Spanning-Tree Protocol

dokumen-dokumen yang mirip
Modul 2. Broadcast Storm

BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN SIMULASI

Spanning-tree Protocol. Oleh : Akhmad Mukhammad

BAB 5: LAYER 2 SWITCHING AND SPANNING TREE PROTOCOL (STP)

IMPLEMENTASI DAN ANALISA SPANNING TREE PROTOCOL PADA JARINGAN METRO ETHERNET

Basics Switching Concepts

S1 SISTEM KOMPUTER UNIVERSITAS DIPONEGORO. Disampaikan Dalam Rangka Pengabdian Masyarakat PROGRAM STUDI

Bridges & Switches. Diploma Teknik Elektro Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada. Nur Rohman Rosyid.

Spanning Tree Protocol

Model Hierarki Network dengan Menggunakan Spanning Tree Protocol (STP) dan Hot Standby Router Protocol (HSRP)

BAB 2 LANDASAN TEORI. dicantumkan dan digunakan sebagai referensi penelitian. Berdasarkan penilitian buku Tanenbaum (2003,h37), Open Systems

BAB 4 PERANCANGAN JARINGAN BARU. masalah yang dihadapi pada jaringan yang sudah ada. Jaringan baru yang akan dibuat

BAB II DASAR TEORI 2.1 Perkembangan Teknologi Jaringan Ethernet

BAB I PENDAHULUAN. banyak orang. Tersedianya jaringan sangat penting untuk mendukung kebutuhan

ANALISIS DAN PERANCANGAN VLAN LOAD BALANCING MENGGUNAKAN METODE LOAD BALANCING DAN SUB- INTERFACE PADA PT HEALTHVERVE INDONESIA

TUGAS JARINGAN KOMPUTER KONSEP, DESIGN, dan IMPLEMENTASI VLAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

PERCEPATAN KONVERGENSI DAN PENCEGAHAN FRAME LOOP PADA VIRTUAL LOCAL AREA NETWORK DENGAN MEMANFAATKAN RAPID SPANNING TREE PROTOCOL

Lab 1. VLAN (virtual LAN)

Spanning Tree Protocol sebagai Aplikasi Pohon Merentang

Administrasi Jaringan 3. Bambang Pujiarto, S.Kom

khazanah Implementasi VLAN dan Spanning Tree Protocol Menggunakan GNS 3 dan Pengujian Sistem Keamanannya informatika

Nama : Iqbal Nur Fadhilah Kelas : XII TKJ B No. Absen 12

Percobaan VLAN. Konfigurasi VLAN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Beberapa teori khusus yang digunakan untuk melengkapi tinjauan pustaka adalah teori VLAN, VTP dan RSTP.

BAB II LANDASAN TEORI

Network Tech Support Virtual LAN [VLAN]

OPTIMASI JARINGAN DENGAN SPANNING TREE UNTUK CONGESTION MANAGEMENT

Penghubung LAN, Jaringan Backbone dan Virtual LAN

DASAR JARINGAN DAN TELEKOMUNIKASI RESUME MATERI ETHERNET. disusun oleh:

BAB I PENDAHULUAN. jaringan mengalami down. Jalur redundansi pada jaringan akan segera mem-backup

Memahami cara kerja TCP dan UDP pada layer transport

BAB 2 LANDASAN TEORI

Cara Kerja Router. Tatik yuniati. Abstrak.

PENERAPAN METODE USABILITY TESTING PADA VISUALISASI PEMBELAJARAN PROTOKOL SPANNING TREE

GRAF DALAM TOPOLOGI JARINGAN

Internetworking / WAN (Wide Area Network)

MODUL VI. Praktikkum Switching Layer2 (VLAN, VTP, STP) Tujuan. 1. Mengetahui bagaimana konsep dan konfigurasi VLAN

Cara kerja Ethernet Card berdasarkan broadcast network yaitu setiap node dalam suatu jaringan menerima setiap transmisi data yang dikirim oleh suatu

ROUTING. Pengiriman Langsung & Tidak Langsung

OPTIMISASI DAN EVALUASI SPANNING TREE PROTOCOL 802.1D TIMERS SESUAI DENGAN NETWORK DIAMETER PADA SWITCH CISCO CATALYST 2960

