PENGARUH TINGKAT ATTRACTIVENESS CELEBRITY ENDORSER TERHADAP BRAND IMAGE

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan yang terjadi dapat dilihat dari munculnya smartphone yang saat ini

PENGARUH TERPAAN IKLAN DAN BRAND AWARENESS TERHADAP SIKAP PADA MEREK

BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Current Operating System

PENGARUH TINGKAT TERPAAN SPONSORSHIP

BAB III SUBJEK DAN METODE PENELITIAN

PENGARUH CELEBRITY ENDORSER TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SEPEDA MOTOR MEREK HONDA VARIO

PENGARUH DEAD ENDORSER PADA KEPRIBADIAN MEREK PADA IKLAN KUKU BIMA ENER G DI TELEVISI (Survei pada Konsumen Kuku Bima Ener G di Purworejo)

ANALISIS PENGARUH MEDIA IKLAN TELEVISI TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN MEMBELI MINUMAN FANTA KEMASAN PADA MASYARAKAT PURWOREJO

BAB I Pendahuluan 1 BAB I PENDAHULUAN. menjalankan kegiatan usahanya. Era ini ditandai dengan semakin berkembangnya

II. LANDASAN TEORI. Menurut Asosiasi Pemasaran Amerika, dalam Kotler, dan Keller ( 2009: 6):

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

PENGARUH ATTRACTIVENESS DAN CREDIBILITY BRAND IMAGE FRESHCARE

BAB I PENDAHULUAN. dalam menetapkan strategi yang tepat bagi perusahaan sehingga dapat menarik

BAB I PENDAHULUAN. brand awareness. Brand awareness berkaitan erat dengan kuat lemahnya keunikan brand

BAB III METODE PENELITIAN

Eka Dentya Nursita Sari EA19

Pengaruh Tingkat Ketertarikan pada Brand Placement dan Tingkat Pengetahuan terhadap Citra Merek. Rio / Anita Herawati. Progam Studi Ilmu Komunikasi

BAB I PENDAHULUAN. iklan (celebrity endorser) berperan sebagai orang yang berbicara tentang produk,

BAB 1 PENDAHULUAN. Seiring dengan berkembangnya jaman, dunia periklanan dan pertelevisian di

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif verifikatif yang

BAB I PENDAHULUAN. Menyadari fenomena, pemasaran merupakan suatu kegiatan pokok dalam

Pengaruh Persepsi pada Tingkat Emotional Branding terhadap Brand Attitude dan Tingkat Brand Trust

BAB I PENDAHULUAN 1 BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

III. METODE PENELITIAN

PENGARUH IKLAN TELEVISI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KOSMETIK MEREK WARDAH (Studi Kasus Pada Mahasiswi Universitas Gunadarma Kalimalang).

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pada populasi besar atau kecil tetapi data dari sampel diambil dari populasi

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. likeability, attractiveness, dan meaningfulness secara partial berpengaruh terhadap

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survei. Penelitian survei adalah suatu

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Berkembangnya perdagangan bebas menimbulkan persaingan

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Perekonomian Indonesia pada tahun 2009 mengalami pertumbuhan sebesar 4,5

PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN LABEL LOW FAT HIGH CALCIUM TERHADAP TINGKAT KEPERCAYAAN PADA PRODUK SUSU CAIR DALAM KEMASAN

BAB I PENDAHULUAN. bentuk sarananya (alat) maupun kegunaanya, hal tersebut dapat dilihat dari

Pengaruh Citra Merek L Oreal pada Brand Extension terhadap Brand Attitude dan Tingkat Brand Trust

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pada masa seperti sekarang ini periklanan memegang peranan yang cukup

BAB V PENUTUP. penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terpaan iklan kopi Good day versi

BAB I PENDAHULUAN. membandingkan produk yang satu dengan produk sejenis yang lain.

BAB IV HASIL PENELITIAN. 4.1 Gambaran tentang Iklan aplikasi chat KakaoTalk Versi Sherina

BAB I PENDAHULUAN. penting daripada daya tariknya. Endorser yang kredibel adalah orang yang. bisa dipercaya dan mempunyai keahlian tertentu.

