Tugas Welding 5 DEWI LESTARI NATALIA

dokumen-dokumen yang mirip
TUGAS PENYAMBUNGAN MATERIAL 5 RACHYANDI NURCAHYADI ( )

Frekuensi yang digunakan berkisar antara 10 hingga 500 khz, dan elektrode dikontakkan dengan benda kerja sehingga dihasilkan sambungan la

BAB II DASAR TEORI Tinjauan Pustaka

DASAR-DASAR PENGELASAN

DASAR TEKNOLOGI PENGELASAN

BAB I PENDAHULUAN. cukup berat. Peningkatan akan kualitas dan kuantitas serta persaingan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

1 BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. terjadinya oksidasi lebih lanjut (Amanto & Daryanto, 2006). Selain sifatnya

BAB II KERANGKA TEORI

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB II PENGELASAN SECARA UMUM. Ditinjau dari aspek metalurgi proses pengelasan dapat dikelompokkan

Gambar 2.1. Proses pengelasan Plug weld (Martin, 2007)

BAB I PENDAHULUAN. logam menjadi satu akibat adanya energi panas. Teknologi pengelasan. selain digunakan untuk memproduksi suatu alat, pengelasan

II. TINJAUAN PUSTAKA. Seperti diketahui bahwa, di dalam baja karbon terdapat ferrite, pearlite, dan

I. PENDAHULUAN. selain jenisnya bervariasi, kuat, dan dapat diolah atau dibentuk menjadi berbagai

I. PENDAHULUAN. Salah satu cabang ilmu yang dipelajari pada Teknik Mesin adalah teknik

BAB II DASAR TEORI 2.1. Tinjauan Pustaka

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. Pengelasan merupakan bagian tak terpisahkan dari pertumbuhan peningkatan

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

ANALISA KEKUATAN BENDING PADA PENGELASAN FRICTION STIR WELDING ALUMINIUM 6110

PENGELASAN (Lanjutan)

BAB I PENDAHULUAN. penting pada proses penyambungan logam. Pada hakekatnya. diantara material yang disambungkan. Ini biasanya dilakukan

I. PENDAHULUAN. atau lebih dengan memanfaatkan energi panas. luas, seperti pada kontruksi bangunan baja dan kontruksi mesin.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Persentasi Tugas Akhir

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH TEKNIK PENGELASAN KODE / SKS : KK / 2 SKS. Sub Pokok Bahasan dan Sasaran Belajar

WELDABILITY, WELDING METALLURGY, WELDING CHEMISTRY

TIN107 - Material Teknik #10 - Metal Alloys (2) METAL ALLOYS (2) TIN107 Material Teknik

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Indonesia. Pengaruh pengelasan..., RR. Reni Indraswari, FT UI, 2010.

BAB I PENDAHULUAN. Pengelasan adalah suatu proses penggabungan antara dua. logam atau lebih yang menggunakan energi panas.

Pembahasan Materi #11

I. PENDAHULUAN. Dalam dunia konstruksi, pengelasan sering digunakan untuk perbaikan dan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

Analisa Sifat Mekanik Hasil Pengelasan GMAW Baja SS400 Studi Kasus di PT INKA Madiun

PENGARUH FEED RATE TERHADAP STRUKTUR MIKRO, KEKERASAN DAN KEKUATAN BENDING PADA PENGELASAN FRICTION STIR WELDING ALUMINIUM 5052

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA dan LANDASAN TEORI. Berdasarkan definisi dari Deutche Industrie Normen (DIN), las adalah

proses welding ( pengelasan )

PENGARUH KECEPATAN PUTAR TOOL TERHADAP SIFAT MEKANIK SAMBUNGAN ALUMINIUM 1XXX DENGAN METODE FRICTION STIR WELDING. Tri Angga Prasetyo ( )

BAB I PENDAHULUAN. panas yang dihasilkan dari tahanan arus listrik. Spot welding banyak

STUDI PENGARUH VARIASI KUAT ARUS PENGELASAN PELAT AISI 444 MENGGUNAKAN ELEKTRODA AWS E316L

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan dibeberapa tempat, sebagai berikut:

PENGARUH VARIASI KUAT ARUS PENGELASAN TUNGSTEN INERT GAS

Las busur listrik atau las listrik : Proses penyambungan logam dengan menggunakan tegangan listrik sebagai sumber panas.

