun, dengan tetap mengendepankan prinsip efektif dan efisien dalam pemakaiannya. 68

Indikator Kinerja IX.2 : Tingkat Ketepatan Penyampaian Laporan Keuangan dan BMN Pencapaian terhadap indikator kinerja tersebut pada tahun 2015 dapat dilihat pada Tabel 3.50 sebagai berikut : Tabel 3.50 Indikator Kinerja IX.2 Indikator Kinerja IX. 2 Target % Tingkat ketepatan penyampaian laporan keuangan dan BMN 100 Persen 100 Persen 100% Tingkat ketepatan penyampaian laporan keuangan dan BMN pada tahun 2015 adalah sesuai target sebesar 100%. Adapun pelaporan keuangan dan BMN disampaikan tiap semester sebelum batas akhir penyampaian. Apabila dibandingkan, maka tingkat ketepatan penyampaian laporan keuangan dan BMN dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2015 dapat dilihat pada Tabel 3.51 sebagai berikut : Tabel 3.51 Perbandingan Indikator Kinerja IX.2 Periode 2013 2015 Indikator Kinerja TA. 2013 TA. 2014 TA. 2015 Tingkat ketepatan penyampaian laporan keuangan dan BMN Persen 100 Persen 100 Persen Berdasarkan tabel 3.51 tingkat ketepatan penyampaian laporan keuangan dan BMN periode tahun 2013 2015 secara pencapaian target pertahunnya dapat tercapai. Diharapkan pada tahun selanjutnya tingkat ketepatan waktu penyampaian laporan kinerja BBK dapat dipertahankan (100%). 69

B. REALISASI ANGGARAN (1) Realisasi Anggaran Keuangan (RM) Di samping Analisis Kinerja, dalam LAKIP ini juga disajikan Akuntabilitas Keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban penggunaan anggaran. Akuntabilitas Keuangan ini disajikan dalam bentuk tabel yang berisi alokasi dan realisasi anggaran seluruh kegiatan Balai Besar Keramik yang didanai oleh DIPA BBK TA. 2015. Realisasi anggaran belanja/ penggunaan anggaran DIPA per 31 Desember 2015 adalah sebesar Rp. 223.225.638.758,- atau sebesar 94,30%, dari pagu DIPA 2015 sebesar Rp. 24.628.897.000,- dengan perincian sebagai berikut : (a) Rupiah Murni (RM) : realisasi anggaran mencapai Rp. 16.715.317.745,- (95,61%) dari target rencana penarikan anggaran BBK sebesar Rp. 17.482.897.000,-. Hal tersebut menunjukkan penurunan pencapaian target dari tahun 2014 (97,16%). (b) PNP : realisasi anggaran mencapai Rp. 6.510.321.013,- (91,10%) dari target rencana penggunaan anggaran PNP BBK sebesar Rp. 7.146.000.000,-. Untuk realisasi anggaran PNBP, BBK mengalami kendala, yaitu adanya proses revisi yang memerlukan waktu cukup lama sehingga mempengaruhi jadwal pelaksanaan kegiatan. Evaluasi akuntabilitas dan pengukuran kinerja keuangan juga dilakukan dengan berpedoman pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 429/PMK.02/2011 tanggal 28 Desember 2011 tentang Pengukuran dan Evaluasi Kinerja atas Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Lembaga. Pengukuran evaluasi keuangan dilihat dari aspek implementasi, yang terdiri dari penyerapan anggaran, konsistensi antara perencanaan dan implementasi, serta efisiensi. Realisasi anggaran keuangan untuk tiap triwulan dapat dilihat pada tabel berikut : 70

