BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODOLOGI. Ditjen PPHP merupakan salah satu unit kerja Eselon I dibawah

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN PERTANIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) PUSAT DATA DAN SISTEM INFORMASI PERTANIAN TA 2012

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

BAB III METODOLOGI. struktur organisasi dan pembagian tugas berdasarkan Keputusan Presiden R.I. No.

CUPLIKAN PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 299/Kpts/OT.140/7/2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN PERTANIAN

TUGAS POKOK DAN FUNGSI SATUAN KERJA DINAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN PERTANIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

RENCANA KINERJA TAHUNAN TAHUN : 2011 PUSAT DATA DAN INFORMASI PERTANIAN. Kegiatan Program. Rencana Tingkat Uraian Indikator Kinerja Satuan Capaian

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN. kelembagaan yang menangani tugas-tugas atau kegiatan di bidang kehutanan berbentuk

KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN Nomor : 02.1/Kpts/OT.160/I/2004 TENTANG PEMBENTUKAN TIM REDAKSI SITUS WEB DEPARTEMEN PERTANIAN MENTERI PERTANIAN,

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. 3.1 Profil Departemen Kebudayaan dan Pariwisata

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 48 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN PERDAGANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI WONOSOBO NOMOR 43 TAHUN 2016 TENTANG

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2005 TENTANG SEKRETARIAT MAHKAMAH AGUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 48 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN PERDAGANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PENGANTAR. Ir. Suprapti

PENJABARAN TUGAS POKOK, FUNGSI, DAN TATA KERJA DINAS PERTANIAN, PERKEBUNAN DAN KEHUTANAN KABUPATEN TEMANGGUNG

WALIKOTA BATAM PROPINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 62 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS BADAN DAERAH

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN TA. 2012

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI

BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 117 TAHUN 2017 TENTANG

MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA. KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 95/Kpts/KL.500/2/2003 TENTANG

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 136 TAHUN 1999 TENTANG KEDUDUKAN, TUGAS, FUNGSI, SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BURU NOMOR 07 TAHUN 2012 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PERTANIAN KABUPATEN BURU

WALIKOTA BATU PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 84 TAHUN 2016 TENTANG

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) DIREKTORAT PENGELOLAAN AIR IRIGASI TA. 2014

MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN

GUBERNUR BANTEN PERATURAN GUBERNUR BANTEN NOMOR 14 TAHUN 2013

BUPATI BENER MERIAH QANUN KABUPATEN BENER MERIAH NOMOR 03 TAHUN 2014

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR / PERMEN-KP/2017 TENTANG SATU DATA KELAUTAN DAN PERIKANAN

2 MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN PRESIDEN TENTANG KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN. BAB I KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI Pasal 1 (1) Kementerian K

BUPATI TULUNGAGUNG PROVINSI JAWA TIMUR

BAB 3 GAMBARAN UMUM SISTEM INFORMASI YANG SEDANG BERJALAN. Keberadaan Departemen Komunikasi dan Informatika (DepKementrian

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR / PERMEN-KP/2017 TENTANG SATU DATA KELAUTAN DAN PERIKANAN

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 64 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN PROVINSI BALI

PENGUMUMAN NOMOR: 782/KP.230/A/03/2015 SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2015

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 62 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 73 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI BALI

PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN DAN PENGELOLAAN PASAR KABUPATEN SUBANG

BAB X INSPEKTORAT JENDERAL. Bagian Kesatu Kedudukan, Tugas, dan Fungsi

2. Seksi Pengembangan Sumberdaya Manusia; 3. Seksi Penerapan Teknologi g. Unit Pelaksana Teknis Dinas; h. Jabatan Fungsional.

