FISIKA EKSPERIMENTAL I 2014

dokumen-dokumen yang mirip
Pengukuran Emisivitas Efektif rata-rata Suatu Material Padat (Solid Materials)

Korosi Suatu Material 2014

FISIKA EKSPERIMENTAL I 2014

LAPORAN FISIKA EKSPERIMENTAL I

MODUL V FISIKA MODERN RADIASI BENDA HITAM

EFEK HALL. Laboratorium Fisika Material, Departemen Fisika Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga Surabaya

Beranda SK-KD Indikator Materi Latihan Soal Uji Kompetensi Referensi Penyusun. Rela Berbagi Ikhlas Memberi

PENGUKURAN SUHU MENGGUNAKAN THERMOMETER INFRA MERAH

Sinar x memiliki daya tembus dan biasa digunakan dalam dunia kedokteran. Untuk mendeteksi penyakit yang ada dalam tubuh.

Eksperimen Peristiwa Efek Fotolistrik pada Logam yang Disinari Cahaya. Eksperimen Peristiwa Efek Fotolistrik pada Logam yang Disinari Cahaya

CHAPTER I RADIASI BENDA HITAM

PERCOBAAN PENENTUAN KONDUKTIVITAS TERMAL BERBAGAI LOGAM DENGAN METODE GANDENGAN

Gambar 11 Sistem kalibrasi dengan satu sensor.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. jalan Kolam No. 1 / jalan Gedung PBSI Telp , Universitas Medan

PENGUKURAN RADIASI MATAHARI DENGAN MEMANFAATKAN SENSOR SUHU LM35

XV. PENDAHULUAN FISIKA MODERN

SISTEM PEMANFAATAN ENERGI SURYA UNTUK PEMANAS AIR DENGAN MENGGUNAKAN KOLEKTOR PALUNGAN. Fatmawati, Maksi Ginting, Walfred Tambunan

BAB II DASAR TEORI. Gambar 2.1 Self Dryer dengan kolektor terpisah. (sumber : L szl Imre, 2006).

PREDIKSI UN FISIKA V (m.s -1 ) 20

LAPORAN FISIKA EKSPERIMENTAL I Mengukur Jari Jari Tetes Minyak dan Muatan Listrik Elektron Dengan Eksperimen Tetes Minyak Milikan

Analisis Pengaruh Panjang Kupasan dan Perubahan Suhu Terhadap Pancaran Intensitas pada Serat Optik Plastik Multimode Tipe FD

1. RADIASI BENDA HITAM Beberapa Pengamatan

Antiremed Kelas 12 Fisika

KALOR Kalor 1 kalori 1 kalori = 4.18 joule 1 joule = 0.24 kalori Q = H. Dt Q = m. c. Dt H = m. c Q = m. L

1. Persamaan keadaan gas ideal ditulis dalam bentuk = yang tergantung kepada : A. jenis gas B. suhu gas C. tekanan gas

RANCANG BANGUN TERMOMETER SUHU TINGGI DENGAN TERMOKOPEL

Gambar 2. Profil suhu dan radiasi pada percobaan 1

SIMAK UI 2013 Fisika. Kode Soal 01.

Fisika Dasar I (FI-321)

D. 6,25 x 10 5 J E. 4,00 x 10 6 J

ix

BAB V RADIASI. q= T 4 T 4

IDE-IDE DASAR MEKANIKA KUANTUM

9/17/ KALOR 1

PERCOBAAN e/m ELEKTRON

SUHU DAN KALOR OLEH SAEFUL KARIM JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA FPMIPA UPI

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG

Fisika Umum (MA 301) Cahaya

BAB III METODE PENELITIAN

PEMBUATAN ALAT UKUR KONDUKTIVITAS PANAS BAHAN PADAT UNTUK MEDIA PRAKTEK PEMBELAJARAN KEILMUAN FISIKA

2 A (C) - (D) - (E) -

Pengukuran Suhu dengan Variasi Jarak Sampel pada Rancang Bangun Alat Pemanas untuk Eksperimen Surface Plasmon Resonance

