B A B I Pendahuluan AGAMA.

dokumen-dokumen yang mirip
Pertemuan 1 NISBAH (RELASI DAN RELEVANSI) ANTARA ILMU FILSAFAT DAN AGAMA

FILSAFAT ILMU OLEH SYIHABUDDIN SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

I. DASAR-DASAR PENGETAHUAN

Sebuah sarana atau definisi tentang alam semesta yang diterjemahkan ke dalam Bahasa yang bisa dimengerti manusia sebagai usaha untuk mengetahui dan

MATA KULIAH : METODE PENELITIAN MATERI KULIAH : METODE PENELITIAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF FAKULTAS : EKONOMI JURUSAN : MANAJEMEN SEMESTER : GENAP

METODE PENELITIAN. Penelitian dan Ilmu Pengetahuan. MR Alfarabi Istiqlal, SP MSi

METODE PENELITIAN. Oleh Satria Novari, M.Kom

Filsafat Umum. Pengantar ke Alam Filsafat 2. Arie Suciyana S., S.Si., M.Si. Modul ke: Fakultas Psikologi. Program Studi Psikologi

PENGANTAR PENELITIAN. Imam Gunawan

PERSPEKTIF METODE PENELITIAN KUANTITATIF & KUALITATIF

Dosen: Pipin Hanapiah, Drs. Caroline Paskarina, S.IP., M.Si. Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Padjadjaran

KE ARAH PEMIKIRAN FILSAFAT

METODOLOGI PENELITIAN

Landasan Penelaahan Ilmu

Kabupaten Tasikmalaya 10 Mei 2011

METODOLOGI PENELITIAN Pertemuan 3 JENIS DAN METODE PENELITIAN

KONSEP DASAR DAN HAKIKAT PENELITIAN

Pertemuan 1. Dasar Dasar Penelitian (Research)

METODE RISET (TMK602)

METODOLOGI PENELITIAN DAN ETIKA PENELITIAN. Fakultas Teknik Elektro 1

LANDASAN ILMU PENGETAHUAN DAN PENELITIAN. Oleh Agus Hasbi Noor

MEMBANGUN ILMU PENGETAHUAN DENGAN KECERDASAN EMOSI DAN SPIRITUAL

Oleh : Lia Aulia Fachrial, M.Si

METODOLOGI PENELITIAN. Tumpal Manik, M.Si Website :

METODE PENELITIAN. Wuryansari Muharini Kusumawinahyu

ILMU, METODE ILMIAH DAN PENELITIAN ILMIAH KULIAH MATERI

Proses berfikir ilmiah

KONSEP DASAR DAN HAKIKAT PENELITIAN

NANDI WARNANDI. A l a m a t. Kantor : Jurusan Pendidikan Luar Biasa FIP UPI

Teori-teori Kebenaran Ilmu Pengetahuan. # Sesi 9, Kamis 16 April 2015 #1

ARAH & STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS PENELITIAN DOSEN

Pertemuan Pertama PENDAHULUAN. METODE RISET Dr. MuhamadYunanto, MM. Fak. Ekonomi Universitas Gunadarma

PENGETAHUAN DAN FILSAFAT ILMU

Etika dan profesi humas

JENIS PENGETAHUAN DAN UKURAN KEBENARAN

mengungkap kebenaran empirik, yaitu dipakai? Selanjutnya, untuk menentukan yang efektif? Hal ini sangat tergantung diteliti, dan berbagai alternatif

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Metodologi Penelitian & Metode Penelitian. Perbedaan

FILSAFAT ILMU DAN CABANG FILSAFAT. H. SyahrialSyarbaini, MA. Modul ke: 02Fakultas PSIKOLOGI. Program Studi Psikologi

FILSAFAT ILMU DAN PENDAHULUAN. Dr. H. SyahrialSyarbaini, MA. Modul ke: 01Fakultas PSIKOLOGI. Program Studi Psikologi

Bab 2 Ilmu Pengetahuan. Agung Suharyanto,M.Si Psikologi UMA 2017

BAB 2 ETIKA, KLASIFIKASI DAN PROSES PENELITIAN

PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT

METODE PENELITIAN KUANTITATIF & KUALITATIF

SIKAP ILMIAH 3/27/2014 Metil/dn 1

MATA KULIAH METODE RISET [KODE/SKS : IT /2 SKS]

