BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Setelah melakukan analisa dengan menggunakan analisis framing model Robert N.Entman dan Urs Dahinden terhadap teks berita di okezone.com dan kompas.com pada bab sebelumnya, peneliti melihat terdapat perbedaan dan persamaan dari kedua media ini dalam memberitakan perempuan di seputar kasus korupsi impor daging sapi. Peneliti memberikan kesimpulan atas penelitian bahwa okezone.com mendefinisikan kasus perempuan di seputar kasus korupsi impor daging sapi sebagai permasalahan hukum yang juga menekankan pada permasalahan gratifikasi seks. okezone menjelaskan tentang keterlibatan perempuan di seputar kasus korupsi impor daging sapi dengan pemberitaan yang memuat penangkapan Ahmad Fathanah bersama Maharani yang membuktikan adanya gratifikasi seks. Sumbersumber berita yang digunakan okezone juga cenderung membenarkan bahwa perempuan yang ada dalam kasus korupsi impor daging sapi adalah benar memang terjadi gratifikasi seks. Narasumber yang digunakan okezone jika dicermati lebih banyak menggunakan narasumber yang sama. Keterlibatan perempuan yang diberitakan dalam kasus korupsi impor daging sapi ini juga dikaitkan dengan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), gratifikasi seks dan sebagai saksi. Dari frame personalisasi, okezone menampilkan kata-kata yang masih memberikan label kepada perempuan yang diberitakan seperti kata wanita seksi, model cantik, artis seksi, selir-selir, dayang-dayang dan ayam kampus. Wujud fisik yang dimiliki perempuan masih menjadi pertimbangan bagi okezone dalam menkonstruksi sebuah berita sehingga tercipta kata-kata yang masih cenderung meletakkan perempuan sebagai objek dalam pemberitaan dalam hal ini media berita media online.melihat berita perempuan yang ditampilkan dari frame hukum, okezone menampilkan bahwa dari aspek hukum, gratifikasi seks yang dikaitkan dengan perempuan yang diberitakan belum masuk dalam UU Nomor 31 Tahun 1999. Hal ini menyebabkan banyak dari pelaku pemberi, penerima gratifikasi seks bebas dari hukuman. Disebutkan juga bahwa kontroversi soal gratifikasi seksual pembuktiannya di lapangan sedikit susah. Sedangkan kompas.com mendefenisikan kasus perempuan di seputar kasus korupsi impor daging sapi ini sebagai permasalahan hukum yang tidak berkaitan dengan masalah gratifikasi seksual. Hal ini juga terlihat dari narasumber kompas.com yang secara jelas memastikan perempuan yang diberitakan bukanlah bagian dari gratifikasi seksual sehingga tidak bisa dijerat dengan ketentuan gratifikasi dalam bentuk layanan seksual karena 135
narasumber berpendapat bahwa hal ini bukan diberikan ke penyelenggara negara atau pegawai negeri. kompas.com mendefenisikan permasalah ini sebagai masalah hukum yang langsung memberikan penjelasan bahwa hal tersebut tidak berkaitan dengan gratifikasi seksual. kompas.com memperkirakan masalah atau sumber masalah bahwa salah satu perempuan yang diberitakan, yaitu Maharani Suciono yang diberitakan dalam kasus korupsi impor daging sapi ini sebagai korban dalam peristiwa ini. Dari frame personalisasi, kompas.com juga masih tidak terlepas dari pemberian label terhadap perempuan yang diberitakan. Misalnya terdapat kata-kata seperti model cantik, wanita cantik dalam pemberitaan perempuan di seputar kasus korupsi impor daging sapi ini. Melihat peristiwa yang diberitakan dari frame hukum, kompas.com memuat tentang pemeriksaan perempuanperempuan di seputar kasus korupsi impor daging sapi sebagai saksi. Diantaranya adalah pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap istri Luthfi, yaitu Sutiana Astika sebagai saksi terkait dengan penyidikan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang yang menjerat mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq. Peristiwa ini menganggap Sutiana mengetahui soal aset-aset yang dimiliki oleh Luthfi Hasan Ishaaq. Selanjutnya pemeriksaan juga dilakukan terhadap mantan Ketua Asosiasi Perbenihan Indonesia Elda Deviane Adhiningrat, yang diperiksa oleh penyidik KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan suap impor daging sapi di Kementrian Pertanian dan tindak pidana pencucian uang untuk tersangka Luthfi Hasan Ishaaq dan Ahmad Fathanah. Frame hukum juga dapat dilihat dari pemeriksaan Ayu Azhari yang diperiksa sebagai saksi terkait dengan penyidikan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang dengan tersangka Ahmad Fathanah oleh KPK. Selanjutnya pemeriksaan juga dilakukan pada Vitalia Sesha yang diperiksa sebagai saksi bagi tersangka kasus dugaan pencucian uang kuota impor daging sapi Ahmad Fathanah. Pemberitaan perempuan dalam kasus korupsi impor daging sapi ini juga memunculkan