Menteri Perindustrian Republik Indonesia

LEMBARAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT NOMOR 10 TAHUN 2008

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

1 PENDAHULUAN Latar Belakang

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 68 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KETENAGAKERJAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 63 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

GAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH,

RENCANA KINERJA TAHUNAN BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI GORONTALO TAHUN ANGGARAN 2015 BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI GORONTALO

BAB III DESKRIPSI INSTANSI

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 62 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR

BUPATI BOYOLALI PROVINSI JAWA TENGAH

-1- GUBERNUR BALI, Jdih.baliprov.go.id

MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR

LAPORAN KINERJA TAHUN Pusat Data dan Teknologi Informasi

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 47 TAHUN 2016 TENTANG

2018, No Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 118, Tambahan Lembaran Neg

PEDOMAN PEMBINAAN TENAGA HARIAN LEPAS TENAGA BANTU PENYULUH PERTANIAN BAB I PENDAHULUAN

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2015 NOMOR : SP DIPA /2015

SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 53 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI INSPEKTORAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MADIUN,

GUBERNUR PAPUA PERATURAN GUBERNUR PAPUA NOMOR 45 TAHUN 2015 TENTANG URAIAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PERKEBUNAN PROVINSI PAPUA

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT)

LAMPIRAN. Daftar Pertanyaan Wawancara

PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR : TENTANG PEDOMAN URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA WALIKOTA SURAKARTA,

GUBERNUR SUMATERA BARAT

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT

BUPATI MANDAILING NATAL

.000 WALIKOTA BANJARBARU

ANALISIS PERTUMBUHAN PDB SEKTOR PERTANIAN TAHUN 2005

PEMERINTAH KABUPATEN SAMBAS

BUPATI BLITAR PERATURAN BUPATI BLITAR NOMOR 41 TAHUN 2011 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN BLITAR

1. NAMA JABATAN : Direktur Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah

Transkripsi:

BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN 4.1 Analisis Perencanaan Strategi Informasi 4.1.1 Departemen Pertanian Unit organisasi Departemen Pertanian dapat dilihat pada Gambar 4.1. Struktur Organisasi Departemen Pertanian terdiri dari : 1. Pimpinan Departemen yaitu seorang Menteri 2. Staf ahli menteri pertanian yang terdiri dari lima (5) staf ahli. 3. Eselon I, yaitu : Sekretariat Jenderal Depertemen Pertanian, yang terdiri dari 10 unit eselon II, termasuk Pusat Data Dan Informasi Pertanian Inspektorat Jenderal Departemen Pertanian Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Produksi Tanaman Pangan, Ditjen Bina Produksi Hortikultura, Ditjen Bina Produksi Perkebunan, Ditjen Bina Produksi Peternakan, Ditjen Bina Sarana Pertanian, Ditjen Bina Pemasaran dan Pengolahan Hasil Pertanian, Badan Litbang Pertanian, Badan SDM Pertanian, Badan Ketahanan Pangan Pertanian dan Badan Karantina Pertanian. 49

Unsur-unsur yang bertanggung jawab terhadap pelayanan data dan informasi Departemen Pertanian adalah satu unit Eselon II yang secara administrasi berada di bawah Sekretariat Jenderal, tetapi bertanggung jawab langsung kepada Menteri Pertanian. Unit tersebut adalah Pusat Data dan Informasi Pertanian (Pusdatin). Dalam melaksanakan tugasnya Pusdatin bekerjasama dengan unit Eselon IV yaitu Sub Bagian Data dan Informasi yang ada pada setiap Eselon I. Gambar 4.1 Struktur Organisasi Departemen Pertanian 50

4.1.2 Pusat Data dan Informasi Pertanian Unit organisasi Pusat Data dan Informasi Pertanian, terdiri dari dua bidang teknis dan satu sub bagian administrasi. Kedua bidang teknis tersebut adalah Bidang Pelayanan Data dan Informasi dan Bidang Pengembangan Sistem Informasi. Masing-masing Bidang membawahi dua SubBidang. Secara detail struktur organisasi dapat dilihat pada gambar 4.2. Gambar 4.2. Sruktur Organisasi Pusat Data dan Informasi Pertanian Aktifitas Pusat Data dan Informasi Pertanian tercermin dalam visi dan misinya. Untuk mewujudkan visi dan misinya, Pusdatin selalu berusaha memberikan berbagai jenis pelayanan kepada pengguna. Pengguna di Pusat Data dan Informasi Pertanian adalah: 51