: Kemungkinan Studi Agama Secara Filsafati

DASAR DASAR PENELITIAN Pertemuan 1

KONSEP DASAR DAN HAKEKAT PENELITIAN

ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI DAN AXIOLOGI ADMINISTRASI PENDIDIKAN Oleh: Pipin Piniman (Program Pasca Sarjana Universitas Galuh)

METODE RISET (Research Method)

Bentuk dasar pengetahuan ada dua: 1. Bentuk pengetahuan mengetahui demi mengetahui saja, dan untuk menikmati pengetahuan itu demi memuaskan hati

JURUSAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN DAN UKURAN KEBENARAN DISUSUN OLEH : 1.ARIO BAGAS 2.YATI NURHAYATI 3.TRIYUDI R HADIWIJAYA

ILMU DAN MATEMATIKA. Ilmu berasal dari bahasa Arab alima, bahasa Inggris science, bahasa latin scio dan di Indonesiakan menjadi sains.

ILMU PENDIDIKAN ISLAM

Jenis Pengetahuan dan. Ukuran Kebenaran

Nama Mata Kuliah. Pengetahuan dan kebenaran. Masyhar, MA. Fakultas Psikologi. Modul ke: Fakultas. Program Studi Program Studi.

Pengertian Metodologi Penelitian. Hubungan Ilmu dan Penelitian

Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa akan mampu :

PENELITIAN DAN STATISTIK

The Elements of Philosophy of Science and Its Christian Response (Realism-Anti-Realism Debate) Rudi Zalukhu, M.Th

BAHAN AJAR : Metode Penelitian Sosial Ekonomi

BAB 4 FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN

ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK: FILSAFAT, TEORI DAN METODOLOGI

FILSAFAT ILMU. Irnin Agustina D.A.,M.Pd

JENIS-JENIS PENELITIAN

BAB II Lingkup dan Klasifikasi Penelitian Bisnis

ANDRI HELMI M, SE., MM METODE PENELITIAN SOSIAL KUANTITATIF

Kebenaran dan Cara Memperoleh Kebenaran

Modul 2 Permasalahan dan Proposisi Penelitian

FILSAFAT ILMU ONTOLOGI EPISTOMOLOGI AKSIOLOGI. Prof. Dr. Almasdi Syahza, SE., MP. Ontologi Hakikat apa yang dikaji

Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE., M.MA., MA.

FILSAFAT ILMU. Drs. Dede Kosasih, M.Si.

MAKALAH RUANG LINGKUP FILSAFAT ILMU

ILMU ALAMIAH DASAR (IAD) NANIK DWI NURHAYATI, S. SI, M.SI Telp = (271) ; Blog =nanikdn.staff.uns.ac.

Bapak Dr. Rulam Ahmadi, M.Pd

Etika dan Filsafat. Komunikasi

EPISTEMOLOGI: CARA MENDAPATKAN PENGETAHUAN YANG BENAR

Hubungan Ilmu Pengetahuan dengan Penelitian Disusun oleh: Ida Yustina, Prof. Dr.

TUGAS KELOMPOK KEBENARAN

PENDEKATAN UNTUK MEMPEROLEH KEBENARAN PGSD BUMI SILIWANGI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2009

Filsafat Ilmu dan Logika

BAB II KAJIAN PUSTAKA

PENGERTIAN DAN FUNGSI PENELITIAN DEDE ROSYADA

PENDAHULUAN. Metodis. Sistematis. Koheren. Ilmu Pengetahuan. Filsafat. Teologi

IDEALISME (1) Idealis/Idealisme:

Hakekat Penelitian. Tjipto Juwono, Ph.D. Aug 31, Tjipto (SU) Hakekat Penelitian Aug / 13

URGENSI FILSAFAT PENELITIAN TINDAKAN KELAS DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS BELAJAR SISWA. Dr. Y. Suyitno MPd Dosen Filsafat Pendidikan UPI

NOVIA KENCANA, S.IP, MPA

DOSEN: YULI KURNIA NINGSIH

FILSAFAT DAN LOGIKA. Topik 13 SARANA BERPIKIR DEDUKSI DAN INDUSKI

PRODI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR S-1 UNIVERSITAS VETERAN BANGUN NUSANTARA SUKOHARJO HAKIKAT IPA. By Nurratri Kurnia Sari, M. Pd

