PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ENTITAS ANAK

dokumen-dokumen yang mirip
PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ENTITAS ANAK

Daftar Isi. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian...4-5

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT LIONMESH PRIMA Tbk


PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

LAPORAN TAHUNAN ANNUAL REPORT

PT KEDAWUNG SETIA INDUSTRIAL

PT LIONMESH PRIMA Tbk

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut: Tahun 2011 Tahun 2010

PT EVER SHINE TEX Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK


PT FORTUNE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT EVER SHINE TEX Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA

PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT PENYELENGGARA PROGRAM PERLINDUNGAN INVESTOR EFEK INDONESIA

PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2017 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 SEPTEMBER 2011 DAN 30 SEPTEMBER 2010 (MATA UANG INDONESIA)

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk

PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2014 (TIDAK DIAUDIT)

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 31 MARET 2013 DAN 31 MARET 2012 (MATA UANG INDONESIA)

PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 MARET 2015 ( TIDAK DIAUDIT )

PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2014 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

PT EVER SHINE TEX Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA

PT ALKINDO NARATAMA TBK

PT. NUSANTARA INTI CORPORA TBK DAN ENTITAS ANAK

PT SUPARMA Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2018 DAN 2017

PT GARUDA METALINDO Tbk

PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2016 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

Daftar Isi. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-3. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 4

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk

PT LION METAL WORKS Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

PT SAT NUSAPERSADA Tbk DAN ENTITAS ANAK

Daftar Isi. Neraca Konsolidasi Laporan Laba Rugi Konsolidasi Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi... 5

PT FORTUNE INDONESIA TBK DAN ENTITAS ANAK

PT FORTUNE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK

DAFTAR ISI. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian... 3

30 Juni 31 Desember

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2012 DAN 30 JUNI 2011 (MATA UANG INDONESIA)

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT. NUSANTARA INTI CORPORA TBK DAN ENTITAS ANAK

Jumlah aset lancar

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

Laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 dan Beserta Laporan Auditor Independen

PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 MARET 2017 SERTA PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGALTERSEBUT ( TIDAK DIAUDIT )

PT PANASIA INDOSYNTEC Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2012 DAN 31 DESEMBER 2011 Disajikan dalam Rupiah

PT. NUSANTARA INTI CORPORA, Tbk

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 31 MARET 2011 DAN 2010 (MATA UANG INDONESIA)

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini

PT SAT NUSAPERSADA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PER 30 JUNI 2014 DAN 31 DESEMBER 2013

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1 3. Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 4-5. Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 6-7

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

PT MITRA PEMUDA TBK DAN ENTITAS ANAK

PT MILLENNIUM PHARMACON INTERNATIONAL Tbk. Laporan Keuangan Periode yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2013 (Belum Diaudit)

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2011 DAN 30 JUNI 2010 (MATA UANG INDONESIA)

DAFTAR ISI. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian... 3

PT PANASIA INDO RESOURCES Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 SEPTEMBER 2012 DAN 31 DESEMBER 2011 Disajikan dalam Rupiah

PT VISI TELEKOMUNIKASI INFRASTRUKTUR Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT LION METAL WORKS Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2015 dan 2014 Beserta LAPORAN AUDITOR

PT PARAMITA BANGUN SARANA Tbk

Revisi PT MITRA INVESTINDO Tbk

PT GARUDA METALINDO Tbk

PT YULIE SEKURINDO TBK LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2015 BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN (MATA UANG RUPIAH INDONESIA)

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk

LAPORAN KEUANGAN. 31 Maret 2018 dan (Tidak diaudit) PT. SARANACENTRAL BAJATAMA, Tbk

PT LION METAL WORKS Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT KEDAWUNG SETIA INDUSTRIAL Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT FORTUNE INDONESIA TBK DAN ENTITAS ANAK

PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk

PT MAHAKA MEDIA TBK. DAN ENTITAS ANAK

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk

PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT TUNAS ALFIN Tbk LAPORAN KEUANGAN DENGAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN TANGGAL 31 DESEMBER 2016 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT

PT FORTUNE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK. Laporan Keuangan Konsolidasian

30 September 31 Desember Catatan

PT SELAMAT SEMPURNA Tbk. DAN ENTITAS ANAK. Laporan Keuangan Konsolidasian (Tidak Diaudit) 31 Maret 2012 (Mata Uang Rupiah Indonesia)

Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk tahun yang berakhir Pada tanggal 31 Desember beserta Laporan Auditor Independen

Transkripsi:

LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN 30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013 SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2014 DAN 2013 (MATA UANG INDONESIA)

LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN 30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013 SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2014 DAN 2013 Daftar Isi Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Posisi Keuangan Interim Konsolidasian...1-3 Laporan Laba Rugi Komprehensif Interim Konsolidasian...4-5 Laporan Perubahan Ekuitas Interim Konsolidasian... 6 Laporan Arus Kas Interim Konsolidasian... 7 Catatan atas Laporan Keuangan Interim Konsolidasian...8-55

LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN 30 September 31 Desember Catatan 2014 2013 ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 2c, 2e, 4, 30, 33 38.030.040.013 55.331.076.348 Investasi pada surat berharga 2c, 5, 30, 33-2.463.640.680 Piutang usaha setelah dikurangi penyisihan penurunan nilai sebesar Rp 1.944.169.427 dan Rp 2.891.595.351 pada 30 September 2014 dan 31 Desember 2013 2c, 6, 33 185.340.015.674 154.536.701.075 Piutang lain-lain 2c, 7, 33 10.144.161.340 6.768.033.224 Pajak dibayar dimuka bagian lancar 2n, 19a 2.793.492.196 215.713.855 Persediaan - bersih 2f, 9, 14 84.564.039.118 68.057.379.761 Biaya dibayar di muka 2g, 10 16.673.169.396 15.623.466.670 Uang muka pemasok dan lainnya 11 11.962.087.598 10.668.007.649 JUMLAH ASET LANCAR 349.507.005.335 313.664.019.262 ASET TIDAK LANCAR Aset tetap setelah dikurangi Akumulasi penyusutan Rp 105.165.712.336 dan Rp 98.013.580.844 pada 30 September 2014 dan 31 Desember 2013 2h,12,14,18 77.213.402.369 82.093.848.155 Properti investasi bersih 2j, 13 25.419.840.772 25.407.340.772 Aset pajak tangguhan - neto 2n, 19f 5.292.760.096 5.431.533.814 Uang jaminan Pihak ketiga 50.949.987 4.926.000 Pihak berelasi 2d, 8 1.751.655.997 1.736.060.407 Pajak dibayar dimuka bagian tidak lancar 2n,19d 11.182.886.132 11.182.886.132 Aset tidak lancar lainnya 10.000.000 63.112.660 JUMLAH ASET TIDAK LANCAR 120.921.495.353 125.919.707.940 JUMLAH ASET 470.428.500.688 439.583.727.202 Catatan atas laporan keuangan interim konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan interim konsolidasian secara keseluruhan. 1

LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN (Lanjutan) LIABILITAS DAN EKUITAS 30 September 31 Desember Catatan 2014 2013 LIABILITAS JANGKA PENDEK Utang bank jangka pendek 2c,9,12,14, 33 13.320.830.751 7.892.205.987 Utang usaha 2c,15, 33 36.001.168.321 24.628.887.375 Utang lain-lain 2c,16, 34 19.477.453.809 13.037.696.175 Utang pajak 2n,19b 2.534.213.484 3.036.586.264 Beban akrual 2k,17, 33 657.899.390 1.067.856.529 Utang dividen 2c, 33 283.056.366 283.056.366 Utang bank jangka panjang - jatuh tempo dalam satu tahun 2c,18 240.606.204 1.196.641.034 Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 2o,20-667.494.790 JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK 72.515.228.325 51.810.424.520 LIABILITAS JANGKA PANJANG Utang bank jangka panjang - setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun 2c, 18 1.624.561.449 1.227.384.988 Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 2o, 20 7.812.653.230 8.754.590.655 JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG 9.437.214.679 9.981.975.643 JUMLAH LIABILITAS 81.952.443.004 61.792.400.163 Catatan atas laporan keuangan interim konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan interim konsolidasian secara keseluruhan. 2

LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN (Lanjutan) 30 September 31 Desember Catatan 2014 2013 EKUITAS Modal saham - nilai nominal Rp125 per saham Modal dasar - 800.000.000 saham Modal ditempatkan dan disetor penuh - 428.000.000 saham 21 53.500.000.000 53.500.000.000 Tambahan modal disetor 1,2m, 22 56.710.000.000 56.710.000.000 Saldo laba Telah ditentukan penggunaannya 13.748.488.606 13.748.488.606 Belum ditentukan penggunaannya 226.405.982.255 219.256.376.318 Komponen ekuitas lainnya selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan 2l 38.099.586.823 34.564.462.115 Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk 388.464.057.684 377.779.327.039 Kepentingan non pengendali 12.000.000 12.000.000 JUMLAH EKUITAS 388.476.057.684 377.791.327.039 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 470.428.500.688 439.583.727.202 Catatan atas laporan keuangan interim konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan interim konsolidasian secara keseluruhan. 3

LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF INTERIM KONSOLIDASIAN Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Catatan 2014 2013 PENJUALAN BERSIH 2k, 24 293.841.173.005 283.969.000.362 BEBAN POKOK PENJUALAN 2k, 25 128.142.696.164 123.901.948.199 LABA BRUTO 165.698.476.841 160.067.052.163 Beban Usaha 2k, 26 Penjualan (121.299.534.753) (119.660.770.636) Umum dan administrasi (31.203.383.672) (30.249.299.389) Laba selisih kurs bersih 2l (900.394.308) 5.557.983.968 Beban lain-lain - bersih 27 (3.840.274.333) (1.737.982.477) LABA USAHA 8.454.889.775 13.976.983.629 Biaya keuangan 28 (1.412.346.420) (1.112.569.852) Penghasilan keuangan 789.814.695 1.269.419.210 LABA SEBELUM MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN 7.832.358.050 14.133.832.987 MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN 2n, 19 Kini (539.703.605) (3.657.367.240) Tangguhan (143.048.508) 158.210.054 Bersih (682.752.113) (3.499.157.186) LABA BERSIH 7.149.605.937 10.634.675.801. Catatan atas laporan keuangan interim konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan interim konsolidasian secara keseluruhan. 4

LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF INTERIM KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal PENDAPATAN (BEBAN) KOMPREHENSIF LAIN Catatan 2014 2013 Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan 2l 3.535.124.708 14.050.570. JUMLAH LABA KOMPREHENSIF 10.684.730.645 10.648.726.372. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada: Pemilik Entitas Induk 7.149.605.937 10.634.675.801 Kepentingan Non Pengendali - - JUMLAH 7.149.605.937 10.634.675.801. Jumlah laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada: Pemilik Entitas Induk 10.648.730.645 10.648.726.371 Kepentingan non pengendali - - JUMLAH 10.684.730.645 10.648.726.371. LABA BERSIH PER SAHAM DASAR 2q, 29 17 25. Catatan atas laporan keuangan interim konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan interim konsolidasian secara keseluruhan. 5

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS INTERIM KONSOLIDASIAN Untuk periode Sembilan bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Saldo Laba Selisih kurs Modal karena Ditempatkan Tambahan Telah Belum Penjabaran Kepentingan dan Modal ditentukan ditentukan Laporan Non- Jumlah Catatan Disetor Penuh Disetor- Penggunaannya Penggunaannya Keuangan Jumlah Pengendali Ekuitas Saldo 1 Januari 2013 21 53.500.000.000 56.710.000.000 10.673.347.818 236.104.590.185 28.886.773.170 385.874.711.173 12.000.000 385.886.711.173 Laba bersih - - - 10.634.675.802-10.634.675.802-10.634.675.802 Pendapatan komprehensif lain - - - - 14.050.570 14.050.570-14.050.570 Jumlah laba komprehensif - - - 10.634.675.802 14.050.570 10.648.726.372-10.648.726.372 Dividen kas 23 - - - (7.072.700.000) - (7.072.700.000) - (7.072.700.000) Pembentukan cadangan - - 3.075.140.788 (3.075.140.788) - - - - Saldo 30 September 2013 21 53.500.000.000 56.710.000.000 13.748.488.606 236.591.425.199 28.900.823.740 389.450.737.545 12.000.000 389.462.737.545 Saldo 1 Januari 2014 21 53.500.000.000 56.710.000.000 13.748.488.606 219.256.376.318 34.564.462.115 377.779.327.039 12.000.000 377.791.327.039 Laba bersih - - - 7.149.605.937-7.149.605.937-7.149.605.937 Pendapatan komprehensif lain - - - - 3.535.124.708 3.535.124.708-3.535.124.708 Jumlah laba komprehensif - - - 7.149.605.937 3.535.124.708 10.684.730.645-10.684.730.645 Saldo 30 September 2014 21 53.500.000.000 56.710.000.000 13.748.488.606 226.405.982.255 38.099.586.823 388.464.057.684 12.000.000 388.476.057.684 Catatan atas laporan keuangan interim konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan interim konsolidasian secara keseluruhan. 6

LAPORAN ARUS KAS INTERIM KONSOLIDASIAN Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Catatan 2014 2013 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan 259.661.730.291 296.303.348.770 Pembayaran kas kepada pemasok, karyawan dan beban operasi lainnya (276.528.705.076) (283.675.051.477) Kas diperoleh dari aktivitas operasi (16.866.974.785) 12.628.297.293 Pembayaran untuk: Pajak (3.762.903.234) (8.071.880.987) Beban bunga (1.412.346.420) (1.112.569.852) Penerimaan dari penghasilan bunga 789.814.695 1.269.419.210 Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) dari Aktivitas Operasi (21.252.409.744) 4.713.265.664 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Hasil penjualan properti investasi - 1.519.030.335 Hasil penjualan aset tetap 162.000.000 590.093.300 Investasi pada surat berharga 12 2.463.640.680 (327.240.950) Perolehan aset tetap (2.621.574.707) (9.093.160.599) Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Investasi 4.065.973 (7.311.277.914) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penerimaan pinjaman bank 5.428.624.764 1.785.265.485 Pembayaran Dividen kas - (7.072.700.000) Pembayaran pinjaman bank (558.858.369) 42.005.310 Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Pendanaan 4.869.766.395 (5.245.429.205) PENURUNAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS (16.378.577.376) (7.843.441.455) DAMPAK PERUBAHAN SELISIH KURS TERHADAP KAS DAN BANK (922.458.959) 4.459.672.744 KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE 4 55.331.076.348 59.560.929.387 KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 4 38.030.040.013 56.177.160.676 Catatan atas laporan keuangan interim konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan interim konsolidasian secara keseluruhan. 7