Tabel. 3. 52. Realisasi Anggaran Kegiatan Per Triwulan Tahun 2015 Triwulan I (%) Triwulan II (%) Triwulan III (%) Triwulan III (%) Kegiatan/Komponen/ Anggaran Keuangan Keuangan Keuangan Keuangan Subkomponen T R T R T R T R Realisasi A. Kegiatan Penelitian Dan 24,628,897,000 18.78 14.73 24.48 23.42 30.80 29.22 25.94 32.64 23,225,638,758 Pengembangan Teknologi 001 Hasil Kajian/penelitian 967,780,000 23.25 11.70 45.82 19.50 24.31 12.85 6.63 55.94 791,793,000 Penguasaan Teknologi Industri 002 Hasil Rekayasa 124,022,000 2.33-86.98 89.44 3.50 2.20 7.20 8.36 122,445,000 Mesin/peralatan Teknologi Industri 003 Layanan Jasa Teknis 3,686,644,000 2.71 8.96 14.24 34.41 31.87 22.68 51.18 33.94 3,614,070,600 004 Pengembangan Kelembagaan Balai Besar/ Baristand Industri 005 Dokumen Perencanaan/ Penganggaran/ Pelaporan/ Monitoring dan Evaluasi 1,597,038,000 5.84 0.53 30.51 10.24 47.77 58.31 15.88 30.91 1,222,474,155 347,808,000 13.78 7.99 25.95 17.50 25.56 27.68 34.70 46.83 253,903,580 994 Layanan Perkantoran 17,255,948,000 23.67 17.49 24.48 21.77 29.53 29.14 22.31 31.60 16,587,794,923 996 Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi 997 Peralatan dan Fasilitas Perkantoran 258,400,000 - - 30.96 22.98 69.04 77.02 - - 255,830,000 391,257,000 17.89 20.16 17.89 24.34 11.69 12.85 52.52 42.64 377,327,500 71

Tabel 3.53 Realisasi Anggaran Kegiatan Balai Besar Keramik Tahun 2015 Kegiatan/Komponen/ Subkomponen/ A. Kegiatan Penelitian Dan Pengembangan Teknologi Keramik Anggaran Pagu Realisasi % (1) (2) (3) (4) 24.628.897.000 23.225.638.758 94,30 1. Hasil Kajian/penelitian Penguasaan Teknologi Industri 967.780.000 791.793.000 81,82 a. Pemanfaatan Limbah Batuan Basalt Untuk 56.830.000 49.913.789 87,83 Produk Keramik Konvensional Dari Jenis Bodi Stoneware b. Pemanfaatan Limbah Pengolahan Alumunium 65.357.000 46.089.756 70,52 Sebagai Bahan Pembentuk Pori Untuk Bata Isolasi c. Pembuatan Crusible Untuk Peleburan 53.662.000 28.494.522 53,10 Konsentrat Emas Sebagai Alternatif Merkuri Amalgamasi Di Tambang Emas Skala Kecil d. Pembuatan Contoh Produk Bola-bola Alumina 125.236.000 116.844.499 93,30 Untuk Pengisi Ball Mill Pada Industri Keramik Dalam Negeri Sebagai Substitusi Impor e. Penyiapan Serbuk Gamma Alumina Sebagai 90.695.000 62.389.090 68,79 Absorben Logam Berat Pada Industri Air Minum Isi Ulang f. Pembuatan Peralatan Proses Milling Bahan 133.453.000 115.036.486 86,20 Keramik Dari Alumina Dan Atau Zirkonia Hasil Ekstrasi Bahan Baku Alam g. Pembuatan Zeolit Dari Kaolin Untuk 71.766.000 61.374.283 85,52 Pengolahan Minyak Bumi h. Preparasi Dan Modifikasi Nano Submikron 109.726.000 75.996.227 69,26 Silika Untuk Campuran Semen Portland i. Pengembangan Gamma-alumina Nanofiber Dari Bahan Alam Kaolin Sebagai Penyangga Katalis Hydrotreating 261.055.000 235.654.348 90,27 2 Hasil Rekayasa Mesin/peralatan Teknologi 124.022.000 122.445.000 98,73 Industri Pemodelan Reaksi Oksidasi Besi Dengan 124.022.000 122.445.000 98,73 Hidrogen Peroksida Untuk Bahan Magnet Keramik 3 Layanan Jasa Teknis 3.686.644.000 3.614.070.600 98,03 4 Pengembangan Kelembagaan Balai Besar/ 1.597.038.000 1.222.474.155 76,55 Baristand Industri Pelaksanaan Magang Ke Industri 13.760.000 7.270.784 52,84 - Penerbitan Jurnal Ilmiah Jkgi 59.076.000 33.620.151 56,91 - Penerbitan Majalah Ilmiah Itkg 30.176.000 19.976.512 66,20 - Diseminasi Hasil Litbang Bbk 124.971.000 107.887.464 86,33 72

