UJI EFEK DIURETIK EKSTRAK ETANOL DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) TERHADAP KADAR NATRIUM DAN KALIUM PADA URIN TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR

dokumen-dokumen yang mirip
DIURETIC EFFECT OF MULBERRY LEAF INFUSION (Morus alba L.) TOWARD POTASSIUM AND SODIUM CONCENTRATION IN URINE ON THE WHITE MALE RATS WISTAR

ABSTRACT. Key words : ethanol extract of salak seeds, diuretic effect, Wistar white male mice (Rattus novergicus) ABSTRAK

UJI EFEKTIVITAS INFUSA AKAR SELEDRI (Apium graveolens L.) SEBAGAI DIURETIK PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Rattus novergicus).

SEDATIVE EFFECT OF TAPAK DARA LEAVES EXTRACT Catharanthus roseus (l.) G. Don ON MICE. Jatmiko Susilo, Oni Yulianta Wilisa, Ariadi ABSTRACT

NGUDI WALUYO SCHOOL OF HEALTH UNGARAN SCHOOL OF PHARMACY THE DIURETIC EFFECT OF ETHANOL EKSTRAK OF POSELEN

PENGUJIAN EFEK DIURETIK SARI WORTEL (Daucus carota L.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Rattus norvegicus)

THE EFFECTIVITY TEST OF DUDUK LEAVES OINTMENT (Desmodium triqurtrum (L.) DC) AS ANTI-INFLAMMATION IN WHITE MALE RATS OF WISTAR STRAIN

The Effect of Etanol Extract of Ceremai (Phyllantus acidus L.) Leaf Toward The Reduce Blood Sugar Levels on Albino Wistar Rats with Glucose Loading

UJI EFEK EKSTRAK ETANOL PATIKAN KEBO (Euphorbia hirta Linn.) SEBAGAI DIURETIK PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Rattus norvegicus sp.

EFFECTS OF Sansevieria trifasciata Prain. TO THE MALE RABBITS HAIR GROWTH. Jatmiko Susilo, Sikni Retno K, Eka Mustika H

EFEK DIURETIK EKSTRAK ETANOL 70% DAUN WORTEL (Daucus carota L.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR

PHARMACON Jurnal Ilmiah Farmasi UNSRAT Vol. 3 No. 2 Mei 2014 ISSN

THE INFLUENCE OF Muntingia calabura L. LEAVES EXTRACT TOWARD HAIR GROWTH ON MALE RABBIT. Richa Yuswantina, Oni Yulianta W, Zahratul Fitri

UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN RANDU (Ceiba pentandra Gaertn.) TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR

THE INFLUENCE OF Muntingia calabura L. LEAVES EXTRACT TOWARD HAIR GROWTH ON MALE RABBIT. Richa Yuswantina, Oni Yulianta W, Zahratul Fitri

EFEK EKSTRAK ETANOL DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) TERHADAP PENGHAMBATAN PENINGKATAN KADAR GULA DARAH PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR

UJI EFEK EKSTRAK DAUN KETAPANG (Terminalia catappa) TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR ARTIKEL

THE EFFECT OF 70% ETHANOL EXTRACT OF PURPLE SWEEET POTATO

The Effect of Ethanol Leaves Extract of Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.) toward the Sedative Effect on BALB/C Mice

Efek Diuretik Ekstrak Etanol Daun Tempuyung (Shoncus Arvensis L.) dan Daun Alpukat (Persea Americana Mill.) Pada Mencit (Mus Musculus)

UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN WARU

Richa Yuswantina, Sikni Retno K., Adi Nofiana Indarwati. ABSTRACT

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. perlakuan pada hewan uji (Taufiqurrahman, 2004). Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu subyek

BAB III METODE PENELITIAN. eksperimental dengan menggunakan rancangan penelitian Post Test. Randomized Control Group Design.

UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN LEMBAYUNG (Vigna unguiculata) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS DIABETES MELLITUS DENGAN INDUKSI ALOKSAN

BAB II METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. berkhasiat obat ini adalah Kersen. Di beberapa daerah, seperti di Jakarta, buah ini

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB II METODOLOGI PENELITIAN

BAB III BAHAN DAN CARA KERJA. Departemen Farmasi FMIPA UI dari Januari 2008 hingga Mei 2008.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian menggunakan rancangan eksperimental dengan Post Test Only

AKTIVITAS DIURETIK EKSTRAK ETANOLIK FRAKSI ETIL ASETAT HERBA SAMBILOTO PADA MENCIT PUTIH JANTAN

The Effect of Ethanol Extract of Leuchaena glauca Benth Leaves Toward the Sedative Effect on Mice BALB/C

ANTIPYRETIC EFFECT TEST OF Syzygium polyanthum [Wight.] Walp. LEAVES INFUSION ON MALE WHITE RATES OF WISTAR STRAIN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Uji Aktivitas Diuretik Ekstrak Etanol Pecut Kuda (Stachytharpheta Jamaicensis L. Vahl) Pada Tikus SKRIPSI

BAB III METODE PENELITIAN

Effect of Ethanol Extract of Pomegranate Leaves (Punica granatum L) to the Sedative Effect on Mice BALB/C

BAB IV METODE PENELITIAN

UJI EFEK DIURETIK EKSTRAK DAUN SAWI PUTIH (BRASSICA CHINENSIS L.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR

ABSTRACT. Key words : Bay leaves, Uric acids, Potassium oxonate, Rattus norvegius L. ABSTRAK

UJI EFEK DIURETIK INFUSA DAUN SAMBUNG NYAWA (Gynura procumbens (Blume) Miq.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Rattus norvegicus) ABSTRACT

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni dengan post

BAB III METODE PENELITIAN

AKTIVITAS ANTIDIABETES KOMBINASI EKSTRAK KULIT MANGGIS

ABSTRAK. EFEK EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL LDL PADA TIKUS JANTAN GALUR WISTAR

Nofri P. Kurama, Widdhi Bodhi, Weny Wiyono Program Studi Farmasi, FMIPA UNSRAT Manado ABSTRACT

III. METODE PENELITIAN

BAB II METODE PENELITIAN

UJI EFEK ANTIPIRETIK EKSTRAK ETANOL DAUN PRASMAN

BAB I PENDAHULUAN. Diuretik adalah zat yang dapat memperbanyak pengeluaran kemih, bekerja

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill.) TERHADAP AKTIVITAS DIURETIK TIKUS PUTIH JANTAN SPRAGUE-DAWLEY ANDI CITRA ADHA

Niken Dyah Ariesti, Agitya Resti Erwiyani, Okvitia Ningsih

EFEK DIURESIS EKSTRAK SEMANGKA KUNING BERBIJI (CITRULLUS LANATUS) PADA TIKUS PUTIH JANTAN (RATTUS NORVEGICUS) SKRIPSI. Untuk Memenuhi Persyaratan

ABSTRAK. PENGARUH EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava Linn.) TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL TIKUS Wistar JANTAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Jenis Penelitian. eksperimen Posttest-Only Control Design, yaitu dengan melakukan observasi

The Effect of Averrhoa bilimbi Linn. Leaves Extracts toward ALT Levels in Male White Rats of Wistar Strain with Paracetamol Induced.

BAB III METODE PENELITIAN. laboratorik dengan rancangan penelitian pretest and posttest with control

Jurnal Farmasi Indonesia, Maret 2015, hal Vol. 12 No. 1 ISSN: EISSN : Online :

HASIL PENELITIAN Penentuan waktu hewan coba mencapai DM setelah induksi STZ. Kriteria hewan coba mencapai DM adalah apabila kadar GDS 200

Jatmiko Susilo, Oni Yulianta Wilisa, Serimawati

III. METODOLOGI PENELITIAN

UJI EFEK EKSTRAK ETANOL 70% BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR SKRIPSI

BAB IV METODE PENELITIAN. glukosa darah mencit yang diinduksi aloksan dengan metode uji toleransi glukosa.