Pimpinan, yang terdiri dari: 1. Menteri 2. Para pejabat I, II, III dan IV lingkup Departemen Pertanian 3. Dinas Tingkat Propinsi 4. Dinas tingkat Kabupaten Dunia Usaha Masyarakat luas Jenis-jenis layanan yang disediakan Pusdatin anatara lain:! Pelayanan data dan informasi.! Pelayanan analisis data dan sistem pendukung keputusan atau Decision Support System (DSS).! Melakukan pengembangan metodologi pengumpulan data sektor pertanian.! Melayani peningkatan keterampilan.! Melakukan pengembangan program aplikasi sistem informasi! Layanan pengembangan jaringan serta konsultasi pemecahan masalah (pelayanan teknis).! Jenis layanan lainnya adalah Administrasi dan Pembinaan Jabatan Fungsional. Jenis pelayanan yang mendukung proses pengambilan keputusan pimpinan lingkup Departemen Pertanian adalah pelayanan data dan informasi serta pelayanan analisis data dan sistem pendukung keputusan (DSS). Jenis pelayanan tersebut dianggap sangat menonjol dan bersifat 52

strategis, karena menjadi aktifitas utama bagi kelancaran proses penyediaan data dan informasi untuk mendukung proses pengambilan keputusan pimpinan lingkup Departemen Pertanian. Tabel 4.1 Matriks Organisasi VS Fungsi Organisasi Bidang Pelayanan Data dan Fungsi Informasi Pengumpulan, Pengolahan * dan Analisis Data Pengembangan Metodologi * Bidang Pengembangan Sistem Informasi Sub Bidang Tata Usaha Pelayanan dan * Penyebarluasan Data Pengembangan program * aplikasi sistem informasi Pengembangan jaringan * internet Konsultasi pemecahan * masalah (pelayanan teknis) Peningkatan keterampilan * * * Administrasi dan Pembinaan Jabatan Fungsional * Dari tabel di atas juga dapat dilihat bahwa berkaitan dengan pengembangan sistem Data Warehouse Departemen Pertanian, unit organisasi di Pusdatin yang terkait dengan hal tersebut adalah dua bidang yaitu Bidang Pelayanan Data dan Informasi yang mendukung pada penyediaan data dan informasi yang dibutuhkan pimpinan dan Bidang Pengembangan Sistem Informasi yang mendukung pada pengembangan sistemnya. Tabel 4.2 Matriks Subyek Data VS Fungsi 53

Subyek Data Fungsi Pengumpulan, Pengolahan dan Analisis Data Pengembangan Metodologi Pelayanan dan Penyebarluasan Data Tanaman Pangan Hortikul tura Peternak an Perkebu nan Ekspor dan Impor * * * * * * * * * * * * * * 4.1.3 Infrastruktur Jaringan Informasi Pertanian Sistem jaringan informasi pertanian (Deptan-Net) terdiri dari jaringan lingkup kantor pusat Ragunan, jaringan lingkup kompleks perkantoran Pasar Minggu serta jaringan internet yang menghubungkan antara pusat dan unit kerja di daerah. Sistem jaringan informasi pada gambar 4.3 dapat dijelaskan sebagai berikut : Jaringan antar gedung yang berada di lingkup kantor pusat Ragunan serta kompleks perkantoran Pasar Minggu menggunakan fibre optic; Antar lantai dalam gedung menggunakan kabel Unshielded Twisted Pair (UTP); Antara kantor pusat Ragunan dengan kompleks perkantoran Pasar Minggu menggunakan microwave; 54

Gambar 4.3 Jaringan Informasi Pertanian Pengembangan jaringan komputer dalam unit kerja menjadi tanggung jawab masing-masing unit kerja, setelah terlebih dahulu di konsultasikan ke Pusdatin; Untuk berhubungan dengan unit kerja di daerah, baik propinsi maupun kabupaten dapat memanfaatkan jaringan internet; Pengembangan sistem informasi (aplikasi) selanjutnya memanfaatkan infrastruktur jaringan yang sudah ada. 55

