TIWIS HERLINA P

dokumen-dokumen yang mirip
JURNAL. Oleh: SUYATI NPM Dibimbing oleh : 1. Dra. Budhi Utami, M.Pd. 2. Dra. Dwi Ari Budiretnani, M.Pd.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Panjang Selatan Kecamatan Panjang

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPS

Rasiman 1, Wahyu Widayanto 2. Abstrak

LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK MELALUI TEKNIK ROLE PLAYING DALAM MENINGKATKAN KONSEP DIRI SISWA KELAS VII B DI SMP NEGERI 4 PACITAN TAHUN PELAJARAN

TANJUNGANOM NGANJUK TAHUN PELAJARAN

SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagai Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.)

Kanti Wilujeng 14. Kata kunci: bermain peran, hasil belajar. Guru Kelas III SDN Semboro 01 Jember

*Keperluan Korespondensi, telp: ,

Oleh: Sulistyowati SD Negeri 02 Karangrejo Tulungagung

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN

PENINGKATAN MOTIFASI DAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PLUS

Oleh: Rusmiati SD Negeri 1 Punjul Karangrejo Tulungagung

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA ORGAN TUBUH MANUSIA (TORSO) PADA SISWA KELAS V SDN MANGGISAN 01 TANGGUL KABUPATEN JEMBER

BAB III METODE PENELITIAN TINDAKAN KELAS. A. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research), karena

MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SAINS (IPA) DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING)

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MATERI AKTIVITAS EKONOMI MELALUI MODEL MAKE A MATCH DI KELAS IV SDN II ARYOJEDING KABUPATEN TULUNGAGUNG

Minarlin Listiani 12. Guru SDN 2 Tamansari Situbondo

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PKN SISWA

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN PAKEM PADA SISWA KELAS VI SD NGAMPAL 1

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Energi Panas di Kelas IV SD Inpres Siuna

BAB I PENDAHULUAN. dirasakan oleh siswa kelas VII SMPN 1 Bandar Lampung. Berdasarkan hasil

SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Pada Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UNP Kediri

PENERAPAN PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATERI EKOSISTEM. Herlina 1, Almira Ulimaz 1

Mutiah GuruSDN Tlogohaji IKec.SumberrejoKab. Bojonegoro

Pamujo, Risma Dwi Rapprilia 2 PGSD FKIP Universitas Muhammdiyah Purwokerto

Naskah Publikasi PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PENDEKATAN EKSPLORATORY DISCOVERY PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI DEMAKIJO

PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING

UPAYA MENINGKATKAN HASIL PEMBELAJARAN IPA TERPADU DENGAN METODE EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS VIII-1 SMP NEGERI 8 TEBING TINGGI

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN FRIEND GIVING

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN Karunia Kecamatan Palolo Melalui Model Pembelajaran Langsung Pada Materi Sifat Dan Perubahan Wujud Benda

Oleh Sri Mujayani SMP Negeri 1 Wonoayu

Skripsi OLEH: REDNO KARTIKASARI K

JURNAL PENGARUH PENERAPAN METODE EKSPERIMEN PADA POKOK BAHASAN STRUKTUR TUMBUHAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP DHARMA WANITA PARE

Model Kooperatif GI Berbasis Outdoor Study Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPA SD

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 3 No. 4 ISSN X. Rismawati. Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR PADA MATA PELAJARAN IPA MELALUI STRATEGI PAILKEM METODE GALLERY WALK

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna. Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Pada Jurusan Pendidikan Matematika OLEH :

BAB III METODOLOGI PENELITIAAN

NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Biologi

Liza Laras Ayuningtyas 43, Kayan Swastika 44, Sugianto 45

BAB III METODE PENELITIAN

ABSTRAK. Kata Kunci: model pembelajaran REACT, hasil belajar geografi siswa

Penerapan Model Siklus Pembelajaran Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Terhadap Ketercapain KKM Pada Siswa SMP Negeri 6 Kota Bima.

