HESTI SETIYOWATI NIM

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. mengajar mata pelajaran matematika di MI adalah kurangnya pengetahuan bagi

BAB I PENDAHULUAN. bagi guru SD, serta terbatasnya dana dan sarana tentang bagaimana cara

BAB I PENDAHULUAN. Pelajaran matematika perlu diberikan kepada semua siswa mulai dari Sekolah

SKRIPSI. Oleh: PUJI ASTUTI NIM

BAB I PENDAHULUAN. sehingga kelangsungan hidup manusia akan berjalan dengan lancar dan optimal.

SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi sebagian Tugas dan Syarat guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam dalam Ilmu Pendidikan Islam

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PURWOKERTO

ii

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan hal yang sangat penting, setiap manusia

Meningkatkan Hasil Belajar Konsep Penjumlahan Bilangan Bulat dengan Menggunakan Media Tabel Perkalian pada Siswa Kelas IV SD Negeri Maahas

SKRIPSI Diajukan kepada Jurusan Tarbiyah STAIN Purwokerto Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SOAL CERITA MATEMATIKA TENTANG PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN KELAS I MENGGUNAKAN FLIP CHART

BAB I PENDAHULUAN. yang tidak menerima pembuktian secara induktif; ilmu tentang pola keteraturan,

BAB I PENDAHULUAN. luas, pendidikan diartikan sebagai tindakan atau pengalaman yang mempengaruhi

LAPORAN TUGAS AKHIR. Topik Tugas Akhir: Penelitian Pendidikan Matematika

Penggunaan Media Kartu (Flash Card) dalam Meningkatkan Hasil Belajar Konsep Mutasi bagi Peserta Didik Kelas XII

SKRIPSI. Disusun Oleh: : JUNI WIHAYANI NIM :

BAB I PENDAHULUAN. penting dan dominan menetukan maju mundurnya suatu bangsa, serta. membentuk generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Oleh: Ramikayani, S.Pd Guru SDN Mantaren 1 Kabupaten Pulang Pisau ABSTRAK

Oleh: SALIMAN NIM

OLEH : RENA TYAS HARSYIWI NIM

PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA SEKOLAH DASAR

SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan dalam Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Make A Match 1

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pendidikan memegang peranan yang amat penting untuk menjamin

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA POKOK BAHASAN PENGGOLONGAN HEWAN BERDASARKAN JENIS MAKANANNYA MELALUI STRATEGI CARD SORT

OLEH: DWI VIRGO MULIA ASMARA NIM:

ANALISIS PENGGUNAAN MEDIA DOMAT (DOMINO MATEMATIKA) PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS III SD MUHAMMADIYAH 4 BATU SKRIPSI

IMPLEMENTASI EVALUASI AUTENTIK MATA PELAJARAN FIKIH DI MI NEGERI PURWOKERTO TAHUN PELAJARAN 2016/2017 SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. yang akan dihadapi peserta didik yang akan mendatang. 1

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MATERI PERJUANGAN MELAWAN PENJAJAH DAN PERGERAKAN NASIONAL INDONESIA DENGAN PENERAPAN METODE TALKING STICK

PENERAPAN MODEL SIKLUS BELAJAR (LEARNING CYCLE)

CHANIFATUN SANGADAH NIM.

ANALISIS PENGGUNAAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) BERKARAKTER PADA PROSES PEMBELAJARAN IPS KELAS III SDN GADINGKULON 01 MALANG

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Manusia dikatakan sebagai makhluk pendidikan karena dia memiliki

BAB I PENDAHULUAN. satu sektor penting dan dominan dalam menentukan maju mundurnya suatu

BAB I PENDAHULUAN. Sistem Pendidikan Nasional, Bab I Pasal 1 ayat (1) dikemukakan bahwa

PENGARUH PENGGUNAAN MODUL PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA. (Studi Eksperimen di Kelas VIII MTsN Karangkendal) SKRIPSI

ANALISIS IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PEMBELAJARAN MATEMATIKA TEMA PAHLAWANKU SUB TEMA SIKAP KEPAHLAWANAN KELAS 4 SDN KADEMANGAN 03 KABUPATEN MALANG

SKRIPSI. Oleh: REFI MUFAROKHAH NIM

BAB I PENDAHULUAN. keberhasilan dan kelangsungan hidup Bangsa dan Negara di segala bidang. dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia.

menerima pembuktian secara induktif; ilmu tentang pola keteraturan, dan struktur didefinisikan, ke aksioma atau postulat, dan akhirnya ke dalil.