BAB I PENDAHULUAN. A. Pengertian Logika. B. Tujuan Penulisan

Sebuah Pengantar Populer Karangan Jujun S. Sumantri Tentang Matematika Dan Statistika

Mata Kuliah ini menjadi landasan memahami dan materi ilmu pengetahuan, terutama yang terkait dengan dengan disiplin ilmu tertentu yang dipelajari

Filsafat Umum. Kontrak Perkuliahan Pengantar ke Alam Filsafat 1. Arie Suciyana S., S.Si., M.Si. Modul ke: Fakultas Psikologi. Program Studi Psikologi

Tinjauan Ilmu Penyuluhan dalam Perspektif Filsafat Ilmu

idealisme: suatu aliran filsafat yang cara pandangnya sama dengan rasionalisme.

Filsafat Ilmu dalam Perspektif Studi Islam Oleh: Maman Suratman

Transkripsi:

B A B I Pendahuluan A. PERBANDINGAN ANTARA ILMU PENGETAHUAN, FILSAPAT DAN AGAMA. 1.Institusi Kebenaran menurut Ilmu Pengetahuan, Filsafat dan Agama. Manusia adalah mekhluk yang memiliki akal budi dan senantiasa berupaya mencari kebenaran untuk menunjukkan eksistensi dirinya. Dalam mencari, dan menghampiri kebenaran tersebut, manusia menggunakan tiga jalan yaitu melalui Filsapat, Ilmu Pengetahuan dan Agama. Ketiga cara ini memiliki karakteristik tersen diri dalam mencari dan mendefinisikan kebenaran, sehingga ketiga cara tersebut sea kan memiliki persamaan, perbedaan maupun persinggung an antara cara (metode) yang satu dengan yang lainnya. a. Filsapat. Menurut Kattsoff (1986: 3), tujuan filsapat adalah mengumpulkan penge tahuan manusia sebanyak mungkin, mengajukan kritik, dan menilai pengeta huan ini, secara sistematis. Filsapat membawa manusia berpikir dan bertindak secara layak dan propesional. Filsapat adalah suatu ilmu yang dianggap paling istimewa atau ibu dari segala ilmu. Melalui filsapat manusia mencoba menjawab segala permasalahan fenomena alam yang tidak dapat dijelaskan oleh tiori tiori yang dikembangkan melalui ilmu pengetahuan biasa, karena masalah tersebut di luar atau di atas jangkauan ilmu pengetahuan biasa yang selalu membutuhkan pembuktian melalui instrumen yang dianggap valid dan reliabel. Filsapat merupa kan hasil daya kreatifitas berpikir manusia melalui akal budi dan pikirannya untuk memahami (mendalami, menyelami) secara radikal dan integral hakekat sarwa yang ada, hakekat Tuhan (sang maha pencipta), hakekat alam semesta dan hakekat keberadaan manusia di alam semesta ini. Pencarian hakekat keberadaan sesuatu itu ditelaah melalui logika, etika dan estetika..

Ada tiga jenis kebenaran yang dikembangkan melalui filsapat, yaitu: kebenaran menurut teori koherensi, kebenaran menurut teori korespodensi dan kebenaran yang mengikuti teari pragmatis. Teori kebenaran yang dikembangkan secara koherensi adalah menyatakan bahwa suatu pernyataan dianggap benar apabila pernyataan itu bersifat koheren dengan pernyataan pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Teori ini dikembangkan sejak masa Plato (427-347 SM) dan Aristoteles (384-322 SM). Misalnya pengem bangan sistem matematika yang didasarkan oleh pernyataan yang dianggap benar yakni aksioma, digunakan untuk menyusun teorema dengan menggunakan dalil-dalil atau kaidah kaidah dalam membuat suatu formula matematika, yang secara keseluruhan merupakan suatu sistem yang konsisten. Teori kebenaran korespondensi yang dikembangkan oleh Bewrtrand Russel (1872-1970), yang menyatakan bahwa suatu pernyataan adalah benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkoresponden (berhubungan) deng an obyek yang dituju pernyataan tersebut. Contohnya, jika dinyatakan bahwa ibu kota Indonesia adalah Jakarta, maka pernyataan itu benar karena perangkat perang kat untuk menyatakan suatu ibu kota negara memang ada/terdapat di Jakarta. Pernyataan akan salah bila, ibu kota Indonesia adalah Bandung. Sebab di Bandung tidak ada perangkat perangkat untuk menyatakan sebagai ibu kota negara. Teori pragmatis dikembangkan oleh Charles S Pierce (1839-1814). Teori ini berkem bang di Amerika Serikat dibawah akhli akhli filsapat seperti Williem James(1842-1910), John Dewey (1859-1952), George Herbert Mead (1863-1931) dan C.I.Lewis. Menurut teori ini, suatu kebenaran diukur denngan kriteria apakah pernyataan itu bersifat fungsional dalam kehidupan praktis. Artinya Suatu pernyataan adalah benar jika pernyataan itu atau konsekwensinya mempunyai kegunaan praktis dalan kehidupan manusia. Sebagai contoh, apabila teori belajar X dikembangkan dengan model mengajar Y dengan tujuan untuk meningkatkan daya serap belajar pada siswa, dan ternyata secara ilmiah terbukti bahwa pendekatan Y tersebut memang dapat meningkatkan daya serap belajar siswa, maka teori belajar X dianggap benar, sebab teori X adalah fungsional dan mempunyai kegunaan bagi manusia. Secara historis