1. UMUM a. Pendirian Perseroan PT Mustika Ratu Tbk ( Perseroan ) didirikan berdasarkan akta No. 35 pada tanggal 14 Maret 1978 oleh Notaris G.H.S. Loemban Tobing, S.H. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dengan Surat Keputusan No. Y.A.5/188/15 tanggal 22 Desember 1978 dan diumumkan dalam Berita Negara No. 8 tanggal 25 Januari 1980, Tambahan No. 45. Anggaran dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta No. 136 pada tanggal 17 Juli 2008 oleh Notaris Soetjipto, S.H.M.Kn, mengenai penyesuaian anggaran dasar Perseroan dengan Undang Undang Perseroan Terbatas No. 40 tahun 2007. Perubahan tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No.AHU-09469.AH.01.02.Tahun 2009 tanggal 27 Maret 2009. Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan Perseroan meliputi pabrikasi, perdagangan dan distribusi jamu dan kosmetik tradisional serta minuman sehat, dan kegiatan usaha lain yang berkaitan. Perseroan berdomisili di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan dan pabrik berlokasi di Jalan Raya Bogor KM. 26,4 Ciracas, Jakarta Timur. Perseroan memulai kegiatan komersial pada tahun 1978. b. Penawaran Umum Saham Perseroan Perseroan memperoleh Surat Pemberitahuan Efektif atas Pernyataan Pendaftaran Emisi Saham No. S-874/PM/95 pada tanggal 28 Juni 1995 dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) atas Pendaftaran Perseroan sebagai Perseroan Publik. Perseroan menawarkan 27 juta lembar saham kepada masyarakat dengan nilai nominal Rp 500 per saham dengan harga penawaran Rp 2.600 per saham melalui bursa efek di Indonesia. Kelebihan harga jual saham atas nilai nominal saham telah dibukukan sebagai agio saham (Catatan 22). Perseroan memperoleh persetujuan untuk mencatatkan seluruh sahamnya sebanyak 107.000.000 lembar saham di Bursa Efek Jakarta tanggal 27 Juli 1995 berdasarkan Surat Direksi PT Bursa Efek Jakarta No. S-376/BEJ.1.2/VII/1995 pada tanggal 24 Juli 1995. Pada tahun 2002 Perseroan melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan nilai nominal lama Rp 500 per lembar saham menjadi nilai nominal baru sebesar Rp 125 per lembar saham. Pemecahan nilai nominal saham tersebut telah diumumkan oleh PT Bursa Efek Jakarta melalui surat No. PENG-453/BEJ.EEM/08-2002 tanggal 1 Agustus 2002. Jumlah saham beredar setelah dilakukan pemecahan nilai nominal menjadi sebesar 428.000.000 lembar saham. 8

1. UMUM (lanjutan) c. Struktur Entitas Anak Laporan keuangan konsolidasian mencakup akun-akun Perseroan dan Entitas Anak (selanjutnya disebut Grup ) dimana Perseroan memiliki persentase kepemilikan saham di atas 50% secara langsung atau tidak langsung pada tanggal 30 September 2014 dan 31 Desember 2013 adalah sebagai berikut: Persentase Tahun Mulai Pemilikan (%) Jumlah Aset Beroperasi Secara Kegiatan Usaha Domisili Komersial 2014 2013 2014 2013 PT Mustika Ratubuana Distribusi dan International perdagangan Jakarta 1992 99,97 99,97 241.517.560.558 241.793.287.926 PT Mustika Ratu Distribusi dan (M) Sdn. Bhd. perdagangan Malaysia 1993 100,00 100,00 47.353.458.649 50.288.901.216 PT Paras Cantik Distribusi dan Kenanga * perdagangan Jakarta 2006 99,90 99,90 210.870.489 396.533.959 PT Mustika International Distribusi dan Laboratories * perdagangan Jakarta 1997 99,00 99,00 4.000.000 4.000.000 * Tidak aktif beroperasi PT Mustika Ratubuana International (MRBI) saat ini memiliki cabang-cabang yang berlokasi di Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham yang diaktakan dengan akta No.142 tanggal 11 Juni 2014 oleh Notaris Otty Hari Chandra Ubayani, S.H. susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada tanggal adalah sebagai berikut : 2014 2013 Presiden Komisaris Haryo Tedjo Baskoro, MBA Haryo Tedjo Baskoro, MBA Komisaris Independen Prof. DR. F. G. Winarno Prof. DR. F. G. Winarno Komisaris Darodjatun Sanusi, MBA Darodjatun Sanusi, MBA Presiden Direktur Putri Kuswisnuwardani, MBA Putri Kuswisnuwardani,MBA Direktur Dewi Nur Handayani, BBA Dewi Nur Handayani, BBA Direktur Arman S. Tjitrosoebono,MBA Arman S. Tjitrosoebono, MBA Direktur - Yogest Dixit, C.A Perseroan memiliki karyawan tetap pada tanggal masing-masing sebanyak 1.790 dan 2.470 karyawan tetap (tidak diaudit). d. Penyelesaian atas Laporan Keuangan Konsolidasian Manajemen Perseroan bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan konsolidasian yang telah disetujui untuk diterbitkan pada tanggal 24 Oktober 2014. 9

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia ( SAK ), yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia ( DSAK ) dan Peraturanperaturan serta Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Jasa Keuangan (dahulu BAPEPAM-LK). Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian konsisten dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2014. Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan konsep akrual, dan dasar pengukuran dengan menggunakan konsep harga historis, kecuali laporan arus kas konsolidasian dan beberapa akun tertentu yang disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas atas dasar aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Untuk memberikan pemahaman yang lebih baik atas kinerja keuangan Grup, karena sifat dan jumlahnya yang signifikan, beberapa item pendapatan dan beban telah disajikan secara terpisah Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mengharuskan penggunaan estimasi dan asumsi. Hal ini juga mengharuskan manajemen untuk menggunakan pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Grup. Area yang komplek atau memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih tinggi dari penilaian atau kompleksitas, atau area di mana asumsi dan estimasi dapat berdampak yang signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian diungkapkan dalam Catatan 3. Seluruh angka dalam laporan keuangan konsolidasian dibulatkan menjadi Rupiah, kecuali dinyatakan lain. Transaksi-transaksi yang termasuk dalam laporan keuangan pada setiap entitas Perseroan diukur dengan mata uang lingkungan ekonomi utama di mana entitas beroperasi ( mata uang fungsional ). Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional dan penyajian Perseroan. 10

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) b. Prinsip - Prinsip Konsolidasian Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Entitas anaknya seperti yang disebutkan pada Catatan 1c, yang dimiliki oleh Entitas induk dengan kepemilikan saham lebih dari 50%, secara langsung atau tidak langsung.seluruh Laporan keuangan Entitas anak disusun dengan periode pelaporan yang sama dengan Entitas Induk. Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyajian laporan keuangan konsolidasian telah diterapkan secara konsisten oleh Grup, kecuali dinyatakan lain. Seluruh saldo akun dan transaksi yang material antar Entitas, dilakukan dengan tingkat harga dan persyaratan normal sebagaimana dilakukan dengan pihak ketiga, telah dieliminasi. Entitas Anak dikonsolidasi secara penuh sejak tanggal akuisisi, yaitu tanggal Perseroan memperoleh pengendalian, sampai dengan tanggal Perseroan kehilangan pengendalian. Pengendalian dianggap ada ketika Perseroan memiliki secara langsung atau tidak langsung melalui Entitas Anak, lebih dari setengah kekuasaan suara Perseroan. Pengendalian juga ada ketika Entitas Induk memiliki setengah atau kurang kekuasaan suara suatu entitas jika terdapat: a. kekuasaan yang melebihi setengah hak suara sesuai perjanjian dengan investor lain; b. kekuasaan yang mengatur kebijakan keuangan dan operasional entitas berdasarkan anggaran dasar atau perjanjian; c. kekuasaan untuk menunjuk atau mengganti sebagian besar direksi atau organ pengatur setara dan mengendalikan entitas melalui direksi atau organ tersebut; atau d. kekuasaan untuk memberikan suara mayoritas pada rapat dewan direksi atau organ pengatur setara dan mengendalikan entitas melalui direksi atau organ tersebut. Rugi Entitas Anak yang tidak dimiliki secara penuh diatribusikan pada KNP bahkan jika hal ini mengakibatkan KNP mempunyai saldo defisit. Jika kehilangan pengendalian atas suatu Entitas Anak, maka Perseroan: a. menghentikan pengakuan aset (termasuk goodwill) dan liabilitas; b. menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap KNP; c. menghentikan pengakuan akumulasi selisih penjabaran, yang dicatat di ekuitas, bila ada; d. mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima; e. mengakui setiap sisa investasi pada nilai wajarnya; f. mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan laba rugi komprehensif; dan g. mereklasifikasi bagian induk atas komponen yang sebelumnya diakui sebagai laba komprehensif ke laporan laba rugi komprehensif, atau mengalihkan secara langsung ke saldo laba, jika sesuai. 11

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) c. Instrumen Keuangan Efektif tanggal 1 Januari 2013, Grup menerapkan PSAK Nomor 60 (Revisi 2012) "Instrumen Keuangan: Pengungkapan. Revisi PSAK ini meliputi perbaikan terutama yang berhubungan dengan pengungkapan aset keuangan, termasuk penghapusan nilai wajar agunan sebagai jaminan dan nilai tercatat aset keuangan yang telah jatuh tempo atau diturunkan nilainya yang persyaratannya telah dinegosiasi ulang. Penerapan PSAK revisi ini tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian. (i) Klasifikasi Aset Keuangan Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi dimiliki hingga jatuh tempo, atau aset keuangan tersedia untuk dijual, jika sesuai. Grup menentukan klasifikasi atas aset keuangan pada saat pengakuan awal. Aset keuangan Grup terdiri dari kas dan setara kas, investasi, piutang usaha, piutang lainlain dan uang jaminan dan diklasifikasikan sebagai pinjaman dan piutang dan investasi pada surat berharga sebagai nilai wajar melalui laba rugi Liabilitas Keuangan Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi atau liabilitas keuangan yang dicatat berdasarkan biaya perolehan diamortisasi, jika sesuai. Grup menentukan klasifikasi atas liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal. Liabilitas keuangan Grup terdiri dari utang bank jangka pendek, utang usaha, utang lainlain, beban akrual, utang deviden dan utang bank jangka panjang yang diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang dicatat berdasarkan biaya perolehan diamortisasi. (ii) Pengakuan dan Pengukuran Aset Keuangan Pada saat pengakuan awal, aset keuangan diukur pada nilai wajarnya, ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasi aset. Aset keuangan pada nilai wajar melalui laporan laba rugi Aset keuangan yang dinilai pada nilai wajar melalui laba atau rugi meliputi aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan dan aset keuangan yang pada saat pengakuan awalnya telah ditetapkan untuk dinilai pada nilai wajar melalui laba atau rugi. 12

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) c. Instrumen Keuangan (lanjutan) Pengakuan dan pengukuran (lanjutan) Aset keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan jika diperoleh atau dimiliki untuk tujuan dijual dalam waktu dekat. Aset derivatif juga diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan kecuali derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai. Aset keuangan yang dinilai pada nilai wajar melalui laba atau rugi dicatat dalam laporan posisi keuangan konsolidasian pada nilai wajar dengan laba atau rugi diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Pinjaman dan Piutang Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Setelah pengakuan awal, aset keuangan tersebut dicatat pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif, kecuali jika dampak diskonto tidak material, maka dinyatakan pada biaya perolehan. Keuntungan atau kerugian diakui pada laporan laba rugi ketika aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, dan melalui proses amortisasi. Liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman, termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, pada awalnya diakui pada nilai wajar dikurangi dengan biaya transaksi yang bisa diatribusikan secara langsung dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi, menggunakan suku bunga efektif kecuali jika dampak diskonto tidak material, maka dinyatakan pada biaya perolehan. Beban bunga diakui dalam Beban Keuangan dalam laporan laba rugi. Keuntungan atau kerugian diakui pada laporan laba rugi ketika liabilitas keuangan tersebut dihentikan pengakuannya dan melalui proses amortisasi. (iii) Saling Hapus Dari Instrumen Keuangan Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya dilaporkan dalam laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas Total yang telah diakui dan terdapat maksud untuk menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan. (iv) Nilai Wajar dari Instrumen Keuangan Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan secara aktif di pasar keuangan yang terorganisasi, jika ada, ditentukan dengan mengacu pada kuotasi harga di pasar aktif pada penutupan bisnis pada akhir periode pelaporan. Untuk instrumen keuangan yang tidak memiliki pasar aktif, nilai wajar ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian tersebut mencakup penggunaan transaksi-transaksi pasar yang wajar antara pihak-pihak yang mengerti dan berkeinginan (arm s length market 13

