Peristiwa ini menjadi

dokumen-dokumen yang mirip
PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR P2KP

Oleh : Kepala PMU P2KP. Disampaikan dalam rangka Sosialisasi Nasional P4IP Tahun 2013 Denpasar, Agustus 2013

Perencanaan Partisipatif Kelompok 7

AKUNTABILITAS DALAM PELAKSANAAN PNPM MANDIRI PERKOTAAN / P2KP (PROGRAM PENINGKATAN KUALITAS PERMUKIMAN) Rakor Nasional P2KP, 15 Juni 2015

SOSIALISASI KEGIATAN REHABILITASI/REKONSTRUKSI PASKA GEMPA BUMI DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Oleh : Kepala PMU P2KP Disampaikan dalam rangka Sosialisasi Nasional APBNP 2013 Jakarta, 21 Agustus 2013 DIREKTORAT PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN

PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT ( PNPM ) MANDIRI PERKOTAAN BERITA ACARA PENYELESAIAN PEKERJAAN ( BAP2 ) Nomor :.

BAB I PENDAHULUAN. ekonomi yang masih ada hingga sampai saat ini. Kerugian material yang ditimbulkan

PROSEDUR OPERASI BAKU PENGELOLAAN PENGEMBANGAN KAPASITAS MASYARAKAT PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PERKOTAAN

BUPATI BINTAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA Menteri Negara Perumahan Rakyat. Perumahan. Pemukiman. Pedoman.

PROGRAM DAN PENGANGGARAN PROGRAM PENINGKATAN KUALITAS PERMUKIMAN DI PERKOTAAN (P2KP) TAHUN 2015

LAPORAN UJI PETIK PELAKSANAAN SIKLUS PNPM MANDIRI PERKOTAAN 2009 PENGELOLAAN DANA BANTUAN LANGSUNG MASYARAKAT (BLM) Bulan Agustus 2009

Program Peningkatan Kualitas Permukiman di Perkotaan (P2KP)

PETUNJUK TEKNIS OPERASIONAL PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PERDESAAN POLA KHUSUS REHABILITASI PASCABENCANA

WALIKOTA SURABAYA PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 37 TAHUN 2010

4.1. TINGKAT NASIONAL Project Management Unit (PMU)

ISU-ISU STRATEGIS DALAM PELAKSANAAN PNPM MANDIRI PERKOTAAN 2011

SALINAN PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 45 TAHUN 2013

SALINAN PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 81 TAHUN 2012

MENTERI NEGARA PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PERUMAHAN RAKYAT NOMOR : 05/PERMEN/M/2009

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

PENGELOLAAN PENGADUAN MASYARAKAT (PPM) PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PERKOTAAN

PROFILE DATA SIM P2KP NAD KMW II K E L U R A H A N

BAB I PENDAHULUAN. pertanyaan penelitian; (3) tujuan penelitian; (4) manfaat penelitian; (5) batasan

Lampiran Tanggapan Temuan BPKP

SALINAN PERATURAN BUPATI PEKALONGAN NOMOR 29 TAHUN 2009 TENTANG

WALIKOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR

BAB I PENDAHULUAN. dalam lingkaran gunung api (ring of fire). Posisi tersebut menyebabkan Indonesia

PROFILE DATA SIM P2KP NAD KMW II

BAB I PENDAHULUAN. dari tahun-ketahun, tetapi secara riil jumlah penduduk miskin terus

BUPATI BLITAR PERATURAN BUPATI BLITAR NOMOR 27 TAHUN 2011

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri - Perkotaan

I. KEGIATAN PENGELOLAAN DANA BLM II. CAKUPAN PELAKSANAAN UJI PETIK III. HASIL UJI PETIK. 1. Capaian Umum

PROYEK PENINGKATAN KAPASITAS & KEBERLANJUTAN PINJAMAN DANA BERGULIR

BAB I. Keluaran yang diharapkan dari pengelolaan pelatihan masyarakat adalah sebagai berikut:

KEGIATAN PILOT PENDAMPINGAN KSM

BAB I PENDAHULUAN. Erupsi Gunung Merapi merupakan fenomena alam yang terjadi secara

PEDOMAN UMUM PENYELENGGARAAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI SEKTOR PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN PASCA BENCANA KOTA MANADO

LAPORAN UJI PETIK SIKLUS MASYARAKAT KEGIATAN PEMANFAATAN BLM (BANTUAN LANGSUNG MASYARAKAT)

