PEMERINTAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II GRESIK PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAII TINGKAT II GRESIK NOMOR 34 TAHUN 1997 TENTANG

dokumen-dokumen yang mirip
PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TULANG BAWANG NOMOR 9 TAHUN 1999 T E NT A N G RETRIBUSI PASAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PEMERINTAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II G R E S I K PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II GRESIK NOMOR 30 TAHUN 1997 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TINGKAT II KUTAI NOMOR 12 TAHUN 1998 TENTANG RETRIBUSI PASAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI BARAT NOMOR 08 TAHUN 2002 T E N T A N G RETRIBUSI PASAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KUTAI BARAT,

PERATURAN DAERAH KOTA BONTANG NOMOR 11 TAHUN 2003 TENTANG RETRIBUSI PASAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BONTANG,

LEMBARAN DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I JAWA BARAT

PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II BADUNG NOMOR 3 TAHUN 1996 TENTANG TEMPAT DAN RETRIBUSI PARKIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PEMERINTAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II GRESIK PERATURAN DAERAH KABUPATEN GRESIK NOMOR 24 TAHUN 1997 TENTANG IZIN TRAYEK DAN PENGENDALIAN LALU LINTAS

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II SUMEDANG NOMOR : 2 TAHUN : 1993 SERI : C.2

LEMBARAN DAERAH KOTA TANGERANG. Nomor 1 Tahun 2002 Seri C PERATURAN DAERAH KOTA TANGERANG NOMOR 6 TAHUN 2002 T E N T A N G PENGELOLAAN PASAR

PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA NOMOR 2 TAHUN 2009 TENTANG PASAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA YOGYAKARTA,

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR : 10 TAHUN 2008 SERI : E NOMOR : 5

PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI BARAT

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANTUL NOMOR 04 TAHUN 2005 T E N T A N G PERIZINAN USAHA OBYEK DAN DAYA TARIK WISATA ALAM DI KABUPATEN BANTUL

PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II GRESIK NOMOR 14 TAHUN 1997 TENTANG RETRIBUSI KEBERSIHAN DALAM KABUPATEN DAERAH TINGKAT II GRESIK

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II SLEMAN

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II PURBALINGGA Nomor : 4 Tahun 1992 Seri : A No. 1

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PATI NOMOR 6 TAHUN 2008 TENTANG PASAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PATI,

PEMAKAIAN DAN PENGUSAHAAN PASAR SUNGAI RENGAS

~ 1 ~ BUPATI KAYONG UTARA PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KAYONG UTARA NOMOR 18 TAHUN 2015 TENTANG PENGELOLAAN PASAR RAKYAT

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II SUMEDANG NOMOR : 20 TAHUN : 1993 SERI :A.1

LEMBARAN DAERAH TINGKAT II YOGYAKARTA (Berita Resmi Daerah Tingkat II Yogyakarta)

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KULON PROGO

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR : 24 TAHUN 2011 SERI : E NOMOR : 7

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BATANG HARI NOMOR 26 TAHUN 2002 T E N T A N G PEMAKAIAN DAN PENGUSAHAAN PASAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II S U M E D A N G NOMOR 15 TAHUN 1997 SERI B.5 PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II S U M E D A N G

PERATURAN DAERAH KOTA TARAKAN NOMOR 10 TAHUN 2002 TENTANG IJIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TARAKAN,

Himpunan Peraturan Daerah Kabupaten Purbalingga Tahun

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR : 23 TAHUN 2011 SERI : E NOMOR : 6

PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAMPUNG UTARA NOMOR 06 TAHUN 2001 TENTANG

BUPATI PACITAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PACITAN NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG PENGATURAN DAN PEMBERDAYAAN PEDAGANG KAKI LIMA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II BADUNG NOMOR 4 TAHUN 1991 TENTANG TERMINAL KENDARAAN BERMOTOR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

TENTANG IZIN PEMAKAIAN RUMAH MILIK ATAU DIKUASAI PEMERINTAH KOTA SURABAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SURABAYA,

PEMERINTAH KABUPATEN MAGELANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG PENYELENGGARAAN TERMINAL PENUMPANG DI KABUPATEN MAGELANG

BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN MADIUN NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PENGELOLAAN PASAR DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LABUHANBATU SELATAN TAHUN 2011 NOMOR 17 SERI B NOMOR 05

PEMERINTAH KOTA SURABAYA

PERATURAN DAERAH PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (PERDA DIY) NOMOR : 15 TAHUN 1987 (15/1987) TENTANG USAHA PETERNAKAN

PERATURAN DAERAH PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (PERDA DIY) NOMOR : 4 TAHUN 1989 (4/1989) TENTANG USAHA PERKEMAHAN WISATA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II MUSI RAWAS NOMOR : 4 TAHUN 1994 T E N T A N G

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU NOMOR : 18 TAHUN 2004 SERI C PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU NOMOR 18 TAHUN 2004 TENTANG RETRIBUSI PASAR

NOMOR : 2 TAHUN 1989 SERI : B =================================================================

PERATURAN DAERAH KABUPATEN LANDAK NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN PASAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LANDAK,

PEMERINTAH KABUPATEN MADIUN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BENGKAYANG NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG IZIN USAHA KEPARIWISATAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BENGKAYANG

PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG PENGELOLAAN PASAR KABUPATEN

PERATURAN DAERAH KOTA TARAKAN NOMOR 19 TAHUN 2001 TENTANG IJIN MEMAKAI TANAH NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TARAKAN,

PEMERINTAH KABUPATEN LAMONGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAMONGAN NOMOR 06 TAHUN 2009 TENTANG PENGURUSAN PASAR KABUPATEN LAMONGAN

LEMBARAN DAERAH KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II SURAKARTA NOMOR : 17 TAHUN : 1996 SERI : B NO : 3 PERATURAN DAERAH KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II SURAKARTA

PEMERINTAH KABIJPATEN DAERAH TINGKAT II GRESIK PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II GRESIK NOMOR 2 TAHUN 1992 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BERAU

RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA SURABAYA NOMOR TAHUN 2013 TENTANG IZIN PEMAKAIAN RUMAH MILIK ATAU DIKUASAI PEMERINTAH KOTA SURABAYA

W A L I K O T A B A N J A R M A S I N

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II CIREBON

PEMERINTAH KABUPATEN MALANG

PEMERINTAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II GRESIK PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II GRESIK NOMOR 09 TAHUN 1994 TENTANG

PERATURAN DAERAH KOTA TARAKAN NOMOR 20 TAHUN 2002 TENTANG KETERTIBAN DALAM KAWASAN PELABUHAN PEMERINTAH KOTA TARAKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BERAU

PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II KUTAI NOMOR 9 TAHUN 1999 T E N T A N G

PEMAKAIAN DAN PENGUSAHAAN PERTOKOAN BULIAN BISNIS CENTER

PERATURAN DAERAH KOTA TARAKAN NOMOR 09 TAHUN 2002 TENTANG PEMBERIAN IJIN TEMPAT USAHA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TARAKAN,

PEMERINTAH KABUPATEN JEMBER

PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI BARAT

LEMBARAN DAERAH KOTA SURABAYA Nomor : 1 Tahun 2005 Seri : C


LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 14 TAHUN 2009 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 14 TAHUN 2009 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BERAU

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II CIREBON

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO,

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN WONOGIRI NOMOR : 7 TAHUN 2006 SERI : C NOMOR : 2 PERATURAN DAERAH KABUPATEN WONOGIRI NOMOR 7 TAHUN 2006 T E N T A N G

PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR 18 TAHUN 2012 TENTANG PERIZINAN PUSAT PERBELANJAAN DAN TOKO MODERN

PERATURAN DAERAH KOTA DENPASAR NOMOR 9 TAHUN 2002 TENTANG USAHA PONDOK WISATA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA DENPASAR,

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II SUMEDANG NOMOR 5 TAHUN 1995 SERI B.2

PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR : 28 TAHUN 2003 TENTANG PENGELOLAAN PASAR DI KOTA TASIKMALAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II BADUNG NOMOR 3 TAHUN 1990 TENTANG PAJAK RUMAH BOLA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN GRESIK NOMOR 31 TAHUN 2000 TENTANG PEMANFAATAN TANAH PENGAIRAN YANG DIKUASAI PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BERAU

PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II BADUNG NOMOR 16 TAHUN 1996 TENTANG USAHA BAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA NOMOR 2 TAHUN 2005 TENTANG IZIN GANGGUAN

PEMERINTAH KABUPATEN MADIUN SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN MADIUN NOMOR 10 TAHUN 2010 TENTANG IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MUARA ENIM NOMOR 13 TAHUN 2007 TENTANG PENGGUNAAN JALAN BAGI KENDARAAN YANG MELEBIHI MUATAN SUMBU TERBERAT

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BERAU

PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR: 2 TAHUN 2004 TENTANG FATWA PENGARAHAN LOKASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TASIKMALAYA

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN MAGELANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG NOMOR 7 TAHUN 2009 TENTANG PENATAAN DAN PEMBERDAYAAN PEDAGANG KAKI LIMA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II JEMBRANA NOMOR 5 TAHUN 1991 TENTANG PEMBERIAN IJIN TEMPAT USAHA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGKA PEDAGANG KAKI LIMA

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TK II SLEMAN

PEMERINTAH KOTA SINGKAWANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG Nomor : 3 Tahun 2009 PEMERINTAH KABUPATEN MAGELANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG NOMOR 3 TAHUN 2009 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGKA BARAT NOMOR 4 TAHUN 2009 TENTANG PEDAGANG KAKI LIMA

BUPATI TAPIN PERATURAN DERAH KABUPATEN TAPIN NOMOR 15 TAHUN TAHUN 2010 TENTANG PERIZINAN DIBIDANG ANGKUTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II KULON PROGO NOMOR : 1 TAHUN : 1998 SERI : B

PEMERINTAH KOTA PAGARALAM

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT NOMOR 49 TAHUN 2001 TENTANG B E C A DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TANJUNG JABUNG BARAT,

Perda No. 18/2001 tentang Retribusi dan Penyelenggaraan Terminal Bus / Non Bus di Kabupaten Magelang.

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANYUMAS NOMOR 4 TAHUN 2011 TENTANG PENATAAN DAN PEMBERDAYAAN PEDAGANG KAKI LIMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

NOMOR 11 TAHUN 2001 TENTANG PENGELOLAAN TERMINAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG,

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II BANJAR NOMOR 13 TAHUN 1997 SERI C NOMOR SERI 1 PERATURAN DAERAH KABUPAREN DAERAH TINGKAT II BANJAR

Transkripsi:

PEMERINTAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II GRESIK PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAII TINGKAT II GRESIK NOMOR 34 TAHUN 1997 TENTANG PENGELOLAAN PASAR YANG DIKUASAI OLEH PEMERINTAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II GRESIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KEPALA DAERAH TINGKAT II GRESIK Menimbang : a. Bahwa semakin meningkatnya Pembangunan di Kabupaten Daerah Tingkat II Gresik. Khususnya Pembangunan Pasar yang dikuasai oleh Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Gresik sudah tidak sesuai dengan perkembangan perekonomian dewasa ini dibidang penerimaan retribusi pasar; b. Bahwa untuk melaksanakan maksud huruf a perlu mencabut Peraturan Daerah Tingkat II Gresik nomor 10 tahun 1977 dan meninjau kembali Pemungutan retribusi Pasar dengan menuangkan kedalam suatu Peraturan Daerah sebagai Landasan formalnya. Mengingat : 1. Undang-undang Nomer 12 tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Daerah Kabupaten dalam lingkungan Propinsi Jawa Timur; 2. Undang undang Nomor 12 Drt Tahun 1957 tentang Peraturan Umum Retribusi Daerah; 3. undang undang nomor 2 tahun 1965 tentang perubahan batas wilayah kotapraja Surabaya dan daerah Tingkat II Surabaya 4. Undang undang nomor 5 tahun 1974 tentang pokok pokok pemerintah dan di Daerah; 5. undang undang nomor 8 tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana; 6. Undang undang nomor 4 tahun 1982 tentang ketentuan ketentuan pokok pengelolaan lingkungan Hidup;

