BAB 2 DESKRIPSI PROYEK

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II DESKRIPSI PROYEK

BAB II TINJAUAN PROYEK

BAB II DESKRIPSI PROYEK

BAB II DESKRIPSI PROYEK

BELAWAN INTERNATIONAL PORT PASSANGER TERMINAL 2012 BAB I. PENDAHULUAN

BAB 4 PENDEKATAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB IV ANALISA PERANCANGAN

BAB V PENERAPAN KONSEP

BAB IV ANALISA PERENCANAAN

BAB II DESKRIPSI PROYEK

BAB II Manusia, Aktifitas dan Ruang

BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN HOTEL

BAB II DESKRIPSI PROYEK

BAB V PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN HOTEL BISNIS BINTANG 4

RUANG SUMBER PERHITUNGAN UNIT LUAS. Sirkulasi 60% : 60% X 3622 RUANG SUMBER PERHITUNGAN UNIT LUAS 40 X 2 = 80 M M X 20 = 40 M M 2

BAB IV KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

PURWOKERTO EXPO CENTER Oleh : Larasati Probosiwi,, Budi Sudarwanto, Agung Dwiyanto

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB II DESKRIPSI PROYEK

BAB V LANDASAN PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR

Medan Convention and Exhibition Center 1 BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang

BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GELANGGANG RENANG

BAB I PENDAHULUAN. Sektor pariwisata merupakan usaha yang pada umumnya sangat

Fasilitas Utama. Ruang Perawatan Wajah Ruang Perawatan Tubuh Ruang Perawatan Tangan

BAB 3 SRIWIJAYA ARCHAEOLOGY MUSEUM

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang

Pengembangan Terminal Bandar Udara Tunggul Wulung

BAB II TINJAUAN OBJEK GEDUNG KESENIAN GDE MANIK SINGARAJA

OBYEK SURABAYA VIRTUAL GAME CENTER

BAB II PEMROGRAMAN. Perkotaan di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat,

BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN REDESAIN TERMINAL TERBOYO

BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB 5 KONSEP DASAR PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR

BAB I. mendorong tumbuhnya berbagai industri sebagai upaya dalam memenuhi. Persaingan dalam dunia industri sebagai dampak dari beragamnya

STUDIO PERANCANGAN TUGAS AKHIR. 4.1 Analisis Kegiatan Dalam Ruang Pamer. MAIN ENTRANCE GEDUNG/HALL Kegiatan: membeli tiket mencari informasi.

PUSAT DESAIN DAN PEMBUATAN MEBEL

BAB V PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR

BAB III ANALISA 3.1 ANALISA TAPAK

BAB II DESKRIPSI PROYEK

6.1 Program Dasar Perencanaan

BAB V PROGRAM DASAR PERANCANGAN DAN PERENCANAAN ARSITEKTUR

BAB III ANALISIS. Gambar 15. Peta lokasi stasiun Gedebage. Sumber : BAPPEDA

BAB IV ANALISA PERENCANAAN

5. HASIL RANCANGAN. Gambar 47 Perspektif Mata Burung

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... iii DAFTAR TABEL... vi DAFTAR GAMBAR... vii


PENGENALAN OBJEK. SIDANG TUGAS AKHIR SEKOLAH TINGGI MODE SURABAYA Tema HAUTE COUTURE Cherry Candsevia Difarissa

TEMA DAN KONSEP. PUSAT MODE DAN DESAIN Tema : Dinamis KONSEP RUANG KONSEP TAPAK LOKASI OBJEK RANCANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB IV ANALISIS 4.1 Analisis Kegiatan Kegiatan Utama

sebagai Pengembangan Kawasan Perumahan Graha Candi Golf BAB V KONSEP DAN PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

Jumlah Luasan (m²) Ruang Nama Ruang Kapasitas Standart Kapasitas Sirkulasi. (260m²) 3 Bus. 30 m²/bus. (650 m²)

BAB VI HASIL RANCANGAN. dalam perancangan yaitu dengan menggunakan konsep perancangan yang mengacu

BAB V KONSEP. Gambar 5.1: Kesimpulan Analisa Pencapaian Pejalan Kaki

Analisa perencanaan dan perancangan gedung Convention Centre ini akan lebih

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

MAKALAH TUGAS AKHIR 2014 Wedding Hall BAB I PENDAHULUAN

BAB IV: KONSEP Konsep Dasar

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

Bab III. Aspek Tanah dan Arsitektural Desain. : Puri Indah, Jakarta Barat

Tabel Analisa Kebutuhan Ruang Berdasarkan Kegiatan dari Pengguna: Pengguna Kegiatan Ruang Sifat Ruang

b. Kebutuhan ruang Rumah Pengrajin Alat Tenun

BAB 4 KONSEP PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. makanannya, dan kawasan perbelanjaannya. Kota Bandung berkembang dengan

Bab III. Analisis. Aktivitas yang Dilakukan Ruang 1. Pengunjung. duduk & membaca. mengambil kembali tas & jaket. membeli. makan

HOTEL RESORT DI KOTA BATU MALANG

BAB IV ANALISA. seperti pencapaian lokasi hingga lingkungan yang memadai.