ANALISIS SOAL TES PILIHAN GANDA MATA PELAJARAN BAHASA ARAB DI MAN PURBALINGGA SKRIPSI

JURUSAN PGMI FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SYEKH NURJATI CIREBON 2012 M/1434 H

POTRET PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEKITAR SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) KELAS III SD MUHAMMADIYAH 1 KESAMBEN BLITAR SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan salah satu sektor penentu keberhasilan untuk

BAB I PENDAHULUAN. pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Pendidikan di Indonesia terus berkembang

SKRIPSI DISUSUN OLEH : RETNO SURYANI

PENERAPAN PEER ASSESSMENT

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPA KELAS III SEMESTER II MELALUI METODE EKSPERIMEN DI MI MIFTAHUL HUDA SELANDAKA TAHUN PELAJARAN 2013/2014

BAB II KAJIAN TEORI. yang dikenal dengan sebutan Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah

IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS VISUAL DALAM MATA PELAJARAN IPS KELAS V MI MA ARIF 07 KARANGMANGU KROYA CILACAP TAHUN PELAJARAN 2015/2016

ANALISIS PEMANFAATAN PEMBERIAN REWARD DALAM BENTUK UNGKAPAN DAN HADIAH PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS III SDN AMPELDENTO 02 MALANG SKRIPSI

JURUSAN PGMI-FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SYEKH NURJATI CIREBON 2012 M/ 1433 H

Keywords: Index Card Match, card number, Learning Mathematics

ANALISIS KESESUAIAN ANTARA SK, KD DAN SILABUS DENGAN METODE SAINTIFIK PADA MATERI PAI DI SEKOLAH DASAR ALAM AR-ROHMAH TAHUN PELAJARAN 2014/2015

NASKAH PUBLIKASI. Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar

SKRIPSI LUFI CHIFDIYAH NIM

ANALISIS KUALITAS BUTIR SOAL MATA PELAJARAN FIQIH KELAS X MAN DI KABUPATEN CILACAP TAHUN PELAJARAN 2015/2016 SKRIPSI

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Pada Program Studi PG-PAUD

BAB I PENDAHULUAN. pimpinan yang di dalamnya mengandung unsur-unsur seperti guru, peserta didik,

SKRIPSI. Oleh : RISKA ARUM ASMARA

PENERAPAN MEDIA KAHUBER (Kartu Huruf Bergambar) DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK SKRIPSI

PENERAPAN METODE PERMAINAN KARTU DOMINO PECAHAN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PENGURANGAN PECAHAN SISWA KELAS IV SDN BODAG 1

OLEH: MELI AGUSTIN

PENERAPAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SDN BAWANGAN I KECAMATAN PLOSO KABUPATEN JOMBANG.

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER

PEMBELAJARAN BERBANTUAN MEDIA KARTU PECAHAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR

METODE PEMBELAJARAN IPA KELAS V MI MUHAMMADIYAH PANEMBANGAN KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS TAHUN PELAJARAN 2015/2016 SKRIPSI

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIVE TIPE TALKING STICK DAN KARTU ARISAN PADA KELAS XI IPS

BAB V PENUTUP A. Simpulan

Konseling dan Pendidikan

BAB I PENDAHULUAN. tahapan kegiatan yang bersifat kelembagaan (seperti sekolah dan madrasah) yang. pengetahuan, kebiasaan sikap, dan sebagainya.

SKRIPSI. Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-tugas dan Memenuhi Syarat-syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan. Oleh ERAWATI NIM :

NASKAH PUBLIKASI. Oleh : SRI MUJAYANTI A54A100126

PENGGUNAAN MEDIA KOMIK UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI MENYELESAIKAN MASALAH PECAHAN SISWA KELAS IV SDN ARDIREJO II LAMONGAN SKRIPSI

Oleh : ADE RIZQI FAUZIA NIM :

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MATERI AKTIVITAS EKONOMI MELALUI MODEL MAKE A MATCH DI KELAS IV SDN II ARYOJEDING KABUPATEN TULUNGAGUNG

Penerapan Model Pembelajaran Role Playing Sebagai Upaya Peningkatkan Aktivitas dan Pemahaman Teks Cerita Rakyat

BAB II KAJIAN TEORI. sebagai suatu susunan, pendekatan, atau kaidah-kaidah untuk mencapai


