NUGROHO ~ Jurnal Ilmiah Pendidikan ISSN : (Hal : 40 45)

dokumen-dokumen yang mirip
PENGEMBANGAN BUKU PANDUAN UNTUK GURU DALAM MERENCANAKAN PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS BLENDED LEARNING MENGGUNAKAN MOODLE

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS HYBRID LEARNING UNTUK MENINGATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA SMP NEGERI 6 AMBON

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR (LKS) E-LEARNING BERBASIS MOODLE SEBAGAI PENUNJANG PEMBELAJARAN FISIKA DALAM MATERI TERMODINAMIKA DI SMA ABSTRAK

Mayya Muwallidah 1, Retna Ngesti Sedyati 1, Hety Mustika Ani 1 1 Program Studi Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jember

BUKU PANDUAN PENGGUNAAN MODULAR OBJECT-ORIENTED DYNAMIC LEARNING ENVIRONMENT (MOODLE)

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan project based learning. Bahan ajar yang dikembangkan berupa RPP

BAB III METODE PENELITIAN. Development). Penelitian ini berjudul Pengembangan LKPD IPA tema

PENGEMBANGAN EVALUASI DAN PENUGASAN ONLINE BERBASIS E-LEARNING DENGAN MOODLE PADA MATA KULIAH MEDIA PEMBELAJARAN ILMU KOMPUTER

Pengembangan E-learning Menggunakan LMS (Learning Management System) untuk Mahasiswa Pendidikan Fisika

BUKU PANDUAN PENGGUNAAN MODULAR OBJECT-ORIENTED DYNAMIC LEARNING ENVIRONMENT (MOODLE)

Pengembangan LMS (Learning Management System) Berbasis Web untuk Mengukur Pemahaman Konsep dan Karakter Siswa

Implementasi Blended Learning Dr. Sentot Kusairi, M. Si. Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA UM Pendahuluan Dewasa ini perkembangan teknologi

BAB IV HASIL PENGEMBANGAN. Dalam bab ini disajikan tiga hal pokok, yaitu : (1) pengembangan

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBANTUAN KOMPUTER PADA MATERI DIAGRAM VENN UNTUK SISWA KELAS VII SMP

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Untuk menghindari berbagai penafsiran terhadap definisi yang digunakan

PENGEMBANGAN MODUL MATERI FUNGI BERBASIS HASIL PENELITIAN UNTUK SISWA KELAS X SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA)

Oleh : Yulistiana Nindi Nur Imawati, Universitas Negeri Yogyakarta,

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS WEB MATERI SISTEM PERNAPASAN KELAS XI IPA SMA AL-RIFA IE GONDANGLEGI-MALANG

PENGEMBANGAN MEDIA ANIMASI KEMAGNETAN DAN INDUKSI ELEKTROMAGNETIK DENGAN PROGRAM SWISHMAX SEBAGAI SARANA BELAJAR SISWA SMP/MTS KELAS IX

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA BERBASIS SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT POKOK BAHASAN GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK UNTUK KELAS X SMAN 10 MALANG

Ramona Safitri, M. Arifuddin Jamal, dan Abdul Salam M. Program Studi Pendidikan Fisika FKIP UNLAM Banjarmasin

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian pada skripsi ini adalah penelitian pengembangan, model yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Cipti Januarita 1, Dwi Haryoto 2, Yudyanto 3 Jurusan Fisika FMIPA, Universitas Negeri Malang

BAB V PEMBAHASAN. A. Proses Pengembangan Perangkat Pembelajaran. (define), perancangan (design), pengembangan (development), dan penyebaran

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN APLIKASI BERBASIS WEB PADA MATERI BIOLOGI SEMESTER GENAP UNTUK SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 BATU

PETUNJUK CARA PENGGUNAAN E SEMKA, E-LEARNING SMKN 1 SATUI

PANDUAN PEMBUATAN KONTEN E LEARNING LENGKAP

BAB III METODE PENELITIAN. adalah Research and Development (R&D) sesuai dengan Thiagarajan, et. all.,

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS LEARNING MANAGEMENT SYSTEM (LMS) PADA MATERI SENYAWA KARBON UNTUK SMA KELAS XII

PENGEMBANGAN MODUL MATERI BENTUK PANGKAT DAN AKAR KELAS X UNTUK PEMBELAJARAN DENGAN METODE PENEMUAN TERBIMBING

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA SMA UNTUK TOPIK SUHU DAN KALOR MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY DENGAN METODE PICTORIAL RIDDLE

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Dunia pendidikan di Indonesia sedang menuju pada suatu perubahan besar.