PENGARUH KREDIBILITAS CELEBRITY ENDORSER DAN DAYA TARIK IKLAN TERHADAP BRAND ATTITUDE OPPO SMARTPHONE

BAB I PENDAHULUAN. kreatif dan inovatif dalam menjalankan kegiatan usahanya. Berbagai upaya

I. PENDAHULUAN. bisnis baru bagi perusahaan yang berkembang di Indonesia. Keadaan tersebut

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Perkembangan perdagangan global, telah membuat semakin banyaknya

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. membentuk brand image yang baik untuk dapat berkompetisi di pasar.

PENGARUH TERPAAN SALES KIT TERHADAP BRAND AWARENESS, KETERTARIKAN, DAN MINAT MENGGUNAKAN KEMBALI PRODUK

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Budhi Punama Siddhi Ign. Agus Putranto

BAB I PENDAHULUAN. konsep yang canggih namun juga tidak terlepas dari dunia hiburan, termasuk

Pengaruh Daya Tarik Brand Ambassador dan Daya Tarik. Jingle Iklan Versi Iklan Televisi terhadap Keputusan

ANALISIS PENGARUH KARAKTERISTIK SELEBRITAS SEBAGAI MODEL IKLAN (CELEBRITY ENDORSER) TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Penelitian ini menguji bagaimana pengaruh strategi celebrity endorser dari

BAB 1 PENDAHULUAN. jasa yang disertai dengan inovasi-inovasi baru yang dilakukan. Banyak tantangan

BAB III SAJIAN DATA DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. Pemasaran dalam era globalisasi saat ini banyak mengalami tantangan terutama dalam

BAB I PENDAHULUAN. dengan pengguna lebih dari 30 juta (Panji, 2012 diakses

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. cepat dan ditunjang dengan keberadaan teknologi pendukung membuat konsumen

BAB I PENDAHULUAN. bukan lagi di televisi ataupun radio melainkan internet. Detik.com, vivanews.com,

BAB III METODE PENELITIAN Obyek penelitian adalah Perusahaan Roti Aflah Subyek penelitiannya adalah konsumen atau pembeli pada

PENGARUH MEDIA PLACEMENT IKLAN LUAR RUANG TERHADAP TINGKAT BRAND AWARENESS

PENGARUH ELEMEN-ELEMEN BRAND EQUITY TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN NOTEBOOK TOSHIBA. Gesit Sukma Arif Wibowo

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Pengaruh Iklan Televisi Provider Telkomsel 4G LTE Terhadap Minat Beli Telkomsel 4G LTE. M. Akmal Anwari Manajemen Ekonomi 2016

Pengaruh Penggunaan Humor pada Iklan Televisi AXIS versi Cak Norris terhadap Brand Awareness

III.METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan-perusahaan sekarang ini telah berlomba untuk memasarkan

PENGARUH KUALITAS LAYANAN BANK DAN CITRA MEREK TERHADAP KEPUTUSAN PEMILIHAN PRODUK TABUNGAN (STUDI PADA BANK DKI SYARIAH CABANG BANDUNG)

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Perkembangan pada dunia industri memaksa banyak produsen bisnis

PENGARUH TINGKAT BRAND KNOWLEDGE

BAB I PENDAHULUAN. Perubahan keadaan perekonomian secara global memberikan dampak

BAB II KAJIAN PUSTAKA. mengenai posisi studi ini dibandingkan penelitian-penelitian terdahulu

BAB I PENDAHULUAN. cukup pesat adalah kartu perdana (Starterpark). Banyak produk kartu perdana

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. diperoleh dari penyebaran kuesioner pada konsumen.

BAB III METODE PENELITIAN. Tipe penelitian dalam penelitian ini adalah Deskripsi. Dengan penjelasan bersifat

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN. tersebut adalah bagaimana memperkenalkan suatu produk atau jasa,

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. iklan TVC Mie Sedap White Curry terhadap Brand Image. dugaan awal (hipotesis) antara variable satu dengan lainnnya.

