Alat ukurnya berbeda. Bergantung objek yang diukur

dokumen-dokumen yang mirip
ASESMEN DALAM PEMBELAJARAN FISIKA

ASPEK-ASPEK PENILAIAN (RANAH KOGNITIF, AFEKTIF, & PSIKOMOTOR) ASSESMEN PEMBELAJARAN FISIKA JURDIK FISIKA FPMIPA UPI

ANGKET WAWANCARA PENGAMATAN NON TES PORTOFOLIO PENUGASAN PROYEK. Parsaoran Siahaan Fisika, UPI

Bandung, 23 Oktober 2009

SISTEM PENILAIAN KTSP. Sosialisasi KTSP

II. TINJAUAN PUSTAKA. orang yang memiliki kompetensi- kompetensi tertentu seperti; (Hazkew dan Lendon dalam Uno, 2007 : 15).

TEKNIK PENILAIAN NON TES

Pengembangan Media Pembelajaran

Tenaga peneliti terlatih. Sampel dipilih yg representatif. Kontrol variabel secara ketat. Perlu pengujian validitas dan reliabilitas

PENILAIAN PEMBELAJARAN oleh Jarnawi Afgani D.

Kegiatan Belajar 2. Penilaian Otentik (Authentic Assessment)

BAB II MODEL PEMBELAJARAN NOVICK DAN HASIL BELAJAR

PENYUSUNAN ALAT PENILAIAN HASIL BELAJAR *) Oleh: Ali Muhson, M.Pd. **)

Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, Vol. IX. No. 1 Tahun 2011, Hlm PENILAIAN AFEKTIF DALAM PEMBELAJARAN AKUNTANSI. Oleh Sukanti 1.

TAKSONOMI TUJUAN INSTRUKSIONAL

PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK PADA MATERI :. KELAS 10/11/12 MA SEMESTER GANJIL/GENAP

PENILAIAN AFEKTIF DALAM PEMBELAJARAN AKUNTANSI. Sukanti. Abstrak

TAKSONOMI DAN PENILAIAN PEMBELAJARAN. oleh Dr. B. Widharyanto, M.Pd

KONSEP DASAR PENILAIAN. Tujuan, Fungsi, Prinsip, Cakupan, Jenis & Teknik Penilaian

Taksonomi Tujuan Pendidikan Menurut Bloom

PENILAIAN PEMBELAJARAN

PENILAIAN BERBASIS KELAS Nuryani Y.Rustaman*

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

TUGAS EVALUASI PROSES & HASIL PEMBELAJARAN KIMIA

II. TINJAUAN PUSTAKA. dalam proses pembelajaran selama ini. Prosedur-prosedur Penilaian konvensional

PENILAIAN PEMBELAJARAN IPA. Heru Kuswanto

Anterior Jurnal, Volume 13 Nomor 1, Desember 2013, Hal dari rencana pendidikan. Namun perlu dicatat

TAKSONOMI PEMBELAJARAN

Pedagogik Jurnal Pendidikan, Oktober 2013, Volume 8 Nomor 2, ( )

Oleh: JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA FPMIPA UPI

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Peta Konsep. Tujuan Pendidikan (Kompetensi Dasar) Proses/Kegiatan Untuk Mencapai Kompetensi. Hasil-hasil pendidikan yang dapat dicapai

TAXONOMY BLOOM'S THEORY. Membagi kemampuan belajar menjadi 3 (tiga) domain: Kognitif (Pengetahuan) Psikomotorik (Keterampilan) Afektif (Sikap)

TEKNIK PENGEMBANGAN SOAL OBJEKTIF Vinta A. Tiarani

MANFA NFA TUJUAN PEMBELAJARAN

BAB I PENDAHULUAN. terhadap sesuatu dengan ukuran baik atau buruk (kualitatif).

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2016 MATERI PEDAGOGIK

APAKAH KUESIONER? Kuesioner : Daftar pertanyaan yang tersusun dengan baik yang digunakan untuk alat pengumpulan data melalui survei.

Taksonomi Bloom (Ranah Kognitif, Afektif, dan Psikomotor) serta Identifikasi Permasalahan Pendidikan di Indonesia

Kegiatan Belajar 4: Menelaah Tes Hasil Belajar

Penilaian Proses dan Hasil Belajar

Bagian 2. EVALUASI : Prinsip, Karakteristik Kualitas, Taksonomi Hasil Belajar, Ragam Bentuk dan Prosedur.