BAB IV HASIL DAN ANALISA PENGUJIAN THERMOELECTRIC GENERATOR

Soal SBMPTN Fisika - Kode Soal 121

RADIASI BENDA HITAM DAN TEORI PLANCK

BAB III METODE PENELITIAN

RANCANG-BANGUN PIRANTI IDENTIFIKASI RADIASI ELEKTROMAGNETIK (KASUS DI SEKITAR BERKAS SINAR KATODA)

Pemodelan Distribusi Suhu pada Tanur Carbolite STF 15/180/301 dengan Metode Elemen Hingga

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Dalam Bab IV ini akan dipaparkan hasil penelitian aplikasi multimode fiber

LATIHAN UJIAN NASIONAL

BAB 7 SUHU DAN KALOR

Fungsi Kerja Dan Tetapan Planck Bedasarkan Efek Fotolistrik

Momentum, Vol. 9, No. 1, April 2013, Hal ISSN ANALISA KONDUKTIVITAS TERMAL BAJA ST-37 DAN KUNINGAN

PEMBUATAN DAN PENGUJIAN ALAT UNTUK MENENTUKAN KONDUKTIVITAS PLAT SENG, MULTIROOF DAN ASBES

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

SOAL SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU (BESERA PEMBAHASANNYA) TAHUN 1984

WATER TO WATER HEAT EXCHANGER BENCH BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Tujuan Pengujian

PERANCANGAN ALAT PERAGA HANTARAN KALOR SECARA RADIASI UNTUK MENENTUKAN PANJANG GELOMBANG

HEAT TRANSFER METODE PENGUKURAN KONDUKTIVITAS TERMAL

SOAL BABAK PENYISIHAN OLIMPIADE FISIKA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

LAPORAN RESMI PRAKTEK KERJA LABORATORIUM 1

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Teknik Elektro, Jurusan Teknik

Fisika Umum (MA101) Kalor Temperatur Pemuaian Termal Gas ideal Kalor jenis Transisi fasa

ENERGI & PROSES FISIOLOGI TUMBUHAN

FISIKA 2014 TIPE A. 30 o. t (s)

III.METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Pabrik Kopi Tulen Lampung Barat untuk

D. 30 newton E. 70 newton. D. momentum E. percepatan

PENGUKURAN KONSTANTA PLANCK DAN FUNGSI KERJA SUATU BAHAN DENGAN EKSPERIMEN EFEK FOTOLISTRIK

SILABUS PEMBELAJARAN

Fungsi distribusi spektrum P (λ,t) dapat dihitung dari termodinamika klasik secara langsung, dan hasilnya dapat dibandingkan dengan Gambar 1.

KALOR. Dari hasil percobaan yang sering dilakukan besar kecilnya kalor yang dibutuhkan

PERPINDAHAN PANAS DAN MASSA

BAB IV EVALUASI PROTOTIPE DAN PENGUJIAN PROTOTIPE

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Sebagai bintang yang paling dekat dari planet biru Bumi, yaitu hanya berjarak sekitar

Dualisme Partikel Gelombang

Oleh Marojahan Tampubolon,ST STMIK Potensi Utama

UN SMA IPA 2013 Fisika

RADIASI BENDA HITAM. Gambar 2.1 Benda Hitam

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

SOAL FISIKA UNTUK TINGKAT KAB/KOTA Waktu: 120 menit. Laju (m/s)

Gambar 17. Tampilan Web Field Server

Fisika Modern (Teori Atom)

Pergeseran Spektrum Pada Filamen Lampu Wolfram Spectra Displacement of Wolfram Lamp

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV DATA DAN ANALISA

T P = T C+10 = 8 10 T C +10 = 4 5 T C+10. Pembahasan Soal Suhu dan Kalor Fisika SMA Kelas X. Contoh soal kalibrasi termometer

FISIKA 2015 TIPE C. gambar. Ukuran setiap skala menyatakan 10 newton. horisontal dan y: arah vertikal) karena pengaruh gravitasi bumi (g = 10 m/s 2 )

besarnya energi panas yang dapat dimanfaatkan atau dihasilkan oleh sistem tungku tersebut. Disamping itu rancangan tungku juga akan dapat menentukan