BAB I PENDAHULUAN. dunia bisnis semakin pesat. Perusahaan dalam menghadapi persaingan bisnis

PERSEPSI MAHASIWA TERHADAP IKLAN LUX VERSI BANDAR UDARA ATIQAH HASIHOLAN. Ayu Maiza Faradiba. Universitas Paramadina

BAB I PENDAHULUAN. Dengan berkembangnya perekonomian di Indonesia saat ini banyak. perusahaan yang menggunakan iklan untuk mengenalkan ataupun

BAB I PENDAHULUAN. pelanggannya. Di dalam kondisi persaingan usaha yang semakin ketat ini, konsumen untuk mengkonsumsi produk mereka (Lasty, 2014).

BAB I PENDAHULUAN. relatif lebih bebas akibat dikuranginya proteksi dalam perdagangan internasional.

BAB I PENDAHULUAN. cepat mendorong timbulnya laju persaingan dalam dunia usaha, sehingga masyarakat

PENGARUH VISIBILITY, CREDIBILITY, ATTRACTION DAN POWER PADA CELEBRITY ENDORSER TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SEPATU ADIDAS adizero F50 DI PURWOREJO

BAB III METODELOGI PENELITIAN. variable Tvc Mizone dengan Variabel Brand Image merek Mizone. Eksplantif yaitu

Management Analysis Journal

PENGARUH BRAND ASSOCIATION TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN

III. METODE PENELITIAN

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN

Volume II No. 2, Juni 2016 ISSN :

BAB I PENDAHULUAN. Banyak upaya yang dilakukan organisasi atau perusahaan untuk. tuntutan dan persaingan dalam menghadapi perkembangan dunia semakin

5. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil analisis dan pengolahan data pada penelitian tentang Faktor-

Disusun oleh: : NURUL FATIMAH NPM : Jurusan : Manajemen Pembimbing : Darmadi, SE., MM.

repository.unisba.ac.id BAB I 1.1 Latar Belakang Clothing Company adalah istilah yang digunakan untuk perusahaan yang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah Industri Telekomunikasi

Nama : Bernadeta Titi Nurani NPM : Jurusan : Manajemen Pembimbing : Iman Murtono Soenhadji, Ph.D

BAB I PENDAHULUAN. meluasnya berbagai produk dan jasa, menyebabkan persaingan bisnis yang

Transkripsi:

PENGARUH TINGKAT ATTRACTIVENESS CELEBRITY ENDORSER TERHADAP BRAND IMAGE (Studi Eksplanatif Perbandingan Pengaruh Daya Tarik Agnes Monica, Nidji dan Sherina, Big Bang terhadap Brand image Line dan Kakao Talk) Regina Yatasia Brahmana F. Anita Herawati Program Studi Ilmu Komunikasi, FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta Jl. Babarsari No. 6 Yogyakarta 55281 egi.yatasia@gmail.com Abstract: Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi ditandai dengan munculnya berbagai aplikasi instant messenger, seperti Whatsapp, Line, WeChat, dan Kakao Talk. Peneliti memilih instant messenger Line dan Kakao Talk dengan tujuan untuk melihat pengaruh attractiveness celebrtity endorser terhadap brand image. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif eksplanatif dengan data primer melalui penyebaran kuesioner kepada 144 responden dari mahasiswa FISIP angkatan 2011 dan 2012 Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Data penelitian diolah dengan menggunakan uji regresi dan uji anova.berdasarkan data maka diperoleh hasil bahwa terdapat pengaruh attractiveness celebrity endorser terhadap brand image, yaitu sebesar 0,537 pada responden pengguna Line terhadap Line, 0,594 pada responden pengguna Kakao Talk terhaap Kakao Talk,sebesar 0,492 pada responden bukan pengguna keduanya terhadap Line dan sebesar 0,628 pada responden bukan pengguna keduanya terhadap Kakao Talk. Data tersebut menunjukkan bahwa pengaruh celebrity endorser yang paling kuat adalah Sherina dan Big Bang terhadap brand image Kakao Talk pada responden bukan pengguna kedua instant messenger. Key world: Attractivenes, Celebrity Endorser, Brand image, Line, Kakao Talk PENDAHULUAN Teknologi komunikasi dan informasi di Indonesia sudah semakin berkembang dengan adanya perubahan-perubahan yang semakin canggih. Seiring berjalannya waktu, masyarakat mulai beralih dari SMS ke penggunaan aplikasi mobile messaging yang ditawarkan oleh smartphone untuk dapat saling berkirim