4.1.4 Teknologi Informasi di Departemen Pertanian Departemen Pertanian merupakan salah satu departemen yang telah memanfaatkan teknologi informasi dalam menunjang aktivitas kerja. A. Perangkat Keras Perangkat keras yang digunakan untuk menunjang aktivitas kerja di lingkup Departemen Pertanian terdiri atas: 15 buah komputer server 500 set komputer PC lengkap yang digunakan sebagai workstation di semua unit organisasi Jaringan Departemen Pertanian yang menghubungkan server dengan workstationnya dan menghubungkan dua lokasi kantor yang berbeda Fasilitas Internet B. Perangkat Lunak Sebagian besar perangkat lunak atau sistem aplikasi yang digunakan di Departemen Pertanian dikembangkan sendiri oleh Pusat Data dan Informasi Pertanian. Daftar aplikasi yang ada dapat dilihat pada tabel 4.3 berikut. 56

Tabel 4.3 Daftar Aplikasi No. Nama Aplikasi Keterangan 1 SIMPEG (SIS-1) Sistem Informasi Kepegawaian 2 SIMGAJI (SIS-2) Sistem Informasi Penggajian Karyawan 3 SIMKEU (SIS-3) Sistem Informasi Keuangan 4 5 SIMKAP (SIS-4) SIMONEV (SIS-5) Sistem Informasi Perlengkapan Sistem Informasi Monitoring dan Evaluasi 6 BDSP (SIS-6) Basis Data Statistik Pertanian 7 BDEIM (SIS-7) Basis Data Ekspor Impor 8 BDD (SIS-8) Basis Data Dokumen 9 SIPASAR (SIS-9) Sistem Informasi Pasar 10 SIGTAN (SIS-10) Sistem Informasi Geografi Pertanian C. Arsitektur Informasi Arsitektur Informasi di Departemen Pertanian dapat digambarkan sebagai berikut: User / Pemakai Informasi Proses Pembuatan Laporan Data Data Data Data Terintegrasi Data Terintegrasi Aplikasi #1 Aplikasi #2 Aplikasi #n SIMKEU SIMONEV Data Data Gambar 4.4 Arsitektur Informasi Departemen Pertanian 57

4.1.5 Analisa Kebutuhan Sistem Analisis kebutuhan sistem dilakukan untuk mengetahui kebutuhan data dan informasi sistem Data Warehouse bagi pengambil kebijakan di Departemen Pertanian, dengan penelitian menggunakan daftar pernyataan kepada pengguna. Pengguna Data Warehouse Departemen Pertanian adalah para pimpinan, yang terdiri dari: Pejabat Eselon I, II dan III lingkup Departemen Pertanian Dinas Pertanian Propinsi, khususnya Sub Dinas Program Dinas Pertanian Kabupaten, khususnya Sub Dinas Program. Responden terdiri atas para pejabat fungsional statistisi, pejabat eselon IV subbidang data dan statistik dan subbidang perencanaan program Dinas Pertanian tingkat propinsi, dengan jumlah sebanyak 75 orang. Daftar pernyataan dalam kuesioner dikelompokkan dalam 4 bagian sesuai dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai, yaitu : 1. Perlu tidaknya dukungan data, informasi dan sistem informasi dalam membantu kegiatan sehari-hari di Departemen Pertanian, 2. Perlunya frekuensi ketersediaan, jenis/sifat data, informasi dan sistem informasi yang diperlukan, 3. Dimensi data, informasi dan keluaran yang diperlukan 4. Tingkat pelayanan yang diinginkan. Daftar pernyataan dalam kuesioner dapat dilihat pada lampiran. Data hasil penelitian dengan kuesioner selanjutnya dianalisis untuk mengetahui tingkat kebutuhan sistem Data Warehouse bagi manajemen 58

