BAB II SEJARAH PERUSAHAAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II PROFIL PERUSAHAAN. A. Sejarah Ringkas Berdirinya PT. PP. London Sumatera Indonesia Tbk.

BAB II. PROFIL PT. PP. LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk. Akta Notaris Raden Kadirman No. 93 tanggal 18 Desember Akta

BAB II PT. PERUSAHAAN PERKEBUNAN (PP) LONDON SUMATRA INDONESIA TBK

BAB II P.T PP LONDON SUMATERA INDONESIA TBK. SEBELUM TAHUN 1964

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB 3 OBJEK DAN DESAIN PENELITIAN. PT. KELANTAN SAKTI, selanjutnya disebut Perseroan, merupakan

BAB II PROFIL PT PP LONDON SUMATERA, DESA PERKEBUNAN SEI RUMBIA DAN DESA PERKEBUNAN NAGODANG.

BAB II PROFIL PT. PP. LONDON SUMATRA INDONESIA, Tbk.

BAB II PROFIL PERUSAHAAN

BAB III METODE PENELITIAN. variabel terhadap variabel lain yaitu pengaruh dari Organizational Citizenship

BAB 3 OBJEK PENELITIAN

BAB 3 OBJEK DAN METODE PENELITIAN

BAB II PROFIL PT PP LONDON SUMATRA INDONESIA. A. Sejarah Ringkas PT PP London Sumatera Indonesia Tbk

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. Group atau Astra International Group dimana perusahaan ini bergerak dalam

BAB II PROFIL PERUSAHAAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan perkebunan besar baik milik negara maupun milik swasta.

TINJAUAN AKTIVITAS PENGENDALIAN ATAS PENJUALAN PADA PT. PP. LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk. MEDAN

BAB II CV. MORAWA TIMBER INDUSTRI

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. bidang perkebunan tanaman kelapa sawit, karet, cokelat, dan teh. Pada awanya

BAB I PROFIL PERUSAHAAN

PENDAHULUAN. yang penting di Indonesia dan memiliki prospek pengembangan yang cukup

DAFTAR ISI. Halaman KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... iii DAFTAR TABEL... v DAFTAR GAMBAR... viii DAFTAR LAMPIRAN... ix

1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. opportunity cost. Perbedaan opportunity cost suatu produk antara suatu negara

I. PENDAHULUAN. Perekonomian merupakan salah satu indikator kestabilan suatu negara. Indonesia

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. kelapa sawit berkapasitas 45 ton/jam. Lokasi terletak di desa Sukadamai Kec

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

dan teori yang dipegang dalam penafsiran pendidikan tersebut. keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, dan Negara.

I. PENDAHULUAN. diarahkan pada berkembangnya pertanian yang maju, efisien dan tangguh.

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. dalam bidang industri pengolahan minyak goreng. Perusahaan Permata Hijau

I. PENDAHULUAN. masyarakat Indonesia salah satunya di Provinsi Sumatera Selatan. Pertanian

BAB I PENDAHULUAN. sawit, serta banyak digunakan untuk konsumsi makanan maupun non-makanan.

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

PROYEKSI VOLUME PENJUALAN CRUDE PALM OIL (CPO) UNTUK TAHUN PT. PP. LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk MEDAN TUGAS AKHIR ELFI ZAHARA MATONDANG

BAB I PENDAHULUAN. dicapai. Ketiga tujuan tersebut antara lain: laba perusahaan yang maksimal,

BAB I PENDAHULUAN. Sektor pertanian mempunyai peranan yang cukup penting dalam kegiatan

INDUSTRI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT INDONESIA In House Training Profil Bisnis Industri Kelapa Sawit Indonesia Medan, Mei 2011

PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. Investor Summit Jakarta, 18 September 2014

I. PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara agraris dimana sektor pertanian merupakan

BAB II PROFIL PERUSAHAAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

I. PENDAHULUAN. sektor pertanian, salah satu sub sektor dari sektor pertanian adalah sektor

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. PT Perkebunan Nusantara III (Persero) merupakan salah satu dari 14 Badan Usaha

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Subsektor perkebunan merupakan salah satu sektor pertanian yang

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB I PENDAHULUAN. Permintaan dan penawaran pada dasarnya merupakan penyebab terjadinya

BAB I PENDAHULUAN. Pada dasarnya setiap perusahaan memiliki rencana pengembangan. bisnis perusahaan untuk jangka waktu yang akan datang.

