PT Sari Incofood Corporation

dokumen-dokumen yang mirip
PENGGUDANGAN DAN PENYERAHAN

PENAMBAHAN DAN PENGURANGAN RUANG LINGKUP

PEDOMAN PELAKSANAAN SERTIFIKASI DALAM RANGKA PENERBITAN DOKUMEN V-LEGAL

P01 Rev.C 01/06/2016 : Pedoman Penanganan Keluhan dan Banding

CODES OF PRACTICE. Dokumen: Codes of Practice Edisi / Rev: 1 / 2 Tanggal: 03 April 2017 Hal : Hal 1 dari 7

Manual Prosedur Penelitian Dosen

BERITA NEGARA PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA

CODES OF PRACTICE. 1. Pendahuluan

MG-01 (PROSES MEKANISME PENURUNAN BINUS SCORECARD) berakhir, Rektor akan membentuk Tim Perencanaan Strategis. Setelah tim terbentuk,

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. 2.1 Sejarah Singkat PT Kasa Husada Wira Jatim

KOP PERUSAHAAN. Nomor & tanggal surat Hal : Permohonan sebagai MITA. Kepada : Yth. Kepala KPU... Di...

PEPMA]I{ PENANGA},IAN KELt.fi**N DAN tsanding

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 1999 TENTANG PENYELENGGARAAN PERDAGANGAN KOMODITI BERJANGKA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

KOP SURAT BKPM TENTANG SURAT IZIN USAHA PENJUALAN LANGSUNG (SIUPL) SEMENTARA KEPALA BKPM

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Manual Prosedur PELAKSANAAN PENELITIAN

PANDUAN PENGENDALIAN DOKUMEN KEBIJAKAN DAN SOP

PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.04/2013 TENTANG PENDAFTARAN AGEN PENJUAL EFEK REKSA DANA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2007 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 9 TAHUN 2006 TENTANG SISTEM RESI GUDANG

PROSEDUR KERJA Tanggal Revisi : 19 April 2011 Pengendalian Dokumen Tanggal Berlaku : 26 April 2011 Kode Dokumen : PK STEKPI PPMA 001/R2

MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 1999 TENTANG PENYELENGGARAAN PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG PERLINDUNGAN DATA PRIBADI DALAM SISTEM ELEKTRONIK

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTALIKOTA YOGYDAERAH

PENGENDALIAN DOKUMEN

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN. bidang packaging, seperti membuat bungkusan dari suatu produk seperti, chiki,

Yth. 1. Direksi Perusahaan Asuransi; dan 2. Direksi Perusahaan Asuransi Syariah, di tempat.

PROSEDUR SISTEM MUTU Tanggal Revisi : IDENTIFIKASI, PENGENDALIAN DOKUMEN DAN CATATAN MUTU

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI

MASUKAN KAMI TERIMA PALING LAMBAT TANGGAL 18 OKTOBER 2017

MANUAL PROSEDUR PENGENDALIAN DOKUMEN DAN REKAMAN

PROSEDUR MUTU PENGENDALIAN DOKUMEN

DOKUMENTASI SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001:2000

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Standard Operating Procedure Pengendalian Dokumen dan Rekaman

188/72/KPTS/211.1/2012. Nomor SOP Tgl Pembuatan Tgl revisi Tgl Pengesahan Disahkan oleh Nama SOP 1 OKTOBER OKTOBER 2012

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA,

Manual Prosedur Penelitian Kerjasama

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2007 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 9 TAHUN 2006 TENTANG SISTEM RESI GUDANG

PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK TAHUN 2011 TENTANG PENDAFTARAN PANGAN OLAHAN

2016, No Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Ne

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ,

- 1 - PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR /PERMEN-KP/2017

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2013 TENTANG

TENTANG SYARAT DAN TATACARA PERMOHONAN DAN PEMBERIAN HAK PERLINDUNGAN VARIETAS TANAMAN MENTERI PERTANIAN,

SOP PENGENDALIAN DOKUMEN DAN REKAMAN No. Dokument : No. Revisi : SOP Tanggal Terbit : Halaman :

