BAB 3 METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
STRUKTUR ORGANISASI PUSKESMAS SUKMAJAYA KOTA DEPOK

BAB 3 METODE PENELITIAN

PEMERINTAH KABUPATEN WONOSOBO DINAS KESEHATAN UPTD PUSKESMAS SELOMERTO 1 Jalan Banyumas Km. 7 Telp. (0286) SELOMERTO WONOSOBO 56361

BAB 3 ANALISIS BASIS DATA YANG SEDANG BERJALAN

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Kecamatan ini dilalui oleh Jalan Raya Lampung-Bakauheni yang merupakan

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

WALIKOTA DEPOK PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN WALIKOTA DEPOK NOMOR 114 TAHUN 2016 TENTANG

Walikota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat

BAB III METODE PENELITIAN. sehingga memudahkan penulis untuk mendapatkan data yang objektif dalam

BAB I PENDAHULUAN. Bab I Pendahuluan. L K I P B K D K o t a B a n d u n g T a h u n LATAR BELAKANG

PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 6 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN SUMBAWA BUPATI SUMBAWA

BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 38 TAHUN 2011 TENTANG

STRUKTUR JABATAN BAGIAN ADMINISTRASI SUMBER DAYA ALAM SEKRETARIAT DAERAH KOTA CIREBON

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG TAHUN 2008 NOMOR 26 NOMOR 26 TAHUN 2008

BAB I PENDAHULUAN. Tujuan bangsa Indonesia sebagaimana tercantum dalam Pembukaan

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. lebih mendalam tentang manajemen penyimpanan obat.

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA NOMOR 9 TAHUN 2013 SERI D NOMOR 9 TAHUN 2013 PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI DINAS KESEHATAN UPTD PUSKESMAS NGADI Jalan Raya Ngadi No 88 Telp. (0355) MOJO - KEDIRI 64162

2.1.2 URAIAN TUGAS BERDASARKAN JABATAN

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JAYAPURA NOMOR 4 TAHUN 2006 TENTANG PEMBENTUKAN, SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH

BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN

UPTD PUSKESMAS MANUKAN KULON Jl. Manukan Dalam 18A Surabaya ( ) TELP ( 031 )

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB II GAMBARAN UMUM INSTANSI

II. TINJAUAN PUSTAKA

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2010 NOMOR 21 SERI E PERATURAN BUPATI KABUPATEN BANJARNEGARA NOMOR 473 TAHUN 2010

PENINGKATAN MUTU PUSKESMAS AN PEDOMAN PENINGKATAN MUTU PUSKESMAS PINKER

Politeknik Negeri Sriwijaya BAB I PENDAHULUAN

BAB II TINJAUAN UMUM LOKASI PENELITIAN. A. Sejarah Berdirinya Rumah Sakit Jiwa Tampan Pekanbaru

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BOGOR

4 GAMBARAN UMUM DINAS KESEHATAN KOTA BOGOR

PEDOMAN ORGANISASI UNIT REKAM MEDIS DISUSUN OLEH : UNIT REKAM MEDIS RSUD KOTA DEPOK

Seluruh isi dalam buku ini dapat dikutip tanpa izin, dengan menyebut sumber.

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III METODE PENELITIAN. baik. Begitu pula dengan penelitian ini, sehingga tujuan dari penelitian ini

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL

BAB I PENDAHULUAN. beragam macamnya, salah satunya ialah puskesmas. Puskesmas adalah unit

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Indonesia

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BUPATI TANAH BUMBU PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU NOMOR 10 TAHUN 2013 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan Kepmenkes RI Nomor 128/Menkes/Sk/II/2004 tentang. Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat Menteri Kesehatan RI,

BAB I PENDAHULUAN. Rencana Kerja Dinas Kesehatan

BAB 1 PENDAHULUAN. asuransi sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dasar kesehatan

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN

PROFIL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN JAKARTA

BAB IV HASIL PENELITIAN. 01 kelurahan Bulu Lor Kecamatan Semarag Utara Kota Semarang. Puskesmas memiliki luas tanah 567 dan luas bangunan 346