Ditemukan pertama kali oleh Daniel Gabriel Fahrenheit pada tahun 1744

KEGIATAN BELAJAR 6 SUHU DAN KALOR

APLIKASI NTC UNTUK MENENTUKAN ENERGI RADIASI DENGAN PENDEKATAN HUKUM STEFAN BOLTZMANN

Studi Awal Aplikasi Fiber coupler Sebagai Sensor Tekanan Gas

Gelas menjadi panas setelah dituangi air panas

UN SMA IPA 2008 Fisika

Skripsi Yang Diajukan Untuk Melengkapi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik TAMBA GURNING NIM SKRIPSI

(D) 40 (E) 10 (A) (B) 8/5 (D) 5/8

Fisika Umum (MA101) Topik hari ini (minggu 6) Kalor Temperatur Pemuaian Termal Gas ideal Kalor jenis Transisi fasa

2. TINJAUAN PUSTAKA Gelombang Bunyi Perambatan Gelombang dalam Pipa

KALOR SEBAGAI ENERGI B A B B A B

Bab IV. Pengujian dan Analisis

Transkripsi:

PENGUKURAN EMISIVITAS EFEKTIF RATA-RATA SUATU MATERIAL PADAT (SOLID MATERIALS) Novi Tri Nugraheni (081211333009), Maya Ardiati (081211331137), Diana Ega Rani (081211331138), Firdaus Eka Setiawan (081211331147), Ratna Yulia Sari (081211332002), Hanif Roikhatul Jannah (081211332006), Khoirotun Nisa (081211332007), Fachrun Nisa (081211332010),Ahmad Zusmi Humam (081211333006) Jurusan Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga Surabaya ABSTRAK Telah dilakukan percobaan pengukuran emisivitas rata-rata suatu material padat. Emisivitas merupakan rasio energi radiasi dari suatu benda dengan energi radiasi radiator ideal pada temperatur yang sama. Nilai emisivitas menunjukkan seberapa baik suatu benda menyerap radiasi panas. Benda yang memiliki nilai emisivitas mendekati 1 memiliki daya serap panas yang baik. Emisivitas ini mengindikasikan seberapa besar transfer radiasi termal yang dapat dipancarkan oleh suatu material padat. Eksperimen ini dilakukan dengan cara mengubah termperatur material untuk mendapatkan nilai emisivitas pada berbagai temperatur. Material yang digunakan pada eksperimen adalah logam stainnless dan kuningan yang berbentuk lingkaran.penentuan emisivitas ini dapat memberikan karakter terhadap suatu bahan jika akan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari seperti pada peralatan memasak,perindustrian dan lain sebagainya. Besar kecilnya emisivitas suatu bahan dipengaruhi oleh jarak dan suhu serta jenis bahan yang digunakan. Untuk itulah digunakan 3 macam perlakuan pada percobaan ini yakni; variasi bahan, variasi suhu dan variasi jarak.. Nilai emisivitas efektif rata-rata diperoleh melalui rumusan [ ] bahan stainless maupun kuningan antara nilai 0,03 sampai 0,09. Kata Kunci: emisivitas, stainless, seng, kuningan. Untuk praktikum ini didapatkan nilai emisivitas PENDAHULUAN Pada akhir abad ke-19 perhatian para ahli fisika antara lain tercurahkan pada emisi cahaya permukaan material logam yang dipanaskan, khususnya pada spektrum emisi 1 tersebu. Kita ketahui bagaimana cahaya berubah dari warna merah tua menjadi pijar apabila suhu logam terus ditingkatkan sampai titik leburnya. Perubahan warna itu berarti pergeseran intensitas maksimum dari