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) c. Instrumen Keuangan (lanjutan) (iv) Nilai Wajar dari Instrumen Keuangan (lanjutan) transactions); referensi atas nilai wajar terkini dari instrumen lain yang secara substansial sama; analisa arus kas yang didiskonto; atau model penilaian lain. (v) Biaya Perolehan Diamortisasi dari Instrumen Keuangan Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi dengan penyisihan atas penurunan nilai dan pembayaran pokok atau nilai yang tidak dapat ditagih. Perhitungan tersebut mempertimbangkan premium atau diskonto pada saat perolehan dan termasuk biaya transaksi dan biaya yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif. (vi) Penurunan Nilai Aset Keuangan Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup mengevaluasi apakah terdapat bukti yang obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. Untuk pinjaman yang diberikan dan piutang yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi, Grup terlebih dahulu menentukan bahwa terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, atau secara kolektif untuk aset keuangan yang tidak signifikan secara individual. Jika Grup menentukan tidak terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, terlepas aset keuangan tersebut signifikan atau tidak, maka aset tersebut dimasukkan ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual dan untuk itu kerugian penurunan nilai diakui atau tetap diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif. Jika terdapat bukti obyektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi, total kerugian tersebut diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa datang (tidak termasuk kerugian kredit di masa mendatang yang belum terjadi). Nilai kini estimasi arus kas masa datang didiskonto dengan menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan tersebut. Jika pinjaman yang diberikan memiliki suku bunga variabel, maka tingkat diskonto yang digunakan untuk mengukur setiap kerugian penurunan nilai adalah suku bunga efektif yang berlaku. Nilai tercatat atas aset keuangan berkurang melalui penggunaan pos cadangan dan nilai kerugian yang terjadi diakui dalam laba rugi. Pendapatan bunga selanjutnya diakui sebesar nilai tercatat yang diturunkan nilainya berdasarkan tingkat suku bunga efektif awal dari aset keuangan. Pinjaman yang diberikan dan piutang beserta dengan cadangan terkait dihapuskan jika tidak terdapat kemungkinan yang realistis atas pemulihan di masa mendatang dan seluruh agunan telah terealisasi atau dialihkan kepada Grup. Jika, pada tahun berikutnya, nilai estimasi kerugian penurunan nilai aset keuangan bertambah atau berkurang karena peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui, maka kerugian penurunan nilai yang diakui sebelumnya bertambah atau berkurang dengan 14

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) (vi) Penurunan Nilai Aset Keuangan (lanjutan) menyesuaikan pos cadangan penurunan nilai. Jika di masa mendatang penghapusan tersebut dapat dipulihkan, total pemulihan tersebut diakui pada laba atau rugi. (vii) Penghentian Pengakuan Aset Keuangan Grup menghentikan pengakuan aset keuangan, jika dan hanya jika, hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau Grup mentransfer hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan atau menanggung kewajiban untuk membayarkan arus kas yang diterima tersebut secara penuh tanpa penundaan berarti kepada pihak ketiga dibawah kesepakatan pelepasan (pass through arrangement); dan (a) Grup telah mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset, atau (b) Grup tidak mentransfer maupun tidak memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset, namun telah mentransfer pengendalian atas aset. Liabilitas Keuangan Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa. Ketika liabilitas keuangan saat ini digantikan dengan yang lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas ketentuan liabilitas keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran atau modifikasi tersebut dicatat sebagai penghapusan liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut diakui dalam laporan laba rugi. d. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi Suatu pihak dianggap berelasi dengan Grup jika: a. langsung, atau tidak langsung yang melalui satu atau lebih perantara, suatu pihak (i) mengendalikan, atau dikendalikan oleh, atau berada dibawah pengendalian bersama, dengan Grup; (ii) memiliki kepentingan dalam Grup yang memberikan pengaruh signifikan atas Grup; atau (iii) memiliki pengendalian bersama atas Grup b. suatu pihak adalah anggota dari personil manajemen kunci Grup atau induk; c. suatu pihak adalah anggota keluarga dekat dari individu yang diuraikan dalam butir (a) atau (d); d. suatu pihak adalah entitas yang dikendalikan, dikendalikan bersama atau dipengaruhi signifikan oleh atau untuk dimana hak suara signifikan pada beberapa entitas, langsung maupun tidak langsung, individu seperti diuraikan dalam butir (d) atau (e); atau e. suatu pihak adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari Grup atau entitas yang terkait dengan Grup. 15

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) d. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi (lanjutan Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, dimana persyaratan tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi. Seluruh transaksi dan saldo yang material dengan pihak-pihak berelasi telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang relevan e. Setara Kas Deposito berjangka yang akan jatuh tempo dalam waktu tiga (3) bulan atau kurang sejak tanggal penempatannya yang tidak dibatasi penggunaannya serta tidak dijaminkan atas utang, diklasifikasikan sebagai Setara Kas. f. Persediaan Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi bersih (the lower of cost or net realizable value). Biaya perolehan dinyatakan berdasarkan metode masuk pertama keluar pertama (FIFO). Nilai realisasi neto persediaan adalah estimasi harga jual dalam kegiatan usaha biasa dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk membuat penjualan. g. Biaya Dibayar di Muka Biaya dibayar di muka dibebankan sesuai masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method). h. Aset Tetap Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai. Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan. Selanjutnya, pada saat inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya inspeksi itu diakui ke dalam total tercatat ( carrying amount ) aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya perbaikan dan pemeliharaan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian pada saat terjadinya. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap, sebagai berikut: Tahun Sewa tanah jangka panjang 99 Bangunan dan prasarana 20/50 Mesin dan peralatan pabrik 10 Peralatan dan perabot kantor 2-5 Kendaraan 5 16

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) h. Aset Tetap (lanjutan) Tanah dinyatakan pada harga perolehan dan tidak disusutkan. Biaya legal awal untuk mendapatkan hak legal diakui sebagai bagian biaya akuisisi tanah, biaya-biaya tersebut tidak didepresiasikan. Biaya terkait dengan pembaruan hak atas tanah diakui sebagai aset tak berwujud dan diamortisasi sepanjang umur hukum hak. Pada setiap akhir tahun buku, nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan aset tetap direviu dan jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif. Nilai tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset diakui dalam laporan laba rugi pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya. i. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian penurunan nilai aset diperlukan, maka Grup membuat estimasi formal total terpulihkan aset tersebut. Rugi penurunan nilai diakui sebagai rugi tahun berjalan. Rugi penurunan nilai akan dipulihkan jika terdapat perubahan dalam taksiran yang digunakan untuk menentukan nilai terpulihkan dari aset non-keuangan. Kerugian penurunan nilai hanya akan dipulihkan sampai sebatas bahwa nilai tercatat aset non-keuangan tidak boleh melebihi nilai terpulihkannya maupun nilai tercatat yang seharusnya diakui, neto setelah dikurangi penyusutan seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laba rugi. j. Properti Investasi Efektif 1 Januari 2012, Grup menerapkan PSAK No. 13 (Revisi 2011), Properti Investasi. PSAK revisi ini mengatur pengakuan, pengukuran dan pengungkapan properti investasi yang meliputi pengukuran properti investasi yang diakui dalam akun sewa dicatat sebagai sewa pembiayaan dan pengukuran dalam laporan keuangan lessor atas properti investasi yang disediakan kepada lessee sebagai sewa operasi. Penerapan PSAK revisi ini tidak berdampak signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian. Properti investasi Grup terdiri dari tanah, bangunan dan prasarana yang dikuasai Grup untuk menghasilkan sewa atau untuk kenaikan nilai atau kedua-duanya, dan tidak untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa untuk tujuan administratif atau dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari. Properti investasi dinyatakan sebesar biaya perolehan termasuk biaya transaksi dikurangi akumulasi penyusutan dan penurunan nilai, jika ada, kecuali tanah yang tidak disusutkan. Jumlah tercatat termasuk bagian biaya penggantian dari properti investasi yang ada pada saat terjadinya biaya, jika kriteria pengakuan terpenuhi, dan tidak termasuk biaya harian penggunaan properti investasi. 17

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) j. Properti Investasi (lanjutan) Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika properti investasi tersebut tidak digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomis di masa depan yang dapat diharapkan pada saat pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian atau pelepasan properti investasi diakui dalam laporan laba rugi dalam tahun terjadinya penghentian atau pelepasan tersebut.transfer ke properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik, dimulainya sewa operasi ke pihak lain atau selesainya pembangunan atau pengembangan. Transfer dari properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan dengan dimulainya penggunaan oleh pemilik atau dimulainya pengembangan untuk dijual. Biaya konstruksi property investasi dikapitalisasi sebagai aset dalam penyelesaian. Penyusutan aset dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan, yaitu pada saat aset tersebut berada pada lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai dengan keinginan dan maksud manajemen. k. Pengakuan Pendapatan dan Beban Pendapatan diakui bila besar kemungkinan manfaat ekonomi akan diperoleh Grup dan jumlahnya dapat diukur secara handal. Pendapatan diukur pada nilai wajar pembayaran yang diterima, tidak termasuk diskon, rabat dan Pajak Pertambahan Nilai ( PPN ) Pendapatan dari penjualan lokal diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan. Pendapatan dari penjualan ekspor diakui sesuai dengan persyaratan pengiriman. Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis). l. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah yang juga merupakan mata uang fungsional entitas induk. Seiap entitas anak menentukan mata uang fungsional dan transaksitransaksi yang termasuk dalam Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada akhir periode pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs tengah yang ditetapkan oleh Bank Indonesia pada tanggal tersebut Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang berhubungan dengan pinjaman, serta kas dan setara kas disajikan pada laporan laba rugi sebagai penghasilan atau biaya keuangan. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari transaksi dalam matauang asing dan penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing ke mata uang Rupiah Laba selisih kurs-neto diakui pada laba rugi. Mata uang penyajian yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah.Setiap entitas di dalam Kelompok Usaha menetapkan mata uang fungsional sendiri dan transaksi-transaksi di dalam laporan keuangan dari setiap entitas diukur berdasarkan mata uang fungsional tersebut. 18

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) l. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing (lanjutan) Pembukuan semua Entitas Anak di Malaysia diselenggarakan dalam ringgit Malaysia (MYR), yang mana merupakan mata uang fungsional entitas-entitas tersebut. Pembukuan semua Entitas Anak di Malaysia diselenggarakan dalam ringgit Malaysia (MYR), yang mana merupakan mata uang fungsional entitas-entitas tersebut. Untuk tujuan penyajian laporan keuangan konsolidasian, akun-akun Entitas Anak tersebut dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan mekanisme berikut: Aset dan liabilitas dijabarkan dengan menggunakan kurs pada tanggal pelaporan; Pendapatan dan beban dijabarkan dengan menggunakan kurs rata-rata periode berjalan; Akun ekuitas dijabarkan dengan menggunakan kurs historis; dan Selisih kurs yang terjadi disajikan pada akun Selisih Kurs karena Penjabaran Laporan Keuangan di ekuitas. Kurs yang digunakan pada tanggal sebagai berikut:, adalah 2014 2013 Dolar Amerika Serikat 12.212,00 12.189,00 Ringgit Malaysia 3.728,87 3.707,69 Dolar Australia 10.654,99 10.875,66 Dolar Singapura 9.585,19 9.627,99 Yen Jepang 111,70 116,17 Eur 15.494,59 16.821,44 m. Kombinasi bisnis entitas sepengendali. Efektif tanggal 1 Januari 2013, Grup menerapkan PSAK No. 38 (Revisi 2012), Kombinasi bisnis entitas sepengendali. PSAK No. 38 terutama mengatur kombinasi bisnis yang melibatkan entitas sepengendali. Penerapan PSAK No. 38 (Revisi 2012) ini tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pelaporan keuangan dan pengungkapan dalam laporan keuangan konsolidasian. Kombinasi bisnis antara entitas sepengendali diperlalukan sesuai dengan PSAK No. 38. Berdasarkan PSAK No. 38, transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali, berupa pengalihan bisnis yang dilakukan dalam rangka reorganisasi entitas-entitas yang berada di dalam suatu Grup yang sama, bukan merupakan perubahan kepemilikan dalam arti substansi ekonomi, sehingga transaksi tersebut tidak menimbulkan laba atau rugi bagi Grup secara keseluruhan ataupun bagi entitas individu dalam Grup tersebut. Karena transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali tidak menyebabkan perubahan substansi ekonomi kepemilikan atas bisnis yang dipertukarkan, maka transaksi tersebut diakui pada jumlah tercatat berdasarkan metode penyatuan kepemilikan. 19

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) m. Kombinasi bisnis entitas sepengendali (lanjutan) Dalam menerapkan metode penyatuan kepemilikan, unsur-unsur laporan keuangan dari entitas yang bergabung, untuk periode terjadinya kombinasi bisnis entitas sepengendali dan untuk periode komparatif sajian, disajikan sedemikian rupa seolah-olah penggabungan tersebut telah terjadi sejak awal periode entitas yang bergabung berada dalam sepengendalian. Jumlah tercatat dari unsur-unsur laporan keuangan tersebut merupakan jumlah tercatat dari entitas yang bergabung dalam kombinasi bisnis antitas sepengendali. Selisih antara imbalan yang dialihkan dan jumlah tercatat dari setiap transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali disajikan di ekuitas dalam pos tambahan modal disetor. Sehubungan dari penerapan PSAK No 38 (revisi 2012) Grup mereklasifikasi selisih yang timbul dari transaksi restrukturisasi entitas sepengendali ke tambahan modal disetor n. Pajak Penghasilan Beban pajak terdiri dari pajak kini dan tangguhan. Beban pajak diakui dalam laporan laba rugi kecuali untuk transaksi yang berhubungan dengan transaksi diakui langsung ke ekuitas, dalam hal ini diakui sebagai pendapatan komprehensif lainnya. Beban pajak kini ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak tahun berjalan. Aset pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal yang belum digunakan, sepanjang besar kemungkinan beda temporer yang boleh dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa mendatang. Total tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir periode pelaporan, dan mengurangi total tercatat jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam total yang memadai untuk mengkompensasi sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan. Aset pajak tangguhan yang belum diakui dinilai kembali pada setiap akhir periode pelaporan dan diakui sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak mendatang akan memungkinkan aset pajak tangguhan tersedia untuk dipulihkan. Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur berdasarkan tarif pajak yang akan berlaku pada tahun saat aset direalisasikan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku atau yang telahsecara substantif telah diberlakukan pada tanggal laporan posisi keuangan. Pengaruh pajak terkait dengan penyisihan untuk dan/atau pembalikan seluruh perbedaan temporer selama tahun berjalan, termasuk pengaruh perubahan tarif pajak, diakui sebagai Manfaat/(Beban) Pajak Penghasilan - Tangguhan dan termasuk dalam laba atau rugi neto tahun berjalan, kecuali untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas. Untuk setiap entitas yang dikonsolidasi, pengaruh pajak atas perbedaan temporer dan akumulasi rugi pajak, yang masing-masing dapat berupa aset atau liabilitas, disajikan dalam total neto untuk masing-masing entitas tersebut. Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan secara saling hapus saat hak yang dapat dipaksakan secara hukum ada untuk saling hapus aset pajak kini dan liabilitas pajak kini, atau aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan berkaitan dengan entitas kena pajak 20

