By Muhammad Luthfi, M.Si. ; HP ; Luthfi2008.wordpress.com

dokumen-dokumen yang mirip
LAPORAN KEUANGAN DEPRESIASI

Financial Performance (2)

KEWIRAUSAHAAN - 2 Galih Chandra Kirana, SE.,M.Ak

MANAJEMEN KEUANGAN. Bentuk Bentuk Laporan Keuangan. Riska Rosdiana SE., M.Si. Modul ke: Fakultas Ekonomi & Bisnis. Program Studi Manajemen

LAPORAN KEUANGNAN DAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN. Febriyanto, S.E., M.M.

Manajemen Keuangan. Memahami Kondisi dan Kinerja Keuangan Perusahaan. Basharat Ahmad. Modul ke: Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Analisa Rasio Keuangan

Dr. SRI HERMUNINGSIH., SE., MM., CFP.

MANAJEMEN KEUANGAN. Analisis Rasio Keuangan. Riska Rosdiana SE., M.Si. Modul ke: Fakultas Ekonomi & Bisnis. Program Studi Manajemen

MODUL ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

Working Capital Management

Analisis Rasio Keuangan

RASIO LAPORAN KEUANGAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada laporan keuangan PT.

Analisa Laporan keuangan

BAB II LANDASAN TEORI

Contoh : (200) (250) 2.550

MEET 05 FOR E LEARNING ANALISA RASIO

Pertemuan 3. Rasio Keuangan

Manajemen Keuangan. Bentuk Bentuk Laporan Keuangan Perusahaan. Basharat Ahmad. Modul ke: Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Program Studi Manajemen

ANALISIS RASIO KEUANGAN

Hasil akhir dari proses pencatatan keuangan adalah laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan cerminan dari prestasi manajemen pada satu periode

Analisis Penggunaan Rasio Keuangan (BAB 1) Astried P. ANALISIS PENGGUNAAN RASIO KEUANGAN

BAB II LANDASAN TEORI. Manajemen keuangan adalah aktivitas pemilik dan manajemen perusahaan untuk

PENGOLAHAN MODAL KERJA

Manajemen Modal Kerja

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab 3 Analisis Rasio Keuangan

Bab 2: Analisis Laporan Keuangan

MATERI 10 ANALISIS PERUSAHAAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

WARMING UP : Buatlah Neraca dan Laba Rugi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS PENELITIAN. peralatan lainnya yan mempunyai masa manfaat jangka panjang atau lebih dari satu

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dengan jumlah yang lain, dan dengan menggunakan alat analisis berupa rasio akan

Pihak-pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan suatu perusahaan

Magister Manajemen Univ. Muhammadiyah Yogyakarta

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PERTEMUAN 6 ANALISIS LAPORAN KEUANGAN ANDRI HELMI M, SE., MM.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Sawir (2005:129), modal kerja adalah keseluruhan aktiva lancar

Analisis Kinerja Keuangan Dengan Metode Profitabilitas Terhadap Laba Perusahaan Pada PT. Indofood Sukses Makmur Tbk

Bab 1 Analisis Penggunaan Rasio Keuangan

Analisis Laporan Keuangan PT. UNILEVER Indonesia, Tbk Periode Tahun

ANALISIS LAPORAN ARUS KAS PADA PT. NIPPON INDOSARI CORPINDO Tbk

ANDRI HELMI M, SE., MM ANALISIS INVESTASI DAN PORTOFOLIO ANALISIS PERUSAHAAN

MATERI 10 ANALISIS PERUSAHAAN. Prof. DR. DEDEN MULYANA, SE., M.Si. CAKUPAN PEMBAHASAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

MATERI 10 ANALISIS PERUSAHAAN. Prof. DR. DEDEN MULYANA, SE., M.Si.

ANALISA LAPORAN KEUANGAN ERDIKHA ELIT

Bab 9 Teori Rasio Keuangan

BAB I PENDAHULUAN. tersebut melalui suatu analisis yang dapat dijadikan pedoman untuk menilai

BAB I PENDAHULUAN. Persaingan dalam dunia bisnis dan ekonomi yang semakin keras telah

BAB 11 ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kinerja Keuangan 2.2. Laporan Keuangan

CAKUPAN PEMBAHASAN 1/23

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. perusahaan serta proyeksi keuangan, dan harus mengevaluasi akuntansi. untuk meramalkan laba, deviden, dan harga saham.

PROGRAM MAGISTER STUDI EKONOMI MANAJEMEN

BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Magister Manajemen Univ. Muhammadiyah Yogyakarta

Analisis Laporan Keuangan

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN. Nurochman, SST,.Akt,.MT

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT. TOKO GUNUNG AGUNG, Tbk TAHUN

BAB II LANDASAN TEORI

BAB VIII MANAJEMEN KEUANGAN

ANALISA LAPORAN KEUANGAN CV. DUNIA WARNA KARANGANYAR TAHUN ELLISA dan SUPRIHATI STIE AAS Surakarta

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dalam era persaingan bisnis sekarang ini, modal merupakan salah satu faktor

BAB II LANDASAN TEORI

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Pelaksanaan Analisis Laporan Keuangan pada PT. Pupuk Kalimantan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan tata

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS 2. TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS

Magister Manajemen Univ. Muhammadiyah Yogyakarta

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

III. METODOLOGI PENELITIAN

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. Kebijakan struktur modal melibatkan pertimbangan trade-off antara risiko

BAB V PENUTUP. Ace Hardware Indonesia Tbk adalah sebagai berikut: 1. Rasio likuiditas PT Ace Hardware Indonesia Tbk bila dilihat dari current

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. (yang lebih baik) mengenai prospek perusahaan daripada yang dimiliki investor.