BAB 1 PENDAHULUAN. tinggal, seperti ruang tidur, ruang makan, dan kamar mandi. Karena bersifat

BAB V HASIL RANCANGAN

BAB V KONSEP DASAR PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

Sampit. Desain Shopping Arcade ini juga merespon akan natural setting, Dalam aktivitas urban, desain Shopping Arcade dapat menjadi

Transformasi pada objek

-BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB III TINJAUAN LOKASI

1. Penumpang ANALISA LAHAN PABRIK KARET. 2. Pengunjung 3. Pengantar. 6. Pedagang / penyewa stan JEMBATAN SUTOYO JALAN SUTOYO PEMUKIMAN

BAB II DESKRIPSI PROYEK

BAB V KONSEP. V. 1. Konsep Dasar. Dalam merancang Gelanggang Olahraga di Kemanggisan ini bertitik

BAB VI. KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 4 HASIL DAN BAHASAN

KANTOR IMIGRASI KELAS 1 SEMARANG

BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Perkembangan dalam bidang perekonomian semakin meningkat, di

BAB III: DATA DAN ANALISA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA... 3

BAB II DESKRIPSI PROYEK. edukasi, tempat pertunjukkan/teater dan retail UKM. Medan Art Centre terdiri

BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB VI HASIL RANCANGAN. Perancangan Pusat Rekreasi Peragaan IPTEK ini terletak di Batu,karena

BAB V PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN RESORT HOTEL

BAB V PROGRAM PERENCANAAN & PERANCANGAN KOLAM RENANG INDOOR UNDIP

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

PUSAT RISET DAN PELATIHAN TIK DI MALANG RATNA HANDAYANI

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB IV PENDEKATAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TERMINAL PENUMPANG BANDARA INTERNASIONAL SAM RATULANGI

BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

PROGRAM RUANG BANGUNAN APARTEMEN. Double bed Side table Lemari pakaian Meja rias. Penghuni apartemen (suami-istri)

LEISURE AND CULTURE PARK DI TASIKMALAYA BAB V LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TAMAN REKREASI DAN BUDAYA (LEISURE AND CULTURE PARK)

BAB I PENDAHULUAN. : Kelurahan Pulo Brayan Lama (Kecamatan Medan Timur, Kecamatan Medan Barat dan Kecamatan Medan Deli)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Transkripsi:

BAB 2 DESKRIPSI PROYEK 2.1 Terminologi Judul Terminologi judul adalah pembahasan mengenai pengertian dan makna dari sebuah kata judul agar bisa dipahami tujuan ataupun sasarannya. Adapun judul dari proyek ini adalah Tech Design Expo adalah Tech/Technology : Teknologi adalah penggunaan dan pengetahuan tentang alat-alat, teknik, kerajinan, sistem atau metode organisasi untuk memecahkan masalah atau membuat perspektif artistik. Design : Desain merupakan perencanaan dalam pembuatan sebuah objek, sistem, komponen atau struktur. Expo : Expo yang berasal dari kata Éxpose yang artinya menampilkan, Expo pada proyek ini merupakan venue untuk pameran/festival. Dari pengertian diatas dapat di simpulkan bahwa Tech Design Expo merupakan bangunan dengan fungsi utama untuk festival/exhibition perancangan atau pembuatan alat-alat/sistem (teknologi) baru. 2.1.1 Tinjauan Proyek Tinjauan Proyek meliputi deskripsi proyek, lokasi proyek, kegiatan pemakai dan pengunjung,dan studi banding. 2.1.2 Deskripsi Proyek Tech Design Expo merupakan bangunan komersil yang mempunyai fungsi utama sebagai tempat pameran atau exhibition barang-barang teknologi yang sifat pemakaiannya insidental, artinya kegiatan yang dapat diwadahi tidak secara rutin diselenggarakan. Bangunan ini menyelenggarakan pameran utama yang sudah menjadi ketetapan pemerintah yaitu Kementrian Riset Dan Teknologi Republik Indonesia,yaitu Ritech atau Research, Inovation Technology yang diselengarakan setiap setahun sekali untuk memperingati HAKTEKNAS (Hari Kebangkitan