BAB II GAMBARAN PERUSAHAAN. 2.1 Sejarah Singkat Perusahaan PT. Wanasari Nusantara Sei.jake

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. A. Sejarah Ringkas PT. BURUNG LAUT BANDA ACEH CABANG. Perusahaan pelayaran PT. Burung Laut Banda Aceh didirikan sesuai

BAB III OBJEK DAN DESAIN PENELITIAN. PT Dinamika Cipta Sentosa berdiri sejak Tahun 1993, bidang usaha yang dijalani oleh

BAB I PENDAHULUAN. mempunyai perkebunan kelapa sawit terluas disusul Provinsi Sumatera. dan Sumatera Selatan dengan luas 1,11 juta Ha.

PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. merupakan cikal bakal berdirinya Kebun/Unit PT. Perkebunan Nusantara V

BAB I PENDAHULUAN. Dengan menentukan rute distribusi secara optimal dapat membantu perusahaan

BAB I PENDAHULUAN. diperbaharui, dalam kata lain cadangan migas Indonesia akan semakin menipis.

BAB 1 PENDAHULUAN. Sejarah Indonesia sejak masa kolonial sampai sekarang tidak dapat dipisahkan dari

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I. PENDAHULUAN. Sektor pertanian memegang peran strategis dalam pembangunan

1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Perkebunan Indonesia sudah diperkenalkan oleh pemerintah kolonial Belanda sejak

BAB III OBYEK PENELITIAN. Perubahan akta terakhir dengan akta No. 13 yang dibuat diihadapan notaris

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB III ANALISA SISTEM BERJALAN. PT Sintang Raya di Kabupaten Kubu Raya merupakan PT (Perseroan

BAB I PENDAHULUAN. yang berlimpah. Dimana sebagian besar penduduknya. menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Hal ini sebenarnya tidak terlalu

BAB II PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III (PERSERO) MEDAN. PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Holding merupakan Badan Usaha Milik

Pemilik. Komisaris. Direktur. Internal Audit. Office. Gudang. Timbangan. Personalia. Umum. Keamanan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. memperhatikan kelestarian sumber daya alam (Mubyarto, 1994).

BAB II GAMBARAN UMUM PT. INDONESIA ASAHAN ALUMINIUM. A. Sejarah Singkat dan Perkembangan PT. Indonesia Asahan Aluminium

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Makmur didirikan pada tanggal 27 Mei 1996, dikantor Notaris Robert

BAB I PENDAHULUAN. Kemudahan ini melahirkan sisi negatif pada perkembangan komoditas pangan

BAB II PT SOCFIN INDONESIA. Socfindo Medan SA (Societe Financiere Des Caulthous Medan Societe

BAB 1 PENDAHULUAN. PT. Federal Karyatama adalah suatu perusahaan yang bergerak di bidang

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB V GAMBARAN UMUM PRODUK PERTANIAN

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. A. Sejarah Ringkas PT. Agung Sumatera Samudera Abadi

I. PENDAHULUAN. Pertanian merupakan sumber mata pencaharian sebagian besar masyarakat Provinsi

IV. GAMBARAN UMUM. Sumber : WTRG Economics

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR PROVINSI BENGKULU

PT AUSTINDO NUSANTARA JAYA Tbk. TANYA JAWAB PUBLIC EXPOSE Senin, 14 Mei Bagaimana target produksi dan penjualan Perseroan pada tahun 2018?

