METODE REGION BASED QUADTREE UNTUK REPRESENTASI CITRA BERWARNA

dokumen-dokumen yang mirip
Implementasi Algoritma Kompresi Shannon Fano pada Citra Digital

Aplikasi Pengolah Bahasa Alami Untuk Operasi Boolean Antar Citra Agus Purwo Handoko 5)

IMPLEMENTASI METODE SPEED UP FEATURES DALAM MENDETEKSI WAJAH

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB 3 INPUT PROSES OUTPUT. Target Pencapaian Siswa mengerti Penggunaan Statement Input, Proses dan Output dalam pembuatan Program dengan Pascall

SAMPLING DAN KUANTISASI

Pertemuan 2 Representasi Citra

PENERAPAN METODE HUFFMAN DALAM PEMAMPATAN CITRA DIGITAL

MKB3383 -TEKNIK PENGOLAHAN CITRA. Kompresi Citra. Muhammad Zidny Naf an, M.Kom. Genap, 2016/2017

KOMPRESI CITRA BERWARNA DENGAN ALGORITMA ENHANCED SELF ORGANIZING MAP (ENHANCED SOM)

Sesi 2: Image Formation. Achmad Basuki PENS-ITS 2006

BAB 2 TINJAUAN TEORETIS

STEGANOGRAFI PADA FILE IMAGE MENGGUNAKAN METODE LEAST SIGNIFICANT BIT (LSB) BERBASIS ANDROID

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Representasi Objek Gambar Dengan Quad Tree

Pohon Quad untuk Merepresentasikan Gambar

Eko Purwanto WEBMEDIA Training Center Medan

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN. memindahkan data secara manual ke dalam komputer untuk dapat diolah lebih

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

Citra Digital. Petrus Paryono Erick Kurniawan Esther Wibowo

Steganografi dalam Penurunan dan Pengembalian Kualitas Citra konversi 8 bit dan 24 bit

Graphical User Interface (GUI)

BAB 2 LANDASAN TEORI

Suatu proses untuk mengubah sebuah citra menjadi citra baru sesuai dengan kebutuhan melalui berbagai cara.

PENYEMBUNYIAN DAN PENGACAKAN DATA TEXT MENGGUNAKAN STEGANOGRAFI DAN KRIPTOGRAFI TRIPLE DES PADA IMAGE

... BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Citra

APLIKASI PENGAMANAN DATA TEKS PADA CITRA BITMAP DENGAN MENERAPKAN METODE LEAST SIGNIFICANT BIT (LSB)

BAB II Tinjauan Pustaka

Pemrograman I Bab IV Input dan Output. Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom. Universitas Komputer Indonesia

IV. RANCANG BANGUN SISTEM. Perangkat lunak bantu yang dibuat adalah perangkat lunak yang digunakan untuk

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 3 PERANCANGAN PROGRAM

10/11/2014. CIG4E3 / Pengolahan Citra Digital BAB 3. Pembentukan Citra Digital. Digitalisasi Citra. Yang dipengaruhi N,M, & q

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI UNTUK MENDESAIN KARTU UCAPAN

BAB I PENDAHULUAN. dalam storage lebih sedikit. Dalam hal ini dirasakan sangat penting. untuk mengurangi penggunaan memori.

BAB II LANDASAN TEORI

KOMPRESI CITRA. lain. Proses mengubah citra ke bentuk digital bisa dilakukan dengan beberapa perangkat,

Pemanfaatan Himpunan Dalam Seleksi Citra Digital

Mode Warna pada Image Ada beberapa mode warna yang dapat digunakan pada Photoshop. Masingmasing mode warna mempunyai maksud dan tujuan yang berbeda, y

Digitalisasi Citra. Digitalisasi. Citra analog / objek / scene. Citra digital

BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN

Gambar (image) merupakan suatu representasi spatial dari suatu obyek, dalam pandangan 2D atau 3D.