Teknologi Nasioal). Kegiatan ini sudah menjadi program pemerintah ( Departemen Riset dan Teknologi ) dan Sumatera Utara yaitu Medan masuk kedalam program tersebut. Bangunan Tech Design Expo juga memiliki kegiatan yang akan dilakukan secara rutin yaitu workshop dan kegiatan usaha penjualan barang-barang teknologi yang diwadahi dengan adanya retail. Kegiatan workshop akan dilaksanakan oleh peneliti yang sesuai dengan bidangnya. Untuk pembagian ruang pada fungsi workshop akan dibagi menjadi lima bagian yaitu komunikasi, informasi, industri, transportasi, dan digital. Tidak hanya ritech yang akan diselenggarakan di Tech Design Expo ini, kegiatan lain seperti dari pihak swasta maupun ajang pameran yang bersifat Internasional juga akan diselenggarakan di Tech Design Expo ini. Maka dari itu pemerintah bekerjasama dengan swasta akan mendanai proyek ini dan sama-sama mengelolanya. Selain dengan swasta, pemerintah juga mengadakan kerjasama antar departemen. Contohnya saja, Departemen Ristek dengan Departemen Perindustrian dan departemen lainnya. Dengan adanya kerjasama ini maka pemilihan site proyek juga harus bersifat profit baik itu terhadap lingkungan sekitarnya. Lembaga yang mengurus Tech Design Expo ini yaitu LIPI ( Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ), BPPT ( Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi ), dan BTC ( Business Technology Center ). Selain fungsi utama, Tech Design Expo juga memiliki fungsi penunjang seperti foodcourt, open space yang dilengkapi dengan sarana teknologi sehingga pengunjung akan ramai datang ke expo ini ( rekreatif ), dan retail yang disediakan yang berfugsi sebagai tempat penjualan dan servis, serta ruang seminar. 2.2. Lokasi a. Tinjauan Pemilihan Kota Medan Pemilihan lokasi kota Medan untuk Tech Design Expo: Medan merupakan kota menuju metropolitan, kota terbesar ke-3 di Indonesia, dan ibukota Propinsi Sumatera Utara, sehingga menjadikannya pusat kegiatan di Sumatera Utara.

Adanya fasilitas bandara taraf internasional sehingga menyebabkan seiringnya dikunjungi wisatawan mancanegara. Adanya transportasi darat yang baik menuju kota Medan. Tingkat ekonomi dan sosial budaya yang cukup tinggi. b. Kriteria Pemilihan Lokasi Sebagai sebuah bangunan publik, untuk lapisan masyarakat menengah ke atas, hal pertama yang harus dilakukan ialah memilih lokasi yang mendukung keberadaan Tech Design Expo beserta fasilitas pendukungnya tersebut, yaitu : Lokasi merupakan daerah wilayah pengembangan. Berada tidak jauh dari pusat kota. Dapat dicapai dengan mudah dari berbagai tempat diseputaran kota Medan, dan transportasi menuju ke lokasi lancar. Lokasi dekat dengan fasilitas pendukung seperti rumah sakit, pusat pendidikan, maupun fasilitas akomodasi. Memiliki arus lalu lintas dan tingkat kebisingan yang rendah. Tidak berada pada kawasan perindustrian. Berdasarkan RUTRK, Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Medan disesuaikan menjadi 5 Wilayah Pengembangan Pembangunan ( WPP ), yaitu: Tabel 2.1. RUTRK Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Medan W P P A Kecamatan M. Belawan M. Marelan M. Labuhan Pusat Pengembangan Belawan B M. Deli Tanjung Mulia Peruntukkan Wilayah Pelabuhan,industri, permukiman, rekreasi maritime. Perkantoran, perdagangan, rekreasi indoor, permukiman. Program Kegiatan Pembangunan Jalan baru, jaringan air minum, septic tank, sarana pendidikan dan permukiman. Jalan baru, jaringan air minum,pembuang an sampah, sarana pendidikan.

C D E M. Timur M. Perjuangan M. Tembung M. Area M. Denai M. Amplas M. Johor M. Baru M. Kota M. Maimoon M. Polonia M. Barat M. Helvetia M. Petisah M. Sunggal M. Selayang M. Tuntungan Aksara Pusat Kota Sei Sikambing Permukiman, perdagangan, rekreasi. CBD, pusat pemerintahan, hutan kota, pusat pendidikan, perkantoran, rekreasi indoor, permukiman. Permukiman, perkantoran, perdagangan, konservasi, rekreasi, lapangan golf dan hutan kota. Sambungan air minum,septic tank, jalan baru, rumah permann, sarana pendidikan dan kesehatan. Perumahan permanent,penang anan sampah, sarana pendidikan. Sambungan air minum, septic tank, jalan baru, rumah permanen, sarana pendidikan dan kesehatan. Seperti terlihat pada tabel dan berdasarkan RUTRK, WPP E merupakan wilayah yang cocok untuk lokasi site Tech Design Expo ini. Karena wilayah ini merupakan wilayah konservasi, bisnis,dan rekreasi.