PENGEMBANGAN WEBSITE OFFLINE INTERAKTIF BERBASIS CLAROLINE POKOK BAHASAN OPTIKA FISIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN FISIKA DASAR MAHASISWA FISIKA

DAFTAR ISI. Persetujuan Pernyataan Penghargaan Abstrak Abstract Daftar Isi Daftar Tabel Daftar Gambar

Mengapa menggunakan ICT. Bagaimana level kompetensi ICT bagi seorang guru? Pemanfaatan ICT untuk Pembelajaran 5/24/12. Learning: dahulu vs sekarang

BAB III METODE PENELITIAN

PENGEMBANGAN HYBRID MODUL PEMBELAJARAN PECAHAN SESUAI STANDAR PROSES PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DALAM KTSP. Oleh:

E-LEARNING PETUNJUK UNTUK SISWA

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian Research and Development (R & D). Menurut Sugiyono (2011: 333),

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS HYBRID LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI

BAB III METODE PENELITIAN. Non Equivalent Control-Group Pretest-Posttest design. (Isaac & Michael, Tabel 3.1 Desain Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. mempelajari fenomena alam, fisika juga memberikan pelajaran yang baik kepada

BAB III METODE PENELITIAN. untuk memahami, memecahkan, dan mengantisipasi masalah dalam bidang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Research and Development (R&D)

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pada penggunaan e-learning berbasis Moodle pada pembelajaran Cahaya dengan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

Open Source Bagi Guru-Guru SMK di Kabupaten Kulon Progo.

PENGEMBANGAN MODUL MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS E-LEARNING PADA POKOK BAHASAN BESARAN DAN SATUAN DI SMA

ARTIKEL ILMIAH FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JAMBI AGUSTUS, Euis Sugiarti : Mahasiswa FKIP Universitas Jambi Page 1

DAFTAR ISI. Pemanfaatan Model Blended Learning Berbasis Online Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa Pada Mata Kuliah Kurikulum Dan Pembelajaran

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PENGEMBANGAN LKS MATEMATIKA MENGGUNAKAN STRATEGI PEMECAHAN MASALAH POLYA MATERI KELILING DAN LUAS LINGKARAN KELAS VIII SEMESTER II SMP

BAB I PENDAHULUAN. digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

Pengembangan modul berbasis discovery learning untuk meningkatkan pemahaman konsep

BLENDED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN IKATAN KIMIA

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan dan

BAB III METODE PENELITIAN. Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah Lembar Kegiatan

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATERI BUNYI UNTUK SISWA SMP MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA FISIKA BERORIENTASI KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DI SMPN 13 BANJARMASIN

BAB II LANDASAN TEORI...

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan Research and Development (R&D). Maksud

THE DEVELOPMENT OF ACCOUNTING LEARNING MEDIA USING LECTORA INSPIRE IN FINANCIAL STATEMENT TOPIC OF GRADE X AT SMK NEGERI 1 MALANG

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS E-LEARNING PADA MATERI HIDROKARBON DAN MINYAK BUMI KELAS X SEMESTER 2

DESAIN MEDIA PEMBELAJARAN IPA TERPADU DENGAN MEMANFAATKAN MOODLE UNTUK DITERAPKAN PADA BLENDED LEARNING DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

BAB III METODE PENELITIAN. produk tertentu, dan menguji keefektifan. Orientasi dari penelitian dan

Kata kunci: Perangkat pembelajaran, keterampilan berkomunikasi, pembelajaran diskusi kelas

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN PROYEK BERBASIS IT PADA POKOK BAHASAN PERPINDAHAN KALOR DI SMA. Syitaul Umaha, Sri Wahyuni, Subiki

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan atau Research and

ISSN Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika (KARMAPATI) Volume 3, Nomor 1, Maret 2014