panjang gelombang panjang ke panjang gelombang pendek. Spectrum radiasi termal inilah yang menarik minat para fisikawan pada akhir abab ke- 19, terutama karena teori-teori fisika yang ada tidak dapat menerangkan bentuk lengkung radiasi termal tersebut. Berkaitan dengan hal tersebut di atas maka salah satu proses yang sangat penting dan menjadi dasar dari studi tentang transfer radiasi termal adalah bagaimana menentukan emisivitas efektif rata-rata suatu material padat ( solid materials ) secara akurat pada berbagai temperature. Untuk mencapai tujuan tersebut maka diperlukan desain instrument untuk menentukan besaran fisis tersebut sekaligus kita dapat mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi nilai emisivitas efektif ratarata suatu material padat, misalnya suhu material padat, sifat permukaan material padat, jenis material padat dan sebagainya. DASAR TEORI Energi radian yang dipancarkan dari sebuah radiator ideal (Planckian) dapat dinyatakan dengan persamaan Stefan Boltzmann : Dengan menandai sebagai energi radiant yang dipancarkan persatuan panjang gelombang pada panjang gelombang λ untuk sebuah radiator ideal, maka daya emisif selanjutnya dapat dinyatakan sebagai Untuk sebuah radiator non ideal, daya emisif menjadi : Dimana e λ adalah rasio antara radiasi ideal dengan radiasi actual untuk temperature permukaan yang sama pada panjang gelombang yang telah tertentu dan diartikan sebagai emisivitas monokromatik. Dengan meninjau emisivitas monokromatik e λi sebagai fungsi dari arah radiasi yang berkenaan dengan normal dari permukaan pancaran dan E diartikan sebagai energi yang dipancarkan dari permukaan atas, maka pengukuran yang dibuat untuk penentuan E diambil atas daerah kecil disekitar normalnya. Kemudian dengan membagi yang dipancarkan dari permukaan E berkenaan dengan pengukuran yang dibuat pada normalnya dengan radiasi ideal, maka nilai emisivitas efektif rata raa yang berkenaan dengan panjang gelombang pada normalnya diperoleh : Persamaan diatas merupakan definisi dari emisivitas efektif rata rata berkenaan dengan radiasi dari permukaan pada sembarang sudut. Sehingga persamaan untuk radiator non ideal, daya emisivitasnya menjadi : atau dituliskan didalam : Dengan melakukan substitusi persamaan stefan boltzmann dengan persamaan radiator non ideal diatas, maka diperoleh: 2

atau dapat dituliskan kembali dalam bentuk integral menjadi : ( ) Nilai e me selanjutnya dinyatakan sebagai rasio energi radian yang dipancarkan oleh sebuah permukaan pada temperature T dengan energi radiasi dari sebuah radiator ideal pada temperature yang sama. Dari persamaan e me, nilai E ditentukan dengan mengukur energi yang dipancarkan dari sebuah permukaan dengan radiator. Dengan mengacu pada hasil penelitian dari Boelter analisis dari hasil yang diperoleh dengan radiometer dinyatakan sebagai : Namun sama dengan energi yang terdeteksi oleh radiometer sebagai. Oleh karena itu : Dimana F RO adalah faktor bentuk yang ditentukan oleh persamaan : Dimana r dan L secara berturut turut adalah jari jari sampel dan jarak permukaan sampel ke sensor. Pada peralatan yang digunakan ini, nilai emisivitas efektif rata rata suatu material padat dapat diperoleh melalui rumusan berikut ini : [ ] Dimana c adalah konstanta sensitivitas kalibrasi radiometer 86,83 kcal/mh 2 /mv, E mv (R) adalah output radiometer, T o adalah suhu absolut permukaan sampel dan T R adalah suhu absolut termokopel. ALAT DAN BAHAN Bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah: 1. Plat stainless 2. Plat kuningan Alat-alat yang digunakan adalah: 1. Seperangkat peralatan Radiasi Heat Transfer OSK 4569 2. Obeng 3. Lap 4. Penggaris 5. Catut METODE EKSPERIMEN Pada praktikum ini menggunakan bahan plat stainless dan plat kuningan serta alat Heat Transfer OSK 4569 dengan prosedur percobaan seperti berikut : 1. Radiometer Conical Shield dan lempengan logam terletak pada satu garis lurus. 2. Perangkat Radiasi Heat Transfer OSK 4569 dihubungkan dengan sumber tegangan 220 volt, 50 Hz. 3. Lempengan bahan uji dipanaskan dengan Electric Heater Unit dan mengatur suhunya dengan Temperatur Regulator yaitu dengan memutar ke 3

