|
|
|
- Ivan Tedja
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48 PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2015 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
49 PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2015 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Daftar Isi Laporan Auditor Independen Halaman Laporan Posisi Keuangan Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain... 3 Laporan Perubahan Ekuitas... 4 Laporan Arus Kas Catatan atas Laporan Keuangan
50 PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN POSISI KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2015 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 1 Januari 2014/ 31 Desember Desember 2013 (Disajikan kembali (Disajikan kembali Catatan 31 Desember 2015 Catatan 2 dan 27) Catatan 2 dan 27) ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 2b,2c,2i, Deposito berjangka 2c, Piutang usaha - pihak ketiga 2c, Persediaan 2d, Biaya dibayar dimuka Total Aset Lancar ASET TIDAK LANCAR Uang muka pembelian aset tetap 2e, Aset pajak tangguhan - neto 2k, Pinjaman karyawan 2c Taksiran tagihan pajak penghasilan 2k, Aset tetap - neto 2e,2g, Properti investasi - neto 2f, Total Aset Tidak Lancar TOTAL ASET Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. 1
51 PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan) Tanggal 31 Desember 2015 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 1 Januari 2014/ 31 Desember Desember 2013 (Disajikan kembali (Disajikan kembali Catatan 31 Desember 2015 Catatan 2 dan 27) Catatan 2 dan 27) LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS JANGKA PENDEK Utang bank 2c, Utang usaha Pihak ketiga 2c, Utang pajak 2k, Biaya masih harus dibayar 2c Utang dividen 2c Uang muka pelanggan 2h, Utang bank jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun 2c Liabilitas diestimasi atas kesejahteraan karyawan - bagian jangka pendek 2m, Total Liabilitas Jangka Pendek LIABILITAS JANGKA PANJANG Liabilitas diestimasi atas kesejahteraan karyawan - bagian jangka panjang 2m, Utang lain-lain Pihak berelasi 2j, Total Liabilitas Jangka Panjang Total Liabilitas EKUITAS Modal saham - nilai nominal Rp 100 per saham tahun 2015 dan Rp per saham tahun 2014 dan 2013 Modal dasar saham tahun 2015 dan saham 2014 dan 2013 Modal ditempatkan dan disetor penuh saham tahun 2015 dan saham tahun 2014 dan Tambahan modal disetor Saldo laba Telah ditentukan penggunaannya Belum ditentukan penggunaannya Total Ekuitas TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. 2
52 PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2015 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2014 (Disajikan kembali Catatan 2015 Catatan 2 dan 27) PENJUALAN NETO 2h, BEBAN POKOK PENJUALAN 2h, LABA BRUTO Beban usaha 2h,19 ( ) ( ) Pendapatan lainnya 2h, LABA USAHA Penghasilan keuangan Beban keuangan ( ) ( ) LABA SEBELUM MANFAAT(BEBAN) PAJAK PENGHASILAN MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN 2k,14 Tahun berjalan ( ) ( ) Tangguhan ( ) Beban Pajak Penghasilan - neto ( ) ( ) LABA NETO PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN Rugi komprehensif lain yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi pada periode berikutnya: Pengukuran kembali liabilitas diestimasi atas kesejahteraan karyawan 2m,21 ( ) ( ) Pajak penghasilan terkait 2k, Rugi Komprehensif Lain - neto ( ) ( ) TOTAL LABA KOMPREHENSIF LABA NETO PER SAHAM DASAR 2n, Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. 3
53 PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2015 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) Saldo laba Modal Saham Ditempatkan Tambahan Telah Belum dan Disetor Modal Disetor Ditentukan Ditentukan Total Catatan Penuh - neto Penggunaannya Penggunaannya Ekuitas Saldo 1 Januari 2014 (Sebelum disajikan kembali) Dampak penerapan PSAK No. 24 (Revisi 2013) ( ) ( ) Saldo 1 Januari 2014 (Setelah disajikan kembali) Dividen kas ( ) ( ) Pembentukan cadangan umum ( ) - Laba neto tahun Penghasilan komprehensif lain: Pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja 2m, ( ) ( ) Pajak penghasilan terkait 2k, Saldo 31 Desember Dividen kas ( ) ( ) Pembentukan cadangan umum ( ) Laba neto tahun Penghasilan komprehensif lain: Pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja 2m, ( ) ( ) Pajak penghasilan terkait 2k, Saldo 31 Desember Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. 4
54 PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN ARUS KAS Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2015 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) Catatan ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan Pengeluaran kas untuk: Bahan baku ( ) ( ) Beban pabrikasi ( ) ( ) Beban umum dan administrasi ( ) ( ) Beban penjualan ( ) ( ) Kas neto yang dihasilkan dari usaha Kas yang diterima dari: Penghasilan bunga Penghasilan lain-lain - neto Penerimaan restitusi pajak Kas yang dibayarkan untuk: Pajak penghasilan ( ) ( ) Beban bunga ( ) ( ) Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penempatan deposito berjangka ( ) ( ) Perolehan aset tetap 9 ( ) ( ) Uang muka pembelian aset 8 ( ) Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi ( ) ( ) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penerimaan dari utang bank Pembayaran utang bank jangka panjang ( ) ( ) Pembayaran dividen kas ( ) ( ) Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan ( ) ( ) Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. 5
55 PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN ARUS KAS (lanjutan) Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2015 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) Catatan KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN SETARA KAS ( ) KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN DAMPAK PERUBAHAN ATAS SELISIH KURS KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. 6
56 PT LIONMESH PRIMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2015 Serta Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 1. UMUM a. Pendirian Perseroan PT Lionmesh Prima Tbk ( Perseroan ) didirikan di Indonesia berdasarkan Akta Notaris Drs. Gede Ngurah Rai, S.H. No. 28 tanggal 14 Desember 1982 dengan nama PT Lion Weldmesh Prima. Sejak didirikan, Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, antara lain dengan Akta Notaris Indah Prastiti Extensia, S.H., pengganti Adam Kasdarmadji, S.H., No. 88 tanggal 7 Mei 1997 terutama mengenai peningkatan modal dasar Perseroan menjadi Rp , perubahan ruang lingkup kegiatan Perseroan dan penyesuaian dengan Undang-undang No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas dan Undang-undang No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C HT Th.98 tanggal 27 Maret Perubahan Anggaran Dasar Perseroan terakhir dengan Akta Notaris Fathiah Helmi, SH. No. 2 tanggal 4 Juni 2015 terutama mengenai perubahan nilai nominal saham dari semula Rp per saham menjadi Rp 100 per saham. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.AHU AH Tahun 2015 tanggal 3 Juli Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan Perseroan antara lain meliputi industri besi kawat seperti weldmesh dan sejenisnya dan steel fabrication. Saat ini, Perseroan hanya bergerak dalam usaha manufaktur weldmesh. Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun Perseroan dan pabriknya berkedudukan di Jalan Raya Bekasi, Km. 24,5, Cakung, Jakarta Timur. b. Penawaran Umum Efek Perseroan Pada tahun 1990, Perseroan mencatatkan saham di bursa efek di Indonesia. Setelah pembagian saham bonus sebanyak saham pada tahun 1994 kepada para pemegang saham dan pencatatan tambahan saham Perseroan sebanyak saham pada tahun 1995 dari hasil Penawaran Umum Terbatas Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, jumlah saham Perseroan yang dicatatkan di bursa efek Indonesia meningkat menjadi saham. c. Karyawan, Dewan Komisaris, Direksi dan Komite Audit Pada tanggal 31 Desember 2015, susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi berdasarkan keputusan rapat umum pemegang saham Perseroan yang diselenggarakan pada tanggal 6 Juni 2015 sebagai berikut : Dewan Komisaris Direksi Jusuf Sutrisno : Presiden Komisaris Lawer Supendi : Presiden Direktur Lee Whay Keong : Komisaris Tjhai Tjhin Kiat : Direktur Hadiat Subawinata : Komisaris Pujianto Setiadi : Direktur Independen 7
57 PT LIONMESH PRIMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2015 Serta Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 1. UMUM (lanjutan) c. Karyawan, Dewan Komisaris, Direksi dan Komite Audit (lanjutan) Pada tanggal 31 Desember 2014, susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi berdasarkan keputusan rapat umum pemegang saham Perseroan yang diselenggarakan pada tanggal 11 Juni 2014 sebagai berikut : Dewan Komisaris Direksi Jusuf Sutrisno : Presiden Komisaris Lawer Supendi : Presiden Direktur Lee Whay Keong : Komisaris Tjhai Tjhin Kiat : Direktur Hadiat Subawinata : Komisaris Pujianto Setiadi : Direktur Per 31 Desember 2015 dan 2014, susunan Komite Audit adalah sebagai berikut: Komite Audit Hadiat Subawinata Mariani Karsono Suwandi : Ketua : Anggota : Anggota Jumlah karyawan tetap Perseroan pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 sebanyak 82 orang dan 93 orang (tidak diaudit). d. Penyelesaian Laporan Keuangan Laporan keuangan ini diselesaikan dan diotorisasi untuk diterbitkan oleh manajemen Perseroan pada tanggal 24 Maret IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Laporan keuangan disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia ( SAK ), yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK) dan peraturan-peraturan serta Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ). Efektif tanggal 1 Januari 2015, Perseroan menerapkan PSAK No. 1 (Revisi 2013), Penyajian Laporan Keuangan, yang mengubah penyajian kelompok pos-pos dalam Penghasilan Komprehensif Lain. Pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi disajikan terpisah dari pospos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi. Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan adalah selaras dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014, kecuali bagi penerapan beberapa PSAK yang telah direvisi. Seperti diungkapkan dalam catatan-catatan terkait atas laporan keuangan, beberapa standar akuntansi yang telah direvisi dan diterbitkan, diterapkan efektif tanggal 1 Januari
58 PT LIONMESH PRIMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2015 Serta Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan (lanjutan) Laporan keuangan, kecuali untuk laporan arus kas, disusun berdasarkan dasar akrual dengan menggunakan konsep harga perolehan, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masingmasing akun tersebut. Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan adalah Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional Perseroan. Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mengharuskan penggunaan estimasi dan asumsi. Hal tersebut juga mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perseroan. Area yang kompleks atau memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih tinggi atau area di mana asumsi dan estimasi dapat berdampak signifikan terhadap laporan keuangan diungkapkan di Catatan 3. b. Setara Kas Deposito berjangka yang tidak dibatasi penggunaannya, tidak dijadikan jaminan dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan diklasifikasikan sebagai Setara Kas. c. Instrumen Keuangan Efektif tanggal 1 Januari 2015, Perseroan menerapkan PSAK No. 50 (Revisi 2014) Instrumen Keuangan: Penyajian, PSAK No. 55 (Revisi 2014) Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran dan PSAK No. 60 (Revisi 2014) Instrumen Keuangan: Pengungkapan. Penerapan PSAK-PSAK ini tidak membawa dampak signifikan terhadap laporan keuangan. Klasifikasi (i) Aset Keuangan Aset keuangan dalam lingkup PSAK No. 55 (Revisi 2014) diklasifikasikan sebagai (i) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, (ii) pinjaman yang diberikan dan piutang, (iii) investasi dimiliki hingga jatuh tempo, (iv) atau aset keuangan tersedia untuk dijual, mana yang sesuai. Perseroan menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada saat pengakuan awal dan, jika diperbolehkan dan sesuai, mengevaluasi kembali pengklasifikasian aset tersebut pada setiap akhir tahun keuangan. Aset keuangan Perseroan terdiri dari kas dan setara kas, deposito berjangka, piutang usaha - neto dan pinjaman karyawan diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang. 9
59 PT LIONMESH PRIMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2015 Serta Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) c. Instrumen Keuangan (lanjutan) Klasifikasi (lanjutan) (ii) Liabilitas Keuangan Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK No. 55 (Revisi 2014) dapat dikategorikan sebagai (i) liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, (ii) liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, atau (iii) derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai dalam lindung nilai yang efektif, mana yang sesuai. Perseroan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal. Liabilitas keuangan Perseroan terdiri dari utang bank, utang usaha, biaya yang masih harus dibayar dan utang dividen yang diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang dicatat berdasarkan biaya perolehan diamortisasi. Pengakuan dan Pengukuran (i) Aset Keuangan Aset keuangan pada awalnya diakui sebesar nilai wajarnya ditambah, dalam hal investasi yang tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya. Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan, yang tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Aset keuangan tersebut dicatat sebesar biaya perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Keuntungan dan kerugian diakui sebagai laba rugi pada saat pinjaman yang diberikan dan piutang dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, serta melalui proses amortisasi. (ii) Liabilitas Keuangan Liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, dalam hal liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, selanjutnya setelah pengakuan awal diukur pada biaya perolehan diamortisasi, menggunakan suku bunga efektif kecuali jika dampak diskonto tidak material, maka dinyatakan pada biaya perolehan. Beban bunga diakui dalam Beban keuangan dalam laporan laba rugi. Keuntungan atau kerugian diakui pada laporan laba rugi ketika liabilitas keuangan tersebut dihentikan pengakuannya dan melalui proses amortisasi. 10
60 PT LIONMESH PRIMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2015 Serta Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) c. Instrumen Keuangan (lanjutan) Saling Hapus dari Instrumen Keuangan Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya dilaporkan dalam laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan dengan menggunakan dasar neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara bersamaan. Nilai Wajar dari Instrumen Keuangan Efektif tanggal 1 Januari 2015, Perseroan dan Entitas Anak menerapkan PSAK No. 68 (2014), Pengukuran Nilai Wajar, dalam PSAK ini, nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi: - Di pasar utama untuk aset dan liabilitas tersebut, atau - Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut. Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan secara aktif di pasar keuangan yang terorganisasi, jika ada, ditentukan dengan mengacu pada kuotasi harga di pasar aktif pada penutupan bisnis pada akhir periode pelaporan. Untuk instrumen keuangan yang tidak memiliki pasar aktif, nilai wajar ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian tersebut mencakup penggunaan transaksi-transaksi pasar yang wajar antara pihakpihak yang mengerti dan berkeinginan (arm s length market transactions); referensi atas nilai wajar terkini dari instrumen lain yang secara substansial sama; analisa arus kas yang didiskonto; atau model penilaian lain. Untuk tujuan pengungkapan nilai wajar, Perseroan telah menentukan kelas aset dan liabilitas berdasarkan sifat, karakteristik, dan risiko aset atau liabilitas, dan level hirarki nilai wajar seperti dijelaskan di atas. Biaya Perolehan Diamortisasi dari Instrumen Keuangan Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi dengan penyisihan atas penurunan nilai dan pembayaran pokok atau nilai yang tidak dapat ditagih. Perhitungan tersebut mempertimbangkan premium atau diskonto pada saat perolehan dan termasuk biaya transaksi dan biaya yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif. 11
61 PT LIONMESH PRIMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2015 Serta Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) c. Instrumen Keuangan (lanjutan) Penurunan Nilai Aset Keuangan Setiap akhir periode pelaporan, Perseroan mengevaluasi apakah terdapat bukti yang obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. Aset keuangan atau kelompok aset keuangan diturunkan nilainya dan kerugian penurunan nilai telah terjadi jika, dan hanya jika, terdapat bukti yang obyektif mengenai penurunan nilai tersebut sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset tersebut (peristiwa yang merugikan), dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang dapat diestimasi secara handal. Untuk aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi, Perseroan pertama kali menentukan apakah terdapat bukti obyektif mengenai adanya penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual atau untuk aset keuangan yang tidak signifikan secara individual terdapat bukti penurunan nilai secara kolektif. Jika Perseroan menentukan tidak terdapat bukti obyektif mengenai adanya penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, terlepas aset keuangan tersebut signifikan atau tidak, maka Perseroan memasukkan aset tersebut ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual, dan untuk itu kerugian penurunan nilai diakui atau tetap diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif. Jika terdapat bukti obyektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi, jumlah kerugian tersebut diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa datang (tidak termasuk ekspektasi kerugian kredit masa datang yang belum terjadi). Nilai kini estimasi arus kasa masa datang didiskonto menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan tersebut. Jika pinjaman yang diberikan dan piutang memiliki suku bunga variabel, tingkat diskonto untuk mengukur kerugian penurunan nilai adalah suku bunga efektif terkini. Nilai tercatat aset tersebut berkurang melalui penggunaan akun penyisihan dan jumlah kerugian diakui dalam laba rugi. Ketika aset tidak tertagih, nilai tercatat atas aset keuangan yang telah diturunkan nilainya dikurangi secara langsung atau jika ada suatu jumlah telah dibebankan ke akun cadangan penurunan nilai jumlah tersebut dihapusbukukan terhadap nilai tercatat aset keuangan tersebut. Jika, pada periode berikutnya, jumlah kerugian penurunan nilai berkurang dan penurunan nilai tersebut diakui, maka kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui dipulihkan, sepanjang nilai tercatat aset tidak melebihi biaya perolehan diamortisasi pada tanggal pemulihan dengan menyesuaikan akun cadangan. Jumlah pemulihan aset keuangan diakui pada laporan laba rugi. Penerimaan kemudian atas piutang yang telah dihapusbukukan sebelumnya, jika pada periode berjalan dikreditkan dengan menyesuaikan pada akun cadangan penurunan nilai, sedangkan jika setelah akhir periode pelaporan dikreditkan sebagai pendapatan operasional lainnya. 12
62 PT LIONMESH PRIMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2015 Serta Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) c. Instrumen Keuangan (lanjutan) Penghentian Pengakuan (i) Aset Keuangan Suatu aset keuangan, atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan sejenis, dihentikan pengakuannya pada saat: a. hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau b. Perseroan mentransfer hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan atau menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tanpa penundaan yang signifikan kepada pihak ketiga melalui suatu kesepakatan penyerahan dan (i) secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (ii) secara substansial tidak mentransfer dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, namun telah mentransfer pengendalian atas aset keuangan tersebut. Ketika Perseroan telah mentransfer hak untuk menerima arus kas dari aset atau telah menandatangani kesepakatan pelepasan (pass through arrangement), dan secara substansial tidak mentransfer dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, maupun mentransfer pengendalian atas aset, aset tersebut diakui sejauh keterlibatan berkelanjutan Perseroan terhadap aset keuangan tersebut. Keterlibatan berkelanjutan yang berbentuk pemberian jaminan atas aset yang ditransfer diukur sebesar jumlah terendah dari jumlah tercatat aset dan jumlah maksimal dari pembayaran yang diterima yang mungkin harus dibayar kembali. Dalam hal ini, Perseroan juga mengakui liabilitas terkait. Aset yang ditransfer dan liabilitas terkait diukur dengan dasar yang mencerminkan hak dan liabilitas yang masih dimiliki Perseroan. (i) Aset Keuangan (lanjutan) Pada saat penghentian pengakuan atas aset keuangan secara keseluruhan, maka selisih antara nilai tercatat dan jumlah dari (i) pembayaran yang diterima, termasuk setiap aset baru yang diperoleh dikurangi setiap liabilitas baru yang harus ditanggung; dan (ii) setiap keuntungan atau kerugian kumulatif yang telah diakui secara langsung dalam ekuitas harus diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. (ii) Liabilitas Keuangan Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluarsa. 13
63 PT LIONMESH PRIMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2015 Serta Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) c. Instrumen Keuangan (lanjutan) Penghentian Pengakuan (lanjutan) (ii) Liabilitas Keuangan (lanjutan) Ketika liabilitas keuangan saat ini digantikan dengan yang lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas ketentuan liabilitas keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran atau modifikasi tersebut dicatat sebagai penghapusan liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut diakui sebagai laba rugi. d. Persediaan Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih (the lower of cost or net realizable value). Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata, kecuali untuk bahan baku dan suku cadang yang harga perolehannya ditentukan dengan metode masuk pertama, keluar pertama ( first-in, first-out ). Penyisihan persediaan usang ditetapkan berdasarkan penelaahan keadaan fisik persediaan pada akhir tahun. Nilai realisasi bersih adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal, dikurangi dengan estimasi biaya penyelesaian dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan. e. Aset Tetap Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan penurunan nilai. Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan. Selanjutnya, pada saat inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya inspeksi itu diakui ke dalam jumlah tercatat ( carrying amount ) aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan. Biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laporan laba rugi komprehensif pada saat terjadinya. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) selama umur manfaat aset tetap yang diestimasi sebagai berikut : Tahun Bangunan 20 Mesin 20 Instalasi listrik 20 Peralatan pabrik 15 Kendaraan bermotor 5 Peralatan kantor 5 Tanah dinyatakan pada harga perolehan dan tidak disusutkan. Biaya legal awal untuk mendapatkan hak legal diakui sebagai bagian biaya akuisisi tanah, biaya-biaya tersebut tidak didepresiasikan. Biaya terkait dengan pembaruan hak atas tanah diakui sebagai aset tak berwujud dan diamortisasi sepanjang umur hukum hak. 14