PASCA ERUPSI MERAPI PELAKSANAAN BANTUAN DANA LINGKUNGAN (BDL) DAN PELAKSANAAN BANTUAN DANA RUMAH (BDR)

PNPM MANDIRI PERKOTAAN LAPORAN UJI PETIK SIKLUS MASYARAKAT KEGIATAN TINJAUAN (REVIEW) PARTISIPATIF Agustus 2009 April 2010

PRESS RELEASE JAYAPURA, PAPUA 15 MARET 2011

BAB III LANDASAN TEORI

PNPM MANDIRI TENTANG PNPM MANDIRI PERKOTAAN

Mengenali Kampung Sendiri Melalui Pemetaan Swadaya

REKOMENDASI HASIL UJI PETIK KMP PERIODE 28 November 8 Desember 2007

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PEMBENTUKAN DESA TANGGUH BENCANA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN BOYOLALI TAHUN ANGGARAN 2015

Kerangka Acuan Kegiatan PENILAIAN KINERJA BKM (PK-BKM) Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)

P E D O M A N T E K N I S PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DUKUNGAN ANGGARAN DALAM RANGKA PENANGGULANGAN RISIKO BENCANA

Gambar 1. Proses Pembangunan/Pengembangan KSM

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Letusan Gunung Merapi pada tanggal 26 Oktober sampai 5 Nopember

Pembatasan Pengertian Perencanaan Partisipatif

Lampiran Tanggapan Temuan BPKP

LAPORAN MONITORING DAN EVALUASI KINERJA PINJAMAN DAN HIBAH LUAR NEGERI THIRD KECAMATAN DEVELOPMENT PROJECT

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Cipta Karya Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI DAN PELAKSANAAN PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PERKOTAAN

PE T U N J U K T EKNIS

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. masyarakat lereng Gunung Merapi. Banyaknya korban jiwa, harta benda dan

KLARIFIKASI KMW-1 P2KP-3 PROVINSI NAD ATAS TEMUAN BPKP PROVINSI NAD KUNJUNGAN PERTAMA (KOTA BANDA ACEH, KABUPATEN ACEH JAYA, DAN KOTA SABANG)

KEPUTUSAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR: 297 / KPTS / M / 2013 TENTANG SATUAN TUGAS PENANGGULANGAN BENCANA DI KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

I. PENDAHULUAN. dan berada di jalur cincin api (ring of fire). Indonesia berada di kawasan dengan

BUPATI BANDUNG BARAT

Disampaikan dalam rangka Sosialisasi Nasional P4-IP di Perkotaan Denpasar, Agustus 2013

KEY PERFORMANCE INDIKATOR NSUP IDB

PNPM MANDIRI PERDESAAN

PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 45 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN UMUM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DASAR BERBASIS MASYARAKAT KABUPATEN TANGERANG TAHUN 2014

BAB IV KONDISI KEMISKINAN DAN LINGKUNGAN MASYARAKAT SERTA PROFIL KELOMPOK SWADAYA MASYARAKAT RUBAH

Membangun BKM. Membangun BKM. Siklus Kegiatan PNPM Mandiri-P2KP. Membangun BKM DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM PERKOTAAN MANDIRI

Kebijakan Safeguard Sosial dan Lingkungan di dalam PNPM MP

BAB I PENDAHULUAN. bencana. Dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan

KEBIJAKAN DAN RENCANA PELAKSANAAN PNPM MANDIRI PERKOTAAN TAHUN Direktur Penataan Bangunan dan Lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya

BAB I PENDAHULUAN. dari 30 gunung api aktif terdapat di Indonesia dengan lereng-lerengnya dipadati

Profil PROGRAM KOTA TANPA KUMUH (KOTAKU) Provinsi Jawa Timur. Kelurahan Gading Kasri - Kota Malang

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan kita, Hal ini berarti

Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni dan Sarana Prasarana Lingkungan

Lampiran Tanggapan Temuan BPKP

LAPORAN UJI PETIK SIKLUS MASYARAKAT KEGIATAN PEMANFAATAN BLM (BANTUAN LANGSUNG MASYARAKAT)

LAPORAN MONITORING DAN EVALUASI KINERJA PINJAMAN DAN HIBAH LUAR NEGERI

BUPATI BINTAN HASIL PERBAIKAN PAK JAROT

BAB I PENDAHULUAN. (Ring of fire) dan diapit oleh pertemuan lempeng tektonik Eurasia dan