WPP A Merupakan Kawasan Pelabuhan, industri, pergudangan dan permukiman WPP D Pusat Bisnis(CBD), pusat pemerintahan, perumahan, hutan kota dan pusat pendidikan WPP B Merupakan kawasan perkantorandan perdagangan WPP E Perumahan, perkantoran, konservasi, lapangan golf dan hutan kota. WPP C Merupakan kawasan pemukiman dan perdagangan Gambar 2.1. Peta Wilayah Pengembangan Pembangunan Kota Terdapat beberapa kriteria dalam pemilihan lokasi mengingat fungsi bangunan yang dirancang merupakan bangunan fasilitas edukatif,rekreatif dan bisnis yang bersifat publik dan berskala kota.

Tabel 2.2 Kriteria Pemilihan Lokasi No. Kriteria 1. Tinjauan terhadap struktur kota 2. Pencapaian 3. Area pelayanan 4. Peraturan Lokasi Berada di kawasan sub urban yang merupakan daerah pengembangan perdagangan dan rekreasi. Berada di dekat jalan besar. Dapat diakses dari seluruh penjuru kota, baik angkutan umum maupun pribadi. Lingkungan sekitar merupakan fungsi-fungsi yang dapat saling mendukung dengan bangunan yang direncanakan atau di sekitar pemukiman yang belum ada fasilitas hiburannya. Tanah milik pemerintah atau pribadi. Nilai lahan cukup tinggi untuk daerah komersil. Untuk pengembangan kawasan permukiman, perdagangan dan rekreasi, WPP D atau WPP E KDB bangunan 60% KLB bangunan 4-6 lantai

Alternatif 1 Lokasi Site : Jl. H. Adam Malik Eksisting Site : Lahan kosong dan pemukiman penduduk Kecamatan : Medan Barat Luas Lahan : ± 42.000 m 2 Lebar Jalan : - Jl. H. Adam Malik : 20 m - Jl. Sei Deli : 6 m - Jl. Bangun : 5 m GSB : - Jl. H. Adam Malik : 11 m - Jl. Sei Deli : 4 m - Jl. Bangun : 3.5 m KDB : 60 % Batas Tapak : o Utara : Jl. H. Adam Malik o Timur : Jl. Sei Deli o Selatan : Jl. Bangun o Barat : Jl. H. Adam Malik SITE Gambar 2.2 Site Jalan H. Adam Malik

Alternatif 2 Lokasi Site : Jl. Jawa Eksisting Site : Lahan kosong dan pemukiman penduduk Kecamatan : Medan Perjuangan Luas Lahan : ± 48.000 m2 Lebar Jalan : - Jl. Jawa : 20 m - Jl. Madura : 8 m - Jl. Timor : 8 m - Jl. Bali : 8 m GSB : - Jl. Jawa : 11 m - Jl. Madura : 5 m - Jl. Timor : 5 m - Jl. Bali : 5 m KDB : 60 % Gambar 2.3 Site Jalan Jawa

Alternatif 3 Lokasi Tapak : Jln. Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Medan Timur, Kotamadya Medan, Sumatera Utara, Indonesia. Luas Lahan Kontur KDB KLB GSB: o o o o : + 1,7 Ha (+ 17.000 m2) : Datar : 60 % : 3-5 lantai Jln. Perintis Kemerdekaan : 10 meter Jln. Gaharu : 10 meter Jln. Kemuning : 4 meter Jln. Timor : 5 meter A B C D Gambar 2.4 Site Jalan perintis Kemerdekaan Tabel 2.3. Kondisi Eksisting Sekitar Site A. Niaga dan Perkantoran B. Universitas C. Rumah Penduduk D. Perkantoran

Alternatif Lokasi Kriteria Jl. Jawa Jl. H. Adam Malik Jl. Perintis Kemerdekaan Jarak site dengan + + showroom Luas Lahan ++ + Kontur Kondisi Jalan ++ (pada sebelah utara, Jl. Adam Malik tidak memiliki median jalan) Tingkat kenyamanan ++ ++ Aksesibilitas: - Kenderaan pribadi - Kenderaan Umum - Pejalan kaki Fasilitas pendukung : - Penginapan / hotel - Rumah ibadah - Rumah sakit - Pusat perbelanjaan - Pemukiman - Sarana dan prasarana (radius 500m) Kesesuaian dengan RUTRK Medan ++ ++ ++ + (area pejalan kaki pada site sangat minim) ++ ++ ++ ++ ++ ++ JUMLAH 37+ 41+ 36+ Dari penilaian di atas kita dapat menarik kesimpulan bahwa perolehan nilai yang sangat seimbang disebabkan karena kedua tapak berada pada kecamatan yang sama yaitu Kecamatan Medan Barat. Tetapi dengan hasil akhir diatas, maka dipilihlah Jl. H. Adam Malik sebagai tapak karena dianggap lebih layak.