Analisis Perbandingan Laju Korosi Pelat ASTM A36 antara Pengelasan di Udara Terbuka dan Pengelasan Basah Bawah Air dengan Variasi Tebal Pelat

BAB VI PROSES PENGELASAN

PERLAKUAN PEMANASAN AWAL ELEKTRODA TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN FISIK PADA DAERAH HAZ HASIL PENGELASAN BAJA KARBON ST 41

SKRIPSI / TUGAS AKHIR

BAB I PENDAHULUAN. Banyak cara yang dapat dilakukan dalam teknik penyambungan logam misalnya

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

TUGAS AKHIR. PENGARUH JENIS ELEKTRODA PADA HASIL PENGELASAN PELAT BAJA St 32 DENGAN KAMPUH V TUNGGAL TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN KEKUATAN TARIKNYA

Prosiding SNATIF Ke -4 Tahun 2017 ISBN:

I. PENDAHULUAN. sampah. Karena suhu yang diperoleh dengan pembakaran tadi sangat rendah maka

PENGARUH PENGELASAN TUNGSTEN INERT GAS TERHADAP KEKUATAN TARIK, KEKERASAN DAN MIKRO STRUKTUR PADA PIPA HEAT EXCHANGER

MAKALAH PELATIHAN PROSES LAS BUSUR NYALA LISTRIK (SMAW)

Laporan Praktikum. Laboratorium Teknik Material. Modul F Analisis Struktur Mikro Sambungan Las (SMAW) Oleh : : Surya Eko Sulistiawan NIM :

PENGARUH FILLER DAN ARUS LISTRIK TERHADAP SIFAT FISIK-MEKANIK SAMBUNGAN LAS GMAW LOGAM TAK SEJENIS ANTARA BAJA KARBON DAN J4

Ir Naryono 1, Farid Rakhman 2

BAB IV DATA DAN ANALISA

STUDI KOMPARASI KUALITAS HASIL PENGELASAN PADUAN ALUMINIUM DENGAN SPOT WELDING KONVENSIONAL DAN PENAMBAHAN GAS ARGON

BAB I PENDAHULUAN. Kekuatan tarik adalah sifat mekanik sebagai beban maksimum yang terusmenerus

Penelitian Kekuatan Sambungan Las pada Plat untuk Dek Kapal Berbahan Plat Baja terhadap Sifat Fisis dan Mekanis dengan Metode Pengelasan MIG

BAB I PENDAHULUAN. peningkatan efisiensi penggunaan BBM. Penggantian bahan pada. sehingga dapat menurunkan konsumsi penggunaan BBM.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. proses pengelasan. Pada proses pengelasan terdapat berbagai jenis

Pengaruh Variasi Arus terhadap Struktur Mikro, Kekerasan dan Kekuatan Sambungan pada Proses Pengelasan Alumunium dengan Metode MIG

Studi Karakteristik Hasil Pengelasan MIG Pada Material Aluminium 5083

Oleh Wahyu Ade Saputra ( ) Dosen Pembimbing 1. Ir. Achmad Zubaydi, M.Eng., Ph.D 2. Ir. Soeweify, M.Eng

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu material yang sangat penting bagi kebutuhan manusia adalah

BAB 1 PROSES PENGELASAN

Gambar 4.1. Hasil pengelasan gesek.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

STUDI PENGARUH PERLAKUAN PANAS PADA HASIL PENGELASAN BAJA ST 37 DITINJAU DARI KEKUATAN TARIK BAHAN

PENGARUH FEED RATE TERHADAP SIFAT MEKANIK PADA FRICTION STIR WELDING ALUMUNIUM

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan dengan pesat. Ditemukannya metode-metode baru untuk mengatasi

PENGARUH POSISI PENGELASAN TERHADAP KEKUATAN TAKIK DAN KEKERASAN PADA SAMBUNGAN LAS PIPA

STUDI PENGARUH BESARNYA ARUS LISTRIK TERHADAP DISTRIBUSI KEKERASAN, STRUKTUR MIKRO, DAN KEKUATAN IMPAK PADA BAJA KARBON RENDAH JENIS SB 46