KEBIJAKAN DAN STRATEGI OPERASIONAL PENGEMBANGAN BIOINDUSTRI KELAPA NASIONAL

I. PENDAHULUAN. (BPS 2012), dari pertanian yang terdiri dari subsektor tanaman. bahan makanan, perkebunan, perternakan, kehutanan dan perikanan.

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat secara ekonomi dengan ditunjang oleh faktor-faktor non ekonomi

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Asian agri telah mampu mengelola sumber daya alam yang

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR PROVINSI BENGKULU

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Pekanbaru. Perusahaan ini merupakan perusahaan nasional.

BAB I PENDAHULUAN. menghasilkan devisa. PT. Perkebunan Nusantara VII (Persero) adalah satu Badan

V. EKONOMI GULA. dikonsumsi oleh masyarakat. Bahan pangan pokok yang dimaksud yaitu gula.

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara agraris, yang sebagian besar penduduknya

BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. milik seorang mantan Bupati Labuhan Batu dan juga pensiunan dari angkatan

Transkripsi:

BAB II SEJARAH PERUSAHAAN A. Sejarah Singkat Perusahaan Sejalan dengan perkembangan sejarah Indonesia, baik masa penjajahan Belanda, Jepang sampai pada masa kemerdekaan dan masa pembangunan saat ini, perusahaan di Indonesia khususnya dikawasan Sumatra Utara yang dikenal dengan daerah perkebunan yang banyak mengalami perkembangan. Berbagai perusahaan perkebunan mengalami kesempatan untuk memanfaatkan sumber daya alam yang ada di daerah Sumatra Utara. Pada akhirnya Horrison & Crossfield Ltd mengambil kesempatan ini. Horrison & Crossfield Ltd berdiri sejak tahun 1884 di London dan beroperasi di Indonesia pada tahun 1906. Pada mulanya perusahaan ini bekas hak Concessie berdasarkan perjanjian antara Zelbestuur Deli dengan beberapa perusahaan Rubber Company Ltd, yang disahkan resident Sumatera Timur. Dalam rangka Konfersi Undang-Undang pokok Agraria (UU No. 5 Tahun 1906) Hak Concessie tersebut dikonversi menjadi Hak Guna Usaha sebagaimana ditegaskan dalam Surat Menteri Agraria Tanggal 1 Maret 1962 No. Ka. 13/7/1. Pada tahun 1962 perusahaan ini memperluas bidang usahanya dengan mengadakan penggabungan diantara perusahaan perkebunan Inggris yang memiliki beberapa kebun di Sumatera Utara. Dengan adanya penggabungan ini di bentuklah PT. PP London Sumatra Indonesia, Tbk PT. PP London Sumatra Indonesia, Tbk didirikan dengan akte pendirian No. 93 tanggal 18 desember 1962 dihadapkan notaris Raden Kardiman da Jakarta, dan naskah No. 20 tanggal 9 september 1963 yang dibuat dihadapan notaris yang sama. Kemudian timbul pergolakan akibat adanya perubahan situasi antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Inggris. Pemerintah Indonesia berniat mengambil alih pengurusan perusahaan dan menyerahkannya pada bangsa Indonesia. Pengambil alihan ini segera dilaksanakan pada tanggal 22 januari 1964 yang pengurusannya berada dalam pengawasan dari suatu badan pemerintah dengan nama Badan Pengawasan Perkebunan Asing Republik Indonesia (BPPARI) dan perkebunan ini diganti namanya menjadi PT PP Dwikora I & II.