Mungkin satu hal penting yang dapat dicermati, jika lokasi yang dipilih adalah Jl. Balai Kota, dengan sendirinya mengakhiri keberadaan Deli Super Block yang seyogyanya sangat berperan penting bagi pertumbuhan kota ke depannya. Gambar 2.5 Posisi Site Terhadap Kota Medan

2.3 TINJAUAN FUNGSI 2.3.1 Deskripsi Pengguna dan Kegiatan Pengguna/ pelaku kegiatan pada kasus Tech Design Expo ini dapat di kelompokkan antra lain : Penyelenggara atau penyewa, yaitu orang yang mengorganisir kegiatan. Pengelola, yaitu pihak yang mengawasi, mengelola, dan memberikan pelayanan fasilitas yang dibutuhkan penyelenggara. Pengelola workshop, yaitu pihak yang akan megelola workshop yaitu termasuk kedalamnya kegiatan penelitian, mengerjakan untuk inovasi suatu teknologi. Para pengelola ini akan didanai oleh Departemen Riset dan Teknologi melalui Pemerintah kota Medan dan Lembaga Ristek. Pengelola ini akan dibagi berdasarkan bidangnya, yaitu : Bidang komunikasi Yaitu para lulusan dibidang komunikasi seperti teknik komunikasi dan jaringan USU dan universitas lainnya di Medan dan dari luar kota, SMK teknik komunikasi dan jaringan Medan. Bidang Informasi Yaitu para lulusan dibidang informasi contohnya seperti Teknik Informatika STMIK-Mikroskil Medan, dan lulusan sederajat lainnya. Bidang transportasi Yaitu para lulusan dibidang mesin, otomotif, dan lainnya seperti Teknik Mesin USU dan lulusan SMK bagian mesin. Bidang Digital Yaitu para lulusan dibidang Elektro, Informatika, digital dan lainnya seperti lulusan Teknik Elektro USU. Bidang Perindustrian Yaitu para lulusan dibidang perindustrian seperti Teknik Industri USU, Teknik Industri LP3I, SMK dan lainnya.

Pengunjung terbagi atas dua bagian yaitu pengunjung yang bersifat khusus dan bersifat umum Pengunjung bersifat umum yaitu pengunjung yang datang untuk bersifat rekreasi, tertarik menikmati pameran untuk memuaskan rasa keingin tahuannya, Kegiatannya melihat-lihat objek yang dipamerkan dan jika cocok akan membeli objek yang dipilih Pengunjung khusus yaitu pengunjung baik domestik maupun manca negara yang mempunyai tujuan bisnis biasanya para pengusaha 2.3.2 Kegiatan Adapun kegiatan di Tech Design Expo adalah : Eksibisi/pameran : Mengadakan pameran Inovasi Teknologi yang dilaksanakan oleh penyelenggara yang mengorganisir kegiatan pameran. Penjualan produk yang akan dipamerkan. Workshop : Melakukan penelitian dan percobaan untuk menemukan inovasi teknologi oleh masing-masing bidang yaitu bidang komunikasi, bidang transportasi, bidang informasi, bidang perindustrian, dan bidang digital. Setiap bidang diorganisir sesuai dengan keahlian dibidangnya. Melakukan diskusi secara rutin untuk menciptakan inovasi teknologi, yang akan dilakukan oleh ahli dalam bidangnya masing-masing. Retailing : Merupakan kegiatan rutin Tech Design Expo yaitu kegiatan menjual barang yang berhubungan dengan teknologi, dan juga adanya servis untuk barang yang dibeli. Foodcourt: Para pengunjung akan difasilitasi foodcourt untuk tempat makan dan relax, sehinggan pengunjung tidak bosan.