64 PT LIONMESH PRIMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2015 Serta Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) e. Aset Tetap (lanjutan) Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset dibebankan pada laba rugi pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya. Nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan ditelaah dan disesuaikan, pada akhir periode pelaporan, jika diperlukan. f. Properti Investasi Properti investasi dinyatakan sebesar biaya perolehan termasuk biaya transaksi dikurangi akumulasi penyusutan dan penurunan nilai, jika ada. Jumlah tercatat termasuk bagian biaya penggantian dari properti investasi yang ada pada saat terjadinya biaya, jika kriteria pengakuan terpenuhi, dan tidak termasuk biaya harian penggunaan properti investasi. Properti investasi Perseroan terdiri dari tanah dan bangunan yang dikuasai Perseroan untuk menghasilkan sewa atau untuk kenaikan nilai atau kedua-duanya, dan tidak untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa untuk tujuan administratif atau dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus selama umur manfaat ekonomis properti investasi sebagai berikut: Tahun Bangunan 10 Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika properti investasi tersebut tidak digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomis di masa depan yang dapat diharapkan pada saat pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian atau pelepasan properti investasi diakui dalam laporan laba rugi dalam tahun terjadinya penghentian atau pelepasan tersebut. Transfer ke properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik, dimulainya sewa operasi ke pihak lain atau selesainya pembangunan atau pengembangan. Transfer dari properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan dengan dimulainya penggunaan oleh pemilik atau dimulainya pengembangan untuk dijual. Untuk transfer dari properti investasi ke properti yang digunakan sendiri, Perseroan menggunakan metode biaya pada tanggal perubahan penggunaan. Jika properti yang digunakan sendiri oleh Perseroan menjadi properti investasi, Perseroan mencatat properti tersebut sesuai dengan kebijakan aset tetap sampai dengan saat tanggal terakhir perubahan penggunaannya. 15
65 PT LIONMESH PRIMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2015 Serta Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) g. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan Efektif tanggal 1 Januari 2015, Perseroan menerapkan PSAK No. 48 (Revisi 2014) Penurunan Nilai Aset, yang mengatur lebih dalam kriteria mengenai hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dan kriteria penyelesaian secara neto. Penerapkan PSAK No. 48 (Revisi 2014) Penurunan Nilai Aset, tidak memiliki dampak yang signifikan pada laporan keuangan dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Pada setiap akhir periode pelaporan, Perseroan menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian penurunan nilai aset diperlukan, maka Perseroan membuat estimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Rugi penurunan nilai diakui sebagai rugi tahun berjalan, kecuali untuk aset non-keuangan yang dicatat dengan nilai penilaian kembali. Rugi penurunan nilai akan dipulihkan jika terdapat perubahan dalam taksiran yang digunakan untuk menentukan nilai aset non-keuangan yang dapat dipulihkan (recoverable amount). Rugi penuruanan nilai hanya akan dipulihkan sampai sebatas nilai tercatat aset non-keuangan tidak boleh melebihi nilai terpulihkannya maupun nilai tercatat yang seharusnya diakui, setelah dikurangi depresiasi atau amortisasi, jika tidak ada pengakuan rugi penurunan nilai aset non-keuangan. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laba rugi. h. Pengakuan Pendapatan dan Beban Pendapatan diakui bila besar kemungkinan manfaat ekonomi akan diperoleh Perseroan dan jumlahnya dapat diukur secara handal. Pendapatan diukur pada nilai wajar pembayaran yang diterima, tidak termasuk diskon, rabat dan Pajak Pertambahan Nilai ( PPN ). Pendapatan dari penjualan lokal diakui pada saat penyerahan barang dan risiko serta manfaat kepemilikan secara signifikan berpindah kepada pelanggan dan pendapatan dari penjualan ekspor diakui pada saat penyerahan barang di gudang pelabuhan pengirim. Uang muka yang diterima dari pelanggan dicatat di akun Uang muka pelanggan. Beban diakui pada saat terjadinya. i. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada akhir periode pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku, yang terakhir diumumkan oleh Bank Indonesia untuk tahun berjalan. Laba atau rugi kurs yang terjadi dikreditkan atau dibebankan pada usaha tahun berjalan. Kurs tukar yang digunakan adalah sebesar Rp untuk AS$ 1 pada tanggal 31 Desember 2015 dan Rp untuk AS$ 1 pada tanggal 31 Desember 2014, yang merupakan kurs rata-rata antara kurs beli dan kurs jual uang kertas dan/atau kurs transaksi yang terakhir diumumkan oleh Bank Indonesia pada tanggal tersebut. 16
66 PT LIONMESH PRIMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2015 Serta Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) j. Transaksi dengan Pihak-Pihak Berelasi Suatu pihak dianggap berelasi dengan Perseroan jika: a. langsung, atau tidak langsung yang melalui satu atau lebih perantara, suatu pihak (i) mengendalikan, atau dikendalikan oleh, atau berada dibawah pengendalian bersama, dengan Perseroan; (ii) memiliki kepentingan dalam perseroan yang memberikan pengaruh signifikan atas Perseroan; atau (iii) memiliki pengendalian bersama atas Perseroan; b. suatu pihak yang berelasi dengan Perseroan; c. suatu pihak adalah ventura bersama di mana Perseroan sebagai venturer; d. suatu pihak adalah anggota dari personil manajemen kunci Perseroan; e. suatu pihak adalah anggota keluarga dekat dari individu yang diuraikan dalam butir (a) atau (d); f. suatu pihak adalah entitas yang dikendalikan, dikendalikan bersama atau dipengaruhi signifikan oleh atau untuk di mana hak suara signifikan pada beberapa entitas, langsung maupun tidak langsung, individu seperti diuraikan dalam butir (d) atau (e); atau g. suatu pihak adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari Perseroan atau entitas yang terkait dengan Perseroan. Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, dimana persyaratan tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi. Seluruh transaksi dan saldo yang material dengan pihak-pihak berelasi telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. k. Pajak Penghasilan Efektif tanggal 1 Januari 2015, Perseroan menerapkan PSAK No. 46 (Revisi 2014), Pajak Penghasilan, yang memberikan tambahan pengaturan untuk aset dan liabilitas pajak tangguhan yang berasal dari aset yang tidak disusutkan yang diukur dengan menggunakan model revaluasi, dan yang berasal dari properti investasi yang diukur dengan menggunakan model nilai wajar. PSAK Revisi ini juga menghapuskan pengaturan mengenai pajak final. Penerapan PSAK revisi baru tersebut tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pengungkapan dalam laporan keuangan. Beban pajak terdiri dari pajak kini dan tangguhan. Beban pajak diakui dalam laporan laba rugi kecuali untuk transaksi yang berhubungan dengan transaksi diakui langsung ke ekuitas, dalam hal ini diakui sebagai pendapatan komprehensif lainnya. Pajak Kini Beban pajak kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku pada tanggal pelaporan keuangan, dan ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak tahun berjalan.manajemen secara periodik mengevaluasi posisi yang dilaporkan di Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) sehubungan dengan situasi di mana aturan pajak yang berlaku membutuhkan interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah yang diharapkan akan dibayar kepada otoritas pajak. 17
67 PT LIONMESH PRIMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2015 Serta Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) k. Pajak Penghasilan (lanjutan) Pajak Kini (lanjutan) Bunga dan denda untuk kekurangan atau kelebihan pembayaran pajak penghasilan, jika ada, dicatat sebagai bagian dari Manfaat (Beban) Pajak dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Jumlah tambahan pokok dan denda pajak yang ditetapkan dengan Surat Ketetapan Pajak ( SKP ) diakui sebagai pendapatan atau beban dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain tahun berjalan, kecuali jika diajukan upaya penyelesaian selanjutnya. Jumlah tambahan pokok pajak dan denda yang ditetapkan dengan SKP ditangguhkan pembebanannya sepanjang memenuhi kriteria pengakuan aset. Pajak Tangguhan Pajak tangguhan diukur dengan metode liabilitas atas beda waktu pada tanggal pelaporan antara dasar pengenaan pajak untuk aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya untuk tujuan pelaporan keuangan. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dengan beberapa pengecualian. Aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan rugi fiskal apabila terdapat kemungkinan besar bahwa jumlah laba kena pajak pada masa mendatang akan memadai untuk mengkompensasi perbedaan temporer dan rugi fiskal. Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir periode pelaporan, dan mengurangi jumlah tercatat jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk mengkompensasi sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan. Aset pajak tangguhan yang belum diakui dinilai kembali pada setiap akhir periode pelaporan dan diakui sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak mendatang akan memungkinkan aset pajak tangguhan tersedia untuk dipulihkan. Aset dan liabilitas pajak tangguhan dihitung berdasarkan tarif yang akan dikenakan pada periode saat aset direalisasikan atau liabilitas tersebut diselesaikan, berdasarkan undangundang pajak yang berlaku atau berlaku secara substantif pada akhir periode laporan keuangan. Pengaruh pajak terkait dengan penyisihan dan/atau pemulihan semua perbedaan temporer selama tahun berjalan, termasuk pengaruh perubahan tarif pajak, untuk transaksitransaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas. Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan secara saling hapus saat hak yang dapat dipaksakan secara hukum ada untuk saling hapus aset pajak kini dan liabilitas pajak kini, atau aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan berkaitan dengan entitas kena pajak yang sama, atau Perseroan bermaksud untuk menyelesaikan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto. l. Pelaporan Segmen Perseroan menerapkan PSAK No. 5 (Revisi 2009), Segmen Operasi Perseroan bergerak dalam usaha manufaktur berbagai jenis weldmesh yang memiliki risiko dan imbalan yang sama dan terutama beroperasi di satu lokasi geografis (Indonesia). Manajemen berkeyakinan tidak terdapat informasi segmen usaha dan geografis yang dapat diidentifikasikan (segmen dilaporkan) sebagimana dimaksud dalam PSAK No. 5 (Revisi 2009). 18
68 PT LIONMESH PRIMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2015 Serta Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) m. Liabilitas Diestimasi atas Kesejahteraan Karyawan Perseroan mengakui kewajiban imbalan kerja yang tidak didanai sesuai dengan Undangundang Ketenagakerjaan No. 13/2003, tanggal 25 Maret Efektif tanggal 1 Januari 2015, Perseroan menerapkan PSAK No. 24 (Revisi 2013), Imbalan Kerja. PSAK revisi ini, antara lain, menghapus mekanisme koridor, mengatur pengakuan biaya jasa lalu serta mengatur beberapa pengungkapan tambahan. Perseroan menerapkan secara retrospektif perubahan yang diatur dalam PSAK revisi ini dan oleh karena itu, laporan posisi keuangan tanggal 31 Desember 2014 dan 1 Januari 2014/31 Desember 2013 dan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dan laporan perubahan ekuitas untuk periode 31 Desember 2014, disajikan kembali. Dampak penerapan PSAK revisi ini diungkapkan pada Catatan 27. Perseroan mengakui kewajiban imbalan kerja yang tidak didanai sesuai dengan Undangundang Ketenagakerjaan No. 13/2003, tanggal 25 Maret Beban pensiun berdasarkan program dana pensiun manfaat pasti Perseroan ditentukan melalui perhitungan aktuaria secara periodik dengan menggunakan metode projected-unit credit dan menerapkan asumsi atas tingkat diskonto, hasil yang diharapkan atas asset dana pensiun dan tingkat kenaikan manfaat pasti pensiun tahunan. Seluruh pengukuran kembali, terdiri atas keuntungan dan kerugian aktuarial dan hasil atas aset dana pensiun (tidak termasuk bunga bersih) diakui langsung melalui penghasilan komprehensif lainnya dengan tujuan agar aset atau kewajiban pensiun neto diakui dalam laporan posisi keuangan untuk mencerminkan nilai penuh dari defisit dan surplus dana pensiun. Pengukuran kembali tidak mengreklasifikasi laba atau rugi pada periode berikutnya. Seluruh biaya jasa lalu diakui pada saat yang lebih dulu antara ketika amandemen/kurtailmen terjadi atau ketika biaya restrukturisasi atau pemutusan hubungan kerja diakui. Sebagai akibatnya, biaya jasa lalu yang belum vested tidak lagi dapat ditangguhkan dan diakui selama periode vesting masa depan. Beban bunga dan pengembalian aset dana pensiun yang diharapkan sebagaimana digunakan dalam PSAK 24 (Revisi 2013) versi sebelumnya digantikan dengan beban bunga - neto, yang dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto untuk mengukur kewajiban manfaat pasti - neto atau aset pada saat awal dari tiap periode pelaporan tahunan. n. Laba Neto Per Saham Dasar Laba neto per saham dasar dihitung dengan membagi laba periode berjalan dengan rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang beredar pada periode yang bersangkutan. 3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI Penyusunan laporan keuangan Perseroan mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas kontinjensi, pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya. 19
69 PT LIONMESH PRIMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2015 Serta Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI (lanjutan) a. Pertimbangan Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Perseroan yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan: Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan Perseroan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK No. 55 (Revisi 2014) dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Perseroan seperti di ungkapkan pada Catatan 2c. Penyisihan atas Penurunan Nilai Piutang Usaha Perseroan mengevaluasi akun tertentu jika terdapat informasi bahwa pelanggan yang bersangkutan tidak dapat memenuhi kewajiban keuangannya. Dalam hal tersebut, Perseroan mempertimbangkan, berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan dan status kredit dari pelanggan berdasarkan catatan kredit dari pihak ketiga dan faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat provisi yang spesifik atas jumlah piutang pelanggan guna mengurangi jumlah piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Perseroan. Provisi yang spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi jumlah penyisihan penurunan nilai. Nilai tercatat dari piutang usaha Perseroan sebelum penyisihan kerugian untuk penurunan nilai pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 diungkapkan pada Catatan 6. b. Estimasi dan Asumsi Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun berikutnya diungkapkan di bawah ini. Perseroan mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali Perseroan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya. Liabilitas Diestimasi atas Kesejahteraan Karyawan Penentuan liabilitas dan biaya imbalan kerja Perseroan bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian. Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan Perseroan langsung diakui dalam laba atau rugi pada saat terjadinya. Sementara Perseroan berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Perseroan dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas imbalan kerja dan beban imbalan kerja neto. Nilai tercatat dari liabilitas diestimasi atas kesejahteraan karyawan pada 31 Desember 2015 dan 2014 diungkapkan pada Catatan
70 PT LIONMESH PRIMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2015 Serta Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI (lanjutan) b. Estimasi dan Asumsi (lanjutan) Penyusutan Aset Tetap dan Properti Investasi Biaya perolehan aset tetap dan properti investasi disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 5 sampai dengan 20 tahun dan masa manfaat properti investasi selama 10 tahun. Ini adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri dimana Perseroan menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset tetap dan properti investasi, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi. Nilai tercatat aset tetap pada 31 Desember 2015 dan 2014 diungkpakan pada Catatan 9 dan nilai tercatat properti investasi diungkapkan pada Catatan 10. Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas kepada, kondisi fisik persediaan yang dimiliki, harga jual pasar, estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk penjualan. Provisi dievaluasi kembali dan disesuaikan jika terdapat tambahan informasi yang mempengaruhi jumlah yang diestimasi. Nilai tercatat persediaan Perseroan sebelum penyisihan atas keusangan dan penurunan nilai pasar pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 diungkapkan pada Catatan 7. Pajak Penghasilan Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan liabilitas atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. Perseroan mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan. Aset Pajak Tangguhan Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan, sepanjang besar kemungkinannya bahwa penghasilan kena pajak akan tersedia sehingga perbedaan temporer tersebut dapat digunakan. Estimasi signifikan oleh manajemen disyaratkan dalam menentukan total aset pajak tangguhan yang dapat diakui, berdasarkan saat penggunaan dan tingkat penghasilan kena pajak serta strategi perencanaan pajak masa depan. 4. KAS DAN SETARA KAS Kas dan setara kas terdiri dari: Kas
71 PT LIONMESH PRIMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2015 Serta Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 4. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) Bank PT Bank Ekonomi Raharja Tbk (termasuk AS$ 4.036,87 pada tahun 2015 dan AS$ ,02 pada tahun PT Bank Internasional Indonesia Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Permata Tbk PT Bank ICBC Indonesia Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk Sub total Deposito Berjangka PT Bank Permata Tbk PT Bank ICBC Indonesia Tbk (termasuk AS$ pada tahun 2015 dan AS$ ,42 pada tahun 2014) PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank Panin Indonesia Tbk Sub total Total Tingkat suku bunga kontraktual bank dan deposito bank jangka pendek adalah sebagai berikut: Bank Deposito Bank Deposito Rupiah 5,25%-10,00% 5,50%-6,50% 5,25%-10,25% 5,55%-9,25% Dolar Amerika Serikat 1,00%-3,00% - 2,5%-3% 2,50%-3,25% 5. DEPOSITO BERJANGKA Deposito berjangka terdiri dari: PT Bank Panin Indonesia Tbk PT Bank Ekonomi Raharja Tbk PT Bank ICBC Indonesia Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk Total Deposito berjangka PT Bank Ekonomi Raharja Tbk digunakan sebagai jaminan utang bank (Catatan 11). 22
72 PT LIONMESH PRIMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2015 Serta Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 6. PIUTANG USAHA - PIHAK KETIGA Akun ini merupakan piutang dari pelanggan pihak ketiga yang diklasifikasi sebagai berikut: Distributor Kontraktor Pedagang eceran Total Dikurangi penyisihan penurunan nilai ( ) ( ) Total neto Analisis umur piutang usaha berdasarkan tanggal faktur adalah sebagai berikut: Belum jatuh tempo Jatuh tempo 1-30 hari hari hari Lebih dari 90 hari Total Mutasi penyisihan penurunan nilai adalah sebagai berikut: Saldo awal tahun Penyisihan tahun berjalan - - Saldo akhir tahun Berdasarkan hasil penelaahan keadaan akun piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun, manajemen berpendapat bahwa penyisihan penurunan nilai cukup untuk menutup kerugian atas tidak tertagihnya piutang. 23
73 PT LIONMESH PRIMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2015 Serta Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 7. PERSEDIAAN Persediaan terdiri dari: Bahan baku Barang jadi Barang dalam proses Suku cadang Total Persediaan diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis dengan nilai pertanggungan sebesar Rp pada tahun 2015 dan Rp pada tahun Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian akibat kebakaran dan risiko lainnya atas aset yang dipertanggungkan. Berdasarkan penelaahan atas kondisi persediaan pada akhir tahun, manajemen berkeyakinan bahwa persediaan dapat direalisasikan pada nilai tercatatnya, dan tidak diperlukan adanya penyisihan untuk persediaan usang. Persediaan Perseroan dijaminkan untuk pinjaman dari PT Bank Ekonomi Raharja Tbk (Catatan 11). 8. UANG MUKA PEMBELIAN ASET TETAP Uang muka pembelian 31 Desember 2015 dan 2014 adalah uang muka kepada Tjahyono Sugiarto untuk pembelian tanah, masing-masing sebesar Rp dan Rp atau sebesar 88,29% dan 30,10%, dari harga keseluruhan Rp , dengan luas tanah m 2 yang terletak di Sidoarjo, Jawa Timur. 24
74 PT LIONMESH PRIMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2015 Serta Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 9. ASET TETAP Rincian aset tetap adalah sebagai berikut: 2015 Saldo awal Penambahan Pengurangan Saldo akhir Nilai Tercatat Tanah Bangunan Mesin Peralatan pabrik Instalasi listrik Kendaraan bermotor Peralatan kantor Total Nilai Tercatat Akumulasi Penyusutan Bangunan Mesin Peralatan pabrik Instalasi listrik Kendaraan bermotor Peralatan kantor Total Akumulasi Penyusutan Nilai Buku Saldo awal Penambahan Pengurangan Saldo akhir Nilai Tercatat Tanah Bangunan Mesin Peralatan pabrik Instalasi listrik Kendaraan bermotor Peralatan kantor Total Nilai Tercatat
75 PT LIONMESH PRIMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2015 Serta Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 9. ASET TETAP (lanjutan) 2014 Saldo awal Penambahan Pengurangan Saldo akhir Akumulasi Penyusutan Bangunan Mesin , Peralatan pabrik Instalasi listrik Kendaraan bermotor Peralatan kantor Total Akumulasi Penyusutan Nilai Buku Penyusutan dibebankan pada akun berikut: Beban pabrikasi (Catatan 18) Beban usaha (Catatan 19): Penjualan Umum dan administrasi Total Seluruh aset tetap kecuali tanah, diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar Rp dan AS$ pada tahun 2015 dan Rp dan AS$ pada tahun Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian akibat kebakaran dan risiko lainnya. Sebagian mesin Perseroan digunakan sebagai jaminan atas pinjaman bank dari PT Bank Ekonomi Raharja Tbk (Catatan 11). Perseroan memiliki tanah atas lokasi pabrik di Jakarta. Hak Guna Bangunan ( HGB ) atas tanah tersebut berakhir pada tahun Manajemen berkeyakinan bahwa kepemilikan hak atas tanah tersebut dapat diperpanjang pada saat jatuh tempo. Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat semua aset tetap dapat terealisasi seluruhnya, dan oleh karena itu, tidak diperlukan penyisihan penurunan nilai aset. 26
76 PT LIONMESH PRIMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2015 Serta Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 10. PROPERTI INVESTASI Rincian properti investasi adalah sebagai berikut: 2015 Saldo awal Penambahan Pengurangan Saldo akhir Nilai Tercatat Bangunan Akumulasi Penyusutan Bangunan Nilai Buku Saldo awal Penambahan Pengurangan Saldo akhir Nilai Tercatat Bangunan Akumulasi Penyusutan Bangunan Nilai Buku Bangunan atas nama Perseroan berlokasi di Cibubur. Penyusutan sebesar Rp pada tahun 2015 dan 2014 dibebankan pada akun beban pabrikasi (Catatan 19). Properti investasi tidak diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya pada tahun 2015 dan Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat dalam properti investasi dapat direalisasikan seluruhnya, dan oleh karena itu tidak diperlukan penyisihan penurunan nilai. 11. UTANG BANK JANGKA PENDEK Akun ini merupakan saldo utang bank atas fasilitas kredit yang diperoleh Perseroan berikut ini: 2014 Utang jangka pendek PT Bank Ekonomi Raharja Tbk Perseroan memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Ekonomi Rahaja Tbk ( Bank Ekonomi ), berdasarkan Akta Notaris No 18 dihadapan Sinta Dewi Sudarsana SH, Notaris di Jakarta, perjanjian kredit dengan Bank Ekonomi diubah dari waktu ke waktu. Perubahan terakhir berdasarkan Offering Letter tertanggal 2 September 2014 dengan rincian sebagai berikut: - Fasilitas kredit modal kerja revolving dengan maksimum kredit sebesar Rp dan AS$ yang digunakan untuk kegiatan operasional Perseroan. 27