1. Rasio keuangan dapat terlalu tinggi atau terlalu rendah. dalam industri. Dalam laporan keuangan, angka-angka yang berdiri sendiri sulit

BAB II LANDASAN TEORI. Pada Umumnya Laporan Keuangan terdiri dari 4 laporan penting, yaitu: neraca,

BAB 1 PENDAHULUAN. Kondisi dunia bisnis sekarang ini menuntut perusahaan-perusahaan yang ada

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

II. LANDASAN TEORI. dengan menggunakan aktiva lancar yang tersedia. Menurut Brigham dan Houston,

MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM DU PONT Tahun 2009 Tahun 2013 (Studi Kasus PT United Tractors Tbk)

ANALISIS LAPORAN KINERJA KEUANGAN

MANAJEMEN KEUANGAN Laporan Neraca, Laporan Rugi/Laba, Laporan Aliran Kas, Analisa Common Size, Analisa Index

Flow Chart PT. Asiaplast Industries Tbk tahun 2009

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. satu periode tertentu. Menurut Sugiyarso dan Winarni (2005:

Transkripsi:

MANAJEMEN KEUANGAN By Muhammad Luthfi, M.Si. Email ; luthfi27@gmail.com HP ; 085380264175 Luthfi2008.wordpress.com Sumber ; M. Wispandono & Ismu Kusumanto

DAFTAR BACAAN Brigham, Houston. 2010. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan. Buku Satu, Edisi 11, Penerbit Salemba Empat, Jakarta. James C. Van Horne, 2012. Prinsip-Prinsip Manajemen Keuangan. Buku Satu, Edisi ke-13, Edisi Indonesia, PT Salemba Empat, Jakarta J. Fred Weston & Copeland, 2010. Manajemen Keuangan. Edisi Kesepuluh, Jilid 1, Penerbit Erlangga, Jakarta..

BIDANG-BIDANG KEUANGAN 1. KEUANGAN PERUSAHAAN 2. INVESTASI 3. Pasar Keuangan dan Perantara (Financial market and Intermediaries)

Konsepsi Manajemen Keuangan Manajemen Keuangan adalah segala aktivitas yang berhubungan dengan perolehan, pendanaan, dan pengelolaan aktiva dengan beberapa tujuan menyeluruh. (Van Horne, 2012).

Tujuan Perusahaan Maksimisasi Profit VS Maximization Wealth of Shareholder Catatan: Memaksimumkan kesejahteraan pemegang saham Dengan tidak melupakan tanggung jawab sosial

Lanjutan... Manajemen keuangan berkepentingan dengan bagaimana cara menciptakan dan menjaga nilai ekonomis atau kesejahteraan Dalam pengambilan keputusan keuangan harus berfokus pada penciptaan kesejahteraan

Contoh: Perusahaan Microsoft tahun 2005 nilai pasar US$ 46 milyar, nilai investasi mencapai US$17 milyar Perusahaan IBM nilai pasar US$ 54 milyar pada tahun 2005 dan nilai investasinya sebesar US$ 70 milyar Maka perusahaan Microsoft telah memberikan tingkat kesejahteraan pemegang saham dibanding perusahaan IBM

Fungsi Pokok Manajemen Keuangan Fungsi pokok manajemen keuangan me-nyangkut keputusan perusahaan tentang: 1. Keputusan investasi 2. Keputusan pembiayaan (financing) 3. Keputusan manajemen aktiva

FINANCIAL MANAGEMENT Invesment Decision Asset Management Decision Financing Decision Aktiva NERACA Hutang Capital Pen ndapatan Bia aya Lab ba De eviden Lab ba Ditahan Lap poran Rugi Laba

Tanggung Jawab Manajer Keuangan: I. Bidang Finance Peramalan/perencanaan keuangan Keputusan besar dalam investasi dan Pembiayaan Pengkoordinasikan dan pengendalian biaya Interaksi dengan pasar modal

II. Bidang Sosial Aspek tanggung jawab sosial dapat dilihat dari empat segi: 1. Penempatan efisiensi dan inovasi di garis depan 2. Mempertimbangkan pengaruh kebijakan dan aktivitas perusahaan terhadap masyarakat luas. 3. Fluktuasi lingkungan eksternal (termasuk yang terjadi di pasar keuangan) 4. Daya tanggap terhadap berbagai harapan masyarakat.