7. Peraturan Pemerintah Nomor 38 tahun 1974 tentang Perubahan Nama Kabupaten Surabaya; 8. Peraturan Pemerintah Nomor 27 tahun 1983 tentang Pelaksanaan Kiotab Undang Undang Hukum Acara Pidana; 9. Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 39 tahun 1992 tentang Pedoman Organisasi Dinas Daerah; 10. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 84 tahun 1993 tentang Bentuk Peraturan dan Peraturan Daerah Perubahan; 11. Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Gresik nomor 1 tahun 1975 tentang pelaksanaan ketertiban umum dibidang kerapian, kebersihan, keamanan dan kesehatan dalam kabupaten daerah Tingkat II Gresik; 12. Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Gresik Nomor 10 tahun 1987 tentang Penyidik Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Gresik; 13. Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Gresik Nomor 13 Tahun 1994 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pengelolaan Pasar Kabupaten Daerah Tingkat II Gresik; 14. Peraturan Daerah Kabupaten daerah Tingkat II Gresik Nomor 14 Tahun 1997 tentang Retribusi Kebersihan dalam Kabupaten Daerah Tingkat II Gresik. Dengan Persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Gresik MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II GRESIK TENTANG PENGELOLAAN PASAR YANG DIKUASAI OLEH PEMERINTAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II GRESIK BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Daerah ini yang dirnaksud dengan a. Daerah adalah Kabupaten Daerah Tingkat II Gresik. b. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Gresik. c. Bupati Kepala Daerah adalah Bupati Kepala Daerah Tingkat II Gresik;

d. Pasar adalah tempat berkumpulnya penjual dan pembeli untuk memperjual belikan dagangannya ditempat yang telah ada secara rutin maupun yang terjadi secara insidentil ditempat yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Gresik maupun ditempat lain; e. Pasar daerah adalah pasar umum, pasar hewan, pasar ikan, yang dikuasai oleh Pemerintah Daerah; f. Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Daerah adalah Kepala Dinas Pengelolaan pasar Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Gresik; g. Dinas pendapatan Daerah adalah Dinas Pendapatan Daera Kabupaten Daerah Tingkat II Gresik; h. Pejaba yang ditunjuk adalah Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Gresik; i. Bangunan bangunan adalah semua bangunan berada dalam pasar yang dipergunakan kepentingan berjualan; j. Rumah Toko (RUKO) adalah sebuah bangunan tetap yang dibangun dalam lingkungan pasar; k. Kios adalah Sebuah bangunan tetap dalam bentuk petak yang berdinding keliling dan berpintu yang dipergunakan untuk berjualan; l. Loas adalah sebuah bangunan teta didalam pasar yang difatnya terbuka dan tanpa dinding keliling yang dipergunakan untuk berjualan; m. Pasar Kelas I adalah pasar yang memiliki pendapatan rata rata minimal Rp. 1.750.000,00- ( satu juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) setiap bulan; n. Pasar kelas II adalah pasar yang memiliki pendapan rata rata dibawah minimal pasar kelas I; o. Pejabat/petugas Pasar adalah Pejabat/Petugas Pasar yang ditunjuk atau ditugaskan oleh Kepala Daerah; p. Kepala Pasar adalah Pegawai Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Gressik yang diserahi tugas oleh Bupati Kepala Daerah Tingkat II Gresik atas usulan Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Daerah sebagai Pimpinan Unit Pasar yang dikuasai oleh Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Gresik; q. Lingkungan Pasar adalah semua tempat yang digunakan untuk melakukan kegiatan perdagangan diwaktu siang maupun malam hari yang berada di sekitar Pasar yang dikuasai Pemerintah Daerah dengan radius 1 (satu) kilo meter dari Pasar Pemerintah Daerah dan memperoleh manfaat dari keramaian pasar.