Kegiatan/Komponen/ Subkomponen/ Anggaran Pagu Realisasi % (1) (2) (3) (4) - Promosi Dan Komersialisasi Jasa Pelayanan 128.587.000 87.079.116 67,72 Teknis - Pameran Hasil Litbang 54.344.000 30.813.048 56,70 - Survailen Lembaga/ Rekareditasi 136.002.000 58.355.984 42,91 Laboratorium - Peningkatan Kinerja Pegawai Melalui 5k 11.312.000 6.212.550 54,92 - Pembuatan Sistem Informasi Manajemen 82.164.000 77.694.278 94,56 Pelayanan Terpadu Satu Pintu (sim Ptsp) Bbk - Penyusunan Tarif Jasa Layanan Konsultansi 15.712.000 6.460.774 41,12 - Penyusunan Data Industri Per Komoditi Di 18.584.000 17.751.436 95,52 Jawa Barat - Penambahan Ruang Lingkup Akreditasi 30.540.000 25.177.176 82,44 Laboratorium Kalibrasi Bbk - Persiapan Penambahan Ruang Lingkup Botol 95.749.000 65.071.020 67,96 Gelas Lpbbk - Pemeliharaan Dan Pengembangan Penerapan 98.228.000 57.404.443 54,88 Sistem Manajemen Mutu Iso 9001:2008 - Hasil Peningkatan Kompetensi Sdm 697.883.000 621.699.419 89,09 5 Dokumen Perencanaan/ Penganggaran/ 347.808.000 253.903.580 73,00 Pelaporan/ Monitoring dan Evaluasi - Dokumen Implementasi Sistem Akuntansi 86.224.000 72.632.645 84,24 Keuangan - Dokumen Hasil Koordinasi Monitoring Dan 42.212.000 22.321.705 52,88 Evaluasi - Dokumen Implementasi Sistem Informasi 138.040.000 90.264.356 65,39 Manajemen Dan Bmn - Koordinasi Penyusunan Rencana Teknis Th. 81.332.000 68.684.874 84,45 2015 6 Layanan Perkantoran 17.255.948.000 16.587.794.923 96,13 - Pembayaran Gaji dan Tunjangan 14.213.318.000 13.788.200.766 97,01 - Penyelenggaraan Operasional dan 3.467.747.234 2.799.594.157 80,73 Pemeliharaan Perkantoran 7 Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi 258.400.000 255.830.000 99,01 8 Peralatan dan Fasilitas Perkantoran 391.257.000 377.325.500 96,40 Nilai anggaran pada tahun 2015 meningkat sebesar Rp. Rp1.951.446.000,- dari anggaran tahun 2014 sebesar Rp.22.677.451.000,- atau menjadi Rp.24.628.897.000,-.Bila dibandingkan dengan realisasi anggaran belanja tahun anggaran sebelumnya maka pencapaian realisasi anggaran BBK pada tahun 2015 menurun, realisasi anggaran tahun 2014 mencapai 97,16% sementara realisasi tahun 2015 sebesar 94,30%. Penurunan tersebut karena beberapa kegiatan yang 73