Konsultasi dan Informasi Para pengunjung juga akan difasilitasi untuk berkonsultasi dan mencari informasi tentang barang yang akan dibeli. Seminar Mengadakan seminar tentang riset dan teknologi kepada para pengunjung maupun dari lembaga Ristek. 2.3.3. Deskripsi Kebutuhan Ruang Tabel 2.4 Kebutuhan Ruang Kelompok Kegiatan Fungsi Fasilitas Pemakai Kegiatan Kebutuhan Ruang Utama Fasilitas pameran dan workshop Area Pameran Pengunjung Pengelola Karyawan Melihat dan menyaksikan produk inovasi yang sedang dipamerkan. Membeli produk yang dipamerkan Ruang/stand pameran Kantor eksibisi Ruang kerja Hall Kasir Gudang KM/Toilet Melayani pengunjung yang datang melihat pameran. Melakukan kegiatan inovasi menurut bidangnya masing masing. Ruang untuk diskusi dan studio kerja bagi masing masing bidang.

Fasilitas pelatihan dan seminar Ruang Seminar Pengunjung Pengelola Menyimpan barang atau hasil karya yang telah di buat. Mengikuti pelatihan dan seminar yang sedang diselenggaraka n Lobby/ Receptionist R. Presentasi R. Audensi R. Persiapan KM/ Toilet Mengisi formulir pendaftaran untuk mengikuti pelatihan maupun seminar. Melayani masyarakat yang mengikuti seminar. Fasilitas Perbelanj aan Pertokoan/ Retail Penyewa Karyawan Pengunjung Mengatur penjualan, melayani pembeli Toko/Retail Penunjang Fasilitas Food Court Restoran Pengunjung Karyawan Pengelola Melihat-lihat, tawarmenawar, belanja, bayar barang belanjaan Memesan makanan dan minuman Makan-minum Melakukan transaksi pembayaran Mencuci Area Makan Kasir Wastafel Dapur/ Pantry R. Penyimpanan makanan Gudang R. Ganti/ Locker KM/ Toilet

tangan Memasak makanan Fasilitas layanan publik Pusat Informasi dan layanan publik Pengunjung Pengelola Mencuci piring Menyimpan makanan Mencari informasi tentang produk-produk unggulan daerah Sumatera Utara. Memberi informasi, melayani pengunjung Lobby/Recepsi onist R. Konsultasi Perpustakaan R. Penitipan Barang Pengelola dan Pelayanan Teknis Pengelola Pergudan gan Musholla ATM Center Ruang Pengelola Gudang Tenants/pe nyewa Karyawan Pengelola Pengunjung Pengunjung Pengelola Pengelola Pengelola Penyewa/ pengusaha Memberikan konsultasi Wudhu Sholat Mengambil/me narik uang tunai dari Mesin ATM Melakukan pengelolaan dan manajemen trhadap semua kegiatan yang berlangsung. Bongkar muat Istirahat Tempat Wudhu R. Sholat R. ATM Lobby/ Receptionist R. Manager R. Staff R. administrasi R. Rapat R. Ganti/ Locker Gudang KM/ Toilet Kantor Penerima Gudang Utama R. Istirahat Pos jaga Toilet

Service R. Service Pengelola Mengawasi keamanan Mengawasi kebersihan Mengawasi mekanikal dan elektrikal Melakukan kegiatan sanitair R. Operator R. CCTV R. Genset R. Mekanikal Elektrikal R. Air Bersih R. Air Kotor R. Chiller R. Panel dan Trafo R. AHU Sumber: Hasil olah data primer Mengganti pakaian 2.3.4 Studi Banding Proyek Sejenis 2.3.4.1 Jakarta Internatonal Expo JIEXPO memili beberapa ruang serbaguna yaitu Gedung Pusat Niaga, Hall A, B, C D, E, Gambir Expo dan Ruang terbuka (Open Space). Tiap ruang serbaguna memiliki spec yang disesuaikan dengan kebutuhan tiap tiap acara. Gambar 2.6 Sitemap Jiexpo

Gambar 2.7 Building Specification

FACILITIES Seminar Rooms Gambar 2.8 Sumeru Room Specification Size : 26 x 35 m High : 5.5 m Consists of 2 rooms each measuring 26 x 18m Standing Party for 1800 people Theater Style for 1000 people Class Room for 600 people Round Table Setting for 400 people Gambar 2.9 Bromo Room Specification Size : 36 x 12 m High : 3.5 m Consists of 4 rooms each measuring 9 x 12m Standing party for 600 people Theater Style for 400 people Class Room for 200 people Round Table Setting for 150 people

Gambar 2.10 Kerinci Room Specification Size : 36 x 14 m High : 3.5 m Consists of 4 rooms each measuring 9 x 14m Theater Style for 400 people Class Room for 200 people Round Table Setting for 100 people Gambar 2.11 Rinjani Room Specification Size : 27 x 14 m High : 3.5 m Consists of 3 rooms each measuring 9 x 14m Theater Style for 300 people Class Room for 150 people Round Table Setting for 100 people.

