KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR DOKUMEN : SOP / / XII / 2012 TENTANG UNGKAP TINDAK NARKOBA PIDANA MELALUI Jakarta, Desember 2012
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA Dibuat oleh KASAT RESNARKOBA POLRES METRO TANGERANG KOTA UNDER COVER BUY TANGGAL TERBIT : NOPEMBER 2012 Diperiks oleh KAPOLRES METRO TANGERANG KOTA Disahkan oleh 1/ 5 KAPOLDA METRO JAYA ARSDO EVER SIMATUPANG, SIK KOMISARIS POLISI NRP. 73010689 Drs. WAHYU WIDADA, M.Phil KOMBES POL NRP. 69090291 Drs. PUTUT EKO BAYUSENO, SH INSPEKTUR JENDERAL POLISI 1. Tujuan 1.1. Tujuan. Tujuan disusunnya Standar Opersaional Prosedur (SOP) ini untuk menyamankan persepsi dan tindakan dalam rangka penanganan perkara pidana khusus (Narkoba) di lingkungan Sat Resnarkoba Polres Metro Tangerang Kota. 2. Pedoman / Acuan 2.1 Undang-undang Nomor 2 Tahun 22 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia 2.2 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 29 tentang Narkotika 2.3 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 29 tentang Kesehatan 3. Pengertian 3.1 Under Cover yaitu menyusup kedalam lingkungan tertentu tanpa diketahui identitasnya untuk memperoleh bahan keterangan atau informasi. 3.2 Under Cover Buy adalah seseorang dengan menggunakan tehnik penyamaran sebagai calon pembeli. 3.3 Controlled delivery penyampaian untuk dapat mengikuti / melibatkan diri dalam pendistribusian narkoba sampai kepada tempat tertentu 3.4 Raid Planning Execution yaitu penindakan / pemberantasan.
/ 4. Alat. KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIKINDONESIA 2/ 5 4. Alat 4.1 Uang 4.2 Senpi 4.3 Kendaraan (R2 / R4) 4.4 Alat komunikasi / HP 4.5 Alat perekam / Handycam 4.6 Borgol 4.7 Test kit (Multi Drug Panels) TANGGAL TERBIT : 5. Prosedur 5.1 Melakukan pendekatan pada sasaran yang telah ditentukan. Apabila ada hambatan untuk pendekatan langsung dapat melalui orang lain atau contact person yang dapat membantu. 5.2 Setelah berhasil contact dengan sasaran dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan kepercayaan dari sasaran, dengan menyebarluaskan cerita samaran dilingkungan sasaran. Pilih tempat tinggal, tempat hiburan dan tempat kerja yang dapat digunakan untuk mengamati sasaran baik langsung maupun tidak langsung. 5.3 Dalam hal petugas yang melaksanakan kegiatan Under Cover telah berada dan berhasil diterima dilingkungan sasaran, maka sebelum mengumpulkan bahan keterangan yang diperlukan, ia harus segera melakukan adaptasi dan bertindak hatihati dengan cara : 5.3.1 Membatasi pembicaraan apabila berada dengan orang-orang yang menjadi sasaran. 5.3.2 Berusaha mendengarkan semua pembicaraan yang dibicarakan oleh sasaran. 5.3.3 Gunakan kesempatan untuk mengadu domba antara anggota sasaran yang sedang diselidiki.