Nuri Budi Hangesti /22

BAB 2 LANDASAN TEORI. digunakan seperti VLAN, VTP dan STP. komputer yang satu dengan komputer yang lain Klarifikasi Jaringan Komputer

Chapter 3 part 1. Internetworking (Switching and Bridging) Muhammad Al Makky

BAB 4 PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI. berjalan dan permasalahan yang dihadapi oleh PT. Intikom Berlian Mustika, maka

Percobaan : Choirunnisa L.H / D4 LJ IT. Dengan Switch

Static Routing & Dynamic Routing

Gambar 1 : Simple Data Transfer

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan dunia bisnis yang semakin kompetitif. yang bersifat global menyebabkan terjadinya perubahan pada

JARINGAN KOMPUTER S1SI AMIKOM YOGYAKARTA

Pengertian dan Jenis-jenis Topologi Jaringan

Hierarki WAN & Dedicated Router

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Wireless WDS. Certified Mikrotik Training Advance Wireless Class Organized by: Citraweb Nusa Infomedia (Mikrotik Certified Training Partner)

1 BAB I PENDAHULUAN. memungkinkan komputer dapat saling berkomunikasi meskipun dengan jarak yang

BAB 2 LANDASAN TEORI

Pertemuan V. Local Area Network

PENGENALAN VLAN 1. Pengertian VLAN 2. Access Port 3. VLAN Trunking 4. Default VLAN 5. Keuntungan VLAN

Penelusuran Data Melalui Jaringan Internet

WIRELESS MESH & SMS EARLY WARNING

Lapisan Jaringan (Network Layer)

IMPLENTASI VLAN. Gambar Jaringan VLAN BAGAIMANA VLAN BEKERJA

BAB II LANDASAN TEORI

TK 2134 PROTOKOL ROUTING

TUGAS AKHIR IMPLEMENTASI DAN ANALISA SPANNING TREE PROTOCOL PADA JARINGAN METRO ETHERNET

Network Device. 1. Switch

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Sub-bab ini membahas tentang jaringan komputer secara umum.

IMPLEMENTASI VLAN DAN SPANNING TREE PROTOCOL MENGGUNAKAN GNS 3 DAN PENGUJIAN SISTEM KEAMANANNYA

SISTEM KONEKSI JARINGAN KOMPUTER. Oleh : Dahlan Abdullah

Artikel tentang Prinsip Dasar Routing yang penulis buat pada tahun 2001

BAB 2 LANDASAN TEORI

1 IDN Networking Competition Soal Superlab Cisco IDN Competition 2017

BAB III ROUTING Penentuan Routing Path

Tujuan Muliplexing Jenis Teknik Multiplexing Segmentasi jaringan segregasi jaringan

Data Link Layer -switching- Rijal Fadilah, S.Si

Tutorial VLAN [MENGENAL V-LAN] PENGANTAR

RANCANG BANGUN JARINGAN VIRTUAL LOCAL AREA NETWORK YANG MENERAPKAN SPANNING TREE PROTOCOL. Naskah Publikasi

TUGAS AKHIR ICT BRIDGE : MENGHUBUNGKAN ANTAR SISTEM JARINGAN SEJENIS

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

Minggu 4 Layer Data Link

BAB II TINJAUAN TEORITIS

Routing LOGO. Muh. Izzuddin Mahali, M.Cs.

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN... 91

Membangun VLAN dengan Hub August 2010

Guide Media Unguide Media

MODUL 10 Multi Protocol Label Switching (MPLS)

BAB II LANDASAN TEORI

9/1/2010. Topologi Jaringan Komputer. Pertemuan 5

INTERNETWORKING. Dosen Pengampu : Syariful Ikhwan ST., MT. Submitted by Dadiek Pranindito ST, MT,. SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELEMATIKA TELKOM LOGO

Pendahuluan. 0Alamat IP berbasis kepada host dan network. 0Alamat IP berisi informasi tentang alamat network dan juga alamat host

BAB 2 LANDASAN TEORI

Virtual LAN. Isbat Uzzin N Politeknik Elektronika Negeri Surabaya ITS, Surabaya

Bab III Prinsip Komunikasi Data

KONSEP DASAR JARINGAN KOMPUTER

VIII. IMPLEMENTASI & PENGEMBANGAN JAR.KOM.

JARINGAN KOMPUTER DAN PRODUK PERANGKAT KERAS INTERNET

BRIDGE. Divisi Training Departemen Teknik PT UFOAKSES SUKSES LUARBIASA Jakarta

Transkripsi:

Modul 26: Overview digunakan pada jaringan switch untuk menciptakan logical topology bebas looping dari physical topology yang memiliki looping. Spanning-Tree Protocol memberikan keamanan dari redundant topology tanpa permasalahan resiko yang disebabkan oleh switching loop.