kanan untuk menaikkan suhunya dan ke kiri untuk menurunkan suhunya. 4. Suhu lempengan logam diukur dengan mengarahkan saklar Thermo Taps Selector pada t1 dan mengarahkan saklar pada radio-thermo Couple Selector pada thermometer, serta mencatat beda potensial pada digital milivoltmeter. 5. Suhu radiometer diukur dengan mengarahkan saklar Thermo Taps Selector pada t2 dan mencatat beda potensial pada digital milivoltmeter. 6. Banyaknya intensitas radiasi diukur dengan mengarahkan saklar radiometer Thermo Couple Selector pada radiometer dan mencatat beda potensialnya pada digital voltmeter. 7. Mengukur jarak antara radiometer dan lingkaran yang lebih kecil pada Conical Shield. Langkah 7 diulangi dengan jarak yang berbeda. DATA HASIL PENGAMATAN 1. Bahan Plat Stainless, dengan jari-jari 90 mm. Variasi Suhu Skala Jarak Sample ke Suhu Radiometer Eov (t1) Emv (t2) To (K) TR (K) Emv(R) mv 6 214 mm 3,49 mv 1,21 mv 358 303 0,03 7 214 mm 4,61 mv 1,22 mv 389 303 0,05 8 214 mm 5,54 mv 1,22 mv 408 303 0,07 9 214 mm 7,22 mv 1,22 mv 450 303 0,12 Variasi Jarak Skala Jarak Sample ke Suhu Radiometer Eov (t1) Emv (t2) To (K) TR (K) Emv(R) mv 9 214 mm 7,22mV 1,22 mv 450 303 0,12 9 230 mm 10,55 mv 1,22 mv 533 303 0,17 9 245 mm 12,32mV 1,22 mv 576 303 0,23 9 290 mm 13,62 mv 1,22 mv 607 303 0,23 2. Bahan Plat Kuningan dengan jari-jari 90 mm. Variasi Suhu Skala Jarak Sample ke Suhu Radiometer Eov (t1) Emv (t2) To (K) TR (K) Emv(R) mv 6 214 mm 9,29 mv 1,24 mv 502 304 0,37 7 214 mm 9,76 mv 1,25 mv 513 304 0,38 8 214 mm 11,10 mv 1,25 mv 544 304 0,44 9 214 mm 12,73 mv 1,25 mv 586 304 0,52 Variasi Jarak 4

Skala Jarak Sample ke Suhu Radiometer Eov (t1) Emv (t2) To (K) TR (K) Emv(R) mv 9 214 mm 12,73 mv 1,25 mv 586 304 0,52 9 230 mm 14,55 mv 1,25 mv 629 304 0,59 9 245 mm 15,25 mv 1,26 mv 646 304 0,59 9 290 mm 15,89 mv 1,26 mv 661 304 1,05 PEMBAHASAN Pada praktikum kali ini bertujuan untuk menentukan nilai emisivitas beberapa bahan dan menentukan faktor apa saja yang mempengaruhi nilai emisivitas tersebut. Semakin besar (mendekati 1) nilai emisivitas suatu material maka semakin baik material tersebut dalam menyerap radiasi panas. Semakin kecil nilai emisivitas material maka semakin buruk dalam menyerap radiasi panas (reflektif). Praktikum pengukuran emisivitas efektif rata-rata suatu material menggunakan 2 bahan material yaitu kuningan dengan jari jari sebesar 0,09 m dan stainless dengan jarijari sebesar 0,09 m. Material logam memiliki nilai emisifitas berbeda-beda. Oleh karena itu, perlu dilakukan identifikasi terlebih dahulu untuk menggunakan material logam tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Bahan yang kami uji adalah kuningan dan stainless steel. Kedua bahan tersebut diukur terlebih dahulu jari-jarinya. Jari-jari kedua bahan tersebut sama yaitu 9 cm. Kemudian bahan uji dipanaskan pada alat OSK 4569. Penempatan bahan uji dengan sumber radiasi harus lurus agar hasil radiasi yang diperoleh maksimal. Pada saat praktikum juga diberi piranti berbentuk kerucut untuk mencegah radiasi menyebar sehingga radiasi terfokus pada lempengan bahan uji. Kemudian kita bisa mulai mencatat output dari alat jika angkanya telah stabil. Pengukuran suhu bahan uji dan alat dilakukan dengan mengganti skalar dengan cepat. Hal ini agar suhu tidak 5 berubah,karena suhu dapat berubah seiring berubahnya waktu. Percobaan dilakukan dengan variasi suhu dan jarak. Masing-masing dilakukan sebanyak 4 kali. Berdasarkan hasil analisis data, untuk bahan plat stainless diperoleh besarnya emisivitas efektif rata rata untuk variasi suhu percobaan pertama sebesar, percobaan kedua sebesar, percobaan ketiga sebesar ( ), dan percobaan keempat sebesar. Untuk variasi jarak didapatkan 4 nilai yaitu sebesar,, ( ),. Untuk bahan plat kuningan besarnya besarnya emisivitas efektif rata rata untuk variasi suhu percobaan pertama sebesar, percobaan kedua sebesar, percobaan ketiga sebesar ( ), dan percobaan keempat sebesar Untuk variasi jarak didapatkan 4 nilai yaitu sebesar, ( ),,. Hasil nilai emisivitas efektif rata rata yang berbeda dengan adanya variasi (perlakuan) yang dikenakan memberikan