/ 5.3.4 Menganggap... KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SOP-NARKOBA. TANGGAL TERBIT : 3/ 5 5.3.4 Menganggap orang-orang yang berada disasaran memiliki pengetahuan yang sederajat dengan Petugas. 5.3.5 Perhatikan dengan seksama apa yang tampak disekitar sasaran dan kegiatan-kegiatan apa yang tengah/akan berlangsung diingat tanpa mencatat. 5.4 Hindarkan penggunaan informasi yang didasari dengan pamrih seperti : 5.4.1 Membantu penyelidik Polri karena ingin diberi upah atau imbalan berupa uang 5.4.2 Rasa dendam terhadap sasaran atas perbuatan dan keadaan-keadaan yang pernah merugikan atau menyakiti hatinya. 5.5 Melakukan pembinaan terhadap jaringan informasi agar memiliki : 5.5.1 Kemampuan untuk dapat mendekati/mencapai sasaran 5.5.2 Mempunyai kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan sasaran tanpa mencurigakan 5.5.3 Mempunyai kemampuan untuk mengumpulkan keterangan/informasi yang diperlukan 5.5.4 Penugasan informan diarahkan kepada sasaran yang jelas atau ditujukan pada masalah-masalah tertentu tanpa dilengkapi dengan surat tugas/tanda pengenal sebagai informan. 5.6 Apabila sasaran sedang menggunakan Benda/Barang yang berhubungan dengan Tindak Pidana, maka petugas tidak boleh terpancing untuk menggunakan tetapi apabila dalam keadaan yang sangat perlu mendesak petugas boleh menggunakan tetapi atas seijin dari atasan langsung yaitu Kapolres atau Kasat.
/6. Mekanisme KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA 6. Mekanisme TANGGAL TERBIT : 4 / 5 SASARAN : 1. ORANG 2. BENDA / BARANG PENYAMARAN (UNDER COVER) PENYELIDIKAN 1. Transaksi dengan menggunakan informan atau transaksi secara langsung 2. Under Cover Buy (pembelian terselubung) PEMBERKASAN / PENUNTUTAN PENINDAKAN 1. Tangkap 2. Sita 3. Tahan HASIL YANG DICAPAI GELAR PERKARA / LAPGAS
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TANGGAL TERBIT : 4 / 5 7. PENUTUP 5.1 Standar Opersional Prosedur (SOP) UNDER COVER ini disusun untuk dipedomani dan dilaksanakan sebagaimana mestinya. 5.2 Hal-hal yang belum diatur dalam Standar Opersional Prosedur (SOP) ini akan ditentukan kemudian. 5.3 Standar Opersional Prosedur (SOP) ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KASAT RESNARKOBA TANGGAL TERBIT : NOPEMBER 2012 KAPOLRES METRO TANGERANG KOTA KABIDKUM POLDA METRO JAYA KASETUM POLDA METRO JAYA WAKAPOLDA METRO JAYA 1/ 5 KAPOLDA METRO JAYA ARSDO E SIMATUPANG, SIK KOMPOL NRP. 73010689 Drs. WAHYU WIDADA, M.Phil KOMBES POL NRP. 69090291 IMAM SAYUTI, SH, MH, MBL KOMBES NRP 651561. DJUBLIANA M RATU AKBP NRP 650311 Drs. SUJARNO, SH BRIGADIR JENDRAL POLISI Drs. PUTUT EKO B, SH INSPEKTUR JENDERAL POLISI 1. Tujuan 1.2. Tujuan. Tujuan disusunnya Standar Opersaional Prosedur (SOP) ini untuk menyamankan persepsi dan tindakan dalam rangka penanganan perkara pidana khusus (Narkoba) di lingkungan Sat Resnarkoba Polres Metro Tangerang Kota. 2. Pedoman / Acuan 2.1 Undang-undang Nomor 2 Tahun 22 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia 2.2 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 29 tentang Narkotika 2.4 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 29 tentang Kesehatan 8. Pengertian 3.5 Under Cover yaitu menyusup kedalam lingkungan tertentu tanpa diketahui identitasnya untuk memperoleh bahan keterangan atau informasi. 3.6 Under Cover Buy adalah seseorang dengan menggunakan tehnik penyamaran sebagai calon pembeli. 3.7 Controlled delivery penyampaian untuk dapat mengikuti / melibatkan diri dalam pendistribusian narkoba sampai kepada tempat tertentu 3.8 Raid Planning Execution yaitu penindakan / pemberantasan. / 4. Alat.