77 PT LIONMESH PRIMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2015 Serta Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 11. UTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan) Perseroan memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Ekonomi Rahaja Tbk ( Bank Ekonomi ), berdasarkan Akta Notaris No 18 dihadapan Sinta Dewi Sudarsana SH, Notaris di Jakarta, perjanjian kredit dengan Bank Ekonomi diubah dari waktu ke waktu. Perubahan terakhir berdasarkan Offering Letter tertanggal 2 September 2014 dengan rincian sebagai berikut: (lanjutan) - Fasilitas ini memperoleh jaminan Standby Letter of Credit dari PT Bank Mandiri Tbk dan sudah dilunasi pada bulan Juli Pinjaman ini dijamin dengan deposito yang ditempatkan pada Bank Ekonomi (Catatan 5), persediaan (Catatan 7), dan sebagian mesin dan peralatan (Catatan 9). Berdasarkan perjanjian kredit dengan Bank Ekonomi, Perseroan tidak diperbolehkan untuk melakukan hal-hal dibawah ini tanpa persetujuan tertulis dari bank: a. Melakukan perubahan anggaran dasar Perseroan, termasuk didalamnya pemegang saham, direktur dan atau komisaris, permodalan dan nilai saham. b. Memindah tangankan barang anggunan, kecuali persediaan barang dalam rangka transaksi usaha yang wajar. c. Mengadakan merger atau akuisisi. 12. UTANG USAHA Utang usaha merupakan liabilitas atas pembelian bahan baku produksi dan bahan pendukung kepada para pemasok sebagai berikut: Pihak ketiga PT Krakatau Steel (Persero) Tbk PT Ispat Indo PT Lazuardi Rukun Perkasa PT Lautan Megah Perkasa PT Indomulti Jaya Steel Lain-lain (masing-masing di bawah Rp 100 juta) Total Analisis umur utang usaha berdasarkan tanggal faktur adalah sebagai berikut: Belum jatuh tempo Jatuh tempo hari hari - - Lebih dari 90 hari Total
78 PT LIONMESH PRIMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2015 Serta Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 13. UANG MUKA PELANGGAN Akun ini merupakan uang muka dari pelanggan pihak ketiga yang diklasifikasi sebagai berikut: Kontraktor Distributor Pedagang eceran Total PERPAJAKAN a. Utang pajak terdiri dari: Pajak Penghasilan Pasal Pasal Pasal Pasal Pajak Pertambahan Nilai Total Laba sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan sesuai dengan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif Lain Beda waktu Penyusutan ( ) ( ) Penyisihan atas kesejahteraan karyawan - neto Beda tetap Kesejahteraan karyawan Pemeliharaan dan perbaikan Sumbangan dan jamuan Lain-lain Penghasilan yang telah dikenakan pajak final - Penghasilan bunga ( ) ( ) Taksiran penghasilan kena pajak
79 PT LIONMESH PRIMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2015 Serta Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 14. PERPAJAKAN (lanjutan) Perhitungan beban pajak penghasilan Perseroan adalah sebagai berikut: (Disajikan kembali) Taksiran penghasilan kena pajak (pembulatan) Beban pajak penghasilan - tarif efektif Pajak penghasilan dibayar di muka Pasal Pasal Total pembayaran di muka Taksiran tagihan (utang) pajak penghasilan ( ) b. Rekonsiliasi antara laba sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan sesuai dengan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dengan taksiran penghasilan kena pajak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 adalah sebagai berikut: (lanjutan) Beban pajak penghasilan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah sebagai berikut: (Disajikan kembali) Beban pajak kini dari tariff efektif Denda pajak atas SKPKB periode Beban pajak penghasilan - tahun berjalan Sampai dengan tanggal laporan keuangan diterbitkan, Perseroan belum menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan tahun Perhitungan penghasilan kena pajak tahun 2014 sesuai dengan jumlah yang dilaporkan dalam SPT Perseroan. c. Pajak tangguhan: 2015 Dikreditkan Dikreditkan pada penghasilan 1 Januari 2015 (dibebankan) komprehensif (Disajikan kembali) pada laba rugi lain 31 Desember 2015 Penyisihan penurunan nilai Liabilitas diestimasi atas kesejahteraan karyawan ( ) Aset tetap ( ) ( ) - ( ) Total ( )
80 PT LIONMESH PRIMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2015 Serta Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 14. PERPAJAKAN (lanjutan) c. Pajak tangguhan: 2014 (Disajikan kembali) Dikreditkan Dikreditkan pada penghasilan 1 Januari 2014 (dibebankan) komprehensif 31 Desember 2014 (Disajikan kembali) pada laba rugi lain (Disajikan kembali) Penyisihan penurunan nilai Liabilitas diestimasi atas kesejahteraan karyawan Aset tetap ( ) ( ) - ( ) Penyusutan sewa pembiayaan ( ) - - Pembayaran sewa pembiayaan ( ) Total d. Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku dari laba sebelum beban pajak penghasilan pada tahun 2015 dan 2014, dengan beban pajak penghasilan seperti yang tercantum dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 adalah sebagai berikut: (Disajikan kembali) Laba sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan per laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain Beban pajak penghasilan dengan tarif pajak yang berlaku pada tahun 2015 dan Pengaruh pajak atas beda tetap: Kesejahteraan karyawan Pemeliharaan dan perbaikan Penghasilan yang telah dikenakan pajak final ( ) ( ) Lain-lain ( ) Beban pajak penghasilan
81 PT LIONMESH PRIMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2015 Serta Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 14. PERPAJAKAN (lanjutan) e. Taksiran Pajak Penghasilan Perseroan dan Hasil Pemeriksaan Pajak Perseroan mempunyai taksiran kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan Tahun 2012 yang dilaporkan pada tahun 2013 sebesar Rp , yang menurut Manajemen dapat diperoleh kembali. Pada tanggal 21 April 2014, Perseroan memperoleh Surat Ketetapan Lebih Bayar Nomor 00046/406/12/054/14 Tahun Pajak 2012 sebesar Rp Perseroan telah menyetujui surat ketetapan tersebut dan mengakui selisih atas jumlah yang ditagihkan sebesar Rp sebagai beban pajak yang diakui pada akun denda pajak Perseroan pada tahun Selanjutnya, Perseroan menerima Surat Perintah Membayar Kelebihan Pajak (SPMKP) Nomor tanggal 13 Mei 2014 dari Direktorat Jendral Pajak, yang menetapkan pembayaran kelebihan pajak Perseroan sebesar Rp dan setelah diperhitungkan dengan utang pajak Perseroan sejumlah Rp , Perseroan menerima pembayaran sejumlah Rp Rincian utang pajak sebesar Rp berdasarkan SKPKB/STP adalah sebagai berikut: Keterangan Nomor SKPKB/STP Nilai Tahun /201/12/054/14 SKPKB PPh /203/12/054/14 SKPKB PPh 23 atas jasa /204/12/054/14 SKPKB PPh /207/12/054/14 SKPKB PPN /207/12/054/14 SKPKB PPN /207/12/054/14 SKPKB PPN /207/12/054/14 SKPKB PPN /207/12/054/14 SKPKB PPN /107/12/054/14 STP PPN /107/12/054/14 STP PPN /207/12/054/14 SKPKB PPh Total
82 PT LIONMESH PRIMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2015 Serta Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 15. MODAL SAHAM Kepemilikan saham Perseroan pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 berdasarkan laporan PT Sirca Datapro Perdana, biro administrasi efek, adalah sebagai berikut: 2015 Total Saham Ditempatkan dan Persentase Pemegang Saham Disetor Penuh Pemilikan (%) Total Pengurus Jusuf Sutrisno (Presiden Komisaris) ,09% Lawer Supendi (Presiden Direktur) ,49% Bukan Pengurus Lion Holdings Pte. Ltd., Singapura ,55% Trinidad Investment Pte. Ltd., Singapura ,67% Lain-lain (masing-masing di bawah 5%) ,20% Total ,0% Total Saham Ditempatkan dan Persentase Pemegang Saham Disetor Penuh Pemilikan (%) Total Pengurus Jusuf Sutrisno (Presiden Komisaris) ,09% Lawer Supendi (Presiden Direktur) ,49% Bukan Pengurus Lion Holdings Pte. Ltd., Singapura ,55% Trinidad Investment Pte. Ltd., Singapura ,67% Lain-lain (masing-masing di bawah 5%) ,20% Total ,0% Nilai nominal saham Perseroan mengalami perubahan pada tahun 2015 adalah sebesar dari semula Rp per saham menjadi Rp 100 per saham. Atas perubahan tersebut, modal ditempatkan dan disetor penuh masing-masing yang semula dari saham pada tahun 2014 menjadi per saham pada tahun Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diselenggarakan pada tanggal 4 Juni 2015, yang diaktanotariskan dengan Akta Notaris No. 1 tanggal 4 Juni 2015 oleh Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, para pemegang saham memutuskan untuk mengumumkan dividen kas sebesar Rp dan mengalokasikan untuk cadangan umum dari laba bersih Perseroan tahun 2014 sebesar Rp
83 PT LIONMESH PRIMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2015 Serta Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 15. MODAL SAHAM (lanjutan) Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diselenggarakan pada tanggal 11 Juni 2014, yang diaktanotariskan dengan Akta Notaris No. 37 tanggal 11 Juni 2014 oleh Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, para pemegang saham memutuskan untuk mengumumkan dividen kas sebesar Rp dan mengalokasikan untuk cadangan umum dari laba bersih Perseroan tahun 2013 sebesar Rp TAMBAHAN MODAL DISETOR - NETO Tambahan modal disetor terdiri dari: Total Agio saham atas Penawaran Umum Perdana Pembagian saham bonus ( lembar saham) ( ) Beban emisi saham ( ) Neto Beban emisi saham berasal dari Penawaran Umum Terbatas Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu kepada para pemegang saham pada tahun PENJUALAN NETO Penjualan neto merupakan pendapatan dari penjualan weldmesh sebesar Rp pada tahun 2015 dan Rp pada tahun Pada tahun 2015 dan 2014, tidak ada penjualan kepada pelanggan yang melebihi 10% dari penjualan neto. 18. BEBAN POKOK PENJUALAN Beban pokok penjualan terdiri dari: Bahan baku: Awal tahun Pembelian Saldo akhir ( ) ( ) Pemakaian bahan baku Beban pabrikasi Upah buruh langsung Total beban produksi Persediaan barang dalam proses Awal tahun Akhir tahun ( ) ( ) Beban pokok produksi
84 PT LIONMESH PRIMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2015 Serta Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 18. BEBAN POKOK PENJUALAN (lanjutan) Beban pokok penjualan terdiri dari: (lanjutan) Persediaan barang jadi Awal tahun Akhir tahun ( ) ( ) Beban Pokok Penjualan Rincian pembelian dari pemasok yang melebihi 10% dari total pembelian neto adalah sebagai berikut: Total Persentase atas Total Pembelian Neto PT Krakatau Steel (Persero) Tbk ,68% 46,07% PT Ispat Indo ,59% 19,78% Total ,27% 65,85% 19. BEBAN USAHA Rincian beban usaha adalah sebagai berikut: Beban penjualan (Disajikan kembali) Gaji, komisi dan kesejahteraan karyawan Pemeliharaan dan perbaikan Perjalanan dan pengangkutan Penyusutan (Catatan 9) Lain-lain Beban umum dan administrasi Gaji dan kesejahteraan karyawan Beban imbalan pasca kerja (Catatan 21) Honorarium konsultan dan registrasi saham Telepon, alat tulis dan administrasi bank Perjalanan, jamuan, dan sumbangan
85 PT LIONMESH PRIMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2015 Serta Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 19. BEBAN USAHA (lanjutan) Beban umum dan administrasi (lanjutan) (Disajikan kembali) Penyusutan (Catatan 9) Lain-lain Total PENDAPATAN (BEBAN) LAINNYA Laba kurs neto Laba penjualan material bangunan Lain-lain neto Total LIABILITAS DIESTIMASI ATAS KESEJAHTERAAN KARYAWAN Perseroan mengakui liabilitas estimasi atas kesejahteraan karyawan yang tidak didanai sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 tertanggal 25 Maret Liabilitas diestimasi atas kesejahteraan karyawan pada tahun 2015 dan 2014 berdasarkan penilaian aktuarial masing-masing untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 yang dilakukan oleh PT Sienco Aktuarindo Utama, aktuaris independen, berdasarkan laporannya tertanggal 11 Maret 2016 untuk tahun 2015 dan Liabilitas diestimasi atas kesejahteraan karyawan ditentukan dengan menggunakan asumsi berikut ini: Tingkat diskonto : 9,10% per tahun pada 2015 dan 8,30% per tahun pada Kenaikan biaya upah dan gaji : 9% per tahun pada 2015 dan Umur pensiun normal : 55 tahun. Tingkat kematian : Tabel Mortalita Indonesia 2011 Metode : Projected Unit Credit. a. Saldo liabilitas imbalan kerja yang diakui di laporan posisi keuangan adalah sebagai berikut: (Disajikan kembali) Nilai kini liabilitas
86 PT LIONMESH PRIMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2015 Serta Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 21. LIABILITAS DIESTIMASI ATAS KESEJAHTERAAN KARYAWAN (lanjutan) b. Beban imbalan pasca kerja pada laporan laba rugi: (Disajikan kembali) Biaya jasa kini Biaya bunga Biaya jasa lalu Biaya terminasi Saldo akhir c. Perubahan nilai kini liabilitas imbalan pasca kerja adalah sebagai berikut: (Disajikan kembali) Saldo awal Beban jasa kini Biaya bunga Biaya jasa lalu Biaya terminasi Pembayaran manfaat ( ) ( ) Pengalihan liabilitas imbalan pasca kerja ( ) - Pengukuran kembali: Perubahan pada asumsi aktuaria ( ) Pengaruh pengalana penyesuaian Total Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun Bagian jangka panjang d. Tabel berikut menunjukkan sensitivitas terhadap perubahan yang mungkin terjadi dalam asumsi tingkat diskonto pada tanggal 31 Desember 2015 akan berdampak sebagai berikut: 2015 Kenaikan Penurunan 1% 1% Tingkat diskonto 9,10% 8,30% Dampak liabilitas imbalan kerja Analisa sensitivitas didasarkan pada perubahan atas satu asumsi aktuarial dimana asumsi lainnya dianggap konstan. Dalam prakteknya, hal ini jarang terjadi dan perubahan beberapa asumsi mungkin saling berkorelasi. Dalam perhitungan sensitivitas kewajiban imbalan pasti atas asumsi aktuarial utama, metode yang sama (perhitungan nilai kini kewajiban imbalan pasti dengan menggunakan metode projected unit credit di akhir periode) telah diterapkan seperti dalam penghitungan kewajiban pensiun yang diakui dalam laporan posisi keuangan. 37
87 PT LIONMESH PRIMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2015 Serta Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 21. LIABILITAS DIESTIMASI ATAS KESEJAHTERAAN KARYAWAN (lanjutan) Metode dan tipe asumsi yang digunakan dalam menyiapkan analisis sensitivitas tidak berubah dari periode sebelumnya. e. Jatuh tempo kewajiban manfaat pasti pada tanggal 31 Desember 2015 berdasarkan asumsi tingkat tidak terdiskonto adalah sebagai berikut: 2015 Dalam waktu 12 bulan berikutnya Antara 2 dan 5 tahun Antara 5 dan 10 tahun Diatas 10 tahun SALDO AKUN DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI Rincian akun dan transaksi yang berhubungan dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut: Total Persentase dari Total Aset/ Liabilitas/Penjualan Penjualan PT Lion Metal Works Tbk ,17% 0,08% PT Bantrunk Murni Indonesia ,01% 0,01% PT Singa Purwakarta Jaya ,15% - Total ,33% 0,09% Pembelian PT Lion Metal Works Tbk ,015% 0,026% PT Bantrunk Murni Indonesia ,021% 0,037% Lion Steelworks Sdn Bhd ,008% - Total ,044% 0,063% Utang lain-lain ,073% - Utang lain-lain sebesar Rp merupakan utang pengalihan liabilitas diestimasi atas kesejahteraan karyawan kepada PT Lion Metal Works Tbk. Pinjaman karyawan merupakan pinjaman tanpa dikenakan bunga dengan jangka waktu maksimal 1 tahun dan pelunasan dilakukan dengan memotong gaji karyawan yang bersangkutan. Jumlah kompensasi yang diterima Dewan Komisaris dan Direksi sebesar Rp pada tahun 2015 dan Rp pada tahun
88 PT LIONMESH PRIMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2015 Serta Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 22. SALDO AKUN DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan) Hubungan dan sifat transaksi dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut: Pihak Berelasi Hubungan Sifat Transaksi PT Lion Metal Work Tbk Entitas sepengendali Penjualan, pembelian dan pengalihan liabilitas PT Logam Menara Murni Entitas sepengendali Pembelian dan penjualan PT Bantruk Murni Indonesia Entitas sepengendali Pembelian dan penjualan 23. ASET MONETER DALAM MATA UANG ASING Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014, aset moneter dalam mata uang asing adalah sebagai berikut: Mata Uang Original Ekuivalent Rupiah Mata Uang Original Ekuivalent Rupiah Aset Kas dan setara kas AS$ , AS$ , Aset moneter dalam mata uang asing dinyatakan dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal 31 Desember Pada tanggal 24 Maret 2016, nilai tukar adalah Rp untuk AS$ 1. Apabila kurs tersebut digunakan pada tanggal 31 Desember 2015, aset bersih akan mengalami penurunan sebesar Rp LABA NETO PER SAHAM DASAR Laba neto per saham dihitung dengan membagi laba tahun berjalan dengan rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2015 dan 2014: (Disajikan kembali) Laba neto Rata-rata tertimbang jumlah saham Laba neto per saham dasar
89 PT LIONMESH PRIMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2015 Serta Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 25. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN Dalam aktivitas usahanya sehari-hari, Perseroan dihadapkan pada berbagai risiko. Risiko utama yang dihadapi Perseroan yang timbul dari instrumen keuangan adalah risiko kredit, risiko pasar (yaitu risiko suku bunga), dan risiko likuiditas. Fungsi utama dari manajemen risiko Perseroan adalah untuk mengidentifikasi seluruh risiko kunci, mengukur risiko-risiko ini dan mengelola posisi risiko sesuai dengan kebijakan dan tatacara Perseroan. Perseroan secara rutin menelaah kebijakan dan sistem manajemen risiko untuk menyesuaikan dengan perubahan di pasar, produk dan praktek pasar terbaik. a. Risiko Kredit Risiko kredit adalah risiko bahwa pihak ketiga tidak akan memenuhi kewajibannya berdasarkan instrumen keuangan atau kontrak pelanggan, yang menyebabkan kerugian keuangan. Perseroan dihadapkan pada risiko kredit dari kegiatan operasi dan aktivitas pendanaan. Risiko kredit terutama berasal dari piutang usaha dari pelanggan yang berasal dari penjualan produk. Risiko kredit pelanggan dikelola Perseroan sesuai dengan kebijakan, prosedur dan pengendalian dari Perseroan yang berhubungan dengan pengelolaan risiko kredit pelanggan. Batasan kredit ditentukan untuk semua pelanggan berdasarkan kriteria penilaian secara internal. Saldo piutang pelanggan dimonitor secara teratur oleh Perseroan. Tabel berikut ini memberikan informasi mengenai maksimum kredit yang dihadapi oleh Perseroan pada 31 Desember 2015 dan 2014: Bank dan setara kas Deposito berjangka Piutang usaha Pinjaman karyawan Total Tabel berikut memberikan kualitas kredit dan analisis umur aset keuangan Perseroan sesuai dengan peringkat kredit debitur pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014: 2015 Belum jatuh tempo Telah dan belum Telah jatuh tempo tetapi belum diturunkan nilainya Jatuh tempo diturunkan dan diturunkan nilainya < 30 hari hari hari > hari nilainya Total Bank dan setara kas Deposito berjangka Piutang usaha ( ) Pinjaman karyawan Total ( )
90 PT LIONMESH PRIMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2015 Serta Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 25. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) a. Risiko Kredit (lanjutan): Tabel berikut memberikan kualitas kredit dan analisis umur aset keuangan Perseroan sesuai dengan peringkat kredit debitur pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014: (lanjutan) 2014 Belum jatuh tempo Telah dan belum Telah jatuh tempo tetapi belum diturunkan nilainya Jatuh tempo diturunkan dan diturunkan nilainya < 30 hari hari hari > hari nilainya Total Bank dan setara kas Deposito berjangka Piutang usaha ( ) Pinjaman karyawan Total ( ) Kualitas kredit instrumen keuangan dikelola oleh Perseroan menggunakan peringkat kredit internal. Instrumen keuangan diklasifikasikan sebagai "Belum jatuh tempo dan belum diturunkan nilainya" meliputi instrumen dengan kualitas kredit tinggi karena ada sedikit atau tidak ada pengalaman kegagalan (default) pada kesepakatan berdasarkan surat kuasa, surat jaminan atau promissory note. "Telah jatuh tempo tetapi belum diturunkan nilainya" adalah akun-akun dengan pengalaman kegagalan (default) yang sering namun demikian jumlah terhutang masih tertagih. Terakhir, "Telah jatuh tempo dan telah diturunkan nilainya" adalah akun yang telah lama belum dilunasi dan telah dibentuk penyisihan kerugian penurunan nilai atas piutang. b. Risiko Pasar Risiko pasar adalah risiko dimana nilai wajar dari arus kas masa depan dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi karena perubahan harga pasar. Perseroan dipengaruhi oleh risiko pasar, terutama risiko nilai tukar mata uang asing. Risiko nilai tukar mata uang asing Mata uang pelaporan Perseroan adalah rupiah. Risiko mata uang asing adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa mendatang dari suatu instrumen keuangan berflutuasi karena perubahan dari nilai tukar mata uang asing. Pengaruh dari risiko perubahan nilai tukar mata uang asing terutama berasal dari penempatan pada rekening koran dan deposito berjangka dalam mata uang dolar AS. Perseroan tidak memiliki kebijakan lindung nilai yang formal untuk laju pertukaran mata uang asing. Bagaimanapun, terkait dengan hal-hal yang telah didiskusikan pada paragraf di atas, fluktuasi dalam nilai tukar rupiah dan mata uang dolar Amerika Serikat menghasilkan lindung nilai natural untuk laju nilai tukar Perseroan. 41
91 PT LIONMESH PRIMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2015 Serta Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 25. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) b. Risiko Pasar (lanjutan) Tabel berikut menunjukkan sensitivitas atas perubahan yang wajar dari nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah, dimana semua variabel lain konstan, terhadap laba sebelum beban pajak untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2015: Kenaikan (Penurunan) Dalam Kurs Rupiah Efek terhadap Laba Sebelum Pajak 31 Desember 2015 AS$ 3% % ( ) c. Risiko Likuiditas Risiko likuiditas adalah risiko dimana Perseroan tidak bisa memenuhi kewajiban pada saat jatuh tempo. Manajemen melakukan evaluasi dan pengawasan atas arus kas masuk (cash-in) dan kas keluar (cash-out) untuk memastikan tersedianya dana untuk memenuhi kebutuhan pembayaran liabilitas yang jatuh tempo. Secara umum, kebutuhan dana untuk pelunasan liabilitas jangka pendek maupun jangka panjang yang jatuh tempo diperoleh dari penjualan kepada pelanggan. Tabel dibawah merupakan profil liabilitas keuangan Perseroan berdasarkan kontrak pembayaran tanpa diskonto pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014: 2015 Lebih dari 1 tahun Dibawah sampai dengan Lebih dari 1 tahun 3 tahun 3 tahun Total Liabilitas Keuangan Utang usaha - pihak ketiga Biaya yang masih harus dibayar Utang dividen Total Liabilitas Keuangan Lebih dari 1 tahun Dibawah sampai dengan Lebih dari 1 tahun 3 tahun 3 tahun Total Liabilitas Keuangan Utang bank jangka pendek Utang usaha - pihak ketiga Biaya yang masih harus dibayar Utang dividen Total Liabilitas Keuangan