Channeling UPS-BKM TATA CARA PELAKSANAAN KEGIATAN PILOT PROGRAM BANTUAN PENDIDIKAN DASAR DEPDIKNAS BEKERJASAMA DENGAN BKM-P2KP

2 2015, No.1443 Pemerintah Pusat Kepada Pemerintah Daerah Dalam Rangka Bantuan Pendanaan Rehabilitasi Dan Rekonstruksi Pascabencana; Mengingat : 1. Un

Yogyakarta, 13 Desember 2013

Peran dan Tanggung Jawab Pelaku Dalam Kegiatan Pengendalian PLPBK

PELAKSANAAN KEGIATAN PROGRAM KOTA TANPA KUMUH (KOTAKU) KABUPATEN SIDOARJO. Provinsi Jawa Timur

No KEGIATAN PELAKU HASIL KETERANGAN

Transkripsi:

PNPM MANDIRI PERKOTAAN Edisi Ke-3, April 2011 Diterbitkan untuk kegiatan: Padat Karya Pemulihan Korban Merapi PEMBERDAYAAN UNTUK KORBAN MERAPI PENGANTAR Erupsi Merapi di Sleman, Jawa Tengah, pada Oktober 2010 menyisakan banyak korban nyawa dan harta, baik akibat awan panas maupun lahar dingin. Dampak fatalnya tidak hanya di daerah Kabupaten Sleman saja, tapi juga hingga Kabupaten Magelang dan Kota Yogyakarta. Tercatat, ribuan rumah, infrastruktur dan areal pertanian di DIY dan sekitarnya mengalami kehancuran. Peristiwa ini menjadi perhatian pemerintah pusat, dalam hal ini Ditjen Cipta Karya-Kementerian Pekerjaan Umum, melalui Program Nasional Pemberdayaan Nasional (PNPM) Mandiri Perkotaan, telah menggulirkan program Padat Karya, atau dikenal dengan istilah Cash for Work (CFW). Program ini bertujuan untuk memberikan pendapatan bagi warga korban Merapi berupa uang tunai guna memulai usaha dan pekerjaan kembali. Program Padat Karya dilaksanakan pada tahap transisi darurat (pemulihan), yang merupakan rangkaian dari tahapan penanganan pasca bencana, didahului oleh tahap tanggap darurat berupa distribusi bantuan pada titiktitik lokasi pengungsi, diakhiri dengan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi rumah rusak berat serta rehabilitasi/rekonstruksi infrastruktur permukiman pada lokasi sasaran. (Redaksi) Diterbitkan oleh: Tim Komunikasi Massa PNPM Mandiri Perkotaan, Konsultan Manajemen Pusat, Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum

SASARAN PADAT KARYA Program Padat Karya dari Kementerian Pekerjaan Umum untuk Merapi dilaksanakan di 39 kelurahan yang tersebar di Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta, serta Kabupaten Magelang. Dana yang disediakan mencapai 1,4 juta dolar AS atau sekitar Rp 12,4 miliar. Dana yang digunakan untuk kegiatan Padat Karya ini, meminjam dana dari Java Reconstruction Fund (JRF) sebesar Rp 1,021 miliar dan loan PNPM Urban I karena Grant PSF No. TF 098870 yang digunakan untuk membiayai program ini baru efektif tanggal 23 Maret 2011. Setelah itu, penggantian akan dilakukan melalui mekanisme reposting. Dana yang dialokasikan untuk Padat Karya ini berasal dari lembaga-lembaga donor yang tergabung dalam PNPM Support Facility (PSF), berupa dana hibah (grants) yang disalurkan melalui mekanisme PNPM Mandiri Perkotaan. Melalui program ini, pemerintah mendorong masyarakat di kelurahan lokasi bencana untuk memulihkanmulihkan kegiatan ekonominyanya dalam tahap transisi darurat. Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah: pembersihan lingkungan, pembersihan sungai, perbaikan rumah rusak ringan, perbaikan jaringan irigasi, perbaikan jalan, dan pekerjaan lain yang diusulkan warga. Setelah berbagai kegiatan di atas selesai, pemerintah berharap bisa segera melakukan relokasi dan membangun kembali permukiman warga dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Untuk diketahui, 39 kelurahan yang mendapat program Padat Karya ini merupakan lokasi dampingan PNPM Mandiri Perkotaan. Karena itu, lokasi sasaran dan penerima manfaat program ini tetap mengutamakan warga miskin. Dari pendataan yang ada, persentase KK miskin terbanyak yang terkena bencana Merapi ada di Kabupaten Magelang Jawa Tengah yakni mencapai 11,19%. Selengkapnya bisa dilihat pada tabel berikut: No Kab/Kota 1 Kab. Sleman 2 Kota Yogyakarta 3 Kab. Magelang Jumlah Kelurahan Penduduk Jml Jml KK KK %- Pddk Miskin 12 148.859 42.850 1.984 4,63% 13 139.828 29.735 1.785 6,00% 14 73.741 20.782 2.325 11,19% 39 362.428 93.367 6.094 7,27% 2 PNPM Mandiri - Perkotaan