PENGARUH PENGELASAN ALUMINIUM 5083

PENGARUH SUHU PREHEAT DAN VARIASI ARUS PADA HASIL LAS TIG ALUMINIUM PADUAN TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KEKERASAN

BAB 8. Materi las acetylene

BAB I PENDAHULUAN. semakin dibutuhkan. Semakin luas penggunaan las mempengaruhi. mudah penggunaannya juga dapat menekan biaya sehingga lebih

Pengaruh Kondisi Elektroda Terhadap Sifat Mekanik Hasil Pengelasan Baja Karbon Rendah

BAB I PENDAHULUAN. atau non ferrous dengan memanaskan sampai suhu pengalasan, dengan atau tanpa menggunakan logam pengisi ( filler metal ).

Program Studi Teknik Mesin S1

BAB II LANDASAN TEORI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh arus pengelasan

PENGARUH HEAT TREATMENT

BAB I PENDAHULUAN. adalah sebagai media atau alat pemotongan (Yustinus Edward, 2005). Kelebihan

ELEMEN PENGIKAT SAMBUNGAN PERMANEN ( PENGELASAN & PENYOLDERAN )

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

BAB I PENDAHULUAN. dimana logam menjadi satu akibat panas las, dengan atau tanpa. pengaruh tekanan, dan dengan atau tanpa logam pengisi.

Studi Komparasi Sambungan Las Dissimilar AA5083- AA6061-T6 Antara TIG dan FSW

Pengujian Impak (Hentakan) Pengujian Metalografi Pengujian Korosi Parameter pada Lambung Kapal...

Simposium Nasional RAPI XII FT UMS ISSN

PENGARUH SUHU NORMALIZING TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS PENGELASAN BAJA PLAT KAPAL. Sutrisna*)

Transkripsi:

DEWI LESTARI NATALIA

1. Jelaskan prinsip kerja las dingin (cold welding)! Sebutkan beberapa syarat utama agar material dapat disambung dengan metoda ini! Las dingin atau biasa disebut dengan cold welding adalah salh satu proses solid state welding dimana prinsip kerjanya berupa sambungan dihasilkan dari tekanan dua buah material pada temperatur ruang. Proses ini tidak memerlukan panas sama sekali baik itu dari luar ataupun ditimbulkan oleh proses pengelasannya. Prinsip kerja las dingin pada dasarnya adalah dua buah benda kerja yang saling berhadapan kedua ujungnya (butt), dijepit oleh alat penjepit, selanjutnya tekanan diberikan dikedua ujung tersebut sehingga terjadi proses penyambungan. Proses ini memerlukan gaya yang cukup besar agar terjadi kontak antar muka yang baik. Syarat utama agar material dapat disambung dengan metoda ini ialah: a. Minimal satu logam yang akan memiliki sifat ulet / sangat liat. b. Tidak mengalami pengerasan regang yang drastis. 2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Threshold Deformation serta kegunaan nilai tersebut pada suatu material. Berilah contoh perhitunganuntuk material Aluminum & Paduannya! Threshold deformation merupakan parameter yang sangat penting yang berfungsi untuk menentukan kekuatan maksimum yang dapat dicapai dari proses cold Departemen Teknik Metalurgi dan Material FTUI Page 1

welding. Kegunaan threshold deformation adalah untuk mengetahui batasan minimum agar material memiliki ikatan pada saat mengalami deformasi dingin. Contoh perhitungan untuk material Aluminum dan Paduannya: Ketebalan awal (to) = 18 mm Ketebalan akhir (tf) = 5 mm Maka, 3. Jelaskan faktor apa saja yang mempengaruhi nilai threshod deformation! Serta jelaskan hubungan threshold deformation dengan pressure dan preparasi permukaan untuk proses cold welding! Faktor yang mempengaruhi nilai threshold deformation ialah: a. Jenis material b. Struktur kristal material c. Persiapan permukaan d. Tekanan (pressure) yang diberikan ke material Hubungan antara threshold deformation dengan pressure dan preparasi permukaan untuk proses cold welding: Pressure pada material maka, threshold deformation dan kekuatan sambungan. Semakin baik persiapan permukaan maka, threshold deformation. 4. Jelaskan prinsip kerja explosive welding dengan skematis gambar! Berilah contoh aplikasi dilapangan! Departemen Teknik Metalurgi dan Material FTUI Page 2