BAB II PENDIRIAN PASAR DAERAH Pasal 2 (1) Pemerintah Daerah mendirikan PAsar Daerah dalam Daerah yang penyelenggaraannya diatur dalam Peraturan Daerah ini; (2) Dalam PAsar dimaksud pada ayat (1), dibangun bangunan bangunan sebagai penampungan tempat para pedagang. Pasal 3 (1) Lokasi Pasar Daerah Diberi batas dengan Jelas dalam bentuk Pagar Tembok, besi atau pagar lain yang memadai; (2) Perubahan terhadap batas batas Pasar Daerah dimaksud pada ayat (1), akan ditentukan oleh Bupati Kepala Daerah. Pasal 4 Waktu Buka dan tutup untuk tiap tiap Pasar Daerah ditetapkan oleh Kepala Daerah. BAB III IJIN UNTUK BERJUALAN Pasal 5 (1) Pedagang yang berkehendak menjadi pemakai tetap Ruko, Kios, atau Los dalam pasar harus mengajukan permohonan kepada Bupati Kepala Daerah, dengan mencantumkan identitas yang lengkap termasuk nama dan alamat pemohon, ukuran tempat yang dikehendaki serta mencantumkan pula jenis barang dagangan yang akan diperdagangkan; (2) Bupati Kepala Daerah dapat memberikan izin dan aau menolak permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini; (3) Ijin pemakaian tempat berjualan, berlaku dalam jangka waktu selamalamanya 1 (dua) tahun, terhitung sejak tanggal dikeluarkan; (4) Bilamana masa berlakunya Ruko, Kios, atau Los sudah habis maka bagi pedagang yang bersangkutan dapat mengajukan izin perpanjangan (Her Regrestasi) dan dikenakan biaya sesuai dengan Lampiran Peraturan Daerah Ini.

Pasal 6 Setiap pemegang izin sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 harus nenebuhi ketentuan ketentuan sebagai berikut : a. Memelihara dengan baik bangunan yang ditempati; b. Menyediakan Tong Sampah pada tiap tiap Ruko, Kios dan Los yang ditempati; c. Membersihkan Sampah atau Kotoran lainnya yang berasal dari barang dagangannya; d. Membuang sampah atau kotoran lainnya yang berasal dari barang yang diperdagangkan ke dalam tong sampah yang sudah ditentukan; e. Tidak diperkenankan menggelar barang dagangan yang melebihi dari batas luas kios atau los yang ditempati, tidak diperkenankan memindahkan hak kepada pihak lain kecuali sudah memperoleh izin terlebih dahulu dari Bupati Kepala Daerah atau Pejabat/Petugas yang ditunjuk; f. Tidak mengubah bentuk bangunan, bagian sebagian maupun seluruhnya, kecuali sudah,mendapat izin terlebih dahulu dari Bupati Kepala Daerah atau Pejabat/Petugas yang ditunjuk; g. Mentaati peraturan Perundang-undangan yang berlaku yang berhubungan dengan hak dan kerwajiban yang dibebankan kepadanya. Pasal 7 (1) Izin pemakaian tempat berjualan dimaksud dalam pasal 5 berakhir apabila pemegang izin, a. Mengakhiri izin usaha berdagangnya atas permintaan sendiri. b. Meninggal dunia, c. Izin dicabut karena tidak memenuhi ketentuan dimaksud dalam pasal 6; d. Telah habis masa berlakunya; e. Membiarkan stan/kios/bedak dalam keadaan kosong selama 6 (enam) bulan setelah keluarnya izin. (2) Bagi pemegang izin yang meninggal dunia, ahli warisnya dapat menenmpati kios atau los dimaksud pada ayat (1) pasal 5, dan meneruskan usaha dagangnya dengan sisa waktu yang telah ditetapkan; (3) Ahli waris dimaksud pada ayat (2), harus dapat menunjukkan Surat keterangan dari Kepala Desa/Kepala Kelurahan dan diketahui Camat setempat;