teori pragmatis yang telah menganggap suatu pernyataan banar, pada suatu saat mungkin tidak lagi benar atau diragukan kebenarannya. 2.Ilmu Pengetahuan. Ilmu pengatahuan adalah segala hasil usaha manusia dalam memaknai gejala (fenomena ) alam semesta yang disusun secara sistematis sesuai dengan kenyataan, struktur, detail, hukum-hukum mengenai hal ikhwal telaahan tentang fenomena yang dimaksud ( alam semesta, manusia, agama dan lainnya). Sifat ilmu pengetahuan adalah logis, empiris, rasional, dan sistematis. Logis artinya : Segala pernyataan tentang fenomena yang dituju dapat dimengerti oleh akal pikiran. Empiris artinya dapat dialami/dilakukan oleh siapa saja denga hasil yang relatif sama. Rasional artinya masuk akal bagi orang yang memiliki latar belakang ilmu yang sesuai dengan fenomena yang dibahas. Sistematis arti nya memiliki keteraturan dan dapat dtelusuri pada waktu dan tempat yang berbeda Ilmu pengatahuan berkembang melalui pengindraan dan pemikiran manusia yang dibantu oleh instrumen instrumen. Kebenaran ilmu pengatahun diuji secara empiris, riset dan eksperiment. Ilmu sebagai akumulasi dari pengetahuan manusia yang telah mengalami pengujian sehingga kebenarannya dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Ilmu bersifat general; yang tersusun secara sistematis dan mampu menjelaskan, meramalkan, mengontrol dan merancang suatu fenomena yang terjadi sesuai dengan keinginan orang yang memanfaatkan ilmu pengetahuan tersebut. 3, Agama. Agama merupakan suatu sistem keyakinan (keimanan) tentang adanya sesuatu yang absolut diluar jangkauan akal budi manusia. Jangkauan pengkajian agama adalah transendental dan melebihi (diluar) jangkauan pengalaman manusia, misalnya tentang adanya kehidupan setelah kematian, tak seorangpun yang pernah mengal aminya.. Selain itu, agama juga diartika sebagai suatu sistema ritus (tata cara peribadatan) manusia kepada yang diangggap sebagai penguasa alam semesta ini. Setiap agama mengandung sistem norma (etika) yang mengatur intraksi /hubungan