MEMAHAMI STANDAR PENILAIAN BSNP

BAB III PROSEDUR PENGEMBANGAN INSTRUMEN DALAM PEMBELAJARAN

TEKNIK PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Oleh: Dr. Marzuki UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

ASPEK-ASPEK PENILAIAN (RANAH KOGNITIF, AFEKTIF, & PSIKOMOTOR) ASSESMEN PEMBELAJARAN FISIKA

TUJUAN ASESMEN ALTERNATIF

BAB V PEMBAHASAN. A. Perencanaan Pembelajaran Langsung dalam menanamkan disiplin. santri di Pondok Pesantren Ma dinul ulum Campurdarat dan

BAB I PENDAHULUAN. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 Pasal 9. tentang Perlindungan Anak mmenyatakan bahwa setiap anak berhak

BAB III METODE PENELITIAN. data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Metode penelitian terdiri dari dua kata,

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Tujuan pembelajaran matematika dalam standar isi adalah agar peserta

Mahasiswa mampu. Tes DASAR. Modul: 1 6 PENILAIAN. menjelaskan hakikat. Suryanto, DALAM. penilaian, asesmen, Adi. (2009).

KONSEP DASAR ASESMEN PEMBELAJARAN

Inisiasi II ASESMEN PEMBELJARAN SD

BAB I PENDAHULUAN. didik. Penilaian hasil belajar dilakukan oleh pendidik, satuan pendidikan dan

BAB I PENDAHULUAN. penting dalam sistem pembelajaran. Ketiga dimensi tersebut saling berkaitan satu

BAB I PENDAHULUAN. Setiap manusia mempunyai hak untuk memenuhi kebutuhannya

RANCANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengumpulkan bukti-bukti atau karya-karya hasil belajar siswa meliputi

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Evaluasi merupakan hal yang sangat penting yang harus dilakukan

KONSEP PENILAIAN AUTENTIK PADA PROSES DAN HASIL BELAJAR

PENILAIAN BERBASIS KELAS

BAB I PENDAHULUAN 3.

BAB I PENDAHULUAN. Pembelajaran IPA khususnya fisika mencakup tiga aspek, yakni sikap,

PEMETAAN BUTIR SOAL DALAM RANGKA MENCAPAI TUJUAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS X SMK MUHAMMADIYAH BATURETNO NASKAH PUBLIKASI

Anda Dapat Merancang Penilaian

BAB II KAJIAN TEORI. Menurut arti leksikal Hasil adalah sesuatu yang diadakan. 10 Sedangkan belajar

LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN TES Untuk dapat memperoleh alat penilaian (tes) yang memenuhi persyaratan, setiap penyusun tes hendaknya dapat mengikuti

7. Tes simulasi merupakan salah satu bentuk dari teknik penilaian: a. lisan b. praktik/kinerja c. penugasan d. portofolio e.

BAB I PENDAHULUAN. pembelajaran untuk menambah wawasan di suatu bidang. Kompetensi

HAKIKAT EVALUASI PENDIDIKAN

BAB I PENDAHULUAN. Evaluasi telah berlaku sebagai bagian integral dari setiap proses

BAB I PENDAHULUAN. laku (kemampuan) pada diri siswa, seperti yang sebelumnya tidak tahu. menjadi tahu, yang sebelumnya tidak paham menjadi paham, yang

PEDOMAN DOSEN MM WIDYATAMA

BAB I PENDAHULUAN. menentukan masa depan bangsa, melalui pendidikan ini cita-cita luhur untuk

2016 PERBAND INGAN HASIL BELAJAR SISWA ANTARA MOD EL PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO D ENGAN MOD EL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK D I SMKN 1 SUMED ANG

BAB I PENDAHULUAN. melalui serangkaian proses ilmiah (Depdiknas, 2006). Pembelajaran IPA tidak

STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN BAB I PENDAHULUAN

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

PERSOALAN PENILAIAN BELAJAR

PENILAIAN BERBASIS KELAS DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

III. METODOLOGI PENELITIAN. penelitian (seseorang, lembaga, masyarakat, dan lain-lain) secara sistematis, faktual

1.1 LATAR BELAKANG PENELITIAN

SILABUS EVALUASI PENDIDIKAN ILMU KOMPUTER (IK 501)