EFEK DIURETIK DAN DAYA LARUT BATU GINJAL DARI EKSTRAK DAUN MANGKOKAN (Nothopanax scutellarium. Merr)

THE EFFECT OF CHLOROFORM, ETHER AND WATER FRACTIONS OF TALI PUTRI (Cassytha fiiformis L.) STEM TO HAIR GROWTH ON MALE RABBIT

DAYA MELARUTKAN BATU GINJAL DENGAN INFUSA DAUN MANGGA ARUM MANIS (Mangifera indica L.) SECARA IN VITRO ARTIKEL ILMIAH

UJI EFEK DIURETIK EKSTRAK ETANOL BUAH INGGIR-INGGIR (Solanum sanitwongsei Craib) PADA TIKUS PUTIH JANTAN SKRIPSI

UJI EFEK ANTIPIRETIK EKSTRAK ETANOL DAUN TEMBELEKAN (LANTANA CAMARA L.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR

BAB III METODE PENELITIAN

PENGARUH EKSTRAK DAUN DANDANG GENDIS (CLINACANTHUS NUTANS LINDAU) TERHADAP PENGELUARAN AIR SENI PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR

PENGARUH PEMBERIAN INFUSA BUAH ALPUKAT (Persea

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Sampel dari penelitian ini adalah daun murbei (Morus australis Poir) yang

BAB III METODE PENELITIAN

Sri Juniati, Dian Oktianti, Nova Hasani Furdiyanti ABSTRACT

PENGARUH EKSTRAK ETANOL RIMPANG KENCUR (Kaempferia YANG DIINDUKSI ASAM ASETAT ARTIKEL KARYA TULIS ILMIAH

PENGARUH EKSTRAK ETANOL DAUN UBI JALAR (Ipomoea batatas Lamk) SEBAGAI HEPATOPROTEKTOR TERHADAP KADAR BILIRUBIN TOTAL

EFEK HEPATOPROTEKTIF EKSTRAK ETHANOL BUAH STRAWBERRY

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini adalah penelitian di bidang Farmakologi, Farmasi, dan

EFEK FRAKSI ETIL ASETAT DAUN SUKUN (Artocarpus altilis (Park) Fosberg.) TERHADAP KADAR KALSIUM URIN TIKUS JANTAN GALUR SPRAGUE DAWLEY SECARA IN VIVO

EFEK DIURETIK EKSTRAK ETANOL 70% DAUN BIT (Beta vulgaris L.) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN

BAB III METODE PENELITIAN

Kata kunci: Kolesterol LDL, kolesterol HDL, daun jambu biji (Psidium guajava Linn.), tikus wistar

OLEH: VEROS ALVARIS YUSTAKI FAKULTAS FARMASI UNIKA WIDYA MANDALA SURABAYA

THE AGENT OF ANTIMALARIAL ACTIVITY OF LEMPUYANG WANGI (Zingiber aromaticum Val) RHIZOME JUICE ON SWISS MALE MICE INFECTED Plasmodium berghei

EKSTRAK SECANG SEBAGAI BAHAN DIURETIKUM (PERCOBAAN TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN GALUR SPRAQUE DAWLEY)

Pengaruh Uji Efek Tonikum Ekstrak Etanol Rimpang Temu Giring ( ) Terhadap Mencit

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Juni 2012.

UJI EFEK EKSTRAK ETANOL 70% KULIT BATANG POHON SALAM

Analisis Aktivitas Perlindungan Sinar Ultraviolet Dari Perasan Daun Srikaya (Annona squamosa L.) secara In Vivo.

BAB III METODE PENELITIAN. penelitan the post test only control group design. 1) Larva Aedes aegypti L. sehat yang telah mencapai instar III

KARYA TULIS ILMIAH. PERBEDAAN EKSTRAK BUAH DAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava Linn.) TERHADAP SEL PMN PADA PROSES PENYEMBUHAN LUKA GINGIVA

BAB III METODE PENELITIAN. dibagi menjadi kelompok kontrol dan perlakuan lalu dibandingkan kerusakan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Objek atau bahan penelitian ini adalah daging buah paria (Momordica

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang dilakukan bersifat eksperimental dengan rancangan penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental in vivo pada hewan. uji dengan posttest only control group design

UJI EFEK ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa Boerl.) TERHADAP EDEMA KAKI TIKUS PUTIH JANTAN

Transkripsi:

UJI EFEK DIURETIK EKSTRAK ETANOL DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) TERHADAP KADAR NATRIUM DAN KALIUM PADA URIN TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat mencapai Derajat Sarjana Farmasi (S.Farm) Pada Program Studi Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ngudi Waluyo Ungaran Oleh : Ana Hastuti 50801004 PROGRAM STUDI FARMASI SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NGUDI WALUYO UNGARAN 2013