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang. menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan

D. Uraian Tugas Pokok dan Fungsi Petugas P2 Diare (Program Pemberantasan Diare) Puskesmas Payolansek

PENGEMBANGAN KARIR PEGAWAI NEGERI SIPIL DALAM JABATAN STRUKTURAL DI DINAS SOSIAL PROVINSI JAWA TIMUR SKRIPSI

I. PENDAHULAN. Puskesmas merupakan suatu unit organisasi yang bergerak dalam bidang

PROFIL PUSKESMAS KARANGASEM I TAHUN 2012

Pendekatanyang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif,

BUPATI BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 25 TAHUN 2008 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS KESEHATAN KABUPATEN BELITUNG

Target Tahun. Kondisi Awal Kondisi Awal. 0,12 0,12 0,12 0,12 0,12 0,12 Program pengadaan, peningkatan dan penduduk (tiap 1000 penduduk

WALIKOTA PASURUAN SALINAN PERATURAN WALIKOTA NOMOR 55 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BOGOR PERATURAN DAERAH KABUPATEN BOGOR NOMOR 2 TAHUN 2011

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Peningkatan kualitas (quality improvement) pelayanan di fasilitas pelayanan kesehatan mutlak diperlukan untuk

WALIKOTA PROBOLINGGO

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

LEMBARAN DAERAH KOTA TANGERANG

BAB I PENDAHULUAN. sarana pelayanan kefarmasian oleh apoteker (Menkes, RI., 2014). tenaga teknis kefarmasian (Presiden, RI., 2009).

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH

III. METODE PENELITIAN

BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 65 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS DAN FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN SITUBONDO

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BINTAN TAHUN 2012 NOMOR 7 SERI D NOMOR 3 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BINTAN NOMOR : 7 TAHUN 2012 TENTANG

PERAN DAN DUKUNGAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PENYELENGGARAAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL

PROFILE KECAMATAN BATUJAYA

PENINGKATAN MUTU PUSKESMAS AN PEDOMAN PENINGKATAN MUTU PUSKESMAS SEMATANG BORANG

III. METODE PENELITIAN. ini bermaksud untuk menggambarkan dan menganalisis secara mendalam atas

BAB I PENDAHULUAN. 1. Struktur Organisasi

PEDOMAN PENGORGANISASIAN UNIT KERJA PUSKESMAS TAMAMAUNG TAHUN 2014

PERATURAN BUPATI BERAU

KATA SAMBUTAN DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN 1 BAB II GAMBARAN UMUM 3

FORMULIR RENCANA KINERJA TAHUNAN TINGKAT UNIT OEGANISASI ESELON I KL DAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAAH (SKPD)

LAMPIRAN Laporan Kunjungan ke Puskesemas Puter

BUPATI SUMBAWA BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

================================================================ PERATURAN WALIKOTA TANGERANG NOMOR 40 TAHUN

BERITA DAERAH KOTA CILEGON

BUPATI GRESIK PROVINSI JAWA TIMUR

BUPATI KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 29 TAHUN 2012 TENTANG

BAB V GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN

PEMERINTAH KABUPATEN LINGGA

KONDISI GEOGRAFIS 26% 69% Terdiri dari : - 11 Kecamatan - 9 Kelurahan Desa LUAS WILAYAH : ,96 KM2 JUMLAH PENDUDUK : 497.