Pengaruh Berbagai Disiplin Ilmu Terhadap Manajemen Keuangan Keputusan Keuangan 1.Analisis Investasi 2.Manaj. Modal kerja 3.Struktur Permodalan 4.Sumber dan penggunaan Modal 5.Kebijakan Deviden Maximization Wealth of Shareholder Akuntansi, Ek. Makro dan Mikro Pemasaran, Produksi, dan Metode Kuantitatif

STRUKTUR FISIK BALANCE SHEET AKTIVA PASIVA (LIABILITIES) Aktiva Lancar -Kas -Investasi jk pendek -Piutang -Persediaan -Uang muka pajak -Beban dibayar dimuka Kewajiban Lancar -Hutang -Estimasi hutang pajak -Kewajiban jk panjang yg akan jatuh tempo Aktiva Tetap -Aset tetap -ada pengurangan pada akumulasi depresiasi Kewajiban Jk panjang -Kewajiban jk panjang Modal -Saham -Laba ditahan

Langkah Menyusun Neraca Bila terdapat modal 1 juta maka menjadi komponen Passiva. Aktiva Lancar Aktiva Tetap AKTIVA PASIVA (LIABILITIES) Kewajiban Lancar Kewajiban Jk panjang Modal 1,000,000 Untuk apa modal 1 juta?

Langkah Menyusun Neraca Modal 1 juta digunakan untuk membeli persediaan 250,000 dan alat produksi 400,000. Sisa 350,000 disimpan pada kas AKTIVA Aktiva Lancar -Kas -Persediaan = bahan TOTAL AKTIVA LANCAR Aset Tetap -Mesin & peralatan TOTAL ASET TETAP TOTAL AKTIVA 350,000 250,000 600,000 400,000 400,000 1,000,000 Kewajiban Lancar PASIVA TOTAL KEWAJIBAN LANCAR 0 Kewajiban jangka panjang Kewajiban jangka panjang 0 Modal -TOTAL MODAL TOTAL PASIVA 1,000,000 1,000,000

Langkah Menyusun Neraca Perusahaan mendapat hutang dagang dalam bentuk bahan persediaan sebesar 500,000 dan pinjaman bank sebesar 1,000,000 untuk membeli mesin produksi AKTIVA PASIVA Aktiva Lancar -Kas -Persediaan = bahan TOTAL AKTIVA LANCAR Aset Tetap Kewajiban Lancar 350,000 -Hutang usaha 500,000 750,000 1,100,000 TOTAL KEWAJIBAN LANCAR 500,000 Kewajiban jangka panjang -Mesin & peralatan TOTAL ASET TETAP 1,400,000 1,400,000 Kewajiban jangka panjang 1,000,000 Modal -TOTAL MODAL 1,000,000 TOTAL AKTIVA 2,500,000 TOTAL PASIVA 2,500,000

EXAMPLE LAPORAN KEUANGAN BULAN JANUARI Sales : 384.000.000 HPP : 288.000.000 Laba kotor : 96.000.000 Biaya Operasional : 35.200.000 Laba Operasi : 60.800.000 Depresiasi : 0 EBIT : 60.800.000 Interest : 15.800.000 EBT : 45.000.000 Tax (10 %) : 4.500.000 EAT : 40.500.000

Rasio Profitabilitas Adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan (profitabilitas) pada tingkat penjualan, aset, dan modal saham tertentu. Ada 3 jenis rasio: Net Profit Margin Return on total Asset Return on Equity

Rasio Profitabilitas Net PM Net Profit Margin adalah rasio utk menghitung seberapa besar kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih pd tingkat penjualan tertentu Net PM = laba bersih/penjualan Net PM 0,049 atau 4,9% artinya dari setiap Rp 1 penjualan perusahaan mampu menghasilkan laba Rp 0,049. Atau laba perusahaan adalah 4,9% dari penjualan

Rasio Profitabilitas Net PM Net PM yang tinggi menandakan kemampuan perusahaan yang tinggi menghasilkan laba pd tingkat penjualan tertentu Net PM yg rendah cenderung menunjukkan ketidakefisienan perusahaan. Net PM suatu industri berbeda dgn industri yang lain. Profit margin sering juga dinyatakan dalam gross profit margin, operating profit margin ataupun pretax profit margin

Rasio Profitabilitas - ROA Return on Aset (ROA) adalah rasio utk mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih berdasarkan tingkat aset tertentu ROA juga sering disebut dengan ROI (return on investment) ROA = laba bersih / Total aset rata-rata ROA 6,3% artinya dari setiap Rp 1 aset perusahaan mampu menghasilkan laba Rp 0,063. ROA yang tinggi menunjukkan efisiensi manajemen aset Laba bersih yang menggambarkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dinyatakan dalam rumus laba bersih + biaya bunga (1-tarif pajak)

Rasio Profitabilitas - ROE Return on Equity (ROE) adalah rasio utk mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih berdasarkan modal saham tertentu ROE = laba bersih / Modal saham rata-rata ROA 6,3% artinya dari setiap Rp 1 aset perusahaan mampu menghasilkan laba Rp 0,063. ROA yang tinggi menunjukkan efisiensi manajemen aset

Pasien

Sumber ; https://www.google.co.id/search?q=gambar+kartun+lucu&biw=1024&bih=431&

www.luthfi2008.wordpress.com