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS Inquiry dan Local material MATERI POKOK SISTEM KOORDINASI KELAS XI IPA 2 MA NEGERI PRAMBON NGANJUK

BAB III METODE PENELITIAN

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DENGAN SERIOUS GAME MATA PELAJARAN KIMIA. Agung Panji Sasmito, Heru Wahyu Herwanto

Pengembangan Modul Elektronik Berbasis 3D Pageflip Professional

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY (ICT) MATERI LISTRIK DINAMIS UNTUK SISWA SMA KELAS X

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODUL DENGAN PENDEKATAN CTL TERHADAP KEBERHASILAN PENGAJARAN REMEDIAL KELAS VIII

BAB I PENDAHULUAN. tahun ajaran 2013/2014. Pencapaian tujuan dari Kurikulum 2013

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF PADA MATERI SUHU DAN KALOR DI SMK FARMASI ISFI BANJARMASIN

Novita Uswatun Khasanah, Widjianto, dan Nuril Munfaridah Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang

BAB III METODE PENELITIAN. adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development/ R&D).

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa SMP kelas VIII ini

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI. Aplikasi E-Learning semacam ini pernah dibuat oleh Sdr. Rendra

BAB III METODE PENELITIAN A.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. trigonometri. Tahap-tahap yang digunakan dalam pengembangan ini adalah

PANDUAN PENERAPAN E-LEARNING BERBASIS RUMAH BELAJAR (JEJAK BALI) PROVINSI BALI

Analisis keterlaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) pada materi ajar IPA SMP Kelas VIII SMP Negeri 3 Madiun

PENGEMBANGAN SUMBER BELAJAR DIGITAL BERBASIS WEB PADA MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO TERANIMASI PADA MATERI ELASTISITAS UNTUK SISWA KELAS X SMA

PENGEMBANGAN E-MODUL ONLINE ELEKTRONIKA ANALOG PADA PENDIDIKAN JARAK JAUH. Suwasono

Transkripsi:

PENGEMBANGAN WEBSITE BERBASIS MOODLE MELALUI BLENDED LEARNING UNTUK MENGEFEKTIFKAN KETERAMPILAN PROSES DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS X SMK Maospati FUJI EKA ARIYANTI STKIP Doktor Nugroho Magetan email: Fujimiyamato@gmail.com ABSTRAK- Hasil observasi yang dilakukan di SMK Maospati, sekolah telah dilengkapi dengan fasilitas Hotspot Area, 97% siswa menyatakan bahwa siswa sering menggunakan internet dalam mencari informasi untuk mengerjakan tugas dan seluruh siswa lebih senang jika guru biologi memanfaatkan komputer (power point, animasi, video, film) dan internet ketika menerangkan materi pelajaran biologi. Akan tetapi, 38% siswa menyatakan bahwa dalam proses pembelajaran guru hanya mengambil materi dari buku KTSP, 53% siswa menyatakan bahwa guru masih menggunakan metode dan stategi pembelajaran konvensional atau ceramah, dan menurut 75% siswa tugas-tugas biologi yang diberikan lebih sering dikumpulkan secara langsung kepada guru sewaktu di sekolah. Penelitian pengembangan ini bertujuan mengembangkan website berbasis moodle melalui blended learning untuk mengefektifkan keterampilan proses dan hasil belajar kognitif siswa kelas X SMK Maospati. Tujuan khusus yang akan dicapai dari pengembangan blended learning yang akan dilakukan adalah untuk menghasilkan produk berupa materi keanekaragaman hayati dalam bentuk website berbasis moodle. Hasil analisis data skor penilaian validasi ahli materi terhadap Buku Elektronik (E-Book) menunjukkan bahwa secara keseluruhan materi keanekaragaman hayati berkategori sangat baik dan diputuskan tidak revisi. Hasil analisis data skor penilaian ahli pembelajaran menunjukkan nilai <p> sebesar 92,24% (>85%) untuk silabus, 90,73% (>85%) untuk RPP, 91,67% (>85%) untuk LKS, 95% (>85%) untuk soal tes kognitif dan soal tes keterampilan proses. Penilaian <p> pada lembar validasi oleh ahli praktisi lapangan menunjukkan nilai <p> sebesar 100% (>85%) untuk silabus, 95,56% (>85%) untuk RPP, 100% (>85%) untuk LKS, 100% (>85%) untuk soal tes kognitif dan soal tes keterampilan proses. Hal tersebut menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran keanekaragaman hayati tumbuhan oleh ahli pembelajaran dan praktisi lapangan kategori sangat baik sehingga keputusan ujinya tidak revisi. Implementasi website berbasis moodle melalui blended learning pada materi keanekaragaman hayati tumbuhan Kelas X5 menunjukkan bahwa hasil gain rata-rata aktual maksimum <g> sebesar 0,64 untuk keterampilan proses dan 0,56 untuk hasil belajar kognitif siswa. Kelas X4 menunjukkan <g> sebesar 0,67 untuk keterampilan proses dan 0,31 untuk hasil belajar kognitif siswa. Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa perangkat pembelajaran keanekaragaman hayati dikembangkan memiliki tingkat keefektifan yang medium terhadap keterampilan proses dan hasil belajar kognitif siswa. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan yang telah dilaksanakan, beberapa saran pemanfaatan yang dapat disampaikan adalah sebelum menggunakan Website Berbasis Moodle dalam pembelajaran sebaiknya guru dan siswa sudah memahami cara penggunaan Website Berbasis Moodle. Saran pengembangan lebih lanjut antara lain: (1) tahap uji coba perlu dilakukan pada keseluruhan kompetensi dasar yang telah dikembangkan untuk mengetahui keefektifan perangkat pembelajaran; (2) pengembangan lebih lanjut perlu dikaji dan dikembangkan untuk seluruh materi pada kelas X atau bahkan dapat dikembangkan lebih lanjut untuk semua tingkat pada jenjang SMK. Tahapan diseminasi dilakukan sesudah semua tahapan penelitian selesai dilaksanakan. Berkaitan dengan keterbatasan yang ada, tahapan diseminasi tidak dilakukan pada penelitian ini. Kata Kunci: Perangkat Pembelajaran, Keterampilan Proses, Hasil Belajar Kognitif, Keanekaragaman Hayati Tumbuhan. 40