Pengawasan Perkebunan Asing Republik Indonesia (BPPARI) dan perkebunan ini diganti namanya menjadi PT PP Dwikora I & II. Kemudian berdasarkan ketetapan Presiden No. 6 tahun 1967 diadakanlah suatu perjanjian antara pemerintah Republik Indonesia dengan Horrison & Crossfield Ltd. dan anak perusahaannya. Persetujuan perjanjian ini berlaku mulai tanggal 20 maret 1968. Maksud dan tujuan dari persetujuan ini adalah : 1. Pengembangan hak milik penguasaan dari pemerintah Republik Indonesia kepada Horrison & Crossfield Ltd. Terhadap perkebunan yang pernah dikelolanya. 2. Melakukan kerja sama untuk kepentingan bersama dalam hal perkebunan karet dan kelapa sawit dan proyek - proyek pangan yang mungkin dilaksanakan oleh perusahaan. 3. Terwujudnya perjanjian ini juga didasarkan atas pertimbangan 4. Instruksi Presiden Kabinet No. 28/U/1996 dan semua pengaturan lain yang bertalian dengan pengembalian perusahaaan perusahaan asing di Indonesia. 5. Undang undang No. 1 tahun 1967 mengenai penanaman modal asing dan semua peraturan lain mengenai penanaman modal asing Indonesia. Dengan adanya perjanjian ini maka kepemilikan dan pengusaan perusahaan tersebut oleh pemerintah Republik Indonesia dikembalikan kepada pemiliknya semula yaitu Horrison & Crossfield Ltd. Pada tanggal 1 April 1968 dan diganti kembali namanya menjadi PT PP London Sumatra Indonesia. Dalam perjanjian ini disebutkan tentang hak-hak eksploitasi termasuk menguasai dan menjual produksi dan hak untuk menanam semua jenis tanaman. Pada tanggal 21 November 1991, PT PP London Sumatra Indonesia melakukan merger dengan beberapa perusahaan di bawah ini : a. PT. Nagodang Plantation Company b. PT. Seibulan Plantation Company c. PT. Perusahaan Perkebunan bajue Kidoel d. PT. Perusahaan Perkebunan Sulawesi Keempat perusahaan ini menggabungkan namanya menjadi PT PP London Sumatra Indonesia. Status PT PP London Sumatra Indonesia adalah perusahaan penanaman Modal

Asing (PMA) berdasarkan surat Ketua Badan Penanaman Modal Tanggal 12 November 1991 No. 974 /III/ PMA/ 1991. Pada tanggal 27 juli 1994, kepemilikan saham PT PP London Sumatra Indonesia, Tbk sepenuhnya diambil oleh Pan London Sumatra Plantation dengan komposisi saham mengalami beberapa kali perubahan. Pada tahun 1998 kepemilikan saham PT PP London Sumatra Indonesia, Tbk adalah Pan London Sumatra Plantation dengan komposisi saham sebesar 47,23% Commerzbank (SEA) Ltd. Singapura sebesar 5,83% dan sisanya sebesar 46,94% dimilik oleh masyarakat. Sejak tahun 1996, perusahaan ini menjadikan perusahaan yang Go Public. Dengan demikian PT PP London Sumatra Indonesia, Tbk telah dituntut untuk menjalankan aktivitasnya secara lebih professional lagi. Tujuan PT PP London Sumatra Indonesia, Tbk adalah menjadi perusahaan terbaik dan menghasilkan keuntungan yang telah ditargetkan. Misi perusahaan adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang luas dan menjadi salah satu penghasilan pajak terbesar untuk negara. Visi perusahaan adalah menjadi perusahaan perkebunan yang paling efisien dengan memberikan strategi yang meliputi : 1) Perusahaan perkebunan dan peningkatan kapisitas produksi 2) Efisiensi operasi dan biaya. 3) Pengembangan secara terus-menerus dalam program penelitian, pengembangan serta produksi CPO ( Crude Palm Oil), karet dan cokelat. B. Ruang Lingkup Kegiatan Perusahaan PT PP London Sumatra Indonesia, Tbk adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang perkebunan dan pengolahan hasil produksi dari bahan mentah menjadi bahan baku. Usaha utama perusahaan ini meliputi penanaman, pemeliharaan, pengolahan, dan penjualan hasil produksi. Perusahaan ini mempunyai perkebunan yang terbesar di wilayah Republik Indonesia yaitu Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Jawa, Sulawesi, dan Kalimantan. Di mana, hasil perkebunan terbanyak dihasilkan oleh perkebunan yang berada di sumatra utara.