Departemen Pertanian. Hasil analisis data kuesioner yang masuk dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.4. Hasil kuesioner A. Perlunya dukungan data, informasi dan Sistem Informasi. No Pernyataan 5= Sangat Perlu 4 = Perlu Jumlah Penjawab 3 = Cukup 2 = Tidak Perlu 1 = sangat tidak perlu Nilai Ratarata 1. Memerlukan Data dan 8 58 9 0 0 299 3.99 Informasi dari sumber internal 2 Memerlukan data dan 5 45 19 4 2 272 3.63 informasi dari sumber eksternal 3 Memerlukan Sistem aplikasi 3 63 9 0 0 294 3.92 guna mendukung pekerjaan 4 Memerlukan alat berupa piranti 4 67 4 0 0 300 4.00 keras/lunak yang dapat digunakan untuk akses data yang diperlukan 5 Memerlukan alat yang dapat mempermudah/mempercepat proses pengolahan, analisis dan penyajian data 8 54 13 0 0 295 3.93 6 Memerlukan alat yang 5 52 18 0 0 287 3.83 memungkinkan untuk dapat mengakses, mengolah dan menganalisis data sesuai dengan kebutuhan. Total Nilai = 1747 Rata-rata = 3.88 59

B. Perlunya frekuensi ketersediaan, jenis/sifat data, informasi dan sistem informasi No yang diperlukan. Pernyataan 5= Sangat Perlu Jumlah Penjawab 3 = Cukup 4 = Perlu 2 = Tidak Perlu 1 = Sangat Tidak Perlu Nilai 1. Mendapat fasilitas untuk 3 43 22 4 3 264 3.52 melihat data histories/serie 2 Mendapat kebebasan dalam 1 45 22 6 1 264 3.52 access data 3 Mendapat informasi secara 0 49 21 4 1 268 3.57 berkala/rutin yang diperlukan 4 Mendapat informasi yang 1 44 21 7 2 260 3.47 tersaji secara lebih rinci 5 Mendapat alat/tools untuk 7 43 20 4 1 276 3.68 akses data yang diperlukan Total Nilai = 1132 Rata-rata = 3.55 C. Mengetahui tingkat kepuasan terhadap data, informasi dan Sistem Informasi yang ada. No Pernyataan Jumlah Penjawab 5= 4 = 3 = Sangat Tidak Cukup tidak Puas puas 2 = Puas 1 = sangat puas Nilai Ratarata Ratarata 1. Fasilitas yang tersedia dapat 0 11 19 45 0 191 2.55 dimanfaatkan untuk melihat data historis 2 Kebebasan membaca dan 0 6 19 48 2 179 2.39 merekam data dengan format yang diinginkan (sebatas hak akses data) 3 Jenis informasi laporan berkala 0 4 20 50 1 177 2.36 yang diperoleh 4 Informasi yang tersaji secara rinci 0 8 18 48 1 183 2.44 5 Jenis alat (piranti keras/lunak) 0 11 16 47 1 187 2.49 yang ada dapat dimanfaatkan bersama 6 Tingkat akurasi data 0 4 48 23 0 206 2.75 7 Tingkat kemudahan atau 0 3 39 38 0 205 2.73 kecepatan akses data yang ada 8 Kelengkapan data dan informasi 0 2 29 44 0 183 2.44 yang tersaji 9 Daya tanggap petugas terhadap 0 1 47 26 1 198 2.64 kebutuhan data dan informasi yang diperlukan Total Nilai = 979 Rata-rata = 2.61 60

Dari tabel 60tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam mendukung kegiatan perencanaan, monitoring, analisis masalah, dan pengambilan keputusan : 1. Responden menganggap PERLU untuk mendapat dukungan data, informasi dan informasi dalam membantu kegiatan sehari-hari di Departemen Pertanian, hal ini ditunjukkan dengan rata-rata nilai sebesar 3,88 ~ 4 atau PERLU. 2. Responden menganggap PERLU mendapatkan frekuensi ketersediaan, jenis/sifat data, informasi dan sistem informasi yang bersifat khusus yang tidak sama dengan kegiatan operasional pengolahan data, antara lain memerlukan : Data/informasi terbaru dan data seri/histories (dengan rata-rata nilai = 3.52). Melihat data/informasi dari banyak sumber (bagian/biro/direktorat) (dengan rata-rata nilai = 3.52). Kebebasan dalam akses data dengan format dan bentuk yang diinginkan (rata-rata nilai = 3.57). Mendapat informasi yang tersaji secara rinci (rata-rata nilai = 3.68). 3. Responden menganggap cukup puas terhadap data, informasi dan sistem informasi yang ada, didapatkan nilai kepuasan masuk dalam kategori CUKUP yang ditunjukkan dengan rata-rata nilai sebesar 2.61~ 3 atau CUKUP. 61