beragam opini publik. Fakta tersebut menjelaskan apa yang terjadi dalam media okezone. Pemberitaan perempuan dalam kasus korupsi impor daging sapi ini juga dapat membangun opini publik yang menyebabkan perempuan yang diberitakan oleh media menjadi perempuan yang tidak baik. Kasus korupsi impor daging sapi banyak mengundang kontroversi dan opini-opini publik yang salah satunya dikatakan oleh Komnas Perempuan. Komnas Perempuan pernah meminta media untuk menghentikan pemberitaan yang eksploitatif terhadap Maharani, salah satu perempuan dalam kasus korupsi impor daging sapi. Hal ini disesalkan oleh Komnas Perempuan karena pemberitaan yang ada mengungkapkan tentang identitas Maharani yang dikaitkan dengan dugaan gratifikasi seksual. Pemberitaan 136
yang ada menurut Komisioner Komnas Perempuan Andy Yentriyani dapat menyebabkan Maharani seperti dihakimi oleh publik. Dalam kategori media online, karakteristik pemberitaan media online pada berita kompas.com didominasi oleh kategori realtime pada produksi wacana pemberitaannya. Akan tetapi jika melihat pada visual images seperti pada beberapa pemberitaan masih menggunakan foto yang sama untuk berita yang berbeda. Hal ini dapat disimpulkan bahwa kompas.com tidak terlalu memfokuskan pada pengambilan visual images dalam berita yang ditampilkan kompas.com. Hal ini juga terlihat dalam salah satu berita, dimana kompas.com menampilkan foto dari wartawan tribun news pada tanggal yang berbeda dengan isi berita yang ditampilkan di kompas.com. Sedangkan pada media berita online okezone.com melakukan pemberitaan yang didominasi oleh kategori realtime pada produksi wacana pemberitaannya. Pada visual imagesnya, okezone masih menggunakan sumber dari global tv dan sumber lainnya karena okezone memang mempunyai integrasi dengan perusahaan MNC, sehingga share berita masih dilakukan antara media yang bernaung di MNC. okezone.com dan kompas.com memiliki teknik pemberitaan yang berbeda. Dalam pemberitaannya, fakta yang ditampilkan dalam berita perempuan dalam kasus korupsi impor daging sapi ini dapat dilihat dari berita-berita perempuan dalam kasus korupsi impor daging sapi yang ada di okezone.com dan kompas.com. Fakta yang disampaikan masih mengacu pada jurnalisme konvensional. Hal ini dapat terlihat dari penggunaan bahasa pada masing-masing media tersebut. Media berita online ini merupakan sarana yang dapat menyebarkan informasi secara cepat kepada masyarakat. Dalam melakukan aktivitas jurnalistik, media berita online tetap harus mengacu pada kode etik pemberitaan walaupun dalam hal kecepatan, media berita online memiliki kelebihan dibandingkan media massa yang lain. Posisi jurnalis dalam media okezone tidak dapat memilih tema sendiri karena tema sudah ditetapkan sehari sebelumnya. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa wartawan okezone.com sudah mendapatkan sehari sebelumnya tentang berita apa yang akan dicari hari ini. Setelah pencarian berita, maka wartawan okezone langsung mengupdate berita langsung dari lapangan dan dikirimkan ke penulis atau editor okezone, dimana akan dilihat apakah beritanya sudah lengkap 5W + 1H atau ada yang harus dikurangi atau ditambahi setelah itu baru akan ditampilkan dalam okezone.com. Akan tetapi 5W + 1H ini tidak sama dengan apa yang ada di koran. Dalam kode etik media siber yang diterbitkan oleh Dewan Pers, jika dalam media online, berita pertama naik, dalam kode etiknya disebutkan berita ini masih membutuhkan konfirmasi lebih lanjut. Hal ini merupakan mekanisme dari perkembangan teknologi dimana khalayak membutuhkan kecepatan dalam media online. 137
Kedua media berita online tersebut melakukan penyeleksian, penonjolan isu dan menghubungkan fakta per fakta yang berbeda untuk mengkonstruksi bingkai inti melalui teknik framing. Perspektif yang ditampilkan okezone.com dan kompas.com dipengaruhi oleh ideologi dan pengaruh organisasional yang melingkupi kedua media tersebut. Unsur realita yang dipengaruhi oleh ideologi tersebut dapat dilihat dari berita yang ditampilkan dalam okezone.com dan kompas.com. Pelabelan yang diberikan kepada perempuan yang diberitakan dalam okezone.com dapat disimpulkan untuk meningkatkan traffic. Dalam media berita online hal dibuat salah satunya adalah karena bahasa yang digunakan harus dapat menarik pembaca atau viewer. Pemberitaan perempuan di seputar kasus korupsi impor daging sapi ini oleh okezone.com melihat keterlibatan perempuan sebagai masalah hukum yang berkaitan dengan gratifikasi seks, saksi dan tindak pidana pencucian uang. Akan tetapi dalam pemberitaannya okezone.com tidak dapat melepaskan wacana-wacana yang cenderung mendiskreditkan perempuan. Dalam hasil