Hasil perkebunan yang diolah oleh perusahan ini sangat bervariasi dan distribusi produknya sudah sampai keluar negeri. Hasil perkebunan dan pengolahan dari pabrik-pabrik yang dijual keluar maupun didalam negeri terdiri dari: Minyak kelapa sawit Inti kelapa sawit (palm kernel) Karet Coklat Teh Kopra Biji coklat kering Bibit kelapa sawit Bibit karet Lokasi perkebunan untuk jenis tanaman kelapa sawit, karet, dan coklat mayoritas berada di Sumatra Utara, khususnya wilayah Kabupaten Dati-II Deli Serdang terdapat 4 (empat) perkebunan yang terletak di kecamatan Galang, Tanjung Morawa, Rampah, Tebing Tinggi. Untuk tanaman teh dan kopi, lokasi perkebunannya berada di daerah Jawa yaitu Jember dan Surabaya. Perkebunan-perkebunan yang lain terletak di Palembang, Kertasari Bandung, Samarinda, Ujung Pandang, dan Jakarta. Total luas areal seluruhnya adalah 13.114,5 Ha. Setiap Estate/Mill dikepalai oleh General Maneger (GM). Adapun Estate milik PT. PP London Sumatra Indonesia Tbk antara lain: Tabel 1 Daerah Estate PT PP London Sumatra Indonesia, Tbk Nama Estate/Mill Nama Estate/Mill

GM Serdang(Estate) - Turangie - Turangie POM GM Serdang(Mill) - Pulau Rambong - Bungara - Sai Merah - Begerpang POM - Rambong Sialang - Kertasarie - QCTL GM Rubber - Sei Rumbiya - Balombessie - Palangisang - Kubu Pakaran - Tulung Gelam - Bebah Pertama - Tibona GM Bingin Teluk - Ketepat Bening - Sei Kepayang - Bukit Hijau - Belani Elok - Belani Elok POM - Batu Cemerlang GM Lima Puluh(Estate) - Sibulan - Bah Bulian GM Lima Puluh(Mill) - Bah Lias - Dolok - Dolok POM - Gunung Melayu - Gunung Melayu POM - Treblasala - Pungkol GM Kalimantan - Pahu Permai - Issue Makmur - Pahu Makmur - Jelau Makmur - Sari Jampang GM Muara Rupit - Sai Lakitan - Sai Lakitan POM - Riam Indah - Sei Gemang - Gunung Bais GM Lahat GM Terawas GM Muba - Arta Kencana - Kencana Sari Research - Terawas Indah - Terawas Indah POM - Eka Sari POM

- Tirta Agung - Bah Lias Research Station - Budi Tirta ( BLRS-NS) - Suka Damai - SPS-Kalimantan Timur. (Sumber : Departemen HRD PT. PP London Sumatra Indonesia, Tbk. PT. PP London Sumatra Indonesia Tbk juga mengelola lahan perkebunan milik masyarakat yang disebut dengan Plasma. Adapun daerah Plasma tersebut antara lain : Tabel 2 Daerah Plasma PT PP London Sumatra Indonesia, Tbk Nama Plasma Nama Plasma GM Bingin Teluk GM Muara Rupit Semangus - Dewi Makmur Religion - Air Bening Region - Margo Sido Region GM Terawas - Eka Sari Region GM Lahat - Kencana Sari (Sumber : Departemen HRD PT. PP London Sumatra Indonesia, Tbk. PT PP London Sumatra Indonesia, Tbk menanam berbagai jenis tanaman meliputi kelapa sawit, karet dan coklat (cocoa) yang lokasi perkebunannya mayoritas berada di Sumatra Utara, sedangkan untuk tanaman karet dan kopi berada didaerah jawa yaitu Jawa Barat dan Surabaya. Tanaman lainnya yaitu kacang dan teh terletak di Ujung Pandang, Palembang, Jakarta, Samarinda, Sampit, dan Kertasari. Selain perkebunan, PT PP London Sumatra Indonesia, Tbk juga memiliki beberapa unit pabrik. Pengolahan yang berlokasi di dalam areal kebun untuk mengolah semua produk yang dihasilkan oleh kebun-kebun milik sendiri. Hal ini bertujuan untuk mencapai efisiensi kerja serta mempermudah pengolahan dan penghematan biaya khususnya biaya angkut. Lokasi unit pengolahan yang ada di Deli Serdang adalah sebagai berikut : 1) Begerpang POM untuk mengolah kelapa sawit 2) Rambung Sialang Cocoa untuk mengolah biji kakao (coklat)