4.2 Analisa Area Bisnis Sebagai unit pelaksana pelayanan data dan informasi di Departemen Pertanian, Pusdatin mempunyai aktifitas utama yang dapat digambarkan seperti gambar 4.5 berikut ini. Gambar 4.5 Diagram Alur Data Sistem Informasi Pertanian Berdasarkan gambar di atas terlihat bahwa aktifitas Departemen Pertanian, melibatkan berbagai entitas yaitu: 62

1. Internal meliputi! Eselon I lingkup Departemen Pertanian yang merupakan penyedia data-data teknis bidang pertanian antara lain : data pangan, ternak, lahan dll.! Pimpinan merupakan pengguna yang terdiri dari Menteri, dan pejabat-pejabat lingkup Departemen Pertanian. Pimpinan menerima laporan dan bahan-bahan kebijakan antara lain : kebijakan produksi, kebijakan ekspor dan impor, kebijakan harga komoditas pertanian dan lain sebagainya.! Dinas Pertanian daerah meliputi Dinas Pertanian Propinsi dan Kabupaten, merupakan penyedia data-data teknis bidang pertanian tingkat propinsi dan kabupaten. Di samping itu Dinas Pertanian Daerah juga mengakses data statistik pertanian melalui website Departemen Pertanian. 2. Eksternal meliputi :! Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyediakan data Ekspor, Impor, Nilai Tukar Petani (NTP), dan Produk Domestik Bruto (PDB). BPS menerima data statistik pertanian dari sistem.! Departemen Perindustrian dan Perdagangan (Deperindag) menyediakan data harga komoditas pertanian.! Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) merupakan instansi yang berwenang dalam penyediaan data iklim dan cuaca.! Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyediakan data investasi sektor pertanian! Masyarakat merupakan pengguna yang termasuk juga di dalamnya dunia usaha, kalangan akademisi dan petani. 63

4.2.1 Lokasi Lokasi kantor Departemen Pertanian terletak di dua area yaitu Kantor Pusat Departemen Pertanian yang berlokasi di Jalan Harsono RM No. 3 Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan (Kantor Ragunan) dan Komplek Jalan AUP, Pasar Minggu, Jakarta Selatan (Kantor Pasar Minggu). Dari Tabel 4.5 terlihat bahwa aktivitas utama Departemen Pertanian ada di Kantor Ragunan. Kedua kantor tersebut terhubung secara online. 4.2.2 Subyek Data Tabel 4.6 berikut ini menunjukkan hubungan antara organisasi dengan subyek data dalam aktivitas kerja di Departemen Pertanian. Pada tabel tersebut terlihat hubungan antara organisasi di lingkup Departemen Pertanian dengan subyek data yang diperlukan untuk menunjang aktivitas kerja pada unit organisasi yang bersangkutan. 4.2.3 Fungsi Pada Tabel 4.7 menunjukkan hubungan antara organisasi dengan fungsinya dalam aktivitas kerja di Departemen Pertanian dalam rangka mencapai visi dan misi Departemen Pertanian. 64

4.2.4 Fungsi vs Subyek Data Pada Tabel 4.8 menunjukkan hubungan antara fungsi dan subyek data, berdasarkan tabel tersebut fungsi yang hanya melakukan read terhadap subyek data yaitu fungsi: Analisa dan Penyajian Data, Penyiapan BahanKebijakan, Monitoring dan Evaluasi dan Perumusan Kebijakan. 65