Bekerja dengan Warna

BAB 2 LANDASAN TEORI

Pengembangan Algoritma Pengubahan Ukuran Citra Berbasiskan Analisis Gradien dengan Pendekatan Polinomial

Aplikasi Teori Kombinatorial Dalam Penomeran Warna

SISTEM PENGENALAN PENGUCAPAN HURUF VOKAL DENGAN METODA PENGUKURAN SUDUT BIBIR PADA CITRA 2 DIMENSI ABSTRAK

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III METODE PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

TUGAS AKHIR IMPLEMENTASI ALGORITMA METODE HUFFMAN PADA KOMPRESI CITRA

BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang

RANCANG BANGUN APLIKASI PENGABURAN GAMBAR

Penerapan Algoritma Huffman dalam Kompresi Gambar Digital

KOMPRESI DAN DEKOMPRESI DATA TEKSTUAL MENGGUNAKAN ALGORITMA DYNAMIC MARKOV

PENGOLAHAN CITRA Ch.3 M E N G O L A H C I T R A M E N J A D I G R A Y S C A L E Bayu Pratama RN [ ]

1. Grafis Bitmap Dan Vektor 2. Konsep Warna Digital 3. Gambar Digital 4. Editing Gambar Photoshop 5. Membuat Kop Web

BAB 2 LANDASAN TEORI

Intensity and Color. Pertemuan 12

KOMPRESI CITRA DIGITAL MENGGUNAKAN METODE STATISTICAL CODING

LANDASAN TEORI. 2.1 Citra Digital Pengertian Citra Digital

IMPLEMENTASI ALGORITMA RUN LENGTH ENCODING UNTUK PERANCANGANAPLIKASI KOMPRESI DAN DEKOMPRESI FILE CITRA

Pencarian Potongan Gambar Menggunakan Algoritma Boyer Moore

Implementasi Metode Run Length Encoding (RLE) untuk Kompresi Citra

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

Analisis Hasil Proses Pemampatan JPEG dengan Metode Discrete Cosine Transform

Aplikasi Metode Steganografi Berbasis JPEG dengan Tabel Kuantisasi yang Dimodifikasi Kris Reinhard /

Model Citra (bag. 2)

Warna & Statement Case-Of-Else

BAB 2 LANDASAN TEORI. dari sudut pandang matematis, citra merupakan fungsi kontinyu dari intensitas cahaya

BAB I PENDAHULUAN. mengirim pesan secara tersembunyi agar tidak ada pihak lain yang mengetahui.

Tipe dan Jenis Layar Komputer Grafik. By Ocvita Ardhiani.

BAB 2 LANDASAN TEORI

2017 Ilmu Komputer Unila Publishing Network all right reserve

Perbandingan Steganografi Metode Spread Spectrum dan Least Significant Bit (LSB) Antara Waktu Proses dan Ukuran File Gambar

BAB III PERANCANGAN SISTEM

Pengenalan Telur Berdasarkan Karakteristik Warna Citra Yustina Retno Wahyu Utami 2)

IDENTIFIKASI NOMOR POLISI KENDARAAN BERMOTOR MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN SELF ORGANIZING MAPS (SOMS)

PENGOLAHAN CITRA Ch.4 M E N G O L A H C I T R A M E N J A D I N E G A T I V E Bayu Pratama RN [ ]

PENGEMBANGAN APLIKASI PERHITUNGAN JUMLAH OBJEK PADA CITRA DIGITAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE MATHEMATICAL MORPHOLOGY

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

TREE STRUCTURE (Struktur Pohon)

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BERANDA SK / KD INDIKATOR MATERI LATIHAN UJI KOMPETENSI REFERENSI PENYUSUN SELESAI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 3 PERANCANGAN PROGRAM. dilanjutkan dengan rancangan cetak biru untuk program yang akan dibangun.