I. PENDAHULUAN. Pemerintah menetapkan tiga arah pengembangan pendidikan dalam rangka

dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian di tingkat kelas, dan untuk menjaga konsistensi pedoman yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku, maka

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang masalah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut pengertian bahasa kata evaluasi berasal dari bahasa inggris evaluation

II. TINJAUAN PUSTAKA. 1. IF-AT (Immediate Feedback Assessment Technique) The Immediate Feedback Assessment Technique, juga dikenal sebagai IF-

PENILAIAN PROSES DAN HASIL BELAJAR

ASPEK PENILAIAN MATA KULIAH ADAPTIF SOFTSKILL I. Tingkatan kemampuan kemampuan ranah kognitif. Indikator Penilaian

BAB I PENDAHULUAN. manusia. Peran pendidikan sangat dibutuhkan dalam mempersiapkan dan

Jurnal Seni dan Pembelajaran TEKNIK PENILAIAN OBSERVASI PADA RAGAM GERAK TARI BEDANA DI SMP WIYATAMA BANDAR LAMPUNG

RANCANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS DIT. PEMBINAAN SMA

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMAN 1 MADIUN

Transkripsi:

EVALUASI HASIL BELAJAR DALAM FISIKA

Mengukur Panjang Mengukur Berat Alat ukur panjang Alat ukur Berat Alat ukurnya berbeda Bergantung objek yang diukur

MENGUKUR? Data apa yang diperoleh? Proses memperoleh Data Data kuantitatif / numerik Untuk apa data tersebut? Untuk mengetahui sesuatu sesuai dengan tujuan pengukuran UNTUK MENGUKUR DIPERLUKAN ALAT UKUR HASIL PENGUKURAN BERUPA DATA NUMERIK

Perhatikan gambar di bawah ini! Sebuah bandul yang diberikan beban bermassa m mampu melakukan 20 getaran dalam 1 menit. Perioda bandul tersebut adalah.... a. 1 sekon b. 2 sekon c. 3 sekon d. 5 sekon TES TES merupakan salah satu ALAT UKUR

GAJI GURU PERLU DINAIKKAN AGAR GAIRAH BEKERJA MENINGKAT A. Sangat setuju B. Setuju C. Tidak Setuju D. Sangat tidak Setuju ANGKET ANGKET merupakan salah satu ALAT UKUR

Mengukur, Menilai, Tes, dan Mengevaluasi (Arikunto, 2009) Mengukur adalah membandingkan sesuatu dengan satu ukuran. Pengukuran bersifat kuantitatif. Menilai adalah mengambil suatu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik buruk. Penilaian bersifat kualitatif. Tes adalah alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur sesuatu dalam suasana, dengan cara dan aturan-aturan yang sudah ditentukan. Mengevaluasi meliputi kedua langkah di atas, yakni mengukur dan menilai.

Evaluasi Evaluation is a process which determines the extent to wich objective have been achieved Cross, 1973 (Sukardi 2008) Evaluasi merupakan proses yang menentukan kondisi, di mana suatu tujuan telah dapat dicapai.

Evaluasi selalu mengandung proses. Proses evaluasi harus tepat terhadap tipe tujuan yang biasanya dinyatakan dalam bahasa perilaku. Tidak semua perilaku dapat dinyatakan dengan alat evaluasi yang sama Evaluasi menjadi menantang dan sulit

UU RI No. 20 Th. 2003 tentang Pasal 57 ayat (1): Sisdiknas Evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihakpihak yang berkepentingan, diantaranya terhadap peserta didik, lembaga, dan program pendidikan

Tingkah laku siswa yang sering muncul dan diamati guru meliputi 3 ranah, yaitu: 1. Pengetahuan intelektual(cognitive) 2. Keterampilan(skills) 3. Afektif (afective/value/attitude)

EVALUASI TENTANG PROSES PENGUKURAN HASIL BELAJAR SISWA Evaluation is a process of making an assessment of a student s growth (Sukardi, 2008) Evaluasi merupakan proses penilaian pertumbuhan siswa dalam proses pembelajaran.