92 PT LIONMESH PRIMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2015 Serta Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 25. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) d. Manajemen Risiko Modal Perseroan dihadapkan pada risiko modal untuk memastikan bahwa akan mampu melanjutkan kelangsungan usahanya, selain memaksimalkan keuntungan para pemegang saham, melalui optimalisasi saldo utang dan ekuitas. Struktur modal Perseroan terdiri dari utang, yang mencakup pinjaman yang dijelaskan pada Catatan 11 dan ekuitas, yang terdiri dari modal yang ditempatkan, saldo laba dan komponen ekuitas lainnya. Direksi Perseroan secara berkala melakukan review struktur permodalan Perseroan. Sebagai bagian dari review ini, Direksi mempertimbangkan biaya permodalan dan risiko yang berhubungan. Perseroan mengelola risiko ini dengan memonitor rasio utang terhadap ekuitas. Perseroan mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, berdasarkan perubahan kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Perseroan dapat menyesuaikan pembayaran dividen kepada pemegang saham, imbal modal kepada pemegang saham atau menerbitkan saham baru. Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan maupun proses pada periode berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2015 dan Rasio pinjaman - neto terhadap ekuitas pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 sebagai berikut: (Disajikan kembali) Pinjaman Ekuitas Rasio pinjaman - neto terhadap ekuitas 0,00% 3,55% 26. KELOMPOK INSTRUMEN KEUANGAN Tabel di bawah ini menyajikan perbandingan atas nilai tercatat dengan nilai wajar dari instrumen keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 yang tercatat dalam laporan keuangan: Nilai tercatat Nilai wajar Nilai tercatat Nilai wajar Aset Keuangan Pinjaman yang diberikan dan piutang Kas dan setara kas Deposito berjangka Piutang usaha - neto Pinjaman karyawan Total Aset Keuangan
93 PT LIONMESH PRIMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2015 Serta Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 26. KELOMPOK INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan) Tabel di bawah ini menyajikan perbandingan atas nilai tercatat dengan nilai wajar dari instrumen keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 yang tercatat dalam laporan keuangan: (lanjutan) Nilai tercatat Nilai wajar Nilai tercatat Nilai wajar Liabilitas Keuangan Liabilitas keuangan yang dicatat berdasarkan biaya perolehan diamortisasi Utang bank Utang usaha Biaya yang masih harus dibayar Utang dividen Total Liabilitas Keuangan Berikut metode dan asumsi yang digunakan untuk estimasi nilai wajar: Nilai wajar kas dan setara kas, deposito berjangka, piutang usaha - neto, pinjaman karyawan, utang bank, utang usaha, biaya masih harus dibayar, utang dividen, utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun mendekati nilai tercatat karena jangka waktu jatuh tempo yang singkat atas instrumen keuangan tersebut. Nilai wajar dari pinjaman karyawan dicatat sebesar biaya historis karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal. 27. PENYAJIAN KEMBALI LAPORAN KEUANGAN Perseroan mengadopsi PSAK 24 (Revisi 2013), Imbalan kerja pada 1 Januari Kebijakan akuntansi yang baru tersebut memiliki dampak atas laporan keuangan. Revisi standar imbalan kerja memuat perubahan pada pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan imbalan pasca kerja. Standar juga mewajibkan beban/penghasilan bunga dihitung sebagai hasil dari aset/liabilitas neto manfaat pasti dan tingkat diskonto seperti yang ditentukan di awal tahun. Hal ini berdampak pada penghapusan konsep sebelumnya yang mengakui imbal hasil dari aset program. 44
94 PT LIONMESH PRIMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2015 Serta Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 27. PENYAJIAN KEMBALI LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tabel di bawah ini memperlihatkan dampak penyesuaian atas penyajian kembali terhadap laporan keuangan: 31 Desember 2014 LAPORAN POSISI KEUANGAN Sebelum Penyajian kembali Sesudah ASET TIDAK LANCAR Aset pajak tangguhan LIABILITAS Liabilitas imbalan pasca kerja EKUITAS Saldo laba: Belum ditentukan penggunaannya ( ) Komponen ekuitas lain: Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasca kerja - ( ) ( ) LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN BEBAN USAHA Umum dan administrasi ( ) ( ) ( ) MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN Tangguhan ( ) PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN Penghasilan komprehensif lain Tidak direklasifikasi pada Laba Rugi Pengukuran kembali Imbalan kerja - ( ) ( ) Pajak penghasilan terkait LAPORAN POSISI KEUANGAN 31 Desember 2013 Sebelum Penyajian kembali Sesudah ASET LANCAR Uang muka pembelian aset tetap ( ) - ASET TIDAK LANCAR Aset pajak tangguhan Uang muka pembelian aset tetap
95 PT LIONMESH PRIMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2015 Serta Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 27. PENYAJIAN KEMBALI LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tabel di bawah ini memperlihatkan dampak penyesuaian atas penyajian kembali terhadap laporan keuangan: (lanjutan) 31 Desember 2013 Sebelum Penyajian kembali Sesudah LIABILITAS Liabilitas imbalan pasca kerja EKUITAS Saldo laba: Belum ditentukan penggunaannya ( ) Komponen ekuitas lain: Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasca kerja - ( ) ( ) 28. REKLASIFIKASI AKUN Akun uang muka pembelian dalam laporan keuangan tahun 2014 dan 2013 telah direklasifikasi agar sesuai dengan penyajian laporan keuangan tahun Sebelum Setelah Reklasifikasi Reklasifikasi Reklasifikasi ASET LANCAR Uang muka pembelian ( ) - ASET TIDAK LANCAR Uang muka pembelian aset tetap Sebelum Setelah Reklasifikasi Reklasifikasi Reklasifikasi ASET LANCAR Uang muka pembelian ( ) - ASET TIDAK LANCAR Uang muka pembelian aset tetap
96 PT LIONMESH PRIMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2015 Serta Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 29. STANDAR KEUANGAN Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) telah menerbitkan revisi atas beberapa standar akuntansi yang mungkin berdampak pada laporan keuangan. Standar berikut ini berlaku untuk laporan keuangan yang periodenya dimulai pada atau setelah 1 Januari 2016: - Amandemen PSAK 16 (2015) - Aset Tetap tentang Klarifikasi Metode yang Diterima untuk Penyusutan dan Amortisasi ; - Amandemen PSAK 19 (2015) - Aset Takberwujud tentang Klarifikasi Metode yang Diterima untuk Penyusutan dan Amortisasi ; - Amandemen PSAK 24 (2015) - Imbalan Kerja tentang Program Imbalan Pasti: Iuran Pekerja ; - PSAK 5 (Penyesuaian 2015) - "Segmen Operasi ; - PSAK 7 (Penyesuaian 2015) - "Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi ; - PSAK 16 (Penyesuaian 2015) - "Aset Tetap ; - PSAK 19 (Penyesuaian 2015) - "Aset Takberwujud ; - PSAK 68 (Penyesuaian 2015) - "Pengukuran Nilai Wajar ; Standar berikut ini berlaku untuk laporan keuangan yang periodenya dimulai pada atau setelah 1 Januari 2017: - Amandemen PSAK 1 (2015) - Penyajian Laporan Keuangan Prakarsa Pengungkapan. Perseroan sedang menganalisa dampak penerapan amandemen standar akuntansi tersebut di atas terhadap laporan keuangan Perseroan. 47
97 PT LIONMESH PRIMA Tbk FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2015 AND FOR THE YEAR THEN ENDED AND INDEPENDENT AUDITOR S REPORT
98 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2015 AND FOR THE YEAR THEN ENDED AND INDEPENDENT AUDITORS REPORT Table of Contents Pages Independent Auditors Report Statement of Financial Position Statement of Profit or Loss and Other Comprehensive Income... 3 Statement of Changes in Equity... 4 Statement of Cash Flows Notes to the Financial Statements
99 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk STATEMENT OF FINANCIAL POSITION As of December 31, 2015 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) January 1, 2014/ December 31, 2014 December 31, 2013 (As restated - (As restated - Notes December 31, 2015 Notes 2 and 27) Notes 2 and 27) ASSETS CURRENT ASSETS Cash and cash equivalents 2b,2c,2i,4 40,332,082,742 42,978,250,961 41,044,269,806 Time deposits 2c,5 5,346,566,330 5,087,871,481 4,283,430,533 Trade receivables - third parties 2c,6 20,876,982,285 24,106,193,844 24,299,962,987 Inventories 2d,7 22,493,024,478 31,012,674,869 37,794,300,793 Advances and other current assets 77,453,209 53,674,983 35,396,994 Total Current Assets 89,126,109, ,238,666, ,457,361,113 NON - CURRENT ASSETS Advances for purchase of fixed assets 2e,8 13,320,066,607 4,541,250,000 8,027,648,412 Deferred tax assets - net 2k,14 2,484,802,294 2,623,271,632 2,449,468,731 Loans to employees 2c 63,450,000 80,450, ,300,000 Estimated claims for tax refund 2k,14 907,983, ,983,540 1,210,467,998 Fixed assets - net 2e,2g,9 27,799,616,826 29,522,279,223 23,305,792,882 Investment property - net 2f,10 80,722, ,084, ,445,460 Total Non - Current Assets 44,656,641,997 37,796,318,490 35,277,123,483 TOTAL ASSETS 133,782,751, ,034,984, ,734,484,596 The accompanying notes form an integral part of these financial statements. 1
100 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk STATEMENT OF FINANCIAL POSITION (continued) As of December 31, 2015 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) January 1, 2014/ December 31, 2014 December 31, 2013 (As restated (As restated Notes December 31, 2015 Notes 2 and 27) Notes 2 and 27) LIABILITIES AND EQUITY CURRENT LIABILITIES Short-term bank loan 2c,11-4,000,000,000 4,000,000,000 Trade payables - third parties 2c,12 4,285,368,280 7,653,658,367 8,571,060,759 Taxes payable 2k,14 282,208, ,186,678 1,975,065,480 Accrued expenses 2c 392,957, ,240, ,493,320 Dividends payable 2c 811,180, ,055, ,361,290 Advances from customers 2h,13 1,114,597,792 1,975,980,676 7,312,986,365 Current portion of long-term bank loan 2c ,750,000 Short-term estimated liability for employee benefits 2m,21 4,131,961,144 3,671,181,569 3,895,251,894 Total Current Liabilities 11,018,274,023 19,357,303,490 27,518,969,108 NON - CURRENT LIABILITIES Long-term estimated liability for employee benefits 2m,21 8,757,081,290 9,084,630,447 7,858,078,786 Other payables - related party 2j,22 1,566,018, Total Non - Current Liabilities 10,323,099,874 9,084,630,447 7,858,078,786 Total Liabilities 21,341,373,897 28,441,933,937 35,377,047,894 EQUITY Capital stock - par value Rp 100 per share in 2015 and Rp 1,000 per share in 2014 and 2013 Authorized - 380,000,000 shares in 2015 and 38,000,000 shares in 2014 and 2013 Issued and fully paid - 96,000,000 shares in 2015 and 9,600,000 shares in 2014 and ,600,000,000 9,600,000,000 9,600,000,000 Additional paid in capital - net ,137, ,137, ,137,360 Retained earnings Appropriated 732,200, ,200, ,200,000 Unappropriated 101,945,039, ,196,713,331 97,161,099,342 Total Equity 112,441,377, ,593,050, ,357,436,702 TOTAL LIABILITIES AND EQUITY 133,782,751, ,034,984, ,734,484,596 The accompanying notes form an integral part of these financial statements. 2
101 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk STATEMENT OF PROFIT OR LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME For The Year Ended December 31, 2015 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 2014 (As restated - Notes 2015 Notes 2 and 27) NET SALES 2h,17 174,598,965, ,072,012,369 COST OF GOODS SOLD 2h,18 164,218,627, ,920,099,123 GROSS PROFIT 10,380,338,195 17,151,913,246 Operating expenses 2h,19 (9,666,105,515) (9,893,557,243) Other income 2h,20 1,018,461,793 1,641,699,405 INCOME FROM OPERATIONS 1,732,694,473 8,900,055,408 Interest income 2,562,585,257 2,977,124,922 Interest expense (488,106,850) (601,083,060) INCOME BEFORE INCOME TAX EXPENSE 3,807,172,880 11,276,097,270 INCOME TAX BENEFIT (EXPENSE) Current (1,345,554,500) (3,694,983,266) Deferred (517,174,985) 23,977,172 Income Tax Expense - Net (1,862,729,485 ) (3,671,006,094 ) NET INCOME 1,944,443,395 7,605,091,176 OTHER COMPREHENSIVE INCOME LOSS Other comprehensive loss not to be reclassified to profit or loss in subsequent period: Remeasurement of estimated liability for employee benefits 2m,21 (1,514,822,589) (599,302,916) Related income tax 2k,14 378,705, ,825,729 Other Comprehensive Loss - Net (1,136,116,942 ) (449,477,187 ) TOTAL COMPREHENSIVE INCOME 808,326,453 7,155,613,989 BASIC EARNINGS PER SHARE 2n, The accompanying notes form an integral part of these financial statements. 3
102 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk STATEMENT OF CHANGES IN EQUITY For The Year Ended December 31, 2015 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Retained Earnings Issued and Additional Fully Paid Paid in Total Note Capital Stock Capital - Net Appropriated Unappropriated Equity Balance, as of January 1, 2014 (as previously reported) 9,600,000, ,137, ,200, ,271,757, ,468,094,376 Effect of implementation of PSAK No. 24 (Revised 2013) (3,110,657,674) (3,110,657,674) Balance as of January 1, 2014 (As restated) 9,600,000, ,137, ,200,000 97,161,099, ,357,436,702 Cash dividends (1,920,000,000 ) (1,920,000,000 ) Appropriation for general reserve ,000,000 (200,000,000) - Net income in ,605,091,176 7,605,091,176 Other comprehensive loss: Remeasurement estimated liability for employee benefits 2m, (599,302,916) (599,302,916) Related income tax 2k, ,825, ,825,729 Balance as of December 31, ,600,000, ,137, ,200, ,196,713, ,593,050,691 Cash dividends (960,000,000 ) (960,000,000 ) Appropriation for general reserve 100,000,000 (100,000,000) Net income in ,944,443,395 1,944,443,395 Other comprehensive loss: Remeasurement estimated liability for employee benefits 2m, (1,514,822,589) (1,514,822,589) Related income tax 2k, ,705, ,705,647 Balance as of December 31, ,600,000, ,137, ,200, ,945,039, ,441,377,144 The accompanying notes form an integral part of these financial statements. 4
103 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk STATEMENT OF CASH FLOWS For The Year Ended December 31, 2015 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Catatan CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES Cash receipts from customers 176,608,401, ,846,933,901 Cash payments for: Raw materials (141,609,704,194) (207,814,492,062) Manufacturing overhead (15,235,008,395) (16,183,390,761) General and administrative expenses (7,606,691,459) (7,409,888,802) Selling expenses (1,834,446,617) (1,882,359,255) Net cash generated from operations 10,322,551,287 10,556,803,021 Cash receipts from: Interest income 2,562,585,257 2,977,124,922 Other income - net 1,100,217 1,660,320,860 Income tax refund - 172,806,232 Cash payments for: Income tax (1,483,827,960) (4,769,701,563) Interest expense (491,606,850) (597,583,060) Net Cash Provided by Operating Activities 10,910,801,951 9,999,770,412 CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES Placement of time deposits (258,694,849) (804,440,948) Acquisition of fixed assets 9 (618,352,196) (8,514,515,494) Advances for purchase of assets 8 (8,778,816,607) 3,486,398,412 Net Cash Used in Investing Activities (9,655,863,652 ) (5,832,558,030 ) CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES Proceeds from bank loan - 46,000,000,000 Payment of bank loans (4,000,000,000) (46,468,750,000) Payment of cash dividends (801,875,450) (2,158,305,750) Net Cash Used in Financing Activities (4,801,875,450) (2,627,055,750) The accompanying notes form an integral part of these financial statements. 5
104 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk STATEMENT OF CASH FLOWS (Continued) For The Year Ended December 31, 2015 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Notes NET INCREASE (DECREASE) IN CASH AND CASH EQUIVALENTS (3,546,937,151) 1,540,156,631 CASH AND CASH EQUIVALENTS AT THE BEGINNING OF YEAR 4 42,978,250,961 41,044,269,806 NET FOREIGN EXCHANGE DIFFERENCE ON CASH AND CASH EQUIVALENTS 900,768, ,824,523 CASH AND CASH EQUIVALENTS AT END OF YEAR 4 40,332,082,742 42,978,250,961 The accompanying notes form an integral part of these financial statements. 6
105 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2015 and For The Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 1. GENERAL a. Establishment of the Company PT Lionmesh Prima Tbk (the Company ) was originally established in Indonesia as PT Lion Weldmesh Prima based on Notarial Deed No. 28 dated December 14, 1982 of Drs. Gde Ngurah Rai, S.H. The Company s Articles of Association has been amended several times, among others, by Notarial Deed No. 88 dated May 7, 1997 of Indah Prastiti Extensia, S.H., as substitute of Adam Kasdarmadji, S.H., mainly concerning the increase in the authorized share capital to Rp 38,000,000,000, the change in the scope of activities of the Company, and compliance with Law No. 1 of 1995 on limited liability companies and Law No. 8 of 1995 on Capital Markets. These amendments were approved by the Ministry of Justice in its Letter No. C HT Th.98 dated March 27, The latest amendment was based on Notarial Deed No. 02 dated June 4, 2015 by Fathiah Helmi, SH., concerning the change in the par value of the Company s share from Rp 1,000 to Rp 100. The amendment has been approved by the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU AH Year 2015 dated July 3, Based on Article 3 of the Company's Articles of Association, the scope of activities of the Company comprises the manufacture of weldmesh and similar products and steel fabrication. Currently, the Company is engaged in the manufacture of weldmesh only. The Company started its commercial operations in The Company's corporate office and is located at Km. 24.5, Jalan Raya Bekasi, Cakung, East Jakarta. b. Company s Public Offering In 1990, the Company listed its 1,600,000 shares in the stock exchange in Indonesia. After the distribution of 3,200,000 bonus shares to the stockholders in 1994 and issuance of 4,800,000 new shares through the Company s First Limited Public Offering of Rights in 1995, the total number of its shares listed on the stock exchange has increased to 9,600,000 shares. c. Employees, Boards of Commissioners and Directors and Audit Committee As of December 31, 2015, the members of the Boards of Commissioners and Directors based on a resolution at the Company s stockholders general meeting held on June 11, 2015 are as follows: Commissioners Directors Jusuf Sutrisno : President Commissioner Lawer Supendi : President Director Lee Whay Keong : Commissioner Tjhai Tjhin Kiat : Director Hadiat Subawinata : Independent Pujianto Setiadi : Director Commissioner 7
106 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2015 and For The Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 1. GENERAL (continued) c. Employees, Boards of Commissioners and Directors and Audit Committee (continued) As of December 31, 2014, the members of the Boards of Commissioners and Directors based on a resolution at the Company s stockholders general meeting held on June 11, 2014 are as follows: Commissioners Directors Jusuf Sutrisno : President Commissioner Lawer Supendi : President Director Lee Whay Keong : Commissioner Tjhai Tjhin Kiat : Director Hadiat Subawinata : Independent Warno : Director As of December 31, 2015 and 2014, the members of Audit Commitee are as follows: Audit Committee Hadiat Subawinata Mariani Karsono Suwandi : Chairman : Member : Member As of December 31, 2015 and 2014, the Company has 82 and 93 employees respectively (unaudited). d. Completion of the Financial Statements The accompanying financial statements were completed and authorized for issue by the Company s management on March 24, SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES a. Basis of Presentation of the Financial Statements The financial statements have been prepared in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards ( SAK ), which comprise the Statement of Financial Accounting Standards ( PSAK ) and Interpretations of Statement of Financial Accounting Standard ( ISAK ) issued by the Financial Accounting Standards Board of the Indonesian Institute of Accountants ( DSAK ) and the Regulations and Financial Statements Presentation and Disclosure Guidelines issued by the Financial Services Authority ( OJK ). Effective January 1, 2015, the Company implemented PSAK No. 1 (Revised 2013), Presentation of Financial Statements, which changes the grouping of items presented in Other Comprehensive Income. Items that could be reclassified to profit or loss would be presented separately from items that will never be reclassified. 8
107 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2015 and For The Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) a. Basis of Presentation of the Financial Statements (continued) The accounting policies adopted in the preparation of the financial statements are consistent with those made in the preparation of the Company s financial statements for the year ended December 31, 2014, except for the adoption of several amended SAKs. As disclosed further in the relevant succeeding Notes, several amended and published accounting standards were adopted effective January 1, The financial statements, except for statement of cash flows, have been prepared on the accrual basis using the historical cost concept, except for certain accounts which are measured on the bases described in the related accounting policies for those accounts. The statements of cash flows is prepared based on the direct method by classifying flows on the basis of operating, investing and financing activities. cash The presentation currency used in the preparation of the financial statements is the Indonesian Rupiah, which is the Company s functional currency. The preparation of financial statements in conformity with Indonesian Financial Accounting Standards requires the use of certain critical accounting estimates. It also requires management to exercise its judgement in the process of applying the Company s accounting policies. The areas involving a higher degree of judgement or complexity, or areas where assumptions and estimates are significant to the financial statement are disclosed in Note 3. b. Cash Equivalents Unrestricted time deposits with maturities of three months or less at the time of placement are considered as Cash Equivalents. c. Financial Instruments Effective January 1, 2015, the Company applied PSAK No. 50 (Revised 2014) Financial Instruments: Presentation, PSAK No. 55 (Revised 2014) Financial Instruments: Recognition and Measurement and PSAK No. 60 (2014) Financial Instruments: Disclosures". The adoption of these PSAKs does not have significant impact to the financial statements. Classification (i) Financial Assets Financial assets within the scope of PSAK No. 55 (Revised 2014) are classified as (i) financial assets at fair value through profit or loss, (ii) loans and receivables, (iii) held-tomaturity investments, or (iv) available for sale financial assets, as appropriate. The Company determines the classification of its financial assets at initial recognition and, where allowed and appropriate, re-evaluates the designation of such assets at each financial year end. 9
108 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2015 and For The Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) c. Financial Instruments (continued) Classification (continued) (i) Financial Assets (continued) The Company s financial assets consist of cash and cash equivalents, time deposits, trade receivables and loans to employee classified as loans and receivables. (ii) Financial Liabilities Financial liabilities within the scope of PSAK No. 55 (Revised 2014) are classified as (i) financial liabilities at fair value through profit or loss or (ii) financial liabilities measured at amortized cost or (iii) derivatives designated as hedging instruments in an effective hedge, as appropriate. The Company s determines the classification of its financial liabilities at initial recognition. The Company s financial liabilities consist of short-term bank loan, trade payables, accrued expenses, dividends payable, long-term bank loan and other payable classified as financial liabilities measured at amortized cost. Recognition and Measurement (i) Financial Assets Financial assets are recognized initially at fair value, plus, in the case of financial assets not at fair value through profit or loss, directly attributable transaction costs. The subsequent measurement of financial assets depends on their classification. Loans and receivables are non-derivative financial assets with fixed or determinable payments that are not quoted in an active market. Subsequent to initial recognition, such financial assets are carried at amortized cost using the effective interest rate method less impairment, except for those assets in which the interest calculation is not material. Gains or losses are recognized in profit or loss when the financial assets are derecognized or impaired, as well as through the amortization process. (ii) Financial Liabilities Financial liabilities are recognized initially at fair value and, in the case of loans and borrowings, inclusive of directly attributable transaction costs. Financial liabilities measured at amortized cost are measured, subsequent to initial recognition, at amortized cost using the effective interest rate method unless the effect of discounting would be immaterial, in which case they are stated at cost. The related interest expense is recognized within Interest Expense in the profit or loss. Gains and losses are recognized in profit or loss when the financial liabilities are derecognized as well as through the amortization process. 10