PENERAPAN MODEL ACTIVE LEARNING PERMAINAN CARD SORT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SDN 05 METRO SELATAN

PENERAPAN MODEL BERMAIN PERAN PADA MATERI SISTEM PERNAPASAN TERRHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMPN 1 SEMEN KEDIRI

NASKAH PUBLIKASI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar

SKRIPSI. Disusun oleh : YUNITA RUSILA YANTI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

Oleh: Wahyu Trimei Pujilestari SLB Negeri Surakarta ABSTRAK

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PADA MATERI KARYA SENI RUPA TERAPAN NUSANTARA DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN AKTIVITAS SISWA

EFEKTIVITAS LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DALAM MENINGKATKAN HUBUNGAN PERTEMANAN SISWA KELAS VIII C DI SMP NEGERI 4 PACITAN TAHUN PELAJARAN 2014 / 2015

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN Mimbala Pada Pokok Bahasan Proses Pencernaan Melalui Penerapan Pembelajaran Quantum Teaching

Oleh: Prijo Santoso SMK Negeri 1 Trenggalek

Penerapan Pendekatan Kontekstual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Volume Kubus dan Balok di Kelas IV SDN 1 Balukang

YANIK SULISTYANI SDN Ngletih Kec.Kandat Kab.Kediri

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD)

Oktavia Nardiani Sapir Sugeng Hadi Utomo. Keywords: Method Time Token Arends (TPA), Ability inquiry, Learning Outcomes

SKRIPSI. Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai. Derajat Sarjana S-1 Jurusan Pendidikan Akuntansi. Diajukan oleh : ARIYANTI

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian tindakan kelas (PTK) atau

PENINGKATAN HASIL BELAJAR TEMATIK MODE PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING SISWA KELAS II SD NEGERI TEBING TINGGI

PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MEMAHAMI SIFAT-SIFAT BANGUN MATA PELAJARAN MATEMATIKA

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI MATERI GEOGRAFI POLITIK MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL DAN SMALL GROUP DISCUSSION DI KELAS A/B STKIP PGRI PADANG

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KIMIA MATERI ASAM DAN BASA DENGAN MENGGUNAKAN INQUIRY BASED LEARNING (IBL) PADA KELAS XI IPA 2 SMA NEGERI 5 MAKASSAR

PENERAPAN PENDEKATAN CTL

Oleh: Ani Ratnawati SDN 1 Sumberingin, Karangan, Trenggalek

Oleh Fathorrasi (1), Hasan Muchtar Fauzi (2)

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN MATEMATIKA MELALUI STRATEGI CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) BERBASIS PORTOFOLIO SKRIPSI

PENGGUNAAN METODE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PETA

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Make A Match 1

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR PKN DENGAN METODE JIG SAW PADA KELAS V SEMESTER I TENTANG PERATURAN PERUNDANG UNDANGAN DI SDN 01 DOPLANG, KARANGPANDAN

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PADA SD INPRES PELAWA

PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN VISUAL UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS

Jenny Oka Puspitasari, Subiki, Trapsilo Prihandono

PENINGKATAN KEMAMPUAN KERJA ILMIAH DAN HASIL BELAJAR FISIKA DENGAN MODEL INKUIRI TERBIMBING PADA SISWA KELAS VIIC SMP NEGERI 1 TAPEN BONDOWOSO

PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING YANG DAPAT MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SEGITIGA KELAS VII-G SMP NEGERI 7 MALANG ARTIKEL

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA TENTANG MAKHLUK HIDUP DENGAN MODEL COOPERATIVE LEARNING. Rochimah

PENINGKATAN KREATIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI TEAMS GAMES TOURNAMENTS SISWA KELAS VIID SMP NEGERI 2 DUKUN, MAGELANG

Oleh: Asmawati Munir Dosen Jurusan Pendidikan Biologi FKIP UHO

PENINGKATAN KEMAMPUAN MELAKUKAN PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN MELALUI METODE MAKE A MATCH

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING

BAB I PENDAHULUAN. tercipta sumber daya manusia yang berkualitas. Seperti yang di ungkapkan

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI GLOBALISASI DI KELAS IV SDN NO.

Penerapan Keterampilan Proses Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sains (Sifat Benda) di Kelas IV SDN 2 Karamat

Muhammad Iqbal Baihaqi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Balitar

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Melalui Metode Diskusi Pada Mata Pelajaran IPA Terpadu Bagi Siswa Kelas VIII-B SMP Negeri 2 Galang

IMPLEMENTASI PEMBERIAN PENGUATAN DALAM PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER

Transkripsi:

JURNAL PENINGKATAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MATERI SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA SISWA KELAS VIII-12 SMP NEGERI 1 TANJUNGANOM KABUPATEN NGANJUK DENGAN PENGEMBANGAN STRATEGI PEMBELAJARAN INQUIRY TAHUN PELAJARAN 2014 2015 INCREASING BIOLOGICAL STUDIES RESULTS TOWARDS DIGESTIVE SYSTEM FOR VIII-12 GRADES STUDENTS OF SMPN 1 TANJUNGANOM KABUPATEN NGANJUK BY INQUIRY LEARNING STRATEGY 2014-2015 Oleh: TIWIS HERLINA 13.1.01.06.0081P Dibimbing oleh : 1. Dra. Budhi Utami, M.Pd 2. Dra. Dwi Ari Budiretnani, M.Pd PROGRAM STUDI BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI 2015

A. 1

PENINGKATAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MATERI SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA SISWA KELAS VIII-12 SMP NEGERI 1 TANJUNGANOM KABUPATEN NGANJUK DENGAN PENGEMBANGAN STRATEGI PEMBELAJARAN INQUIRY TAHUN PELAJARAN 2014 2015 TIWIS HERLINA NIM. 13.1.01.06.0081P FKIP / BIOLOGI tiwisherlina69@gmail.com Dra. Budhi Utami, M.Pd dan Dra. Dwi Ari Budiretnani, M.Pd. UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI ABSTRAK Hasil belajar IPA rata-rata 60. Itulah permasalahan yang senantiasa dihadapi oleh siswa, guru dan orang tua siswa. Rendahnya hasil belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satu faktor adalah penggunaan model pembelajaran yang tidak sesuai dengan situasi dan kondisi dari kelas yang dihadapi yaitu dengan metode ceramah. Hal tersebut terjadi pada siswa kelas VIII.12 SMPN 1 Tanjunganom semester I tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subyek siswa kelas VIII.12 SMPN 1 Tanjunganom Kabupaten Nganjuk dan dilaksanakan dengan dua siklus. Setiap siklus meliputi Perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, analisa data, refleksi, dan hasil tes siswa. Pelaksanaan dilakukan dua kali pertemuan yang dihadiri oleh 35 siswa, kolaborator dan guru. Data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif persentase. Persentase digunakan untuk menentukan ketuntasan belajar siswa. Dari hasil analisis didapatkan ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 77,57% dan pada siklus II ketuntasan belajar siswa sebesar 86%, sehingga ada peningkatan persentase ketuntasan belajar siswa Kesimpulan dari penelitian ini adalah strategi pembelajaran inquiry dapat meningkatkan hasil belajar Biologi mataeri sistem pencernaan makanan siswa kelas VIII.12 SMPN 1 Tanjunganom Kabupaten Nganjuk. Dari penelitian ini diharapkan: (1) Guru dapat menerapkan strategi pembelajaran inquiry untuk meningkatkan motivasi dan hasi belajar siswa dalam berbagai materi. (2) Guru lebih memaksimalkan intensitas penggunaan laboratorium agar siswa dapat belajar lebih secara maksimal dan lebih memahami. Kata Kunci: Hasil Belajar, Inquiry 2

I. LATAR BELAKANG Pembicaraan mengenai pendidikan selalu diarahkan kepada guru. Guru selalu dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam operasionalisasi pendidikan ditingkat sekolah, sehingga ketika pendidikan dituding sebagai pihak yang bertanggung jawab atas menurunnya kualitas sumber daya manusia, secara langsung guru merupakan pihak yang bertanggung jawab. Dengan demikian guru merupakan pihak yang sangat menentukan dan memegang peranan yang sangat penting terhadap kemajuan pendidikan yang bermuara pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berdasarkan paparan tersebut, guru memegang peranan yang sangat penting dan menentukan. Oleh karenanya, peningkatan kemampuan dan wawasan guru ini menjadi hal mutlak yang harus dilakukan agar guru dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik. Berbagai upaya dan strategi harus dilakukan dengan baik dan terencana agar kegiatan dan aktivitas guru terus meningkat dan dapat mencapai tujuan pendidikan yang telah direncanakan. Berdasarkan pada pendapat tersebut, Soekamto (2001) mengatakan bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi unsur penentu dalam kelangsungan hidup manusia. Untuk menghadapi tantangan pada masa mendatang, pendidikan nasional dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kualitas manusia Indonesia seutuhnya. Upaya peningkatan kualitas manusia Indonesia sutuhnya tidak hanya menjadi tugas dan tanggung jawab para pakar, birokrat dan politisi saja, melainkan juga menjadi tugas dan tanggung jawab guru dan orang yang berkiprah di bidang pendidikan dan pengajaran. Oleh karena itu, sebagai praktisi dan pemerhati bidang pendidikan dan pengajaran, perlu memikirkan dan mengambil langkah guna ikut berkiprah dalam meningkatkan kualitas manusia Indonesia seutuhnya, yaitu dengan meningkatkan mutu pendidikan. Untuk meningkatkan mutu pendidikan diperlukan pembaharuanpembaharuan strategi dalam pembelajaran. Pembaharuan tersebut hendaknya dipahami dan dilakukan oleh guru, agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan efektif dengan harapan dapat meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya dalam peningkatan prestasi belajar peserta didik. Untuk meningkatkan prestasi belajar, guru harus mampu memberikan motivasi kepada peserta didik, agar dalam kegiatan belajar mengajar anak memiliki keinginan untuk mengetahui dan memahami materi yang disampaikan oleh guru. Dalam kaitannya 3