S K R I P S I. Oleh: MAKHRUS SYAEANI NIM

BAB I PENDAHULUAN. Persada, 2007), hlm E. Mulyasa, Implementasi Kurikulum 2004, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004), hlm. 173.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Transkripsi:

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN MATEMATIKA KOMPETENSI DASAR OPERASI HITUNG PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT MELALUI MEDIA BENDA KONKRET PADA SISWA KELAS IV DI MI MA ARIF NU 1 KALIWANGI PURWOJATI BANYUMAS TAHUN PELAJARAN 2015/2016 SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto Sebagai Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Oleh: HESTI SETIYOWATI NIM.1223305040 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH JURUSAN PENDIDIKAN MADRASAH FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PURWOKERTO 2016

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... PERNYATAAN KEASLIAN... HALAMAN PENGESAHAN... NOTA DINAS PEMBIMBING... ABSTRAK... HALAMAN MOTTO... HALAMAN PERSEMBAHAN... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN... i ii iii iv v vi vii viii xi xiv xv xvi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah... 1 B. Definisi Operasional... 5 C. Rumusan Masalah... 8 D. Tujuan dan Manfaat Penelitian... 8 E. Kajian Pustaka... 10 F. Rumusan Hipotesis... 12 G. Sistematika Pembahasan... 12 xi

BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Peningkatan Hasil Belajar... 14 1. Pengertian Peningkatan... 14 2. Pengertian Belajar... 14 3. Pengertian Hasil Belajar... 23 B. Media Benda Konkret... 28 1. Pengertian Media Benda Konkret... 28 2. Media Benda Konkret Kertas Warna... 31 C. Mata Pelajaran Matematika... 32 1. Pengertian Matematika... 32 2. Hakikat Matematika... 33 3. Peranan Maematika... 35 4. Kompetensi Dasar Operasi Hitung Bilangan Bulat... 35 D. Hipotesis Tindakan... 36 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian... 38 B. Tempat dan Waktu Penelitian... 39 C. Subjek dan Objek Penelitian... 40 D. Metode Pengumpulan Data... 42 E. Analisis Data... 45 F. Prosedur Penelitian... 45 G. Indikator Keberhasilan... 52 xii

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Awal... 53 B. Hasil Penelitian... 54 C. Pembahasan... 60 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan... 64 B. Saran... 64 C. Kata Penutup... 66 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN DAFTAR RIWAYAT HIDUP xiii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan akhlak mulia serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib dipelajari oleh peserta didik di Indonesia dimulai sejak anak memasuki pendidikan dasar, karena pentingnya pelajaran matematika agar mampu membaca tandatanda alam dunia ini.menurut penelitian yang dilakukan oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD)-sebagai lembaga penelitian international. Indonesia menempati posisi ketiga dari bawah dengan skor 360,16 dalam mata pelajaran matematika. 1 Matematika merupakan salah satu ilmu dasar yang harus dikuasai oleh setiap manusia terutama peserta didik. Matematika didefinisikan sebagai ilmu tentang bilangan, alat dalam mencari solusi berbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari. 2 Kompetensi guru dalam pelaksanaan interaksi belajar mengajar mempunyai indikator, mampu membuka pelajaran, mampu menyajikan materi, mampu menggunakan metode/strategi, mampu menggunakan 1 MunifChatib, Gurunya Manusia, (Bandung: Mizan Pustaka, 2014), hlm. 24. 2 Abdul Halim Fathani, Matematika Hakikat dan Logika,(Yogyakarta:Ar-Ruzz Media.2009),hlm.24. 1