B A B P E N D A H U L U A N

III. METODE PENELITIAN. sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis mengenai faktorfaktor

RENCANA STRATEGIS CARA MENCAPAI TUJUAN/SASARAN URAIAN INDIKATOR KEBIJAKAN PROGRAM KETERANGAN. 1 Pelayanan Kesehatan 1.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Transkripsi:

37 BAB 3 METODE PENELITIAN Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai pendekatan penelitian, jenis/tipe penelitian, teknik pengumpulan data, serta narasumber/informan. Untuk lebih jelasnya akan dijelaskan tiap bagiannya sebagai berikut : 3.1 Pendekatan Penelitian Pendekatan penelitian yang digunakan oleh peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif. Hal ini dikarenakan penelitian ini mengacu pada gejalagejala yang nyata pada alam. Sejalan dengan apa yang telah disampaikan oleh pemikiran positivist yaitu Comte, Durkheim dan Mill yang dikutip oleh Silalahi dalam buku metode penelitian sosial (2009. 71) menyatakan bahwa paradigma positivisme dinyatakan sebagai paradigma tradisional, eksperimental, atau paradigma empiristis. Bungin (2008. 32) menyatakan bahwa positivisme memiliki pengaruh yang amat kuat terhadap berbagai disiplin ilmu bahkan sampai dewasa ini. Pengaruh tersebut dikarenakan klaim-klaim yang dikenakan oleh positivisme terhadap ilmu pengetahuan itu sendiri, yaitu : Klaim kesatuan ilmu. Tradisi positivisme ini kemudian melahirkan pendekatan-pendekatan paradigma kuantitatif dalam penelitian sosial dimana objek penelitian dilihat memiliki keberaturan yang naturalistik, empiris dan behavioristik, dimana semua objek penelitian harus dapat direduksi menjadi fakta yang dapat diamati, tidak terlalu mementingkan fakta sebagai makna namun mementingkan fenomena yang tampak, serta serba bebas nilai atau objektif dengan menentang habis-habisan sikap-sikap subjektif. Sementara itu, Neuman (2006. p.82) dalam bukunya Social Research Methods : Qualitative and Quantitative Approaches mengemukakan bahwa positivist dikatakan sebagai : an organized method for combining deductive logic with precise empirical observations of individual behaviour in order to discover and confirm a set of probabilistic causal laws that can be used to predict general patterns of human activity. 37

38 Adapun pengertian penelitian kuantitatif menurut Umar (2005. h.95) yaitu penelitian lebih berdasarkan pada data yang dapat dihitung untuk menghasilkan penaksiran kuantitatif yang kokoh. Akan tetapi, penelitian yang peneliti lakukan belum dapat dibuktikan kebenarannya. Oleh sebab itu, peneliti berusaha menggalinya fakta tersebut melalui petugas administrasi Puskesmas Sukmajaya. Disamping itu, peneliti akan mencari teori yang berhubungan dengan fenomena yang ada serta berorientasi pada analisis kinerja petugas administrasi pada Puskesmas Sukmajaya Kota Depok Tahun 2009. Dan, mengetahui kendala apa yang dihadapi dalam peningkatan kinerja petugas administrasi puskesmas Sukmajaya. Dalam hal ini, peneliti akan mengkajinya dengan menggunakan teori kinerja. 3.2 Jenis/Tipe penelitian Berdasarkan jenis/tipe penelitiannya, peneliti mengambil jenis penelitian deskriptif. Hal ini mengacu pada objek penelitian yang menggambarkan suatu fenomena yang terjadi di lapangan. Menurut Prasetyo dan Jannah (2006. h.42) penelitian deskriptif merupakan jenis penelitian yang bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih detail mengenai suatu gejala atau fenomena. Hasil akhir dari penelitian ini biasanya berupa tipologi atau pola-pola mengenai fenomena yang sedang dibahas. Berdasarkan dimensi waktunya, penelitian ini mengambil jenis penelitian cross sectional yaitu penelitian yang dilakukan dalam satu waktu. Menurut Prasetyo dan Jannah (2006. h.45) bahwa penelitian cross sectional hanya digunakan dalam waktu tertentu, dan tidak akan dilakukan penelitian lain diwaktu yang berbeda untuk diperbandingkan. Penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan wawancara mendalam kepada responden. Hasil wawancara mendalam yang telah dilakukan dengan responden, selanjutnya dikumpulkan untuk dijadikan sebuah data penelitian. Berdasarkan manfaat penelitiannya, penelitian ini bersifat penelitian murni dan terapan. Dikatakan sebagai penelitian murni dikarenakan penelitian tersebut bersifat kebutuhan akademis seorang peneliti sehingga dapat membentuk teori baru. Adapun Penelitian murni yaitu suatu penelitian yang dilakukan karena