109 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2015 and For The Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) c. Financial Instruments (continued) Offsetting of Financial Instruments Financial assets and financial liabilities are offset and the net amount reported in the statement of financial position if, and only if, there is a currently enforceable legal right to offset the recognized amounts and there is an intention to settle on a net basis, or to realize the assets and settle the liabilities simultaneously. Fair Value of Financial Instruments Effective January 1, 2015, the Company adopted PSAK No. 68 (2014) Fair Value Measurement, according to this PSAK, fair value is the price that would be received to sell an asset or paid to transfer a liability in an orderly transaction between market participants at the measurement date. The fair value measurement is based on the presumption that the transaction to sell the asset or transfer the liability takes place either: - In the principal market for the asset or liability, or - In the absence of a principal market, in the most advantageous market for the asset or liability. The fair values of financial instruments that are actively traded in organized financial markets, if any, are determined by reference to quoted market bid or ask prices at the close of business at the end of the reporting period. For financial instruments where there is no active market, fair value is determined using valuation techniques. Such techniques may include using recent arm s length market transactions; reference to the current fair value of another instrument that is substantially the same; discounted cash flow analysis; or other valuation models. The fair values of financial instruments that are actively traded in organized financial markets, if any, are determined by reference to quoted market bid or ask prices at the close of business at the end of the reporting period. Amortized Cost of Financial Instruments Amortized cost is computed using the effective interest rate method less any allowance for impairment and principal repayment or reduction. The calculation takes into account any premium or discount on acquisition and includes transaction costs and fees that are an integral part of the effective interest rate. 11
110 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2015 and For The Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) c. Financial Instruments (continued) Impairment of Financial Assets The Company assesses at the end of each reporting period whether there is any objective evidence that a financial asset or a group of financial assets is impaired. A financial asset or a group of financial assets is deemed to be impaired if, and only if, there is objective evidence of impairment as a result of one or more events that has occurred after the initial recognition of the asset (an incurred loss event ) and that loss event has an impact on the estimated future cash flows of the financial asset or the group of financial assets that can be reliably estimated. For financial assets carried at amortized cost, the Company first assesses whether objective evidence of impairment exists individually for financial assets that are individually significant, or collectively for financial assets that are not individually significant. If the Company determines that no objective evidence of impairment exists for an individually assessed financial asset, whether significant or not, it includes the asset in a group of financial assets with similar credit risk characteristics and collectively assesses them for impairment. Assets that are individually assessed for impairment and for which an impairment loss is, or continues to be, recognized are not included in a collective assessment of impairment. If there is objective evidence that an impairment loss has occurred, the amount of the loss is measured as the difference between the assets carrying amount and the present value of estimated future cash flows (excluding future expected credit losses that have not yet been incurred). The present value of the estimated future cash flows is discounted at the financial assets original effective interest rate. If a loan has a variable interest rate, the discount rate for measuring any impairment loss is the current effective interest rate. The carrying amount of the asset is reduced through the use of an allowance account and the amount of the loss is recognized in profit or loss. When the asset becomes uncollectible, the carrying amount of the financial assets is reduced directly or if an amount was charged to the allowance account, the amounts charged to the allowance account are written off against the carrying value of the financial asset. If, in a subsequent period, the amount of the impairment loss decreases and the impairment was recognized, the previously recognized impairment loss is reversed to the extent that the carrying amount of the asset does not exceed its amortized cost at the reversal date by adjusting the allowance account. The amount of the reversal is recognized in profit or loss. Subsequent recoveries of previously written off receivables, if in the current period, are credited to the allowance accounts, but if after the reporting period, are credited to other operating income. 12
111 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2015 and For The Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) c. Financial Instruments (continued) Derecognition (i) Financial Assets A financial asset, or where applicable a part of a financial asset or part of a group of similar financial assets, is derecognized when: (a) the contractual rights to receive cash flows from the financial asset have expired; or (b) the Company has transferred its contractual rights to receive cash flows from the financial asset or has assumed an obligation to pay them in full without material delay to a third party under a pass-through arrangement and either (i) has transferred substantially all the risks and rewards of the financial asset, or (ii) has neither transferred nor retained substantially all the risks and rewards of the financial asset, but has transferred control of the financial asset. When the Company has transferred its rights to receive cash flows from an asset or has entered into a pass-through arrangement, and has neither transferred nor retained substantially all of the risks and rewards of the asset nor transferred control of the asset, the asset is recognized to the extent of the Company s continuing involvement in the asset. Continuing involvement that takes the form of a guarantee over the transferred asset is measured at the lower of the original carrying amount of the asset and the maximum amount of consideration that the Company could be required to repay. In that case, the Company also recognizes an associated liability. The transferred asset and the associated liability are measured on a basis that reflects the rights and obligations that the Company has retained. On derecognition of a financial asset in its entirety, the difference between the carrying amount and the sum of (i) the consideration received, including any new asset obtained less any new liability assumed; and (ii) any cumulative gain or loss that has been recognized directly in equity is recognized in the statement of profit or loss and other comprehensive income. (ii) Financial Liabilities A financial liability is derecognized when the obligation specified in the contract is discharged or cancelled or expired. When an existing financial liability is replaced by another from the same lender on substantially different terms, or the terms of an existing liability are substantially modified, such an exchange or modification is treated as a derecognition of the original liability and the recognition of a new liability, and the difference in the respective carrying amounts is recognized in profit or loss. 13
112 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2015 and For The Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) d. Inventories Inventories are stated at the lower of cost or net realizable value. Cost is determined by average method, except for raw materials and spare parts in which the costs are determined by first-in, first-out method. The Company provides allowance for inventory obsolescence based on a review of inventories at the end of the year. Net realizable value is the estimated selling price in the ordinary course of business, less estimated costs of completion and the estimated costs necessary to make the sale. e. Fixed assets Fixed assets are stated at cost less accumulated depreciation and any impairment loss. Such cost includes the cost of replacing part of the fixed assets when the cost is incurred, if the recognition criteria are met. Likewise, when a major inspection is performed, its cost is recognized in the carrying amount of the fixed assets as a replacement if the recognition criteria are met. All other repairs and maintenance costs that do not meet the recognition criteria are recognized in profit or loss as incurred. Depreciation is computed on the straight - line method based on the estimated useful lives of the assets as follows: Years Building 20 Machinery 20 Factory equipment 15 Electrical installations 20 Transportation equipment 5 Office equipment 5 Land is stated at cost and not depreciated. Initial legal costs incurred to obtain legal rights are recognised as part of the acquisition cost of the land, and these costs are not depreciated. Costs related to renewal of land rights are recognised as intangible assets and amortised during the period of the land rights. The carrying values of fixed assets are derecognized upon disposal or when no future economic benefits are expected from its use. Any gain or loss arising on derecognition of the assets is charged to profit or loss in the year the asset is derecogniz. The residual values, estimated useful lives, and depreciation method are reviewed and adjusted, at year end, if necessary. f. Investment Property Investment property is stated at cost including transaction cost less accumulated depreciation and impairment loss, if any. Such cost includes the cost of replacing part of the investment properties, if the recognition criteria are met, and excludes the daily expenses on their usage. 14
113 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2015 and For The Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) f. Investment Property (continued) Investment property of the Company consist of building and infrastructures held by the Company to earn rentals or for capital appreciation or both, rather than for use in the production or supply of goods or services or for administrative purposes or sale in the ordinary course of business. Depreciation is computed using the straight - line method over the estimated useful life of the investment property as follows: Year Building 10 An investment property should be derecognized upon disposal or when the investment property is permanently withdrawn from use and no future economic benefits are expected from its disposal. Gains or losses arising from the retirement or disposal of an investment property is credited or charged to operations in the year the asset is derecognized. Transfers to investment property should be made when, and only when, there is a change in use, evidenced by the end of owner-occupation, commencement of an operating lease to another party or end of construction or development. For a transfer from investment property to owner-occupied property, the Company uses the cost method at the date of change in use. If an owner-occupied property becomes an investment property, the Company shall record the investment property in accordance with the fixed asset s policies up to the date of change in use. g. Impairment of Non-Financial Assets Effective January 1, 2015, the Company adopted PSAK No. 48 (Revised 2014) Impairment of Assets. Amendments to PSAK 48 is on the recoverable amount disclosures for nonfinancial assets. This amendment removed certain disclosures of the recoverable amount of CGUs which had been included in PSAK 48 by the issue of PSAK 68. The adoption of PSAK No. 48 (Revised 2014) has no significant impact on the financial reporting and disclosures in the financial statements. The Company assess at each annual reporting period whether there is an indication that an asset may be impaired. If any such indication exists, or when annual impairment testing for an asset is required, the Company makes an estimate of the asset s recoverable amount. Impairment losses of continuing operations, if any, are recognized as profit or loss under expense categories that are consistent with the functions of the impaired assets. 15
114 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2015 and For The Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) g. Impairment of Non-Financial Assets (continued) An impairment loss is reversed if there has been a change in the estimate used to determine the recoverable amount of a non-financial asset. An impairment loss is only reversed to the extent that the non-financial asset s carrying amount does not exceed its recoverable amount, nor exceed the carrying amount that would have been determined, net of depreciation, had no impairment loss been recognized for the asset in prior years. Reversal of an impairment loss is recognized in the profit or loss. h. Revenue and Expense Recognition Revenue is recognized to the extent that it is probable that the economic benefits will flow to the Company and the revenue can be reliably measured. Revenue is measured at the fair value of the consideration received, excluding discounts, rebates and Value Added Taxes ( VAT ). Revenue from domestic sales is recognized when the products are delivered to the customers, while revenue from export sales is recognized when the products are shipped from the warehouse. Advances received from customers are recorded as Advances from Customers. Expenses are recognized when incurred. i. Foreign Currency Transactions and Balances Transactions involving foreign currencies are recorded at the exchange rates prevailing at the time the transactions are made. At the end of each reporting period, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are adjusted to reflect the last prevailing exchange rates for the year published by Bank Indonesia. The resulting gains or losses are credited or charged to operations in the current year. The exchange rates used were Rp 13,795 and Rp 12,440 to US$ 1 for December 31, 2015 and 2014, respectively, computed by taking the average of the last buying and selling rates for bank notes and/or transaction exchange rates published by Bank Indonesia as of December 31, 2015 and j. Transactions with Related Parties A party is considered to be related to the Company if: a. directly, or indirectly through one or more intermediaries, the party (i) controls, or is controlled by, or is under common control with, the Company; (ii) has an interest in the Company that gives it significant influence over the Company; or, (iii) has joint control over the Company; b. the party is an associate of the Company; c. the party is a joint venture in which the Company is a venturer; d. the party is a member of the key management personnel of the Company or its parent; e. the party is a close member of the family of any individual referred to in (a) or (d); 16
115 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2015 and For The Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) j. Transactions with Related Parties (continued) f. the party is an entity that is controlled, jointly controlled or significantly influenced by or for which significant voting power in such entity resides with, directly or indirectly, any individual referred to in (d) or (e); or g. the party is a post employment benefit plan for the benefit of employees of the Company, or of any entity that is a related party of the Company. The transactions are made based on terms agreed by the parties such terms may not be the same as those of the transactions between unrelated parties. All material transactions and balances with related parties are disclosed in the notes to the financial statements. k. Income Tax Effective January 1, 2015, the Company adopted PSAK No. 46 (Revised 2014), Income Taxes, which provides additional provision for deferred tax asset or deferred tax liability arising from a non-depreciable asset measured using the revaluation model, and those arising from investment property that is measured using the fair value model. This revised PSAK also deleted the regulation regarding final taxes. The adoption of these new revised PSAK has no significant impact on the financial statements. Income tax expense comprises current and deferred tax. Income tax expense is recognized in profit or loss except to the extent that it relates to items recognized directly in equity, in which case it is recognized in other comprehensive income. Current tax Current tax expense is calculated using tax rates that have been enacted or substantively enacted at end of the reporting period, and is provided based on the estimated taxable income for the year. Management periodically evaluates positions taken in tax returns with respect to situations in which applicable tax regulation is subject to interpretation. It establishes provision where appropriate on the basis of amounts expected to be paid to the tax authorities. Interest and penalties for the underpayment or overpayment of income tax, if any, are to be presented as part of Income Tax Benefit (Expense) in the statement of profit or loss and other comprehensive income. The amounts of additional tax principal and penalty imposed through a tax assessment letter ( SKP ) are recognized as income or expense in the current year in the statement of profit or loss and other comprehensive income, unless further settlement is submitted. The amounts of tax principal and penalty imposed through an SKP are deferred as long as they meet the asset recognition criteria. 17
116 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2015 and For The Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) k. Income Tax (continued) Deferred tax Deferred tax is provided using the liability method on temporary differences at the reporting date between the tax bases of assets and liabilities and their carrying amounts for financial reporting purposes. Deferred tax liabilities are recognized for all taxable temporary differences with certain exceptions. Deferred tax assets are recognized for deductible temporary differences and tax losses carry-forward to the extent that it is probable that taxable income will be available in future years against which the deductible temporary differences and tax losses carry-forward can be utilized. The carrying amount of a deferred tax asset is reviewed at each reporting date and reduced to the extent that it is no longer probable that sufficient taxable income will be available to allow all or part of the benefit of that deferred tax asset to be utilized. Unrecognized deferred tax assets are reassessed at each reporting date and are recognized to the extent that it has become probable that future taxable income will allow the deferred tax assets to be recovered. Deferred tax assets and liabilities are measured at the tax rates that are expected to apply to the period when the asset is realized or the liability is settled, based on tax laws that have been enacted or substantively enacted at the end of reporting period. The related tax effects of the provisions for and/or reversals of all temporary differences during the year, including the effect of change in tax rates, are credited or charged to current period operations, except to the extent that they relate to items previously charged or credited to equity. Deferred tax assets and liabilities are offset when a legally enforceable right exists to offset current tax assets against current tax liabilities, or the deferred tax assets and the deferred tax liabilities relate to the same taxable entity, or the Company intends to settle its current assets and liabilities on a net basis. l. Segment Reporting The Company is engaged in the manufacture of different types of weldmesh that have the same terms of risks and returns and mainly operates in one geographical location (Indonesia). The management believes that there are no business and geographical segments that are identifiable (reportable segments) as defined under PSAK No. 5 (Revised 2009), Segment Reporting. m. Estimated of Employee Benefits Liability The Company recognized unfunded employee benefits liability in accordance with Labor Law No. 13/2003 dated March 25, 2003 (the Labor Law ). Effective January 1, 2015, the Company adopted PSAK No. 24 (Revised 2013), Employee Benefits. The revised PSAK, among others, removes the corridor mechanism, stipulates that all past services costs are recognized and requires certain additional disclosures. 18
117 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2015 and For The Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) m. Estimated of Employee Benefits Liability (continued) The Company adopted the change as required by the revised PSAK retrospectively and accordingly, the statement of financial position as of December 31, 2014 and January 1, 2014/December 31, 2013 and the statement of profit or loss and other comprehensive income and changes in equity for the year ended December 31, 2014, were restated. The impact of the adoption of the revised PSAK are disclosed in Note 27. The Company recognized unfunded employee benefits liability in accordance with Labor Law No. 13/2003 dated March 25, 2003 (the Labor Law ). Pension costs under the Company defined benefit pension plans are determined by periodic actuarial calculation using the projected-unit-credit method and applying the assumptions on discount rate, expected return on plan assets and annual rate of increase in compensation. All past service costs are recognized at the earlier of when the amendment or curtailment occurs and when the related restructuring or termination costs are recognized. As a result, unvested past service costs can no longer be deferred and recognized over the future vesting period. The interest cost and expected return on plan assets used in the previous version of PSAK No. 24 (Revised 2013) are replaced with a net-interest amount, which is calculated by applying the discount rate to the net defined benefit liability or asset at the start of each annual reporting period. p. Basic Earnings per Share Basic earnings per share is computed by dividing net income for the year by the weighted average number of shares outstanding during the year. 3. USE OF JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS The preparation of the Company s financial statements requires management to make judgments, estimates and assumptions that affect the reported amounts herein, and the related disclosures, at the end of the reporting period. However, uncertainty about these assumptions and estimates could result in outcomes that require a material adjustment to the carrying amount of the asset or liability affected in future periods. a. Judgments The following judgments are made by management in the process of applying the Company s accounting policies that have the most significant effects on the amounts recognized in the financial statements: 19
