Sistem Computer Vision Berbasis Metode Position Averaging Point untuk Pemilah Ikan Lele

dokumen-dokumen yang mirip
Pemantauan Kondisi Kepadatan Jalan Kelurahan Sawojajar dengan menggunakan Image Processing Berbasis Visual Basic 6.0

Pengaruh Isolated Neighborhood- Averaging Filters Pada Kinect Structural Noise Sebagai Sistem Navigasi Robot Wild Thumper

Suatu proses untuk mengubah sebuah citra menjadi citra baru sesuai dengan kebutuhan melalui berbagai cara.

COMPUTER VISION UNTUK PENGHITUNGAN JARAK OBYEK TERHADAP KAMERA

Muhammad Zidny Naf an, M.Kom. Gasal 2015/2016

PENGOLAHAN CITRA DIGITAL

STMIK GI MDP. Program Studi Teknik Informatika Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2010/2011

Peningkatan Kualitas Citra Digital Berbasis Color Constancy Menggunakan Gray World

ANALISIS CONTRAST STRETCHING MENGGUNAKAN ALGORITMA EUCLIDEAN UNTUK MENINGKATKAN KONTRAS PADA CITRA BERWARNA

Sesi 2: Image Formation. Achmad Basuki PENS-ITS 2006

BAB II LANDASAN TEORI

Pembentukan Citra. Bab Model Citra

SAMPLING DAN KUANTISASI

Pengantar PENGOLAHAN CITRA. Achmad Basuki PENS-ITS Surabaya 2007

BAB 2 LANDASAN TEORI

Analisa Perbandingan Metode Edge Detection Roberts Dan Prewitt

PENERAPAN SEGMENTASI MULTI KANAL DALAM MENDETEKSI SEL PARASIT PLASMODIUM SP. I Made Agus Wirahadi Putra 1, I Made Satria Wibawa 2 ABSTRAK

UJI COBA THRESHOLDING PADA CHANNEL RGB UNTUK BINARISASI CITRA PUPIL ABSTRAK

Pengenalan Karakter Sintaktik menggunakan Algoritma Otsu dan Zhang-Suen

BAB III METODE PENELITIAN. tracking obyek. Pada penelitian tugas akhir ini, terdapat obyek berupa bola. Gambar 3.1. Blok Diagram Penelitian

One picture is worth more than ten thousand words

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN

KONVERSI FORMAT CITRA RGB KE FORMAT GRAYSCALE MENGGUNAKAN VISUAL BASIC

BAB III METODE PENELITIAN

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI UNTUK MENDESAIN KARTU UCAPAN

BAB III PERANCANGAN SISTEM. Pada dewasa sekarang ini sangat banyak terdapat sistem dimana sistem tersebut

TEKNIK PENGOLAHAN CITRA MENGGUNAKAN METODE KECERAHAN CITRA KONTRAS DAN PENAJAMAN CITRA DALAM MENGHASILKAN KUALITAS GAMBAR

PENENTUAN KUALITAS DAUN TEMBAKAU DENGAN PERANGKAT MOBILE BERDASARKAN EKSTRASI FITUR RATA-RATA RGB MENGGUNAKAN ALGORITMA K-NEAREST NEIGHBOR

LANDASAN TEORI. 2.1 Citra Digital Pengertian Citra Digital

BAB III PROSEDUR DAN METODOLOGI

BAB II LANDASAN TEORI

LAPORAN AKHIR RANCANGAN SISTEM VISION UNTUK KEPERLUAN GRADING DALAM MENGANTISIPASI KEBUTUHAN INDUSTRI PERIKANAN

Deteksi dan Klasifikasi Citra Berdasarkan Warna Kulit Menggunakan HSV

BINARISASI CITRA MENGGUNAKAN PENCOCOKAN PIKSEL

Pertemuan 2 Representasi Citra

Bab 3. Perancangan Sistem

BAB IV PENGUJIAN SISTEM. koordinat pada tiap-tiap area, akses pixel, contrast streching, histogram. yang

BAB III METODE PENELITIAN

Program Aplikasi Komputer Pengenalan Angka Dengan Pose Jari Tangan Sebagai Media Pembelajaran Interaktif Anak Usia Dini

Analisa Hasil Perbandingan Metode Low-Pass Filter Dengan Median Filter Untuk Optimalisasi Kualitas Citra Digital

BAB IV ANALISA. 4.1 Analisa teknik pengolahan citra

Gaya 1 berisi seni neoplastic modern. Misalnya: Gaya 2 berisi lansekap impresionis. Misalnya: Gaya 3 berisi lukisan aksi ekspresionis.