Explosion Welding adalah proses solid state welding dimana sambungan dihasilkan oleh tumbukan (impak) berkecepatan tinggi benda kerja akibat ledakan (detonasi). Prinsip kerjanya menggunakan tiga komponen, yaitu base metal, prime metal, explosive. Secara rinci, prinsip kerjanya adalah: a. Ketiga komponen disusun dimana prime component diletakan pada lapisan tengah dan detonator di bagian atasnya. b. Dengan meledakan detonator maka prime component akan menumbuk base metal sehingga deformasi plastis terjadi dan kedua pelat tersambung. Gambar Prinsip kerja explosive welding Departemen Teknik Metalurgi dan Material FTUI Page 3

Contoh aplikasi di lapangan seperti pada saat cladding material. Selain itu, biasanya explosive welding dapat dilakukan pada material baja karbon dengan baja tahan karat, titanium pada low carbon steel, dan iron-nickel base alloy pada low carbon steel. 5. Jelaskan prinsip kerja ultrasonic welding dengan skematis gambar serta mekanisme penyambungan (bonding) dari metoda ini! Jelaskan hubungan energi panas yang dipakai dengan properties material yang disambung. Serta berilah contoh aplikasi dilapangan! Ultrasonic Welding adalah proses solid state welding dimana sambungan dihasilkan oleh energi vibrasi ber-frekuensi tinggi dan tekanan pada benda kerja. Ikatan sambungan (bonding) terjadi tanpa adanya peleburan dari logam induk. Prinsip Kerja: Vibrasi ultrasonic yang dihasilkan oleh transduser di transmisikan ke ujung sonotrode sehingga dua lembaran logam yang disambung akan timbul panas dan pecahnya lapisan oksida selanjutnya dengan tekanan dari clamping akan mengakibatkan material tersambung. Departemen Teknik Metalurgi dan Material FTUI Page 4

Pada metode ultrasonic welding ini terdapat hubungan antara energi yang dibutuhkan dan weldability, yang dapat dilihat dari rumus di bawah ini: Dimana: E = Electrical Energy, W.s (J) K = Konstanta dari sistem pengelasan H = Vicker Hardness Number T = Ketebalan benda kerja yang kontak dengan sonotrode (mm) Dari rumus tersebut dapat hubungan bahwa semakin keras suatu material maka energi yang dibutuhkan pun akan semakin besar. Hal tersebut juga dibuktikan oleh gambar di bawah ini. Departemen Teknik Metalurgi dan Material FTUI Page 5

Contoh penggunaan aplikasi ultrasonic welding di lapangan ditunjukan seperti gambar di bawah ini: 6. Jelaskan prinsip kerja friction welding dengan skematis gambar! Serta keuntungan dan keterbatasan dari friction welding! Berilah contoh aplikasi dilapangan! Friction welding adalah proses solid state welding dimana sambungan diperoleh akibat gaya tekan antara permukaan benda kerja yang saling kontak dan berputar relatif Departemen Teknik Metalurgi dan Material FTUI Page 6

teerhadap lainnya untuk menghasilkan panas dan deformasi plastis permukaan kedua ujungnya. Prinsip kerjanya: a. Dua buah benda kerja ditekan dan diputar sehingga akibat friksi keduanya akan timbul panas. b. Selanjutnya dipakai untuk proses penyambungan. Tahap-tahapnya dapat dijelaskan dari gambar di samping: a) Benda diputar b) Benda yang diam ditekan ke benda yang berputar c) Terjadi gesekan d) Terjadi penyambungan Keuntungan Tanpa ada pencairan logam. Pemanasan friksi hanya lokal, sehingga pelunakan tidak menyebar. Dapat menyambung dua material yang berbeda. Keterbatasan Untuk logam yang sama jenis dan bentuk geometrinya. Biasanya untuk benda yang berbentuk batangan bulat. Biaya tinggi. Prosesnya cepat. Preparasi benda kerja sangat menetukan hasil las. Departemen Teknik Metalurgi dan Material FTUI Page 7