2 media/alat peraga, mampu menggunakan bahasa yang komunikatif, mampu memotivasi siswa, mampu mengorganisasi kegiatan, mampu menyimpulkan pelajaran, mampu memberikan umpan balik, mampu melaksanakan penilaian, dan mampu menggunakan waktu. 3 Agar pembelajaran yang akan diberikan oleh guru kepada siswa berhasil sesuai dengan kompetensi dasar, maka guru diharapkan dapat menyusun langkah- langkah pengembangan silabus pembelajaran, diantaranya merumuskan pengalaman belajar siswa meliputi; 1). Pengalaman belajar merupakan kegiatan fisik dan mental yang perlu dilakukan siswa dalam berinteraksi dengan sumber belajar dalam rangka mencapai kompetensi dasar dan standar kompetensi. 2). Pengalaman belajar dapat dilaksanakan di dalam dan di luar kelas. Kegiatan yang diberikan sebagai pengalaman belajar siswa harus berorientasi agar siswa aktif dalam belajar, iklim belajar menyenangkan, fungsi guru lebih ditekankan sebagai fasilitator dari pada sebagai pemberi informasi, siswa terbiasa mencari sendiri informasi (dengan bimbingan guru) dari berbagai sumber, siswa dibekali dengan kecakapan hidup dan dibiasakan memecahkan permasalahan yang kontekstual yaitu terkait dengan lingkungan (nyata maupun maya) dari siswa. 3). Pada hakekatnya pengalaman belajar memberikan pengalaman kepada siswa untuk menguasai kompetensi dasar secara ilmiah dan ditinjau dari dimensi kompetensi yang ingin dicapai pengalaman belajar meliputi pengalaman untuk mencapai kompetensi pada ranah kognitif, 2004),hlm.13-14 3 Depdiknas, Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional(Jakarta:Sinar Grafika,

3 psikomotorik, dan afektif. Selanjutnya pengalaman belajar dirumuskan dengan kata kerja yang operasional. 4 Berdasarkan teori perkembangan kognitif Piaget, anak usia Sekolah Dasar berada pada tahap konkret operasional, dengan ciri-ciri sebagai berikut: (1)Pola berpikir dalam memahami konsep yang abstrak masih terikat pada benda konkret (2)Jika diberikan permasalahan belum mampu memikirkan segala alternatif pemecahannya (3)Pemahaman terhadap konsep yang berurutan melalui tahap demi tahap, misal pada konsep panjang, luas, volume, berat, dan sebagainya.(4)belum mampu menyelesaikan masalah yang melibatkan kombinasi urutan operasi pada masalah yang kompleks. (5)Mampu mengelompokkan objek berdasarkan kesamaan sifat-sifat tertentu, dapat mengadakan korespondensi satu-satu dan dapat berpikir membalik.(6) Dapat mengurutkan unsur-unsur atau kejadian (7) Dapat memahami ruang dan waktu. (8) Dapat menunjukkan pemikiran yang abstrak. Berdasarkan pada uraian di atas, siswa pada usia sekolah dasar dalam memahami konsep-konsep matematika masih sangat memerlukan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan benda nyata (pengalamanpengalaman konkret) yang dapat diterima akal mereka. Salah satu karakteristik matematika adalah mempunyai objek yang bersifat abstrak, artinya objek matematika berada dalam alam pikiran manusia, sedangkan realisasinya dengan menggunakan benda-benda yang berada 4 Depdiknas,Pengembangan Silabus dan Penilaian Mata Pelajaran Matematika, (Dit. PMU, Ditjen Dikdsmen,, 2003) hlm.3.

4 disekitar kita. Contoh matematika bersifat objek adalah segiempat, realisasinya bangun segi empat. Sifat abstrak ini menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam matematika. Kebanyakan siswa menganggap bahwa matematika itu sulit.selama ini guru seakan-akan menjadi pemegang kekuasaan secara penuh di kelas. Guru sebagai subjek sedangkan siswa sebagai objek. Proses belajar mengajar yang terjadi di kelas hanya satu arah, siswa hanya sebagai penerima materi saja. Dari hasil observasi pendahuluan yang peneliti lakukan dengan guru matematika kelas IV di MI Ma arif NU 1 Kaliwangi diperoleh informasi bahwa dari 33 siswa hanya 8 siswa yang melampaui nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) atau 25 % dari keseluruhan jumlah siswa dan 25 anak belum mencapai nilai KKM yaitu 61. Hasil penelitian menemukan beberapa masalah yang ada di kelas tersebut diantaranya penjelasan guru kurang menarik, guru belum menggunakan alat peraga atau media yang baik, metode yang digunakan kurang variatif, guru kurang menyeluruh dalam membimbing siswa dan guru kurang memotivasi siswa. 5 Oleh karena itu, dalam penelitian tindakan kelas ini, peneliti mencoba menggunakan salah satu bentuk pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Dalam penyampaian pembelajaran ini peneliti menggunakan media benda konkret yaitu kertas warna dalam operasi hitung bilangan bulat yaitu penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat di kelas IV MI Ma arif NU 1 Kaliwangi, dengan urutan 5 Hasil wawancara dengan guru mapel matematika yaitu bu Ulfatul Khoeroh,S.pd.I pada tgl 15 oktober 2015.