telah terlaksana dan akan direvisi sisa anggarannya untuk optimalisasi namun tidak mendapat persetujuan oleh pihak Kanwil Anggaran sesuai surat edaran dari Kementerian Keuangan. Tabel 3.54 Perkembangan Realisasi Anggaran TA. 2011-2015 TA.2011 TA. 2012 TA. 2013 TA. 2014 TA. 2015 PAGU 15.941.731.000 15.351.677.000 22.148.691.000 22.677.451.000 24.628.897.000 Realisasi 14.528.038.816 14.479.041.313 20.291.118.133 22.034.008.551 23.225.638.758 % Realisasi 91.13 94,32 91,74 97,16 94,30 98 96 Grafik 3.1 Perkembangan Realisasi Anggaran BBK TA. 2011-2015 97.16 94 94.32 94.3 92 90 91.13 91.74 88 2011 2012 2013 2014 2015 Realisasi anggaran selama kurun waktu 5 tahun terakhir menunjukkan nilai realisasi rata-rata diatas 90%, sepanjang kurun waktu 2 tahun terakhir menunjukkan peningkatan realisasi, terutama pada tahun 2014 dengan capaian realisasi tertinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Realisasi anggaran pada tahun 2015 mengalami penurunan dibanding tahun 2014 antara lain karena: 1. Adanya pemberlakuan aturan baru dalam hal penarikan anggaran dan beberapa perbedaan kode akun pada saat pembahasan anggaran dan pencairan anggaran. Pada akhir tahun 2014 Dirjen Akuntansi dan Pelaporan 74

Keuangan menerbitkan surat edaran Nomor :S-9970 /PB/2014 tanggal 26 Desember 2014 ketentuan tentang pengalihan kode akun belanja yang masuk persediaan dari kode 521211 akun belanja bahan, menjadi Akun Belanja Barang Persediaan (521811). Perubahan kode akun tersebut mengakibatkan proses penarikan dana pertanggungjawaban tahun 2015 mengalami keterlambatan karena perlu revisi dan perhitungan pagu yang telah ditarik dengan akun 521211; 2. Kenaikan nilai kurs dolar terhadap rupiah yang mengakibatkan proses pengadaan belanja bahan dan belanja aset terhambat dan perlu penyesuaian kembali atas aset yang akan diadakan. 3. Surat edaran dari Kementerian Keuangan sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden pada Bulan September yang menyampaikan revisi antar ouput sebagai bentuk optimalisasi tidak dapat diajukan untuk tingkat Kantor Wilayah. Usulan revisi antar output hanya bisa diajukan satuan Kerja pada Kementerian Keuangan melalui Kementerian bersangkutan eselon I. 4. Keterlambatan penerbitan DIPA Revisi yang memerlukan proses lama terhitung dari pengajuan revisi anggaran oleh BBK. 5. Kejadian berulang dari tahun sebelumnya, bahwa terdapat perbedaan penentuan kode akun dari Bagan Akun Standar (BAS) antara Dirjen Anggaran dan KPPN serta perbedaan persepsi dalam penentuan kode akun di antara personil KPPN, mempengaruhi kelancaran pelaksanaan anggaran di tahun 2015. 6. Tidak adanya fleksibilitas dan kurang akuratnya perencanaan keuangan dalam penarikan anggaran dari KPPN (terbatas pada penarikan dengan menggunakan Aplikasi Forecasting Satker), menyebabkan pelaksanaan program-program dan kegiatan Balai Besar Keramik sedikit terhambat dalam melakukan percepatan untuk pencapaian target-target kinerja yang telah ditetapkan. Beberapa kendala internal dalam hal perencanaan, pengadaan barang dan jasa dan pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan tahun 2015 yang masih belum optimal. Pada tahun selanjutnya Balai Besar Keramik berupaya untuk 75