2 Topologi redundancy Tujuan dari topologi redundant adalah untuk membatasi outage yang di sebabkan oleh titik kegagalan. Semua jaringan memerlukan redundancy untuk meningkatkan keandalan. Topologi redundant switch Topologi redundant membatasi titik kegagalan. Jika suatu alur atau alat gagal, alur redundant atau alat dapat mengambil alih tugas alat atau alur yang gagal. Jika Switch A gagal, lalulintas masih berjalan dari Segment 2 ke Segment 1 dan ke router melalui Switch B. Tombol mempelajari MAC alamat alat pada port mereka sehingga data dapat dengan baik disampaikan kepada tujuan. Switch akan flood frame untuk tujuan yang tak dikenal sampai mereka mempelajari MAC alamat alat. Topologi redundant switch menyebabkan broadcast storm, menyalin berbagai frame, dan menyebabkan masalah ketidak statbilan pada table MAC address.

3 Broadcast storms Broadcasts dan multicasts dapat menyebabkan masalah pada jaringan switch. Jika host X mengirimkan broadcast, seperti meminta ARP untuk Lapisan 2 alamat router, kemudian switch A akan mengirimkan broadcast ke semua port. Switch B, pada segmen yang sama, juga mengirimkan semua broadcast. Switch B melihat semua broadcast pada switch A yang diteruskan dan switch A melihat semua broadcast pada switch B yang diteruskan. Switch A melihat broadcast dan mengirimkan broadcast. Switch B melihat broadcast dan mengirimkan broadcast. Switch melanjutkan penyebaran lalulintas broadcast berulang kali. Ini disebut broadcast storm. Broadcast storm akan terus dilakukan sampai salah satu dari switch diputus.

4 Multiple frame transmissions Pada jaringan redundant switch, ini memungkinkan peralatan untuk menerima berbagai frame. Dengan asumsi bahwa MAC address router Y telah diatur time out pada kedua switch. Juga berasumsi bahwa host X masih memiliki MAC address router Y pada ARP cache dan mengirimkan frame unicast ke router Y. Router menerima frame sebab router berada pada segmen yang sama sebagai host X. Topologi redundant dan spanning tree Topologi jaringan redundant di rancang untuk memastikan jaringan tunggal apabila terjadi kegagalan. Untuk meningkatkan kehandalan jaringan yaitu dengan menggunakan redundancy. Jaringan yang menggunakan switch atau bridge memperkenalkan link redundant antara switch atau bridge untuk mengatasi kegagalan hubungan tunggal. Bridging loop diciptakan jika satu link gagal dan link yang lain dapat mengambil alih fungsi untuk forward traffic.

5 Bridge dan switch dapat menerapkan IEEE 802.1D dan menggunakan algoritma spanning-tree untuk membangun suatu jaringan terpendek bebas loop.

6 membentuk titik root, yang disebut root bridge. membangun suatu topologi yang memiliki satu alur untuk mencapai setiap titik jaringan. Pesan switch dikirimkan, memberikan formasi suatu logical topology bebas loop, yang disebut dengan Bridge Protocol Data Unit (BPDU). BPDUS berisi informasi sehingga semua switch dapat melakukan hal berikut: Memilih switch tunggal yang akan bertindak sebagai root dari spanning tree Menghitung jalur terpendek dari dirinya sendiri ke switch root Menunjuk salah satu switch yang terdekat ke root, untuk setiap segmen LAN. Penghubung ini disebut "designate switch". Designate switch memelihara semua komunikasi dari LAN ke arah root bridge. Milih salah satu port-nya sebagai root port, untuk setiap non-switch. Interface ini memberikan alur terbaik ke root switch. Milih port yang menjadi bagian dari spanning tree, port yang ditunjuk. Port yang tidak ditunjuk di block.

