Kata Kunci Manajemen Proyek, Decision Making, CPM/PERT, Work Breakdown Structure, Crashing Project, Decision Tree.

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Manajemen Proyek. Riset Operasi TIP FTP UB

ABSTRAK ABSTRACT. Fatoni Azis Teknik Industri, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Penjadwalan proyek. 1. Menunjukkan hubungan tiap kegiatan dan terhadap keseluruhan proyek

OPTIMALISASI BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH TINGGAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE PERT-CPM

Optimalisasi Waktu Pengerjaan Proyek Ruko Dengan Metode Diagram Preseden

Analisis Optimasi Pelaksanaan Proyek Revitalisasi Integrasi Jaringan Universitas Kadiri Menggunakan Metode PERT Dan CPM

MONITORING DAN ANALISIS JADWAL PROYEK MENGGUNAKAN METODE PERFORMANCE INTENSITY DAN CPM PADA PROYEK HOTEL

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

OPTIMALISASI PENJADWALAN PROYEK REVITALISASI GEDUNG BPS KOTA GORONTALO DENGAN MENGGUNAKAN METODE CPM DAN PDM

Prosiding Manajemen ISSN:

BAB II KAJIAN PUSTAKA, RERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS

Journal Industrial Servicess Vol. 3 No. 2 Maret 2018

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

LAPORAN RESMI MODUL VII PERT DAN CPM

BAB III METODE PENELITIAN. (Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional) pada proyek pembangunan

UPAYA PERCEPATAN PROYEK RUMAH HUNIAN DENGAN OPTIMALISASI BIAYA DI PT. XYZ DENGAN PENDEKATAN CPM & PERT

Analisis Penerapan Network Planning Dalam Upaya Efisiensi Biaya dan Waktu Pada Penyelesaian Proyek Pengembangan Gedung RSD dr.

PERT dan CPM adalah suatu alat manajemen proyek yang digunakan untuk melakukan penjadwalan, mengatur dan mengkoordinasi bagian-bagian pekerjaan yang

BAB III METODE PENELITIAN

PENTINGNYA MANAJEMEN PROYEK

Operations Management

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RERANGKA PEMIKIRAN

MANAJEMEN PROYEK. Manajemen proyek meliputi tiga fase : 1. Perencanaan 2. Penjadwalan 3. Pengendalian

LAPORAN RESMI MODUL VI PERT & CPM

STUDI KASUS PENERAPAN METODE PERT PADA PROYEK GUDANG X

Analisa Time Cost-Trade Off Pada Pembangunan Perluasan Rumah Sakit Petrokimia Gresik

PENJADWALAN PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN CLUSTER PASAWAHAN REGENCY DENGAN MENGGUNAKAN METODE CPM ATAU PERT

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN. perusahaan selain manajemen sumber daya manusia, manajemen pemasaran dan

Novie Susanto, Ratna Purwaningsih, Erwin Ardiansyah. Abstrak

PERBANDINGAN PENJADWALAN PROYEK MENGGUNAKAN KURVA S DAN CPM NETWORK PADA PROYEK X DI SURABAYA

BAB II Tinjauan Pustaka

Operations Management

Dadiyono Amat Pawiro Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Semarang Jl.Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang

Analisis Biaya Pembangunan Proyek Perumahan Menggunakan Metode PERT dan EVM (Studi Kasus: Perumahan D Lion Cluster)

APLIKASI ANALISIS NETWORK PLANNING PADA PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN DENGAN METODE CPM

Syafri Antu Arfan Utiarahman, Darwis Hinelo Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Sipil, Universitas Negeri Gorontalo

TIN102 - Pengantar Teknik Industri Materi #5 Ganjil 2014/2015 TIN102 PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI

ANALISIS EVALUASI BIAYA DAN PENJADWALAN WAKTU PROYEK PENGOLAHAN LIMBAH PT. KI DENGAN PENDEKATAN PERT

OPTIMASI WAKTU PROYEK DENGAN PENAMBAHAN JAM KERJA DENGAN PRECEDENCE DIAGRAM METHOD (Studi Kasus Proyek Rumah Susun Sederhana Sewa Pekanbaru)

TEKNIK ANALISA JARINGAN (CPM)

Prosiding Manajemen ISSN:

MANAJEMEN PROYEK (PERT)