Tabel 4.5 Matriks Organisasi VS Lokasi Lokasi Organisasi Menteri Staf Ahli Menteri Sekretaris Jenderal Inspektur Jenderal Direktur Jenderal BP Tanaman Pangan Direktur Jenderal BP Hortikultura Direktur Jenderal BP Perkebunan Direktur Jenderal BP Peternakan Direktur Jenderal Bina Sarana Pertanian Direktur Jenderal Bina Pengolahan & Pemasaran Hasil Kepala Badan Litbang Pertanian Kepala Badan SDM Pertanian Kepala Badan BIMAS & Ketahanan Pangan Kepala Badan Karantina Pertanian Sekretariat Jenderal Inspektorat Jenderal Ditjen BP Tanaman Pangan Ditjen BP Hortikultura Ditjen BP Perkebunan Ditjen BP Peternakan Ditjen Bina Sarana Pertanian Ditjen Bina Pengolahan & Pemasaran Hasil Badan Litbang Pertanian Badan SDM Pertanian Badan BIMAS & Ketahanan Pangan Badan Karantina Pertanian Pusat Data dan Informasi Pertanian Pusat Standardisasi dan Akreditasi Pusat Perlindungan Varietas Tanaman Kantor Ragunan Kantor Pasar Minggu Tabel 4.6 Matriks Organisasi VS Subyek Data 66

Subyek Data Organisasi Pegawai Keuangan dan Perencanaan Peralatan Kantor Sarana & Prasarana Pertanian Hasil Penelitian Pemasaran Hasil Pertanian Produksi Populasi Luas Panen Produktivitas Luas Areal Lahan Ekspor impor Menteri Staf Ahli Menteri Sekretaris Jenderal Inspektur Jenderal Dirjen Teknis Lingkup Deptan Dirjen Bina Sarana Pertanian Dirjen BP2HP KaBadan Litbang Pertanian KaBadan SDM Pertanian KaBadan BIMAS & Ketahanan Pangan KaBadan Karantina Pertanian Sekretariat Jenderal Inspektorat Jenderal Ditjen Teknis Lingkup Deptan Ditjen Bina Sarana Pertanian Ditjen BP2HP Badan Litbang Pertanian Badan SDM Pertanian Badan BIMAS & Ketahanan Pangan Badan Karantina Pertanian Pusat Data dan Informasi Pertanian Pusat Standardisasi dan Akreditasi Pusat Perlindungan Varietas Tanaman 67

Tabel 4.7 Matriks Organisasi VS Fungsi Fungsi Organisasi Perencanaan Program Pelayanan Teknis dan Aministratif Bimbingan Teknis Monitoring dan Evaluasi Pengembangan Jaringan dan SI Libang Teknologi Pengumpulan Data Pengolahan Data Analisa dan Penyajian Data Penyiapan Bahan Kebijakan Standarisasi Perumusan Kebijakan Menteri Staf Ahli Menteri Sekretaris Jenderal Inspektur Jenderal Dirjen Teknis Lingkup Deptan Dirjen Bina Sarana Pertanian Dirjen BP2HP KaBadan Litbang Pertanian KaBadan SDM Pertanian KaBadan BIMAS & Ketahanan Pangan KaBadan Karantina Pertanian Sekretariat Jenderal Inspektorat Jenderal Ditjen Teknis Lingkup Deptan Ditjen Bina Sarana Pertanian Ditjen BP2HP Badan Litbang Pertanian Badan SDM Pertanian Badan BIMAS & Ketahanan Pangan Badan Karantina Pertanian Pusat Data dan Informasi Pertanian Pusat Standardisasi dan Akreditasi Pusat Perlindungan Varietas Tanaman 68

Tabel 4.8 Matriks Fungsi VS Subyek Data Subyek Data Fungsi Pegawai Keuangan dan Perencanaan Peralatan Kantor Sarana & Prasarana Pertanian Hasil Penelitian Pemasaran Hasil Pertanian Produksi Populasi Luas Panen Produktivitas Luas Areal Lahan Ekspor impor Perencanaan Program C C C R R R R R R R R R R Pelayanan Teknis dan Administratif R R R R Bimbingan Teknis R C R R R R R R R R Monitoring dan Evaluasi R C R R R R R R R R R R Pengembangan Jaringan dan SI R R Litbang Teknologi R R C R R R R R R Pengumpulan Data R C R C C C C C C C C Pengolahan Data R R R R R R R R R R Analisa dan Penyajian Data R R R R R R R R R R Penyiapan Bahan Kebijakan R R R R R R R R R R R R R Standarisasi R R C R Perumusan Kebijakan Keterangan: R = Read R R R R R R R R R R R R R C = Create R R 69