Dana program Padat Karya ini disalurkan melalui Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) ke masing-masing Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) di kelurahan yang terkena bencana letusan Gunung Merapi. Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap yang dimulai pada akhir 22 Februari 2011. Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan program ini selesai pada 30 April 2011. Guna memperlancar pelaksanaan di lapangan, KMW PNPM Mandiri Perkotaan mengerahkan seluruh fasilitator kelurahan (faskel) yang ada. Hingga 12 April 2011, pencairan BLM ke rekening BKM sebesar Rp. 4,7 miliar (89,7%), untuk 9 kelurahan di Kabupaten Sleman sebesar Rp. 1,539 miliar, 14 kelurahan di Kabupaten Magelang Rp. 2,120 miliar, dan 8 kelurahan di Kota Yogyakarta Rp. 1,04 miliar. Progres pelaksanaan fisik mencapai 51%. Pemberdayaan Pasca Bencana di Wilayah DIY Pemberdayaan masyarakat di wilayah DIY yang terkena bencana dilakukan melalui 3 tahap. Untuk tahap pertama, ada 5 desa yang menjalankan program Padat Karya. Selanjutnya, untuk tahap kedua ada 10 kelurahan, dan tahap ketiga ada 10 kelurahan. Program ini dimulai dengan sosialisasi, peningkatan kapasitas UPL/UPS, pembentukan Pokja Padat Karya, review Renta dan penyusunan proposal, pengajuan pencairan dana, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi dan pelaporan. Setelah dana dicairkan ke rekening LKM/BKM, langkah berikutnya adalah pemanfaatan dana. Data realisasi pencairan BLM untuk program Padat Karya ini bisa dilihat pada tabel berikut: KEGIATAN PADAT KARYA KAB. SLEMAN KOTA YOGYAKARTA TOTAL TAHAP 1 1,021,502,500 1,021,502,500 TAHAP 2 518,310,000 660,000,000 1,178,310,000 TAHAP 3 375,000,000 545,000,000 920,000,000 JUMLAH (Rp) 3,119,812,500 Pemberdayaan Pasca Bencana di Wilayah Jawa Tengah Pemberdayaan masyarakat di wilayah DIY yang terkena bencana dilakukan melalui 2 tahap. Untuk tahap 1, ada 8 desa yang menjalankan program Padat Karya. Sementara itu, untuk tahap 2, ada 6 desa yang menjalankan program ini. Total pencairan dana BLM kepada BKM bisa dilihat pada tabel berikut ini: KEGIATAN PADAT KARYA PENCAIRAN TAHAP 1 1,047,100,000 TAHAP 2 1,052,900,000 JUMLAH (Rp) 2,100,000,000 (Wildan) Pelaksanaan Padat Karya di desa Hargo Binangun, desa Giri Kerto dan desa Wonokerto PNPM Mandiri - Perkotaan 3