39 kebutuhan peneliti, sehingga hasil dari penelitiannya diharapkan menjadi sebuah teori baru. Pernyataan ini senada dengan pendapatnya Umar (2005. h.80) Penelitian murni adalah penelitian ini diharapkan untuk membentuk teori baru dan bukan untuk menerapkan hasil temuannya, dan lebih kepada pencarian pengetahuan demi kepentingan pengetahuan itu sendiri. Sedangkan, dikatakan sebagai penelitian terapan dikarenakan hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan yang relevan pada lokasi yang diteliti. Hal ini mengacu pada pernyataan Bungin (2008. h.48) Penelitian terapan adalah penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk mengaplikasikan teori di masyarakat. Dapat dikatakan bahwa penelitian ini lebih bersifat memberikan penggambaran dan penjelasan melalui ungkapan atau temuan yang ada di lapangan mengenai bagaimana kinerja petugas administrasi pada Puskesmas Sukmajaya Kota Depok Tahun 2009. Dan, mengetahui juga kendala apa yang dihadapi dalam peningkatan kinerja petugas administrasi puskesmas Sukmajaya. 3.3 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan datanya lebih mengacu pada data kualitatif, dimana data yang didapatkan berasal dari hasil studi kepustakaan dan pengambilan data di lapangan. Selain itu, datanya berasal dari hasil wawancara, catatan lapangan, rekaman data penelitian, catatan-catatan dan dokumen lainnya. Untuk selengkapnya dapat dijelaskan tiap bagiannya sebagai berikut : a) Studi Kepustakaan Berdasarkan studi kepustakaan, peneliti mencoba mempelajari dan menelaah jenis-jenis literatur yang ada hubungannya dengan perumusan masalah yang sedang diteliti oleh peneliti. Adapun jenis literatur yang dijadikan sebagai bahan referensi yaitu buku-buku teori, artikel, dan lain sebagainya. Sehingga akan diperoleh data sekunder yang ada hubungannya dengan lokasi penelitian berupa profil puskesmas, data kunjungan pasien dan lain sebagainya. Menurut Purwanto dan Sulistyastuti (2007. h.20) data sekunder adalah data yang diperoleh melalui penelitian terdahulu yang dilakukan oleh pihak lain.

40 b) Pengumpulan data di lapangan Berdasarkan pengumpulan data di lapangan, peneliti akan melakukan wawancara terstruktur dan observasi. Wawancara terstruktur dilakukan dengan kepala puskesmas, petugas administrasi, rekan kerja petugas administrasi Puskesmas Sukmajaya dan masyarakat kelurahan Mekarjaya dan kelurahan Tirtajaya yang melakukan pengobatan ke Puskesmas Sukmajaya. Disamping itu, jenis wawancara yang dilakukan oleh peneliti bersifat wawancara terbuka, dimana peneliti memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada responden untuk memberikan jawabannya. Dengan demikian akan dihasilkan suatu jawaban yang valid. Untuk metode observasi, peneliti akan melakukan pengamatan di lapangan selama penelitian berlangsung. Peneliti akan melakukan proses pengamatannya dimulai dari petugas loket administrasi pendaftaran hingga petugas administrasi secara keseluruhan. Dalam penelitiannya akan menitikberatkan pada kinerja petugas administrasinya. Dengan demikian, akan dihasilkan sebuah data penelitian yang valid. 3.4 Populasi dan Sampel Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas : objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2007. h.90). Sedangkan sampel menurut Purwanto dan Sulistyastuti (2007. h.37) merupakan bagian dari populasi yang dipilih mengikuti prosedur tertentu sehingga dapat mewakili populasinya. Populasi yang dipilih oleh peneliti yaitu petugas Puskesmas Sukmajaya dan masyarakat yang berada di wilayah kerja puskesmas Sukmajaya. Penelitian ini hanya membatasi pada petugas administrasi puskesmas Sukmajaya. Alasan yang mendasari peneliti melakukan pemilihan responden dikarenakan dalam melakukan penilaian kinerja petugas administrasi Puskesmas Sukmajaya lebih mengacu pada persepsi petugas Puskesmas dan Masyarakat, serta untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam peningkatan kinerja petugas administrasi yang berdasarkan persepsi petugas puskesmas dan masyarakat pada