meningkatkan kinerja dan mengukur keberhasilan pencapaian target dalam mencapai tujuan dan mewujudkan visi BBK. (2) Penerimaan Jasa Payanan Teknis (PNBP) Penerimaan JPT dari layanan pengujian dan sertifikasi dapat melebihi target. Hal tersebut disebabkan pemberlakukan SNI wajib sehingga meningkatkan permintaan sertifikasi produk dari berbagai perusahaan keramik, baik dari dalam maupun luar negeri. Layanan JPT lainnya tidak dapat mencapai target penerimaan maupun capaian fisik kegiatan. Layanan tersebut adalah litbang, konsultansi, RBPI, standardisasi dan layanan lain., Jasa layanan lainnya, seperti RBPI, konsultansi, yang tidak mencapai target di tahun 2015, diusahakan agar dapat dipromosikan lebih intensif di tahun 2016. Sehingga penerimaan JPT di tahun mendatang tidak hanya terfokus pada kegiatan jasa layanan sertifikasi dan pengujian. Tabel 3.55. Pagu dan Realisasi PNBP Tahun 2015 Pagu Realisasi PNBP TA. 2015 % Penerimaan Penggunaan Penerimaan Penggunaan Penerimaan Penggunaan 7.500.000.000 7.146.000.000 8.328.554.403 6.508.607.313 111,05% 91,10% 76

Grafik 3.2 Pagu dan realisasi Penerimaan dan Penggunaan PNBP TA 2015 9,000,000,000 8,000,000,000 7,000,000,000 6,000,000,000 5,000,000,000 4,000,000,000 3,000,000,000 2,000,000,000 1,000,000,000 - Pagu Penerimaan Realisasi Penerimaan Pagu Penggunaan Realisasi Penggunaan Pagu penerimaan PNBP tahun 2015 sebesar Rp.7.500.000.000,- dengan wewenang penggunaan sebesar 95,28% (sembilan puluh lima koma dua puluh delapan persen) sehingga dapat dipergunakan sebesar Rp.7.146.000.000,- sesuai Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 317/KMK.02/2013 tanggal 19 Agustus 2013 tentang Persetujuan Penggunaan Sebagian Dana Penerimaan Negara Bukan Pajak pada Balai Besar dan Balai Riset dan Standardisasi Industri dan Perdagangan di Lingkungan Badan Pengkajian, Kebijakan Iklim dan Mutu Industri, Kementerian Perindustrian. Penerimaan PNBP tahun 2015 terealisasi sebesar Rp. 8.328.554.403,-, melebihi target sebesar 111,05%. Target tersebut dapat tercapai karena didukung oleh 2(dua) jenis layanan yang sangat berperan dalam penerimaan PNBP secara keseluruhan yaitu pengujian dan sertifikasi. Adanya kebijakan pemerintah dalam penerapan SNI wajib menjadi sumber utama penerimaan PNBP di Balai Besar Keramik. 77

Pada tahun 2015 Penggunaan PNBP sebesar Rp.6.508.607.313,- atau 91,10% dari total yang dapat dipergunakan Rp.7.146.000.000,-, Penggunaan PNBP masih dibawah target karena beberapa kegiatan yang telah tercapai tidak dapat direvisi antar output untuk optimalisasi karena adanya surat edaran dari Kementerian Keuangan yang membatasi revisi antar output pada akhir tahun 2015. Penerimaan PNBP berdasarkan jenis layanan dapat dilihat dalam table di bawah ini : Tabel 3.56 Tabel Penerimaan PNBP Berdasarkan Jenis JPT Tahun 2010-2015 PNBP/BLU No Jenis JPT 2011 2012 2013 2014 2015 1 Riset 0 0 102.550.000 0 21.500.000 2 Pelatihan 93.106.000 180.045.000 711.066.810 119.174.000 93.800.000 3 Pengujian 875.472.209 904.784.890 2.091.263.650 1.834.558.454 2.003.946.042 4 Konsultansi 62.000.000 32.000.000 4.850.000 24.340.000 3.900.000 5 Standardisasi 0 0 0 36.840.000 47.250.000 6 Kalibrasi 0 0 0 0 80.000 7 Sertifikasi 1.005.496.090 2.425.950.810 7.370.615.663 6.674.454.010 6.151.478.361 8 RBPI 51.550.000 52.400.000 35.000.000 14.470.000 0 9 Lainnya 31.530.000 11.550.001 7.960.000 14.485.000 6.600.000 Total 1.852.702.569 3.606.730.701 10.323.306.123 8.718.321.464 8.328.554.403 78