3) Sei Merah Crumb & Sibulan Sheet untuk mengolah karet. Dengan adanya pabrik pengolahan karet tersebut maka seluruh hasil perkebunan dapat diolah sendiri tanpa harus mengirimkannya ketempat lain. Semua produk yang dihasilkan merupakan komoditi eksport seperti CPO, Latek dan Biji coklat kering. Oleh karena itu produk tersebut termasuk komoditi yang mutunya diawasi oleh pemerintah, dalam hal ini adalah Depertemen Perdagangan. Hasil produksi yang akan diekspor dikirimkan ke negara pengimpor khususnya Singapura dan beberapa negara lainnya seperti Amerika, Jerman, Belanda, Italia, Kanada dan juga India. Hasil produksi tersebut dikirimkan dengan menggunakan jasa perkapalan melalui pelabuhan Belawan. Barang-barang yang telah dipersiapkan langsung dimuat ke kapal yang akan membawanya ke negara importir. Dari tahun ke tahun PT PP London Sumatra Indonesia, Tbk mengalami perkembangan yang semakin pesat. Hal ini membuktikan bahwa perusahaan ini telah memiliki metode pengolahan organisasi yang baik. C. Keunggulan Perusahaan Dari tahun ke tahun, PT PP London Sumatra Indonesia, Tbk mengalami kemajuan yang semakin meningkat. Dengan keberhasilan yang diperoleh, perusahaan banyak memberikan manfaat kepada pemerintah antara lain : Penghasilan devisa negara Memberikan bantuan modal dalam pelaksanaan pembangunan. Menciptakan lapangan pekerjaan dan memberikan kesempatan kerja sehingga dapat mengurangi jumlah pengangguran. Memberikan sumbangan kepada negara dalam bidang Pajak Bumi dan Bangunan, Pajak Perseroan dan Pajak Ekspor. Untuk memperoleh hasil produksi yang baik serta memperlancar arus perdagangan ekspor, maka dibutuhkan orang-orang yang terampil dan menguasai bidang kegiatannya. Dalam hal ini pendayahgunaan tenaga kerja PT PP London Sumatra Indonesia, Tbk sangat kreatif dalam memperkerjakan tenaga kerjanya.