41 Puskesmas Sukmajaya. Selain itu, untuk mengetahui seberapa besar peran serta masyarakat dalam memanfaatkan pengobatan di Puskesmas. Dalam penelitian ini, sampel petugas administrasi puskesmas tidak dilakukan penarikan sampel. Akan tetapi, semua sampel petugas administrasi puskesmas dijadikan subjek penelitian, sehingga dapat dikatakan bahwa penelitian yang dilakukan oleh peneliti terhadap petugas puskesmas menggunakan total sampling. Alasan sampel yang mendasari tidak dilakukan penarikan sampel dikarenakan jumlah responden yang diteliti tidak terlalu banyak dan hanya berjumlah 4 orang. Hal ini sejalan dengan pendapatnya Prasetyo dan Jannah (2006. h.122) Total sampling juga digunakan jika jumlah populasi dari suatu penelitian tidak terlalu banyak. Akan tetapi, untuk melengkapi data-data yang sudah ada. Peneliti juga mengambil responden lain untuk dijadikan sumber informasi, seperti dari Kepala Puskesmas berjumlah 1 orang, Rekan kerja petugas administrasi berjumlah 3 orang dan masyarakat yang melakukan pengobatan ke Puskesmas Sukmajaya berjumlah 7 orang. Hal ini dilakukan karena peneliti lebih menitikberatkan pada dua pandangan penilaian mengenai kinerja petugas administrasi berdasarkan persepsi Petugas Administrasi dan Masyarakat pada Puskesmas Sukmajaya. Baik itu dilihat dari lingkungan internal maupun lingkungan eksternal. Dengan demikian, akan dihasilkan data yang valid mengenai kinerja petugas administrasi Puskesmas Sukmajaya. 3.5 Teknik Analisis Data Adapun teknik analisis data Menurut Silalahi (2009. 340-341). Hal inilah yang akan digunakan oleh peneliti, yaitu : Reduksi data Pada tahap ini dilakukan proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstraksian, dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan. Dalam hal ini dilakukan penggolongan data, membuang data yang tidak perlu dan mengorganisir data sedemikian rupa sehingga dapat ditarik kesimpulan-kesimpulan finalnya dan diverifikasi.

42 Penyajian data Pada tahap ini dilakukan proses penyederhanaan informasi yang kompleks ke dalam kesatuan bentuk yang disederhanakan dan seleksi atau konfigurasi yang mudah dipahami. Menarik Kesimpulan Pada tahap ini dilakukan proses pembuatan pencatatan keteraturan, penyusunan pola-pola, penjelasan, konfigurasi-konfigurasi yang mungkin, alur sebab akibat, dan proposisi. Disamping itu, pada tahap ini dilakukan pembuatan kesimpulan yang belum jelas yang selanjutnya mengarah ke kesimpulan yang lebih terperinci. 3.6 Batasan Penelitian Penelitian dilaksanakan selama lebih dari 3 bulan, yaitu mulai bulan Maret-Awal Juni 2009. Sedangkan, pengumpulan data dilakukan dengan turun ke lapangan secara langsung selama periode bulan 22 April 2009 6 Juni 2009. Lokasi penelitian berada di lingkungan Puskesmas Sukmajaya Kota Depok. Kinerja kesehatan pada puskesmas banyak jenisnya, namun dalam penelitian ini peneliti lebih memfokuskan pada analisis kinerja petugas administrasi pada puskesmas Sukmajaya tahun 2009. 3.7 Keterbatasan Penelitian Adapun berbagai macam kendala yang dihadapi oleh peneliti selama kegiatan penelitian berlangsung, yaitu : - Informasi yang didapat dari responden terkesan sederhana dan apa adanya, sehingga peneliti harus menggali lebih mendalam untuk mendapatkan informasi yang tepat dan akurat. - Kadang-kadang responden menolak untuk dilakukan proses wawancara tambahan. Sehingga, menyulitkan peneliti untuk mengetahui permasalahan yang terjadi di lokasi penelitian. - Peneliti kesulitan dalam menyamakan waktu wawancara dengan responden. Dengan demikian, peneliti harus menunggu waktu lain yang belum tentu kejelasan waktunya.