NGUDI WALUYO SCHOOL OF HEALTH STUDY PROGRAM OF PHARMACY DIURETIC EFFECT OF Muntingia calabura L. EXTRACT ETHANOL TOWARD SODIUM AND POTASIUM URINE LEVELS IN WHITE MALE RAT OF WISTAR STRAIN Ana Hastuti*, 050801004 Jatmiko Susilo ** and Istianatus Sunnah.*** FINAL ASSIGNMENT, July 2013 Bibliography : 26 ABSTRACT Muntingia calabura L. is one of plants which is often used among people. Muntingia calabura L. contains flavonoid which is presumed as diuretic. This research is aimed to know effect of Muntingia calabura L. extract ethanol toward sodium and potasium urine level in white male rats of wistar strain. This research is a pure experimental pre and post test group design. Samples were 25 rats will be randomly divided into five groups which are; negative control, positive control (furosemid 2,5 mg/kgbb), ethanol extract of Muntingia calabura L. at level 8% b/v, 10% b/v, 12% b/v. After 24 hours, each urine volume rat sodium and potasium were measured level by Spektrometer Autolizer. The result was analyzed by one way ANOVA with confidence level of 95% and LSD test for urine volume, while Sodium and Potasium level were analyzed by Kruskal-Wallis and Mann-Whitney with confidence level of 95%. The result shows that ethanol extract of Muntingia calabura L. have diuretic effect increas toward sodium and potasium urine levels in white male rat of wistar strain. Ethanol extract of Muntingia calabura L. at level 8% b/v, 10% b/v and 12% b/v indicate diuretic effect as equal as furosemid at dose 2,5 mg/kg BB, significantly. The increas us toward sodium and potasium the after giving ethanol extract Muntingia calabura L. Keywords: Muntingia calabura L., Flavonoid, diuretic, Sodium and Potasium. * : Collegian ** : First Counselor *** : Second Counselor

STIKES NGUDI WALUYO PROGRAM STUDI FARMASI EFEK DIURETIK EKSTRAK ETANOL DAUN KERSEN (Muntingia Calabura L.) TERHADAP KADAR NATRIUM DAN KALIUM PADA URIN TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR Ana Hastuti*, 050801004 Jatmiko Susilo ** dan Istianatus Sunnah.*** SKRIPSI, Juli 2013 Pustaka : 26 INTISARI Kersen (Muntingia calabura L.) merupakan salah satu tumbuhan yang banyak digunakan dalam masyarakat. Dalam daun kersen terdapat kandungan senyawa flavonoid yang diduga sebagai diuretik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak etanol daun kersen terhadap kadar natrium dan kalium pada urin tikus putih jantan galur wistar. Penelitian ini merupakan eksperimental murni pre and post test group design. Sampel adalah 25 ekor tikus putih dibagi menjadi lima kelompok yaitu kontrol negatif, kontrol positif (furosemid 2,5 mg/kg BB), ekstrak etanol daun kersen kadar 8% b/v, 10% b/v, 12% b/v. Setelah 24 jam volume urin tikus serta kadar natrium dan kalium diukur menggunakan Spektrometer Autolizer. Hasil diolah dengan ANOVA satu jalan dengan taraf kepercayaan 95% dan Uji LSD untuk volume urin, sedangkan untuk kadar natrium dan kalium diuji menggunakan Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kersen mempunyai efek diuretik. Pada kadar 8% b/v, 10% b/v, dan 12% b/v menunjukkan efek diuretik yang sebanding dengan furosemid dosis 2,5 mg/kg BB. Serta dapat meningkatkan kadar Na + dan K + setelah pemberian ekstrak etanol daun kersen. Kata kunci : Daun kersen (Muntingia calabura L.), Flavonoid, diuretik, natrium dan kalium PENDAHULUAN Di Indonesia banyak tanaman yang digunakan sebagai peluruh kencing (diuretik). Salah satunya yang bisa digunakan sebagai peluruh kencing (diuretik) adalah tanaman kersen, karena kandungan senyawa flavonoid yang terdapat pada daun kersen. Senyawa flavonoid mempunyai aktivitas biologis yang bermacam-macam diantaranya sebagai antivirus, antihistamin, diuretik, antihipertensi, bakterisida, estrogenik, mengaktivasi enzim, dan lain-lain (Anna, 2011 cit Geissman, 1962). Khasiat yang terkandung dari tanaman kersen ini menurut Putra (2013) yaitu sebagai; obat batuk, dan peluruh dahak, sedangkan menurut Florido dkk (1991) tanaman kersen diduga sebagai antispasmodik. Dilihat dari khasiat tanaman kersen ini sendiri, sehingga dapat menarik perhatian beberapa peneliti untuk melakukan penelitian lebih lanjut terhadap senyawa yang terkandung dalam