BAB II LANDASAN TEORI

Pengolahan Citra : Konsep Dasar

IMPLEMENTASI ALGORITMA COLOR FILTERING PADA APLIKASI GITAR VIRTUAL

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

DETEKSI NOMINAL MATA UANG DENGAN JARAK EUCLIDEAN DAN KOEFISIEN KORELASI

Arga Wahyumianto Pembimbing : 1. Dr. I Ketut Eddy Purnama, ST., MT 2. Christyowidiasmoro, ST., MT

BAB 4 PEMROSESAN CITRA DAN IMPLEMENTASI Pemrosesan Citra dan Rancangan Eksperimen untuk Fusi Citra

BAB II DASAR TEORI. CV Dokumentasi CV berisi pengolahan citra, analisis struktur citra, motion dan tracking, pengenalan pola, dan kalibrasi kamera.

BAB 4 HASIL DAN ANALISA

SISTEM PENJEJAK POSISI OBYEK BERBASIS UMPAN BALIK CITRA

BAB II LANDASAN TEORI. Pengolahan Citra adalah pemrosesan citra, khususnya dengan menggunakan

PENERAPAN SPATIAL MASK UNTUK PEMBENTUKAN EFEK SEPIA PADA CITRA DIGITAL DENGAN MODIFIKASI NILAI PIKSEL ABSTRAK

BAB 2 TINJAUAN TEORETIS

ANALISIS STEGANOGRAFI METODE TWO SIDED SIDE MATCH

GRAFIK KOMPUTER DAN PENGOLAHAN CITRA. WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI.

BAB 2 LANDASAN TEORI

TEKNIK PENGOLAHAN CITRA. Kuliah 4 Pengolahan Titik (2) Indah Susilawati, S.T., M.Eng.

ANALISIS PERBANDINGAN METODE PREWITT DAN CANNY UNTUK IDENTIFIKASI IKAN AIR TAWAR

Citra Digital. Petrus Paryono Erick Kurniawan Esther Wibowo

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

IDENTIFIKASI PENYAKIT LEUKIMIA AKUT PADA CITRA DARAH MIKROSKOPIS

SEGMENTASI CITRA TELUR AYAM BERDASARKAN PERBEDAAN RUANG WARNA RGB DAN LAB

DETEKSI GERAK BANYAK OBJEK MENGGUNAKAN BACKGROUND SUBSTRACTION DAN DETEKSI TEPI SOBEL

BAB II LANDASAN TEORI

Pengembangan Algoritma Pengubahan Ukuran Citra Berbasiskan Analisis Gradien dengan Pendekatan Polinomial

PEMILIHAN. Runtunan. Dian Palupi Rini, M.Kom

BAB III PENGOLAHAN DATA

BAB IV PENGUJIAN SISTEM. mendeteksi tempat parkir yang telah selesai dibuat. Dimulai dari pengambilan

Gambar 15 Contoh pembagian citra di dalam sistem segmentasi.

BAB 2 LANDASAN TEORI

IDENTIFIKASI NOMOR POLISI KENDARAAN BERMOTOR MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN SELF ORGANIZING MAPS (SOMS)

APLIKASI JARINGAN SARAF TIRUAN UNTUK INVENTARISASI LUAS SUMBER DAYA ALAM STUDI KASUS PULAU PARI

Proses memperbaiki kualitas citra agar mudah diinterpretasi oleh manusia atau komputer

Segmentasi Dan Pelabelan Pada Citra Panoramik Gigi

BAB III PROSEDUR DAN METODOLOGI. Pada bab ini kita akan melihat masalah apa yang masih menjadi kendala

BAB 2 LANDASAN TEORI

Sesi 3 Operasi Pixel dan Histogram. : M. Miftakul Amin, S. Kom., M. Eng.