(4) Bgi mereka yang izinnya telah berakhir dan tidak mengajukan perpanjangan, harus mengosongka Ruko, kios atau los dalam waktu 10 (sepuluh) hari, sejak diterimanya surat pemberitahuan tentang keharusan pengosongan dimaksud; (5) Bagi pemegang izin yang habus waktunya dan akan memperpanjang izinnya, 3 (tiga) bulan sebelum habis masa berlakunya harus mengajukan permohonan perpanjangan izin kepada Bupati Kepala Daerah atau Pejabat / Petugas yang ditunjuk. Pasal 8 (1) Apabila tempat berjualan yang telah diberikan izin pemakaian dalam pasal 5 ayat (2) sewaktu waktu diperlukan oleh Pemerintah Daerah, Maka Bupati Kepala Daerah berhak membatalkan izin yang telah diberikan; (2) Dalam hal Pembatalan izin pemakaian tempat sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bupati Kepala Daerah memberitahukan kepada yang bersangkutan selambat lambatnya 30 (30) Tiga Puluh) Hari sebelumnya dan pemegang izin akan menerima santunan yang ditetapkan oleh Bupati Kepala Daerah. Pasal 9 Bagi yang telah mendapatkan izin pemakaian Ruko, Kios atau los akan diberi kartu tanda pengenal penempatan pemakaian Ruko, kios atau los. BAB IV KELAS PASAR Pasal 10 Pasar pasar daerah terdiri dari ; a. Pasar kelas I 1. Pasar Kota Gresik; 2. Pasar Baru Gubernur Suryo b. Pasar Kelas II: 1. Pasar Sidomoro 2. Pasar Giri 3. Pasar Dukun 4. Pasar Sidayu c. Pasar pasar baru yang diberikan oleh Pemerintah Daerah, klasifikasi kelasnya ditentukan oleh Bupati Kepala Daerah.

BAB V RETRIBUSI Pasal 11 Untuk setiap izin merubah bentuk bangunan sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 huruf g, dikenakan kewajiban membayar ganti rugi kepada pemerintah Daerah sebagai berikut : a. Untuk merubah Ruko dalam pasar kelas I dikenakan Biaya izin perubahan bentuk sebesar Rp. 1.000.000,00- (satu juta rupiah); b. Untuk merubah kios didalam pasar kelas I dikenakan Biaya izin perubahan bentuk sebesar Rp. 500.000,00- (Lima ratus ribu rupiah); c. Untuk merubah kios dalam pasar kelas II dikenakan biaya izin perubahan bentuk, sebesar Rp. 300.000,00- (tiga ratus ribu rupiah). Pasal 12 (1) Bagi pedagang yang menggunakan tempat berjualan atau tem[at lain didalam lokasi ataupun di wilayah Pasar Daerah dikenakan retribusi : (2) Pelaksanaan Pemungutan dan besarnya retribusi dimaksud pada ayat (1), ditetapkan sebagaimana tersebut dalam lampiran Peraturan Daerah ini yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. Pasal 13 Apabila didalam waktu 2 (dua) jam sesudah Pasar dimulai pemegang izin tidak mempergunakan tempatnya (selain Kios atau Los yang tertutup). Petugas pasar berhak memberikan tempat berjualan tersebut kepada pedagang lain yang belum dapat tempat dan bila yang berhak menempati datang, pedagang yang menempat sementara harus pindah dari tempat itudan pemakaian tempat tersebut dikenakan dengan tiap harian yang berlaku. Pasal 14 (1) Pasar yang buka pada pagi hari, siang, sore atau malam tetap dikenakan retribusi harian yang diatur dalam Peraturan Daerah ini; (2) Bagi Pedagang yang berjualan lebih dari 12 (dua belas) jam dikenakan retribusi 2(dua) kali dalam sehari semalam sesuai dengan retribusi yang ditetapkan dalam lampiran Peraturan Daerah ini.