5 pembelajaranya sebagai berikut: Guru membagi siswa menjadi kelompokkelompok kecil (berpasangan dalam satu bangku), kemudian kertas warna kita bagikan kepada masing-masing kelompok sebanyak 30 buah kertas warna yang berbentuk persegi. Guru memperagakan dan menjelaskan penggunaan kertas warna itu untuk menjumlah dan mengurang dua bilangan bulat. Siswa diberi lembar tugas untuk dikerjakan dengan cara memperagakan kertas warna itu sebagai alat untuk menjawab lembar tugas tersebut, sedangkan guru mengamati proses penggunaan kertas warna itu untuk menjawab tugas yang telah diberikan. Setelah waktu yang ditentukan habis, siswa memperagakan hasil kerjanya di depan kelas, begitu seterusnya sampai siswa terampil menggunakan kertas warna itu untuk menjumlah dua bilangan bulat. Pada akhir pengajaran, guru mengadakan tanya jawab agar siswa terampil menggunakan kertas warna itu sebagai alat bantu untuk menjumlah dua bilangan bulat sekaligus sebagai alat evaluasi. B. Definisi Operasional Dalam penelitian ini, untuk memperoleh gambaran yang jelas dalam memahami istilah judul skripsi, maka penulis akan menjelaskan istilah pada judul tersebut, yaitu sebagai berikut: 1. Peningkatan Hasil Belajar

6 Peningkatan berarti kemajuan, peningkatan merupakan upaya untuk menambah derajat, tingkat, dan kualitas maupun kuantitas. Peningkatan juga dapat menggambarkan perubahan dari keadaan atau sifat yang negatif berubah menjadi positif. Sedangkan hasil dari peningkatan dapat berupa kuantitas dan kualitas. Menurut KBBI peningkatan merupakan proses, cara, perbuatan meningkatkan (Depdikbud, 1989: 951). Biasanya peningkatan mengarah pada hal yang lebih baik. Prestasi belajar merupakan penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai atau tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru(depdikbud, 1980:700). Dari pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa peningkatan hasil belajar adalah usaha atau cara untuk meningkatkan hasil dalam suatu proses pembelajaran agar menjadi lebih baik. Yang diarahkan untuk menjadi lebih baik dalam penelitian ini adalah hasil belajar pada mata pelajaran matematika. Peningkatan hasil belajar disini ditunjukkan dengan nilai tes formatif atau ulangan harian Dalam proses belajar mengajar, tipe hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai siswa penting diketahui oleh guru, agar guru dapat merancang pengajaran secara tepat dan penuh arti. Setiap proses belajar mengajar keberhasilannya diukur dari seberapa jauh hasil belajar yang dicapai siswa. Peningkatan hasil belajar adalah kemajuan hasil dalam bentuk angka atau skor yang diperoleh siswa setelah diberikan tes pada setiap akhir pembelajaran.

7 2. Mata Pelajaran Matematika Matematika, menurut Ruseffendi (1991), adalah bahasa simbol, ilmu deduktif yang tidak menerima pembuktianya secara induktif, ilmu tentang pola keteraturan, dan struktur yang terorganisasi, mulai dari unsur yang tidak didefinisikan, ke unsur yang didefinisikan, ke aksioma atau postulat, dan akhirnya ke dalil. Sedangkan hakikat matematika menurut Soedjadi (2000), yaitu memiliki objek tujuan abstrak, bertumpu pada kesepakatan, dan pola pikir yang deduktif. 3. Media Benda Konkret Media adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan informasi atau pesan. Kata media berasal dari kata latin, dari kata medium. Secara harfiah kata tersebut mempunyai arti "perantara" atau "pengantar", yaitu perantara sumber pesan (a source) dengan penerima pesan (a receiver).jadi, dalam pengertian yang lain, media adalah alat atau sarana yang dipergunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak. 6 Benda Konkret berarti nyata, benar-benar ada(berwujud, dapat dilihat, diraba, dan sebagainya). Media Benda Konkret adalah alat bantu visual dalam pembelajaran yang berfungsi memberikan pengalaman langsung kepada siswa yaitu merupakan model dan obyek yang nyata. Media Benda Konkret yang 6 Susilana, Rudi. Riyana, Cepi. Media Pembelajaran: Hakikat, Pengembangan, Pemanfaatan, dan Penilaian. (Bandung: CV Wacana Prima, 2009)