Realisasi penerimaan PNBP selama 5 tahun terakhir disajikan pada tabel di atas. Tabel tersebut menunjukkan kenaikan PNBP secara signifikan terjadi pada tahun 2013. Tahun tersebut merupakan awal pemberlakuan SNI wajib, sehingga perusahaan sebagian besar mengajukan usulan survaillen awal. Pada tahun 2014 dan 2015 penerimaan melebihi target yang ditetapkan namun mengalami penurunan dibanding tahun 2013. Penurunan tersebut karena pada tahun-tahun berikutnya, aktivitas yang terkait dengan pelaksanaan sertifikasi adalah kegiatan resertifikasi dan survailen tahap kedua dengan nilai tarif yang lebih rendah dibanding proses pengajuan sertifikasi awal. Siklus sertifikasi dan resertifikasi tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap penerimaan PNBP. 79

BAB IV PENUTUP A. KESIMPULAN Tahun 2015 merupakan tahun pertama pelaksanaan Rencana Strategis Balai Besar Keramik (Renstra 2015 2019), sehingga pada tahun ini BBK melalui Rencana kinerja menetapkan beberapa program yang akan menjadi landasan untuk mencapai tujuan organisasi dalam kurun waktu 5 (lima) tahun mendatang, serta dalam upaya mewujudkan cita-cita yang telah dirumuskan dalam visi Balai Besar Keramik, yakni Menjadi lembaga profesional, mandiri dan terkemuka dalam memberikan layanan teknis bagi industri keramik dan lembaga yang unggul di bidang teknologi keramik dan nano material. Program-program tersebut dijabarkan dalam bentuk Perjanjian Kinerja Tahun 2015. Dari 21 Indikator kinerja yang ditetapkan 17 indikator telah memenuhi target, dan hanya 4 yang tidak memenuhi target yakni indeks kepuasan pelanggan, jumlah perusahaan yang mendapatkan SPPT SNI dan SMM, jumlah pengadaan peralatan litbang serta realisasi anggaran. Hingga 31 Desember 2015 kemajuan pencapaian pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Balai Besar Keramik khususnya yang berkaitan dengan kegiatan fisik dan keuangan adalah sebagai berikut: Realisasi kegiatan fisik yang dibiayai dari anggaran DIPA BBK Th 2015 adalah 99,95 % dari target sebesar 100,00 %. Realisasi keuangan anggaran DIPA BBK Th 2015 mencapai 94,30 % dari target sebanyak 95,00 %. Dari hasil pengukuran evaluasi berdasarkan Permenkeu No. 249/PMK.02/2011, konsistensi perencanaan dan penganggaran menunjukkan hasil yang baik dengan nilai 92,34 %. Realisasi penerimaan fungsional PNBP sampai dengan Triwulan IV mencapai Rp. 8.328.554.403 (111,05 %) dari target Rp 7.500.000.000,-. Realisasi keuangan masih perlu untuk ditingkatkan, oleh karena itu, jajaran manajemen BBK beserta tim pengelola DIPA masih harus bekerja keras guna 80