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) n. Pajak Penghasilan (lanjutan) yang sama, atau Grup bermaksud untuk menyelesaikan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto. Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima atau, jika Grup mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan. o. Imbalan Kerja Grup mencatat liabilitas imbalan pasca kerja sesuai dengan UU Ketenagakerjaan No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003 ( UU Ketenagakerjaan ). Berdasarkan PSAK No. 24 (Revisi 2010), biaya imbalan pasca kerja ditentukan oleh penilaian aktuaria dengan menggunakan metode projected-unit-credit. Grup telah memilih metode koridor 10% untuk pengakuan keuntungan dan kerugian aktuaria atas penyisihan imbalan kerja karyawan sesuai dengan UU Ketenagakerjaan. Keuntungan dan kerugian aktuaria diakui sebagai penghasilan atau beban pada saat akumulasi neto keuntungan dan kerugian aktuariayang belum diakui untuk masing-masing individu pada akhir periode pelaporan sebelumnya melebihi 10% dari nilai kini atau 10% dari nilai wajar dari aset program imbalan kerja, jika ada, mana yang lebih tinggi. Keuntungan atau kerugian ini diakui berdasarkan metode garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja yang diharapkan dari karyawan yang ditangggung. Biaya jasa lalu diakui secara langsung di laporan laba rugi, kecuali perubahan terhadap program pensiun tersebut mengharuskan karyawan tersebut tetap bekerja selama periode waktu tertentu untuk mendapatkan hak tersebut (periode vesting). Dalam hal ini, biaya jasa lalu diamortisasi secara garis lurus sepanjang periode vesting. Biaya jasa kini diakui sebagai beban periode berjalan. Grup mengakui keuntungan atau kerugian atas kurtailmen atau penyelesaian suatu program imbalan pasti ketika kurtailmen atau penyelesaian tersebut terjadi. Keuntungan atau kerugian atas kurtailmen atau penyelesaian terdiri dari perubahan yang terjadi dalam nilai kini kewajiban imbalan pasti dan biaya jasa lalu yang belum diakui sebelumnya. p. Informasi Segmen Segmen adalah bagian khusus dari Grup yang terlibat baik dlam menyediakan produk dan jasa (segmen usaha), maupun dalam menyediakan produk dan jasa dalam lingkungan ekonomi tertentu (segmen geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya. Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat diatribusikan langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai kepada segmen tersebut. Segmen ditentukan sebelum saldo dan transaksi antar Grup, dieliminasi sebagai bagian dari proses konsolidasi. 21

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) p. Informasi Segmen (lanjutan) Untuk kepentingan manajemen, Grup membagi segmen usahanya menjadi dua (2) segmen utama, yaitu: pabrikasi dan perdagangan dan distribusi. Informasi keuangan tentang segmen usaha ini disajikan dalam Catatan 31. q. Laba Neto per Saham Dasar Laba neto per saham dasar dihitung dengan membagi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan rata-rata tertimbang total saham biasa yang beredar pada periode yang bersangkutan yaitu sebanyak 428.000.000 lembar saham pada tahun 2014 dan 2013. 3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dan pengungkapan yang terkait, pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya. Pertimbangan Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Grup, manajemen membentuk beberapa pertimbangan di bawah ini, yang memiliki pengaruh yang signifikan pada total-total yang diakui pada laporan keuangan: Klasifikasi Instrumen Keuangan Grup menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK No. 55 (Revisi 2011) dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Grup seperti diungkapkan pada Catatan 2. Penentuan Mata Uang Fungsional Mata uang fungsional dari masing-masing entitas dalam Kelompok Usaha adalah mata uang dari lingkungan ekonomi primer dimana entitas beroperasi. Berdasarkan penilaian manajemen Berdasarkan penilaian manajemen Grup, mata uang fungsional Perusahaan dan seluruh anak perusahaan di Indonesia adalah Rupiah, sedangkan mata uang fungsional untuk Anak Perusahaan yang berkedudukan di Malaysia adalah Ringgit Malaysia. 22

3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI (lanjutan) Penyisihan Penurunan Piutang Usaha Grup mengevaluasi akun tertentu jika terdapat informasi bahwa pelanggan yang bersangkutan tidak dapat memenuhi liabilitas keuangannya. Dalam hal tersebut, Grup mempertimbangkan, berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan berdasarkan catatan kredit dari pihak ketiga dan faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat penyisihan spesifik atas total piutang pelanggan guna mengurangi total piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Grup. Penyisihan spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi total penyisihan penurunan nilai piutang. Nilai tercatat dari piutang usaha Grup sebelum penyisihan untuk penurunan nilai pada tanggal masing-masing adalah sebesar Rp 185.034.185.101 dan Rp 157.428.296.426 (Catatan 6). Estimasi dan Asumsi Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun/ periode berikutnya, diungkapkan di bawah ini. Grup mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali Grup. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada terjadinya Penyusutan Aset Tetap Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 2 sampai dengan 99 tahun. Masa manfaat ekonomis tersebut merupakan masa manfaat ekonomis yang secara umum diharapkan dalam industri dimana Grup menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya beban penyusutan masa depan mungkin direvisi. Nilai tercatat neto atas aset tetap Grup pada tanggal 30 September 2014 dan 31 Desember 2013 masing-masing adalah sebesar Rp 77.213.402.369 dan Rp 82.093.848.155 (Catatan 12). Imbalan kerja Penentuan biaya liabilitas imbalan kerja Grup bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris idependen dalam menghitung total-total tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat cacat, umur pensiun dan tingkat kematian. Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan Grup diakui pada laporan laba rugi konsolidasian pada saat terjadinya. Meskipun Grup berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Grup dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas imbalan kerja dan beban imbalan kerja neto. Nilai tercatat atas estimasi liabilitas imbalan kerja Grup pada tanggal masing-masing adalah sebesar Rp 7.812.653.230 dan Rp 9.422.085.445 (Catatan 20). 23

3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI (lanjutan) Penyisihan Penurunan Nilai Pasar dan Keusangan Persediaan Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas kepada, kondisi fisik persediaan yang dimiliki, harga jual pasar, estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk penjualan. Provisi dievaluasi kembali dan disesuaikan jika terdapat tambahan informasi yang mempengaruhi total yang diestimasi. Nilai tercatat persediaan Perusahaan dan Entitas Anak sebelum penyisihan atas keusangan dan penurunan nilai pasar pada tanggal masing-masing sebesar Rp 84.564.039.118 dan Rp 68.057.379.761 (Catatan 9). Pajak Penghasilan Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. Grup mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan. Pajak Tangguhan Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan, sepanjang besar kemungkinannya bahwa penghasilan kena pajak akan tersedia sehingga perbedaan temporer tersebut dapat digunakan. Estimasi signifikan oleh manajemen disyaratkan dalam menentukan total aset pajak tangguhan yang dapat diakui, berdasarkan saat penggunaan dan tingkat penghasilan kena pajak serta strategi perencanaan pajak masa depan. 4. KAS DAN SETARA KAS Kas dan setara kas terdiri dari : Kas Rupiah 1.271.077.132 885.499.608 Dolar Amerika Serikat AS$ 7.792 pada 31 Desember 2013-94.976.688 Ringgit Malaysia RM 913,81 dan RM 305 pada 30 September 2014 dan 31 Desember 2013 3.407.479 1.132.217 Euro Eropa EUR 45 pada 31 Desember 2013-756.965 Sub jumlah 1.274.484.611 982.365.478 24

4. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) Bank Pihak ketiga Rupiah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 9.937.363.089 8.366.509.468 PT Bank CIMB Niaga Tbk 248.803.719 233.464.544 PT Bank Pan Indonesia Tbk 65.136.893 66.747.292 PT Bank Central Asia Tbk 64.906.729 100.428.886 PT Bank Internasional Indonesia 1.000.000 - Dolar Amerika Serikat Standard Chartered Bank AS$ 507.568 dan AS$ 386.161 pada 30 September 2014 dan 31 Desember 2013 6.198.416.386 4.706.914.601 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk - AS$ 104.401 dan AS$ 104.388 pada 30 September 2014 dan 31 Desember 2013 1.274.943.913 1.272.385.576 Ringgit Malaysia RM 40.818,74 dan RM 129.306 pada 30 September 2014 dan 31 desember 2013 152.207.775 479.428.380 Sub jumlah 17.942.778.504 15.225.878.747 Setara Kas Deposito berjangka Rupiah PT Bank CIMB Niaga Tbk 3.500.000.000 5.000.000.000 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk - 2.400.000.000 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk - 2.000.000.000 PT Bank Pan Indonesia Tbk - 2.000.000.000 Dolar Amerika Serikat PT Bank CIMB Niaga Tbk - AS$ 1.016.239,81 pada 31 Desember 2013-12.386.947.044 Dolar Australia Standard Chartered Bank, Singapura -AUD 1.417.146,06 pada 30 September 2014 dan AUD 1.410.110,75 pada 31 Desember 2013 15.312.776.898 15.335.885.079 Sub jumlah 18.812.776.898 39.122.832.123 Jumlah 38.030.040.013 55.331.076.348 25

4. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) Tingkat suku bunga per tahun adalah sebagai berikut : Deposito berjangka Rupiah 7,25% - 8,00% 5,75% - 8,25% Deposito berjangka Dolar Amerika Serikat 1,75% - 4,60% 1,75% - 2,50% Deposito berjangka Dolar Australia 2,35% - 2,48% 2,18% - 3,00% 5. INVESTASI DALAM SURAT BERHARGA Akun ini terdiri dari: Obligasi Retail Indonesia AS$ 202.120 pada 31 Desember 2013-2.463.640.680 Tingkat suku bunga obligasi 31 Desember 2013 adalah sebesar 6,75%. Nilai wajar efek ditentukan berdasarkan harga pasar efek tersebut yang tercatat di laporan kustodian Standard Chartered Bank - Singapura. Kenaikan atau penurunan nilai wajar efek tersebut dicatat sebagai bagian dari beban atau penghasilan lain-lain dalam laporan laba rugi komprehensif tahun berjalan 6. PIUTANG USAHA Rincian piutang usaha kepada pihak ketiga adalah sebagai berikut : Penjualan Langsung Dalam Negeri Jakarta 14.938.838.428 19.735.411.531 Jawa Barat 7.634.218.856 6.318.712.514 Jawa Timur 6.397.327.400 9.078.224.722 Jawa Tengah 3.964.885.482 2.386.820.744 Sub jumlah 32.935.270.166 37.519.169.511 Luar Negeri Malaysia 17.793.428.876 13.367.405.203 Negara lainnya 10.540.193.648 1.859.831.482 Sub jumlah 28.333.622.524 15.227.236.685 26

6. PIUTANG USAHA (lanjutan) Distributor PT Rajawali Nusindo 31.041.875.721 4.262.950.426 CV Tiara Mas 5.022.256.146 4.509.152.097 PT Koko Pratama 4.929.194.950 667.924.268 CV Cakra Nusantara 4.679.199.347 3.292.313.429 PT Bintang Central Imada 4.644.346.563 4.066.826.748 PT Global Mitra Prima Medan 4.536.122.747 8.771.090.934 PT Anugrah Niaga Jaya 4.186.761.375 3.461.385.809 PT Delta Pusaka Pratama 3.841.436.068 4.096.061.190 PT Bintang Sri Wijaya 3.800.160.616 3.788.375.890 PT Mustika Putri Kapuas 3.557.817.577 2.819.643.308 PT Mandiri Abadi Jaya Utomo 3.542.141.455 3.844.760.147 UD Duta Air Mentari 3.361.689.313 2.371.153.953 PT Mitra Rejeki Lestari 3.203.387.292 2.243.801.276 PT Laut Indah Jaya 2.892.506.700 3.239.266.035 PT Jalur Sutramas 2.841.980.259 11.223.903.718 PT Sinergi Distribusi Utama 2.786.057.806 - PT Matakar Pantam 2.504.326.000 2.790.932.901 PT Antar Mitra Sembada 2.407.198.135 5.059.507.027 CV Tunggal Jaya 2.220.301.463 1.846.079.845 PT Sukses Anugerah Semesta 2.192.003.474 2.024.785.019 PT Zokkas Sejahtera 2.129.536.928 - CV Mitra Sejati Distribusi 1.754.427.198 - CV Mandiri Jaya 1.738.407.923 - PD Mitta Jaya 1.592.002.769 2.400.552.378 UD Sehat Indah 1.538.181.021 864.642.624 PT Matakar Kendari 1.501.700.476 1.492.130.754 UD Mitra Kencana 1.499.336.273 938.172.237 CV Bella Karina 1.222.029.311 1.024.465.939 CV Bersatu 1.142.464.226 - PT Selatan Jaya Aditama 1.111.856.464 1.000.930.512 PT Petama Mustika Utama 1.042.323.218 5.386.640.961 CV Harapan Mandiri 806.941.363 - UD Aneka 801.944.960 536.195.633 UD Murah Jaya 791.415.651 1.846.549.276 CV Ayu Lestari 788.246.342 935.595.575 UD Bunga Mas 644.234.904 - PT Santosa Anugrah Mandiri 632.959.667 1.305.153.689 Toko Harapan Baru 606.885.380 341.408.083 PT Indo Prima Semesta 503.768.264 463.915.410 PT Citra Pratama Mandiri 467.082.792 - PT Batu Rusa 466.826.421 4.546.513.068 CV Sinar Pagi Cemerlang 435.622.159 431.171.409 CV Jaza Venus 294.555.590 538.983.269 CV Vitta Permai 261.691.376 208.037.264 Toko Makmur Kita 247.897.258 205.274.913 CV Tri Djaya 189.058.253 228.831.757 CV Aditya Citra Persada 171.124.901 186.674.363 27