43 - Peneliti tidak dapat menyajikan data kinerja berdasarkan angka-angka. Akan tetapi, datanya lebih didasarkan pada persepsi Petugas Puskesmas dan Masyarakat dalam menilai kinerja petugas administrasi Puskesmas Sukmajaya. 3.8 Gambaran Umum Puskesmas Sukmajaya 3.8.1 Sejarah Singkat Puskesmas Sukmajaya Puskesmas Sukmajaya berdiri pada tahun 1981, lokasinya berada di lingkungan Kelurahan Mekarjaya Kecamatan Sukmajaya, tepatnya di Jl. Arjuna Raya No. 1 Depok II Tengah Kota Depok. Puskemas tersebut berdiri diatas sebidang tanah seluas 2.060 m 2, dengan luas bangunannya sekitar 216 m 2 dimana status tanahnya masih hak guna pakai. Puskesmas Sukmajaya memiliki cakupan wilayah kerja seluas 55.14 km 2 atau 27.53 % dari luas kota Depok. Adapun wilayah kerja Puskesmas Sukmajaya yang meliputi dua kelurahan yaitu kelurahan Mekarjaya dan kelurahan Tirtajaya, dimana kelurahan terdekat berjarak 1 kilometer dan jarak terjauh 5 kilometer. Untuk selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 3.1 Tabel 3.1Wilayah Kerja Puskesmas Sukmajaya No. Kelurahan Luas Wilayah (km 2 ) Jumlah RW Jumlah Posyandu 1. Mekarjaya 26,60 31 27 2. Tirtajaya 28,54 6 8 Jumlah 55,14 37 35 Sumber. Profil Puskesmas Sukmajaya Kota Depok Tahun 2008. Apabila dilihat dari letak wilayah kerjanya, puskesmas Sukmajaya berbatasan dengan : Sebelah Utara : Kelurahan Pondok Cina Sebelah Selatan : Kelurahan Kalimulya dan Cilodong serta Sukmajaya Sebelah Barat : Kelurahan Kemiri Muka dan Depok Sebelah Timur : Kelurahan Abadijaya dan Bhaktijaya 3.8.2 Visi dan Misi Puskesmas Sukmajaya Untuk menciptakan puskesmas yang baik dan berkualitas, dan menjadikan tempat berobat murah bagi masyarakat, khususnya masyarakat kelurahan