Gambar 2.12 Gambir Expo Situated in an area of 10,000 m2 with a capacity up to 7000 people at a standing party, Gambir Expo is one of a few places that cater for outdoor events in Jakarta. JIExpo located in the north side, with separated direct entry access from the main road in Kemayoran, makes this place easily accessed and suitable for the reception events / weddings, birthdays, as well as corporate. The lake, which located next to Kampung Betawi, Gambir Expo kemayoran complex, also added as a special attraction for your events. We also provide five-star standard facilities, including catering to support all your event needs. Gambir Kemayoran Expo, which has a special area within the PRJ Kemayoran Jakarta is currently also completed with a few stalls in that can be permanently and continuously leased throughout the year, and are no longer can be leased during the Jakarta Fair only. At least 157 kiosks can be used for promotion of your products. Traffic access is so easy to get, as well as an addition of the parking facility with the capacity is up to 7000 units of cars, presumably Gambir Expo Kemayoran Jakarta is able to fulfill the needs of Jakarta societies

Gambar 2.13 Aerial View Jakarta International Expo Gambar 2.14 Denah Jakarta International Expo Jakarta Convention Center (JCC) JCC merupakan Pusat Konvensi di ibukota yang sering dijadikan tempat diselenggarakannya kegiatan-kegiatan berskala nasional maupun internasional, seperti konferensi PBB, pertemuan negara-negara APEC, pertemuan Negara-

negara GNB. Selain itu sering dijadikan tempat diselenggarakannya acara penganugerahan, pementasan seni, konser musik, dan berbagai pameran. Beberapa fasilitas yang dimiliki JCC antara lain : Plennary Hall dengan kapasitas 5000 kursi. Assembly Hall seluas 3.921 m 2 yang dapat dibagi menjadi tiga ruangruang kecil. Dua Exhibition Halls (Hall A seluas 3.060 m 2, Hall B seluas 5.850 m 2 ). 13 Flexible Meeting Rooms dengan ukuran yang berbeda-beda. Main Lobby seluas 5.500m 2 yang bersifat multifungsi. Keterangan : Ruang Pameran Ruang Pertemuan Gambar 2.15 Denah Jakarta Convention Center (JCC)

Jakarta Convention Center terdiri atas beberapa hall besar dengan kapasitas yang cukup besar. Plenary Hall yang berbentuk lingkaran, dapat memuat sampai dengan 5000 tempat duduk, merupakan hall utama. Konsep ruang yang fleksibel, memungkinkan fungsi Plenary Hall untuk diubah sesuai dengan kebutuhan, baik untuk kegiatan konvensi maupun pameran. Selain itu terdapat Assembly Hall dengan luas ruang 3.921m2 dapat dibagai menjadi tiga ruangan yang lebih kecil sesuai dengan kebutuhan. Selain itu terdapat dua ruang pameran besar, yaitu Exhibition Hall A dan Exhibition Hall B, dengan luas total 9.585m2, beberapa ruang pertemuan sedang maupun kecil, dan lobby utama dengan luas 5.500m2, yang dapat digunakan untuk keperluan-keperluan tertentu sesuai dengan kebutuhan acara. Gambar 2.16 Interior JCC Plenary Hall dirancang sangat fleksibel, dengan kapasitas sampai dengan 5000 orang, mulai dari kegitan konferensi yang bersifat formal, sampai dengan konser musik yang hingar bingar. Dilengkapi dengan peralatan audio video yang canggih termasuk 64 kamera video, dan sistem penerjemah yang dapat mengakomodasi sampai dengan 8 bahasa. Assembly Hall dapat menampung 2500 orang untuk pertemuan dengan tempat duduk, dan 4500 orang untuk acara dengan berdiri. Ruangnya yang fleksibel memungkinkan berbagai kegiatan untuk dilakukan. Mulai dari gala dinner, ruang kelas, fashion show, launching produk, sampai malam penganugerahan.

Gambar 2.17 Layout Ruang Pameran JCC Ruang pameran utama terdiri dari dua bagian, A dan B. Kedua ruangan dihubungkan dengan koridor sehingga memungkinkan kedua ruangan untuk dipakai secara bersama-sama. Selain itu terdapat 13 ruang-ruang pertemuan sedang dan kecil, dengan kapasitas mulai dari 20 orang sampai dengan 1000 orang. Secara umum, penataan ruang-ruang utama tersebut diletakkan menyebar dengan orientasi utama pada lobby utama. Sirkulasi pengunjung dari lobby utama kemudian dipecah ke ruang-ruang sesuai dengan keperluannya. Hal ini memberi keuntungan jika salah satu ruang saja yang terpakai, pintu masuk tetap melalui lobby utama., sehingga sirkulasi menjadi lebih efisien. Jakarta Convention Center juga mempunyai drop off yang cukup panjang. Hal ini untuk mengakomodasi banyaknya pengunjung yang datang yang mencapai ribuan orang, dan kondisi tapak yang berada di daerah perkotaan yang padat. Gambar 2.18 Suasana Pameran JCC