8 dimaksud dalam penelitian ini adalah kertas warna. Kertas berbentuk persegi dan berwarna merah dan kuning. 4. Kelas IV(Empat) MI Ma arif NU 1 Kaliwangi MI Ma arif NU 1 Kaliwangi adalah madrasah ibtidaiyah yang terletak di jalan inpres Purwojati-Ajibarang RT 03 RW 04 Purwojati. Kelas IV merupakan rombongan belajar siswa pada tingkat keempat di MI Ma arif NU 1 Kaliwangi. Yang menjadi sasaran penelitian adalah kelas IV yang berjumlah 33 siswa yang terdiri dari 16 siswa lakilaki dan 17 siswa perempuan. C. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti harus menyusun rumusan masalah sebagai berikut : Apakah penggunaan media benda konkret pada matematika kompetensi dasar operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV di MI Ma arif NU 1 Kaliwangi tahun pelajaran 2015/2016? D. Tujuan dan Manfaat Penelitian Penulisan penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas IV kompetensi dasar operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat di Mi Ma arif Nu 1 Kaliwangi. Manfaat penelitian :

9 1. Manfaat bagi guru Memberikan pembelajaran secara langsung bagi guru tentang pembelajaran menggunakan media benda konkret kertas warna guna meningkatkan pemahaman siswa terhadap operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat, sehingga menambah wawasan dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas. Membantu guru dalam mengembangkan pembelajaran secara profesional. 2. Manfaat bagi siswa Meningkatkan keterampilan bagi siswa tentang penggunaan media benda konkret yaitu kertas warna dalam proses pembelajaran sehingga siswa dapat berperan aktif dan kreatif terutama pada penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. 3. Manfaat bagi peneliti Memberikan pengalaman langsung bagi peneliti dalam menerapkan pembelajaran dengan menggunakan media benda konkret kertas warna dalam penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat serta memberikan dorongan untuk melaksanakan penelitian lagi dengan pembelajaran-pembelajaran matematika yang lain. 4. Manfaat bagi sekolah Hasil penelitian ini dapat digunakan bagi sekolah untuk meningkatkan pemahaman tentang fungsi penelitian tindakan kelas.

10 Dapat juga sebagai peningkatan profesionalisme guru di MI Ma arif NU 1 Kaliwangi. E. Kajian Pustaka Kajian pustaka merupakan sesuatu yang sangat diperlukan, karena untuk mencari teori-teori, konsep-konsep yang dijadikan landasan teori dalam sebuah penelitian. Kajian pustaka digunakan sebagai pijakan atau kerangka teoritis sebuah hasil dari penelitian yang sesuai dengan masalah penelitian. Berikut kami sampaikan teori-teori yang berhubungan dengan masalah penelitian. Seperti yang telah dikutip dari Hamalik oleh Abdul Wahab Rosyidi bahwa selain sebagai penyalur pesan penggunaan media dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan rasa ingin tahu dan minat, membangkitkan motivasi dan rangsangan dalam proses belajar mengajar, serta dapat mempengaruhi psikologi siswa. Media juga dapat membantu siswa dalam meningkatkan pemahaman, menyajikan materi yang menarik, memudahkan menafsirkan data, dan memadatkan informasi(abdul Wahab Rosyidi, 2009 :28) Pada hakekatnya peserta didik belajar sambil melakukan aktifitas. Karena itu, peserta didik perlu diberikan kesempatan untuk melakukan kegiatan nyata yang melibatkan dirinya,, terutama untuk mencari dan menemukan sendiri. Harus diakui bahwa penelitian dengan topik di atas, bukanlah penelitian yang pertama. Karena sebelumnya telah ada yang mengkaji tentang matematika dengan berbagai macam media. Setelah peneliti mencari referensi