tanaman kersen. Salah satu penelitian yang dilakukan oleh Rachmawati dari Fakultas Sains dan Teknologi adalah Isolasi Identifikasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Senyawa Fenolik dari Daun Kersen (Muntingia calabura L.). Selain itu daun kersen juga dapat digunakan sebagai obat diuretik karena senyawa flavonoid. Mekanisme kerja flavonoid sebagai diuretik adalah menghambat reabsorpsi Na +, K + dan Cl - sehingga terjadi peningkatan elektrolit di tubulus sehingga terjadilah diuresis (Khabibah, 2011 cit Ebadi, 2002). Berdasarkan uraian diatas, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efek peluruh kencing (diuretik) ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura L.) terhadap kadar natrium dan kalium pada urin tikus putih jantan galur wistar. Kadar yang sebanding dengan furosemid dosis 2,5 mg/kg BB dalam hal pengeluaran natrium dan kalium adalah 8% b/v, 10% b/v, 12% b/v ekstrak etanol daun kersen, sedangkan dalam hal pengeluaran volume urin yang sebanding adalah kadar 12% b/v ekstrak etanol daun kersen. BAHAN DAN CARA a. Bahan Daun kersen (Muntingia calabura L.), furosemid (kontrol positif), aquades (kontrol negatif), urin tikus putih jantan galur wistar, etanol 70%, CMC-Na 1%, metanol, H 2 SO 4, sampel natrium, dan sampel kalium. b. Alat Ayakan, blender, penampan, cawan penguap, penangas air, waterbath, aluminium foil, spuit oral, timbangan, alat-alat gelas, kandang metabolic, spektrofotometer autolyzer. c. Cara Determinasi tanaman dilakukan di Laboratorium Ekologi dan Biosistematik Jurusan Biologi Fakultas MIPA UNDIP Semarang untuk mengetahui kebenaran dari daun kersen (Muntingia calabura L). d. Penyiapan simplisia Penyiapan bahan baku daun kersen dicuci sampai bersih, kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari secara tidak langsung dengan ditutup kain hitam. Setelah kering daun dibuat serbuk dengan cara diblender sampai halus dan diayak dengan ayakan nomor 30 mesh. e. Pembuatan ekstrak Pembuatan ekstrak daun kersen (Muntingia calabura L.) menggunakan metode maserasi. Ekstrak diuapkan dengan waterbath pada suhu 60 c sehingga diperoleh ekstrak kental. Hasil ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura L.) dibuat dengan kadar 8% b/v, 12% b/v, dan 12% b/v.