Contoh penggunaan aplikasi friction welding di lapangan adalah: 7. Jelaskan prinsip kerja Roll Bonding dengan skematis gambar. Serta keuntungan dan keterbatasan dari Roll Bonding. Berilah contoh aplikasi dilapangan. Pengelasan rol termasuk proses pengelasan padat dimana proses penekanannya menggunakan peralatan rol, baik dengan pemanasan dari luar atau tidak. Bila tanpa menggunakan panas dari luar, prosesnya disebut pengelasan rol dingin, sedang bila menggunakan panas dari luar prosesnya disebut pengelasan rol panas. Pengelasan rol biasa digunakan untuk melapisi baja karbon atau baja paduan dengan baja tahan karat agar memiliki ketahanan terhadap korosi, atau untuk membuat dwimetal yang digunakan untuk pengukuran temperatur. Prinsip Kerja Roll Bonding: Departemen Teknik Metalurgi dan Material FTUI Page 8

Keuntungan Keterbatasan Dapat diaplikasikan pada suhu ruang Relatif jarang digunakan untuk produksi dan suhu panas massal Digunakan untuk mengombinasikan Pengembangan dari metode ini belum dua material yang berbeda untuk cukup luas memperoleh logam dengan aplikasi yang berbeda Aplikasi di lapangan: Untuk U.S. quarters, untuk membuat dua lapisan luar dari 75% Cu- 25% Ni dengan bagian tengah dari Cu murni. 8. Jelaskan prinsip kerja friction stir-welding (FSW) dengan skematis gambar. Berilah contoh jenis material logam yang umumnya diaplikasikan untuk jenis pengelasan ini. Serta Sebutkan beberapa keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan metoda FSW!. Prinsip kerja friction stir welding : 1) Pin yang berputar dengan kecepatan 3000-4000 rpm diletakkan pada material 2) Material dipanaskan karena adanya friksi 3) Material yang telah dipanaskan tersebut akan mencapai temperatur plastisasi (800F untuk aluminum) 4) Material yang telah terplastisasi tersampir kembali ke pin 5) Material tersebut mengalami pendinginan dengan terbentuknya butir butir yang lebih halus dibandigkan dengan material induknya. Departemen Teknik Metalurgi dan Material FTUI Page 9

Material logam yang umumnya diaplikasikan pada metode ini: Aluminum dan aluminum paduan, Magnesium, Copper, Zinc, Lead, dll Keuntungan FSW: Lebih kuat dan lebih bersih bila dibandingkan dengan fusion welds Keuletan tinggi pada las Energi efisiensi Simpel dan bersih (no fume,arcs,spatter) Perlakuan sesudah dan straightening tidak diperlukan Low distrosi dan shrinkage Tidak ada porosity, lack of fusion, perubahan komposisi pada material 9. Sebutkan beberapa parameter las untuk Friction Stir Welding (mis. jumlah rpm minimum) pada Aluminium paduan dan gambarkan & jelaskan skematis daerah lasannya! Departemen Teknik Metalurgi dan Material FTUI Page 10

Parameter las untuk FSW: Jumlah rpm minimum: 3000-4000 rpm Pemanasan material hingga suhu 800 F Skematis daerah pengelasan: Pada daerah lasan yang dihasilkan oleh metode FSW ini struktur sambungan lebih halus dibandingkan base metal-nya. Hal tersebut disebabkan karena pada struktur sambugan tersebut dihasilkan butir yang lebih halus dibanding base metal-nya. 10. Berilah penjelasan mengenai material pengaduk (friction stirrer) yang dipakai untuk proses FSW. Jelaskan jenis material yang dipakai dan perlakuan apa saja yang diberikan di bagian permukaan material tsb. Material yang cocok antara lain AISI H13, AISI H22 dll Material tersebut harus memiliki melting point yang lebih tinggi dari benda kerja. Sebaiknya material pengaduk harus memiliki melting point setidaknya 100 fahrenheit lebih tinggi dari benda kerja atau 200 F untuk aluminium. Lebih lanjut material pengaduk tersebut juga harus memiliki kekuatan yang lebih baik dibandingkan benda kerja. Selain itu material pun harus memiliki ketahanan aus yang baik, dan Departemen Teknik Metalurgi dan Material FTUI Page 11