11 yang berhubungan dengan penelitian yang penulis lakukan terdapat beberapa referensi yang penulis ambil berupa skripsi-skripsi dari peneliti sebelumnya. 1. Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Melalui Penggunaan Alat Peraga Papan Panel Bagi Siswa Kelas IV MI Ma arif NU 1 Teluk Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas Tahun Pelajaran 2011/2012 (Nur Karomah. NIM.072335019). Dalam penelitian ini peneliti menitikberatkan media alat peraga yaitu papan panel untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV. 2. Peningkatan Hasil Belajar Matematika Pokok Bahasan Sifat Sifat Operasi Hitung Bilangan Bulat Melalui Strategi Card Sort Pada Siswa Kelas V MI Al Fatah Donan Kecamatan Cilacap Tengah Kabupaten Cilacap Tahun Pelajaran 2012/2013 (Iis Rohaetin. NIM.092335086). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan strategi card sort untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V. 3. Peningkatan Prestasi Belajar Matematika melalui media garis bilangan bagi siswa kelas III MI Muhammadiyah Gripit Banjarnegara (Umi Salamah ). Dalam penelitian ini peneliti lebih menitikberatkan pada media garis bilangan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas III. F. Rumusan Hipotesis Hipotesis adalah suatu pernyataan sementara mengenai sesuatu yang kendalanya biasanya tak diketahui. Dengan melihat rumusan masalah yang

12 telah dipaparkan diatas, maka hipotesis yang dirumuskan oleh penulis adalah bahwa dengan menggunakan media benda konkret hasil belajar matematika kompetensi dasar operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat siswa kelas IV MI Ma arif NU Kaliwangi Purwojati Banyumas Tahun Pelajaran 2015/2016 akan meningkat. G. Sistematika Pembahasan Untuk mempermudah pembahasan, maka penulis membagi pokok bahasan ke dalam lima bab. Agar isi yang terkandung dalam skripsi mudah dipahami, maka penulis susun secara sistematis dengan urutan sebagai berikut: Pada bagian awal terdiri dari Halaman Judul, Pernyataan Keaslian, Halaman Motto, Halaman Pengesahan, Nota Dinas Pembimbing, Abstrak, Halaman Persembahan, Kata Pengantar, Daftar Isi. Bagian inti terdiri dari lima bab, yaitu: BAB I : Pendahuluan, meliputi Latar Belakang Masalah, Definisi Operasional, Rumusan Masalah, Tujuan dan Manfaat Penelitian, Kajian Pustaka, Rumusan Hipotesis dan Sistematika Pembahasan. BAB II : Landasan Teori, bab ini terdiri dari pengertian hasil belajar, pengertian mata pelajaran matematika, pengertian media benda konkret, rumusan hipotesis. BAB III : Berisi tentang metode penelitian yang digunakan meliputi jenis penelitian, lokasi penelitian, objek penelitian, metode

13 pengumpulan data, menggunakan observasi dan tes (tes awal, tes siklus I, tes siklus II), metode analisis data. BAB IV : Pada bab ini membahas hasil lapangan yang terdiri dari materi, penggunaan metode, siklus I dan siklus II. BAB V : Pada bab ini berisi tentang kesimpulan, saran, dan kata penutup. riwayat hidup. Bagian akhir memuat daftar pustaka, lampiran-lampiran serta daftar

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Penelitian tindakan kelas tentang pembelajaran mata pelajaran matematika kompetensi dasar operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dengan menggunakan media benda konkret kertas warna telah dilaksanakan dalam dua siklus kegiatan, menghasilkan kesimpulan sebagai berikut. 1. Terjadi peningkatan hasil belajar siswa dalam pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran matematika kompetensi dasar operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat menggunakan media benda konkret kertas warna. 2. Hasil tes rata-rata siswa selama proses pembelajaran dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan. Hasil belajar siswa yang ditunjukkan dengan nilai yang mereka peroleh dalam tes evaluasi siklus I dan siklus II mengalami kenaikan yang cukup signifikan. 3 Pada siklus I hasil ketuntasan mencapai 51,52 % dengan jumlah siswa tuntas hanya 17 meningkat pada siklus II yaitu 96,97% yang berarti 32 siswa telah tuntas mencapai nilai di atas KKM yaitu 61. B. Saran Berdasarkan hasil penelitian bahwa pembelajaran dengan menggunakan media benda konkret kertas warna dapat meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran matematika kompetensi dasar operasi hitung 65