peliputan atau pemberitaannya, okezone.com dan kompas.com belum maksimal dalam menerapkan jurnalisme sensitif gender. Dalam melakukan analisis peneliti melihat ada pemberitaan yang tidak sesuai dengan kode etik jurnalistik, karena pemberitaan yang ada masih memuat opini wartawan yang cenderung menggunakan kata-kata yang cenderung mendiskreditkan perempuan. Perempuan masih sering dikaitkan dengan kecantikan fisiknya. Dalam berita okezone, redaktur pelaksana mengatakan jika pemberian label dalam berita itu dapat membuat masyarakat tertarik karena menurutnya gaya pembaca masyarakat masih menyenangi hal-hal yang bersifat bombastis. Hal ini membuat perempuan yang diberitakan dalam kasus korupsi impor daging sapi masih dijadikan komoditas oleh media. Dari keseluruhan hasil analisis framing media berita online okezone.com dan kompas.com terhadap pemberitaan perempuan di seputar kasus korupsi impor daging sapi, penulis menemukan sejumlah berita yang dimuat dalam media berita online ini yang masih memberikan label terhadap perempuan yang diberitakannya. Ketika masalah pelabelan yang dilakukan media berita online okezone.com dan kompas.com, maka hal ini tidak bisa dilepaskan dari kepentingan bisnis yang menaungi media berita online tersebut. okezone.com yang merupakan cikal bakal bisnis onlien pertama milik PT Media Nusantara Citra Tbk (MNC) dan kompas.com yang berintegrasi dengan harian kompas ini pun memerlukan suatu strategi dalam mempertahankan keberlangsungan medianya. Misalnya penggunaan kata wanita cantik, artis seksi, atau model seksi. Dalam berita media berita online ini masih terdapat bahasa yang dikonstruksi sedemikian rupa oleh wartawannya seperti kata ayam kampus yang menyudutkan perempuan yang diberitakan. Hal ini dibenarkan oleh Redaktur 138
Pelaksana okezone, Ahmad Dhani yang mengatakan pemberian label seperti itu memang hanya untuk membuat pembaca menjadi tertarik. Hal ini dapat terlihat dari berita perempuan dalam kasus korupsi impor daging sapi yang memakai kata-kata yang cenderung menarik perhatian pembaca tapi jika dicermati dalam isi beritanya, kata-kata tersebut tidak terdapat dalam isi beritanya. Hasil pemberitaan okezone masih mengandung unsur bahasa yang potensial bagi bias gender. Bahasa yang dipakai masih banyak yang berupa kata-kata yang seksis seperti kata ayam kampus. okezone menggunakan istilah Ayam Kampus, dimana kata tersebut memiliki arti yang secara umum dapat diartikan sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) dari kalangan mahasiswi. Hal ini merupakan salah satu berita okezone.com yang mendiskreditkan perempuan dalam pemberitaannya, dimana belum ada keterangan resmi dari KPK ataupun perempuan yang diberitakan, tetapi sudah menyimpulkan bahwa perempuan tersebut adalah ayam kampus. Pernyataan okezone ini kembali mengeksploitasi perempuan melalui kosa kata yang berlebihan dan tidak menjunjung asas praduga tidak bersalah. Dalam pemberitaan perempuan yang dikaitkan dengan gratifikasi seks, terdapat judul kompas.com yang memberikan label seksi kepada perempuan yang diberitakan pada judul berita. Judul tersebut masih memposisikan perempuan sebagai objek berita yang dinilai dari segi fisiknya saja. Akan tetapi isi berita kompas.com ini menyebutkan bahwa Maharani bukanlah bagian dari gratifikasi seksual. Keterangan ini diberikan oleh Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono yang memastikan bahwa Maharani bukanlah bagian dari gratifikasi seksual. Dalam hal ini posisi jurnalis adalah tim yang mencari kebenaran, sehingga dalam isi beritanya melalui narasumber dapat diketahui kejelasan mengenai Maharani tidak menjadi bagian dari gratifikasi seksual dalam kasus korupsi impor daging sapi ini. B. Saran Setelah melakukan penelitian mengenai analisis framing okezone.com dan kompas.com terhadap pemberitaan perempuan di seputar kasus korupsi impor daging sapi, peneliti ingin memberikan beberapa saran kepada redaksi okezone.com dan kompas.com yang mudahmudahan dapat berguna bagi pihak redaksi. Beberapa saran itu adalah sebagai berikut: 1. Bagi redaksi okezone.com dan kompas.com agar lebih menerapkan jurnalisme berperspektif gender dalam memberitakan perempuan. Hal ini dikarenakan masih ada ditemukan pelabelan-pelabelan yang menghubungkan dengan pemberitaan perempuan dalam kasus korupsi impor daging sapi ini dengan fisik perempuan yang diberitakan. 2. Perlunya pemahaman sejak dini tentang sensitifitas gender dalam setiap aktivitas jurnalisme. Karena melihat penggunaan bahasa dalam media yang masih cenderung 139
menempatkan perempuan sebagai objek pemberitaan yang cenderung menggunakan bahasa yang menonjolkan fisik perempuan tersebut. 140