6. PIUTANG USAHA (lanjutan) CV Media Mustika - 782.651.501 CV Natapoka - 146.262.865 Lain-lain (masing-masing di bawah Rp 100.000.000) 3.442.008.316 4.491.222.730 Sub jumlah 126.015.292.411 104.681.890.230 Total 187.284.185.101 157.428.296.426 Penyisihan penurunan nilai (1.944.169.427) (2.891.595.351) Bersih 185.340.015.674 154.536.701.075 Rincian piutang usaha menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut: 30 September 2014 31 Desember 2013 Rupiah 158.950.562.577 142.572.648.202 Ringgit Malaysia RM 4.771.801,88 dan RM 3.605.319 pada tanggal 17.793.428.876 13.367.405.203 Dolar Amerika Serikat AS$ 863.101,35 dan AS$ 119.319,59 pada tanggal 10.540.193.648 1.454.386.483 Dolar Singapura SGD 3.516,47 pada tanggal 31 Desember 2013-33.856.538 Jumlah 187.284.185.101 157.428.296.426 Penyisihan penurunan nilai (1.944.169.427) (2.891.595.351) Bersih 185.340.015.674 154.536.701.075 Mutasi penyisihan penurunan nilai adalah sebagai berikut : 30 September 2014 31 Desember 2013 Saldo awal periode 2.891.595.351 1.175.319.867 Penambahan - 1.716.275.484 Penghapusan (947.425.924) - Saldo akhir periode 1.944.169.427 2.891.595.351 28

6. PIUTANG USAHA (lanjutan) Analisis umur piutang usaha adalah sebagai berikut : Persentase (%) 30September2014 31Desember2013 30September2014 31Desember2013 Lancar 112.164.498.457 83.688.882.380 59,89 53,16 1-30 hari 19.571.197.343 21.961.247.351 10,45 13,95 31-60 hari 18.690.961.673 16.529.971.125 9,98 10,50 Lebih dari 60 hari 36.857.527.628 35.248.195.570 19,68 22,39 Jumlah 187.284.185.101 157.428.296.426 100,00 100,00 Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan akun piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun, manajemen Grup berpendapat bahwa cadangan penurunan nilai telah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha. Pada tahun 2014 dan 2013, piutang usaha PT Mustika Ratubuana International (Entitas Anak dalam negeri) atas piutang distributor diasuransikan ke PT Asuransi Kredit Indonesia dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 17.006.259.401 dengan periode 17 Maret 2014 sampai dengan 17 Maret 2015 dan sebesar Rp 29.160.050.000 dengan periode 17 Maret 2013 sampai dengan 17 Maret 2014. Semua saldo piutang usaha tidak ada yang dijaminkan. 7. PIUTANG LAIN-LAIN - PIHAK KETIGA Rincian piutang lain-lain pihak ketiga adalah sebagai berikut : PT Jalur Sutramas 4.355.388.019 2.645.659.216 PT Batu Rusa 1.139.898.251 845.616.817 CV Cakra Nusantara 611.988.043 - CV Tiara Mas 486.569.356 274.008.354 PT Petama Mustika Utama 474.428.072 354.683.502 Piutang Pendapatan Bunga 404.686.210 - CV Mandiri Abadi 255.042.979 - PT Global Mitra Prima Medan 218.875.355 225.918.395 PT Delta Pusaka Pratama 212.786.734 212.786.734 PT Murah Jaya 203.969.211 - PT Rajawali Nusindo 131.064.407 - PT Mitra Rejeki lestari 105.993.665 - PT Bintang Central Imada 105.200.290 - Lain-lain (masing-masing di bawah Rp 100.000.000) 1.438.270.748 2.209.360.206 Jumlah 10.144.161.340 6.768.033.224 29

7. PIUTANG LAIN-LAIN - PIHAK KETIGA (lanjutan) Pada 30 September dan 31 desember 2013, manajemen berkeyakinan bahwa seluruh piutang lain - lain dapat tertagih sehingga tidak perlu dibentuk penyisihan penurunan nilai. 8. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK YANG BERELASI Dalam kegiatan usaha normal, Grup melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang berelasi. Rincian akun dan transaksi dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut: Jumlah Persentase terhadap jumlah Aset/ yang bersangkutan 30 September 2014 31 Desember 2013 30 September 2014 31 Desember 2013 Uang jaminan 1.751.655.997 1.736.060.407 0,37% 0,36% Grup menyewa ruangan kantor yang dimiliki oleh PT Mustika Ratu Centre, entitas afiliasi. Biaya sewa yang dibebankan ke dalam beban usaha sebesar Rp 2.365.330.106 atau 1,55% dan Rp 2.821.447.191 atau 1,88% dari jumlah beban usaha konsolidasian masing-masing pada tanggal Kompensasi manajemen kunci Personil manajemen kunci Perseroan adalah Dewan Komisaris dan Direksi yang dirinci pada Catatan 1. 30 September 2014 30September2013 Dewan Direksi 6.335.476.566 4.556.067.185 Dewan Komisaris 572.878.237 455.065.073 Jumlah 6.908.354.803 5.011.132.258 9. PERSEDIAAN Persediaan terdiri dari: Barang jadi 31.901.481.262 29.818.865.658 Bahan baku 28.977.852.246 25.154.315.695 Barang dalam proses 23.684.705.609 13.084.198.408 Jumlah 84.564.039.117 68.057.379.761 Dikurangi penyisihan persediaan usang - - Bersih 84.564.039.117 68.057.379.761 30

9. PERSEDIAAN (lanjutan) Mutasi penyisihan persediaan usang adalah sebagai berikut: 30 September 2014 31 Desember 2013 Saldo awal tahun - 221.206.776 Penghapusan - (221.206.776) Jumlah - - Pada tanggal, persediaan sebesar Rp 8.880.000.000 milik Perseroan digunakan sebagai jaminan atas utang yang diperoleh dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Catatan 14). Pada tanggal, persediaan telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan pencurian dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 28.300.000.000 dan Rp 33.000.000.000 atau sebesar RM 2.000.000 dan sebesar RM 2.000.000. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian dari risiko kebakaran dan pencurian. Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan persediaan usang cukup untuk menutup kerugian atas penurunan nilai. 10. BIAYA DIBAYAR DI MUKA Biaya dibayar di muka terdiri dari : Pendaftaran produk 7.460.989.793 4.781.103.849 Iklan televisi 5.110.931.733 6.797.935.155 Sewa bangunan 701.455.035 137.074.121 Papan iklan 571.657.671 914.652.273 Asuransi 537.513.638 409.056.920 Pelatihan 114.290.000 114.290.000 Kontrak model 76.923.077 559.115.264 Lain-lain (masing-masing di bawah Rp 100.000.000) 2.099.408.448 1.910.239.088 Jumlah 16.673.169.396 15.623.466.670 31

11. UANG MUKA PEMASOK DAN LAINNYA Uang muka terdiri dari : Pemasok 7.560.186.050 3.342.133.146 Daerah 3.697.743.191 3.038.576.963 Kontraktor 627.145.850 4.010.801.851 Lain-lain (masing-masing di bawah Rp 100.000.000) 77.012.507 276.495.689 Jumlah 11.962.087.598 10.668.007.649 12. ASET TETAP Rincian aset tetap adalah sebagai berikut : 30 September 2014 Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir Nilai Tercatat Pemilikan Langsung Tanah 11.090.469.852 - - - 11.090.469.852 Sewa tanah jangka panjang 18.684.611.700 106.737.813 - - 18.791.349.513 Bangunan dan prasarana 43.421.998.314 252.069.499 - - 43.674.067.813 Mesin dan peralatan pabrik 41.018.564.517 381.062.812 - - 41.399.627.329 Peralatan dan perabot kantor 38.356.945.853 1.220.233.041 - - 39.577.178.894 Kendaraan 27.534.838.763 661.471.541 349.889.000-27.846.421.304 Jumlah 180.107.428.999 2.621.574.706 349.889.000-182.379.114.705 Akumulasi Penyusutan Pemilikan Langsung Sewa tanah jangka panjang 3.399.777.795 164.671.411 - - 3.564.449.206 Bangunan dan prasarana 18.220.361.482 1.332.522.942 - - 19.552.884.424 Mesin dan peralatan pabrik 25.122.105.349 2.471.052.985 - - 27.593.158.334 Peralatan dan perabot kantor 30.320.028.513 1.826.433.693 - - 32.146.462.206 Kendaraan 20.951.307.705 1.707.339.461 349.889.000-22.308.758.166 Jumlah 98.013.580.844 7.502.020.492 349.889.000-105.165.712.336 Nilai buku 82.093.848.155 77.213.402.369 31 Desember 2013 Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir Nilai Tercatat Pemilikan Langsung Tanah 11.090.469.852 - - - 11.090.469.852 Sewa tanah jangka panjang 15.921.496.617 2.763.115.083 - - 18.684.611.700 Bangunan dan prasarana 41.288.932.252 2.133.066.062 - - 43.421.998.314 Mesin dan peralatan pabrik 38.372.267.965 2.646.296.552 - - 41.018.564.517 Peralatan dan perabot kantor 34.782.697.365 3.720.720.840 146.472.352-38.356.945.853 Kendaraan 25.654.016.394 3.169.806.550 1.288.984.181-27.534.838.763 Jumlah 167.109.880.445 14.433.005.087 1.435.456.533-180.107.428.999 32

12. ASET TETAP (lanjutan) Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir Akumulasi Penyusutan Pemilikan Langsung Sewa tanah jangka panjang 2.733.580.216 666.197.579 - - 3.399.777.795 Bangunan dan prasarana 16.153.619.700 2.066.741.782 - - 18.220.361.482 Mesin dan peralatan pabrik 21.207.987.596 3.914.117.753 - - 25.122.105.349 Peralatan dan perabot kantor 27.354.858.615 3.111.642.250 146.472.352-30.320.028.513 Kendaraan 19.943.297.834 2.263.660.720 1.255.650.849-20.951.307.705 jumlah 87.393.343.961 12.022.360.084 1.402.123.201-98.013.580.844 Nilai buku 79.716.536.484 82.093.848.155 Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut : 2014 2013 Beban pokok penjualan (Catatan 25) 3.187.849.877 4.252.771.750 Beban penjualan (Catatan 26) 2.954.750.155 3.213.051.069 Beban umum dan administrasi (Catatan 26) 1.359.420.460 1.331.320.251 Jumlah 7.502.020.492 8.797.143.070 Rincian penjualan aset tetap adalah sebagai berikut : 2014 2013 Harga jual 162.000.000 590.093.300 Nilai buku - - Laba penjualan 162.000.000 590.093.300 Mutasi aset tetap pada termasuk selisih nilai karena penjabaran laporan keuangan dalam mata uang rupiah dengan rincian sebagai berikut: Harga perolehan 237.956.488 6.157.638.135 Akumulasi penyusutan 98.088.278 2.275.350.971 Jenis pemilikan hak atas tanah milik Perseroan seluruhnya berupa Hak Guna Bangunan (HGB). Hak atas tanah tersebut akan berakhir dalam berbagai tanggal dari tahun 2028 sampai dengan tahun 2030. Manajemen berpendapat bahwa hak atas tanah tersebut dapat diperbaharui atau diperpanjang kembali pada saat jatuh tempo. Pada tanggal, aset tetap Grup telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 39.150.000.000 dan RM 4.850.000 dan sebesar Rp 49.251.034.000 dan sebesar RM 4.850.000. 33

12. ASET TETAP (lanjutan) Pada tahun 2013, Perseroan juga memiliki asuransi terhadap gangguan usaha sebesar Rp 15.000.000.000. Manajemen Grup berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian dari risiko kebakaran dan risiko lainnya. Pada tahun 2013 dan 2012, beberapa aset tetap milik Perseroan digunakan sebagai jaminan atas utang yang diperoleh dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Catatan 14). Berdasarkan penelaahan manajemen, tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai aset tetap pada tanggal 30 September 2014 dan 31 Desember 2013. 13. PROPERTI INVESTASI Rincian property investasi adalah sebagai berikut: 30 September 2014 Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir Tanah 18.311.858.077 12.500.000 - - 18.324.358.077 Aset dalam Penyelesaian 7.095.482.695 - - - 7.095.482.695 Jumlah 25.407.340.772 12.500.000 - - 25.419.840.772 31 Desember 2013 Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir Tanah 19.285.538.077-973.680.000-18.311.858.077 Aset dalam penyelesaian - 7.095.482.695 - - 7.095.482.695 Jumlah 19.285.538.077 7.095.482.695 973.680.000-25.407.340.772 Tanah merupakan tanah di Cibitung, Bekasi dengan luas tanah 100.995 meter persegi. Jenis pemilikan hak atas tanah milik Perseroan seluruhnya berupa Hak Guna Bangunan (HGB). Hak atas tanah tersebut akan berakhir pada tanggal 11 Agustus 2028. Manajemen berpendapat bahwa hak atas tanah tersebut dapat diperbaharui atau diperpanjang kembali pada saat jatuh tempo. 14. UTANG BANK JANGKA PENDEK Perseroan memperoleh pinjaman dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berupa fasilitas cerukan dengan total maksimum sebesar Rp 9.400.000.000 yang jatuh tempo pada tanggal 30 September 2014. Berdasarkan perjanjian kredit No.TOP.CRO/CLA.455/ADD/2013 tanggal 20 September 2013 Perseroan kembali memperoleh persetujuan permohonan perpanjangan jangka waktu kredit sampai tanggal 30 September 2014. Berdasarkan akta : addendum xvi (keenambelas) Perjanjian kredit nomor ; KP-CRU/005/PK- KMK/2000, no. 231 tanggal 22 Mei 2014, Perseroan memperoleh tambahan limit, fasilitas KMK sebesar rp 5.600.000.000 dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Sehingga total limit kredit menjadi Rp 15.000.000.000 sampai tanggal 30 September 2015. Pinjaman tersebut pada tanggal masing-masing sebesar Rp 13.320.830.751 dan Rp 7.892.205.987. Tingkat suku bunga pinjaman sebesar 11,5% dan 10,50% per tahun pada tahun. 34

14. UTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan) Rincian jaminan atas utang bank ini dapat dirinci sebagai berikut : a. Persediaan senilai Rp 8.880.000.000 (Catatan 9). b. Agunan tambahan (Catatan 12) : i. Tanah dan bangunan seluas 678 m 2 atas nama Perseroan di Jl. Raya Bogor KM 26,5 Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. ii. Mesin-mesin pabrik. Berdasarkan perjanjian kredit dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Perseroan tidak diperbolehkan untuk melakukan hal-hal berikut ini tanpa memperoleh persetujuan tertulis : a. Membagikan dividen lebih dari 50% dari laba bersih setelah pajak Perseroan. b. Melakukan perubahan pemegang saham (non listed). c. Memindahkan barang agunan. d. Memperoleh fasilitas kredit atau pinjaman dari pihak lain, kecuali dalam transaksi usaha yang wajar. e. Mengikatkan diri sebagai penjamin utang atau menjaminkan harta kekayaan Perseroan kepada pihak lain. f. Menyewakan obyek agunan kredit. g. Mengubah bentuk dan tata susunan obyek agunan kredit. Perseroan telah memenuhi semua batasan di atas sesuai dalam perjanjian tersebut. 15. UTANG USAHA Akun ini merupakan liabilitas usaha yang timbul atas pembelian bahan baku, suku cadang, perlengkapan pabrik dan/atau jasa dari pihak ketiga, dengan rincian sebagai berikut : PT Hasil Raya Industri 2.802.125.152 974.650.112 PT Dynaplast Tbk 2.739.376.161 2.010.728.202 PT Sumber Kita Indah 2.327.600.000 2.327.600.000 PT Symrise 1.677.146.937 933.782.960 PT Tri Tunggal Artha Makmur 1.517.221.081 840.734.702 PT Berlina 1.421.258.818 1.424.973.201 PT Hadi Putra Jaya 1.267.783.085 578.106.350 PT Merpati Mahardika 1.254.535.917 807.355.210 PT BASF Care Chemical Iindonesia 967.952.828 183.872.075 PT Cosmopack Plastindo Utama 906.288.661 741.809.427 PT Superlabel Indonesia 903.059.410 577.957.050 PT Mane Indonesia 902.668.195 537.871.400 PT Aptar B&H Indonesia 884.400.000 276.375.000 PT Lautan Luas Tbk 791.190.946 220.757.197 PT Cahaya Jakarta Printing 788.117.220 534.902.225 PT Megasetia Agung Kimia 621.055.176 217.258.498 PT Indowan Takasago 613.751.765 288.178.055 PT White Oil Nusantara 606.634.204 350.714.232 PT Surya Renggo 580.949.936 456.231.432 PT Petra Kemindho Pratama Mandiri 546.857.547-35

15. UTANG USAHA (lanjutan) PT Nardevchem Kemindo 516.876.872 214.246.924 PT Techpack Asia 512.643.736 - PT Bahtera Adi Jaya 501.497.414 128.449.200 PT Master Label 421.412.530 173.503.000 PT Gunung Slamat 400.854.840 267.678.390 PT Essence Indonesia 399.906.826 - PT Multiplast Jaya Tata Mandiri 390.690.023 510.871.694 Arbangiatun Ibu 390.649.000 - PT Kartika Tirta Hema 386.646.567 266.341.016 PT Menjangan Sakti 357.133.370 181.399.570 PT Jutarasa Abadi 348.333.688 - PT Texsian Manindo 342.651.330 1.458.696.276 PT Timur Jaya Plastindo 327.606.114 104.093.880 PT Focus Group 308.720.062 - PT Delident 306.335.180 - Bapak Hartono Chandra 298.583.500 - PT Visichem Intiprima 292.966.025 172.564.453 PT Gold Dion Alumindo Utama 288.218.171 1.470.080.112 PT Impack Supremasi 283.011.740 - PT Asia Papercon Internusa 265.749.000 363.240.856 PT Corona Printing Asia 265.628.748 - PT Cahaya Bumi Cemerlang 263.572.007 175.598.191 PT LF Asia Manufacturing 263.203.159 714.660.619 PT Colorindo Chemitra 254.506.725 - PT Sumber Tri Makmur 229.900.000 274.164.000 PT Avantchem 221.743.563 - PT Kemiko Indonesia 212.275.704 124.179.605 PT Tirta Aroma Sari 196.441.850 - PT Subahtera Semesta 186.219.440 - PT Era Variasi Intertika 176.814.000 - PT Etcendo Perkasa 175.433.752 - PT Avesta Continental Pack 172.847.840 - PT Karsavicta Satya 168.300.000 128.700.000 PT Mandira Buana 155.223.200 - PT Kencana Pratama 152.154.062 104.525.438 PT Nardatita 142.947.200 163.074.450 PT Prolabel 135.850.000 149.032.400 PT Indah Kencana 132.658.565 - PT Graha Jaya Pratama Kinerja 117.044.928 - PT Sinar Jati Mulia Gemilang 104.681.280 - PT Brentag - 334.826.743 PT Essence Indonesia - 299.518.121 PT Multitech Advance Printing Indonesia - 271.315.000 PT Givaudan Indonesia - 223.075.440 PT Dinito Jaya Sakti - 166.089.850 PT Navahita Karana - 151.283.550 36

15. UTANG USAHA (lanjutan) PT Siusco Persada Mandiri - 151.101.694 Lainnya (masing-masing di bawah Rp 100.000.000) 813.263.271 1.602.719.575 Jumlah 36.001.168.321 24.628.887.375 Rincian utang usaha berdasarkan jenis mata uang adalah sebagai berikut: 30 September 2014 31 Desember 2013 Rupiah 34.964.409.332 22.543.861.888 Dolar Amerika Serikat AS$ 84.896,74 dan AS$ 165.829 pada 30 September 2014 dan 31 Desember 2013 1.036.758.989 2.021.293.703 Yen Jepang JPY 412.500 pada 31 Desember 2013-47.919.630 EUR 940 pada 31 Desember 2013-15.812.154 Jumlah 36.001.168.321 24.628.887.375 Analisis umur utang usaha adalah sebagai berikut : Persentase (%) 30September 2014 31Desember2013 30September2014 31Desember2013 Lancar 28.008.908.953 19.124.331.047 77,80 77,65 Jatuh tempo 1-30 hari 7.344.238.337 4.987.349.693 20,40 20,25 31-60 hari 648.021.031 517.206.635 1,80 2,10 Jumlah 36.001.168.321 24.628.887.375 100,00 100,00 16. UTANG LAIN-LAIN Utang lain-lain merupakan utang kepada pihak ketiga yang timbul atas transaksi sebagai berikut : 30September 2014 31 Desember 2013 Periklanan 17.624.514.260 9.201.697.093 Lain-lain (masing-masing di bawah Rp 100.000.000) 1.852.939.549 3.835.999.082 Jumlah 19.477.453.809 13.037.696.175 37

17. BEBAN AKRUAL Beban akrual terdiri dari : 30 September 2014 31 Desember 2013 Gaji 410.196.009 431.696.439 Jasa Profesional 193.310.792 309.740.417 Lain-lain (masing-masing di bawah Rp 50.000.000) 54.392.589 326.419.673 Jumlah 657.899.390 1.067.856.529 18. PINJAMAN JANGKA PANJANG Pinjaman jangka panjang terdiri dari : PT Bank Pan Indonesia Tbk 1.865.167.653 2.424.026.022 1.865.167.653 2.424.026.022 Bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun (240.606.204) (1.196.641.034) Jangka panjang 1.624.561.449 1.227.384.988 Grup mengadakan perjanjian pinjaman dengan PT Bank Pan Indonesia Tbk, untuk membeli kendaraan secara kredit dengan menggunakan fasilitas kredit Kepemilikan Kendaraan Bermotor (KKB) (Catatan 12 dan 32). Jangka waktu pinjaman tersebut selama 3 tahun dan berakhir pada tahun 2016. Suku bunga atas pinjaman tersebut sebesar 8,52% - 12.24% pada 30 September 2014 dan 31 Desember 2013. Jaminan atas pinjaman jangka panjang tersebut adalah kendaraan yang bersangkutan (Catatan 12). 19. PERPAJAKAN a. Pajak dibayar dimuka merupakan Pajak Penghasilan dan Pajak Pertambahan Nilai Perusahaan dan Entitas Anak sebesar : Pajak penghasilan dibayar dimuka 2.592.621.706 - Pajak pertambahan nilai 200.870.490 215.713.855 Jumlah 2.793.492.196 215.713.855 38

19. PERPAJAKAN (lanjutan) b. Utang pajak Pajak Penghasilan Pajak Pertambahan Nilai 830.017.502 1.213.210.954 Pasal 4 ayat 2 274.996.375 80.347.606 Pasal 21 379.134.402 394.855.801 Pasal 23 232.548.287 93.933.780 Pasal 25-1.044.108.437 Pasal 26-259.230 Pasal 29 539.703.605 - Taksiran pajak penghasilan - - Pajak lainnya 277.813.313 209.870.456 Jumlah 2.534.213.484 3.036.586.264 c. Rekonsiliasi antara laba konsolidasian sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi konsolidasian dan taksiran penghasilan kena pajak untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal adalah sebagai berikut: Laba sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan menurut laporan laba rugi komprehensif konsolidasian 7.832.358.050 (10.017.451.491) Bagian laba Entitas Anak sebelum pajak penghasilan (2.840.865.512) 8.158.550.426 Laba Perseroan sebelum pajak penghasilan 4.991.492.538 (1.858.901.065) Beda temporer Imbalan kerja 500.000.000 (1.106.546.779) Pembayaran Imbalan kerja (1.776.956.970) - Penyusutan (107.822.592) (893.109.110) Beda tetap Biaya Pajak 1.000.000 934.347.436 Beban jamuan tamu, kesejahteraan karyawan, sumbangan dan lain-lain 334.491.893 792.206.861 Penghasilan bunga yang sudah dikenakan pajak penghasilan final (424.771.391) (892.164.841) Taksiran Laba(Rugi) pajak Perseroan 3.517.433.478 (3.024.167.498) Rugi Fiskal Tahun 2013 (3.024.167.498) - 493.265.980 (3.024.167.498) 39

19. PERPAJAKAN (lanjutan) d. Perhitungan beban pajak kini dan taksiran utang pajak penghasilan adalah sebagai berikut : Beban pajak kini Perseroan 123.316.490 - Entitas Anak dalam negeri 416.387.115 - Entitas Anak luar negeri - - Jumlah 539.703.605 - Pajak penghasilan dibayar di muka Perseroan Pasal 22-19.107 Pasal 23 - - Pasal 25 1.322.425.311 4.429.131.873 1.322.425.311 4.429.150.980 Entitas Anak dalam negeri Pasal 23 - - Pasal 25 1.809.900.000 6.753.735.152 1.809.900.000 6.753.735.152 Jumlah 3.132.325.311 11.182.886.132 Pajak Penghasilan dibayar dimuka : Perseroan 1.199.108.821 - Entitas Anak dalam negeri 1.393.512.885 - Jumlah 2.592.621.706 - Rekonsiliasi antara beban pajak dan hasil perkalian laba akuntansi sebelum pajak dengan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut: Laba konsolidasian sebelum manfaat Beban pajak penghasilan sesuai Laporan laba rugi komprehensif 7.832.358.050 (10.017.451.491) konsolidasian Bagian laba Entitas Anak sebelum beban pajak penghasilan (2.840.865.512) 8.158.550.426 40

19. PERPAJAKAN (lanjutan) Laba Perseroan sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan 4.991.492.538 (1.858.901.065) Pajak penghasilan dengan tarif penghasilan 1.247.873.135 (464.725.266) Pengaruh pajak atas manfaat yang tidak dapat diperhitungkan menurut fiskal (22.319.874) 208.597.489 Jumlah Beban Pajak Perseroan 1.225.553.260 (256.127.777) e. Perhitungan manfaat (beban) pajak tangguhan atas beda temporer yang signifikan antara pelaporan komersial dan pajak dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku untuk tanggal adalah sebagai berikut : Perseroan Imbalan kerja (319.239.242) (276.636.695) Penyusutan aset tetap (26.955.648) (223.277.278) Rugi fiskal - 756.041.750 (346.194.890) 256.127.777 Entitas Anak dalam negeri Imbalan kerja (83.118.811) (400.272.592) Penyusutan aset tetap 39.260.548 82.157.030 Rugi fiskal - 672.452.500 (43.858.263) 354.336.938 Entitas Anak luar negeri 247.004.645 2.706.613.700 Manfaat (beban) pajak penghasilan tangguhan - neto (143.048.508) 3.039.113.273 41

19. PERPAJAKAN (lanjutan) f. Aset (liabilitas) pajak tangguhan terdiri dari: Perseroan Aset pajak tangguhan Imbalan kerja 1.953.163.309 2.272.402.550 Liabilitas pajak tangguhan Penyusutan (1.061.458.372) (1.034.502.724) Rugi fiskal 756.041.750 756.041.750 1.647.746.687 1.993.941.576 Entitas Anak dalam negeri Aset pajak tangguhan Imbalan kerja - 83.118.812 Penyisihan piutang 239.617.204 239.617.204 Liabilitas pajak tangguhan Penyusutan (224.949.430) (264.209.978) Rugi fiskal 672.452.500 672.452.500 687.120.274 730.978.538 Entitas Anak luar negeri 2.957.893.135 2.706.613.700 Aset pajak tangguhan - bersih 5.292.760.096 5.431.533.814. Pada tanggal 30 September 2014, aset pajak tangguhan - neto Entitas Anak luar negeri sudah termasuk selisih penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing. 20. LIABILITAS IMBALAN KERJA Grup memberikan imbalan untuk karyawannya yang telah mencapai usia pensiun yaitu 55 tahun sesuai dengan Undang-undang No.13/2003 tanggal 25 Maret 2003. Liabilitas imbalan kerja tersebut tidak didanai. a. Mutasi liabilitas imbalan kerja adalah sebagai berikut : Saldo awal periode 9.422.085.445 12.129.722.596 Penyisihan tahun berjalan - 1.437.739.732 Pembayaran selama tahun berjalan (1.609.432.215) (4.145.376.883) Saldo akhir periode 7.812.653.230 9.422.085.445 Bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun - (667.494.790 ) Bagian jangka panjang 7.812.653.230 8.754.590.655 42

20. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan) Asumsi-asumsi dasar yang digunakan dalam menentukan liabilitas imbalan kerja pada tanggal adalah sebagai berikut : Tingkat bunga 6% per tahun 10% per tahun Tingkat kenaikan upah 6% per tahun 7% per tahun Tingkat kematian TMI II tahun 1999 TMI II tahun 1999 Umur pensiun normal 55 tahun 55 tahun 21. MODAL SAHAM Berdasarkan catatan dari Biro Administrasi Efek, PT Datindo Entrycom, susunan pemilikan saham Perseroan pada tanggal adalah sebagai berikut : 30 September 2014 Jumlah Saham Ditempatkan dan Persentase Pemegang Saham Disetor Penuh Pemilikan (%) Jumlah PT Mustika Ratu Investama 305.002.000 71,26% 38.125.250.000 BNYM S/A Investors Pacific International, Jakarta 38.120.800 8,91% 4.765.100.000 Masyarakat (masing-masing dengan pemilikan kurang dari 5%) 84.877.200 19,83% 10.609.650.000 Jumlah 428.000.000 100,00% 53.500.000.000 31 Desember 2013 Jumlah Saham Ditempatkan dan Persentase Pemegang Saham Disetor Penuh Pemilikan (%) Jumlah PT Mustika Ratu Investama 305.002.000 71,26% 38.125.250.000 Mellon S/A Investors PAC International, Jakarta 38.347.500 8,96% 4.793.437.500 Masyarakat (masing-masing dengan pemilikan kurang dari 5%) 84.650.500 19,78% 10.581.312.500 Jumlah 428.000.000 100,00% 53.500.000.000 43

22. TAMBAHAN MODAL DISETOR Rincian Tambahan Modal Disetor adalah sebagai berikut : Agio Saham 56.700.000.000 56.700.000.000 Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali 10.000.000 10.000.000 Jumlah 56.710.000.000 56.710.000.000 Agio saham sebesar Rp 56.710.000.000 merupakan selisih antara total nilai nominal per saham seperti yang tercantum dalam anggaran dasar Perseroan dengan hasil yang diterima dari para pemegang saham sehubungan dengan penawaran saham kepada masyarakat pada tahun 1995 (Catatan 1). 23. DIVIDEN KAS DAN CADANGAN UMUM Berdasarkan Rapat Umum Tahunan Para Pemegang Saham yang diaktakan dengan akta No.142 oleh Otty Hari Chandra Ubayani, SH., tanggal 11 Juni 2014 para pemegang saham menyetujui untuk tidak melakukan pembagian deviden untuk tahun buku 2013 Berdasarkan Rapat Umum Tahunan Para Pemegang Saham yang diaktakan dengan akta No.687 oleh Otty Hari Chandra Ubayani, S.H., tanggal 19 Juni 2013 para pemegang saham menyetujui untuk membagikan dividen kas sebesar Rp 7.072.700.000 atau Rp 16,53 per lembar saham dan pembentukan cadangan umum sebesar Rp 3.075.140.788 yang diambil dari laba ditahan tahun buku 2012. 24. PENJUALAN BERSIH Rincian penjualan bersih kepada pihak ketiga pada tanggal, berdasarkan jenis produk adalah sebagai berikut : 2014 2013 Penjualan Kosmetik 355.185.489.934 329.337.066.871 Jamu 52.501.268.564 43.033.776.587 Minuman kesehatan 2.947.804.229 3.009.911.168 Lain-lain 11.046.676.206 11.508.947.532 Jumlah 421.681.238.933 386.889.702.158 Retur (36.313.620.397) (14.814.771.197) Potongan Penjualan (91.526.445.531) (88.105.930.599) Bersih 293.841.173.005 283.969.000.362 Tidak terdapat penjualan kepada satu pelanggan yang jumlah penjualan selama setahun melebihi 10% dari jumlah penjualan bersih konsolidasian. 44

25. BEBAN POKOK PENJUALAN Rincian beban pokok penjualan pada tanggal adalah sebagai berikut : 2014 2013 Bahan baku yang digunakan 105.931.392.061 92.769.124.577 Upah buruh langsung 14.902.419.017 14.298.036.177 Beban pabrikasi 19.992.007.890 21.251.563.217 Beban Produksi 140.825.818.968 128.318.723.971 Persediaan barang dalam proses Awal periode 13.084.198.408 7.868.246.290 Awal periode (23.684.705.609) (12.502.100.114) Beban Pokok Produksi 130.225.311.767 123.684.870.147 Persediaan barang jadi Awal periode 29.818.865.658 34.514.956.240 Akhir periode (31.901.481.262) (34.297.878.188) Jumlah 128.142.696.163 123.901.948.199 Tidak terdapat pembelian dari satu pemasok yang jumlah pembelian selama setahun melebihi 10% dari jumlah penjualan konsolidasian. 26. BEBAN USAHA Rincian beban usaha pada tanggal adalah sebagai berikut : 2014 2013 Beban penjualan Iklan dan promosi 65.147.731.015 65.302.412.149 Gaji, upah dan imbalan kerja 29.293.691.462 30.303.268.641 Jasa profesional 7.934.075.406 7.789.420.988 Transportasi 6.265.508.034 5.098.842.827 Penyusutan aset tetap (Catatan 12) 2.954.750.155 3.213.051.069 Perjalanan dinas 2.462.331.745 1.825.931.628 Sewa gedung 928.373.301 847.748.128 Telekomunikasi 791.837.516 783.946.895 Perbaikan dan pemeliharaan 748.790.448 710.367.178 Perlengkapan kantor 748.401.624 699.264.526 Listrik dan energi 609.842.925 568.053.937 Asuransi dan perizinan 563.923.920 821.775.244 Pendidikan dan seminar 562.678.091 874.786.883 Jamuan tamu dan sumbangan 160.059.536 94.932.590 Lain-lain 2.127.539.575 726.967.953 Sub jumlah 121.299.534.753 119.660.770.636 45

26. BEBAN USAHA (lanjutan) 2014 2013 Beban umum dan administrasi Gaji, upah dan imbalan kerja 19.115.256.450 18.732.024.433 Jasa profesional 2.539.614.237 1.942.413.926 Sewa gedung 2.365.330.106 2.821.447.191 Asuransi dan perizinan 1.476.088.979 985.401.262 Penyusutan aset tetap (Catatan 12) 1.359.420.460 1.331.320.251 Telekomunikasi 842.928.929 913.529.364 Perjalanan dinas 841.522.854 670.979.055 Transportasi 512.566.763 499.782.382 Perbaikan dan pemeliharaan 306.632.350 348.372.415 Jamuan tamu dan sumbangan 284.443.640 437.670.597 Listrik dan energi 263.486.552 266.163.831 Perlengkapan kantor 253.380.174 256.487.587 Pendidikan dan seminar 46.513.500 62.466.278 Lain-lain 996.198.678 981.240.817 Sub total 31.203.383.672 30.249.299.389 Jumlah 152.502.918.425 149.910.070.025 27. BEBAN LAIN-LAIN - BERSIH Rincian beban lain-lain pada tanggal adalah sebagai berikut : 2014 2013 Laba penjualan properti investasi - 1.519.030.335 Laba penjualan aset tetap 162.000.000 590.093.300 Beban program pengembangan perseroan (4.374.153.960) (4.083.020.225) Lain-lain (masing-masing dibawah Rp 100.000.000) 371.879.627 235.914.113 Jumlah (3.840.274.333) (1.737.982.477) Beban program pengembangan perseroan merupakan beban yang terjadi sehubungan dengan program pelestarian dan pengembangan kebudayaan dengan tujuan memelihara citra Grup pada produk-produk tradisional. 46

28. BIAYA KEUANGAN Rincian biaya keuangan pada tanggal adalah sebagai berikut : 2014 2013 Bunga bank 1.412.346.420 1.112.569.852 Bersih 1.412.346.420 1.112.569.852 29. LABA BERSIH PER SAHAM DASAR Laba bersih per saham dasar dihitung sebagai berikut: Berikut ini mencerminkan pendapatan dan jumlah saham yang digunakan sebagai dasar dalam perhitungan laba per saham pada tanggal. 2014 2013 Laba bersih 7.149.605.937 10.634.675.801 Rata-rata tertimbang jumlah Lembar saham biasa yang beredar 428.000.000 428.000.000 Laba bersih per saham 17 25 30. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING Pada tanggal, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing adalah sebagai berikut : Mata Uang Asing Ekuivalen Rupiah Mata Uang Asing Ekuivalen Rupiah Aset Dolar Amerika Serikat Kas dan setara kas Kas - - 7.792,00 94.976.688 Bank 611.968,58 7.473.360.299 490.548,87 5.979.300.177 Deposito berjangka - - 1.016.239,81 12.386.947.044 Investasi - - 202.120,00 2.463.640.680 Piutang usaha 863.101,35 10.540.193.648 119.319,59 1.454.386.483 Uang jaminan 132.760,99 1.621.277.210 132.760,99 1.618.223.707 Sub jumlah 1.607.830,92 19.634.831.157 1.968.781,26 23.997.474.779 47

30. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING (lanjutan) Mata Uang Asing Ekuivalen Rupiah Mata Uang Asing Ekuivalen Rupiah Dolar Australia Kas dan setara kas Deposito berjangka 1.437.146,06 15.312.776.898 1.410.111,75 15.335.885.079 Ringgit Malaysia Kas dan setara kas Kas 913,81 3.407.479 305,37 1.132.217 Bank 40.818,74 152.207.775 129.306,49 479.428.380 Piutang usaha 4.771.801,88 17.793.428.876 3.605.319,00 13.367.405.203 Piutang lain-lain 62.570,33 233.316.621 45.282,33 167.892.842 Uang jaminan 16.525,00 61.619.577 14.325,00 53.112.659 Sub Jumlah 4.892.629,76 18.243.980.328 3.794.538 19 14.068.971.301 Dolar Singapura Piutang usaha - - 3.516,47 33.856.538 Liabilitas Dolar Amerika Serikat Utang usaha 84.896,74 1.036.758.989 165.829,33 2.021.293.703 Yen Jepang Utang usaha - - 412.500,00 47.919.630 EUR Utang usaha - - 940,00 15.812.154 Ringgit Malaysia Utang lain - lain 209.929,43 782.799.552 169.833,89 629.691.416 Sub Jumlah 1.819.558.541 2.714.716.903 Jumlah - Aset Bersih 51.372.029.842 50.721.470.794 Kurs rata-rata mata uang asing pada tanggal 24 Oktober 2014 adalah sebesar Rp 12.065,00 untuk 1 Dolar Amerika Serikat, Rp 10.549,65 untuk 1 Dolar Australia, Rp 3.678,92 untuk1 Ringgit Malaysia, dan Rp 111,76 untuk 1 Yen Jepang. Kurs tersebut dihitung berdasarkan rata-rata kurs beli dan jual uang kertas asing dan/atau kurs transaksi yang ditetapkan oleh Bank Indonesia pada tanggal tersebut. Jika aset dan liabilitas dalam mata uang asing pada tanggal 30 September 2014 dijabarkan dengan menggunakan kurs rata-rata pada tanggal 24 Oktober 2014, maka laba selisih kurs akan mengalami penurunan sebesar Rp 609.161.171. 48

31. PELAPORAN SEGMEN Informasi berdasarkan segmen usaha pada tanggal adalah sebagai berikut : 2014 Perdagangan Pabrikasi dan distribusi Eliminasi Konsolidasian Penjualan Penjualan ekstern 13.382.201.981 280.458.971.024-293.841.173.005 Penjualan antar segmen 150.671.882.858 - (150.671.882.858) - Jumlah 164.054.084.839 280.458.971.024 (150.671.882.858) 293.841.173.005 Penghasilan Laba kotor 47.010.355.202 121.660.908.241 (2.972.786.600 ) 165.698.476.842 Penghasilan (beban) lain-lain-bersih (2.284.848.320 ) 171.804.458 (2.627.624.780 ) (4.740.668.642) Beban usaha (36.453.121.076 ) (119.022.583.950) 2.972.786.600 (152.502.918.425) Laba usaha 8.272.385.806 2.810.128.749 (2.627.624.780) 8.454.889.775 Beban bunga (1.078.039.879 ) (334.306.541 ) - (1.412.346.420) Penghasilan bunga 424.771.391 365.043.304-789.814.695 Beban pajak (469.511.380 ) (213.240.733 ) - (682.752.113) Laba bersih 7.149.605.937 2.627.624.780 (2.627.624.780 ) 7.149.605.937 Informasi lainnya Aset segmen 428.312.420.862 274.147.051.275 (246.969.809.870 ) 455.489.662.267 Liabilitas segmen 76.475.319.501 97.013.994.900 (91.536.871.398) 81.952.443.004 Perolehan aset tetap 807.074.826 1.814.499.881-2.621.574.707 Beban penyusutan 4.759.818.867 2.742.201.625-7.502.020.492 2013 Perdagangan Pabrikasi dan distribusi Eliminasi Konsolidasian Penjualan Penjualan ekstern 4.319.799.686 279.649.200.676-197.662.789.703 Penjualan antar segmen 161.229.835.037 - (161.229.835.037) - Jumlah 165.549.634.723 279.649.200.676 (161.229.835.037) 197.662.789.703 Penghasilan Laba kotor 46.175.135.207 120.990.424.821 (7.098.507.865 ) 111.404.314.360 Penghasilan (beban) lain-lain-bersih 7.729.489.412 2.431.742.905 (6.341.230.826 ) (1.945.395.397) Beban usaha (41.818.349.589 ) (115.190.228.301 ) 7.098.507.865 (95.759.051.489) Laba usaha 12.086.275.030 8.231.939.425 (6.341.230.826) 13.699.867.474 Beban bunga (884.069.029) (228.500.823 ) - (677.267.316) Penghasilan bunga 681.480.697 587.938.513-851.909.501 Beban pajak (1.249.010.897) (2.250.146.289 ) - (3.468.139.624) Laba bersih 10.634.675.801 6.341.230.826 (6.341.230.826 ) 10.406.370.035 49