44 Mekarjaya dan Tirtajaya. Maka peran puskesmas Sukmajaya sebagai pusat pelayanan kesehatan dasar memiliki visi dan dan misi sebagai berikut : Visi : Puskesmas Terbaik di Jawa Barat Misi : - Menggerakan pembangunan yang berwawasan kesehatan - Memberdayakan semua potensi yang ada - Memberikan pelayanan kesehatan dasar yang berkualitas - Menciptakan puskesmas idaman (Indah, Aman dan Nyaman) - Mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi 3.8.3 Struktur Organisasi Puskesmas Sukmajaya Puskesmas Sukmajaya dipimpin oleh seorang kepala puskesmas yang membawahi kepala tata usaha dan unit-unit yang ada pada puskesmas ini. Struktur organisasi Puskesmas Sukmajaya selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 1. 3.8.4 Sumber Daya Manusia Puskesmas Sukmajaya Jumlah keseluruhan tenaga kerja yang dimiliki oleh Puskesmas Sukmajaya adalah 25 orang. 19 orang berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS), sedangkan 6 orang sebagai pegawai sukwan, yang didalamnya termasuk sopir siaga 24 jam. Untuk selengkapnya terdapat pada Tabel 3.2 Tabel 3.2 Data Kepegawaian Puskesmas Sukmajaya No Nama NIP Gol Jabatan 1. Dr. Linda Patricia, MM. 140 229 465 IVa Kepala Puskesmas 2. Hj. Umi Sulamdari, Am. Keb 140 109 859 IIId Pelaksana Bidan 3. Hj. Titik Sunarti 140 141 527 IIId Pelaksana Bidan 4. Hj. Marsiah 140 090 475 IIIc Jurim (Juru Imunisasi) 5. Irma Maryati, Am. K 140 194 125 IIIc Pelaksana Perawat 6. Drg. Emmanuella G.U 480 133 159 IIIc Jurim (Juru Imunisasi) 7. Suyudi 140 144 681 IIIb Staf TU/Staf Pengendali Dokumen 8. Sunarti 140 187 504 IIIb Pelaksana Perawat 9. Dr. Yuniarsih Handayani 480 145 805 IIIb Pelaksana Dokter Umum 10. Dr. Toni Hermawan 480 147 926 IIIb Pelaksana Dokter Umum 11. Drg. Silvia 480 148 287 IIIb Pelaksana Dokter Gigi 12. Sudarmono, SE. 140 329 577 IIIb Staf TU/Bendahara Retribusi 13. Dahlia Gultom 140 259 883 IIIa Pelaksana Perawat 14. Neneng Sumiati, SKM. 140 314 523 IIIa Sanitarian/Bendahara Jamkesmas 15. A. Bari W. Wintoro, SKM. 140 280 606 IId Pelaksana Gizi 16. Hernita 140 328 181 IIc Pelaksana Perawat Gigi 17. Liah Darmilah 140 359 568 IIc Pelaksana Bidan 18. Hidayati 480 133 154 IIb Pelaksana Perawat/Koordinator SP3

45 19. Toni Irawan 480 133 149 IIa Pelaksana Farmasi 20. Henny Dwi Y. Sukwan - Pelaksana Perawat 21. Matroji Sukwan - Sopir 22. Nur Komariah Sukwan - Staf TU (Tata Usaha) 23. Suparno Sukwan - Staf Kebersihan 24. Anneke R Sukwan - Staf TU (Tata Usaha) 25. Miyanto Sukwan - Staf TU (Tata Usaha) Sumber. Data Kepegawaian Puskesmas Sukmajaya April 2009. 3.8.5 Sarana Kesehatan dan Prasarana Penunjang Puskesmas Sukamajaya Untuk menjamin kelancaran dalam melakukan kegiatan pelayanan kesehatan yang diberikan Puskesmas kepada masyarakat kelurahan Mekarjaya dan kelurahan Tirtajaya. Maka puskesmas Sukmajaya memiliki sarana kesehatan dan prasarana penunjang sebagai penunjang kelancarannya. Untuk selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 3.3 Tabel 3.3 Sarana Kesehatan dan Prasarana Penunjang No Jenis Sarana Kelurahan Total Mekarjaya Tirtajaya 1. Praktek Perorangan - Dokter Spesialis - Dokter Umum - Dokter Gigi - Bidan 2 8 4 8 0 0 0 1 2 8 4 9 2. Ruang Bersalin 1 0 1 3. Laboratorium 3 0 3 4. Optik 1 0 1 5. Apotek 10 0 10 6. Pengobatan Tradisional 15 1 16 Sumber : Profil Puskesmas Sukmajaya Kota Depok Tahun 2008. 3.8.6 Tugas Pokok dan Fungsi Petugas Administrasi Puskesmas Sukmajaya UNIT KERJA : LOKET PENDAFTARAN 1. TUGAS POKOK : - Bendahara Operasional - Koordinator dan Pelaksana Kegiatan Loket Pendaftaran dan kasir 2. TUGAS TAMBAHAN : - Penanggung Jawab dan pelaksana Loket Pendaftaran - Pelayanan Administrasi Rujukan ASKES dan UMUM - Melaksanakan tugas sebagai bendahara Tim Manajemen Mutu (ISO) Puskesmas - Menyetor Retribusi ke Dinas Kesehatan - Melaksanakan tugas kedinasan yang diberikan pimpinan