Penjadwalan Proyek. Oleh Didin Astriani Prasetyowati, M.Stat

Proyek. Proyek adalah sederetan tugas yang diarahkan pada suatu hasil output utama

PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN JADWAL PROYEK DENGAN MENGGUNAKAN METODE CPM PADA PROYEK APARTEMEN Christian Kennardi 1, Ivan Pratama Setiadi 2, Andi 3

MATERI 8 MEMULAI USAHA

PENJADWALAN PEMBANGUNAN RUMAH TIPE 300 DALAM MENGEFISIENKAN WAKTU PADA CV BASUKI RAHMAT PRABUMULIH

MANAJEMEN PROYEK (PERT)

Kata kunci: PERT, penambahan jam kerja (lembur), lintasan kritis, Time Cost Trade Off.

EMA302 - Manajemen Operasional Materi #9 Ganjil 2014/2015. EMA302 - Manajemen Operasional

METODE PERT CPM UNTUK OPTIMALISASI PENJADWALAN PROYEK (STUDI KASUS PEMBANGUNAN RUSUNAWA KARANGROTO SEMARANG)

Manajemen Operasional PENJADWALAN DAN PENGAWASAN PROYEK

: Peramalan (Forecasting) Bab III : Manajemen Persediaan. Bab IV : Supply-Chain Management. Bab V : Penetapan Harga (Pricing)

Pendahuluan. Syaiful et al., Evaluasi Penjadwalan Biaya Dan Waktu Proyek Dengan Metode CPM dan PERT...

EVALUASI PENGENDALIAN WAKTU DAN BIAYA MENGGUNAKAN METODE PERT

Prosiding Matematika ISSN:

STUDI KASUS PENJADWALAN PROYEK PADA PROYEK RUMAH TOKO X MENGGUNAKAN MICROSOFT PROJECT 2010

Octavianty Agustin, Lim Sanny

Analisis Optimasi Waktu Proyek Menggunakan Program Evaluation and Review Technique

Evaluasi Penjadwalan Waktu dan Biaya Pada Proyek Pembangunan Gedung Kelas di Fakultas Ekonomi Universitas Jember Dengan Metode PERT

ANALISIS KONSEP CADANGAN WAKTU PADA PENJADWALAN PROYEK DENGAN CRITICAL PATH METHOD (CPM) (Studi Kasus : Proyek Pembangunan Rumah Sakit Prima)

DAFTAR ISI JUDUL HALAMAN PENGESAHAN PERNYATAAN BEBAS PLAGIASI KATA PENGANTAR DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAWA TIMUR 2011

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

APLIKASI METODA LINE OF BALANCE (LOB) DAN METODA CRITICAL PATH METHOD (CPM) DALAM PENJADWALAN KEGIATAN PEMBANGUNAN PERUMAHAN

EFISIENSI PELAKSANAAN PROYEK DENGAN MENGGUNAKAN CRITICAL PATH METHOD (CPM) PADA CV. KARUNIA JAYA MANDIRI DI GRESIK

Crashing Project. Bahan Kuliah

JURNAL OPTIMALISASI PELAKSANAAN PROYEK PERUMAHAN ZAHRA RESIDENCE KEDIRI DENGAN METODE CPM

I T S INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA. Biodata Penulis TRI WAHYU NUR WIJAYANTO

BAB III METODE PENELITIAN

Perencanaan & pemograman

ABSTRACT. Universitas Kristen Maranatha

BAB 5 PERENCANAAN WAKTU

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Proyek : Kombinasi dan kegiatan-kegiatan g (activities) yang saling berkaitan dan harus dilaksanakan dengan mengikuti suatu urutan tertentu sebelum se

PERENCANAAN MANAJEMEN PROYEK DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI DAN EFEKTIFITAS SUMBER DAYA PERUSAHAAN (Studi Kasus : Qiscus Pte Ltd)

PENDAHULUAN TINJAUAN PUSTAKA METODE PENELITIAN ANALISIS DAN PEMBAHASAN KESIMPULAN DAN SARAN DAFTAR PUSTAKA

Scheduling Method, dan telah didapatkan waktu penyelesaian proyek masingmasing

PENERAPAN TIME COST TRADE OFF

BAB 3 METODE PENELITIAN

JURNAL STUDY PENJADWALAN PEMBANGUNAN RUMAH LAYAK HUNI KOTA TARAKAN 40 UNIT. Disusun Oleh : FAISAL AZHAR

BAB II LANDASAN TEORI

MANAJEMEN PROYEK (CPM)

BAB V ANALISA HASIL. kritis, artinya aktivitas tersebut merupakan aktivitas non kritis.