bukti bahwa ada faktor faktor yang mempengaruhinya. Faktor faktor itu yaitu Jika kita memvariasi jarak dengan suhu dan jari jari yang tetap, maka secara tidak langsung kita telah merubah nilai F RO atau lebih dikenal dengan faktor bentuk. Makin besar F RO maka akan semakin mengecil emisivitas materialnya. Dan semakin tinggi suhu maka nilai emisivitasnya makin rendah dan sebaliknya. Dan juga akan semakin kecil nilai emisivitasnya jika jaraknya semakin jauh. Sehingga faktor yang dapat mempengaruhi nilai emisivitas adalah bentuk material dan faktor suhu serta jarak. Hasil emisivitas efektif rata-rata untuk bahan stainless antara 0,03 sampai 0,04. Hasil emisivitas efektif rata-rata untuk bahan kuningan antara 0,03 sampai 0,09. Hasil emisivitas efektif rata rata kuningan jika dibandingkan dengan emisivitas kuningan hasil literatur yaitu sebebar 0,6 memberikan beda yang sangat jauh. Perbedaan nilai emisivitas disemua pengukuran tersebut mungkin disebabkan oleh ketidak sensitivitas radiometer oleh Radiator Heat Transfer OSK 4569,dikarenakan ada pertukaran kalor antara pelat dengan udara disekitar ruang percobaan yang ber AC, praktikan yang kurang terampil dan sabar dalam pengambilan nilai suhunya, sehingga saat suhunya belum stabil praktikan sudah mengambil datayang salah, serta alat yang digunakan sudah tua dan berkurang kegunaannya terbukti dari saat praktikum suhunya naik terus, walau set up temperature diturunkan. KESIMPULAN Berdasarkan eksperimen yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa : 1. Emisivitas efektif rata rata dapat diukur menggunakan set peralatan Radiation Heat Transfer OSK 4569 yaitu dengan prinisp menyusun pelat logam yang akan diuji satu garis lurus terhadap radiometer (pengukur intensitas radiasi). 2. Nilai emisivitas efektif rata rata stainless maupun kuningan yang di dapat dari praktikum ini berkisar antara 0,003 0,009 3. Faktor faktor yang mempengaruhi emisivitas material padat adalah bentuk material dan suhu yang diradiasikan oleh material. DAFTAR PUSTAKA 1. Instruction Manual For Radiation Heat Transfer Experiment Apparatus, Ogawa Seiki Co., Ltd. Tokyo. Japan. 2. Emisivity Coefficient of Some common materials from Engineering toolbox (Internet Source : www. engineeringtoolbox.com/emisivitycoefficients-d_447.html) diakses pada tanggal 13 mei 2014 jam 18.19 6