2. Layanan-layanan LS ICSM Indonesia akan memberikan layanan-layanan sebagai berikut:

PROSEDUR PENGELOLAAN LAYANAN INFORMASI PUBLIK

MANUAL PROSEDUR PENGENDALIAN DOKUMEN DAN REKAMAN

Manual Prosedur Pengendalian Dokumen dan Rekaman

PT MUTUAGUNG LESTARI

SOP DIKLAT RUMAH SAKIT

DAFTAR ISI. Kata Pengantar... i Daftar Isi... 1

BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIDOARJO NOMOR 5 TAHUN 2015 TENTANG PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH

Nomor SOP Tgl Pembuatan Tgl revisi Tgl Pengesahan Disahkan oleh Nama SOP. Kualifikasi Pelaksana. Diagram Alir Keberatan Informasi Publik.

2016, No Undang Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 139, Tambahan Lembaran Neg

Manual Prosedur Penelitian Kerjasama

BAB III TINJAUAN TEORITIS. Undang-Undang No 9 Tahun 1999 berjudul Undang-Undang tentang Perlindungan

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK

Menimbang : Mengingat :

PEDOMAN MUTU PT YUSA INDONESIA. Logo perusahaan

PERSETUJUAN MASTER STOCKIST

Standard Operating Procedure Pengendalian Dokumen

DAFTAR ISI. Hal Kata Pengantar... i Daftar Isi BAB I KONSEP PENILAIAN Latar Belakang Tujuan Metoda Penilaian...

BAB IV PEMBAHASAN. PT. BIKA SOLUSI PERDANA adalah perusahaan yang bergerak. pelanggan dan pihak yang berkepentingan lainnya (stakeholder), PT.

Variabel Dependen: Efektivitas Penjualan

Standard Operating Procedure PENGENDALIAN DOKUMEN DAN REKAMAN

Manual Prosedur Pengadaan Barang Inventaris

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Audit operasional atas fungsi pembelian dan hutang usaha pada PT Prima Auto

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) UJIAN TENGAH SEMESTER DAN UJIAN AKHIR SEMESTER

Terbitan : No. Revisi : Tgl Mulai Berlaku : 30 Juli 2015 Halaman :

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 1999 TENTANG PENYELENGGARAAN PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

QANUN KOTA BANDA ACEH NOMOR 4 TAHUN 2010 TENTANG PENYELENGGARAAN PELAYANAN PERIZINAN DAN NONPERIZINAN

PERJANJIAN TENTANG PROGRAM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PRAJABATAN TAHUN DAN IKATAN KERJA TAHUN

Terbitan : No. Revisi : Tgl Mulai Berlaku : 30 Juli 2015 Halaman :

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 52 /POJK.04/2015 TENTANG PEDOMAN PERJANJIAN PEMERINGKATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK LAMPIRAN SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR SE-11/PJ/2014 TENTANG

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.29/MEN/2008 TENTANG PERSYARATAN PEMASUKAN MEDIA PEMBAWA BERUPA IKAN HIDUP

Meliputi penerimaan survailen, resertifikasi & perluasan lingkup audit.

Manual Prosedur Pengendalian Dokumen GJM

Keputusan Menteri Agama R.I. Nomor 518 Tahun 2001 Tanggal 30 Nevember 2001 TENTANG PEDOMAN DAN TATA CARA PEMERIKSAAN DAN PENETAPAN PANGAN HALAL

PERATURAN LEMBAGA PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN NOMOR 3 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENYELENGGARAAN RAPAT PADA LEMBAGA PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN

PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG PERLINDUNGAN DATA PRIBADI DALAM SISTEM ELEKTRONIK

Lampiran 1 FLOWCHART PROSEDUR PENJUALAN

PERATURAN BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN NOMOR 27 TAHUN 2017 TENTANG PENDAFTARAN PANGAN OLAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Manual Prosedur Yudisium

STEMBI BANDUNG BUSINESS SCHOOL. Prosedur Mutu TINDAK LANJUT HASIL PENELITIAN

RINGKASAN PROSEDUR PENERBITAN V-LEGAL

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Transkripsi:

TANGGAL TERBIT 01 Juli 2004 HALAMAN 1 dari 7 STANDARD OPERATION PROCEDURE PENANGANAN PELANGGAN Disusun oleh: Disahkan oleh Tanggal : Tanggal : Nomor Salinan Distribusi Kepada Tanggal Distribusi Status Distribusi 1) : : : : θ DIKENDALIKAN θ TIDAK DIKENDALIKAN Catatan : 1) Beri tanda untuk yang sesuai; 2) Prosedur Sistem ini diterbitkan untuk digunakan internal di bawah kewenangan PT SARI INCOFOOD CORP.; 3) Siapapun dilarang menggandakan prosedur sistem ini tanpa izin tertulis dari PT SARI INCOFOOD CORP. SIF-SOP-12.1.0/160604 Halaman 1 dari 7

TANGGAL TERBIT 01 Juli 2004 HALAMAN 2 dari 7 LEMBAR PERUBAHAN NO. BAGIAN KETERANGAN PERBAIKAN NO. TERBIT NO. PERBAIKAN TANGGAL PERBAIKAN PARAF SIF-SOP-12.1.0/160604 Halaman 2 dari 7

TANGGAL TERBIT 01 Juli 2004 HALAMAN 3 dari 7 1.0. TUJUAN Prosedur ini menetapkan cara untuk penanganan pelanggan meliputi identifikasi kebutuhan dan persyaratan pelanggan, penanganan keluhan pelanggan, evaluasi kepuasan dan/atau ketidakpuasan pelanggan, dan penarikan produk. 2.0. RUANG LINGKUP 3.0. DEFINISI Prosedur mencakup aktifitas peninjauan kontrak pemasaran, evaluasi kepuasan pelanggan, dan penarikan produk yang dilakukan oleh Divisi Pemasaran di lingkungan SIF. Tidak ada kata spesifik yang digunakan dalam prosedur ini. Peristilahan yang berkaitan dengan sistem HACCP mengacu pada referensi. 4.0. REFERENSI 4.1. SIF-MANUAL HACCP 5.0. TANGGUNG JAWAB 1. Kepala Divisi bertanggung jawab terhadap perencanaan, pengawasan, dan pelaksanaan prosedur ini. 2. Kepala Bagian bertanggung jawab terhadap pengawasan pelaksanaan prosedur ini; 3. Staff Pemasaran bertanggung jawab terhadap pelaksanaan prosedur ini. 6.0. PROSEDUR Prosedur ini di susun baik untuk penanganan pelanggan dalam negeri maupun pelanggan luar negeri berkaitan dengan keamanan pangan. 6.1. Identifikasi Kebutuhan dan Persyaratan Pelanggan 6.1.1. Identifikasi kebutuhan dan persyaratan pelanggan mengenai aspek keamanan pangan dapat dilakukan dengan dua pendekatan : a. hasil riset pasar dan tuntutan konsumen akan keamanan pangan; b. tinjauan kontrak pemasaran. SIF-SOP-12.1.0/160604 Halaman 3 dari 7