BAB 3 ANALISA DAN PERANCANGAN

Analisis Alokasi Memori Citra Bitmap 24 Bit

Gambar 3.1. Diagram alir apikasi image to text

Pemanfaatan Kriptografi Visual untuk Pengamanan Foto pada Sistem Operasi Android

Kompresi. Definisi Kompresi

Transkripsi:

METODE REGION BASED QUADTREE UNTUK REPRESENTASI CITRA BERWARNA Soendoro Herlambang 1 Program Studi Sistem Informasi, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika & Teknik Komputer Surabaya (STIKOM), Email: soendoro@stikom.edu Abstract: Quadtree one of data spatial structures that represents image. This representation is aimed to reduce image storage file capacity. This research has been tested using black-white and colour image, black-white got the same representation and colours started from 2 colours got storage reduction as may as 62,65 %, 4 colours 53.14%, 8 colours 47.43%and 16 colours 42.67%. Each of colours is encode in 1 character and saved in text file. As shown in the output of representation, the quadtree representation differs for different resolution. Keywords : Quadtree, Region Based Quadtree, Spatial Data, Colors Region Based Quadtree Method adalah suatu metode untuk merepresentasikan citra ke dalam pembagian empat bidang kwadran yang homogen North-East, North-West, South-East dan South-West secara rekursif. Menurut Samet (1990a, 90b), representasi suatu citra dilakukan dengan mendekomposisi citra menjadi 4 bidang seperti pada gambar 1. West North West (NW) South West (SW) North South North East (NE) South East (SE) East Gambar 1. Pedoman arah pendekomposisian citra Quadtree merupakan struktur data spasial untuk merepresentasikan suatu bidang. Representasi ini mengubah dari bentuk region ke bentuk tree. Representasi dapat mengurangi besarnya ruang kapasitas penyimpanan. Hasil dari representasi akan mengkodekan citra sesuai dengan warna citra tersebut. Representasi quadtree dibangun dari Morton matrik. Contoh dari Morton matrik ditunjukkan pada Gambar 3. 1 2 5 6 17 18 21 22 3 4 7 8 19 20 23 24 9 10 13 14 25 26 29 30 11 12 15 16 27 28 31 32 33 34 37 38 49 50 53 54 35 36 39 40 51 52 55 56 NW NE SW SE Gambar 2. Bentuk Quadtree 1 Jurusan Manajemen Informatika STIKOM, Surabaya

41 42 45 46 57 58 61 62 43 44 47 48 59 60 63 64 Gambar 3. Morton Matrik 2 3 X 2 3 Angka-angka pada gambar di atas, merupakan cara kunjungan terhadap image. Leaf node dapat dibentuk jika ada penggabungan dari beberapa node yang mempunyai warna yang sama. Gambar 4 (a) akan direpresentasikan dengan binary image array berukuran 2 3 X 2 3 seperti pada gambar 4 (b). Matrik tersebut diberi nama A. Kunjungan ke elemen matrik dimulai dari elemen A[1,1] diikuti A[2,1], A[1,2], A[2,2], A[1,3] dan seterusnya (Samet and Webber, 84). Ternyata pixel 1, 2, 3, 4 mempunyai tipe warna yang sama yaitu BLACK dan pada akhirnya direpresentasi dengan node A sebagai hasil akhirnya. Pixel nomor 5, 6, 7, 8 mempunyai tipe yang tidak sama sehingga tidak dapat digabungkan menjadi satu node (pixel 5,6 berwarna WHITE, pixel 7,8 berwarna BLACK). Hasil akhir dari representasinya dapat terlihat pada gambar 4 (c) 1 2 5 6 17 18 21 22 3 4 7 8 19 20 23 24 9 10 13 14 25 26 29 30 11 12 15 16 27 28 31 32 33 34 37 38 49 50 53 54 35 36 39 40 51 52 55 56 41 42 45 46 57 58 61 62 43 44 47 48 59 60 63 64 ( a ) ( b ) ( c ) Gambar 4. (a) Contoh gambar. (b) Dekomposisi area. (c) Representasi Quadtree Menentukan kode dengan cara mengunjungi tiap node pada quadtree yang disebut tree traversal. Kunjungan yang digunakan adalah preorder. Cara kerjanya adalah cetak isi node yang dikunjungi, kunjungi cabang kiri, kunjungi cabang kanan. METODE Dalam melakukan penelitian, untuk merepresentasikan quadtree citra berwarna, diperlukan merancang quadtree untuk pengetesan black-white terlebih dahulu. Perancangan algoritma untuk membangun quadtree citra black-white terdapat pada Gambar 5 (Herlambang, 2003).