machinability yang baik. Jenis perlakuan permukaan yang dapat dilakukan antara heat treatment berupa hardening, tempering (menurunkan kekerasan menjadi 45-47 HRC), annealing (untuk remachining). 11. Bandingkan beberapa kemampuan spot resistance welding dan ultrasonic welding untuk penyambungan material. Spot resistance welding Ultrasonic welding Mempunyai daerah lebur Tidak terdapat daerah lebur Pada logam dengan konduktifitas tinggi Dapat untuk menyambung logam berbeda membutuhkan energi yang tinggi (dissimilar) bahkan logam berlapis (plating/coating) Panas tidak sampai ke tengah Untuk logam yang mempunyai konduktivitas tinggi (Cu, Al) hanya memerlukan energi yang lebih rendah Terdapat bunga api yang dapat Tekanan yang dibutuhkan kecil dan panas menyebabkan kebakaran atau ledakan sampai ke tengah Electrical shock rentan terjadi Umumnya digunakan untuk logam yang berukuran relatif kecil Terdapat asap pada proses pengelasan Kualitas sambungan seragam karena transfer enerfi dan sisa panas yang dilepaskan konstan dan terbatas pada daerah sambungan. Apabila menggunakan densitas arus yang terlalu tinggi maka dapat menyebabkan logam cair terlempar dan berdampak atas terbentuknya rongga, retak dan menurunkan sifat mekanik hasil lasan Departemen Teknik Metalurgi dan Material FTUI Page 12

12. Jelaskan Prinsip kerja EBW & LBW beserta gambar! Electron Beam Welding (EBW) proses pengelasan yang melibatkan pencairan karena adanya energi yang disuplai dari hasil tumbukan berkas sinar elektron yang terfokus. Sinar ini kemudian dipercepat dalam vakum hingga ~60% kecepatan cahaya sehingga sewaktu menumbuk ke benda kerja akan terbebaskan ~99% energi kintetiknya menjadi panas dan timbul pengelasan lokal. Laser Beam Welding (LBW) proses pengelasan yang menggunakan enersi radiasi elektromagnetik untuk mencairkan bagian logam yang akan disambung. Laser merupakan kepanjangan dari Light Amplification by Stimulated Emmision of Radiation. LBW memiliki 2 sistem yaitu system solid laser (YAG Laser) dan gas laser (CO 2 Laser). Departemen Teknik Metalurgi dan Material FTUI Page 13

13. Jelaskan mekanisme tahapan penyambungan pada Thermit Welding dan gambarkan grafik skematisnya? Sejumlah oksida logam direduksi dengan misal, Aluminium yang membebaskan sejumlah panas yang dapat mencairkan logam yang akan disambung. Reaksi kimia eksotermik : Sebelum pengelasan, dibuat cetakan seperti pada gambar di bawah ini. Terdapat runer, riser, power gate,dan lain-lain. Pada lubang menggunakan preheating dengan burner. 14. Jelaskan persyaratan untuk personel underwater welding! Ada beberapa syarat untuk personel underwater welding, diantaranya: Mempunyai sertifikasi welder dan juga merupakan commercial diver (penyelam). Mampu mempersiapkan dan men-set-up keperluan pengelasan. Departemen Teknik Metalurgi dan Material FTUI Page 14