TANGGAL TERBIT 01 Juli 2004 HALAMAN 4 dari 7 6.1.2. Secara proaktif bagian pemasaran akan mengedarkan kuisoner/angket kepada pelanggan mengenai harapan dan kebutuhan pelanggan mengenai keamanan pangan produk SIF. Contoh kuisoner kepuasan pelanggan disajikan pada form xsxx (harapan pelanggan) 6.1.3. Kepala divisi pemasaran melakukan tinjauan terhadap kontrak guna melihat persyaratan keamanan pangan yang tertera di dalamnya. 6.1.4. Hasil kuisoner pada butir 6.1.2. dan/atau persyaratan keamanan pangan dalam kontrak pembelian diinformasikan kepada Bagian PPIC, Produksi, dan QA; 6.1.5. Bagian pemasaran meminta tanggapan kepada Bagian PPIC, Produksi, dan QA mengenai kemampuan perusahaan untuk memenuhi persyaratan 6.1.4. tersebut. 6.1.6. Apabila perusahaan tidak mampu memenuhi persyaratan pada bagian 6.1.5. maka Kepala Divisi Pemasaran akan menginformasikannya kepada Pelanggan. 6.1.7. Bila pelanggan yang bersangkutan dapat mempertimbangkan, maka Kepala Divisi Pemasaran harus mengajukan amandemen kontrak kepada pelanggan. Amandemen kontrak tersebut harus diterima salinannya oleh Bagian PPIC, Produksi, dan QA. 6.1.8. Apabila pelanggan tetap menginginkan persyaratan keamanan pangan pada 6.1.4. dipenuhi sementara operasi SIF tidak memungkinkan, maka Kepala Divisi Pemasaran dapat meminta pertimbangan kepada Direktur untuk menjajagi kemungkinan lain. Kemungkinan lain yang dimaksud adalah : a. sub kontrak produksi; b. investasi tambahan; c. pembatalan kontrak; d. alternatif lain. 6.1.9. Keputusan Direktur bersifat final dan mengikat baik kepada internal perusahaan maupun kepada pelanggan. 6.1.10. Apabila kebutuhan pelanggan dapat dipenuhi, maka divisi Pemasaran dapat memasukkannya ke dalam Rencana Pemenuhan Order dalam Form xxx 6.1.11. Form xxx (pemenuhan order) dikirimkan salinannya kepada Bagian PPIC, Produksi, dan QA. SIF-SOP-12.1.0/160604 Halaman 4 dari 7

TANGGAL TERBIT 01 Juli 2004 HALAMAN 5 dari 7 6.2. Penanganan Keluhan Pelanggan 6.2.1. Setiap keluhan komplain/claim pelanggan, baik lisan maupun tertulis, dinyatakan sah untuk direkam apabila langsung ditujukan kepada Bagian Pemasaran. Staff pemasaran akan mendata dalam Form CCV (Keluhan Pelanggan); 6.2.2. Keluhan komplain/claim yang diterima akan dievaluasi oleh Kepala Divisi Pemasaran untuk ditanggapi dan ditangani. 6.2.3. Kepala Divisi Pemasaran akan meneruskan komplain/claim kepada divisi yang tepat untuk mengatasi kasus komplain/claim tersebut. 6.2.4. Rekomendasi tindakan penanganan keluhan pelanggan yang diusulkan oleh divisi terkait, ditawarkan kepada pelanggan untuk memperoleh tanggapan. Apabila dalam waktu selambatlambatnya empat belas hari kerja tidak ada tanggapan dari pelanggan tersebut, maka pelanggan dianggap menyepakati tindakan yang ditawarkan tersebut. 6.2.5. Apabila pelanggan tetap berkeberatan dengan tindakan penanganan yang ditawarkan, maka Kepala Divisi Pemasaran meminta pertimbangan Direktur untuk pengambilan keputusan. Keputusan Direktur bersifat mengikat baik kepada internal perusahaan maupun pihak luar. 6.3. Evaluasi Kepuasan Pelanggan 6.3.1. Kepuasan dan/atau ketidak-puasan pelanggan diukur dengan menggunakan dua pendekatan yakni : a. kuantifikasi dari data komplain dan/atau claim dalam periode evaluasi; b. proaktif dengan mengedarkan kuisoner/angket kepuasan pelanggan. 6.3.2. Pelanggan dinyatakan puas apabila memenuhi salah satu kriteria berikut : a. Tidak ada komplain atau klaim sekurang-kurangnya dalam tiga bulan atau sebanyakbanyaknya satu komplain dalam satu tahun; b. Memiliki skor penilaian kuisoner sekurang-kurangnya 80. 6.3.3. Sistem HACCP SIF dinyatakan berhasil memberikan kepuasan pelanggan akan keamanan pangan apabila memenuhi kedua criteria berikut : a. sekurang-kurangnya 80% dari keseluruhan pelanggan dinyatakan puas sebagaimana criteria 6.3.2. b. semua pelanggan menerima tindakan penanganan keluhan dalam tiga bulan terakhir SIF-SOP-12.1.0/160604 Halaman 5 dari 7