Evaluasi pendidikan, sekarang lebih sering dikenal dengan istilah assessment (asesmen). Ralph Tyler (1950) mendefinisikan bahwa evaluasi (asesmen) merupakansebuahprosespengumpulandata untuk menentukan sejauh mana, dalam apa, dan bagian manatujuanpendidikansudahtercapai. Asesmenberartipenilaian, penafsiranhasilpengukuran, sertapenentuantingkatpencapaiantujuanpembelajaran. Depdiknas(Cartono, 2007). Menurut Rustaman(Cartono, 2007), penilaian hasil belajar seringdikaitkandenganpenilaiansumatifdanformatif, sedangkan penilaian yang melibatkan proses belajar dikenaldenganasesmen.

Cronbach dan Stufflebeam (Arikunto, 2009) mengatakan bahwa proses evaluasi (asesmen) bukan sekadar mengukur sejauh mana tujuan tercapai, tetapi digunakan untuk membuat keputusan.

Penilaian berfungsi untuk: a. Selektif menyeleksi b. Diagnostik mengetahui kelemahan dan kelebihan siswa c. Penempatan menentukan pendekatan pembelajaran bersifat individu maupun kelompok d. Pengukur keberhasilan mengetahui sejauhmana program berhasil diterapkan

Penilaian mempunyai berbagai tujuan, yaitu untuk memilih siswa yang: 1. Dapat diterima di sekolah tertentu 2. Dapat naik ke kelas atau tingkat berikutnya 3. Seharusnya mendapat beasiswa 4. Sudah berhak meninggalkan sekolah, dsb.

Ciri Penilaian (asesmen) dalam pendidikan: a. Dilakukan secara tidak langsung, contoh: mengukur kepandaian siswa dari ukuran kemampuan menyelesaikan soal b. Penggunaan ukuran kuantitatif. Artinya penggunaan simbol bilangan sebagai hasil pengukuran, kemudian diinterpretasikan ke bentuk kualitatif. Contoh: Tiko ber IQ 125 dan IQ Tini 105, makatiko digolongkan anak sangat pandai dan Tini anak normal c. Menggunakan unit-unit atau satuan-satuan yang tetap. d. Bersifat relatif artinya tidak sama atau tidak selalu tetap dari satu waktu ke waktu yang lain. e. Sering terjadi kesalahan-kesalahan. Kesalahan dapat terletak pada: alat ukurnya, orang yang melakukan penilaian, anak yang dinilai, situasi penialain berlangsung,

Prinsip Penilaian Prinsip umumnya adalah adanya triangulasi(hubungan erat tiga komponen), yaitu: antara: a. Tujuan pembelajaran b. Proses pembelajaran c. Evaluasi(asesmen/penilaian) TUJUAN PROSES PEMBELAJARAN ASESMEN

ALAT untuk Mengukur Hasil Belajar TES Non TES Tes Uraian Uraian Bebas Uraian Terbatas Tes Objektif Benar Salah Pilihan Ganda Melengkapi Menjodohkan Angket Wawancara Observasi Portofolio performance assessment

PENILAIAN PORTOFOLIO Penilaian dengan metode pengumpulan informasi atau data secara sistematik, atas hasil pekerjaan seseorang (Popham,1994). Salah satu metode penilaian berkesinambungan yang memiliki hasil penilaian dengan akurasi yang tinggi. Kumpulan hasil belajar / karya peserta didik (hasil-hasil tes, tugas perorangan, praktikum) yang dinilai proses kemajuannya baik secara analitik, holistik atau kombinasi keduanya. Berfungsi sebagai alat untuk mengetahui kemajuan (progress) tentang kompetensi yang telah dicapai dan mendiagnosis kesulitan belajar dll.(bagi guru, peserta didik dan orang tua).

Sangat efektif untuk proses perbaikan dan penyempurnaan kegiatan pembelajaran dan dapat memberikan umpan balik Dalam praktiknya guru dapat mengembangkan berbagai cara sesuai dengan kreativitas masingmasing. Jenis penilaian portofolio dapat diterapkan di antaranya pada kemampuan menulis (bahasa) dan melukis (seni) Contoh: portofolio menulis, dipakai untuk mengukur kemampuan khusus menulis yang menilai proses kemajuannya dan mendiagnosis bidang-bidang yang memerlukan peningkatan.