PROJECT PLANNING AND CONTROL. Program Studi Teknik Industri Universitas Brawijaya

BAB II STUDI PUSTAKA

Prosiding Manajemen ISSN:

OPTIMALISASI WAKTU PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG GORSENI KABUPATEN KATINGAN MENGGUNAKAN METODE CPM, PERT, DAN PDM

TUGAS AKHIR. Diajukan guna melengkapi sebagian syarat Dalam mencapai gelar Sarjana Strata Satu (S1)

BAB III METODE CPM-PERT PADA JARINGAN. Sebelumnya pada bab II sudah dijelaskan tentang teori graf, teori graf ini

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... LEMBAR PENGESAHAN... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN... ABSTRAK...

BAB I PENDAHULUAN Berisi latar belakang, tujuan, manfaat, ruang lingkup permasalahan dan sistematika penulisan.

Jl. Ir. Sutami 36A, Surakarta 57126; Telp

OPTIMALISASI RENCANA ANGGARAN BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN DENGAN PRESEDEN DIAGRAM METHOD (PDM)

TEKNIK PERENCANAAN DAN PENJADWALAN PROYEK RUMAH TINGGAL DENGAN BANTUAN PROGRAM PRIMAVERA PROJECT PLANNER 3.0. Erwan Santoso Djauhari NRP :

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2015.

Transkripsi:

1 OPTIMALISASI WAKTU PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG ANJUNGAN BUDAYA DAN TAMAN BUDAYA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN PROJECT MANAGEMENT PADA PT. BANGUN NATUNA PRATAMA Yeremia Ryan Christianto Manajemen, School of Business and Management, Universitas Bina Nusantara Perumahan Permata Regensi blok C no.21, Jl. Haji Kelik, Srengeseng, Jakarta Barat 11630, Indonesia, 021-5345830 yeremia.ryan@yahoo ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk membuat perencanaan, penjadwalan proyek, pengendalian pada setiap kegiatan proyek pada PT. Bangun Natuna Pratama menjadi lebih tersistematis dan membuat sebuah penggunaan anggaran dalam penggunaan resource secara efektif pada proyek Pembangunan Gedung Anjungan Budaya dan Taman Budaya di Tanjung Pinang. Penelitian ini mengunakan metode PERT dan CPM, Crashing Project dan Decision Tree. Jenis penelitian adalah deskriptif dan studi kasus dilakukan pada proyek pembangunan gedun anjungan budaya dan taman budaya menggunakan manajemen proye selama 150 hari dengan persentase probabilitas keakuratan lama penyelesaian sebesar 95.05%. Namun, proyek dapat diselesaikan lebih cepat yaitu menjadi 126 hari dengan menggunakan crashing project, sehingga perusahaan dapat menghemat biaya dan waktu pengerjaan. Jika dibandingkan dari sisi biaya maka metode PERT dan CPM memiliki biaya lebih rendah dibandingkan denan Crashing Project. Sedangkandari segi waktu, penyelesaian proyek menggunakan Crashing Project lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan metode PERT dan CPM untuk hasil akhir yang sama. Pertimbangan yang diambil dalam proyek pembangunan ini untuk meminimalkan total biaya dengan menggunakan alat berat untuk pemerataan tanah dan menggunakan tenaga kerja manual untuk pengalian pondasi Kata Kunci Manajemen Proyek, Decision Making, CPM/PERT, Work Breakdown Structure, Crashing Project, Decision Tree. ABSTRACT This research aims to make the planning, project scheduling, control of the operations of the project at PT. Natuna wake Primary become more systematic and create a budget utilization in resource usage effectively on projects Pavilion