f. Identifikasi flavonoid Identifikasi flavonoid dengan cara sebanyak 0,1 gram ekstrak kental daun kersen ditambah metanol sampai terendam, lalu dipanaskan. Filtratnya ditambah H 2 SO 4 pekat. Terbentuknya warna merah karena penambahan H 2 SO 4 pekat menunjukan adanya senyawa flavonoid (Harborne, 1987). g. Pengujian efek diuretik Hewan uji yang digunakan adalah tikus putih jantan galur wistar sebanyak 25 ekor, umur 2 bulan sampai 3 bulan dengan berat badan 180 g-200 g dengan kondisi sehat. Tikus putih jantan diadaptasikan terlebih dahulu selama 7 hari kemudian dilakukan uji diuretika dengan cara mengukur volume urin kumulatif, kadar awal natrium dan kalium urin kelompok hewan uji yang ditampung selama 24 jam, kemudian hewan uji dipuasakan selama 18 jam sebelum perlakuan dan tetap diberi minum peroral sebanyak 2,5 ml/200 g BB setiap 3 jam selama 24 jam.volume urin kumulatif pada jam ke-24 diukur menggunakan gelas ukur, kadar natrium dan kalium urin hewan uji diukur menggunakan spektrofotometer autolyzer. h. Analisa data Data selisih volume urin kumulatif 24 jam, selisih kadar natrium dan kalium sebelum dan sesudah perlakuan dianalisis menggunakan program SPSS versi 19,0 for windows yang didasarkan pada hasil uji normalitas dan homogenitas. Jika data homogen dan terdistribusi normal data dianalisa dengan statistik parametrik ANOVA satu jalan pada taraf kepercayaan 95%, dilanjutkan dengan uji LSD. Apabila tidak homogen dan tidak terdistribusi normal, data dianalisa dengan statistik nonparametrik menggunakan uji Kruskal-Wallis, dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. HASIL Kunci hasil determinasi tanaman daun kersen sebagai berikut: 1b-2b-3b-4b-6b-7b-9b-10b-11b-12b-13b-14a-15a, Golongan 8. Tanaman dengan daun tunggal dan tersebar. 109b-119b-120b-128b-135b-139b-140b -142b-143b-146b-154b- 155b-145b-162b-163b-167b-169b-171b-177b-179b-187a-188b, Famili 74. Tiliaceae... Genus 1. Muntingia... Spesies :. Muntingia calabura L. Hasil determinasi di atas menunjukkan bahwa tanaman yang digunakan dalam penelitian ini adalah benar kersen (Muntingia calabura L.). Hasil identifikasi kandungan flavonoid adalah terbentuknya warna merah karena penambahan H2SO4 pekat yang menunjukkan adanya flavonoid pada daun kersen (Muntingia calabura L.) dengan reaksi kimia sebagai berikut:

Flavonoid Kalkon (merah) Gambar 1. Reaksi Kimia Senyawa Flavonoid Tabel I. Data Rata-Rata volume Urin Kumulatif Selama 24 Jam Rata-rata Volume urin kumulatif selama 24 jam (mean±sd) Kelompok perlakuan Pretes Postes Selisih Kontrol negatif 4,59±0,926 6,2±1,164 1,61±1,281 Kontrol positif 4,83±0,649 10,97±0,977 6,14±1,187 PI (ekstrak 8%) 4,46±0,999 7,98±0,709 3,52±0,61 PII (ekstrak 10%) 4,45±0,684 8,13±0,533 3,68±0,327 PIII (ekstrak 12%) 4,57±0,755 10,62±0,795 6,04±0,988 Keterangan : Mean = Nilai rata-rata, SD = Standar Deviasi Tabel II. Hasil Uji LSD Volume Urin Kumulatif Selama 24 Jam Kelompok perlakuan Sig Keterangan K- vs PI 0,005 Berbeda Bermakna K- vs PII 0,003 Berbeda Bermakna K- vs PIII 0,000 Berbeda Bermakna K- vsk+ 0,000 Berbeda Bermakna PI vs PII 0,792 Berbeda Tidak Bermakna PI vs PIII 0,001 Berbeda Bermakna PI vsk+ 0,001 Berbeda Bermakna PII vs PIII 0,000 Berbeda Bermakna PII vs K+ 0,000 Berbeda Bermakna PIII vs K+ 0,869 Berbeda Tidak Bermakna Tabel III. Tabel Rata-Rata Selisih Kadar Natrium Kumulatif Selama 24 jam Rata-Rata Kadar Natrium urin tikus selama 24 jam (Mean±SD) Kelompok perlakuan Pretest Postest selisih Kontrol negatif 103,28±21,002 106,123±21,499 2,587±0,886 Kontrol positif 85,98±52,493 154,58±9,456 68,6±47,43 PI (ekstrak 8%) 47,8±55,853 106,71±38,831 58,91±29,799 PII (ekstrak 10%) 134,18±12,461 160,397±13,460 26,84±2,492 PIII (ekstrak 12%) 88,7±45,475 128,93±63,096 40,23±19,75