PENDAHULUAN Penggunaan teknologi dan pembelajaran online dalam dunia pendidikan telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Strategi pembelajaran blended learning memungkinkan siswa dapat saling berinteraksi dalam bentuk diskusi dengan informasi yang didapatnya dari berbagai sumber baik dalam kelas maupun di luar kelas secara berkesinambungan sehingga kemampuan berpikir tingkat tinggi khususnya berpikir kritis siswa dapat dikembangkan (Garrison dan Kanuka, 2004). Beberapa keuntungan pemanfaatan blended learning dalam pembelajaran di antaranya adalah sebagai berikut: (1) Siswa leluasa untuk mempelajari materi pelajaran secara mandiri memanfaatkan materi-materi yang tersedia secara online, (2) Siswa dapat melakukan diskusi dengan guru atau siswa lain di luar jam tatap muka, (3) Kegiatan pembelajaran yang dilakukan siswa di luar jam tatap muka dapat diadministrasikan dan dikontrol dengan baik oleh guru, (4) Guru dapat menambahkan materi pengayaan melalui fasilitas internet, (5) Guru dapat meminta siswa membaca materi atau mengerjakan tes yang dilakukan sebelum pembelajaran, (6) Guru dapat menyelenggarakan kuis, memberikan balikan, dan memanfaatkan hasil tes dengan efektif, dan (7) Siswa dapat saling berbagi file dengan siswa lain. Penelitian ini dilakukan dengan membuat mengembangkan website berbasis moodle melalui pembelajaran blended learning untuk mengefektifkan keterampilan proses dan hasil belajar kognitif pada materi keanekaragaman hayati. Sistem yang dikembangkan dapat digunakan sebagai sarana yang menunjang proses pembelajaran tidak hanya mengimplementasikan materi ajar pada web, tetapi juga menciptakan skenario pembelajaran dengan matang untuk mengundang keterlibatan siswa secara aktif dan konstruktivis dalam proses pembelajaran. METODE Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (research and development) yaitu pengembangan perangkat pembelajaran keanekaragaman hayati tumbuhanyang mengadaptasi proses perancangan pengajaran Kemp yang terdiri dari tahap: (1) analisis kebutuhan; (2) menentukan tujuan umum dan pokok bahasan; (3) analisis karakteristik siswa; (4) menentukan isi materi ajar; (5) menyatakan tujuan pembelajaran; (6) merancang kegiatan belajar-mengajar; (7) memilih sumber pengajaran; (8) merinci pelayanan penunjang; (9) mengevaluasi hasil belajar; (10) memberikan uji awal kepada siswa. Uji coba produk hasil pengembangan meliputi dua tahapan yaitu tahap validasi dan tahap implementasi. Validasi dilaksanakan dalam beberapa tahapan yaitu validasi materi, validasi ahli pembelajaran, dan validasi praktisi lapangan.validator pada penelitian ini terdiri daridr. Fatchur Rohman, M.Si. (Ahli materi), Dr. Ibrohim, M.Si. (Ahli pembelajaran) sedangkanlapangan sebagai validator adalah Naning Wahyuni, S.Si, Mp.Implementasi Perangkat pembelajarandilaksanakan pada dua kelas yaitu kelas X5 dan X4 SMK Maospati. Data yang diperoleh dari hasil uji coba perangkat pembelajaran berupa data kualitatif dan kuantitatif.data kualitatif berupa saran dan kritik dari validator ahli materi, ahli pembelajaran dan praktisilapangan.data kuantitatif diperoleh dari data hasil penilaian menggunakan lembar validasi Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar validasi materi, perangkat pembelajaran, lembar praktisi lapangan,serta tes. Analisis data berupa analisis deskriptif untuk data hasil validasi perangkat pembelajaran dan analisis gain score untuk data hasil implementasi. HASIL PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN 1. Hasil Validasi Data hasil validasi meliputi hasil ahli materi, hasil ahli pembelajaran, hasil praktisi lapangan. Tabel 1. Hasil Analisis Data Hasil Validasi Ahli Materi No Materi Keanekaragaman P (%) Kategori Keputusan Uji 41