data. Awalnya aplikasi mobile messaging lebih banyak digunakan oleh orangorang dengan menggunakan komputer, tetapi dengan semakin berkembangnya teknologi maka aplikasi mobile messaging dapat digunakan pada smartphone. Whatsapp adalah aplikasi mobile messaging pertama yang muncul di Indonesia setelah BBM (Blackberry Messenger). Setelah kehadiran Whatsapp muncul tiga brand mobile messaging yang turut meramaikan pasar Indonesia, yaitu Line, Kakao Talk, dan WeChat. Ketiga brand ini dikenal dengan sebutan instant messenger karena memiliki perbedaan dengan BBM maupun Whatsapp yang hanya bisa digunakan untuk chatting. Line, WeChat, dan Kakao Talk selain menyediakan fasilitas instant messaging untuk chatting, juga memungkinkan pemakainya memasang status, melakukan percakapan gratis, memiliki emoticon yang lebih hidup untuk bersosialisasi, dan fitur-fitur sosial lainnya sehingga ketiga brand ini lebih sering dikategorikan sebagai social platform dari pada mobile messaging (www.mix.co.id, 02 Oktober 2013). Kedua brand instant messenger, yaitu Line dan Kakao Talk saling berlomba untuk memperebutkan hati pemirsa dengan gencar beriklan melalui media televisi. Dalam iklannya Line maupun Kakao Talk memilih celebrity sebagai brand endorsernya. Adapun tujuan dari dipilihnya celebrity sebagai endorser adalah untuk menggunakan prestasi celebrity tersebut agar dapat menciptakan brand image yang diinginkan. Baik Line maupun Kakao Talk menggunakan iklan televisi dengan beberapa celebrity sebagai endorsernya, dan salah satu celebrity yang mereka gunakan adalah Agnes Monica dan Nidji sebagai endorser dari Line sedangkan Kakao Talk menggunakan Sherina dan Big Bang. Peneliti memilih Agnes Monica dan Nidji sebagai objek penelitian karena iklan dengan kedua endorser tersebut memiliki waktu penayanngan yang lebih sering muncul di televisi. Line menggandeng Agnes Monica dan Nidji dalam satu iklan untuk menggambarkan bagaimana group chat Line memungkinkan penggunanya menikmati percakapan bersama dimanapun mereka berada di dunia (http://wire.dailysocial.net, 16 Oktober 2013).

Peneliti memilih Sherina dan Big Bang sebagai objek penelitian karena iklan dengan kedua bintang tersebut menampilkan perpaduan unik antara Korea dan Indonesia sehingga membuahkan daya tarik yang berbeda. Selain itu iklan Kakao Talk dengan endorser mereka memiliki kesamaan dengan Line dalam memperkenalkan Kakao Talk yang dapat digunakan berkomunikasi secara berkelompok dimanapun mereka berada. Alasan peneliti mengambil layanan instant messenger Line dan Kakao Talk adalah karena Line merupakan pesaing utama dari Kakao Talk begitupun sebaliknya (http://www.merdeka.com, 09 Februari 2014). Selain itu juga peneliti menilai bahwa kedua brand tersebut menggunakan celebrity sebagai endorser dalam iklannya. Peneliti ingin melihat pengaruh penggunaan celebrity sebagai endorser baik secara individu maupun kelompok terhadap brand image Line dan Kakao Talk. Berasarkan iklan televisi dengan celebrity sebagai endorsernya, maka peneliti merumuskan masalah, yaitu bagaimana pengaruh tingkat attractivenes celebrity endorser terhadap brand image. Masaah tersebut perlu dikaji dengan tujuan agar pengaruh daya tarik celebrity dapat diidentifikasi, sehingga dapat diketahui pula pengaruh celebrity manakah yang lebih kuat terhadap brand image Line dan Kakao Talk. KERANGKA TEORI Penelitian ini menggunakan model SMCR (Source-Message-Channel- Receiver) seperti yang diungkapkan oleh David K. Berlo dalam Cangara (1998: 22). Didukung dengan teori yang membahas tentang daya tarik, dimana daya tarik merupakan faktor yang dimiliki oleh seorang endorser, karena daya tarik merupakan salah satu faktor yang mengendalikan brand image (Cangara, 1998: 95). Daya tarik endorser itu sendiri terdiri dari similiarity, familiarity, dan likeability.