7 Spanning tree Operasi spanning-tree Ketika jaringan telah stabil, jaringan memiliki pemusatan (converged) dan ada satu spanning tree setiap jaringan. Sebagai hasilnya, untuk setiap jaringan switch terdapat beberapa elemen deperti dibawah ini: Satu root bridge setiap network Satu root port setiap non root bridge Menunjuk satu port setiap segment Port yang tidak terpilih tidak dipakai Root ports dan port yang ditunjuk ports (designate port) digunakan untuk meneruskan (Forward-F) lalulintas data. Port tidak dipilih (non-designate port) membuang lalu lintas data. Potr ini disebut blocking (B) atau port dibuang.

8 Memilih root bridge Keputusan yang pertama bahwa semua switch dibuat dalam jaringan, adalah untuk mengidentifikasi root bridge. Posisi root bridge dalam jaringan akan mempengaruhi arus lalu lintas. Ketika switch hidup, spanning-tree algoritma digunakan untuk mengidentifikasi root bridge. BPDU mengirimkan Bridge ID (BID). BID terdiri dari prioritas bridge yang yang secara default adalah 32768 dan berdasarkan MAC address. Secara default BPDU dikirim setiap dua detik. Bridge ID (BID) Ketika switch pertama mulai, switch mengasumsikan ia adalah root switch dan mengirimkan nilai BPDU "lebih rendah". BPDU ini berisi MAC address switch pada root dan pengirim BID. Semua switch memeriksa pengirim BID. Ketika Switch menerima BPDU dengan nilai root BID lebih rendah dari nilai root BID diri sendiri, ia akan menggantikan

9 BPDU dirinya sendiri. Semua bridge melihat root BID dan memutuskan bahwa bridge dengan nilai BID yang paling kecil akan menjadi root bridge. Pengurus jaringan dapat mempengaruhi keputusan dengan pengaturan prioritas switch bagi nilai lebih kecil dibandingkan secara default, yang mana akan membuat BID lebih kecil. Ini perlu diterapkan ketika lalu lintas mengalir pada jaringan yang baik dipahami. Langkah-langkah penentuan port state spanning-tree

10 Dalam blocking state, port hanya dapat menerima BPDU. Data frame dibuang dan tidak ada alamat yang dapat dipelajari. Mungkin membutuhkan waktu 20 detik untuk merubah dari status ini. Port menuju dari bloked state ke listening state. Pada state ini, switch menentukan jika ada alur lain ke root bridge. Alur yang besar ke root bridge akan kembali pada blocking state. Periode listening disebut penundaan pengiriman dan paling lama 15 detik. Dalam listening state, data pemakai tidak disampaikan dan MAC address tidak dipelajari. BPDU masih diproses. Port beralih dari listening state ke learning state. Pada state ini data pemakai tidaklah disampaikan, tetapi MAC alamat dipelajari dari lalu lintas manapun yang dilihat. Learning state paling lama 15 detik dan disebut penundaan pengiriman. BPDU masih diproses. Port menuju dari learning state ke forward state. Pada state ini data pemakai dikirimkan dan MAC address diteruskan untuk dipelajari. BPDU masih diproses. Port berada pada disable state. Disable state dapat terjadi ketika pengurus menutup port atau menggalkan port. Nilai waktu diberikan untuk setiap status dengan nilai default. Nilai ini telah dihitung dengan asumsi maksimum tujuh cabang switch manapun pada spanning tree dari root bridge. Menghitung ulang spanning tree Internetwork switch memiliki converge ketika semua switch dan port bridge manapun di dalam forward atau block state. Port menyampaikan pengiriman dan menerima lalu lintas data dan BPDU. Port yang di block hanya menerima BPDU. Ketika topologi jaringan berubah, switch dan bridge menghitung kembali spanning tree dan menyebabkan gangguan lalu lintas pemakai. Pemusatan (convergence) pada topologi spanning-tree baru yang menggunakan standar IEEE 802.1D membutuhkan waktu 50 detik. Pemusatan ini terdiri dari maksimum lamanya 20 detik, ditambah penundaan pengiriman listening state 15 detik, dan penundaan pengiriman learning state 15 detik.