Pasal 15 Untuk tiap tiap pembayaran retribusi sebagaimana dimaksud dalam pasal 13, diberikan karcis sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Bupati kepala Daerah. BAB VI LARANGAN Pasal 16 Bagi pedagang yang berjualan di pasar Daerah dilarang : a. Berjualan di jalan masuk dan keluar atau jalan penghubung didalam pasar Daerah; b. Berjualan atau menggunakan tempat pemberhentian segala kendaraan selain dari tempat yang telah disediakan untuk itu atau yang menjadi haknya; c. Memasang tenda atau mendirikan bangunan bangunan didalam Pasar Daerah, memasukkan sepeda, becak (kecuali seizin petugas), sepeda motor atau ternak besar kedalam Pasar Daerah; d. Mengadakan kegiatan meminjamkan uang dengan bunga untuk maksud enaruk keuntungan baik yang dilakukan olehswasta maupun Pemerintah tanpa seizin Bupati Kepala Daerah; e. Mempergunakan tempat didalam pasar Daerah untuk tidur atau menginap, tanpa seizin Bupati Kepala Daerah Kecuali Ruko; f. Dilarang Minum minuman keras atau main judi didalam pasar daerah; g. Memasukkan atau mengeluarkan barang kedalam pasar Daerah tanpa melalui jalan atau pintu pasar daerah; h. Melakukan sesuatu perbuatan didalam pasar daerah yang sifatnya dapat mengganggu ketertiban umum; i. Menimbun atau menyimpan sesuatu barang dalam Pasar Pemerintah Daerah lebih atau diatas 500 kg harus mendapat izin dari Bupati Kepala Daerah atau Pejabat/Petugas yang ditunjuk; j. Mempergunakan barang pada tempat yang semestinya bukan untuk itu; k. Memperdagangkan barang didalam pasar Daerah yang mudah menimbulkan kebakaran dan meledak serta dapat membahayakan keselamatan umum bagi orang dan barang tanpa seizin Bupati Kepala Da; l. Menyalakan atau mempergunakan api didalam daerah yang dapat mudah menimbulkan kebakaran;

m. Berjualan diluar lokasi Pasar pemerintah Daerah dalam Jarak 1000 (seribu) meter dari batas Pagar Pasar Daerah kecuali ditempat penjualan tetap yang telah mendapat izin dari Bupati kepala Daerah; n. Membiarkan stan/kios/bedak dalam keadaan kosong dan tidak difungsikan dalam jangka waktu 6 (enam) bulan terhitung sejak dikeluarkan izin. BAB VII KETENTUAN PIDANA Pasal 17 (1) Pelanggaran terhadap ketentuan ketentuan dalam Peraturan Daerah ini diancam Pidana Kurungan selama lamanya 6 (enam) bulan atau denda sebanyak banyaknya Rp. 50.000,00- (lima puluh ribu rupiah); (2) Tindak Pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Pelanggaran. BAB VIII KETENTUAN PENYIDIKAN Pasal 18 (1) Selain oleh Pejabat Penyidik Umum, penyidikan atas tindakan pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 18 Peraturan Daerah ini, dapat juga dilakukan oleh Pejabat Penyidikan Pegawai negerri Sipil di Lingkungan Pemerintah Daerah yang pengangkatannya ditetapkan sesuai dengan Peraturan perundang undangan yang berlaku; (2) Dalam melaksanakan Tugas penyidikan, Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berwenang : a. Menerima laporan atau pengaduan dari seseorang tentang adanya tindak pidana; b. Melakukan tindakan pertama pada saat ditempat kejadian; c. Menyuruh berhenti seorang tersangka dan emeriksa tanda pengenal diri tersangka; d. Melakukan menyitaan benda atau surat; e. Mengambil sidik jari dan memotret seseorang; f. Memanggil seseorang untuk didengar dan dipewriksa sebagai tersangka atau saksi; g. Mendatangkan orang ahli yang diperlukan dalam hubungannya dengan pemeriksaan perkara;

h. Menghentikan penyidikan setelah mendapat petunjuk dari Penyidik Umum bahwa tidak terbukti atau peritiwa tersebut bukan merupakan tindak Pidana dan selanjutnya melalui Penyidik Umum memberitahukan hal tersebut kepada penuntut umum, tersangka atau keluarganya; i. Mengadakan tindakan lain menurut hukum yang dapat dipertanggungjawabkan. BAB IX LAIN LAIN Pasal 19 (1) Menyelenggarakan Kegiatan atau pengelolaan di masing masing Unit Pasar Daerah dimaksud dalam pasal 10, dilakukan oleh Pejabat/Kepala unit yang ditunjuk oleh Bupati Kepala Daerah; (2) Tugas Kepala Unit Pasar Daerah selain melaksanakan Kewajibannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1), juga berkewajiban untuk memungut retribusi kepada para pedagang dan menyetorkan hasil ke Kas Pemerintah Daerah selambat lambatnya tidak lebih dari 1 (satu) hari setelah penerimaan. (3) Penyetoran hasil penarikan retribusi Pasar daerah dimaksud pada ayat (2), disetorkan ke Kas Daerah lewat Bendaharawan Khusus Penerima dan Penyetor pada Dinas Pendapatan Daerah. BAB X KETENTUAN PERALIHAN Pasal 20 Dengan berlakunya Peraturan Daerah ini maka Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Gresik Nomor 10 tahun 1977 beserta perubahannya dinyatakan dicabut dan tidak berlaku lagi. BAB XI PENUTUP Pasal 21 Hal hal yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini sepanjang mengenai pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut oleh Bupati Kepala Daerah.