Evaluasi produk portofolio berdasarkan penskoran holistik, analitik atau kombinasi keduanya. Penskoran holistik berdasarkan keseluruhan impresi dari produk bukan hanya sekedar pertimbangan unsur-unsur individu. Keputusan global dibuat dengan menggunakan skor numerik untuk setiap produk. Penskoran analitik memerlukan keputusan untuk setiap karakteristik yang berbeda dari suatu produk. Sebagai contoh: penilaian kemampuan menulis seperti organisasi, vocabulary, gaya, ide-ide, dan mekanik dinilai terpisah.

KOMPETENSI DASAR MEMBUAT ASESMEN Melakukan percobaan yang berkaitan dengan pemuaian dalam kehidupan sehari-hari Tahapan kemampuan siswa Mengenal alat dan fungsinya Merancang percobaan Menempatkan alat sesuai rancangan yang dibuat Merangkai alat Melakukan percobaan Mengenal Merancang Menempatkan Merangkai Melakukan Percobaan

Beri tanda sesuai dengan skor yang tersedia ASPEK YANG DIAMATI 1 2 3 4 5 Mengenal Alat Merancang Percobaan Menempatkan alat Merangkai Keterampilan melakukan percobaan

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR ASESMEN

KELAS VII Semester-1 Standar Kompetensi: 3. Memahami wujud zat dan perubahannya KD.3.1: Menyelidiki sifat-sifat zat berdasarkan wujudnya dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari KD.3.2: Mendeskripsikan konsep massa jenis dalam kehidupan sehari-hari KD.3.2: Melakukan percobaan yang berkaitan dengan pemuaian dalam kehidupan sehari-hari KD.3.4: Mendeskripsikan peran kalor dalam mengubah wujud zat dan suhu suatu benda serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari

ANALISIS INSTRUMEN Pengertian instrumen dalam lingkup evaluasi adalah perangkat untuk mengukur hasil belajar siswa yang mencakup hasil belajar dalam ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Sebelum instrumen digunakan hendaknya dianalisis terlebih dahulu. Dua karakteristik penting dalam menganalisis instrumen adalah validitas dan reliabilitas.

(a) (b) (c) Reliabel tetapi tidak valid Tidak reliabel dan tidak valid reliabel dan valid INSTRUMEN harus memenuhi Validitas Reliabilitas

ANALISIS TES ANALISIS KESELURUHAN TES ANALISIS BUTIR SOAL Analisis Validitas TES Analisis Daya Pembeda Analisis Reliabilitas TES Analisis Tingkat Kesukaran Analisis Pengecoh Analisis Homogenitas

MODEL PENILAIAN KELAS PENILAIAN Penilaian eksternal (External Assessment) Penilaian internal (internal assessment) dilakukan oleh pihak lain pengendali mutu dilakukan oleh guru menilai tingkat pencapaian kompetensi memantau proses kemajuan perkembangan hasil belajar peserta didik Dilakukan secara berkesinambungan. PENILAIAN KELAS

MODEL PENILAIAN KELAS PENILAIAN penilaian eksternal (External Assessment) dilakukan oleh pihak lain pengendali mutu penilaian internal (internal assessment) dilakukan oleh guru PENILAIAN KELAS menilai tingkat pencapaian kompetensi memantau proses kemajuan

Pengertian Penilaian Kelas kegiatan guru pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran. Perlu data sesuai dengan kompetensi atau indikator yang akan dinilai Diperlukan Alat penilaian yang mampu memotret atau melihat profil kemampuan peserta didik sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dirumuskan dalam KTSP

Manfaat Penilaian Kelas 1.Untuk mengetahui tingkat pencapai kompetensi selama dan setelah proses pembelajaran berlangsung. 2.Untuk memberikan umpan balik bagi peserta didik agar mengetahui kekuatan dan kelemahannya dalam proses pencapaian kompetensi. 3. Untuk memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar yang dialami peserta didik sehingga dapat dilakukan pengayaan dan remedial. 4.Untuk umpan balik bagi guru dalam memperbaiki metode, pendekatan, kegiatan, dan sumber belajar yang digunakan. 5. Untuk memberikan piliha alternatif penilaian kepada guru. 6. Untuk memberikan informasi kepada orang tua dan komite sekolah tentang efektivitas pendidikan.