START Black E N D Level = kedalaman x= EXPN(2,level) y= EXPN(2,level) Level =0 Cek pada RLC Inside RLC? White New(q) q^.nw = p[1] q^.n E = p[2] q^.sw = p[3] q^.se = p[4] level:=level-1; texpn:=expn(2,level); tx:=x-texpn; ty:=y-texpn; CONSTRUCT(p[1],level,tx,ty); CONSTRUCT(p[2],level,x,ty); CONSTRUCT(p[3],level,tx,y); CONSTRUCT(p[4],level,x,y); p[1].colour= p[2].colour= p[3].colour= p[4].colour? Gambar 5. Diagram Alir Pembentukan Quadtree untuk Citra Black-White Secara Rekursif Rancangan membangun quadtree untuk representasi citra berwarna menggunakan pedoman dari rancangan quadtree black-white. Proses mendapatkan nilai warna piksel dilakukan dengan cara membuka bagian header dan palette dari citra dengan format bitmap. Diagram alir pembentukan quadtree untuk citra berwarna terdapat pada gambar 6 (Herlambang, 2003). par = p[1]

START Level = kedalaman x= EXPN(2,level) y= EXPN(2,level) E N D Level =0 Get Color Number Color Number 0 : color:=black 1 : color=blue 2 : color = green 3 : color = cyan 4 : color = red 5 : color = magenta 6 : color = brown 7 : color = lightgray 8 : color = darkgray 9 : color = lightblue 10 : color = lightgreen 11 : color = lightcyan 12 : color = lightred 13 : color = lightmagenta 14 : color = yellow 15 : color = white level:=level-1; texpn:=expn(2,level); tx:=x-texpn; ty:=y-texpn; CONSTRUCT(p[1],level,tx,ty); CONSTRUCT(p[2],level,x,ty); CONSTRUCT(p[3],level,tx,y); CONSTRUCT(p[4],level,x,y); p[1].colour= p[2].colour= p[3].colour= p[4].colour? Gambar 6. Diagram Alir Pembentuk Quadtree Untuk Citra Berwarna Secara Rekursif HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Tes Dengan Simulasi Citra Hitam-Putih Simulasi 1 menggunakan citra seperti pada gambar 3. Kemudian simulasi 2 menggunakan citra gambar 6. New(q) q^.nw = p[1] q^.n E = p[2] q^.sw = p[3] q^.se = p[4] par = p[1]

Gambar 7. Gambar Simulasi Hitam-Putih Hasil penelitian menunjukkan bahwa ratio = 1 (object size sama dengan image size) mempunyai hasil yang sama dengan ratio > 1 (object size lebih kecil dari image size), yaitu jumlah node hitam, node putih maupun total jumlah node, besarnya sama atau tidak berubah. Kondisi ini menunjukkan bahwa representasi quadtree yang dihasilkan juga sama dan kapasitas penyimpanan file teks yang dihasilkan mununjukkan total jumlah node. Hasil analisa ini digunakan untuk keperluan tes dengan kasus nyata untuk citra black-white maupun berwarna, yakni citra cukup dianalisa ratio = 1, dimana ratio adalah perbandingan antara image size dan object size. Hasil selengkapnya dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Hasil Tes Dengan Simulasi Citra Hitam-Putih Object Size = 8 Ratio 1 Simulasi 1 Simulasi 2 Node Hitam 6 28 Node Putih 7 12 Node ( 4 13 Jumlah Node 17 53 Ukuran file(bytes) 17 53 Hasil pengkodean untuk simulasi citra pertama adalah : ((B(WWBBWB(WWBWWB Sedangkan hasil pengkodean untuk simulasi citra kedua adalah : ((W(WBBB(WBBBB((BWBBWB(BWBB((BBWBBW(BBWB(B(BBBW(BBBWW 2. Tes Dengan Kasus Nyata Citra Hitam-Putih Untuk mengekstrak citra, peneliti melakukan ploting terhadap peta dari pulau ternate, sehingga diperoleh masing-masing titik sudut koordinat. Berdasarkan hasil simulasi pada citra black-white, maka analisa dilakukan dengan ratio = 1 karena analisa dengan ratio > 1 hasilnya akan sama dengan ratio = 1. Total jumlah node menunjukkan total kapasitas file penyimpanan. Hal ini terlihat pada real test case dengan ratio =1, dimana total jumlah node dan kapasitas file penyimpanan =249 bytes. Hasil selengkapnya dapat dilihat pada tabel 2. Hasil pengkodean dari quadtree yang terbentuk adalah : ((W(WW(W(WWWBW(WBBB(B(WWBBBB(WWW(W(WBWBWB(((WWWBBBBBBB((WW(WWB B(WW(BWBB(WWBWWB(((WWBWW(BWBBWW(B(BWBBBB(WW(BWBWW((W(WB(WWWBB