KONTROL ROBOT MOBIL PENJEJAK GARIS BERWARNA DENGAN MEMANFAATKAN KAMERA SEBAGAI SENSOR

Implementasi Skeletal Tarcking dalam Sistem Navigasi Mobile Robot Menggunakan Sensor Kinect

Pengenalan Processing untuk Image Processing

Oleh: Riza Prasetya Wicaksana

PRAPROSES CITRA MENGGUNAKAN KOMPRESI CITRA, PERBAIKAN KONTRAS, DAN KUANTISASI PIKSEL

ABSTRAK Robovision merupakan robot yang memiliki sensor berupa indera penglihatan seperti manusia. Untuk dapat menghasilkan suatu robovision, maka

STMIK AMIKOM PURWOKERTO PENGOLAHAN CITRA. Akuisisi dan Model ABDUL AZIS, M.KOM

ANALISA HASIL PERBANDINGAN IDENTIFIKASI CORE POINT PADA SIDIK JARI MENGGUNAKAN METODE DIRECTION OF CURVATURE DAN POINCARE INDEX

PENGOLAHAN CITRA RADIOGRAF PERIAPIKAL PADA DETEKSI PENYAKIT PULPITIS MENGGUNAKAN METODE ADAPTIVE REGION GROWING APPROACH

IDENTIFIKASI DAN TRACKING OBJEK BERBASIS IMAGE PROCESSING SECARA REAL TIME

Penggunaan Filter Frekuensi Rendah untuk Penghalusan Citra (Image Smoothing)

BAB 1V HASIL SIMULASI DAN ANALISIS

Pengenalan Benda di Jalan Raya dengan Metode Kalman Filter. Roslyn Yuniar Amrullah

Elvin Nur Afian, Rancang Bangun Sistem Navigasi Kapal Laut berbasis pada Image Processing metode Color Detection

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menggunakan PCA, kemudian penelitian yang menggunakan algoritma Fuzzy C-

Pengolahan Citra Berbasis Deteksi Tepi Prewitt Pada Gambar Gigi Manusia Image Processing Based On Prewitt Edge Detection For Human Dental Image

Lampiran A HELP EZTWAIN. crash.

Aplikasi Kamera Web Untuk Menggerakkan Gambar Objek Dengan Jari Tangan

Transkripsi:

Sistem Computer Vision Berbasis Metode Position Averaging Point untuk Pemilah Ikan Lele Aditya Kurniawan, Kholilatul Wardani Politeknik Kota Malang Kompleks Pendidikan Internasional Tlogowaru No 3, telp/fax (0341) 754088 e-mail: aditya@poltekom.ac.id Abstrak Pada penelitian ini dibuat aplikasi machine vision yang menggunakan algoritma averaging point untuk mengatasi kesalahan pengukuran panjang ikan lele secara visual dikarenakan posisi tubuh (lengkungan) objek ukur yang bervariasi.algoritma ini bekerja dengan cara menentukan titik tengah, batas kiri dan kanan objek, serta menarik sebuah garis lurus yang melewati titik tengah untuk mengukur panjang objek. Rata rata akurasi pengukuran dengan menggunakan algoritma ini adalah 96.5 %. Simpangan / error terbesar adalah 2.5 mm pada lengkungan dengan penyusutan dari ujung ke ujung sebesar 30%. Berdasarkan perhitungan Pearson Correlation, disimpulkan bahwa lengkungan memiliki hubungan sebab akibat yang kecil terhadap error dalam pengukuran panjang ikan dengan konstanta pearson sebesar 0.26. Kata kunci: machine vision, averaging point, ikan lele, pearson 1. Pendahuluan Machine Vision merupakan perkembangan dari aplikasi pengolahan citra (image processing) yang memiliki output berupa action dari aktuator. Image yang diidentifikasi oleh sensor / kamera akan dikirimkan ke komputer (yang dalam hal ini sebagai otak) yang kemudian diproses sedemikian rupa, selanjutnya komputer memberikan perintah kepada aktuator untuk melakukan sebuah perintah / aksi. Dengan machine vision, maka akan mempermudah proses produksi untuk menghasilkan benda/barang yang cepat dan reliabel. Dalam hal pemilah ikan lele yang memanfaatkan sistem computer vision untuk pemilahan ikan nya, didapatkan beberapa permasalahan diantaranya yaitu; (1) posisi ikan lele yang sedang diukur menggunakan algoritma image harus dalam posisi lurus. (2) posisi ikan lele yang melengkung akan mengurangi akurasi ukuran panjang ikan pada pengukuran barbasis image. Karena hal itulah maka perlu adanya pendekatan baru dalam sistem pemilah ikan berbasis computer vision yang dapat mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana metode averaging point dapat meminimalisir kesalahan ukur panjang ikan yang berbentuk melengkung. Algoritma yang digunakan pada penelitian ini adalah algoritma dasar feature extraction, yang mana pemisahan antara komponen warna (merah, hijau, dan biru) dipisahkan melalui algoritma sebagai berikut : P 8 MOD(2 ) P( x, ( R, G( x,, B(, )) P(, ) MOD(2 ) MOD(2 ), Int, 8 Int (1) x y x y (2 ) 2 Dengan: P(x, : adalah nilai mentah pada pixel kolom y baris x yang bernilai 0-581375. R(x, : adalah nilai red (merah) pada pixel kolom y baris x yang bernilai 0-255. G(x, : adalah nilai green (hijau) pada pixel kolom y baris x yang bernilai 0-255. B(x, : adalah nilai blue (biru) pada pixel kolom y baris x yang bernilai 0-255. TELKA, Vol.2, No.1, Mei 20, pp. 10~17 10