118 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2015 and For The Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 3. USE OF JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued) a. Judgments (continued) Classification of Financial Assets and Liabilities The Company determines the classifications of certain assets and liabilities as financial assets and financial liabilities by judging if they meet the definition set forth in PSAK No. 55 (Revised 2014). Accordingly, the financial assets and financial liabilities are accounted for in accordance with the Company s accounting policies in Note 2c. Allowance for Impairment of Trade Receivables The Company evaluates specific accounts where it has information that certain customers are unable to meet their financial obligations. In these cases, the Company uses judgment, based on the best available facts and circumstances, including but not limited to, the length of its relationship with the customer and the customer s current credit status based on third party credit reports and known market factors, to record specific provisions for customers against amounts due to reduce its receivable amounts that the Company expects to collect. These specific provisions are re-evaluated and adjusted as additional information received affects the amounts of allowance for impairment losses on trade receivables. The carrying amount of the Company s trade receivables before allowance for impairment losses as of December 31, 2015 and 2014 are disclosed in Note 6. b. Estimates and assumptions The key assumptions concerning the future and other key sources of estimation uncertainty at the end of each reporting period, that have a significant risk of causing a material adjustment to the carrying amounts of assets and liabilities within the next financial year, are described below. The Company based its assumptions and estimates on parameters available when the financial statements were prepared. Existing circumstances and assumptions about future developments however, may change due to market changes or circumstances arising beyond the control of the Company. Such changes are reflected in the assumptions when they occur. Estimated Liability for Employee Benefits The determination of the Company s obligations and cost for employee benefits liabilitiy is dependent on its selection of certain assumptions used by the independent actuaries in calculating such amounts. Those assumptions include among others, discount rates, future annual salary increase, annual employee turn-over rate, disability rate, retirement age and mortality rate. Actual results that differ from the Company s assumptions are recognized immediately in the profit or loss as and when they occurred. While the Company believes that its assumptions are reasonable and appropriate, significant differences in the Company s actual experiences or significant changes in the Company s assumptions may materially affect its estimated liability for employee benefits and net employee benefits expense. The net carrying amount of the estimated liability for employee benefits as of December 31, 2015 and 2014 are disclosed in Note
119 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2015 and For The Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 3. USE OF JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued) b. Estimates and assumptions (continued) Depreciation of Fixed Assets and Investment Property The costs of fixed assets and investment property are depreciated on a straight - line method over their estimated useful lives. Management estimates the useful lives of these assets to be within 5 to 20 years for fixed assets and 10 year for investment property. These are common life expectancies applied in the industries where the Company conducts its business. Changes in the expected level of usage and technological development could impact the economic useful lives and the residual values of these assets, and therefore future depreciation charges could be revised. The net carrying amount of the Company s fixed assets and investment property as of December 31, 2015 and 2014 are disclosed in Notes 9 and 10. Allowance for decline in market values and obsolescence of inventories Allowance for decline in market values and obsolescence of inventories is estimated based on the best available facts and circumstances, including but not limited to, the inventories own physical conditions, their market selling prices, estimated costs of completion and estimated costs to be incurred for their sales. The provisions are re-evaluated and adjusted as additional information received affects the amount estimated. The carrying amount of the Company s inventories as of December 31, 2015 and 2014 are disclosed in Note 7. Income Tax Significant judgment is involved in determining for the corporate income tax liability. There are certain transactions and computation for which the ultimate tax determination is uncertain during the ordinary course of business. The Company recognizes liabilities for expected corporate income tax issues based on estimates of whether additional corporate income tax will be due. Deferred Tax Assets Deferred tax assets are recognized for all deductible temporary differences, to the extent that it is probable that taxable profit will be available against which the deductible temporary differences. Significant management estimates are required to determine the amount of deferred tax assets that can be recognized, based upon the likely timing and the level of the future taxable profits together with future tax planning strategies. 21
120 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2015 and For The Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 4. CASH AND CASH EQUIVALENTS Cash and cash equivalents consist of: Cash on hand 860,404, ,931,050 Cash in banks PT Bank Ekonomi Raharja Tbk (including US$ 4, in 2015 and US$ 59, in ,694,010,591 1,849,072,345 PT Bank Internasional Indonesia Tbk 795,996, ,615,184 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 300,089, ,631,834 PT Bank Central Asia Tbk 257,646,434 1,344,422,481 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 226,671, ,851,448 PT Bank Permata Tbk 134,425, ,571,107 PT Bank ICBC Indonesia Tbk 114,446,995 71,155,358 PT Bank CIMB Niaga Tbk 24,503, ,269,381 Sub total 3,547,790,854 4,781,589,138 Time deposits PT Bank Permata Tbk 26,514,084,263 20,366,747,435 PT Bank ICBC Indonesia Tbk (including US$ 682,117 pada tahun 2015 dan US$ 573, pada tahun 2014) 9,409,803,549 7,130,513,636 PT Bank CIMB Niaga Tbk - 7,795,787,182 PT Bank Panin Indonesia Tbk - 2,159,682,520 Sub total 35,923,887,812 37,452,730,773 Total 40,332,082,742 42,978,250, Savings account Time Deposits Savings account Time Deposits Rupiah 5.25%-10.00% 5.50%-6.50% 5.25%-10.25% 5.55%-9.25% United States Dollar 1.00%-3.00% - 2.5%-3% 2.50%-3.25% 5. TIME DEPOSITS This account represents time deposits as follows: PT Bank Panin Indonesia Tbk 2,317,849,717 - PT Bank Ekonomi Raharja Tbk 1,955,207,595 1,888,429,367 PT Bank ICBC Indonesia Tbk 1,073,509,018 1,018,071,871 PT Bank CIMB Niaga Tbk - 2,181,370,243 Total 5,346,566,330 5,087,871,481 22
121 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2015 and For The Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 5. TIME DEPOSITS (continued) Time deposit in PT Bank Ekonomi Raharja Tbk are used as collateral to short-term bank loan (Note 11). 6. TRADE RECEIVABLES - THIRD PARTIES This account consist of receivables from third party customers, classified as follows: Distributors 11,723,918,469 17,571,072,732 Contractors 8,080,271,446 8,075,338,938 Retailers 4,274,120,086 1,661,109,890 Total 24,078,310,001 27,307,521,560 Less allowance for impairment (3,201,327,716) (3,201,327,716) Net 20,876,982,285 24,106,193,844 The aging analysis of the trade receivables based on invoice date is as follows: Current 11,289,292,243 17,334,427,513 Past due 1-30 days 7,165,513,373 6,885,472, days 1,632,018, ,202, days 220,679, ,905,197 Over 90 days 3,770,806,024 2,092,513,838 Total 24,078,310,001 27,307,521,560 The movements of allowance for impairment are as follows: Balance at beginning of the year 3,201,327,716 3,201,327,716 Provision during the year - - Balance at end of the year 3,201,327,716 3,201,327,716 Based on the review of the status of the individual receivables at the end of the year, management believes that the allowance for impairment is adequate to cover losses from the non - collection of the accounts. 23
122 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2015 and For The Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 7. INVENTORIES Inventories consist of: Raw materials 6,040,980,557 13,096,618,988 Finished goods 12,674,308,541 13,869,011,538 Work in process 1,574,666,659 2,153,563,694 Spare parts 2,203,068,721 1,893,480,649 Total 22,493,024,478 31,012,674,869 Inventories are covered with insurance against losses from fire and other risks under blanket policies amounted to Rp 49,300,000,000 and Rp 49,300,000,000 as of December 31, 2015 and 2014, respectively, which in management opinion are adequate to cover possible losses from fire and other risks. Based on the review of the condition of the inventories at the end of the year, the management believes that inventories are realizable at the stated amounts and no provision for inventory obsolescence is necessary. The Company s inventories are used as collateral to loans obtained from PT Bank Ekonomi Raharja Tbk (Note 11). 8. ADVANCES FOR PURCHASE OF FIXED ASSETS Advance for purchase of fixed assets as of December 31, 2015 and 2014 represents advances to Tjahyono Sugiarto for purchase of land with an area 17,750 m 2 located in Sidoarjo, East Java, amounting to Rp 13,320,066,607 and Rp 4,541,250,000 or equivalent to 88.29% and 30.10%, respectively of the overall price of Rp 15,087,500, FIXED ASSETS Fixed assets consist of: 2015 Beginning Balance Additions Disposals Ending Balance Carrying value Land 1,099,775, ,099,775,000 Building 1,679,887, ,679,887,442 Machinery 42,931,917, ,931,917,534 Factory equipment 6,089,613, ,997,650-6,306,611,344 Electrical installations 1,372,870, ,372,870,955 Transportation equipment 1,778,485, ,354,546-2,179,840,196 Office equipment 570,444, ,444,491 Total Carrying Value 55,522,994, ,352,196-56,141,346,962 24
123 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2015 and For The Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 9. FIXED ASSETS (continued) 2015 (continued) Beginning Balance Additions Disposals Ending Balance Accumulated Depreciation Building 1,204,615,044 25,461,021-1,230,076,065 Machinery 16,739,517,980 1,900,702,866-18,640,220,846 Factory equipment 4,437,587, ,029,597-4,693,616,987 Electrical installations 1,372,870, ,372,870,955 Transportation equipment 1,683,380, ,120,142-1,834,500,792 Office equipment 562,743,524 7,700, ,444,491 Total Accumulated Depreciation 26,000,715,543 2,341,014,592-28,341,730,136 Net Book Value 29,522,279,223 27,799,616, Beginning Balance Additions Disposals Ending Balance Carrying value Land 1,099,775, ,099,775,000 Building 1,679,887, ,679,887,442 Machinery 34,456,702,040 8,475,215,494-42,931,917,534 Factory equipment 6,089,613, ,089,613,694 Electrical installations 1,372,870, ,372,870,955 Transportation equipment 1,778,485, ,778,485,650 Office equipment 570,444, ,444,491 Total Carrying Value 47,047,779,272 8,475,215,494-55,522,994, Beginning Balance Additions Disposals Ending Balance Accumulated Depreciation Building 1,179,154,023 25,461,021-1,204,615,044 Machinery 14,962,560,555 1,776,957,425-16,739,517,980 Factory equipment 4,192,911, ,675,529-4,437,587,390 Electrical installations 1,334,923,527 37,947,428-1,372,870,955 Transportation equipment 1,530,719, ,661,250-1,683,380,650 Office equipment 541,717,024 21,026, ,743,524 Total Accumulated Depreciation 23,741,986,390 2,258,729,153-26,000,715,543 Net Book Value 23,305,792,882 29,522,279,223 25
124 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2015 and For The Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 9. FIXED ASSETS (continued) Depreciation was charged to the following accounts: Manufacturing overhead (Note 18) 2,182,193,481 2,085,041,403 Operating expenses (Note 19): Selling 151,120, ,661,250 General and administrative 7,700,967 21,026,500 Total 2,341,014,592 2,258,729,153 Fixed assets, except land, are covered with insurance against losses from fire and other risks under blanket policies for Rp 200,000,000 and US$ 5,235,000 in 2015 and Rp 200,000,000 and US$ 5,235,000 in 2014, which in management s opinion are adequate to cover possible losses from fire and other risks. Certain machineries of the Company are used as a collateral to the bank loan obtained from PT Bank Ekonomi Raharja Tbk (Note 11). The Company has a land in Jakarta where its factory is located. The related landright (HGB) will expire in The management believes that this landright can be renewed upon their expiration. The management believes that the carrying value of fixed assets are realizable at the stated amounts and no provision for impairment is necessary. 10. INVESTMENT PROPERTY Investment property assets consist of: 2015 Balance Additions Disposals Ending Balance Cost Building 403,613, ,613,650 Accumulated Depreciation Building 282,529,555 40,361, ,890,920 Net Book Value 121,084,095 80,722,730 26
125 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2015 and For The Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 10. INVESTMENT PROPERTY (continued) 2014 Balance Additions Disposals Ending Balance Cost Building 403,613, ,613,650 Accumulated Depreciation Building 242,168,190 40,361, ,529,555 Net Book Value 161,445, ,084,095 Building owned by the Company is located in Cibubur. Depreciation expense charged and allocated to manufacturing costs amounted to 40,361,365 in 2015 and 2014 (Note 19). The Company s investment property is not insured against fire risk and other risks of damage in 2015 and The management believes that the carrying value of investment property are realizable at the stated amounts and no provision for impairment is necessary. 11. SHORT-TERM BANK LOAN This account represents the outstanding loans from the credit facilities provided to the Company with details as follows: 2014 Short term loans PT Bank Ekonomi Raharja Tbk 4,000,000,000 The Company obtained working capital loan facilities from PT Bank Ekonomi Raharja Tbk ( Bank Ekonomi ), based on Notarial Deed No. 18 of Sinta Dewi Sudarsana SH., notary in Jakarta, the loan agreement with Bank Ekonomi is amended from time to time. The latest amendment is based on offering letter dated September 2, 2014, with details as follows: - Revolving working capital loan facilities with maximum credit amounting to Rp 7,000,000,000 and US$ 550,000 with maturity date on July 31, 2015, for Company s working capital. This facility is secured by a standby of credit letters from PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. The loan secured by time deposits on Bank Ekonomi (Note 5) and inventory (Note 7), and partly certain machineries (Note 9). 27
126 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2015 and For The Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 11. SHORT-TERM BANK LOAN (continued) Based on loan agreements with Bank Ekonomi, wherein written approval should be obtained from the Bank Ekonomi before the Company executing certain matters: a. Change the article associations, include among others change the composition of shareholders, directors or commissioner, capital stock and price of shares. b. Transfer the collateral, except inventories in ordinary activities. c. Merger or acquisition 12. TRADE PAYABLES This account consist of payables from purchases of raw materials and supporting materials from the following suppliers: Third parties: PT Krakatau Steel (Persero) Tbk 2,565,448,167 13,678,990 PT Ispat Indo 1,366,741,272 6,537,555,697 PT Lazuardi Rukun Perkasa 352,316, ,054,140 PT Lautan Megah Perkasa - 393,834,498 PT Indomulti Jaya Steel - 301,350,000 Others (below Rp 100,000,000) 862,696 79,185,042 Total 4,285,368,280 7,653,658,367 The aging analysis of trade payables based on invoice date is as follows: Current 4,225,978,785 7,563,300,844 Past due days - 30,968, days - - Over 90 days 59,389,495 59,389,495 Total 4,285,368,280 7,653,658, ADVANCES FROM CUSTOMERS This account represents advances from third party customers with details as follows: Contractors 983,748,493 1,586,650,158 Distributors 130,736, ,875,951 Retailers 112, ,454,567 Total 1,114,597,792 1,975,980,676 28
127 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2015 and For The Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 14. TAXATION a. Taxes payable consist of: Income taxes Article ,519, ,691,230 Article 23 5,835,075 6,526,829 Article ,575,958 Article 29 65,302,498 - Value Added Tax (VAT) 87,551, ,392,661 Total 282,208, ,186,678 b. A reconciliation between income before income tax expense, as shown in the statement of profit or loss and other comprehensive income, and estimated taxable income for the years ended December 31, 2015 and 2014 is as follows: Income before income tax expense per statements of profit or loss and other comprehensive income 3,807,172,880 11,276,097,272 Temporary differences Depreciation (687,107,773) (572,589,811) Provision for employee benefits net 184,426, ,178,420 Permanent differences Employee benefits 3,906,698,470 2,003,435,113 Repairs and maintenance 276,716, ,686,686 Donation and entertainment 156,889, ,020,174 Others 300,008, ,583,778 Income subjected to final tax Interest income (2,562,585,257) (2,977,124,922) Estimated taxable income 5,382,218,961 10,629,286,710 The computation of current income tax expense - net is as follows: (As restated) Estimated taxable income (rounded - off) 5,382,218,000 10,629,286,000 Income tax expense - current 1,345,554,500 2,657,321,500 Prepayments of income tax Article 22 5,193, ,173,113 Article 25 1,275,058,248 3,286,131,927 Total prepayments 1,280,252,002 3,565,305,040 Estimated claim tax refund (income tax payable) (65,302,498) 907,983,540 29
128 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2015 and For The Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 14. TAXATION (continued) b. A reconciliation between income before income tax expense, as shown in the statement of profit or loss and other comprehensive income, and estimated taxable income for the years ended December 31, 2015 and 2014 is as follows (continued): Current income tax expense in the statement of profit or loss and other comprehensive income is as follows: (As restated) Current tax using effective tax rate 1,345,554,500 2,657,321,500 Tax underpayment fiscal year ,037,661,766 Total current tax expense 1,345,554,500 3,694,983,266 As of the date of this report, the Company has not yet submitted its 2015 Corporate Income Tax Return (SPT). The computation of the Company s taxable income in 2014 agreed with the reported amount in the Company s SPT. c. Deferred tax 2015 Credited (Charged) to Credited Other January 1, 2015 (Charged to) Comprehensive (As restated) Profit or loss Income December 31, 2015 Allowance for impairment 800,331, ,331,929 Estimated liability for employee benefits 3,188,953,004 (345,398,042) 378,705,647 3,222,260,609 Fixed assets (1,366,013,301) (171,776,943) - (1,537,790,244) Total 2,623,271,632 (517,174,985 ) 378,705,647 2,484,802, (As restated) Credited (Charged) to Credited Other January 1, 2014 (Charged to) Comprehensive December 31, 2014 (As restated) Profit or loss Income (As restated) Allowance for impairment 800,331, ,331,929 Estimated liability for employee benefits 2,938,332, ,794, ,825,729 3,188,953,004 Fixed assets (1,222,865,848) (143,147,453) - (1,366,013,301) Depreciation of finance lease 54,270,000 (54,270,000) - - Lease payments (120,600,020) 120,600, Total 2,449,468,731 23,977, ,825,729 2,623,271,632 30
129 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2015 and For The Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 14. TAXATION (continued) d. The reconciliation between the income tax expense calculated by applying the applicable tax the income before income tax in 2015 and 2014 and the income tax expense - net shown in the statements of pfofit or loss and other comprehensive income for the years ended December 31, 2015 and 2014 is as follows: (As restated) Income before income tax expense (benefit) per statements of comprehensive income 3,807,172,880 11,276,097,270 Income tax expense at statutory tax rate of 25% in 2015 and ,793,220 2,819,024,318 Income tax effect on permanent differences: Employee benefits 976,674, ,858,778 Repairs and maintenance 69,179,125 45,421,672 Income already subjected to final tax (640,646,314) (744,281,231) Others (11,446,149) 36,297,963 Income tax expense per statement profit or loss and other of comprehensive income 1,345,554,500 2,657,321,500 e. Claim for Tax Refund and Tax Examination Result The Company has estimated claim for tax overpayment for fiscal year 2012 reported in 2013, which in management s opinion can be refunded amounted to Rp 1,210,467,998. On April 21, 2014, the Company received tax overpayment assessment letter No /406/12/054/14 fiscal year 2012 amounted to Rp 1,054,343,748. The Company has agreed with this tax assessment letter and charged the difference amounted to Rp 156,124,250 as part of the Company s current tax expense in Then, the Company received Tax Overpayment Refund Order ( SPMKP ) No dated May 13, 2014 from Directorate General of Taxation stating that the tax overpayment of Rp 1,054,343,748 is to be compensated with tax payable of Rp 881,537,516 resulting to net tax refund of Rp 172,357,516 which has been received by the Company. The details of tax payable amounted Rp 881,537,516 based on SKPKP/STP are as follows: 2014 SKPKB/STP No Description Amount 00011/201/12/054/14 SKPKB PPh ,164, /203/12/054/14 SKPKB PPh 23 for service 30,819, /204/12/054/14 SKPKB PPh 26 52, /207/12/054/14 SKPKB PPN 55,960, /207/12/054/14 SKPKB PPN 29,980,000 31
130 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2015 and For The Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 14. TAXATION (continued) e. Claim for Tax Refund and Tax Examination Result (continued) The details of tax payable amounted Rp 881,537,516 based on SKPKP/STP are as follows (continued): 2014 SKPKB/STP No Description Amount 00088/207/12/054/14 SKPKB PPN 15,442, /207/12/054/14 SKPKB PPN 289, /207/12/054/14 SKPKB PPN 30,878, /107/12/054/14 STP PPN 591,383, /107/12/054/14 STP PPN 4,104, /207/12/054/14 SKPKB PPh ,028 Total 881,537, CAPITAL STOCK The share ownership as of December 31, 2015 and 2014 based on the report from PT Sirca Datapro Perdana, share administrator, are as follows: 2015 Number of Issued and Percentage of Stockholders Fully Paid Shares Ownership (%) Total Management Jusuf Sutrisno (President Commissioner) 13,530, % 1,353,000,000 Lawer Supendi (President Director) 11,035, % 1,103,500,000 Non-management Lion Holdings Pte, Ltd,, Singapore 24,527, % 2,452,700,000 Trinidad Investment Pte, Ltd,, Singapore 6,400, % 640,000,000 Others (below 5% each) 40,508, % 4,050,800,000 Total 96,000, % 9,600,000,000 32