2 Building Culture and Cultural Park in Tanjung Pinang. This research method, PERT and CPM, Project Crashing and Decision Tree. This type of research is descriptive and case studies carried out on the bridge construction project Gedun culture and cultural park use projec management for 150 days with a long completion percentage accuracy probability of 95.05%. However, the project can be completed more quickly, namely to 126 days by using the project crashing, so that companies can save costs and processing time. If the comparison of the cost of the method of PERT and CPM have lower costs than primarily to Crashing Project. Sedangkandari terms of time, the completion of the project using the Project Crashing faster than using PERT and CPM for the same end result. Considerations are taken in this development project to minimize the total cost of using heavy equipment for equalization of land and use of manual labor for multiplication foundation Keywords Project Management, Decision Making, CPM/PERT, Work Breakdown Structure, Crashing Project, Decision Tree. PENDAHULUAN Latar Belakang Di era yang semakin modern dan semakin maju seperti saat ini perkembangan dalam perekonomian semakin pesat di mana dapat dilihat dari banyaknya persaingan antar perusahaan diberbagai industri yang semakin ketat. Perekonomian bisa dibilang sebagai simbol atau kekuatan suatu perusahaan, baik komunitas, perkumpulan dan bahkan suatu Negara. Maka dari itu, perusahaan harus memberikan yang terbaik kepada konsumennya agar dapat memenangkan persaingan dan menjadi market leader dengan tujuannya menunjukkan siapa yang terbaik. Untuk menjadi yang terbaik dan menunjukkan diri sebagai market leader perusahaan harus melakukan perencanaan yang matang. Adapun salah satu bisnis yang berkembang dan terus mengalami peningkatan di era pembangunan ini adalah bisnis kontruksi. Salah satu perusahaan yang bergerak dibisnis konstruksi adalah PT. Bangun Natuna Pratama. Perusahaan ini terletak di Jalan Raja Ali Haji No. 54, Tanjungpinang. PT. Bangun Natuna Pratama telah banyak membangun sejumlah proyek dikawasan Tanjungpinang dan sekitarnya

3 Dalam penilitian ini yang akan dibahas adalah proyek pembangunan Gedung Anjungan Budaya dan Taman Budaya yang berlokasi di Senggarang Kota Tanjungpinang (Kepulauan Riau). Proyek ini diberikan oleh pemerintah kepada perusahaan. Pembangunan proyek ini dimulai sekitar bulan Juli 2011 dan ditargetkan selesai pada November 2011 selama 5 bulan atau 150 hari kerja. Identifikasi Masalah Berdasarkan pada masalah PT. Bangun Natuna Pratama yang telah dijelaskan diatas. Maka dirumuskanlah pertanyaan sebagai berikut: 1. Menganalisa dan mengidentifikasi aktivitas yang tidak boleh ditunda agar penyelesaian proyek tepat waktu? 2. Berapa probabilitas proyek pembangunan Gedung Anjunan Budaya dan Taman Budaya lebih cepat dari waktu yang ditentukan? 3. Alternatif apa yang sebaiknya dipilih dalam mengoptimalisasikan efisiensi biaya proyek pada PT. Bangun Natuna Pratama? Tujuan Penelitian Tujuan-tujuan yang dapat dicapai dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Mengetahui aktivitas apa yang tidak boleh ditunda agar penyelesaian proyek dapat tepat waktu pada pembangunan Gedung Anjungan Budaya dan Taman Budaya. 2. Mengetahui berapa probabilitas pembangunan Gedung Anjungan Budaya dan Taman Budaya dapat lebih cepat dari waktu yang ditentukan. 3. Mengetahui alternatif yang harus dipilih dalam mengoptimalisasikan biaya proyek pada PT. Bangun Natuna Pratama Manfaat Penelitian Manfaat penelitian bagi perusahaan adalah untuk membantu menyelesaikan masalah keterlambatan proyek serta evaluasi kepada perusahaan agar dapat tetap konsisten dan sebagai referensi bagi perusahaan dalam menangani proyek-proyek sejenis dimasa mendatang