SIKLUS TAHAP TRANSISI DARURAT (TAHAP PEMULIHAN) Bencana Merapi telah membuat masyarakat kehilangan tempat tinggal dan harta benda yang dimiliki, sehingga masyarakat dihadapkan pada pilihan menjadi pengungsi yang harus siap dengan segala keterbatasan. Kondisi ini tentunya membutuhkan perhatian banyak pihak termasuk pemerintah. Dari keadaan inilah Ditjen Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum meluncurkan Program Padat Karya atau Cash for Works yang merupakan satu tahap dari 3 tahap upaya penanganan pasca bencana. Tahap ini dinamakan Tahap Transisi Darurat (Pemulihan). Titik berat kegiatan pada tahap ini adalah upaya pembersihan dan perbaikan darurat terhadap prasarana dan sarana umum, bangunan umum dan lahan-lahan pertanian rakyat. Periode pelaksanaan program Padat Karya ini dimulai pertengahan bulan Februari hingga April 2011, dengan fokus kegiatan pembersihan lingkungan, pembersihan sungai, perbaikan rumah rusak ringan, perbaikan jaringan irigasi, perbaikan jalan, dan pekerjaan lain yang diusulkan warga. Program Padat Karya dilakukan melalui tahapan (siklus) kegiatan di masyarakat yang bertujuan agar pemulihan berkelanjutan dan siap masuk pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Melalui siklus ini, pemerintah berharap masyarakat lebih terlibat dalam pemulihan kondisi pasca bencana. Pelaksanaan siklus dimotori oleh Lembaga atau Badan Keswadayaan Masyarakat (LKM/ BKM). Secara lengkap, siklus tahap transisi darurat dapat dilihat pada bagan ini: Siklus Tahap Transisi Darurat Tahap awal kegiatan program Padat Karya adalah sosialisasi kegiatan dan pendaftaran tenaga kerja. Sosialisasi yang bertujuan untuk memberikan informasi dan pemahaman tentang program ini, dilakukan di tingkat kecamatan sampai tingkat kelurahan secara berjenjang. Sosialisasi dihadiri oleh berbagai unsur antara lain, Team Leader Konsultan Manajemen Wilayah (KMW), Tenaga Ahli KMW, Koordinator Kota, camat, PJOK, kepala desa/lurah, dan masyarakat lainnya. 4 PNPM Mandiri - Perkotaan

Debu Merapi di Muntilan by Trisnadi-AP Photo Pada tahap sosialisasi ini disepakati beberapa hal: Sosialisasi kegiatan dan pendaftaran tenaga kerja tingkat desa, penguatan kapasitas UPS/UPL, pembentukan Pokja Padat Karya;, review Renta dan proposal kegiatan, pengajuan pencairan dana hibah, serta pelaksanaan, pengawasan, evaluasi, dan pelaporan. Tahap berikutnya adalah penguatan kapasitas terhadap Unit Pengelola Lingkungan (UPL) dan Unit Pengelola Sosial (UPS) yang nantinya akan mengelola keberlanjutan kegiatan pembangunan hasil program padat karya ini. Penguatan kapasitas ini dilakukan oleh Fasilitator Infrastruktur dengan keluaran UPL dan UPS mampu memfasilitasi pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Padat Karya dan rencana/ jadwal pembentukan Pokja Padat Karya. Selain UPL dan UPS, pelatihan ini juga melibatkan relawan masyarakat. Pasca pengembangan kapasitas UPL/UPS/Relawan dibentuk Pokja secara musyawarah yang difasilitasi oleh LKM. Pokja tersebut akan memverifikasi usulan kegiatan yang sudah ditetapkan. Langkah selanjutnya, LKM/BKM melakukan review terhadap Rencana Tahunan (Renta) Penanggulangan Kemiskinan. Bencana Merapi tentunya berdampak pada kebutuhan akan perencanaan baru yang tidak tercantum dalam Renta sebelumnya, yang diikuti dengan penyusunan proposal secara rinci oleh Pokja didampingi oleh UPL dan UPS. Setelah proposal kegiatan tersusun dan telah diverifikasi oleh LKM/BKM, tahap berikutnya adalah pengajuan dana. Proses pengajuan dokumen pencairan dana yang sudah ditandatangani PJOK dan Satker Provinsi diajukan ke KPPN Provinsi, selanjutnya dana akan ditransfer ke rekening BKM/ LKM. Realisasi pendanaan dilakukan BKM ke Pokja secara bertahap. Sedangkan pelaksanaan kegiatan, pengawasan dan evaluasi merupakan tahap berikutnya. Tahapan ini dilakukan selama 60 hari, dengan harapan masyarakat bisa mendapatkan manfaat untuk meningkatkan taraf kehidupannya pasca bencana Merapi. (Tries) PNPM Mandiri - Perkotaan 5