antara manusia dengan menusia, antara manusia dengan tuhannya dan antara manusia dengan lingku ngannya, yang berpedoman pada tata cara peribadatan yang dimaksudkan. 4, Persamaan dan Perbedaan antara ilmu pengetahuan, filsafat dan agama. Secara ontologis ilmu memiliki wilayah disekitar pengkajian obyek yang ter jangkau oleh alam pikiran dan pengalaman manusia. Sedangkan agama mem bahas suatu obyek secara transendental yang berada diluar jangkauan pengalaman manusia, sedangkan filsapat, menggunakan logika, etika dan estetika dalam membahas suatu obyek. Titik persamaan antara ilmu, agama dan filsafat adalah sama sama mencari kebenaran.. Ilmu pengetahuan dengan metode ilmiahnya mencari kebenaran tentang fenomena alam secara empirik. Artinya setiap feno mena alam harus dapat dideteksi oleh panca indra menusia Filsafat dengan wataknya sendiri mencari kebenaran tentang fenomena alam semesta melalui hakekat keberadaannya tanpa membahas masalah dimensi maupun tempat kebe radaannya. Sedangkan agama menelusuri kebenaran tentang fenomena alam semesta bahkan tentang masalah Tuhan melalui wahyu,firman ataupun wangsitwangsit yang memasuki dunia akal pikirannya.. Ilmu ataupun filsafat merupakan hasil dari dari sumber yang sama yaitu akal, budi, rasio, reason, nous,rede dan vertand manusia, sedangkan agama bersumber dari wahyu, firman dari Allah atau wangsit wangsit yang didapat kan oleh orang orang tertentu., Pada kenyataannya tidak semua fenomena alam dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan, karena ilmu dibatasi oleh subyek mobyek dan metodologi pende katannya., Tidak semua masalah yang tidak terjawab oleh ilmu akan dapat dijawab oleh filsafat. Jawaban filsafat bersifat spekulatif dan juga alternatif, tentang suatu masalah asasi yang sama terdapat jawabat filsapat yang mungkin berbeda.. Sedangkan agama memberikan jawaban tentang berbagai persoalan asasi yang

sama, sebab tidak terjawab oleh ilmu yang dipertanyakan secara tuntas oleh filsapat tetapi perlu ditegaskan disini, tidak semua persoalan manusia ada jawabannyadalam agama. Seperti kata Anshari (1987 : 175). diantaranya adalah : 1, Soal soal yang kecil detail yang tidak prinsipil, contoh jalan disebelah kiri atau kanan, soal rambut pendek atau panjang, soal cek atau wessel dll. 2. Persolan persoalan yang tidak secara jelas dan tegas terdapat dalam Alqur an dan alsunnah yang diserahkan kepada ijtihad dan hasil daya pemi kiran manusia yang tdak berlawana dengan jiwa dan semangat Alqur an dan sunnah.tidak terjangkau oleh akal godo dan rohani manusia lainnya, karena keterbatasan ilmu pengetahuan yang tidak diberikan oleh Allah SWTseperti Hakikat Roh, qodho, qadar dan sebagainya. Melalui kekuatan akal budi ilmu dan filsapat manusia naik menghampiri dan memetik kebenaran yang hakiki. 3. Persoalan persoalan yang masih tetap menjadi nisteri diliputi rahasia yang bisa dijangkau oleh kepastiannya sendiri yang pada kenyataannya terbatas. Selain itu bersamaan dengan sifat Rahmannya Allah SWT berkenan menurun kan wahyu kepada menusia agar mereka menemukan kebenaran asasi yang tidak dapat dicapai dan ditemukan sekedar kebetulan akal budinya semata. Allah SWT telah menganugrahkan kepada menusian berupa alam, akal budi dan wahyu. Dengan akal budi manusia akan lebih mudah mengenali dan memahami ayat Qur aniah (wahyu) maupun ayat kauniah atau alam untuk kebahagiaan mereka secara hakiki tidak terjangkau oleh akal qododan rohani manusia lainnya, karena keterbatasan ilmu pengetahuan yang tidak diberikan oleh Allah SWTseperti Hakikat Roh, qodho, qadar dan sebagainya. Melalui kekuatan akal budi ilmu dan filsapat manusia naik menghampiri dan memetik kebenaran yang hakiki B. Pengertian Metode Penelitian Pendidikan Teknik Mesin Produksi dan Perancangan. Secara umum metode penelitian Pendidikan Teknik Mesin Produksi dan Perancangan (TMPP) diartikan sebagai suatu prosedur ilmiah (metode ilmiah)

untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan yang tertentu dan bermanfaat. Prosedur ilmiah artinya kegiatan penelitian tersebut berlandaskan keilmuan yang bersipat logis, rasional, empirik dan sistematis. Artinya penelitian yang dilakukan dengan cara cara yang masuk akal terjangkau oleh daya nalar manusia, dapat dideteksi oleh panca indra atau instrumen tertentu, serta menggunakan langkah langkah yang teratur. Selanjutnya akan didapat data penelitian untuk di amati atau dianalisis dengan kriteria yang valid dan reliabel.. Valid artinya ketepatan antara instrumen yang digunakan untuk mendeteksi data dengan indikator yang harus didetaksi pada obyek pengukuran. Sedangkan reliabel adalah kekonsistenan instrumen terhadap hasil pengukurannya. Artinya hasil pengukuran relatif sama, tidak dipenga ruhi oleh waktu dan tempat pengukuran. Selanjutnya tujuan penelitian paling tidak mengarah kepada penemuan, pembuktian atau pengembangan tiori suatu ilmu.