Endorser adalah pendukung iklan yang dikenal sebagai bintang iklan yang mendukung produk yang diiklankan. Terdapat dua macam sumber, yaitu sumber langsung (direct source) dan sumber tidak langsung (indirect source). Celebrity merupaka sumber tidak langsung, dimana celebrity berperan sebagai model yang menyampaikan pesan secara aktual tapi menarik perhatian yang mendukung penampilan iklan. Alasan yang menyebabkan celebrity sangat diminati oleh produsen untuk mengiklankan produknya adalah karena pesan yang disampaikan oleh sumber yang menarik (kaum celebritys yang sedang populer) akan mendapat perhatian yang lebih besar dan akan lebih mudah diingat (Royan, 2004:02). Penelitian ini juga menggunakan the bullet theory yang merupakan konsep awal dari efek komunikasi massa. Teori ini berasumsi bahwa media massa memiliki kekuatan penuh dalam menyampaikan informasi. Teori ini berpendapat bahwa khalayak tidak memiliki kekuatan untuk menolak informasi setelah ditembakkan melalui media komunikasi (Cangara, 2011: 97). Teori terakhir yang digunakan adalah brand image, dapat dikatakan bahwa brand image dibangun dengan menciptakan sebuah image atau citra terhadap merek dari produk tertentu. Menurut Shimp (2000:9), brand image dianggap sebagai asosiasi yang muncul dalam pikiran konsumen ketika memikirkan sebuah merek tertentu. METODE Metode yang dilakukan dalam penelitian adalah metode survei dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data. Jenis dari peneltian ini adalah kuantitatif eksplanatif. Peneliti mengambil lokasi penelitian di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Populasi penelitian adalah mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta angkatan 2011 dan 2012, sedangkan sampel dari penelitian ini dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu 48 pengguna Line, 48 pengguna Kakao Talk, dan 48 bukan pengguna Line dan Kakao Talk. Ketiga kelompok sampel dikategorikan sebagai sampel non probablitas dengan menggunakan teknik

accidental sampling. Penelitian ini menggunakan uji validitas dengan menggunakan uji product moment, dimana kuesioner dapat dikatakan valid jika r hitug lebih besar dari pada r table dengan taraf signifikansi 5%. Sedangkan uji reliabilitas untuk menguji kuesioner yang digunakan, kuesioner dikatakan reliabel jika Cronbach Alpha-nya > 0,60.. Peneliti menggunakan uji regresi sederhana dan uji beda (rumus one way) untuk menganalisis data. HASIL ANALISIS Berdasarkan hasil analisis data, maka didapatkan bahwa ketiga kelompok responden menilai tinggi pada variabel attractiveness celebrity endorser. 54,2% responden pengguna Line memberikan nilai tinggi pada kategorisasi attractiveness celebrity endorser Line, sebesar 75% responden pengguna Kakao Talk memebrikan nilai tinggi pada attractiveness celebrity Kakao Talk, dan sebesar 75% bukan pengguna kedua instant messenger memberikan nilai tinggi kepada attractiveness celebrity endorser Line dan Kakao Talk. Nilai tinggi yang diberikan oleh responden berarti, ketiga kelompok responden menilai bahwa daya tarik celebrity mampu memberikan pengaruh terhadap mereka. Begitu pula variabel brand image, sebesar 91,7% responden pengguna Line memberikan nilai tinggi untuk brand image Line, sebesar 81,3% pengguna Kakao Talk memberikan nilai tinggi untuk brand image Kakao Talk, dan sebesar 81,3% dan 66,7% bukan pengguna kedua instant messenger memberikan nilai tinggi untuk brand image Line dan Kakao Talk. Berdasarkan hasil uji regresi maka diperoleh hasil bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel X (attractiveness celebrity endorser) terhadap variabel Y (brand image) yang ditunjukkan dengan nilai R (koefisien korelasi) dan R Square (koefisien determinasi). Beradasarkan hasil uji regeresi maka diperoleh pada kelompok pengguna Line menunjukkan nilai R sebesar 0.537, nilai R Square sebesar 28,9% dengan signifikansi 0,000 terhadap Line, pada kelompok pengguna Kakao Talk diperoleh nilai R sebesar 0,594, R Square