31. PELAPORAN SEGMEN (lanjutan) 2013 Perdagangan Pabrikasi dan distribusi Eliminasi Konsolidasian Informasi lainnya Aset segmen 422.259.998.036 280.626.878.058 (245.879.196.093 ) 457.007.680.001 Liabilitas segmen 59.427.337.595 87.093.306.396 (78.975.701.534) 67.544.942.457 Perolehan aset tetap 2.675.308.041 6.417.852.558-9.093.160.599 Beban penyusutan 5.831.584.421 2.965.558.649-8.797.143.070 2014 Perdagangan Pabrikasi dan distribusi Eliminasi Konsolidasian Penjualan Luar negeri 13.802.994.716 7.401.512.008 (420.792.735) 20.783.713.989 Dalam negeri 150.251.090.123 273.057.459.016 (150.251.090.123) 273.057.459.016 Jumlah 164.054.084.839 280.458.971.024 (150.671.882.858) 293.841.173.005 2013 Perdagangan Pabrikasi dan distribusi Eliminasi Konsolidasian Penjualan Luar negeri 11.833.492.898 14.213.193.840 (7.513.693.212) 18.632.993.526 Dalam negeri 153.716.141.825 265.336.006.836 (153.716.141.825) 265.336.006.836 Jumlah 165.549.634.723 279.549.200.676 (161.229.835.037) 283.969.000.362 32. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN Dalam aktivitas usahanya sehari-hari, Grup dihadapkan pada berbagai risiko. Risiko utama yang dihadapi Grup yang timbul dari instrumen keuangan adalah risiko kredit, risiko pasar (yaitu tingkat suku bunga dan risiko nilai tukar mata uang asing), dan risiko likuiditas. Fungsi utama dari manajemen risiko Grup adalah untuk mengidentifikasi seluruh risiko kunci, mengukur risiko-risiko ini dan mengelola posisi risiko sesuai dengan kebijakan Grup. Grup secara rutin menelaah kebijakan dan sistem manajemen risiko untuk menyesuaikan dengan perubahan di pasar, produk dan praktek pasar terbaik. a. Risiko Kredit Risiko kredit adalah risiko bahwa pihak ketiga tidak akan memenuhi liabilitasnya berdasarkan instrumen keuangan atau kontrak pelanggan, yang menyebabkan kerugian keuangan. Grup dihadapkan pada risiko kredit dari kegiatan operasi dan dari aktivitas pendanaan, termasuk deposito dan instrumen keuangan lainnya. Risiko kredit terutama berasal dari piutang usaha dari pelanggan yang berasal dari penjualan produk. Risiko kredit pelanggan dikelola oleh Grup sesuai dengan kebijakan, prosedur dan pengendalian dari Grup yang berhubungan dengan pengelolaan risiko kredit pelanggan. Batasan kredit ditentukan untuk semua pelanggan berdasarkan kriteria penilaian secara internal. Saldo piutang pelanggan dimonitor secara teratur. 50

32. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) a. Risiko Kredit (lanjutan) Tabel berikut ini memberikan informasi mengenai maksimum kredit yang dihadapi oleh Perseroan pada : 30 september 2014 31Desember 2013 Kas dan setara kas 38.030.040.013 55.331.076.348 Piutang usaha 185.340.015.674 154.536.701.075 Piutang lain-lain 10.144.161.339 6.768.033.224 Uang jaminan 1.802.605.984 1.740.986.407 Investasi pada surat berharga - 2.463.640.680 Jumlah 235.316.823.010 220.840.437.734 Tabel berikut adalah risiko kredit berdasarkan evaluasi penurunan nilai pada tanggal 30 September 2014: 30 September 2014 Belum Telah jatuh tempo dan jatuh tempo dan tidak ada penurunan Telah jatuh tempo tetapi belum diturunkan nilainya diturunkan nilai nilainya > 30 hari/ 31-60 hari/ lebih dari 61 hari Total Kas dan setara kas 38.030.040.013 - - - - 38.030.040.013 Piutang usaha 112.164.498.457 19.571.197.343 18.690.961.673 36.857.527.628-187.284.185.101 Piutang lain-lain 10.144.161.339 - - - - 10.144.161.339 Uang jaminan 1.802.605.984 - - - - 1.802.605.984 Jumlah 162.141.305.793 19.571.197.343 18.690.961.673 36.857.527.628-237.260.992.437 31 Desember 2013 Belum Telah jatuh tempo dan jatuh tempo dan tidak ada penurunan Telah jatuh tempo tetapi belum diturunkan nilainya/ diturunkan nilai nilainya > 30 hari/ 31-60 hari/ lebih dari 61 hari Total Kas dan setara kas 54.978.147.434 - - - - 54.978.147.434 t Investasi dalam surat berharga 2.463.640.680 - - - - 2.463.640.680 Piutang usaha 83.681.548.542 21.964.764.955 16.535.172.795 35.248.195.570 2.891.595.351 157.428.296.426 Piutang lain-lain 6.768.033.224 - - - - 6.768.033.224 Uang jaminan 1.740.986.407 - - - - 1.740.986.407 Jumlah 149.632.356.287 21.964.764.955 16.535.172.795 35.248.195.570 2.891.595.351 223.379.104.171 l 51

32. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) a. Risiko Kredit (lanjutan) Kualitas kredit instrumen keuangan dikelola oleh Perseroan menggunakan peringkat kredit internal. Instrumen keuangan diklasifikasikan sebagai "Belum jatuh tempo dan diturunkan nilainya" meliputi instrumen dengan kualitas kredit tinggi karena ada sedikit atau tidak ada pengalaman kegagalan (default) pada kesepakatan berdasarkan surat kuasa, surat jaminan atau promissory note. "Telah jatuh tempo tetapi belum diturunkan nilainya" adalah akun-akun dengan pengalaman kegagalan (default) yang sering namun demikian jumlah terhutang masih tertagih. Terakhir, "telah jatuh tempo dan diturunkan nilainya" adalah akun yang telah lama belum dilunasi dan telah dibentuk penyisihan kerugian penurunan nilai atas piutang. b. Risiko Pasar Risiko pasar adalah risiko dimana nilai wajar dari arus kas masa depan dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi karena perubahan harga pasar. Grup dipengaruhi oleh risiko pasar, terutama risiko nilai tukar mata uang asing. Risiko nilai tukar mata uang asing Risiko mata uang asing adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa mendatang dari suatu instrumen keuangan karena perubahan dari nilai tukar mata uang asing. Grup terekspos risiko nilai tukar mata uang asing yang terutama timbul dari aset/ liabilitas moneter bersih yang berbeda dengan mata uang fungsional Grup. Grup memonitor secara ketat fluktuasi dari nilai tukar mata uang asing sehingga dapat mengambil langkah-langkah yang paling menguntungkan Grup pada waktu yang tepat. c. Risiko Likuiditas Risiko likuiditas adalah risiko dimana Grup tidak bisa memenuhi liabilitas pada saat jatuh tempo. Manajemen melakukan evaluasi dan pengawasan atas arus kas masuk (cash-in) dan kas keluar (cash-out) untuk memastikan tersedianya dana untuk memenuhi kebutuhan pembayaran liabilitas yang jatuh tempo. Secara umum, kebutuhan dana untuk pelunasan liabilitas jangka pendek maupun jangka panjang yang jatuh tempo diperoleh dari penjualan kepada pelanggan. Tabel di bawah merupakan profil liabilitas keuangan Grup berdasarkan kontrak pembayaran tanpa diskonto pada tanggal : 30 September 2014 Kurang dari bulan dan 1 dan 2 tahun 2 dan 5 tahun lebih dari Total 3 bulan 1 tahun 5 tahun Utang bank jangka Pendek 13.320.830.751 - - - - 13.320.830.751 Utang usaha 36.001.168.321 - - - - 36.001.168.321 Beban akrual 657.899.390 - - - - 657.899.390 Utang lain-lain 19.477.453.809 - - - - 19.477.453.809 Utang deviden 283.056.366 - - - - 283.056.366 Utang bank - 240.606.204 1.217.756.534 406.804.915-1.865.167.653 Jumlah liabilitas keuangan 69.740.408.637 240.606.204 1.217.756.534 406.804.915-71.605.576.290 52

32. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) c. Risiko Likuiditas (lanjutan) 31 Desember 2013 Kurang dari bulan dan 1 dan 2 tahun 2 dan 5 tahun lebih dari Total 3 bulan 1 tahun 5 tahun Utang bank jangka Pendek 7.892.205.987 - - - - 7.892.205.987 Utang usaha 24.628.887.375 - - - - 24.628.887.375 Beban akrual 1.067.856.529 - - - - 1.067.856.529 Utang lain-lain 13.037.696.175 - - - - 13.037.696.175 Utang deviden 283.056.366 - - - - 283.056.366 Utang bank 441.610.938 760.615.071 897.623.002 324.177.011-2.424.026.022 Jumlah liabilitas keuangan 47.351.313.370 760.615.071 897.623.002 324.177.011-49.333.728.454 Jaminan Terdapat aset perseroan yang dijaminkan pada tanggal 30 September 2014 terkait perjanjian pinjaman bank (Catatan 14 dan 18). d. Manajemen Risiko Permodalan Grup dihadapkan pada risiko modal untuk memastikan bahwa akan mampu melanjutkan kelangsungan usahanya, selain memaksimalkan keuntungan para pemegang saham, melalui optimalisasi saldo utang dan ekuitas. Struktur modal Grup terdiri dari utang, yang mencakup pinjaman yang dijelaskan pada Catatan 14 dan 18 dan ekuitas pemilik induk, yang terdiri dari modal yang ditempatkan, saldo laba dan komponen ekuitas lainnya. Direksi Grup secara berkala melakukan review struktur permodalan Grup. Sebagai bagian dari review ini, Direksi mempertimbangkan biaya permodalan dan risiko yang berhubungan. Grup mengelola risiko ini dengan memonitor rasio utang terhadap ekuitas. Grup mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, berdasarkan perubahan kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Grup dapat menyesuaikan pembayaran dividen kepada pemegan saham, imbalan modal kepada pemegang saham atau menerbitkan saham baru. Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan maupun proses pada periode berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2014 dan 31 Desember 2013. d. Manajemen Risiko Permodalan (lanjutan) Pinjaman-bersih terhadap modal pada tanggal sebagai berikut: Pinjaman 15.185.998.404 10.316.232.009 Modal saham 53.500.000.000 53.500.000.000 Tambahan modal disetor 56.710.000.000 56.700.000.000 Saldo laba 240.154.470.861 233.004.864.924 Rasio pinjaman terhadap modal 4,33% 3,01% 53

33. KELOMPOK INSTRUMEN KEUANGAN Tabel di bawah ini menyajikan perbandingan atas nilai tercatat dengan nilai wajar dari instrumen keuangan Perseroan tanggal yang tercatat dalam laporan keuangan. 30 September 2014 Nilai tercatat Nilai wajar Aset keuangan Pinjaman dan piutang Kas dan setara kas 38.030.040.013 38.030.040.013 Piutang usaha - neto 185.340.015.674 185.340.015.674 Piutang lain-lain 10.144.161.339 10.144.161.339 Uang jaminan 1.802.605.984 1.802.605.984 Nilai wajar melalui laba rugi - - Investasi pada surat berharga - - Jumlah 235.316.823.010 235.316.823.010 Liabilitas keuangan Liabilitas keuangan yang dicatat Berdasarkan biaya perolehan diamortisasi Utang bank jangka pendek 13.320.830.751 13.320.830.751 Utang usaha 36.001.168.321 36.001.168.321 Utang lain-lain 19.477.453.809 19.477.453.809 Beban akrual 657.899.390 657.899.390 Utang dividen 283.056.366 283.056.366 Utang bank yang jatuh tempo dalam satu tahun 240.606.204 240.606.204 Utang bank jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun 1.624.561.449 1.624.561.449 Jumlah 71.605.576.290 71.605.576.290 31 Desember 2013 Nilai tercatat Nilai wajar Aset keuangan Pinjaman dan piutang Kas dan setara kas 55.331.076.348 55.331.076.348 Investasi pada surat berharga 2.463.640.680 2.463.640.680 Piutang usaha - neto 154.536.701.075 154.536.701.075 Piutang lain-lain 6.768.033.224 6.768.033.224 Uang jaminan 1.740.986.407 1.740.986.407 Nilai wajar melalui laba rugi Investasi pada surat berharga 2.463.640.680 2.463.640.680 Jumlah 223.304.078.414 223.304.078.414 54

33. KELOMPOK INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan) 31 Desember 2013 Nilai tercatat Nilai wajar Liabilitas keuangan Liabilitas keuangan yang dicatat Berdasarkan biaya perolehan diamortisasi Utang bank jangka pendek 7.892.205.987 7.892.205.987 Utang usaha 24.628.887.375 24.628.887.375 Utang lain-lain 13.037.696.175 13.037.696.175 Beban akrual 1.067.856.529 1.067.856.529 Utang dividen 283.056.366 283.056.366 Utang bank yang jatuh tempo dalam satu tahun 1.196.641.034 1.196.641.034 Utang bank jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun 1.227.384.988 1.227.384.988 Jumlah 49.333.728.454 49.333.728.454 55