11 2. Metodologi Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah dengan melakukan capture pada citra ikan lele dengan variasi lengkungan yang beragam, dan membandingkanya dengan ukuran lele yang sebenarnya (dalam mm). Capture dengan menggunakan metode averaging ponit dilakukan sebanyak 10 kali capture pada panjang dan lengkungan ikan yang sama. Perulangan dilakukan dengan variasi lengkungan sebanyak 9 variasi. Setup penelitian dapat digambarkan seperti pada gambar Gambar1. (1) (2) Gambar 1. Setup penelitian Tabel 1. Variabel penelitian Variabel independen Variabel dependen Panjang lele Pixel Tabel 2. Variabel penelitian No Panjang lele Lengkungan 1 40mm 90% 2 40mm 80% 3 40mm 70% 4 40mm 60% 5 40mm 50% 6 40mm 40% 7 40mm 30% 8 40mm 20% 9 40mm 10%

12 3. Hasil dan Pembahasan Gambar 2. flowchart sistem Pada penelitian ini digunakan proses algoritma yang memiliki 3 langkah yaitu feature extraction, image enhancement, dan point averaging. Dalam proses feature extraction, data mentah dalam pixel x,y di ekstraksi menjadi 3 komponen warna yaitu R(x,;G(x, dan B(x, dengan rentang nilai antara 0-255. Algoritma yang digunakan adalah sebagai berikut: ( R, G, B ), Int MOD(2 P( x, Int 2 (2) 8, P( x, MOD(2 ) MOD(2 ) 8 P (2 ) ) Listing program yang digunakan adalah dengan membuat function sebagai berikut : Function BacaDanEkstrakAll(indexSimpanDataOutput As Integer, pictureboxyangakandibaca As PictureBox) As String For i = 1 To pictureboxyangakandibaca.scalewidth For j = 1 To pictureboxyangakandibaca.scaleheight Pixel(indexSimpanDataOutput, i, j) = pictureboxyangakandibaca.point(i, j) If Pixel(indexSimpanDataOutput, i, j) < 0 Then Pixel(indexSimpanData, i, j) = 0 For i = 1 To pictureboxyangakandibaca.scalewidth For j = 1 To pictureboxyangakandibaca.scaleheight RED(indexSimpanDataOutput, i, j) = Int((Pixel(indexSimpanDataOutput, i, j) Mod (2 ^ (2 * 8))) Mod (2 ^ 8)) GREEN(indexSimpanDataOutput, i, j) = Int((Pixel(indexSimpanDataOutput, i, j) Mod (2 ^ (2 * 8))) / (2 ^ 8)) BLUE(indexSimpanDataOutput, i, j) = Int((Pixel(indexSimpanDataOutput, i, j)) / (2 ^ (2 * 8))) Setelah itu, proses enhancement yaitu brightness dan contrast yang digunakan untuk memisahkan objek (ikan) dengan background warna dengan menggunakan algoritma berikut:

13 Dengan : Rbright(x,, Gbright(x,, Bbright(x, = adalah nilai komponen warna pada pixel kolom y baris x setelah operasi pencerahan / brightness Setelah itu, proses contrast sebagai proses enhancement final yang bertujuan untuk memisahkan objek dan background dengan menggunakan algoritma berikut : Dengan : Rcont(x,, Gcont (x,, Bcont (x, = adalah nilai komponen warna pada pixel kolom y baris x setelah operasi pencerahan / brightness dan contrast Cc = adalah contanta contrast yang bernilai 0.1 1.9 Listing program yang digunakan adalah dengan membuat function sebagai berikut : Listing program brightness Function PointProcessingBrightnessAll(IndexSimpanDataInput As Integer, indexsimpandataoutput As Integer, pictureboxyangakandiproses As PictureBox, ContsBrightness As Integer) For i = 1 To pictureboxyangakandiproses.scalewidth For j = 1 To pictureboxyangakandiproses.scaleheight RED(indexSimpanDataOutput, i, j) = RED(IndexSimpanDataInput, i, j) + ContsBrightness GREEN(indexSimpanDataOutput, i, j) = GREEN(IndexSimpanDataInput, i, j) + ContsBrightness BLUE(indexSimpanDataOutput, i, j) = BLUE(IndexSimpanDataInput, i, j) + ContsBrightness (3) (4) Listing program contrast Function PointProcessingContrastAll(IndexSimpanDataInput As Integer, indexsimpandataoutput As Integer, pictureboxyangakandiproses As PictureBox, ContsContrast10sd190 As Double) Dim ContsContrast As Double ContsContrast = ContsContrast10sd190 / 100 For i = 1 To pictureboxyangakandiproses.scalewidth For j = 1 To pictureboxyangakandiproses.scaleheight RED(indexSimpanDataOutput, i, j) = RED(IndexSimpanDataInput, i, j) * ContsContrast GREEN(indexSimpanDataOutput, i, j) = GREEN(IndexSimpanDataInput, i, j) * ContsContrast BLUE(indexSimpanDataOutput, i, j) = BLUE(IndexSimpanDataInput, i, j) * ContsContrast Setelah melewati proses enhancement, maka proses selanjutnya adalah colour filtering untuk memisahkan background dengan objek. Perhitungan ini dilakukan dengan teknik sebagai berikut:

14 Gambar 3. grafik colour filtering Listing program yang digunakan adalah dengan membuat function sebagai berikut: Function FilterWarnaMonotoneThresholdingHasilPutihResiduHitam(IndexSimpanDataInput As Integer, indexsimpandataoutput As Integer, pictureboxyangakandiproses As PictureBox, Rthres As Integer, Gthres As Integer, Bthres As Integer, Colourband As Integer) For i = 1 To pictureboxyangakandiproses.scalewidth For j = 1 To pictureboxyangakandiproses.scaleheight If RED(IndexSimpanDataInput, i, j) > (Rthres - Colourband / 2) And RED(IndexSimpanDataInput, i, j) < (Rthres + Colourband / 2) And GREEN(IndexSimpanDataInput, i, j) > (Gthres - Colourband / 2) And GREEN(IndexSimpanDataInput, i, j) < (Gthres + Colourband / 2) And BLUE(IndexSimpanDataInput, i, j) > (Bthres - Colourband / 2) And BLUE(IndexSimpanDataInput, i, j) < (Bthres + Colourband / 2) Then RED(indexSimpanDataOutput, i, j) = 255 GREEN(indexSimpanDataOutput, i, j) = 255 BLUE(indexSimpanDataOutput, i, j) = 255 Else RED(indexSimpanDataOutput, i, j) = 0 GREEN(indexSimpanDataOutput, i, j) = 0 BLUE(indexSimpanDataOutput, i, j) = 0 End If Point averaging adalah sebuah proses yang dapat memberikan koordinat titik tengah objek dengan melakukan perhitungan averaging (rata rata) pada pixel yang berkaitan dengan objek untuk menentukan koordinat tengah yang tepat. Perhitungan ini dilakukan dengan algoritma awal sebagai berikut: Untuk x = 0 If X(0) = X(0) +1