131 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2015 and For The Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 15. CAPITAL STOCK (continued) 2014 Number of Issued and Percentage of Stockholders Fully Paid Shares Ownership (%) Total Management Jusuf Sutrisno (President Commissioner) 1,353, % 1,353,000,000 Lawer Supendi (President Director) 1,103, % 1,103,500,000 Non-management Lion Holdings Pte, Ltd,, Singapore 2,452, % 2,452,700,000 Trinidad Investment Pte, Ltd,, Singapore 640, % 640,000,000 Others (below 5% each) 4,050, % 4,050,800,000 Total 9,600, % 9,600,000,000 In 2015, the par value of the Company s shares changed from Rp 1,000 per share to Rp 100 per share. This change resulted to the change in the issued and fully paid shares from 9,600,000 shares in 2014 to 96,000,000 shares in Based on the minutes of the Company s Stockholders Annual Meeting held on June 4, 2015, which was covered by Notarial Deed No. 1 dated June 4, 2015 of Fathiah Helmi, S.H., the stockholders approved the declaration of cash dividends amounting to Rp 960,000,000,000 and the appropriation for general reserve from the portion of the Company s 2014 net income amounting to Rp 100,000,000. Based on the minutes of the Company s Stockholders Annual Meeting held on June 11, 2014, which was covered by Notarial Deed No. 37 dated June 11, 2014 of Fathiah Helmi, S.H., the stockholders approved the declaration of cash dividends amounting to Rp 1,920,000,000 and the appropriation for general reserve from the portion of the Company s 2013 net income amounting to Rp 200,000, ADDITIONAL PAID IN CAPITAL - NET Additional paid - in capital consists of: Amount Premium on capital stock from Initial Public Offering 3,720,000,000 Distribution of bonus shares (3,200,000 shares) (3,200,000,000) Stock issuance costs (355,862,640) Net 164,137,360 The stock issuance costs were from the Company s First Limited Public Offering of Rights to the stockholders in
132 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2015 and For The Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 17. NET SALES Net sales represent sales of weldmesh amounted to Rp 174,598,965,938 and Rp 249,072,012,369 in 2015 and 2014, respectively. In 2014 and 2013, there are no sales to individual customer that exceeded 10% of net sales. 18. COST OF GOODS SOLD The details of cost of goods sold are as follows: Raw materials: Beginning of the year 13,096,618,988 26,323,546,059 Purchases 137,931,826, ,727,752,870 End of the year (6,040,980,557) (13,096,618,988) Raw materials used 144,987,464, ,954,679,941 Factory overhead 9,390,582,243 9,493,904,602 Direct labor 8,066,981,002 8,747,478,929 Total Manufacturing Cost 162,445,027, ,196,063,472 Work in process Beginning of the year 2,153,563,694 3,129,458,204 End of the year (1,574,666,659) (2,153,563,694) Cost of goods production 163,023,924, ,171,957,982 Finished goods Beginning of the year 13,869,011,538 6,617,152,679 End of the year (12,674,308,541) (13,869,011,538) Cost of Goods Sold 164,218,627, ,920,099,123 Purchases from a supplier that exceeded 10% of net purchases is as follows: Total Percentage of Net Purchases PT Krakatau Steel (Persero) Tbk 34,041,027,010 96,569,200, % 46.07% PT Ispat Indo 78,060,982,373 40,902,597, % 19.78% Total 112,102,009, ,471,797, % 65.85% 34
133 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2015 and For The Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 19. OPERATING EXPENSES The details of operating expenses are as follows: Selling expenses (As restated) Salaries, sales commission and employee benefits 1,330,351,225 1,264,842,100 Repairs and maintenance 276,716, ,373,370 Travel and freight 174,231, ,640,908 Depreciation (Note 9) 151,120, ,661,250 Others 53,147,616 58,502,875 General and administrative expenses 1,985,566,761 2,035,020,503 Salaries and employee benefits 4,540,259,938 4,441,385,189 Post-retirement benefits (Note 21) 1,603,913,663 1,829,455,420 Professional fees and stock exchange listing fee 669,536, ,049,507 Telephone, stationeries and bank administration charges 435,289, ,113,564 Travel, entertainment and donations 156,889, ,318,821 Depreciation (Note 9) 7,700,967 21,026,500 Others 266,949,396 82,187,739 7,680,538,754 7,858,536,740 Total 9,666,105,515 9,893,557, OTHER INCOME Gain on foreign exchange - net 900,768, ,824,523 Gain on sale of building materials - 1,100,005,000 Others - net 117,692, ,869,882 Total 1,018,461,793 1,641,699,405 35
134 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2015 and For The Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 21. ESTIMATED LIABILITY FOR EMPLOYEE BENEFITS The Company recognized an unfunded employee benefits liability in accordance with Labor Law No.13/2003 dated March 25, The estimated liability for employee benefits in 2015 and 2014 were based on the actuarial valuations as of December 31, 2015 and 2014 performed by PT Sienco Aktuarindo Utama, an independent actuary, based on its report dated March 11, The estimated liability for employee benefits were determined using the following assumptions: Discount rate : 9.10% per annum in 2015 and 8.30 per annum in 2014 Wages and salary increase : 9% per annum in 2015 and 2014 Normal retirement age : 55 years old Mortality rate : The 2011 Commissioners Standard Ordinary Mortality Table. Method : Projected unit credit a. The employee benefits liability in the statement of financial position are as follows: (As restated) Present value of employee benefits obligation 12,889,042,434 12,755,812,016 b. Employee benefits expense in profit or loss: (As restated) Current service cost 560,341, ,537,710 Past service cost 999,823, ,617,296 Interest cost 9,662, ,300,414 Termination cost 34,086,298 - Total 1,603,913,663 1,829,455,420 c. The movement of the present value of defined benefit obligation are as follows: (As restated) Beginning balance 12,755,812,016 11,753,330,680 Current service cost 560,341, ,537,710 Interest cost 999,823, ,617,296 Past service cost 9,662, ,300,414 36
135 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2015 and For The Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 21. ESTIMATED LIABILITY FOR EMPLOYEE BENEFITS (continued) c. The movement of the present value of defined benefit obligation are as follows (continued): (As restated) Termination cost 34,086,298 - Benefits paid (1,419,487,250) (1,426,277,000) Transfer of post employment benefit obligation (1,566,018,584) - Remeasurements: Effect of change in actuarial assumptions (486,790,373) 410,247,485 Effect of experience adjustments 2,001,612, ,055,431 Total 12,889,042,434 12,755,812,016 Less current maturities 4,131,961,144 3,671,181,569 Long term portion 8,757,081,290 9,084,630,447 d. The following table demonstrates the sensitivity to a reasonably possible change in the discount rate, with all other variables held constant, to the estimated liability for employee benefits as of December 31, 2015: 2015 Decrease Increase 1% 1% Discount rate 9.10% 8.30% Impact on employee benefits liability 12,288,875,474 13,566,673,681 The sensitivity analyses are based on a change in an assumption while holding all other assumptions constant. In practice, this is unlikely to occur, and changes in some of the assumptions may be correlated. When calculating the sensitivity of the defined benefit obligation to significant actuarial assumptions the same method (present value of the defined benefit obligation calculated with the projected unit credit method at the end of the reporting period) has been applied as when calculating the pension liability recognised within the statement of financial position. The methods and types of assumptions used in preparing the sensitivity analysis did not change compared to the previous period. 37
136 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2015 and For The Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 21. ESTIMATED LIABILITY FOR EMPLOYEE BENEFITS (continued) e. The maturity of defined benefits obligations as of December 31, 2015 is as follows: 2015 Within the next 12 months 4,131,961,144 Between 2 and 5 years 2,987,529,789 Between 5 and 10 years 2,652,605,866 Beyond 10 years 3,116,945, BALANCES ANDTRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES The balances, details of accounts and transactions entered into with related parties are as follows: Total Percentage to Total Assets/ Net Sales/ Purchases/ Sales PT Lion Metal Works Tbk 317,783, ,091, % 0.08% PT Bantrunk Murni Indonesia 27,963,000 31,214, % 0.01% PT Singa Purwakarta Jaya 270,045, % - Total 615,791, ,306, % 0.09% Purchases PT Lion Metal Works Tbk 20,013,375 77,776, % 0.026% PT Bantrunk Murni Indonesia 28,896,500 48,474, % 0.037% Lion Steelworks Sdn Bhd 11,374, % - Total 60,284, ,250, % 0.063% Other payable 1,566,018, % - Other payable amounting to Rp 1,566,018,584 represents payable to PT Lion Metal Works Tbk, related to employee benefits of transferred employees. Loans to employees are non-interest bearing, with term of 1 year and to be paid through employees salaries deduction. The total amount of compensation received by the Commissioners and Directors amounted to Rp 1,341,039,640 and Rp 1,224,903,200 in 2015 and 2014, respectively. 38
137 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2015 and For The Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 22. BALANCES ANDTRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES (continued) The relationships and nature of transactions with related parties are as follows: Related parties Nature relationship Transaction PT Lion Metal Works Tbk Under common control Sales and purchases PT Logam Menara Murni Under common control Sales and purchases PT Bantruk Murni Indonesia Under common control Sales and purchases 23. MONETARY ASSET IN FOREIGN CURRENCY As of December 31, 2015 and 2014, monetary assets in foreign currency are as follows: Original Currency Rupiah Equivalent Original Currency Rupiah Equivalent Asset Cash and cash equivalents US$ 589,353,61 8,130,119,255 US$ 632,978,44 7,874,251,794 Monetary asset in foreign currency is translated using the middle rate as of December 31, The exchange rate as of March 24, 2016 is Rp 13,250 to USD 1. If the monetary asset in foreign currency as of December 31, 2015 had been translated using the closing rates as at the date of this report, net assets will decrease by Rp 321,183, EARNINGS PER SHARE Net income per share is calculated by dividing net income for the year attributable to owners of the Company by the weighted average number of shares outstanding during the years ended December 31: (As restated) Net income 1,944,443,395 7,605,091,176 Weighted average number of shares 96,000,000 96,000,000 Net earnings per share FINANCIAL RISK MANAGEMENT In its daily business activities, the Company is exposed to risks. The main risks facing by the Company arising from its financial instruments are credit risk, market risk (foreign exchange rate risk) and liquidity risk. The core function of the Company s risk management is to identify all key risks for the Company, measure these risks and manage the risk positions in accordance with its policies and Company s risk appetite. The Company regularly reviews its risk management policies and systems to reflect changes in markets, products and best market practice. 39
138 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2015 and For The Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) a. Credit Risk Credit risk is the risk of suffering financial loss, should any of the Company customers fail to fulfill their contractual obligations to the Company. Credit risk arises mainly from trade receivables from customers provided from sales of the Company s product. Customer credit risk is managed by each business unit subject to the Company s established policy, procedures and control relating to customer credit risk management. Credit limits are established for all customers based on internal rating criteria. Outstanding customer receivables are regularly monitored by the Company. The following table provides information regarding the maximum credit risk exposure of the Company as of December 31, 2015 and 2014: Cash and cash equivalents 39,471,678,666 42,234,319,911 Time deposits 5,346,566,330 5,087,871,481 Trade receivables 20,876,982,285 24,106,193,844 Loans to employees 63,450,000 80,450,000 Total 65,758,677,281 71,508,835,236 The following table provides the credit quality and age analysis of the Company s financial assets according to the Company s credit ratings of debtors as of December 31, 2015 and 2014: 2015 Neither past Past due but not impaired due nor Past due and Impaired < 30 days days days > days Impaired Total Cash and cash equivalents 39,471,678, ,471,678,666 Time deposits 5,346,566, ,346,566,330 Trade receivables 11,289,292,243 7,165,513,373 1,632,018, ,679,710 3,770,806,024 (3,201,327,716) 20,876,982,285 Loans to employees 63,450, ,450,000 Total 56,170,987,239 7,165,513,373 1,632,018, ,679,710 3,770,806,024 (3,201,327,716) 65,758,677, Neither past Past due but not impaired due nor Past due and Impaired < 30 days days days > days Impaired Total Cash and cash equivalents 42,234,319, ,234,319,911 Time deposits 5,087,871, ,087,871,481 Trade receivables 17,334,427,513 6,885,472, ,202, ,905,197 2,092,513,838 (3,201,327,716) 24,106,193,844 Loans to employees 80,450,000 80,450,000 Total 64,737,068,905 6,885,472, ,202, ,905,197 2,092,513,838 (3,201,327,716 ) 71,508,835,236 40
139 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2015 and For The Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) a. Credit Risk (continued) The credit quality of financial instruments is managed by the Company using internal credit ratings. Financial instruments classified under neither past due nor impaired includes high grade credit quality instruments because there was few or no history of default on the agreed terms based on the letter of authorization, letter of guarantee or promissory note. past due but not impaired are items with history of frequent default nevertheless the amount due are still collectible. Lastly, past due and impaired are those that are long outstanding and has been provided with allowance for impairment loss on receivables. b. Market Risk Market risk is the risk that the fair value of future cash flows of a financial instrument will fluctuate because of changes in market prices. The Company is exposed to market risks, in particular, foreign currency exchange risk. Foreign currency exchange risk The Company's functional currency is the Indonesian Rupiah. Foreign exchange currency risk is the risk that the fair value or future cash flows of a financial instrument will fluctuate because of changes in foreign exchange rates. The Company is exposed to foreign exchange risk primarily from cash in banks and time deposits denominated in US Dollar. The Company does not have any formal hedging policy for foreign exchange exposure. However, in relation to the matters discussed in the preceding paragraph, the fluctuations in the exchange rates between the Rupiah and US Dollar provide some degree of natural hedge for the Company s foreign exchange exposure. The following table demonstrates the sensitivity to a reasonably possible change in the US Dollar exchange rate against Rupiah, with all other variables held constant, to the Company s income before tax for the years ended December 31, 2015: Increase (decrease) Rupiah Rate Effect on income before tax December 31, 2015 US$ 3% 243,903,578-3% (243,903,578) 41
140 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2015 and For The Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) c. Liquidity Risk Liquidity risk is the risk that the Company is unable to meet its obligations when they fall due. The management evaluates and monitors cash-in flows and cash-out flows to ensure the availability of fund to settle the due obligation. In general, fund needed to settle the current and long-term liabilities is obtained from sales activities to customers. The table below summarizes the maturity profile of the Company s financial liabilities based on contractual undiscounted payments as of December 31, 2015 and 2014: 2015 Over 1 year Under 1 year up to 3 years Over 3 years Total Finance liabilities Trade payable 4,285,368, ,285,368,280 Accrued expenses 480,509, ,509,384 Dividends payable 811,180, ,180,090 Total finance liabilities 5,577,057, ,577,057, Over 1 year Under 1 year up to 3 years Over 3 years Total Finance liabilities Short-term bank loans 4,000,000, ,000,000,000 Trade payables 7,653,658, ,653,658,365 Accrued expenses 727,240, ,240,660 Dividends payable 653,055, ,055,540 Total finance liabilities 13,033,954, ,033,954,565 d. Capital Risk Management The Company is faced with the risk of capital to ensure that the Company to continue as a going concern, other than maximizing returns for shareholders, through the optimization of the debt and equity balance. The capital structure of the Company consist of debt, which includes loans as described in Note 11 and owner's equity holdings, which consists of the issued capital and retained earnings. The Board of Directors of the Company periodically review their capital structure. As part of this review, the Board of Directors consider the cost of capital and risk-related. The Company manages the risk through monitoring Debt to Equity. 42
141 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2015 and For The Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) d. Capital Risk Management (continued) The Company manages its capital structure and makes adjustments to it, in light of changes in economic conditions. To maintain or adjust the capital structure, the Company may adjust the dividend payment to shareholders, issue new shares or raise debt financing. No changes were made in the objectives, policies or processes for the years ended December 31, 2015 and The debt to equity as of December 31, 2015 and 2014 is as follows: (As restated) Loans - 4,000,000,000 Equity 112,441,377, ,593,050,691 Net debt to equity ratio 0.00% 3.55% 26. FINANCIAL INSTRUMENTS BY CATEGORY The table below is a comparison by class of the carrying amounts and fair value of the Company s financial instruments that are carried in the financial statements as of December 31, 2015 and Carrying Value Fair Value Carrying Value Fair Value Financial Assets Loans and receivables Cash and cash equivalents 40,332,082,742 40,332,082,742 42,978,250,961 42,978,250,961 Time deposits 5,346,566,330 5,346,566,330 5,087,871,481 5,087,871,481 Trade receivables - net 20,876,982,285 20,876,982,285 24,106,193,844 24,106,193,844 Loans to employees 63,450,000 63,450,000 80,450,000 80,450,000 Total 66,619,081,357 66,619,081,357 72,252,766,286 72,252,766, Carrying Value Fair Value Carrying Value Fair Value Financial Liabilities Financial liabilities measured at amortized cost Short-term bank loans - - 4,000,000,000 4,000,000,000 Trade payables 4,285,368,280 4,285,368,280 7,653,658,365 7,653,658,365 Accrued expenses 480,509, ,509, ,240, ,240,660 Dividends payable 811,180, ,180, ,055, ,055,540 Total 5,577,057,754 5,577,057,754 13,033,954,565 13,033,954,565 43
142 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2015 and For The Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 26. FINANCIAL INSTRUMENTS BY CATEGORY (continued) The following methods and assumptions are used to estimate the fair value: Fair value of cash and cash equivalents, time deposits, trade receivables, trade payables, accrued expenses and dividends payable approximate their carrying amounts largely due to short - term maturities of these instruments. The fair value of loans to employees is is carried at historical cost because its fair value cannot be measured reliably. 27. RESTATEMENT OF THE FINANCIAL STATEMENTS The Company adopted PSAK 24 (Revised 2013), Employee benefits on January 1, The new accounting policies have had the following impact on the financial statements The revised employee benefit standard introduces changes to the recognition, measurement, presentation and disclosure of post-employment benefits. The standard also requires net interest expense/income to be calculated as the product of the net defined benefit liability/asset and the discount rate as determined at the beginning of the year. The effect of this is to remove the previous concept of recognizing an expected return on plan assets. The table below shows the impact of the restatement to the financial statements: STATEMENT OF FINANCIAL POSITION 44 December 31, 2014 As previously stated Restatement As restated NON-CURRENT ASSETS Deferred tax assets 1,503,885,259 1,119,386,373 2,623,271,632 LIABILITIES Estimated liability for employee benefits 8,278,266,522 4,477,545,494 12,755,812,016 EQUITY Retained earnings: Unappropriated 105,554,872,452 (3,358,159,121) 102,196,713,331 Other component of equity: Remeasurement of employee benefits liabilty - net of tax - (3,560,134,861) (3,560,134,861) STATEMENT OF PROFIT OR LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME OPERATING EXPENSES General and administrative (8,127,837,727) (269,300,987) (7,858,536,740) INCOME TAX BENEFIT (EXPENSE) Deferred 91,302,419 (67,325,247) 23,977,172
143 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2015 and For The Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 27. RESTATEMENT OF THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) December 31, 2014 As previously stated Restatement As restated OTHER COMPREHENSIVE INCOME Other comprehensive loss not to be reclassified to profit or loss Remeasurement of employee benefits liability - (599,302,916) (599,302,916) Related income tax - 149,825, ,825,729 STATEMENT OF FINANCIAL POSITION December 31, 2013 As previously stated Restatement As restated CURRENT ASSETS Advances for purchase of fixed assets 8,027,648,412 (8,027,648,412) - NON-CURRENT ASSETS Deferred tax assets - net 1,412,582,840 1,036,885,891 2,449,468,731 Advances for purchase of fixed assets - 8,027,648,412 8,027,648,412 LIABILITIES Estimated liability for employee benefits 7,605,787,115 4,147,543,565 11,753,330,680 EQUITY Retained earnings: Unappropriated 100,271,757,016 (3,110,657,674) 97,161,099,342 Other component of equity: Remeasurement of employee benefits liabilty - (3,110,657,674) (3,110,657,674) 45
144 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2015 and For The Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 28. RECLASSIFICATION ACCOUNTS Advances for purchases in 2014 and 2013 financial statements have been reclassified to conform with the 2015 financial statements presentation with details as follows: 2014 Before After Reclassification Reclassification Reclassification CURRENT ASSETS Advances for purchases 4,541,250,000 (4,541,250,000) - NON-CURRENT ASSETS Advances for purchases of fixed assets - 4,541,250,000 4,541,250, Before After Reclassification Reclassification Reclassification CURRENT ASSETS Advances for purchases 8,027,648,412 (8,027,648,412) - NON-CURRENT ASSETS Advances for purchases of fixed assets - 8,027,648,412 8,027,648, NEW ACCOUNTING STANDARDS The Indonesian Institute of Accountants (IAI) has released revisions to several accounting standards that may have certain impact on the financial statements. The following standards are effective for financial statements for the period commencing from on or after January 1, 2016: - Amendments to PSAK 16 (2015) - Property, Plant and Equipment: Clarification of Acceptable Methods of Depreciation and Amortization ; - Amendments to PSAK 19 (2015) - Intangible Assets: Clarification the Accepted Method for Depreciation and Amortization ; - Amendments to PSAK 24 (2015) - Employee Benefits - Defined Benefit Plans: Employee Contributions ; - PSAK 5 (2015 Improvement) - "Operating Segments ; - PSAK 7 (2015 Improvement) - "Related Party Disclosure 46