46 3. TANGGUNG JAWAB - Memantau pelaksanaan pelayanan di loket pendaftaran dan kasir - Membuat pertanggung jawaban kegiatan opersional Puskesmas dan kegiatan ISO - Mengambil dan menyusun kembali status pasien 4. WEWENANG Mengatur kegiatan pelaksanaan pelayanan di loket pendaftaran dan kasir. UNIT KERJA : TATA USAHA 1. TUGAS POKOK : - Bendahara Retribusi - Pelaksanan Tata Usaha 2. TUGAS TAMBAHAN : - Ketua tim Penyusunan Profil Puskesmas - Koordinator Kalibrasi Alat Ukur Puskesmas Sukmajaya - Melaksanakan tugas sebagai Sekretaris Tim Manajemen Mutu (ISO) Puskesmas - Membantu pelayanan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) - Pelaksanan Laboratorium - Membantu kegiatan unit lain - Melaksanakan tugas kedinasan yang diberikan pimpinan 3. TANGGUNG JAWAB - Memantau pelaksanaan kegiatan ketatausahaan - Membuat tersusunnya dokumen Sistem Manajemen Mutu di Puskesmas 4. WEWENANG Mengatur kegiatan pelaksanaan ketatausahaan di Puskesmas UNIT KERJA : BALAI PENGOBATAN (BP) BALITA 1. TUGAS POKOK : - Koordinator Sistem Pencatatan Pelaporan Puskesmas (SP3) - Membantu pelayanan kesehatan BP. Balita - Pencatatan dan pelaporan kegiatan BP. Balita 2. TUGAS TAMBAHAN : - Penanggung Jawab Ruangan BP. Balita - Tim Profil dan Perencanaan Puskesmas - Pelaksanan perawat TFC - Pelaksana Program Harm Reduction - Pelaksanan Program Filariasis - Tim P3K Puskesmas Sukmajaya - Menerima pelimpahan wewenang tugas dokter, jika dokter berhalangan hadir

47 3. TANGGUNG JAWAB - Mengkoordinasikan kegiatan pencatatan dan pelaporan di Puskesmas - Menjaga dan merawat alat kesehatan di BP. Balita 4. WEWENANG Mengatur alur kegiatan pelaksanaan pelayanan BP. Balita UNIT KERJA : KLINIK SANITASI 1. TUGAS POKOK : - Koordinator dan pelaksana klinik sanitasi - Bendahara Jamkesmas - Pencatatan dan pelaporan kegiatan klinik sanitasi 2. TUGAS TAMBAHAN : - Melakukan Konseling Sanitasi - Membina Sarana Kesehatan Swasta dan BATTRA - Pelaksana kegiatan Jamkesmas - Tim Siaga Puskesmas - Melaksanakan K3 di Puskesmas - Membantu program Promkes - Membantu Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular (Penyakit Berbasis Lingkungan) - Membantu kegiatan di unit lain - Melaksanakan tugas kedinasan yang diberikan pimpinan 3. TANGGUNG JAWAB - Terlaksananya pelayanan konseling di klinik sanitasi - Membuat laporan kegiatan Jamkesmas - Melakukan pembinaan sarana kesehatan swasta dan BATTRA 4. WEWENANG Mengatur kegiatan K3 di lingkungan Puskesmas