15 Untuk y = 0 If Y(0) = Y(0) +1 Maka dari itu akan didapatkan X(0) X(pW) dan Y(0)- Y(pH) Dengan : pw = Picture width ph = Picture height Untuk mendapatkan titik tengah untuk masing masing koordinat, maka digunakan algoritma : Dengan : Tpo = Total pixel objek (5) Listing program yang digunakan adalah dengan membuat function sebagai berikut : Function HitungCentreObject(IndexSimpanDataInput As Integer, pictureboxyangakandiproses As PictureBox) Dim HitungPixelPutihH, HitungPixelPutihV As Double HitungPixelPutihH = 0 HitungPixelPutihV = 0 For i = 1 To pictureboxyangakandiproses.scalewidth - 1 For j = 1 To pictureboxyangakandiproses.scaleheight - 1 If RED(IndexSimpanDataInput, i, j) = 255 Then HitungPixelPutihH = HitungPixelPutihH + i For j = 1 To pictureboxyangakandiproses.scalewidth - 1 For i = 1 To pictureboxyangakandiproses.scaleheight - 1 If RED(IndexSimpanDataInput, i, j) = 255 Then HitungPixelPutihV = HitungPixelPutihV + j HitungCentreObjectHc = Int(HitungPixelPutihH / (HitungPixelPutih(IndexSimpanDataInput, pictureboxyangakandiproses))) HitungCentreObjectVc = Int(HitungPixelPutihV / (HitungPixelPutih(IndexSimpanDataInput, pictureboxyangakandiproses)))

Penelitian ini menghasilkan data sebagai berikut : Tabel 3. Variabel penelitian No Panjang ikan Panjang ikan error Lengkungan Pixel (sebenarnya) (terukur) (dalam %) 1 40 mm 90% 234 39 mm 2.5 2 40 mm 80% 226 37.6 mm 6 3 40 mm 70% 237 39.4 mm 1.5 4 40 mm 60% 227 37.8 mm 5.5 5 40 mm 50% 237 39.5 mm 1.25 6 40 mm 40% 234 38.9 mm 2.75 7 40 mm 30% 225 37.5 mm 6.25 8 40 mm 20% 235 39.1 mm 2.25 9 40 mm 10% 239 39.8 mm 0.5 Maksimum panjang terukur : 39.8 mm Minimum panjang terukur : 37.5 mm Maksimum error : 6.25 % Minimum error : 0.5 % Rata rata panjang terukur : 38.7 mm Rata rata error : 3.1 % Dengan menggunakan pearson correlation coefficient dengan membandingkan variabel lengkungan ikan dengan error pengukuran maka didapatkan : Dengan variable X = lengkungan ikan variable Y = error pengukuran maka didapatkan r = 0.26 Tabel 4. pearson coefficient 4. Kesimpulan Algoritma averaging point dapat mendeteksi ukuran panjang ikan lele dengan akurasi rata rata sebesar 96.9 %. Simpangan / error terbesar adalah 2.5 mm pada lengkungan dengan

17 penyusutan dari ujung ke ujung sebesar 30%. Berdasarkan perhitungan Pearson Correlation, dapat disimpulkan bahwa lengkungan memiliki hubungan sebab akibat yang kecil terhadap error dalam pengukuran panjang ikan (konstanta = 0.26). hal ini mengindikasikan algoritma averaging point relatif baik dalam melakukan pengukuran terhadap ikan dengan posisi yang bervariasi dibandingkan dengan tanpa menggunakan algoritma ini. Penelitian ini secara keseluruhan belum mendalami tentang variasi iluminasi yang memeiliki tingkat kemungkinan tinggi dalam kemunculan error pengukuran panjang ikan. Pada penilitian selanjutnya diharapkan dapat mendalami hubungan tingkat iluminasi dengan tingkat error pengukuran. Daftar Pustaka [1] Lim, Kelvin K. P. Clarias batu, a New Species of Catfish (Teleostei: Claridae) from Pulau Tioman, Peninsular Malaysia. The Raffles Bulletin of Zoology. Malaysia. 1999; 6: 157 7 [2] Misimi, E., Mathiassen., Erikson, U. Computer Vision Based Sorting of Atlantic Salmon (Salmo salar) Fillets According to Their Color Level. Journal of Food Science. -. 2007; 72:1 [3] Ng, Heok Hee. Clarias insolitus, a new species of clariid catfish (Teleostei: Siluriformes) from southern Borneo. Zootaxa. -. 2003; 284:1-8 [4] Sudarto, Teugels, Guy G, Pouyaud, Laurent. Description of a New Clariid Catfish, Clarias pseudonieuhofii from West Borneo (Siluriformes: Clariidae). Zoological Studies. -. 2004; 43:8-19 [5] White, D.J. Automated Measurement of Species and Length of Fish by Computer Vision. University of Aberdeen Journal. United Kingdom. 2006; [6] Kenneth R, Castleman. Digital Image Processing. 1st. - : Prentice Hall. 1996: 245.