Tiara Convention Center Convention ini merupakan salah satu tempat yang paling sering dipergunakan oleh masyarakat kota Medan untuk mengadakan pertemuan, seminar, rapat, resepsi, konser musik, pameran, dan lain-lain. Tiara Convention merupakan salah satu fasilitas yang disediakan oleh Hotel Tiara Medan. Convention ini bertingkat tiga dengan full AC yang memiliki enam ruang pertemuan dan ballroom bebas kolom dilengkapi dengan fasilitas yang modern dan up-to-date katering untuk konvensi, konferensi, pameran, seminar dan pernikahan. Convention ini memiliki daya tampung mulai 150 sampai dengan 1500 orang. Gambar 2.19 Tiara Convention Center Gambar 2.20 Interior Tiara Convention Center

Tiara Convention Center terdiri dari 5 ruangan utama, yaitu : 1. Balai Raya, merupakan ruang utama tempat berlangsungnya kegiatan antara lain : pertemuan, resepsi, pertunjukan musik, pameran, dan lain-lain. Pada ruangan ini perletakan kursinya tidak permanen, sehingga bisa disesuaikan menurut keperluan konsumen. Ukuran ruang balai raya, 48 m x 28 m x 27 m. 2. Balai Citra, sering digunakan sebagai banquet hall, ukuran ruang 17 m x 23 m. 3. Balai Wara, ukuran ruang 9 m x 18 m. 4. Balai Duta, ukuran ruang 9,6 m x 9 m. 5. Balai Tama, ukuran ruang 7,2 m x 9,5 m. Gambar 2.21 Denah Balai Raya Paket perayaan pernikahan Rp. 95.000 / nett / paket Minimal pemesanan 400 orang, dapatkan : Ruangan pengantin yang elegan Sebotol anggur bersoda non alcohol dan kue Jalan red carpet dengan ukiran es Mencicipi makanan untuk 10 orang Parkir mobil gratis untuk 10 orang

Paket Residential Meeting Dapatkan : Menginap di kamar superior Sarapan pagi Makan siang Makan malam 2x coffee break Fasilitas rapat Tambah Rp. 215. 000 untuk satu orang Harga sewa Convention Room Termasuk dengan : Note pad, pulpen, whiteboard & marker, OHP, slide projector, screen, flipchart, Mini Garden, Laser Pointer dan permen. Paket Meeting

Convention Center ini merupakan fasilitas dari hotel Tiara. Adapun fasilitas yang terdapat di hotel ini yaitu : Drugstore Beauty salon Business center Fitness dan swimming pool Parkir kenderaan roda 4 dan roda 2 2.3.5 Walt Disney Hall Frank O. Gehry Gambar 2.22 Kondisi Sekitar Site Bangunan ini berfungsi sebagai bangunan teater hall yang dimiliki oleh Walt Disney. Frank Gehry menggunakan material Titanium Cladding sebagai material yang melapisi bangunan ini. Bangunan ini oleh beberapa pendapat dianggap sebagai bangunan bertema ekspresionisme. Ciri cirri desain Frank Gehry pada bangunan ini berupa bentukan Irrational, gigantic proportion, memakai doktrin function follow form dan yang terkahir adalah bangunan in menjauhi kaidah kaidah bangunan modernisme. Bentukan titanium cladding yang emliuk liuk merupakan ekspresi yang diungkapkan gehry pada bangunan ini, material penutup bangunan ini yaitu titanium cladding juga mendukung efek dramatis yang di ciptakan bangunan ini. Jelas terlihat bahwa bangunan Gehry ini mengejar

bentukan massa irrational. Bentukan ini dibantu dengan software computer yang juga digunakan untuk menciptakan badan pesawat jet yaitu software bernama Dessault. Gehry konsisten dengan konsep irrational formnya. Ia juga menerapkannya pada ruang dalam, namun walaupun begitu pengunjung tidak akan kesulitan atau tersesat saat berada di dalamnya. Gehry juga mendesain furniture yang ada pada bangunan ini. Ada beberapa yang berpendapat bahwa bangunan Gehry sangat borosdalam hal material dengan bentukannya yang tanpa fungsi Dan mendesain bangunannya tanpa menghitung kebutuhan pada cuaca sekitarnya. Dan bangunannya serasa tidak menyatu dengan lingkungan sekitarnya.