Fungsi Penilaian Kelas Menggambarkan sejauhmana seorang peserta didik telah menguasai suatu kompetensi. Mengevaluasi hasil belajar peserta didik dalam rangka membantu peserta didik memahami dirinya, membuat keputusan tentang langkah berikutnya, baik untuk pemilihan program, pengembangan kepribadian maupun untuk penjurusan (sebagai bimbingan). Menemukan kesulitan belajar dan kemungkinan prestasi yang bisa dikembangkan peserta didik dan sebagai alat diagnosis yang membantu guru menentukan apakah seseorang perlu mengikuti remedial atau pengayaan. Menemukan kelemahan dan kekurangan proses pembelajaran yang sedang berlangsung guna perbaikan proses pembelajaran berikutnya. Sebagai kontrol bagi guru dan sekolah tentang kemajuan perkembangan peserta didik.

Prinsip-prinsip Penilaian Kelas 1. Validitas menilai apa yang seharusnya dinilai dengan menggunakan alat yang sesuai untuk mengukur kompetensi 2. Reliabilitas konsistensi (keajegan) hasil penilaian. 3. Menyeluruh mencakup seluruh domain yang tertuang pada setiap kompetensi dasar. 4. Berkesinambungan terencana, bertahap dan terus menerus 5. Obyektif adil, terencana, dan menerapkan kriteria yang jelas dalam pemberian skor. 6. Mendidik untuk memotivasi peserta didik membina peserta didik

Ranah Penilaian Pengetahuan Domain kognitif, Keterampilan Sikap Psikomotor Afektif

TEKNIK PENILAIAN 1. Penilaian Unjuk Kerja mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu a. Daftar Cek (Check-list) b.skala Penilaian (Rating Scale) 2. Penilaian Sikap afektif perasaan yang dimiliki oleh seseorang penilaiannya terhadap sesuatu objek kognitif kepercayaan atau keyakinan seseorang mengenai objek konatif kecenderungan untuk berperilaku atau berbuat

Sikap terhadap materi pelajaran Sikap terhadap guru/pengajar Sikap terhadap guru/pengajar Sikap berkaitan dengan nilai atau norma yang berhubungan dengan suatu materi pelajaran Teknik Penilaian Sikap a. Observasi perilaku Contoh Format Penilaian Sikap dalam praktek IPA : No. Nama Perilaku Nilai Keterangan 1. Desi Bekerja sama Berinisiatif Penuh Perhatian Bekerja sistematis 2. Tukul 3. Parto 1 = sangat kurang 2 = kurang 3 = sedang 4 = baik 5 = amat baik

b. Pertanyaan langsung c. Laporan pribadi 3. Penilaian Tertulis Teknik Penilaian a.memilih jawaban pilihan ganda dua pilihan (benar-salah, ya-tidak) menjodohkan sebab-akibat b. mensuplai jawaban isian atau melengkapi jawaban singkat atau pendek uraian

4. Penilaian Proyek kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu misal Meneliti dampak banjir bagi kesehatan 5. Penilaian Produk Tahap persiapan Tahap pembuatan Tahap penilaian produk (appraisal) 6..Penilaian Portofolio 7. Penilaian Diri (self assessment)

Contohl penilaian Produk Tahap Deskripsi Skor Persiapan Kemampuan merencanakan seperti: menggali dan mengembangkan gagasan; mendesain produk, menentukan alat dan bahan 1-10 Pembuatan Produk Kemampuan menyeleksi dan menggunakan bahan; Kemampuan menyeleksi dan menggunakan alat; Kemampuan menyeleksi dan menggunakan teknik; 1-10 Penilaian produk Kemampuan peserta didik membuat produk sesuai kegunaan/fungsinya; Produk memenuhi kriteria keindahan. 1-10

LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN PENILAIAN 1. Penetapan Indikator Pencapaian Hasil Belajar Indikator merupakan ukuran, karakteristik, ciri-ciri, pembuatan atau proses yang berkontribusi/menunjukkan ketercapaian suatu kompetensi dasar. 2. Pemetaan Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator dan Teknik Penilaian 3. Penetapan Teknik Penilaian 4. Contoh Alat dan Penskoran Dalam Penilaian