A. KEGIATAN TERBESAR Sesuai namanya, Kelompok Kerja (Pokja) Tirta Lancar, Desa Gandasuli, Kabupaten Magelang mengerjakan pembersihan saluran irigasi guna memperlancar aliran air, dalam program Padat Karya pemulihan. Pokja ini mendapatkan alokasi Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) sejumlah Rp.28.737.000 untuk membersihkan Saluran Irigasi yang berlokasi di lingkungan Ngipik, Randukuning, Ngablak, Ngemplak, Krandon, Saran,Turen, Bandongan, Carikan, Daleman, Watusari, dan Kalibiru dengan total volume sepanjang 16.950 meter. Luar biasanya, pembersihan irigasi sepanjang hampir 17 km ini berlangsung hanya selama 7 hari kerja, dengan melibatkan 779 orang, 208 di antaranya adalah perempuan, dan hampir 90%-nya tergolong warga miskin (748 orang). Mayoritas dari mereka adalah para korban bencana letusan Merapi. RAMAI-RAMAI PULIHKAN DESA B. MEMBERSIHKAN SALURAN UNTUK MEMPERLANCAR SALURAN AIR Kegiatan Padat Karya adalah masa transisi sebelum rehabilitasi dan rekonstruksi rumah serta bangunan, sehingga nuansa kegiatan yang tampak adalah kegiatan bersih-bersih. Sebut saja kegiatan pembersihan Saluran Irigasi di Desa Keji agar air mengalir lagi ke sawah ladang penduduk. Mengalirnya air (bahasa Jawa: Mili) bagi warga bermakna melancarkan kembali mata pencarian yang mayoritas adalah petani. Aktivitas membersihkan saluran air bersih di Desa Keji dilaksanakan oleh Pokja Banyu Mili Desa Keji, dengan alokasi BLM sebesar Rp.22.465.500. Pembersihan Saluran Irigasi yang berlokasi di Dusun Wonoboyo dan Padan dengan volume 6.005 meter dikerjakan selama 6 hari kerja. Proyek ini melibatkan 605 orang, yang 183 orang di antaranya adalah perempuan dan 531 orang di antaranya termasuk warga miskin. 6 PNPM Mandiri - Perkotaan

C. PEREMPUAN SEBAGAI BAGIAN DARI KUNCI PERUBAHAN Mirip dengan pembersihan irigasi di Desa Keji, Pokja Bina Umat 1 di Desa Menayu, Kabupaten Magelang mendapatkan alokasi BLM sebesar Rp.3.610.500, bertugas membersihkan saluran irigasi yang menghubungkan sawah dan ladang di Dusun Kepanjen, Menayu, Sorogenen, Jambean dengan volume 478 meter dikerjakan selama 4 hari kerja. Sesuai dengan populasi di lokasi tersebut, 86 orang warga terlibat dalam pengerjaan dengan partisipan perempuan lebih dari separuhnya (53 orang). Hampir seluruh pelaksana kegiatan itu adalah warga miskin (80 orang). Keterlibatan perempuan diharapkan mampu membuat kegiatan lebih sensitif terhadap peran perempuan dalam pengambilan keputusan, pengerjaan dan kemanfaatan. Perubahan sosial tidak akan sempurna tanpa keterlibatan perempuan. D. PARTISIPASI MASYARAKAT TERBESAR Pokja Mandiri Lestari, Desa Sokorini, Kabupaten Magelang dalam Program Padat Karya mendapatkan alokasi BLM sebesar Rp.22.465.500 guna melaksanakan membersihkan jalan dan saluran drainase yang menghubungkan Dusun Slokopan, Kedungkayang, Soko I, Soko II, Curah II, Curah III, dengan volume 11.480 m (11, 4 km). Pekerjaan ini dikerjakan selama 3 hari kerja non stop. Partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan di Desa Sokorini tercatat yang paling besar di antara kegiatan-kegiatan yang lain. Sejumlah 1.589 orang bergotong-royong membersihkan jalan dan saluran air yang berlokasi di sekitar tempat mereka berdomisili. Kegiatan ini melibatkan 579 orang perempuan dan 1.419 orang warga miskin. (Tommy) PNPM Mandiri - Perkotaan 7

POJOK FOTO BENCANA MERAPI Merapi Hazard Area Armada Pengiriman bantuan Mobil Sehat dan Tim Medis bantuan Posko di kantor Korkot Klaten Di data dulu sebelum dikirim Relawan-relawan dari fasilitator Personal Posko Faskel memilah-milah barang yang akan dikirim Mengirim sesuai kebutuhan Kuli Tinta di tengah-tengah pengungsi (Foto Oleh: Lusia Dwi Wuryani) SUSUNAN REDAKSI Penanggung Jawab : PMU P2KP Kementerian PU Pengarah : SNVT PBL Ditjen Cipta Karya Pemimpin Redaksi: Mita Apriani Wakil Pemimpin Redaksi : Usman Hermanto Redaktur Pelaksana : Iroh R. Fatah Editor : Alfita Moeljadi dan Nina F Penulis : Tommy R., Tristiani, Wildan Data & Informasi : Edwan, Heru, Sutadi, Damar Desainer Grafis : Ariobroto, Ferry 8 PNPM Mandiri - Perkotaan