Penemuan memiliki arti hahwa data yang ditelaah benar benar baru dan sebelumnya tidak pernah diteliti maupun diketahui. Misalnya seorang guru yang nenemukan metode atau model mengajar yang dapat meningkatkan daya serap siswanya. Menemukan media mengajar yang efektif dan efisien, Mengembangkan sistem evaluasi dan sebagainya. Bersipat pengembangan misalnya, mengembangkan metode atau model mengajar yang telah ada sehingga nenjadi lebih efektif dan efisian. Bersipat membuktikan misalnya melakukan eksperimen untuk membuktikan keraguan terhadap teori mengajar yang di adopsi dari orang lain atau dari luar negeri apakah efektif bila diterapkan di Indonesia. Selanjutnya melalui penelitian yang dilakukan akan diperoleh kegunaan praktis untuk meningkatkan pemahaman, digunakan untuk pemecahan masalah yang sejenis, ataupun mengantisipasi mesalah sejenis yang mungkin akan terjadi di kemudian hari. C. Jenis Jenis Metode Penelitian. Jenis-jenis peneliyian dapat dikelompokkan berdasarkan tujua, pendekatan, tingkat eksplanasi, dan jenis data. 1. Penelitian menurut tujuan., dapat dikelompokkan menjadi penelitian murni dan penelitian terapan. Menurut Jujun S.Suriasumantri (1985): penelitian dasar atau murni adalah penelitian yang bertujuan untuk menemukan pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah diketahui, sedangkan penelitian terapan adalah bertujuan untuk memecahkan masalah masalah kehidupan praktis. 2. Penelitian menurut pendekatan, dapat dikelompokkan dalam bentuk penelitian survey, ex post facto, eksperimen, naturalistik, policy research, action research, evaluasi dan hiosturis. 3. Penelitian menurut tingkat Eksplanasi dapat dikelompokkan menjadi Penelitian deskriptif, Penelitian Komparatif dan Penelitian Assosiatif/ Korelasi onal

4. Penelitian menurut jenis data yang diproleh terdiri atas Penelitian Kualitaif, Penelitian Kuantitatif dan Penelitan gabunagn, D. Karakteristik Proses Penelitian. Penelitian adalah kegiatan ilmiah yeng menggunakan prosedur ilmiah, Oleh karena itu proses proses penelitian pendidikan harus memiliki karakteristik antara lain: Penelitian harus sistematis, harus logis. Harus empiris,. Harus bersifat reduktif, harus bersipat replicable dan Trasmitable Bersipat sistematis artinya memiliki langkah langkah dan aturan tertentu sehngga dapat dipahami ataupun diulangi oleh orang lain.. Bersifat logis artinya memiliki tingkat validitas internal ataupun eksternal yang baik sehingga mudah ditelusuri. Bersipat empiris artinya obyek penelitian harus dapat dideteksi oleh panca indra atau instrumen yang dapat digunakan untuk mendeteksi indikator yang ada pada obyek penelitian yang dimasdutkan. Sifat empiris ini membawa penelitian kearah yang obyektif sehingga mudah dipahami, dan mudah dipecahahkan masalah yang diteliti. Sifat reduktif artinya menggunakan prosedur yang analitik. Proses reduksi merupakan suatu usaha untuk menerjemahkan suatu bentuk realita (fakta) kedalam bentuk konsep atau teori yang dapat digunakan untuk menjelaskan jawaban permasalahan yang diteliti secara deskriftp ataupun assosiatif. Sehingga hasilnya dapat digunakan sebagai bahan pengambilan kesimpulan ataupun sebagai alat prediksi untuk permasalahan yang relatif sama dengan masalah yang diteliti. Bersifat reflicable dan transmitable artinya dapat ditelusur ulang dan mampu memecahkan permasalahan yang arahnya berbentuk temuan, pembuktian atau pengembangan teori, yang berguna untuk meningkatkan pemahaman manusia untuk mengantisipasi permasalahan yang sejenis dimasa yang akan datang.