Pada tahun 2000 PT PP London Sumatra Indonesia, Tbk telah memperkerjakan lebih dari 26.000 tenaga kerja tetap dan tidak tetap. Untuk kebun di Sumatra Utara, Jawa, Sulawesi, Sumatra Selatan dan Kalimantan. Jumlah tersebut terdiri dari 513 orang staf, 12.867 orang tenaga kerja tidak tetap. Pengurangan tenaga kerja tidak tetap sejumlah 8000 orang pada tahun 1999 terjadi karena efisiensi yang dilakukan perusahaan akibat dampak krisis, namun pengurangan tersebut tidak berpengaruh besar terhadap produksi perusahaan. Untuk meningkatkan keahlian serta kemampuan para staf dan karyawan, PT PP London Sumatra Indonesia, Tbk secara terus menerus melaksanakan program pelatihan dan mengikutsertakan staf dan karyawan pada kursus dan seminar yang dilaksanakan didalam maupun diluar perusahaan. Pelatihan yang dilaksanakan dari dalam perusahaan seperti kursus budi daya tanaman dan manejemen pengolahan tanaman. Selain itu pelatihan yang diperoleh dari luar perusahaan seperti pelatihan administrasi akuntansi, perpajakan, komputer, pengendalian hama penyakit tanaman, pengolahan dan perencanaan pabrik. Perusahaan juga berusaha untuk tetap memperhatikan kesejahteraan pekerjanya dengan memberikan sarana-sarana seperti perumahan, keagamaan, sosial, pelayanan keamanan, kesehatan dan olah raga. D. Struktur Organisasi Perusahaan Struktur Orgasnisasi adalah susunan atau perwujudan yang mencerminkan arus atau umumnya suatu organisasi digambarkan dalam bentuk bagan tertentu sehingga dengan bagan tersebut akan dapat dilihat dengan jelas tentang tugas dan kedudukan masing-masing orang dalam organisasi tersebut. Dalam hal ini dapat dirangkum dalam suatu hal yang penting sebagai petunjuk dalam pembagian tugas dan tanggung jawab dari tiap bagian, sehingga dapat dicegah terjadinya kesalahan-kesalahan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab dari tiap bagian. Dengan demikian struktur organisasi adalah merupakan gambaran yang memperlihatkan susunan, fungsi departemen atau posisi mereka dalam organisasi serta bagaimana hubungannya antara satu sama lainnya disamping menunjukan garis perintah maupun jalur komoditas formal. Sehingga dapat tercipta suatu team kerja yang sejalan dengan hal tersebut diatas, dapat dikemukakan struktur organisasi dari PT PP London Sumatra Indonesia, Tbk Medan adalah bentuk organisasi dan staf.

Adapun tugas masing-masing bagian dapat dilihat sebagai berikut : 1. Dewan Komisaris (Board Commisioners) Adapun tugas dari dewan komisaris ini adalah : a. Mengawasi tugas Direksi. b. Berhak memeriksa keadaan uang kas dan lain-lain serta memeriksa segala tindakan yang telah dijalankan Direksi. c. Para komisaris berhak atas beban perusahaan. d. Mempertimbangkan program kerja tahunan yang diajukan Presiden Direktur. e. Para Komisaris berhak meminta kepada Presiden Direktur dalam penggunaan cadangan dan menurt cara yang dipandang baik olehnya. 2. Presiden Direktur (President Director) Presiden direktur adalah pimpinan tertinggi yang berkuasa penuh terhadap perusahaan dengan berkewajiban mengawasi pekerjaan para direktur. Bagian ini merupakan direktur utama yang bertanggung jawab terhadap semua kegiatan perusahaan, yang mana kegiatan tersebut dikerjakan oleh beberapa direktur. Adapun tugas dari Presiden Direktur ini adalah : a. Membuat perencanaan perusahaan. b. Menyusun policy dan strategi perusahaan. c. Segala kebijaksanaan yang dilakukan harus dapat di pertanggung jawabkan kepada Dewan Komisaris. 3. Direktur Produksi (President Director) Adapun tugas dari Direktur Produksi ini adalah : a. Bertugas bertanggung jawab atas perencanaan, pengaturan dalam bidang pengolahan produksi termasuk kelancaran produksi, baik kualitas maupun kuantitas. b. Membawahi Engineering Departement yang dikepalai oleh satu orang disebut Grup Enginner dan memiliki tugas : 1) Pembelian barang-barang untuk pabrik. 2) Pemeliharan mesin-mesin kantor. Engineering Departement terbagi lagi menjadi beberapa bagian yang terdapat pada kantor pusat, diantaranya :