sebesar 35,2% dengan signifikansi 0,000 terhadap Kakao Talk. Pada kelompok bukan pengguna keduanya terhadap Line diperoleh nilai R 0,492, R Square 24,2%, dengan signifikansi 0,000, dan terhadap Kakao Talk diperoleh nilai R 0,628, R Square 39,4, dengan signifikansi 0,000. Berdasarkan data tersebut dapat dilihat bahwa pengaruh variabel X terhadap variabel Y yang paling kuat berasal dari kelompok responden bukan pengguna kedua instant messeger terhadap Kakao Talk, yaitu nilai R sebesar 0,628 dan R Square sebesar 39,4%. Uji beda dilakukan untuk mengatahui perbedaan mean pada masingmasing variabel. Berdasarkan uji beda yang dilakukan dengan menggunakan rumus one way maka didapatkan perbedaan mean yang signifikan, yaitu pada variabel attractiveness pada kelompok repsonden pengguna Line dan responden bukan pengguna kedua instant messenger dengan nilai signifikansi sebesar 0,026 dimana nilai tersebut < 0,05. PEMBAHASAN Model komunikasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah model SMCR, dimana David K Berlo dalam Cangara (1998:22) mengungkapkan bahwa SMCR terdiri dari S (Source) atau sumber, M (Messages) atau pesan, C (Channel), dan R (Receiver) atau penerima. Berdasarkan model ini maka celebrity endorser memiliki peran sebagai source atau sumber dalam iklan televisi yang bersifat linier atau satu arah. Agnes Monica dan Nidji merupakan endorser dari Line, sedangkan Sherina dan Big Bang merupakan endorser dari Kakao Talk. Peran celebrity endorser di sini adalah sebagai model yang menginformasikan pesan iklan dari Line maupun Kakao Talk kepada khalayak. Celebrity dipilih menjadi model untuk menyampaikan pesan iklan dikarenakan memiliki daya tarik, sehingga dapat menarik perhatian dan mendukung penampilan iklan. Celebrity digunakan sebagai endorser karena celebrity memiliki ketiga faktor yang ada dalam daya tarik, yaitu similiarity (kesamaan), familiarity (keakraban), dan likeability (perasaan suka).