Pasal 22 Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar supaya setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan menempatkannya dalam lernbaran Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Gresik. DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II Ketua, Ttd H. KAHFAN ARIFIN Ditetapkan di Gresik Pada tanggal 27 Nopember 1997 BUPATI DAERAH TINGKAT II GRESIK Ttd H. SOEWARSO, S.Sos Disahkan dengan Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Timur tanggal 17 Juni 1998 Nomor 258/P tahun 1998 A.n. GUBERNUR KEPALA DAERAH TINGKAT I JAWA TIMUR Asisten Ketetaprajaan Ttd Drs. MASDRA M. JASIN Pembina Utama Madya NIP. 510 035 499 Diundangkan dalam Lembaran Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Gresik tanggal 25 Juni 1998 Nomor 1 Tahun 1998 Seri B. An BUPATI KEPALA DAERAH TINGKAT II GRESIK Sekretaris Wilayah / Daerah Ttd Drs. GUNAWAN Pembina Tk. I Nip. 010 080 491

PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II GRESIK NOMOR 34 TAHUN 1998 TENTANG PENGELOLAAN PASAR YANG DIKUASAI OLEH PEMERINTAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II GRESIK I. PENJELASAN Bahwa dalam upaya meningkatkan Pembangunan yang berdaya guna dan berhasil guna serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pemakai jasa di Pasar dikuasai oleh Pemerintah kabuoaten Daerah Tingkat II Gresik, maka bagi pemilik Kios/stand di pasar dikenakan retribusi. Bahwa pengenaan retribusi Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Gresik Nomor 10 tahun 1997 tetang pasar Pemerintah Daerah beserta perubahannya sudah tidak sesuai dengan keadaan perkembangan oembangunan dewasa ini, maka perlu dicabut dan menetapkan kembali dengan suatu Peraturan Daerah yang beru. II. PENJELASAN PASAL DEMI PASAL Pasal 1 s/d pasal 4 : cukup jelas Pasal 5 : Dalam Keopengurusan izin seuai Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Gresik Nomor 13 tahun 1994 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata kerja Dinas Pengelolaan Pasar Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Gresik bahwa pengurusan Izin berjualan di Pasar adalah Kepala Daerah dalam hal ini kepala Daerah dapat menunjuk pejabat yang diberikan izin berjualan yaitu Kepala Dinas Pengelolaan Pasar. Pasal 6 : Cukup Jelas Pasal 7 : Dalam Surat izin ditetapkan ketentuan ketentuan yang harus dipehuni dan ditaati oleh Pemilik Los atau Stand. Pasal 8 s/d pasal 11 : Cukup je;as Pasal 12 ayat (1) : cukup jelas Ayat (2) : yang dimaksud dalam lampiran Peraturan Daerah ini : - Klas Utama adalah los-los Toko/bedak yang berada di depan atau dijalan masuk utama pasar dan yang paling banyak dilewati orang yang hendak belanja.

- Kelas Biasa adalah Los-los. Toko/bedak yang ditengah atau di jalan masuk sekunder yang dilewati orang berbelanja kurang dari kapasitas klas Utama; - Kelas Singkur adalah Los-los, Toko/bedak yang ada dibelakang karena situasi lokasinya kurang diminati orang untuk lewat sekitar kios tersebut kriteria utama biasanga/singkut sewaktu waktu dapat berubah sesuai dengan perkembangan Pasar. Pasal 13s/d pasal 22 : Cukup jelas