TANGGAL TERBIT 01 Juli 2004 HALAMAN 6 dari 7 6.3.4. Seluruh hasil evaluasi kepuasan pelanggan dilaporkan oleh Kepala Divisi Pemasaran kepada Ketua Tim HACCP. 6.4. Penarikan Produk Yang Tidak Sesuai 6.4.1. Penarikan produk yang tidak sesuai yang telah dipasarkan dilakukan oleh bagian pemasaran. 6.4.2. Penarikan produk dilakukan apabila: a. Produk sudah kadaluarsa dan belum terjual di distributor b. Produk telah dipastikan oleh bagian QA bahwa produk tersebut tidak memenuhi persyaratan c. Atas perintah dari instansi teknis berwenang dan disampaikan langsung oleh Direktur kepada Marketing Manager d. Atas perintah lain yang diputuskan oleh manajemen PT SARI INCOFOOD CORP. 6.4.3. Bagian marketing mendaftar ulang distribusi dari partai produk yang bermasalah 6.4.4. Kepala Divisi marketing menugaskan staf marketing untuk melakukan penarikan berdasarkan daftar distribusi masing-masing 6.4.5. Staf pemasaran menghubungi distributor untuk menjelaskan alasan penarikan produk 6.4.6. Staf pemasaran produk melakukan penarikan produk ke distributor dengan mencatat jumlah produk yang dapat ditarik dan jumlah produk yang sudah tidak dapat ditarik (Form. SIF-FSOP- MK ) 6.4.7. Marketing manager membuat surat kepada seluruh distributor mengenai himbauan kepada masyarakat untuk mengembalikan produk yang bermasalah yang sudah berada di masyarakat. Masa waktu pengembalian tersebut dijadwalkan selambat-lambatnya 2 minggu setelah surat edaran dibuat. 6.4.8. Marketing manager membuat laporan hasil penarikan produk kepada Ketua Tim HACCP dan Direktur (Form. SIF-FSOP-MK.) 6.4.9. Direktur melakukan pertemuan dengan bagian pemasaran, bagian keuangan, bagian pabrikasi untuk membicarakan tindak lanjut terhadap produk yang ditarik. 6.4.10. Apabila telah ada ketentuan hukum atau perundang-undangan yang menyatakan bahwa produk tersebut tidak dapat dikonsumsi manusia maka dilakukan pemusnahan produk. Mekanisme pemusnahan produk mengikuti prosedur SIF-SOP-05 SIF-SOP-12.1.0/160604 Halaman 6 dari 7

TANGGAL TERBIT 01 Juli 2004 HALAMAN 7 dari 7 6.4.11. Setelah dimusnahkan, Direktur membuat surat mengenai pemusnahan produk tersebut kepada instansi teknis berwenang yang ditembuskan kepada lembaga sertifikasi. Dengan dikeluarkannya surat tersebut maka produk bermasalah tersebut sudah tidak beredar lagi di masyarakat. 7.0. DOKUMENTASI Prosedur ini didokumentasikan dalam bentuk berkas, disket, atau hard disc, dapat berbahasa Indonesia atau bahasa lainnya yang kesemuanya mempunyai status dan legalitas yang sama. 8.0. LAMPIRAN 8.1. SIF-FSOP-PR.; Label Produk yang tidak sesuai 8.2. SIF-FSOP-MK05;Laporan Jumlah Produk Yang Dapat Ditarik 8.3. SIF-FSOP-MK06;Laporan Hasil Penarikan Produk 8.4. SIF-FSOP- : Kuisoner Kepuasan Pelanggan; 8.5. SIF-FSOP- : Kuisoner harapan Pelanggan; 8.6. SIF-FSOP- : Rencana Pemenuhan Order 8.7. SIF-FSOP- : Pendaftaran Keluhan Pelanggan. SIF-SOP-12.1.0/160604 Halaman 7 dari 7