Dilihat dari faktor similiarity, maka Agnes Monica, Nidji, Sherina, dan Big Bang merupakan celebrity yang memiliki kesamaan dengan anak muda yang selalu mengikuti perkembangan jaman dan senang bersosialisasi dimanapun mereka berada. Sedangkan jika dilihat dari faktor familiarity, Agnes, Nidji, dan Sherina merupakan celebrity yang sering kali muncul dalam layar kaca, tidak hanya sebagai penyanyi tetapi juga bintang film dan bintang iklan, sedangkan Big Bang merupakan boyband Korea yang sangat digemari musik dan gaya berpenampilannya tidak hanya di Korea, tetapi juga di Indonesia dan dunia. Pada faktor likeability, dapat dilihat sebagian besar responden setuju bahwa keempat celebrity memiliki penampilan yang menarik secara fisik, cantik dan tampan sehingga para selebriti ini mampu membuat anak muda mengikuti gaya berpenampilannya. Hal tersebut membuktikan bahwa ketiga kelompok responden setuju bahwa Agnes Monica, Nidji, Sherina dan Big Bang memiliki daya tarik yang mempengaruhi responden secara signifikan. Berdasarkan hasil uji regresi, yaitu tentang pengaruh daya tarik celebrity terhadap brand image maka diketahui bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada ketiga kelompok responden. Dari ketiga kelompok responden, dapat dilihat bahwa pengaruh paling kuat berasal dari kelompok responden bukan pengguna kedua instant messenger terhadap Kakao Talk, yaitu sebesar 0,628. Sedangkan pengaruh paling lemah juga berasal dari kelompok bukan pengguna kedua instant messenger terhadap Line, yaitu sebesar 0,492. Dapat dilihat pula pada responden pengguna Kakao Talk, pengaruh variabel X terhadap variabel Y ternyata lebih lemah dari responden bukan pengguna kedua instant messenger, yaitu sebesar 0,594. Hal tersebut terjadi karena responden bukan pengguna instant messenger menjawab berdasarkan pada pengalaman mereka setelah menonton iklan televisi Kakao Talk, sehingga attractiveness Sherina dan Big Bang pun memberikan pengaruh yang lebih kuat. Sedangkan responden pengguna Kakao Talk menjawab berdasarkan pengalaman setelah menonton iklan dan pengalaman ketika menggunakan Kakao Talk. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat dikatakan bahwa faktor yang mempengaruhi brand image pada kelompok responden pengguna Kakao Talk

tidak hanya berasal dari daya tarik Sherina dan Big Bang, tetapi juga berasal dari faktor lain diluar attractiveness. Begitupula dengan brand image Line, pada hasil uji regresi juga diperoleh data di mana pengaruh daya tarik Agnes Monica dan Nidji memiliki pengaruh sedang. Dapat dilihat juga, R Square pada responden bukan pengguna kedua instant messenger lebih besar daripada responden pengguna Kakao Talk. R Square pada responden bukan pengguna kedua instant messenger sebesar 39,4%, sedangkan pada responden pengguna Kakao Talk sebesar 35,2%. Hal tersebut membuktikan bahwa celebrity endorser memiliki kontribusi yang lebih besar pada responden bukan pengguna kedua instant messenger. Sedangkan pada responden pengguna Kakao Talk yang mempengaruhi brand image sebesar 64,8% berasal dari faktor lain di luar attractiveness celebrity. Pengaruh atau faktor lain yang mempengaruhi pembentukan brand image di luar attractiveness celebrity endorser dapat berupa pengalaman ketika menggunakan instant messenger Line dan Kakao Talk. Keller (1998: 93-97) menyatakan bahwa brand image terbentuk dari asosiasi merek, yaitu attribut, benefit, dan attitudes. Penelitian ini juga menggunakan The Bullet Theory (teori peluru) yang merupakan konsep awal sebagai efek komunikasi massa. Menurut McNair (1999:1) teori jarum hipordemik diartikan bahwa media massa menimbulkan efek yang kuat terarah, segera, dan langsung. Pada penelitian ini the bullet theory digunakan untuk melihat efek yang dihasilkan oleh komponen komunikasi dalam iklan, yaitu celebrity endorser sebagai komunikator dalam penyampaian informasi. Efek komunikasi yang dihasilkan adalah terbentuknya brand image terkait produk Line dan Kakao Talk pada responden yang melihat iklan televisi Line dan Kakao Talk.