Tabel IV.. Hasil uji Mann-Whitney Ekstrak Etanol Daun Kersen(Muntingia calabura L.) kadar natrium urin tikus. Pelompok Perlakuan Sig Keterangan K- vs PI 0,009 Berbeda Bermakna K- vs PII 0,009 Berbeda Bermakna K- vs PIII 0,009 Berbeda Bermakna K- vs K+ 0,009 Berbeda Bermakna PI vs PII 0,117 Berbeda Tidak Bermakna PI vs PIII 0,347 Berbeda Tidak Bermakna PI vs K+ 0,917 Berbeda Tidak Bermakna PII vs PIII 0,465 Berbeda Tidak Bermakna PII vs K+ 0,117 Berbeda Tidak Bermakna PIII vs K+ 0,347 Berbeda Tidak Bermakna Tabel V. Tabel Rata-Rata Selisih Kadar Kalium Kumulatif Selama 24 jam Kelompok perlakuan Rata-Rata Kadar Kalium urin tikus selama 24 jam (Mean±SD) Pretest Postest Selisih Kontrol negatif 589,2±315,578 597,746±330,815 19,35±14,595 Kontrol positif 609,2±188,835 1.017±304,208 417,2±116,47 PI (ekstrak 8%) 225,2±125,969 620,548±173,212 365,3±115,454 PII (ekstrak 10%) 390,4±182,963 629,378±189,526 293±21,285 PIII (ekstrak 12%) 399,8±395,432 649,268±662,709 249,5±268,1 Tabel VI. Hasil uji Mann-Whitney Ekstrak Etanol Daun Kersen (Muntingia calabura L.) kadar kalium urin tikus. Pelompok Perlakuan Sig Keterangan K- vs PI 0,009 Berbeda Bermakna K- vs PII 0,009 Berbeda Bermakna K- vs PIII 0,016 Berbeda Bermakna K- vs K+ 0,009 Berbeda Bermakna PI vs PII 0,117 Berbeda Tidak Bermakna PI vs PIII 0,175 Berbeda Tidak Bermakna PI vs K+ 0,465 Berbeda Tidak Bermakna PII vs PIII 0,602 Berbeda Tidak Bermakna PII vs K+ 0,076 Berbeda Tidak Bermakna PIII vs K+ 0,175 Berbeda Tidak Bermakna PEMBAHASAN Dari hasil pengamatan volume urin kumulatif selama 24 jam, terjadi peningkatan volume urin setelah pemberian ekstrak etanol daun kersen dengan peningkatan yang paling besar pada ekstrak etanol daun kersen kadar 12% b/v Data selisih volume urin kumulatif 24 jam dianalisa menggunakan SPSS versi 19,0 for windows yang didasarkan pada uji normalitas dan homogenitas, sehingga dilanjutkan dengan analisa