4 METODOLOGI PENELITIAN Penelitian pada PT. Bangun Natuna Pratama yang dilakukan pada periode Oktober 2014 sampai dengan Januari 2015. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini ialah jenis penelitian deskriptif dan studi kasus. Selanjutnya jenis data pada penelitian ini menggunakan kuantitatif,menggunakan data yang dinyatakan dalam bentuk angka dan menggunakan timehorizon yaitu crosssectional dimana data dikumpulkan dalam sekali periode yakni bulan Oktober Januari dalam rangka menjawab pertanyaan penelitian. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menganalisa aktivitas dengan menggunakan model manajemen proyek dan menganalisa faktor-faktor kendala penyebab proyek tidak selesai pada waktu yang ditetapkan di PT. BangunNatunaPratama. HASIL DAN PEMBAHASAN 1. CPM Berikut adalah tabel kegiatan selama proyek (cpm) yang terapat 13 aktifitas pada kegiatan proyek, langkah pertama dalam mencai jalur kritis pada cpm adalah membuat diagram baik aon atau aoa, kedua menghitung es-ef-ls-lf untuk mencari slacknya. Untuk mengetahui mana yang merupakan jalur kritis slack pada perhitungan haruslah 0. Slack didapat dengan menggunakan es-ls dan ef-lf. Tabel 1. Kegiatan-Kegiatan Selama Project (cpm) Nomor Kegiatan Durasi Predecesor A Pekerjaan Pendahuluan 10 Pekerjaan Pondasi B Pekerjaan SLDOF 21 Pekerjaan KolomBawah A C Pekerjaan Balok dan Plat lantai 21 B D Pekerjaan Kolom Dinding Pekerjaan Balok dan Plat atap 14 C E Pekerjaan Kontruksi Atap 14 D F Pekerjaan Plafond 14 E,J G Pekerjaan Pas. Dinding lantai 1 14 C H Pekerjaan Plesteran, Acian, Profil 30 G

5 I Pekerjaan Kusen 28 G J Pekerjaan Instalasi Tertanam 12 G K Pekerjaan Lantai Keramik 16 F L Pekerjaan Pintu Jendela 12 H,I M Pekerjaan Pengecatan dan Finishing 40 L,K N FINISH Sumber: PT. Bangun Natuna Pratama 2015 Gambar 1. Diagram AON Berdasarkan hasil CPM oleh QM for Windows 2 untuk kegiatan kegiatan selama proyek pada pembangunan gedung anjungan budaya dan taman budaya didapatkan hasil sebagaik berikut Tabel 2. Perhitungan Jalur Kritis CPM No Wa ktu ES EF LS LF Slack A 10 0+0 =0 0+10=10 10 10=0 0+10=10 0 0 atau 10 10=0 B 21 0+10=10 10+21=31 31 21=10 10+21=31 10 10 atau 31 31=0

6 C 21 10+21=31 31+21=52 52 21=31 31+21=52 31 31 atau 52 52=0 D 14 31+21=52 52+14=66 66 4=52 52+14=66 52 52 atau 66 66=0 E 14 52+14=66 66+14=80 80-14=66 66+14=80 66-66 atau 80 80=0 F 14 66+14=80 80+14=94 94 14=80 80+14=94 80 80 atau 94 94=0 G 14 31+21=52 52+14=66 68 14=54 54+14=68 54 52=2 atau 68 66=2 H 30 52+14=66 66+30=96 98 30=68 68+30=98 68 66=2 atau 98 96=2 I 28 52+14=66 66+28=94 98 28=70 70+28=98 70 66=4 atau 98 94=4 J 12 52+14=66 66+12=78 80 12=68 68+12=80 68 66=2atau 80 78=2 K 16 80+14=94 94+16=110 110 16=94 94+16=110 94 94=0 atau 110 110=0 L 12 66+30=96 96+12=108 110-12=98 98+12=110 98 96=2 atau 110 108=2 M 40 96+12=108 110+40=150 150 40=110 110+40=150 110 110 atau 150 150=0 N Fin ish Sumber: Hasil Perhitungan, 2015 Setelah mendapatkan hasil cpm selanjutnya mencari hasil dengan menggunakan metode pert. 2. Pert Berikut adalah tabel kegiatan selama proyek (pert) yang terdapat 13 aktifitas pada kegiatan proyek. Perbedaan pert dengan cpm adalah dimana pert mempunyai tiga perkiraan waktu yaitu : optimis, realistis, pesimis. Langkah