145 These financial statements are originally issued in the Indonesian language. PT LIONMESH PRIMA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2015 and For The Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 29. NEW ACCOUNTING STANDARDS (continued) The following standards are effective for financial statements for the period commencing from on or after January 1, 2016 (continued): - PSAK 16 (Improvement 2015) - "Current Assets ; - PSAK 19 (Improvement 2015) - "Intangible Assets ; - PSAK 68 (Improvement 2015) - "Fair Value Measurement ; The following standard is effective for financial statements for the period commencing from on or after January 1, 2017: - Amendments to PSAK 1 (2015) - Presentation of Financial Statements: Disclosure Initiatives. The Company is still assessing the impact of these revised/new accounting standards to the Company s financial statements. 47
PT LIONMESH PRIMA Tbk
LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2016 ( TIDAK DIAUDIT ) (MATA UANG INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2016 ( TIDAK DIAUDIT ) Daftar Isi Halaman Laporan Posisi Keuangan... 1-2 Laporan Laba Rugi
PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2016 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2016 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2016 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL
PT LIONMESH PRIMA Tbk
LAPORAN KEUANGAN PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 JUNI 2013 DAN 2012 (TIDAK DIAUDIT) (MATA UANG INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 JUNI 2013 DAN 2012
PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 MARET 2017 SERTA PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGALTERSEBUT ( TIDAK DIAUDIT )
LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 MARET 2017 SERTA PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGALTERSEBUT ( TIDAK DIAUDIT ) LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 MARET 2017 SERTA PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT ( TIDAK
PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 MARET 2016 SERTA PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT ( TIDAK DIAUDIT )
LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 MARET 2016 SERTA PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT ( TIDAK DIAUDIT ) LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 MARET 2016 SERTA PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT ( TIDAK
LAPORAN TAHUNAN ANNUAL REPORT
LAPORAN TAHUNAN ANNUAL REPORT 2013 PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2013 SERTA UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN LAPORAN
PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 MARET 2015 ( TIDAK DIAUDIT )
LAPORAN KEUANGAN PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 MARET 2015 ( TIDAK DIAUDIT ) LAPORAN KEUANGAN PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 MARET 2015 ( TIDAK DIAUDIT ) Daftar Isi Halaman Laporan Posisi
PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2014 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2014 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Daftar Isi Laporan Auditor Independen Halaman Laporan Posisi Keuangan... 1-2 Laporan
PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2017 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2017 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2017 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL
PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2014 (TIDAK DIAUDIT)
LAPORAN KEUANGAN PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2014 (TIDAK DIAUDIT) LAPORAN KEUANGAN PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2014 Daftar Isi Halaman Laporan Posisi Keuangan... 1-2 Laporan
PT LION METAL WORKS Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 MARET 2017 DAN PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (TIDAK DIAUDIT) Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2015 (TIDAK DIAUDIT), 31 DESEMBER 2014 (DIAUDIT) DAN 1 JANUARI 2014/31 DESEMBER 2013 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PT LION METAL WORKS Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT LION METAL WORKS Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 30 SEPTEMBER 2014 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2013 (DIAUDIT) DAN PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2014
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2014 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2013 (DIAUDIT) DAN (Mata Uang Rupiah) Approved by: PT SEKAWAN INTIPRATAMA
PT LION METAL WORKS Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT LION METAL WORKS Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2012 DAN 31 DESEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) (MATA UANG INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PT GARUDA METALINDO Tbk
LAPORAN KEUANGAN INTERIM (MATA UANG INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN INTERIM DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Posisi Keuangan Laporan Laba Rugi Komprehensif Laporan Perubahan Ekuitas.. Laporan
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut: Tahun 2011 Tahun 2010
1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk. (Perusahaan) didirikan di Bandung berdasarkan Akta No. 7 tanggal 1 Juli 1988 dan Notaris Nany Sukarja, S. H. Akta Pendirian
PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2017 (MATA UANG INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (MATA UANG RUPIAH INDONESIA)
PT TUNAS ALFIN Tbk LAPORAN KEUANGAN DENGAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN TANGGAL 31 DESEMBER 2016 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
LAPORAN KEUANGAN DENGAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN TANGGAL 31 DESEMBER 2016 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT Daftar Isi Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Auditor Independen Laporan
PT FORTUNE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT FORTUNE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (DENGAN ANGKA PERBANDINGAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2013) (MATA UANG INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2017 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2016 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (MATA UANG RUPIAH INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN TANGGAL
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2014 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2013 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (MATA UANG RUPIAH INDONESIA)
PT GOLDEN RETAILINDO Tbk. Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 Dan Laporan Auditor Independen
Laporan Keuangan Dan Laporan Auditor Independen LAPORAN KEUANGAN Dan Laporan Auditor Independen Daftar Isi Laporan Auditor Independen Halaman Laporan Posisi Keuangan... 1-2 Laporan Laba Rugi Komprehensif...
PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PER 30 JUNI 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk. (Perusahaan) didirikan di Bandung berdasarkan Akta No. 7 tanggal 1 Juli 1988 dan Notaris Nany Sukarja, S. H. Akta Pendirian
LAPORAN POSISI KEUANGAN ASET Catatan ASET LANCAR Kas dan setara kas 2e,2h,4 3.481.123.418 22.905.396.860 Dana yang dibatasi penggunaannya 2e,2i,5 38.299.113.429 43.658.804.298 Piutang usaha 2e,6 Pihak
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian (tidak diaudit) 30 Juni 2017 dan 31 Desember 2016 dan untuk enam bulan yang berakhir pada tanggal tanggal 30 Juni 2017 dan 2016 LAPORAN KEUANGAN
PT PARAMITA BANGUN SARANA Tbk
PT PARAMITA BANGUN SARANA Tbk Laporan Keuangan Interim Pada Tanggal 30 Juni 2017 Dan Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit) (Mata Uang Rupiah Indonesia) Have been
Daftar Isi. Laporan Posisi Keuangan Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Laporan Perubahan Ekuitas...
Laporan Keuangan (Mata Uang Rupiah) LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2017 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2016 (DIAUDIT) DAN UNTUK TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2017 DAN 2016 (TIDAK DIAUDIT)
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian (tidak diaudit) 30 September 2017 dan 31 Desember 2016 dan untuk sembilan bulan yang berakhir pada tanggal tanggal 30 September 2017 dan 2016
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN (Mata Uang Rupiah) 1 PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN DAN SEMBILAN BULAN
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 MARET 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (DIAUDIT) DAN TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (Mata Uang Rupiah)
LAPORAN KEUANGAN. 31 Maret 2018 dan (Tidak diaudit) PT. SARANACENTRAL BAJATAMA, Tbk
PT. SARANACENTRAL BAJATAMA, Tbk LAPORAN KEUANGAN PT. SARANACENTRAL BAJATAMA, Tbk 31 Maret 2018 dan 2017 (Tidak diaudit) PT. SARANACENTRAL BAJATAMA, Tbk Jalan P. Jayakarta No. 55 Mangga Dua Selatan Sawah
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 MARET 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) DAN (Mata Uang Rupiah) PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September
LAPORAN KEUANGAN. 30 Juni 2016 dan PT. SARANACENTRAL BAJATAMA, Tbk. Jalan P. Jayakarta No. 55 Mangga Dua Selatan Sawah Besar Jakarta Pusat
PT. SARANACENTRAL BAJATAMA, Tbk LAPORAN KEUANGAN PT. SARANACENTRAL BAJATAMA, Tbk 30 Juni 2016 dan 2015 PT. SARANACENTRAL BAJATAMA, Tbk Jalan P. Jayakarta No. 55 Mangga Dua Selatan Sawah Besar Jakarta Pusat
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk Laporan Keuangan Pada Tanggal 30 Juni 2017 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2016 (diaudit) Serta Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2017 dan 30 Juni 2016 (tidak diaudit)
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN 31 DESEMBER 2011 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 1 JANUARI 2010 / 31 DESEMBER 2009 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL
PT SURABAYA AGUNG INDUSTRI PULP & KERTAS Tbk
Laporan Keuangan Tanggal 31 Maret 2013 Dan 31 Desember 2012 Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2013 Dengan Angka Perbandingan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir (Mata
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (DIAUDIT) DAN (Mata Uang Rupiah) PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS
PT FORTUNE INDONESIA TBK DAN ENTITAS ANAK
PT FORTUNE INDONESIA TBK DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 30 JUNI 2015 (DENGAN ANGKA PERBANDINGAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2014) (MATA UANG INDONESIA)
PT ALKINDO NARATAMA TBK
ARSYAD & REKAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK PT ALKINDO NARATAMA TBK LAPORAN KEUANGAN INTERIM BESERTA LAPORAN AKUNTAN INDEPENDEN 30 SEPTEMBER 2011 (DIREVIEW), 31 DESEMBER 2010 (DIAUDIT) DAN UNTUK SEMBILAN BULAN
PT PENYELENGGARA PROGRAM PERLINDUNGAN INVESTOR EFEK INDONESIA
Daftar Isi Halaman Laporan Auditor Independen Laporan Keuangan Untuk Periode yang Dimulai dari 18 Desember 2012 (Tanggal Pendirian) sampai dengan 31 Desember 2012 Laporan Posisi Keuangan 1 Laporan Laba
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk Laporan Keuangan Pada Tanggal 31 Maret 2013 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2012 (diaudit) Serta Periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2013 dan 31 Maret 2013 (tidak
Revisi PT MITRA INVESTINDO Tbk
Revisi PT MITRA INVESTINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (AUDITAN) SERTA PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR (TIDAK DIAUDIT) DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI
PT GARUDA METALINDO Tbk
LAPORAN KEUANGAN INTERIM (MATA UANG INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN INTERIM DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Posisi Keuangan Laporan Laba Rugi Komprehensif Laporan Perubahan Ekuitas.. Laporan
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk Laporan Keuangan Pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2013 (diaudit) Serta Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2014 dan 30 Juni 2013 (tidak diaudit)
PT GOLDEN RETAILINDO Tbk. Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2013 Dan 2012 Dan Laporan Auditor Independen
Laporan Keuangan Dan Laporan Auditor Independen LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Laporan No. ASR/L-102/14 Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi PT Golden Retailindo Tbk Kami telah mengaudit laporan keuangan
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 31 MARET 2013 DAN 31 MARET 2012 (MATA UANG INDONESIA)
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 31 MARET 2013 DAN 31 MARET 2012 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2013 DAN 31 MARET 2012 Daftar Isi Halaman
PT FORTUNE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT FORTUNE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (DENGAN ANGKA PERBANDINGAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2013) (MATA UANG INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Laporan No. AR/L-099/12 Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi PT Sidomulyo Selaras Tbk Kami telah mengaudit laporan posisi keuangan konsolidasian PT Sidomulyo Selaras Tbk
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2015 dan 2014 Beserta LAPORAN AUDITOR
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2015 dan 2014 Beserta LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAFTAR ISI Halaman I. SURAT PERNYATAAN DIREKSI
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013 Beserta LAPORAN AUDITOR
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013 Beserta LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAFTAR ISI Halaman I. SURAT PERNYATAAN DIREKSI
PT VISI TELEKOMUNIKASI INFRASTRUKTUR Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 MARET 2018 SERTA UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT Nama Klien PT Q2 Technologies Periode Audit 31 Desember 2012 No Opini KNT&R-C2/0102/13 Tanggal
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) Serta Untuk
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2016
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2015
PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2012 (MATA UANG INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR
PT MITRA INVESTINDO Tbk
LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (AUDITAN) SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR (TIDAK DIAUDIT) DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI LAPORAN POSISI KEUANGAN PER
PT SUPARMA Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2018 DAN 2017
PT SUPARMA Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2018 DAN 2017 - 1 - PT SUPARMA Tbk LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) PER 31 MARET 2018 DAN 31 DESEMBER 2017 ASET
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk Laporan Keuangan Pada Tanggal 31 Maret 2012 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2011 (diaudit) Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2012 dan 31 Maret 2011 (tidak
PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk
LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 30 JUNI 2016 DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (TIDAK DIAUDIT LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 30 JUNI 2016 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG
p PT STAR PETROCHEM Tbk dan Entitas Anak Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk tahun yang berakhir Pada tanggal 31 Maret 2017
p PT STAR PETROCHEM Tbk dan Entitas Anak Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk tahun yang berakhir Pada tanggal 31 Maret 2017 Daftar Isi Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2014 (MATA UANG INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September
PT. PUSAKO TARINKA, Tbk
PT. PUSAKO TARINKA, Tbk LAPORAN KEUANGAN INTERIM 6 (ENAM) BULANAN Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2012 dan 2011 DAFTAR ISI Halaman 1. Laporan Posisi Keuangan Interim 30 Juni 2012
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2012 DAN 30 JUNI 2011 (MATA UANG INDONESIA)
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2012 DAN 30 JUNI 2011 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2012 DAN 30 JUNI 2011 Daftar Isi Halaman Laporan
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK. Laporan Keuangan Konsolidasian
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014 Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Tanggal 30 Juni 2015 dan 2014 DAFTAR ISI Halaman
1. UMUM a. Pendirian Koperasi KOPERASI KASIH INDONESIA Koperasi Kasih Indonesia ( Koperasi ), didirikan berdasarkan Akte No. 164 yang dibuat oleh H. Rizul Sudarmadi, SH., Notaris di Jakarta tanggal 31
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (MATA UANG RUPIAH INDONESIA)
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 SEPTEMBER 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (MATA UANG
PT LION METAL WORKS Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 30 JUNI 2017 DAN PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (TIDAK DIAUDIT) Daftar Isi Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian...
Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk tahun yang berakhir Pada tanggal 31 Desember beserta Laporan Auditor Independen
p PT STAR PETROCHEM Tbk dan Entitas Anak Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk tahun yang berakhir Pada tanggal 31 Desember 2017 beserta Laporan Auditor Independen Daftar Isi Halaman Surat Pernyataan Direksi
PT LIPPO SECURITIES Tbk
Laporan Keuangan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2018 dan 2017 (Tidak Diaudit), serta Laporan Posisi Keuangan Tanggal 31 Maret 2018 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2017 (Diaudit)
PT DANASUPRA ERAPACIFIC TBK. LAPORAN KEUANGAN
LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Maret 2017 dan 2016 (Tidak Diaudit) LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 MARET 2017 dan 2016 DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Posisi Keuangan... 1-2 Laporan Laba Rugi
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 SEPTEMBER 2011 DAN 30 SEPTEMBER 2010 (MATA UANG INDONESIA)
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 SEPTEMBER 2011 DAN 30 SEPTEMBER 2010 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2011 DAN 30 SEPTEMBER 2010 Daftar
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2016 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2015 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (MATA UANG RUPIAH INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN TANGGAL
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2018 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2017 (tidak diaudit)
Laporan Keuangan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2018 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2017 (tidak diaudit) dan Posisi Keuangan per 31 Maret 2018 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2017 (diaudit)
PT EVER SHINE TEX Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
Laporan Keuangan Interim Konsolidasian (Tidak Diaudit) dan enam bulanan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2017 dan 2016 PT EVER SHINE TEX Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN
Daftar Isi. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-3. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 4
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN DENGAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN TANGGAL 31 DESEMBER 2017 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT Daftar Isi Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Auditor
PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk
Laporan Keuangan Tanggal 31 Maret 2018 Dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut Beserta Laporan Auditor Independen Laporan Keuangan Tanggal 31 Maret 2018 Dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
PT DANASUPRA ERAPACIFIC TBK. LAPORAN KEUANGAN
LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2018 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2017 (Diaudit) Serta Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2018 dan 2017 (Tidak Diaudit) LAPORAN KEUANGAN 31 MARET
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2014
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk Laporan Keuangan Pada Tanggal 31 Maret 2018 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2017 (diaudit) Serta Periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2018 dan 31 Maret 2017 (tidak
PT MILLENNIUM PHARMACON INTERNATIONAL Tbk. Laporan Keuangan Periode yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2016 (Belum Diaudit)
Laporan Keuangan LAPORAN POSISI KEUANGAN (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 31 Maret 2016 Catatan 31 Desember 2015 ASET ASET LANCAR Kas dan bank 25.755.581.753 2e,2p,4 34.007.048.230 Piutang
PT YULIE SEKURINDO TBK LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2015 BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN (MATA UANG RUPIAH INDONESIA)
LAPORAN KEUANGAN TANGGAL BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN (MATA UANG RUPIAH INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN TANGGAL BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAFTAR ISI Halaman Pernyataan Direksi dan Dewan Komisaris
PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK LAPORAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL - TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012
PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK LAPORAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL - TANGGAL P.T. RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK DAFTAR ISI - LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Halaman
PT FORTUNE INDONESIA TBK DAN ENTITAS ANAK
PT FORTUNE INDONESIA TBK DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2014 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN PT FORTUNE INDONESIA TBK
PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN 30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013 SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2014 DAN 2013 (MATA UANG INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN
PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk
LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 30 JUNI 2017 DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (TIDAK DIAUDIT) LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 30 JUNI 2017 (TIDAK DIAUDIT) DAN UNTUK PERIODE
PT. SUMI INDO KABEL Tbk
PT. SUMI INDO KABEL Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2015 (TIDAK DIAUDIT) DAN TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 MARET 2015(DIAUDIT) PT SUMI INDO KABEL Tbk LAPORAN
PT EVER SHINE TEX Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Keuangan Interim Konsolidasian (Tidak Diaudit) 30 September 2012, 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 dan Sembilan bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2012 dan
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2013 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2012 (Diaudit) Serta Untuk
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2013 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2012 (Diaudit) Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September
PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk
LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2017 DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (TIDAK DIAUDIT) LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2017 (TIDAK DIAUDIT) DAN UNTUK PERIODE
PT PELAYARAN BAHTERA ADHIGUNA DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2014
PT PELAYARAN BAHTERA ADHIGUNA DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PT PELAYARAN BAHTERA ADHIGUNA DAN ENTITAS ANAK Lampiran 1/1 LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN ASET 31 Desember 31 Desember
PT KEDAWUNG SETIA INDUSTRIAL
PT KEDAWUNG SETIA INDUSTRIAL Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2014 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2013 (DIAUDIT) SERTA PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