Hayati 1 Pengorganisasian Isi Pelajaran 94,64 Sangat Baik 2 Penyajian Isi 100 Sangat Materi Baik Pembelajaran 3 Kelayakan Isi 96,88 Sangat Baik Tabel 1 menunjukkan hasil perhitungan persentase penilaian <p> materi keanekaragaman hayati tumbuhan oleh ahli materisecara keseluruhan materi keanekaragaman hayati berkategori sangat baik dan diputuskan tidak revisi. Hasil penilaian oleh ahli pembelajaran secara lengkap disajikan pada Tabel 2. Tabel 2.Hasil Analisis Data Hasil Validasi Ahli Pembelajaran N Kate o gori Perangkat pembelajar an keanekara gaman hayati p (% ) 1 Silabus 92, 24 Sanga 2 RPP 90, Sanga 73 3 LKS 91, Sanga 67 4 Soal tes 95 Sanga kognitif 5 Soal tes 95 Sanga keterampil an proses Keput usan Uji Tabel 2 menunjukkan bahwa secara umum jika dilihat dari desain pembelajaran yang dikembangkan, perangkat pembelajaran keanekaragaman hayati telah layak digunakan dalam pembelajaran. Hasil penilaian oleh praktisilapangan secara keseluruhan terhadap perangkat pembelajaran keanekaragaman hayati tumbuhan dapat disajikan pada Tabel 3. Tabel 3. Hasil Analisis Data Hasil Validasi Praktisi Lapangan N Perangkat p Kateg o pembelajar (% ori an ) keanekarag aman hayati 1 Silabus 100 Sanga 2 RPP 95, Sanga 56 3 LKS 100 Sanga 4 Soal tes 100 Sanga kognitif 5 Soal tes keterampil an proses 100 Sanga Keput usan Uji Tabel 3 menunjukkan analisis data hasil penilaian oleh praktisi lapangan menunjukkan bahwa secara umum jika dilihat dari desain pembelajaran yang dikembangkan, perangkat pembelajaran keanekaragaman hayati telah layak digunakan dalam pembelajaran 2. Hasil Implementasi Perangkat pembelajaran Data implementasi perangkat pembelajaran berupa data pretest dan posttest dianalisis tingkat keefektifannya dengan menghitung nilai gain score yang akan disajikan pada Tabel 5 dan 6 Tabel 5. Hasil Analisis Gain Score Implementasi Perangkat Pembelajaran kelas X5 No Aspek (g) Kategori Keefetifan 1 Keterampilan 0.64 Medium Proses 2 Hasil Belajar 0.56 Medium Kognitf Implementasi perangkat pembelajaran pada materi keanekaragaman hayati tumbuhan kelas X5 menunjukkan bahwa hasil gain ratarata aktual maksimum <g> sebesar 0,64 untuk keterampilan proses dan 0,56 untuk hasil belajar kognitif siswa. Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa perangkat pembelajaran keanekaragaman hayatidikembangkan memiliki tingkat keefektifan yang medium terhadap 42