7 pertama dalam menghitung pert adalah pertama, mencari probabilitas penyelesaian proyek dengan menghitung perkiraan waktu, mencari varians dan deviasi standar. Kedua mencari jalur kritis dengan menghitung es-ef-ls-lf untuk mencari slacknya. Untuk mengetahui mana yang merupakan jalur kritis slack pada perhitungan haruslah 0. Slack didapat dengan menggunakan es-ls dan ef-lf. Tabel 3. Kegiatan Kegiatan Selama Proyek (pert) Durasi Predeceso No Kegiatan Waktu a m b r A Pekerjaan Pendahuluan 8 10 12-10 Varian s 0.44 Pekerjaan Pondasi Pekerjaan SLDOF 19 21 23 A 21 0.44 B Pekerjaan KolomBawah C Pekerjaan Balok dan Plat lantai 19 21 23 B 21 0.44 D Pekerjaan Kolom Dinding Pekerjaan Balok dan Plat atap 12 14 16 C 14 0.44 E Pekerjaan Kontruksi Atap 10 14 18 D 14 1.77 F Pekerjaan Plafond 9 14 19 E,J 14 2.77 G Pekerjaan Pas. Dinding lantai 1 12 14 16 C 14 0.44 H Pekerjaan Plesteran, Acian, Profil 28 30 32 G 30 0.44 I Pekerjaan Kusen 26 28 30 G 28 0.44 J Pekerjaan Instalasi Tertanam 9 12 15 G 12 1 K Pekerjaan Lantai Keramik 13 16 19 F 16 1 L Pekerjaan Pintu Jendela 9 12 15 H,I 12 1 M Pekerjaan Pengecatan dan Finishing 36 40 44 L,K 40 1.77 N FINISH - - - - - - Sumber: PT. Bangun Natuna Pratama 2015 Perhitungan waktu = a + 4.m + b / 6

8 A.10, B.21, C.21, D.14, E.14,, K.16, L.12, M.40 Perhitungan varians = A. 0.4444, B. 0.4444, C. 0.4444, D. 0.4444,, K. 1, L. 1, M. 1.7778 Varians Proyek = semua hasil varian di total 0.4444 + 0.4444 + 0.4444 + 0.4444 + 1.7778 + 2.7778 + 1 + 1.7778 = 9.111 Deviasi standar proyek = Z = 155-150/3.0185 = 1.6564 ( lihat di tabel z ) 0.4505 + 0.5 = 0.9505 Setelah mencari probablitas penyelesaian proyek selanjutnya ada mencari jalur kritis pada kegiatan kegiatan proyek pada gambar berikut Gambar 2. Hasil perhitungan es, ef, ls, dan lf 3. Crashing Project Berikut adalah proses hasil crashing project untuk mempercepat waktu aktivitas pembangunan Tabel 3. hasil crashing project

No Normal Time Crash Time Normal Cost Crash Cost Total Crashing Time Crashing Cost Crashing Cost/Day 9 A 10 8 Rp 82.750.000 Rp 91.030.000 2 8.280.000 4.140.000 B 21 19 Rp 91.216.213 Rp 117.816.213 2 26.600.000 13.300.000 C 21 19 Rp 342.706.755 Rp 368.166.755 2 25.460.000 12.730.000 D 14 12 Rp 136.826.030 RP 152.906.030 2 16.080.000 8.040.000 E 14 10 Rp 372.944.932 Rp 382.114.932 4 9.170.000 2.292.500 F 14 9 Rp 141.239.194 Rp 151.859.194 5 10.620.000 2.124.000 K 16 13 Rp 81.406.171 Rp 87.646.171 3 6.240.000 2.080.000 M 40 36 Rp 332.903.111 Rp 366.443.111 4 33.540.000 8.385.000 Sumber: Hasil Perhitungan, 2015 Berdasarkan Analisis QM for Windows, Aktivitas-aktivitas project yang dapat di lakukan akselerasi adalah hanya yang dilalui critical path yaitu A B C D E F K M dengan total pengurangan aktivitas sebesar 24 hari dan memerlukan tambahan biaya sebesar Rp. 135.990.000.-. Jadi jika dilakukan crashing pada proyek ini akan berimplikasi pengerjaan proyek akan berlangsung selama 126 hari dengan biaya total Rp. 1.717.982.406,- + Rp. 135.990.000,- = Rp.1.853.972.406,- Setelah dilakukan perhitungan Crashing Project selanjutnya adalah menentukan pemilihan sumber daya antara menggunakan tenaga kerja manual dan mesin (alat berat) dengan menggunakan metode Decision Tree pada pembahasan selanjutnya. bertujuan agar dapat meminimalkan pengeluaran biaya 4. Decision Tree Berikut data mengenai peluang (probabilitas) dan nilai hasil keputusan untuk alternatif yang tersedia menggunakan data yang diperoleh dari Project Manager PT. Bangun Natuna Pratama :