dengan hasil belajar guru harus mampu membangkitkan minat belajar peserta didik dengan memperhatikan prinsip bahwa peserta didik akan bekerja keras bila ia mempunyai minat dan perhatian terhadap materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Dengan demikian, maka kualitas peserta didik akan lebih mengarah pada tujuan yang direncanakan dalam pendidikan. Hal ini senada disampaikan oleh Nurhadi & Senduk (2003) bahwa kualitas kehidupan bangsa sangat ditentukan oleh faktor pendidikan. Peran pendidikan sangat penting untuk menciptakan kehidupan yang cerdas, damai, terbuka, dan demokratis. Oleh karena itu, pembaruan pendidikan harus selalu dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Hasil belajar yang diperoleh dibawah Kreteria Ketuntasan Minimal, itulah permasalahan yang dihadapi oleh siswa dan guru, dengan menggunakan metode ceramah kurang melibatkan siswa, sehingga siswa selalu ramai saat KBM, siswa merasa bosan mendengarkan ceramah, siswa kesulitan untuk memahami materi, siswa malas belajar untuk menghafal dan sebagainya.. Lewin mengatakan bahwa pembaharuan sosial sangat tergantung pada komitmen dan pemahaman anggota masyarakat yang terlibat dalam proses perubahan itu. Selanjutnya Elliot mengemukakan bahwa perlunya kolaborasi dalam melakukan perubahan-perubahan yang bersifat mendasar melalui proses penelitian. Oleh karena itu diperlukan pembaharuan Strategi Pembelajaran Inquiry. Inquiry merupakan salah satu komponen dan penerapan pendekatan CTL (Contextual Teaching And Learning), yang berarti menemukan. Menurut Nurhadi (2002) menemukan merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran berbasis CTL (Contextual Teaching And Learning). Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hasil mengingat seperangkat fakta-fakta, tetapi hasil dari menemukan sendiri. Strategi pembelajaran yang kurang melibatkan siswa akan menurunkan minat belajar siswa, sehingga hasil belajarnyapun akan menurun dan pada akhirnya prestasi belajarnyapun tidak akan didapatkan hasil yang optimal. Strategi pembelajaran yang lebih menekankan pada aktivitas siswa merupakan metode belajar mengajar yang mengutamakan peran siswa aktif baik fisik, mental, maupun sosial. Berdasarkan pada pernyataan tersebut intinya bahwa strategi belajar yang digunakan oleh guru sangat berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik, dan yang lebih penting lagi berpengaruh terhadap keberhasilan peserta didik dalam belajar. Menurut Mulyasa 4