Mempunyai kemampuan untuk mengelas sesuai dengan AWS D3.6, Standard Memenuhi spesifikasi untuk Underwater Welding (wet or dry). Menguasai kemampuan untuk menjamin sesuainya prosedur pengelasan underwater dengan standar yang telah ada. 15. Jelaskan jenis dari underwater welding dan manakah metoda yang umum diaplikasikan! Wet underwater welding, dimana las busur logam manual (MMAW) adalah yang biasa dilakukan. Flux Cored Arc Welding juga banyak digunakan. Coffer dam welding, dilakukan dalam keadaan kering, di udara, dimana sebuah rigid steel structure digunakan sebagai tempat Welder tertutup terhadap bagian yang akan dilas dan terbuka terhadap atmosfer. Hyperbaric welding, dimana sebuah Chamber tertutup di sekeliling struktur yang akan dilas dan diisi dengan gas helium 0,5 bar O 2. Metode yang sering diaplikasikan adalah wet underwater welding, ini dikarenakan metode ini lebih mudah dan peralatannya sederhana. Selain itu menghasilkan hasil lasan yang cukup baik karena menggunakan flux sebagai pelindungnya. 16. Sebutkan keterbatasan dan resiko dalam under water welding? Keterbatasan : Air menyebabkan terjadinya rapid cooling (pendinginan cepat) sehingga nantinya menyebabkan hasil lasan rawan crack. Hasil lasan akan menjadi relatif getas (brittle) karena hidrogen dapat bereaksi dengan hasil lasan secara kimiawi. Selain itu karena berada dalam air, akan menyebabkan kecepatan pendinginan hasil lasan menjadi tinggi, akibatnya, akan terbentuk fasa brittle setelah dilas. Departemen Teknik Metalurgi dan Material FTUI Page 15

Resiko : Rawan ledakan, karena adanya oksigen dan hidrogen yang dihasilkan oleh busur lisrik pada lasan basah. Welder dapat tekena arus tegangan tinggi (electric shock). Nitrogen dapat masuk ke dalam tubuh welder karena terlalu lama berada di dalam air, yang membuat tekanan darah menjadi tinggi. Hal ini dapat mengakibatkan kehilangan kesadaran. 17. Jelaskan keuntungan dan keterbatasan dari EBW dan LBW! Electron Beam Welding Keuntungan EBW Penetrasinya dalam (rasio 1:20). Bagian HAZ sempit. Distorsi kecil. Hasil las bersih. Prosesnya cepat dan presisi. Energi (HI) yang diberikan relatif kecil. Keterbatasan EBW Peralatan mahal karena memerlukan ruang vakum. Benda kerja tergantung pada ruang vakum. Rentan terhadap retak karena kecepatan pembekuan terlalu cepat. Laser Beam Welding Keuntungan LBW Masukan panasnya kecil. HAZ sempit. Distorsi kecil. Tidak memerlukan elektroda. Proses tanpa kontak dan ruang vakum. Tidak dipengaruhi oleh medan magnet. Keterbatasan LBW Sambungan harus diposisikan secara akurat. Perlu clamping yang baik. Ketebalan lasan terbatas (maksimum 19 mm). Rentan terhadap retak karena kecepatan pembekuan tinggi. Departemen Teknik Metalurgi dan Material FTUI Page 16

18. Apa yang disebut Hybrid Welding Process dan sebutkan beberapa contoh proses hybrid welding process serta keuntungan dari proses tersebut! Hybrid Welding Processn adalah Pengelasan yang menggabungkan laser welding dan arc welding sehingga dihasilkan daerah kampuh las yang lebih baik. Contoh Hybrid Welding Process: Keuntungan Hybrid Welding: Distorsi kecil Hasil lasan lebih bersih Daerah HAZ (Heat Affected Zone) sempit Penetrasi yang tinggi. Departemen Teknik Metalurgi dan Material FTUI Page 17

Mengurangi cost produksi. Meningkatkan produktivitas 19. Sebutkan jenis nyala api pada proses OAW beserta rasio dari 2 gas yang dicampur dan jelaskan aplikasi dari masing2 nyala api tersebut. Jenis nyala api proses OAW : Nyala Netral Digunakan untuk pengelasan, perbandingan O 2 dan acytelyne = 1:1 Cocok untuk mengelas kebanyakan logam. Nyala Oksidasi Untuk las Brazing, perbandingan O 2 dan acytelyne = 2:1 Umumnya untuk mengelas Al dan Baja C tinggi. Nyala Karburisasi Untuk Flame Hardenig, perbandingan O 2 dan acytelyne = 1: 2 untuk mengelas Brass. Departemen Teknik Metalurgi dan Material FTUI Page 18

Rasio gas yang dicampur : Departemen Teknik Metalurgi dan Material FTUI Page 19