10 Tabel 4. Alternatif untuk pemerataan tanah dan penggalian pondasi Peluang Bagi Kondisi Nilai Hasil Keputusan No Keterangan Alamiah (Rp) Ekonomi Ekonomi Ekonomi Ekonomi Baik Buruk Baik Buruk Pemerataan Tanah 1 Tenaga kerja 0.6 0.4 210.000.000 21.000.000 manual 2 Alat Berat 0.6 0.4 140.000.000 14.000.000 Penggalian Pondasi 1 Tenaga kerja 0.6 0.4 23.632.448 2.363.244 manual 2 Alat Berat 0.6 0.4 84.000.000 8.400.000 Sumber: Hasil Perhitungan, 2015 Dari sumber data diatas, maka selanjutnya adalah dengan mencari hasil keputusan yang terbaik dengan mencari nilai expected value-nya. Jika yang di cari adalah profitmaka expected value yang kita cari ada yang paling optimal, dan jika yang di cari adalah cost makan expected value-nya adalah yang paling minimum. Berikut adalah perhitungannya : Jawaban data 1 (Pemerataan Tanah) EV (tenaga kerja manual) = (0,6) (Rp 210.000.000) + (0,4) (Rp 21.000.000) = Rp 126.000.000 + Rp 8.400.000 = Rp 134.400.000 EV (alat berat) = (0,6) (Rp 140.000.000) + (0,4) (Rp 14.000.000) = Rp 84.000.000 + Rp 5.600.000 = Rp 89.600.000

11 Gambar 2. Decision Tree data 1 Jawaban data 2 (Penggalian Pondasi) EV (tenaga kerja manual) = (0,6) (Rp 23.632.448) + (0,4) (Rp 2.363.244) = Rp 14.179.468 + Rp 945.297= Rp 15.124.765 EV (alat berat) = (0,6) (Rp 84.000.000) + (0,4) (Rp 8.400.000) = Rp 50.400.000 + Rp 3.360.000 = Rp 53.760.000 Gambar 3. Decision Tree data 2

12 KESIMPULAN Dengan melakukan analisis penelitian yang menggunakan model managemen project dan decision tree pada PT. Bangun Natuna Pratama dapat diketahui hasil penelitian ini dan disimpulkan sebagai berikut : 1. Pada proyek pembangunan gedung anjungan budaya dan taman budaya terdapat serangkaian aktivitas kritis berdasarkan hasil CPM/PERT yaitu pada aktivitas A B C D E F K M yang pengerjaannya tidak dapat ditunda. 2. Terdapat probabilitas proyek sebesar 95.05% pada proyek pembangunan gedung anjungan budaya dan taman budaya dalam waktu 150 hari. 3. Pada proyek pembangunan gedung anjungan budaya dan taman budaya terdapat alternatif dalam pemilihan metode panggalian tanah dan pemerataan tanah yang baik dengan menggunakan decision tree pada PT. Bangun Natuna Pratama dengan memilih alternative menggunakan tenaga kerja manual untuk penggalian tanah dan menggunakan alat berat untuk pemerataan tanah. DAFTAR PUSTAKA Heizer, J., & Render, B. (2006). Operation Management. Jakarata: Salemba Empat. Hasby, M. (2010). Penggunaan Pohon Keputusan dalam Teori Keputusan Laudon, K., & Laudon, J. (2008). Sistem Informasi Manajemen, Edisi 10. Jakarta: Salemba Empat. Mulyono, S. (2004). Riset Operasi Edisi Revisi. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Malik, A. (2010). Pengantar Bisnis Jasa Pelaksana Kontruksi. Yogyakarta: CV ANDI OFFSET. Siswanto. (2007). Operation Research Jilid-2. Jakarta: Erlangga. Suprapto, T. (2009). Pengantar Teori dan Manajemen Komunikasi. Yogyakarta: Media Presindo.