(2002) untuk mencapai keberhasilan peserta didik dalam belajar, maka guru perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut : (1) mengurangi metode ceramah, (2) memberikan tugas yang berbeda bagi setiap peserta didik, (3) mengelompokkan peserta didik sesuai dengan kemampuannya, (4) bahan harus dimodifikasi dan diperkaya, (5) gunakan prosedur yang bervariasi, (6) usahakan situasi belajar berusaha untuk mengembangkan kemampuan anak untuk berkerja sesuai kemampuan, dan (7) usahakan melibatkan peserta didik dalam berbagai kegiatan. Dari pendapat tersebut, menunjukkan bahwa kreatifitas dan kemampuan guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Siswa akan mempunyai prestasi belajar yang baik bila dalam dirinya tertanam motivasi belajar yang kuat. Berdasarkan fenomena yang ada, peneliti akan melakukan penelitian tindakan kelas (action research) dengan tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bahwa dengan strategi pembelajaran Inquiry yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran, diharapkan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa, dan pada akhirnya dapat meningkatkan pula prestasi belajar siswa. Penelitian ini akan mendeskripsikan suatu upaya peningkatan hasil belajar Penelitian Tindakan (action research) strategi pembelajaran Inquiry ini dilakukan pada siswa SMP Negeri 1 Tanjunganom Kabupaten Nganjuk pada siswa kelas VIII- 12 pada mata pelajaran Biologi. Apakah dengan strategi pembelajaran Inquiry (menemukan) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII-12 SMP Negeri 1 Tanjunganom Kabupaten Nganjuk dalam belajar mata pelajaran Biologi? Suatu tantangan proses pencapaian tujuan pembelajaran di SMP di era global saat ini, untuk menghasilkan mutu pembelajaran yang optimal. II. METODE Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Tanjunganom, kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk kelas VIII.12 dengan jumlah siswa 35 orang. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas merupakan upaya menguji cobakan ide-ide ke dalam praktik untuk memperbaiki atau mengubah sesuatu agar memperoleh dampak nyata dari situasi (Kemis dan Taggart, 1988). Teknik analisis data yang penulis gunakan adalah teknik analisis deskriptif dengan melalui tahapan-tahapan tertentu, 5

yakni menggunakan model penelitian tindakan dari siklus yang satu ke siklus yang berikutnya. Setiap siklus meliputi planning (perencanaan), action (tindakan), observation (pengamatan) dan reflection (refleksi) Kemmis dan Taggart (dalam Arikunto : 2002). Materi yang diberikan adalah mata pelajaran Biologi materi Sistem Pencernaan Makanan, pada siswa kelas VIII-12 dengan sub pokok bahasan Makanan dengan mencari persentase ketuntasan perolehan dari siklus 1 dan siklus 2. Guru peneliti dan siswa membuat kesepakatan pelaksanaan penelitian akan dihentikan jika persentase ketuntasan telah mencapai ketuntasan klasikal mencapai 85% atau lebih seperti yang telah ditetapkan oleh sekolah dan siswa yang belum tuntas (dibawah nilai 75) akan diadakan remidi. III. HASIL DAN KESIMPULAN Dari pelaksanaan penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa penerapan pengembangan strategi pembelajaran Inquiry dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII-12 SMP Negeri 1 Tanjunganom. Hal ini ditunjukkan oleh hasil belajar siswa tersebut dalam mempelajari mata pelajaran Biologi materi Sistem Pencernaan Makanan pada siswa kelas VIII-12 dengan sub pokok bahasan Makanan. Hasil belajar yang diperoleh sangat menunjukkan hasil yang signifikan dengan menggunakan strategi pembelajaran Inquiry. Dengan hasil belajar yang baik menunjukkan prestasi belajarl siswa kelas VIII-12 SMP Negeri 1 Tanjungnanom Kabupaten Nganjuk meningkat dengan pengembangan strategi pembelajaran Inquiry yang digunakan oleh guru. Berdasarkan pada hasil penelitian ini dapat peneliti rumuskan kesimpulan bahwa dengan pengembangan strategi pembelajaran Inquiry dapat meningkatkan hasil belajar Biologi materi Sistem Pencernaan Makanan pada siswa kelas VIII-12 SMPN 1 Tanjunganom. IV. DAFTAR PUSTAKA Arikunto S. 2002. Pedoman Riset Praktis. Jakarta : EGC Hamalik. 2002. Pendekatan Ketrampilan Proses, Bagaimana Mengaktifkan Siswa dalam Belajar. Jakarta : Obor Indonesia Hatnalik, O. 2002. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Jakarta : Bumi Aksara Mulyasa, E. 2002. Kurikulum Berbasis Kompetensi, Konsep, Karakteristik, dan Implementasi. Bandung : Penerbit PT. Remaja Rosdakarya 6

Nurhadi. 2002. Pendekatan Kontekstual. Malang : Universitas Negeri Malang Nurhadi, & Senduk, G., A., 2003. Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK. Malang : Universitas Negeri Malang Roestiyah. 2008. Metodologi Penelitian Inovatif. Jakarta : Elex Media Komputindo Soekamto, H. 2001. Peranan Strategi Pembelajaran yang Menekankan pada Aktivitas Siswa dalam Meningkatkan Minat dan Prestasi Siswa. Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah. Vol.3 No.9, 10 Tahun 2001 Suryanti.2008.Model-Model Pembelajaran Inovatif. Surabaya : Universitas Negeri Surabaya Usman. 2002. Psikologi Belajar. Bandung : Remaja Rosda Karya 7