meningkatkan kinerjanya sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing masing. Dalam memberikan pelayanan terhadap dunia industri, secara umum volume dan nilai pelayanan terhadap konsumen dunia industri tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, walaupun ada beberapa jenis layanan yang mengalami penurunan kinerja cukup signifikan, tetapi di sisi lain terdapat jenis layanan yang berkontribusi besar terhadap kinerja layanan teknis, yaitu Jasa Layanan Pengujian dan Sertifikasi. B. PERMASALAHAN DAN KENDALA Kendala yang dialami oleh Balai Besar Keramik dalam pelaksanaan kegiatan di tahun 2015 diantaranya: Adanya pemberlakuan aturan baru dalam hal penarikan anggaran dan beberapa perbedaan kode akun pada saat pembahasan anggaran dan pencairan anggaran. Pada akhir tahun 2014 Dirjen Akuntansi dan Pelaporan Keuangan menerbitkan surat edaran Nomor :S-9970 /PB/2014 tanggal 26 Desember 2014 ketentuan tentang pengalihan kode akun belanja yang masuk persediaan dari kode 521211 akun belanja bahan, menjadi Akun Belanja Barang Persediaan (521811). Perubahan kode akun tersebut mengakibatkan proses penarikan dana pertanggungjawaban mengalami keterlambatan karena perlu revisi dan perhitungan pagu yang telah ditarik dengan akun 521211; Kenaikan nilai kurs dolar terhadap rupiah yang mengakibatkan proses pengadaan belanja bahan dan belanja aset terhambat dan perlu penyesuaian kembali atas aset yang akan diadakan. Surat edaran dari Kementerian Keuangan sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden pada Bulan September yang menyampaikan revisi antar ouput sebagai bentuk optimalisasi tidak dapat diajukan untuk tingkat Kantor Wilayah. Usulan revisi antar output hanya bisa diajukan satuan Kerja 81

pada Kementerian Keuangan melalui Kementerian bersangkutan melalui eselon I. Keterlambatan penerbitan DIPA Revisi yang memerlukan proses lama terhitung dari pengajuan revisi anggaran oleh BBK. Kejadian berulang dari tahun sebelumnya, bahwa terdapat perbedaan penentuan kode akun dari Bagan Akun Standar (BAS) antara Dirjen Anggaran dan KPPN serta perbedaan persepsi dalam penentuan kode akun di antara personil KPPN, mempengaruhi kelancaran pelaksanaan anggaran di tahun 2015. Tidak adanya fleksibilitas dan kurang akuratnya perencanaan keuangan dalam penarikan anggaran dari KPPN (terbatas pada penarikan dengan menggunakan Aplikasi Forecasting Satker), menyebabkan pelaksanaan program-program dan kegiatan Balai Besar Keramik sedikit terhambat dalam melakukan percepatan untuk pencapaian target-target kinerja yang telah ditetapkan. C. SARAN DAN REKOMENDASI Dari hasil kegiatan monitoring dan evaluasi yang dilakukan pada tahun 2015, beberapa kekurangan dan kendala yang timbul dalam pelaksanaan kegiatan menjadi bahan kaji ulang manajemen, masukan serta perbaikan dalam pelaksanaan di tahun mendatang diantaranya: Penyusunan Rencana Penarikan Anggaran per minggu dan per bulan dilakukan oleh para koordinator kegiatan bersama-sama dengan Bagian Keuangan dan Pengadaan barang dan agar dapat memperbaiki kekurangan dalam hal pelaksanaan anggaran di tahun mendatang. Review terhadap Rencana Strategis dan Indikator Kinerja Utama yang telah ditetapkan untuk mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi serta mengkaji ulang indikator-indikator sasaran yang telah ditetapkan agar lebih realistis dan akurat. 82

Rencana perbaikan pada mekanisme pengadaan barang dan jasa dan pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan telah disusun untuk memperbaiki kekurangan di tahun 2015. Pelayanan terhadap publik terus ditingkatkan untuk mendapatkan kepercayaan dan mencapai kepuasan pelanggan. Untuk kegiatan utama tupoksi Balai yaitu kegiatan penelitian dan Pengembangan sangat dibutuhkan hubungan baik dengan pihak industri. Karena latar belakang dilakukannya litbang adalah permasalahan industri. Untuk tahun berikutnya diharapkan adanya suatu kegiatan yang lebih intent mengarah pada komunikasi dan menjalin hubungan yang lebih erat dengan pihak erat sehingga hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh BBK bener-benar termanfaatkan oleh industri. Hasil evaluasi tersebut di atas merupakan upaya tindak lanjut Balai Besar Keramik untuk meningkatkan kinerja dan mengukur keberhasilan pencapaian target dalam mencapai tujuan dan mewujudkan visi BBK. 83

LAMPIRAN Pengukuran Kinerja TA 2015 Data Kinerja 84