keterampilan proses dan hasil belajar kognitif siswa. Tabel 6. Hasil Analisis Gain Score Implementasi Perangkat Pembelajaran kelas X4 No Aspek (g) Kategori Keefetifan 1 Keterampilan 0.67 Medium Proses 2 Hasil Belajar 0.31 Medium Kognitf Implementasi perangkat pembelajaran pada materi keanekaragaman hayati tumbuhan kelas X4 menunjukkan bahwa hasil gain ratarata aktual maksimum <g> sebesar 0,67 untuk keterampilan proses dan 0,31 untuk hasil belajar kognitif siswa. Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa perangkat pembelajarankeanekaragaman hayatidikembangkan memiliki tingkat keefektifan yang medium terhadap keterampilan proses dan hasil belajar kognitif siswa. Rata-rata capaian nilai pretest dan postest siswa pada kelas X5 dapat diilustrasikan pada Gambar 1 sedangkan rata-rata capaian nilai pretest dan postest siswa pada kelas X4 dapat diilustrasikan pada Gambar 2. 80 60 40 20 0 50 40 30 20 10 0 PRETEST POSTEST Gambar 1. Rata-Rata Pretest dan Postest Keterampilan Proses dan Hasil PRETEST POSTEST Belajar Siswa Kelas X5 Pada Materi Keanekaragaman Hayati Gambar 2. Rata-Rata Pretest dan Postest Keterampilan Proses Siswa Kelas X4 Pada Materi Keanekaragaman Hayati KAJIAN DAN SARAN 1. Kajian Produk yang Telah Direvisi 1. Produk dan Spesifikasi Website Berbasis Moodle Produk akhir dari penelitian dan pengembangan ini adalah Website Berbasis Moodle. Pembuatan Website Berbasis Moodle ini didasarkan pada permasalahan pemanfaatan ICT. Website Berbasis Moodle ini dibuat dengan tujuan membelajarkan biologi melalui blended learning. Pembelajaran biologi melalui blended learning dilakukan dengan kegiatan tatap muka, offline, dan online dengan memanfaatkan Website Berbasis Moodle. Guru dapat memanfaatkan fasilitas wi-fi di sekolah dengan baik selama kegiatan pembelajaran, sehingga penggunaan internet untuk hal di luar pelajaran bisa diminimalisir. Pengembangan Website Berbasis Moodle merupakan pengembangan bahan ajar dan media pembelajaran yang memanfaatkan jaringan internet. Karakteristik khusus Website Berbasis Moodle yaitu sebagai berikut. a. Penyajian materi pembelajaran dilakukan dengan menayangkan materi secara tekstual maupun audio visual. b. Siswa dapat mengakses materi pembelajaran secara tidak berurutan. c. Interaksi antara siswa dengan guru dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Website Berbasis Moodle ini berbeda dengan website lain seperti blogger yang hanya dapat menyajikan materi. Pada Website Berbasis Moodle terdapat fitue chatting, discussion forum, dan assignment. Berikut di bawah ini draf 43