W((WBWBB(WBWWBB(W(W(WBWBWWWW(BB((WBWWBW(WBWW(BB(BBWBB(B(B((BWB WW(BWBWWB((BWBWWWW(BB(BBB(BBWW(BB(BBWW(BWWW((BBB(BWWWW((BWWWW WWW Tabel 2. Hasil Tes Dengan Kasus Nyata Citra Hitam-Putih Ratio 1 Node Hitam 83 Node Putih 104 Node ( 62 Jumlah Node 249 Ukuran file(bytes) 249 3. Tes Dengan Simulasi Citra Berwarna Citra yang dianalisa mempunyai format Bitmap. Untuk mengekstrak dan memperoleh informasi mengenai nilai warna piksel dari citra, diperlukan teknik khusus yaitu mengekstrak HEADER dan PALETTE. Berikut diperlihatkan beberapa citra untuk keperluan simulasi. ( a ) Gambar 8. (a) Citra Homogen, (b) Citra Agak Heterogen, (c) Citra Heterogen Dengan resolusi warna yang berbeda, maka representasi dari quadtree juga berbeda. Jika gambar dianalisa dengan menggunakan resolusi yang rendah (2 warna), maka representasi quadtree akan nampak berbeda dan lebih sederhana dibanding dengan analisa dengan resolusi yang lebih tinggi (16 warna). Resolusi 2 warna hanya menampilkan node berwarna hitam dan putih, node warna yang lain belum nampak. Jika resolusi ditambah menjadi 16 warna, maka akan nampak warna-warna lain sesuai dengan citra aslinya. Kondisi ini juga menunjukkan penambahan jumlah node yang ada, dan secara tidak langsung kapasitas penyimpanan dari hasil pengkodean representasi quadtree akan bertambah sesuai dengan pertambahan jumlah node. Hasil selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Hasil Tes Dengan Simulasi Citra Berwarna node Simulasi 1 Simulasi 2 Simulasi 3 Bytes node ( b ) Bytes node Bytes 2 warna 21 21 21 21 61 61 ( c )

4 warna 21 21 21 21 61 61 8 warna 21 21 21 21 69 69 16 warna 21 21 21 21 81 81 4. Tes Dengan Kasus Nyata Citra Berwarna Citra yang dianalisa dengan ratio =1. Seperti pada simulasi, hasil yang diperoleh pada test case bahwa dengan resolusi warna yang berbeda, maka representasi dari quadtree akan berbeda juga. Kondisi ini terjadi juga pada real test case. Jika citra dianalisa dengan resolusi yang rendah (2 warna), maka representasi quadtree akan nampak berbeda dibanding dengan analisa dengan resolusi yang lebih tinggi (16 warna). Semakin tinggi resolusinya, maka akan semakin komplek representasi quadtree yang muncul. Pada representasi 2 warna hanya menampilkan citra berwarna hitam dan putih, tetapi pada resolusi yang lebih tinggi (4, 8 atau 16 warna) akan nampak warna lain. Hal ini terjadi karena pada resolusi 2 warna, warna selain hitam dan putih tidak nampak. Sebagai contoh warna merah, hijau dan biru, pada resolusi 2 warna saja, warna-warna tersebut dianggap hitam semuanya. Sedangkan warna kuning, lightcyan, lightgray, dianggap sebagai warna putih. Dari hasil ini terlihat bahwa untuk memperoleh hasil analisa yang mendekati warna citra sesungguhnya diperlukan resolusi warna yang lebih tinggi. Semakin tinggi resolusi yang digunakan, berdampak semakin besar kapasitas penyimpanan file teks yang dibutuhkan. Gambar 9 merupakan citra yang akan dianalisa. Gambar 9. Citra Untuk Tes Kasus Nyata Hasil analisa ditunjukkan pada tabel 4, tabel 5, tabel 6 dan tabel 7.