DATA PENGAMATAN 1. Bahan Plat Stainless, dengan jari-jari 0,09 m Variasi Suhu Skala Jarak Sample ke Suhu Radiometer Eov (t1) Emv (t2) To (K) TR (K) Emv(R) mv 6 0,214 m 3,49 mv 1,21 mv 358 303 0,03 7 0,214 m 4,61 mv 1,22 mv 386 303 0,05 8 0,214 m 5,54 mv 1,22 mv 408 303 0,07 9 0,214 m 7,22 mv 1,22 mv 450 303 0,12 Variasi Jarak Skala Jarak Sample ke Suhu Radiometer Eov (t1) Emv (t2) To (K) TR (K) Emv(R) mv 9 0,214 m 7,22mV 1,22 mv 450 303 0,12 9 0,230 m 10,55 mv 1,22 mv 533 303 0,17 9 0,245 m 12,32mV 1,22 mv 576 303 0,23 9 0,290 m 13,62 mv 1,22 mv 607 303 0,23 2. Bahan Plat Kuningan dengan jari-jari 0,09 m. Variasi Suhu Skala Jarak Sample ke Suhu Radiometer Eov (t1) Emv (t2) To (K) TR (K) Emv(R) mv 6 0,214 m 9,29 mv 1,24 mv 502 304 0,37 7 0,214 m 9,76 mv 1,25 mv 513 304 0,38 8 0,214 m 11,10 mv 1,25 mv 544 304 0,44 9 0,214 m 12,73 mv 1,25 mv 586 304 0,52 Variasi Jarak Skala Jarak Sample ke Suhu Radiometer Eov (t1) Emv (t2) To (K) TR (K) Emv(R) mv 9 0,214 m 12,73 mv 1,25 mv 586 304 0,52 9 0,230 m 14,55 mv 1,25 mv 629 304 0,59 9 0,245 m 15,25 mv 1,26 mv 646 304 0,59 9 0,290 m 15,89 mv 1,26 mv 661 304 1,05 7

ANALISIS PERHITUNGAN 1. Untuk bahan stainless a. Variasi suhu Mencari nilai Karena jarak (L) pada variasi suhu ini tetap, maka nilai percobaan dalam variasi suhu, dengan nilainya sebagai berikut : akan tetap untuk semua Maka nilai Mencari nilai Percobaan ke 1 8

*( ) + Maka nilai Percobaan ke 2 *( ) ( ) + *( ) ( ) + *( ) + *( ) ( ) + *( ) + 9

Maka nilai Percobaan ke 3 *( ) ( ) + *( ) ( ) + *( ) + *( ) ( ) + *( ) + Maka nilai Percobaan ke 4 10

*( ) + Maka nilai b. Variasi jarak Mencari nilai Percobaan 5 dan 11

Maka nilai *( ) + Maka nilai Percobaan 6 12

Maka nilai *( ) + Maka nilai Percobaan 7 13

Maka nilai *( ) + 14 Maka nilai

Percobaan 8 Maka nilai *( ) ( ) + *( ) ( ) + *( ) + *( ) ( ) + *( ) + 15

Maka nilai 2. Untuk bahan kuningan a. Variasi suhu Mencari nilai Karena jarak (L) pada variasi suhu ini tetap, maka nilai percobaan dalam variasi suhu, dengan nilainya sebagai berikut : akan tetap untuk semua Maka nilai Mencari nilai Percobaan ke 1 16

*( ) + Maka nilai Percobaan ke 2 *( ) + 17

Maka nilai Percobaan ke 3 *( ) + Maka nilai Percobaan ke 4 18

*( ) + Maka nilai a. Variasi jarak Mencari nilai Percobaan 5 dan 19

Maka nilai *( ) + Maka nilai Percobaan 6 20

Maka nilai *( ) ( ) + *( ) ( ) + *( ) + *( ) ( ) + *( ) + Maka nilai 21

Percobaan 7 Maka nilai *( ) ( ) + *( ) ( ) + *( ) + *( ) ( ) + *( ) + 22

Maka nilai Percobaan 8 Maka nilai *( ) ( ) + *( ) ( ) + *( ) + 23

*( ) ( ) + *( ) + Maka nilai 24