66 penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat siswa kelas IV MI Ma arif NU 1 Kaliwangi, Banyumas. Dalam penerapan pembelajaran menggunakan media benda konkret kertas warna perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1. Perlu adanya hadiah (reward) kepada siswa yang memperoleh hasil tinggi dalam pembelajaran 2. Guru harus dapat mengukur kemampuan anak didiknya dan materi yang diajarkan juga harus sesuai dengan tingkat kemampuan anak agar proses belajar mengajar berjalan dengan baik dan tidak membosankan 3. Dengan keefektifan pembelajaran menggunakan media benda konkret kertas warna maka penulis menyarankan agar guru-guru SD/MI dapat menerapkan dalam pembelajaran khususnya dalam mata pelajaran matematika. Karena matematika merupakan mata pelajaran penalaran. 4. Bagi para siswa-siswi diharapkan lebih aktif dalam pembelajaran 5. Siswa diharapkan memiliki semangat dalam memperoleh ilmu pengetahuan 6. Orang tua dapat membantu meningkatkan motivasi belajar siswa dengan membantu belajar di rumah sehingga anak akan terbiasa berinteraksi dengan lingkungannya baik di madrasah maupun di rumah. 7. Bagi sekolah perlu adanya dukungan untuk guru dalam menerapkan pembelajaran menggunakan media benda konkret kertas warna.

67 C. Kata Penutup Alhamdulillah, puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah swt yang telah memberikan rahmat dan hidayah-nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran Matematika Kompetensi Dasar Operasi Hitung Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat Melalui Media Benda Konkret pada siswa kelas IV di MI Ma arif NU 1 Kaliwangi, Banyumas Tahun Pelajaran 2015/2016. Sebagai manusia biasa yang selalu mengalami kekurangan dan keterbatasan kemampuan penulis dalam penyusunan skripsi ini, maka penulis mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya. Saran dan kritik yang membangun dari semua pihak penulis harapkan, karena dari hal tersebut penulis bisa berintrospeksi pada kekurangan atas keterbatasan yang nantinya dapat dijadikan sebagai acuan untuk maju dan lebih baik tak lepas dari ketidaksempurnaan skripsi ini. Penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi penulis dan para pembaca pada umumnya. Penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu baik materil maupun non materil sejak awal hingga selesainya penulisan skripsi ini. Semoga kebaikan dan amalnya mendapat balasan dari Allah SWT, Semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat dan hidayah- Nya kepada kita semua. Amin

DAFTAR PUSTAKA Abdullah. Sosiologi Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 2013 Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Suatu Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. 2010. Arsyad, Ashar. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. 2014. Chatib, Munif. Gurunya Manusia. Bandung: Mizan Pustaka. 2014. Depdiknas. Undang-Undang RI Nomor 14 Tahun 2005 dan Permendiknas Nomor 11 Tahun 2011 Tentang Guru dan Dosen. Bandung: Citra Umbara. 2012. Ghony, Djunaidi. Penelitian Tindakan Kelas. Malang: UIN Malang Press. 2008. Halim, Abdul. Matematika Hakikat dan Logika. Yogyakata: Ar-Ruzz Media. 2009. Hamalik, Oemar. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Bumi Aksara. 2011. Heruman. Model Pembelajaran Matematika Di Sekolah Dasar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2014. Indriyastuti. Matematika 4. Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri. 2015. Margono, S. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. 2004. Maunah, Binti. Metodologi Pembelajaran Pendidikan Islam. Jakarta: Grafindo. 2010. Mulyasa, E. Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2011. Mulyasa, E. Praktik Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2013 Munibullah, Skripsi Peningkatan Prestasi Belajar Mata Pelajaran IPS sub Pokok Bahasan Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Dengan Strategi Card Sort Siswa Kelas V MI Ma arif NU Patikraja Banyumas Tahun Pelajaran 2011/2012. Observasi penulis tanggal 15 Oktober 2015. Rohmad. Pengantar Statistika. Yogyakarta: Kalimedia. 2015.

Roqib, Moh. Ilmu Pendidikan Islam. Yogyakarta: PT LkiS Printing Cemerlang. 2009 Sinaga, Saeful. Pendidikan Karakter. Jakarta: Rineka Cipta. 1990. Siregar, Eveline. Teori Belajar dan Pembelajaran. Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia. 2014 Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta. 2015 Sukardi. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. 2008. Sunhaji. Strategi Pembelajaran Konsep Dasar, Metode, dan Aplikasi dalam Proses Belajar Mengajar. Yogyakarta: Grafindo Litera Media. 2009. Suprijono, Agus. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2009. Wardhani, IGAK. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Universitas Terbuka. 2008 Wawancara penulis dengan Ulfatul Khoeroh,S.Pd.I pada tanggal 15 Oktober 2015.