Tabel 4. Analisa Gambar 9 dengan 2 Warna Image Size = 32 Resolusi (color) 2 Node Putih 284 Node Hitam 305 Node ( 196 Jumlah Node 785 Tabel 5. Analisa Gambar 9 dengan 4 Warna Image Size = 32 Resolusi (color) 4 Node Putih 279 Node Hitam 293 Node Merah 93 Node Hijau 74 Node ( 246 Jumlah Node 985 Tabel 6. Analisa Gambar 9 dengan 8 Warna Tabel 7. Analisa Gambar 9 dengan 16 Warna Image Size = 32 Resolusi (color) 16 Node Putih 154 Node Hitam 248 Node Merah 93 Node Hijau 26 Node Biru 84 Node Magenta 38 Node Yellow 73 Node Cyan 0 Node Brown 0 Node LightGray 0 Node DarkGray 46 LightBlue 0 LightGreen 66 LightCyan 13 LightRed 0 LightMagenta 63 Node ( 301 Jumlah Node 1205 Image Size = 32 Resolusi (color) 8 Node Putih 212 Node Hitam 261 Node Merah 93 Node Hijau 74 Node Biru 84 Node Magenta 92 Node Yellow 0 Node Lightcyan 13 Node ( 276 Jumlah Node 1105 Dari hasil analisa untuk resolusi 2 warna, kapasitas file penyimpanannya adalah 785 bytes, sedangkan pada resolusi 16 warna, kapasitas file penyimpanannya menjadi 1,205 bytes. Berdasarkan hasil penelitian, besarnya kapasitas penyimpanan, sama dengan banyaknya node yang muncul. Setiap node besarnya adalah 1 bytes.

SIMPULAN Representasi citra berwarna menggunakan metode region based quadtree dapat menghemat kapasitas file penyimpanan dari citra. Besarnya kapasitas file penyimpanan sebanding dengan jumlah node hasil representasi quadtree (1 karakter koding = 1 bytes). Semakin tinggi resolusi yang digunakan, semakin komplek representasi quadtree karena pada resolusi yang tinggi akan muncul warna-warna lain yang tidak muncul pada resolusi warna yang lebih rendah. Reduksi penyimpanan akan semakin berkurang seiring dengan meningkatnya resolusi citra yang digunakan. Pada kondisi worst case untuk - 2 warna diperoleh reduksi penyimpanan sebesar 62,65% - 4 warna diperoleh reduksi penyimpanan sebesar 53,14% - 8 warna diperoleh reduksi penyimpanan sebesar 47,43% - 16 warna diperoleh reduksi penyimpanan sebesar 42,67% Dapat dilakukan penelitian selanjutnya yaitu, proses ektraksi citra black-white pada real test case dibuat dengan perangkat lunak yang berbeda atau dengan bantuan menggunakan program aplikasi yang mendukung Sistem Informasi Geografi, misalnya ArcView dan ArcInfo. Citra ditingkatkan pada format lain seperti GIF dan JPEG. Serta resolusi dapat ditingkatkan menjadi 16 bit dan 24 bit (true color). Membuat suatu prosedur untuk mengekstrak kembali menjadi citra yang asli sesuai dengan warna yang ada dari hasil pengkodean citra yang dikirim. DAFTAR RUJUKAN Herlambang, S. 2003. Representasi Citra Berwarna Menggunakan Metode Region Based Quadtree. Yogyakarta: Magister Ilmu Komputer, Universitas Gadjah Mada. Samet(1), H. 1990. Application of Spatial Data Structures. Canada: Addison Wesley Publishing Company Inc. Samet(2), H. 1990. The Design and Analysis of Spatial Data Structures. Canada: Addison Wesley Publishing Company Inc. Samet,(3) H., and Webber, R.E. 1984. On Encoding Boundaries with Quadtrees. IEEE Transactions on Pattern Analysis and Machine Intelegence, vol. PAMI-6, No.3.