Website Berbasis Moodle yang telah dikembangkan. a. Identitas Produk 1) Bentuk : Aplikasi web (non cetak) 2) Judul : E- learning Biology 3) Sasaran : Siswa SMK kelas X 4) Nama Perancang : Fuji Eka Ariyanti 5) Sofware Aplikasi : LMS Moodle 1.9 b. Komponen Produk 1) Halaman Depan. Pada halaman depan ini siswa dapat mengetahui tujuan penggunaan website. 2) Halaman Login. Fungsi halaman ini adalah memberikan akses login kepada semua pengguna dan memberikan informasi umum. 3) Halaman Menu Utama. Pada halaman menu utama berisi materi-materi berupa web, materi power point, e- book dan video yang harus diakses siswa. 4) Halaman Chat Room. Pada fitur chatroom ini siswa dapat melakukan kegiatan chatting dengan siswa lain dan guru. 5) Halaman Discussion Forum. Pada halaman ini siswa dapat memberikan pendapatnya berdasarkan topik yang diberikan pada halaman tersebut. 2. Kelayakan Website Berbasis Moodle Berdasarkan hasil validasi yang dilakukan oleh validator ahli tentang kelayakan Website Berbasis Moodle, nilai yang didapatkan yaitu untuk perangkat pembelajaran, untuk materi keanekaragaman hayati, dan untuk website. Sehingga Website Berbasis Moodle dikatakan valid atau layak. Kelebihan dari moodle adalah: (1) sederhana, efisien, ringan dan kompatibel dengan banyak browser, (2) mudah cara instalasinya serta mendukung banyak bahasa, (3) tersedianya manajemen situs untuk pengaturan situs keseluruhan, mengubah theme, menambah module, (4) tersedianya manajemen pengguna, (5) manajemen kursus, penambahan jenis kursus, pengurangan, atau pengubahan kursus, (6) modul chat, modul pemilihan (polling), modul forum, modul untuk jurnal, modul untuk kuis, modul untuk survai dan workshop, (7) free dan open source software. Kekurangan dari Website Berbasis Moodle, antara lain: (1) materi yang disajikan dalam Website masih terbatas pada materi keanekaragaman hayati. dan (2) uji coba tahap pengembangan Website Berbasis Moodle masih terbatas pada uji coba skala kecil. 2. Saran Pemanfaatan, Pengembangan Produk Lebih Lanjut, dan Diseminasi a. Saran Pemanfaatan Sebelum menggunakan Website Berbasis Moodle dalam pembelajaran sebaiknya guru dan siswa sudah memahami cara penggunaan Website Berbasis Moodle. b. Saran Pengembangan Lebih Lanjut Saran pengembangan produk lebih lanjut dapat dikemukakan sebagai berikut. a. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui pengaruh Website Berbasis Moodle terhadap keterampilan proses dan hasil belajar dalam penerapan pembelajaran di kelas blended learning jika dibandingkan dengan pembelajaran tatap muka (face to face). b. Perlu adanya studi tentang penggunaan Website Berbasis Moodle dalam skala luas. c. Saran Diseminasi Tahapan diseminasi dilakukan sesudah semua tahapan penelitian selesai dilaksanakan. Berkaitan dengan keterbatasan yang ada, tahapan diseminasi tidak dilakukan pada penelitian ini. DAFTAR RUJUKAN BSNP, 2010. Paradigma Pendidikan Nasional Abad XXI. Jakarta: Badan Standar Nasional Pendidikan. Champbell, N., Reece, J.B., etc. 2008. Biology Eight Edition. San Fransisco: Benjamin Cunmings. Kemp, Jerrold E. Proses Perancangan Pengajaran. 1994. Bandung: Penerbit ITB 44

Mulyadi. 2011. Pengembangan Paket Bahan Ajar Bahasa Inggris dengan Pendekatan Kontekstual melalui Model Dick and Carey untuk Peserta didik Kelas VII Semester Genap SMP Negeri 2 Bolo Kabupaten Bima. Thesis tidak diterbitkan. Malang: PPS UM Nur, M. 2011. Modul Keterampilan- Keterampilan Proses Sains. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya Press. Slavin, R.E. 2008. Cooperative Learning: Teori dan Praktek jilid 2 (Edisi kedelapan). Bandung: PT. Nusa Media. Wenno, I. H. 2008. Strategi Belajar Mengajar Sains Berbasis Kontekstual. Yogyakarta: Inti Media Yulmaini, N., Septina. 2008. Perangkat Pembelajaran Biologi untuk Sekolah Menengah Umum (SMU). Makalah. Disajikan dalam Seminar Nasional In-formatika UPN Veteran Yogyakarta, 24 Mei 2008. 45