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Penelitian ini menguji pengaruh attractiveness celebrity endorser terhadap brand image. Brand image yang diteliti adalah instant messenger Line dengan celebrity endorsernya Agnes Monica dan Nidji dan brand image instant messenger Kakao Talk dengan celebrity endorsernya Sherina dan Big Bang. Analisis deskriptif menunjukkan bahwa penilaian responden terhadap daya tarik Agnes Monica, Nidji, Sherina, dan Big Bang sebagai endorser Line dan Kakao Talk tergolong tinggi, yaitu sebesar 54,2% pada pengguna Line, 75% pada pengguna Kakao Talk, dan 75% pada bukan pengguna keduanya. Demikian pula penilaian responden pada variabel brand image Line dan Kakao Talk menunjukkan penilaian yang tinggi, yaitu sebesar 91,7% pada pengguna Line, 81,3% pada pengguna Kakao Talk dan 74% pada bukan pengguna keduanya. Berdasarkan hasil uji regresi sederhana, maka disimpulkan bahwa daya tarik Agnes Monica dan Nidji memiliki pengaruh, karena nilai signifikan yang dihasilkan < 0,05 sehingga diperoleh nilai R sebesar 0,537 pada responden pengguna Line dan sebesar 0,492 pada bukan pengguna kedua instant messenger. Daya tarik Sherina dan Big Bang memiliki pengaruh sebesar 0,594 pada responden pengguna Kakao Talk dan 0,628 pada kelompok bukan pengguna keduanya. Dilihat dari R Square, maka besar kontribusi attractiveness Agnes Monica dan Nidji terhadap brand image Line sebesar 28,9% pada kelompok penggunanya, dan sebesar 24,2% pada bukan pengguna kedua instant messenger. Pengaruh attractiveness Sherina dan Big Bang terhadap brand image Kakao Talk sebesar 35,2% pada penggunanya dan sebesar 39,4% pada bukan pengguna kedua instant messenger. Pengaruh attractiveness Sherina dan Big Bang terhadap brand image Kakao Talk pada kelompok pengguna Kakao Talk dan kelompok bukan pengguna kedua instant messenger lebih kuat dibandingkan dengan pengaruh Agnes Monica

dan Nidji terhadap brand image Line pada kelompok pengguna Line dan bukan pengguna kedua instant messenger. Daya tarik celebrity endorser Kakao Talk lebih kuat karena Kakao Talk menggunakan Big Bang sebagai endorser, dimana responden menilai bahwa daya tarik Big Bang lebih tinggi dibandingkan Nidji. Saran Disarankan bagi perusahaan untuk selalu memodifikasi penggunaan celebrity sebagai endorser, yaitu dengan mengguanakan celebrity yang sedang disukai sehingga akan lebih menarik dan lebih dekat dengan masyarakat. Sedangkan bagi peneliti selanjutnya perlu diperhatikan bahwa pada hasil penelitian yang telah dilakukan, terdapat kelemahan pada penelitian ini, yaitu indikator pernyataan pada definisi operasional, instrumen pengumpul data, dan brand image yang tidak dapat digunakan sebagai variabel penelitian pada penelitian kuantitatif. Berdasarkan hal tersebut, maka peneliti memberikan saran sebagai sumbangan pemikiran, bagi para peneliti selanjutnya diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan untuk memperbaiki dan meningkatkan penelitian terhadap celebrity endorser dalam membentuk brand image. Bagi peneliti yang meneliti dengan judul yang terkait, disarankan melakukan penelitian tidak hanya secara kuantitatif tetapi juga secara kualitatif dengan menambahkan data frekuensi iklan produk yang menggunakan celebrity endorser di televisi, sehingga hasil penelitian dapat dibandingkan dengan frekuensi responden melihat iklan. Data tersebut dapat membuktikan pula bahwa ada unsur lain yang menghubungkan antara celebrity endorser dengan brand image produk, yaitu faktor pengulangan dalam penerimaan pesan, serta menambahkan teori baru yang terkait dengan judul penelitian.

DAFTAR PUSTAKA Cangara, Hafied. 1998. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Raja Grafindo Persada Keller, Kevin Lane.1998. Strategic Brand Management Building, Measuring, and Managing Brand Equity.Prentice Hall: New Jersey Royan, Frans M. 2004. Marketing Selebritis. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo http://mix.co.id/headline/pertarungan-line-wechat-dan-kakao-talk/ (diakses 02 Oktober 2013) http://wire.dailysocial.net/ (diakses 16 Oktober 2013) http://www.merdeka.com/teknologi/gandeng-agnes-monica-line-panaskanperang-iklan-aplikasi-chat.html (diakses 09 Februari 2014)