RANAH KOGNITIF Pengetahuan (Knowledge) Pemahaman (Comprehension) Aplikasi (Aplication) Analisis (Analysis) Sintesis (Synthesis Evaluasi (Evaluation) mendefinisikan mengklasifikasikan mengaplikasikan menganalisis mengatur mengapresiasi mengidentifikasi menjelaskan menghitung mengapresiasi mengumpulkan menilai indicate mendiskusikan mengkonstruksi menghitung mengkoleksi memilih know menyatakan mendemonstrasikan mengktegorikan memadukan membandingkan mendaftar mengidentifikasi mendramatisasi membandingkan mengkonstruksi memperbandingkan mengingat mengungkapkan employ mengkontraskan menciptakan memutuskan memberi nama mengenal memberi contoh mengkritisi merancang menaksir mengingat melaporkan mengilustrasikan mendebat memformulasikan mengevaluasi mecatat menyatakan kembali menginterpretasikan menentukan mengelola meranking mengulangi mengkaji ulang menyelidiki membuat diagram mengorgasisasi menimbang memilih menyarankan mengoperasikan mendiferensiasikan menemutunjukkan mengukur underline meringkas mengorgasisasi membedakan merencanakan memperbaiki menceritakan mempraktekan menguji mempersiapkan menskor menterjemahkan memprediksi mencobakan memproduksi memilih smenjadwalkan memeriksa mengajukan menilai membelanjakan menginventarisir mengatur mensketsakan menterjemahkan menggunakan menanyakan menghubungkan memecahkan

Menerima (Receiving) RANAH AFEKTIF Menanggapi (Responding Menilai (Valuing) Mengorganisasi (Organization) Menjadi Karakter Characterization) Memilih Menjawab Mengasumsikan Menganut Mengubah perilaku mendengar Membantu Meyakini Mengubah Berakhlak mulia Mengikuti Mengajukan Melengkapi Menata Mempengaruhi Memberi Mengompromikan Meyakinkan Mengklasifikasikan Mendengarkan Menganut Menyenangi Memperjelas Mengombinasikan Mengaktualisasi Mematuhi Menyambut Memprakarsai Mempertahankan Melayani Meminati Mendukung Mengimani Membangun Menunjukkan Menyetujui Mengundang Membentuk pendapat Membuktikan Menampilkan Menggabungkan Memadukan Memecahkan Melaporkan Memperjelas Mengelola Memilih Mengusulkan Menegosiasi Mengatakan Menekankan Merembuk Memilah Menolak Menyumbang

Domain Psikomotor Dave Kategori Deskripsi Perilaku Contoh Aktivitas yang diukur Kata Kerja 1 Imitasi (Imitation) Meniru tindakan dari yang ditunjukkan orang lain: mengamati kemudian mereplikasi Mengamati guru atau pelatih kemudian menirukannya: aktivitas proses. Meniru, mengikuti, mereplikasi, mengulangi, 2 Manipulasi (Manipulation) Mereproduksi aktivitas dari pelatih atau ingatannya Melakukan tugas dari instruksi tertulis atau verbal Menciptakan kembali, membangun, menijukkan, melaksanakan, mengimplementasikan 3 Presisi (Precision) Melakukan keterampilan tanpa bantuan orang lain Mempertunjukkan keahlian melaksanakan tugas atau aktivitas tanpa bantuan atau instruksi, mampu menunjukkan aktivitas pada siswa lain. Mendemonstrasikan, melengkapi, mempertunjukkan, menyempurnakan, mengkalibrasi, mengontrol. 4 Artikulasi (Articulation) Mengadaptasi dan mengintegrasikan kealian Mengaitkan an mengkombinasikan aktivitas untuk mengembangkan metoda Mengkonstruksikan, memecahkan, mengkombinasikan, mengkoordinasikan, mengintgrasikan, mengadaptasi, mengembangkan, emformulasi 5 Naturalisasi Naturalization Melkukan aktivitas secara terkait dengan tingkat keterampilan yang telah dimiliki Mendefinisika tujuan, pendekatan dan strategi untuk melakukan aktivitas untuk keperluan Merancang, menspesifkasi, mengelola,