statistik parametrik ANOVA satu jalan dan didapatkan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05) sehingga dilanjutkan dengan uji LSD yang dapat dilihat pada tabel II. Hasil uji LSD pada tabel II menunjukkan antara kelompok ekstrak etanol daun kersen kadar 12% b/v dengan kelompok kontrol positif (furosemid) didapatkan nilai signifikansinya p=0,869 (p>0,05). Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kersen kadar 12% memiliki efek yang sebanding dengan furosemid dalam menimbulkan efek diuretik dari volume urin kumulatif 24 jam. Pada tabel III menunjukkan bahwa eksresi natrium meningkat setelah pemberian ekstrak etaniol daun kersen kadar 8% b/v, 10% b/v, dan 12% b/v. Peningkatan paling banyak adalah pada ekstrak dengan kadar 8% b/v. Data selisih kadar natrium dianalisa dengan SPSS versi 19,0 for windows yang didasarkan pada uji normalitas dan homogenitas. Sehingga dilanjutkan dengan analisa statistik nonparametrik Kruskal-Wallis dan didapatkan nilai signifikansi 0,007 (p<0,05) sehingga dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney yang dapat dilihat pada tabel IV. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa antara kelompok kontrol positif (furosemid) dengan kelompok ekstrak etanol daun kersen kadar 8% b/v didapatkan nilai signifikansi p=0,917, kadar 10% nilai signifikansi p=0,117 dan ekstrak kadar 12% nilai signifikansi p=0,347. Hal ini menunjukkan ekstrak etanol daun kersen kadar 8%, 10%,dan 12% b/v memiliki efek yang hampir sama dengan furosemid dalam mengekskresikan kadar natrium pada urin tikus putih jantan galur wistar. Pada tabel V menunjukkan bahwa eksresi kalium meningkat setelah pemberian ekstrak etanol daun kersen dengan kadar 8%, 10%, 12% b/v. Peningkatan yang paling banyak adalah pada ekstrak dengan kadar 8% b/v. Hal ini disebabkan karena setiap obat memiliki ambang batas dosis dalam memberikan khasiat dan sesuai dengan mekanisme kerja flavonoid sebagai diuretik dalam menghambat reabsorpsi Na +, K +, dan Cl - sehingga terjadi peningkatan elektrolit. Hasil uji Mann Whitney menunjukkan bahwa antara kelompok kontrol positif (furosemid) dengan kelompok ekstrak etanol daun kersen kadar 8% b/v nilai signifikansi p=0,461 (p>0,05), kadar 10% b/v dengan nilai signifikansi p=0,076 (p>0,05), dan ekstrak kadar 12% b/v dengan nilai signifikansi p=0,175 (p>0,05), yang berarti ketika kadar ekstrak etanol daun kersen memiliki efek yang hampir sama dalam mengeksresikan kalium pada urin tikus putih jantan galur wistar. Dari ketiga parameter diuretik di atas, menunjukkan bahwa flavonoid yang terdapat pada daun kersen memiliki efek yang sama dengan furosemid dalam meningkatkan volume urin, eksresi natrium dan kalium dengan mekanisme flavonoid sebagai diuretik yaitu menghambat reabsorpsi Na+, K+ dan Cl- sehingga terjadi peningkatan elektrolit di tubulus sehingga terjadilah diuresis. Semakin besar konsentrasi ekstrak etanol daun kersen yang diberikan volume urin yang di keluarkan semakin banyak, namun untuk eksresi natrium dan kalium pada konsentrasi besar tidak menunjukkan hasil yang berbeda pada peningkatan Na + dan K + dengan kontrol positif. Hal ini karena

setiap tanaman obat memiliki ambang batas dosis dalam memberikan khasiat (Adha, 2009 cit Duryatmo, 2003). Kesimpulan 1. Ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura L.) mempunyai efek diuretik. 2. Ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura L.) kadar 8% b/v, 10% b/v dan 12% b/v menunjukkan efek diuretik pada tikus putih jantan galur wistar yang sebanding dengan furosemid dosis 2,5 mg/kg BB. 3. Kadar Na + dan K + dalam urin tikus putih jantan galur wistar mengalami peningkatan setelah pemberian ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura L.) Saran Untuk peneliti selanjutnya diharapkan melakukan uji toksisitas pada Daun Kersen (Muntingia calabura L.) sebagai obat alternatif diuretik. UCAPAN TERIMAKASIH Petugas laboratorium dan semua pihak yang telah membantu baik secara moral maupun material yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. DAFTAR PUSTAKA Anna, 2011, Uji Efek Diuretik Ekstrak Etanol 70% Daun Ceplukan (Physalis angulata L.), Skripsi, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta. Putra, W.S., 2013, Sehat Tanpa Dokter dengan Ramuan Herbal, Cetakan ke 1, Citra Media, Yogyakarta, Hal 158. Florido, H.B., Saplan, J.C., Arcilla, R.P., Cadiz, R.T., Modino, R.C., and Almario, S.C., 1991, Research Information Series Ecosystem, http://www.pdf.kq5.org/of-the- EXOTIC-TREE-Muntingia-calaburaL.html, Diakses April 2013. Khabibah, N., 2011, Uji Efek Diuretik Ekstrak Buncis (Phaseolus Vulgaris L) Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar, Skripsi, STIKES Ngudi Waluyo, Ungaran. Harborne, J.B., 1987, Metode Fitokimia Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan, 69-76, Penerbit ITB, Bandung. Adha, A.C., 2009, Pengaruh Pemberian Ektrak Etanol Daun Alpukat (Persea americana Mill.) Terhadap Aktivitas Diuretik, Skripsi, Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor, Bogor.