a) Draft Section Tugasnya adalah : (1) Membuat gambar bangunan pabrik. (2) Membuat gambar peta-peta kebun. (3) Menerima pesanan konsumen terhadap hasil produksi yaitu kelapa sawit, karet dan coklat. b) Comodity Section Tugasnya adalah mengurus administrasi penjualan ekspor dan lokal. 4. Bahlias Research Station a. Meneliti dan mengawasi tanaman secara langsung kelapangan. b. Meneliti dan mengadakan percobaan-percobaan terhadap tanah, bibit baik untuk keperluan sendiri maupun untuk dijual. 5. Research Director a. Mengadakan diskusi dan menemani para ahli dari konsultan perusahaan selama kunjungan ke perusahaan. b. Mengontrol produksi bibit sawit, coklat, karet, dan hasil pemeliharaan bibit unggul. 6. Seed Production Section Bertugas khusus untuk memproduksi benih seperti sawit, karet, dan coklat baik untuk keperluan sawit maupun untuk dijual. 7. Direktur Keuangan (Director Of Account) Adapun tugasnya adalah : a. Bertanggung jawab atas keuangan atau pembukuan perusahaan. b. Mengontrol pekerjaan yang dilakukan oleh bagian keuangan, seksi, perpajakan, asuransi, teknik pembukuan atau pemeriksaan. c. Membawahi account department yang terbagi atas beberapa section sebagai berikut: 1) Account Administrasi Section Bagian ini di beri wewenang untuk mengadakan pengolahan terhadap keuangan perusahaan disamping tugas-tugas lainnya, seperti : a) Mempersiapkan permintaan penyediaan dana keuangan. b) Melakukan pembayaran atas semua pembelian yang dilakukan perusahaan. c) Membayar gaji pegawai. 2) Internal Audit Departement

Seksi ini melakukan Internal Audit terhadap semua kegiatan perusahaan khususnya dalam kegiatan akuntansi. 3) Tax Section Seksi ini melakukan tugas yang berhubungan dengan perpajakan dan perhitungan gaji dan pajak penghasilan semua staf perusahaan. 4) Data Collection Validation Section ( DCVS ) a) Mengumpulkan semua jurnal-jurnal akuntansi atau pembukuan perusahaan. b) Melakukan pengelompokan dan penomoran jurnal dan pembebanan. c) Melakukan pengecekan atas kebenaran transaksi keuangan kebun. d) Menyusun dan memasukkan data kebenaran perusahaan kedalam aplikasi komputer. e) Melakukan proses aplikasi komputer data-data keuangan perusahaan 8. Direktur Tanaman (Director of Estate) Adapun tugasnya adalah : a. Bertanggung jawab terhadap produksi dan efisiensi hasil perkebunan. b. Mengadakan pengontrolan terhadap pelaksanaan kerja dan biaya operasi semua kebun kecuali pengembangan dibantu oleh Inspektur terhadap kepincangan yang terjadi yang dilakukan oleh staf dalam menjalankan tugasnya. c. Mengadakan pengawasan dan analisa atas data dan laporan kebun yang berhubungan dengan hasil produksi komoditi kebun. d. Membawahai Estate Departement, dikepalai oleh Head of Estate Departement dengan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut : 1) Membuat laporan tahunan dibidang perkebunan. 2) Memperkirakan pengeluaran tahunan 9. Direktur Pengembangan (Director of Development) Adapun tugasnya adalah : a. Mengadakan perencanaan tenaga kerja, pendidikan atau training, kenaikan pangkat sampai kepada masalah pemberhentian serta pensiun staf atau karyawan. b. Mengurus urusan yang berhubungan dengan agraris seperti hak guna tanah, tanh sengketa dan lain-lain. c. Mengurus perjanjian hukum dan keamanan. d. Humas (Public Relation )

e. Membawahi Managemet Departement yang terbagi atas beberapa section sebagai berikut : 1) Bagian yang berhubungan dengan pemerintahan atau bagian umum. 2) Clinik Section 3) Security 4) Training Section 5) Public Relation

STRUKTUR ORGANISASI PT. PP. LONDON SUMATRA INDONESIA, Tbk MEDAN Dewan Komisaris President Direktur Direktur Produksi Direktur Keuangan Direktur Tanaman Direktur Pengembanga Bahlias Research Station Internal Audit Departemen Research Director Tax Section Seed Production Section Tax Section Sumber : PT PP London Sumatra Indonesia, Tbk Medan